cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
Pengaruh Pendekatan Saintifik Terhadap Hasil Belajar Pengetahuan IPA Tema Tempat Tinggalku Ditinjau Dari Cara Bertanya Guru Pada Siswa Kelas IV Di SD Gugus Dewi Sartika ., Kadek Dedi Lesmana; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan menguji, siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan memotivasi, dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Randomized Control-Group Pretes-Posttes Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Dewi Sartika. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian adalah random sampling. Data berupa hasil belajar pengetahuan IPA tema Tempat Tinggalku dikumpulkan dengan metode tes dalam bentuk pilihan ganda yang kemudian dianalisis menggunakan ANAVA satu jalur. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan ANAVA satu jalur diperoleh Fhitung = 3,29 dan Ftabel pada taraf signifikansi 5% = 3,07. Dengan kriteria pengujian Fhitung>Ftabel (3,29>3,07) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan, hal tersebut terlihat dari rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan memotivasi lebih tinggi dari hasil belajar pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan menguji (78,18>73,93) dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik konvensional (78,18>72,27). Sedangkan rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan menguji lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik konvensional (73,93>72,27). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik ditinjau dari cara bertanya guru berpengaruh terhadap hasil belajar pengetahuan IPA tema Tempat Tinggalku pada siswa kelas IV SD Gugus Dewi Sartika Kecamatan Denpasar Timur.Kata Kunci : pendekatan saintifik, cara bertanya guru, hasil belajar pengetahuan IPA This study aimed at determine significant differences of science knowledge’s learning outcomes between student learned scientific approach using examine questions, student learned scientific approach using motivating question, and student learned conventional scientific approach. This study was a quasi experimental research with Randomized Control-Group Pretes-Posttes Design. The population of this study was the 4th grade students of SD Gugus Dewi Sartika. Techniques used in the study sampling is random sampling. Data in the form of science knowledge’s learning outcomes of theme Tempat Tinggalku collected by test method in the form of multiple choice and then analyzed using one way ANOVA. Based on the hypothesis test using one way ANOVA obtained Fcount = 3.29 and Ftable at 5% significance level = 3.07. With the testing criteria of Fcount>Ftable (3,29>3,07) then H0 is rejected and Ha accepted. The results showed that there are significant differences, it is seen from the mean of science knowledge’s learning outcomes student learned scientific approach using motivating questions higher then science knowledge’s learning outcomes student learned scientific approach using examine questions (78,18>73,93) and student learned conventional scientific approach (78,18>72,27). While the mean of science knowledge’s learning outcomes student learned scientific approach using examine questions higher then student learned conventional scientific approach (73,93>72,27). It can be concluded that the scientific approach based how the teacher asks had a effect to science knowledge’s learning outcomes theme Tempat Tinggalku student 4th grade in SD Gugus Dewi Sartika.keyword : scientific approach, how the teacher ask, science knowledge’s learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA ., Ketut Rita Supriani; ., I Kadek Suartama, S.Pd., M.Pd.; ., Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri, S.Ps
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keaktifan dan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan bukan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada siswa kelas IV di Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain Non-equivalen Posttest-Only Control Group Design. Populasi berjumlah 107 orang yang terdiri dari siswa kelas IV di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang dipilih dengan cara group random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengumpulkan data keaktifan belajar dan tes untuk mengumpulkan data hasil belajar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Rata-rata skor keaktifan kelompok eksperimen adalah 79,125 (kategori baik), sedangkan kelompok kontrol adalah 73,04 (kategori cukup). Rata-rata skor hasil belajar kelompok eksperimen adalah 18,75 (kategori sangat baik), sedangkan kelompok kontrol adalah 15,61 (kategori baik). Berdasarkan analisis data keaktifan, thitung > ttabel (5,993>2,01 pada taraf signifikansi 5%). Sedangkan berdasarkan analisis data hasil belajar, thitung > ttabel (3,408>2,01 pada taraf signifikansi 5%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keaktifan dan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan bukan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada siswa kelas IV di Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : CRH, keaktifan dan hasil belajar. This research aims to determine the difference of activity and learning outcomes of science between groups of students who are taught by cooperative learning model type course review horay with groups of students who are taught by not model of cooperative learning type course review horay in fourth grade students in Kalibukbuk Village Buleleng Sub District Year 2016/2017. This research type is quasi experiment research with Non-equivalent