Articles
5,428 Documents
Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar
Puji Handayani;
Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.365
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat membaca pada siswa kelas IV sekolah dasar menggunakan media komik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan atau R&D (research and development). Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Kutowinangun 05 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga dengan jumlah 25 siswa. Instrumen penelitian ini berupa lembar validasi untuk ahli media dan lembar angket minat membaca siswa. Setelah dilakukan uji pakar berupa media diperoleh rata-rata 3,75 dengan persentase 79 yang termasuk katogori “tinggi” yang berarti media layak untuk digunakan. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan teknik statistic uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan menggunakan Mann Whitney menunjukkan bahwa Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa pretest dan posttest terdapat perbedaan yang signifikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa media komik dapat meningkatkan minat membaca siswa.
Pengaruh Pendekatan Open Ended dan Gaya Belajar Siswa terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis
Widya Wanelly;
Ahmad Fauzan
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.388
Kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SD Gugus II Kecamatan Lubuk Basung masih rendah. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa menyelesaikan permasalahan dengan cara mereka sendiri. Mereka terfokus terhadap penyelesaian yang diberikan oleh guru sehingga siswa sulit untuk mengembangkan ide-ide kreatif dalam menyelesaikan masalah dengan banyak cara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pendekatan open ended. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SD gugus II Kecamatan Lubuk Basung Tahun Pelajaran 2019/2020. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV di SDN 38 Lubuk Sao sebagai kelas eksperimen dan siswa Kelas IV.a di SDN 63 Surabayo sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu: kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajar dengan pendekatan open ended lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kemampuan berpikir kreatif siswa yang bergaya belajar auditorial, visual dan kinestetik yang diajar dengan pendekatan open ended lebih baik dari siswa yang bergaya belajar auditorial, visual dan kinestetik yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara gaya belajar auditorial, visual dan kinestetik. Dan tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan gaya belajar dalam mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa
ANALISIS KEMAMPUAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS PADA MATA PELAJARAN PENJASKES DI SEKOLAH DASAR
Nany Librianty
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.341
Tujuan dari penlitian ini adalah untuk mengalisis bagaimanakah kemampuan guru dalam pengelolaan kelas pada mata pelajaran Penjaskes di SD Negeri Kota Bangkinang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode Dokumentasi, Metode Observasi atau Pengamatan dan metode Wawancara Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif persentase. Deskriprif persentase digunakan untuk mengetahui persentase tiap-tiap faktor berdasarkan skor jawaban responden.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam pengelolaan kelas pada mata pelajaran penjaskes di SD negeri Kota Bangkinang secara keseluruhan dalam kategori sangat baik. Meskipun demikian ada beberapa komponen keterampilan yang masih kurang optimal
Pengembangan Bahan Ajar Membaca Permulaan dengan Menggunakan Cerita Fabel pada Siswa Sekolah Dasar
Reni Gustiawati;
Darnis Arief;
Ahmad Zikri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.339
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan proses pengembangan bahan ajar membaca permulaan dan menghasilkan bahan ajar membaca permulaan dengan menggunakan cerita Fabel untuk pendidik kelas II yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan berdasarkan model 4D (Define, Design, Develop dan Disseminate). Kevalitan dapat dilhat dari validasi isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan dan RPP, keseluruhan 93.10 