Posttest-Only Control Group Design design. The population is 107 people consisting of fourth graders in Kalibukbuk Village, Buleleng District. The sample in this study amounted to 50 people selected by group random sampling. The instrument used is an observation sheet to collect learning activity data and tests to collect learning result data. The data obtained were then analyzed using descriptive and inferential statistical analysis techniques (t-test). The average of the experimental group's activity score was 79.125 (good category), while the control group was 73.04 (sufficient category). The average score of the experimental group learning outcomes was 18.75 (very good category), while the control group was 15.61 (good category). Based on analysis of activity data, t count> ttable (5,993> 2.01 at 5% significance level). While based on data analysis of learning outcomes, t count> ttable (3.408> 2.01 at 5% significance level). The results showed that there were significant differences in the activity and learning outcomes of IPA between groups of students who were taught by cooperative learning model of course review horay type with groups of students who were taught by non cooperative learning model of course review horay type in fourth grade students in Kalibukbuk Village, Buleleng Sub District Lesson Year 2016/2017.keyword : CRH, activity and learning outcomes.
PENGARUH MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWAPADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD Ign. I Wyn. Suwatra, I Nym. Budiana, Dw. Nym. Sudana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.816

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model creative problem solving (CPS) dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di SD Negeri Gugus VI Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung semester genap tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah enam kelas dengan jumlah siswa 101 siswa. Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 2 kelas dengan jumlah 42 siswa, yang ditentukan dengan cara simple random sampling. Data kemampuan berpikir kritis dikumpulkan dengan tes kemampuan berpikir kritis berbentuk uraian. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji-t dengan bantuan program Microsoft Excel 2007 for Windows. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%.Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model creative problem solving berada pada kualifikasi baik (M=33,45; SD=4,76), sedangkan kemampuan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi cukup (M=27,5; SD=6,477). Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model creative problem solving dan kemampuan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung=3,42> ttabel=2,021; db=40).  Hal ini berarti bahwa kemampuan berpikir kritis  siswa yang dibelajarkan dengan model CPS lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional.   Kata-kata kunci: creative problem solving, konvensional, dan berpikir kritis.
PENGARUH INKUIRI TERBIMBING, GAYA KOGNITIF, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS V SD ., I Wayan Ekayogi; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing, gaya kognitif, dan motivasi berprestasi terhadap keterampilan proses sains pada siswa kelas V SD di gugus III Kecamatan Tegallalang. Penelitian ini tergolong quasi experiment dengan rancangan the post-test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri di Gugus III Kecamatan Tegallalang tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 123 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SDN 1 Sebatu, SDN 3 Sebatu, dan SDN 5 Sebatu yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian adalah tes gaya kognitif (MFFT), tes keterampilan proses sains dan kuesioner motivasi berprestasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, ANAKOVA dua jalur dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional setelah mengontrol motivasi berprestasi (Fhitung = 54,714 dengan sig. = 0,000). (2) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dan kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif setelah mengontrol motivasi berprestasi (Fhitung = 70,349 dengan sig. = 0,000). (3) terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dan gaya kognitif siswa terhadap keterampilan proses sains setelah mengontrol motivasi berprestasi (Fhitung = 4,400 dengan sig. = 0,039). (4) terdapat korelasi yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan keterampilan proses sains (rhitung = 0,427 dengan sig. = 0,000).Kata Kunci : inkuiri terbimbing, gaya kognitif, keterampilan proses sains, motivasi berprestasi This research aimed to determine the effect of guided inquiry learning model, cognitive style, and achievement motivation on science process skills in fifth grade elementary school in cluster III Tegallalang District . This research is classified as quasi experiment with the design of the post-test only control group design. The population of the research is a fifth grade students in Cluster III Elementary School Tegallalang District 2015/2016 school year totaling 123 people. Samples were students of fifth grade elementary school No 1 Sebatu, elementary school No 3 Sebatu and elementary school No 5 Sebatu selected by simple random sampling technique. The research instrument was a test of cognitive style (MFFT), test science process skills and achievement motivation questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics, Anacova two lanes and the product moment correlation. The results showed (1) there are significant differences between the groups science process skills of students that learned with guided inquiry learning model and student groups that learned with conventional learning models after controlling for achievement motivation (Fcount = 54,714 with sig. = 0,000). (2) there are significant differences between the groups science process skills of students who have cognitive style reflective and groups of students who have cognitive style after controlling impulsive achievement motivation (Fcount = 70,349 with sig. = 0,000). (3) there is a significant interaction between guided inquiry learning model and cognitive styles of students to the science process skills after controlling for achievement motivation (Fcount = 4,400 with sig. = 0,039). (4) there is a significant correlation between achievement motivation and science process skills (rcount = 0,427 with sig. = 0.000).keyword : guided inquiry, cognitive style, science process skills, achievement motivation
MODEL PEMBELAJARAN TAI BERBANTUAN MEDIA KARTU BILANGAN BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS 8 MENGWI ., Ni Luh Putu Deni Purnamayanti; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar operasi hitung pada pelajaran matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) berbantuan media kartu bilangan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 8 Mengwi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus 8 Mengwi berjumlah 248 orang. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah nilai kognitif (post test). Data dianalisis dengan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar operasi hitung matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran TAI berbantuan media kartu bilangan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung = 4,082 > ttabel = 2,000) di peroleh rata-rata hasil belajar operasi hitung matematika kelas V yang mengikuti model pembelajaran TAI berbantuan media kartu bilangan lebih dari nilai rata-rata operasi hitung siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (71,23>67,27). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TAI berbantuan media kartu bilangan berpengaruh terhadap hasil belajar operasi hitung matematika siswa kelas V SD Gugus 8 Mengwi Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : model TAI, media kartu bilangan, hasil belajar operasi hitung matematika This study aims to determine significant differences in learning outcomes in math arithmetic operation between students who take learning model Team Assisted Individualization (TAI) assisted with media card number of students who take conventional learning in the fifth grade elementary school students Force 8 Mengwi. This study was a quasi-experimental study (quasi experiment) with a research design that is used is Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all students of class V SD Force 8 Mengwi numbered 248 people. Samples were taken with a random sampling technique. The data collected is cognitive scores (post-test). Data were analyzed by t-test.The results showed significant differences in learning outcomes between students' math arithmetic operations that follow the media-assisted learning model TAI card with the number of students who take conventional learning (of t = 4.082> t table = 2.000) obtained an average of the results of arithmetic operations learn math class V which followed the TAI-assisted learning model media card number over the average value arithmetic operation of mathematics students who take conventional learning (71.23> 67.27). Thus it can be concluded that the media-assisted learning model TAI card numbers affect learning outcomes arithmetic operations fifth grade students of elementary mathematics Force 8 Mengwi Academic Year 2013/2014. keyword : TAI models, media card numbers, operation count math learning outcome
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS III KECAMATAN GIANYAR ., Anak Agung Vera Juniantari; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Berbantuan Multimedia dan siswa yang mengikuti dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Gianyar tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Non Equvalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Gianyar tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 232 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelas. Dari hasil pengundian yang diperoleh siswa kelas V SD Negeri 2 Bitera sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 33 orang siswa dan siswa kelas V SDNegeri 3 Babakan sebagai kelas kontrol yang berjumlah 32 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode tes jenis objekktif bentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 4,17> ttab = 1,671 pada taraf signifikansi 5%. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Berbantuan Multimedia dan siswa yang mengikuti dengan pembelajaran konvensional, dan berdasarkan nilai rata-rata kelompok eksperimen = 77,06> = 68,28 pada kelompok kontrol. Maka, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan Multimedia berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Gianyar.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together), Pembelajaran Konvensional, Multimedia, Hasil Belajar IPS. This study aimed to determine the significant differences of social science learning outcomes between students who learned by NHT (Numbered Head Together) cooperative learning model assisted by multimedia with students who learned by the conventional learning at fifth grade elementary school students at SD Gugus III Gianyar District in 2013/2014 academic year. This research was a quasi-experimental study with Non- Equivalent Control Group Design.The population of this research were all students of fifth grade elementary school at SD Gugus III Gianyar District in 2013/2014 academic year with 232 students. The samples of this research were taken by random sampling technique by drew the classes. Based on drawing result obtained the fifth grade students of SD Negeri 2 Bitera as experiment group with 33 students and the fifth grade students of SD Negeri 3 Babakan as control group with 32 students. The collecting data method in this research used test method with regular multiple choice. The collected data was analyzed by descriptive statistical analysis and inferential statistical (t-test). Based on the data analysis results obtained tcount = 4.17 > ttable= 1.671 at the 5% significance level. So, could be interpretative that there was significant differences of social science learning outcomes between students who learned by NHT (Numbered Head Together) cooperative learning model assisted by multimedia with students who learned by the conventional learning, and according to the average values of social studies outcomes at experiment group = 77,06> = 68,28 the average values of social studies outcomes at control group.It can be concluded that the NHT (Numbered Head Together) cooperative learning model assisted by multimedia was significant determined to the social studies outcomes of fifth grade elementary school students at SD Gugus III Gianyar District.keyword : NHT (Numbered Head Together) cooperative learning model, multimedia, learning outcomes, conventional learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA BERMOTIVASI BELAJAR BERBEDA ., I Gst Ayu Mirah Perdani; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA di kelas IV SDN Gugus III Arjuna. Rancangan penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design, dengan menggunakan desin faktorial 2x2. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran Word Square dan kelompok siswa yang tidak mendapatkan perlakuan model pembelajaran Word Square, (2) Tidak terdapat pengaruh interaksi model pembelajaran Word Square dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran Word Square dan kelompok siswa yang tidak mendapatkan perlakuan model pembelajaran Word Square yang memiliki motivasi belajar tinggi, (4) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran Word Square dan kelompok siswa yang tidak mendapatkan perlakuan model pembelajaran Word Square yang memiliki motivasi belajar rendah.Kata Kunci : Kata kunci: Word Square, motivasi belajar, hasil belajar IPA This studyaims improve science learning outcomes in students of the students fourth grade in SDN III Arjuna. This study design is Noneqiuvalent Control Group Design, by using a factorial 2x2 design. The results showed that: (1) There are differences in science learning outcomes between groups of students who are receive treatmen Word Square learning mode and the group that did not get treatment study Word Square mode, (2) there is no interaction effect of Word Square learning and learning motivation to science learning outcomes, (3) There are differences in science learning outcomes between groups of students who are receive treatment Word Square learning mode and the group that did not get treatment study Word Square mode in students that own hight of motivation, (4) There are differences in science learning outcomes between groups of students who are receive treatment Word Square learning mode and the group that did not get treatment study Word Square mode in students that own low of motivation.keyword : Keywords:Word Sqaure, learning motivation, science learning outcomes
¬¬PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS BERBANTUAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS VII KECAMATAN BUSUNGBIU Md. Sumantri, Ni Kd Warmini, A. A. Gede Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.692

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1)deskripsi hasil belajar Matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, 2)deskripsi hasil belajar Matematika yang mengikuti model pembelajaran SSCS berbantuan media visual, dan 3)pengaruh model pembelajaran SSCS berbantuan media visual yang signifikan terhadap hasil belajar Matematika pada siswa kelas IV di SD semester genap tahun pelajaran 2012/2013 gugus VII kecamatan Busungbiu kabupaten Buleleng.Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan populasi seluruh siswa kelas IV di gugus VII kecamatan Busungbiu yang berjumlah 117 orang.Sampel penelitian berjumlah 63 orang.Data hasil belajar Matematika dianalisis menggunakan statistik desktiptif dan statistik inferensial (uji-t).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama,siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional menunjukkan sebagian besar skor siswa cenderung rendah.Kedua,siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SSCS berbantuan media visual menunjukkan sebagian besar skor cenderung tinggi.Ketiga,terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS berbantuan media visual dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Hal ini berarti model pembelajaran SSCS berbantuan media visual berpengaruh tehadap hasil belajar Matematika pada siswa kelas IV semester genap tahun pejaran 2012/2013 di Sekolah Dasar gugus VII kecamatan Busungbiu.   Kata kunci: model SSCS, visual, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERMEDIAKAN AUDIOTERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD ., Ni Ketut Ratna Kusuma Dewi; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas IV yang dibelajarkan dengan model pembelajaran talking stick bermediakan audio dan siswa kelas IV yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 163 orang siswa. Sampel pada penelitian ini dipilih secara acak dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sebanyak 40 orang siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Sawan terpilih sebagai sampel penelitian. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan instrumen yang digunakan berupa tes objektif dalam bentuk pilihan ganda. Data hasil belajar IPA yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA antara siswa kelas IV yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Talking Stick bermediakan audio dan siswa kelas IV yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dengan nilai thitung sebesar 4,33 dan nilai ttab sebesar 2,02, dengan demikian maka thitung>ttab. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran talking stick bermediakan audio berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2016/2017. Saran yang disampaikan berdasarkan penelitian ini antara lain, (1) siswa harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, (2) guru inovatif dalam pemilihan model pembelajaran dan media pembelajaran, dan (3) peneliti lain harus sungguh-sungguh, objektif, terbuka, dan jujur dalam melakukan penelitian.Kata Kunci : model pembelajaran talking stick, media audia, hasil belajar. This research aimed to find out the difference of natural science’s learning result between the 4th grade students taught by talking stick learning model aided by audio and the 4th grade students taught by conventional learning model. The research design used in this research was post-test only control group design. The population of this research was 163 4th grade elementary school students in cluster IV of Sawan district in academic year 2016/2017. The sample of this research was randomly selected by using simple random sampling technique. 40 4th grade elementary school students in cluster IV of Sawan district were selected as the sample of this research. The data of natural science learning result was collected by using objective test instrument in the form of multiple choices test. The data collected was analyzed by using descriptive statistics and inferential statistics by t-test technique. The research result indicated that there is a significant difference of natural science learning result between the 4th grade students taught by Talking Stick learning model aided by audio and the 4th grade students taught by conventional learning model with the value of t-hitung 4.33> ttab 2.02, thus t-hitung >t-tab. Based on this finding, it can be concluded that talking stick learning model aided by audio affected positively towards the improvement of 4th grade students’ learning result in natural science in cluster IV of Sawan district academic year 2016/2017. Some suggestions were presented namely: 1. Students must actively participate in learning, 2. Teachers should be innovative in selecting learning model and learning media, and 3. other researchers should do the research earnestly, honestly and objectively.keyword : talking stick learning model, audio media, learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING (SRL)TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V SEMESTER GENAP ., Nyoman Sudiastana; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus VII Kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 131 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 1 Banjar Bali yang berjumlah 23 orang dan kelas V SD No. 2 Banjar Bali yang berjumlah 31 orang. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKn yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas V semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus VII Kecamatan Buleleng. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) adalah 22,52 lebih besar dari rata-rata hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 18,39.Kata Kunci : model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL), hasil belajar PKn This research did to know the difference of the learning result of PKn between students who learn with Self Regulated Learning system and student who learn with conventional learning system in the 5th level on period of the year 2014/2015 in Gugus VII of elementary school in District of Buleleng in Buleleng Regency. System of this research is quasi experiment. Populationthis research are the students of 5th level in Gugus VII of elementary school in Buleleng District on period of the year 2014/2015 which consisted of 131 students. Sample of this research such as student of 5th at SD No. 1 Banjar Bali which consisted of 23 students and student of 5th level at SD No. 2 Banjar Bali which consisted of 31 students. Output of the learning result PKn collected from student by the instrument discription test. The collecting output to be analyze by descriptive statistic analysis and inferential statistic (t-test). This research result found that there is any significant differentation learning result of PKn between student who learn with Self Regulated Learning system and student who learn with conventional system in 5th level of Gugus VII elementary school in District Buleleng on period of the year 2014/2015. The mean comparison of the learning result of PKn in between students who learn with Self Regulated Learning system and student who learn with conventional learning system (22,52 vs 18,39).keyword : self regulated learning (SRL) models, learning result of PKn

Page 85 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue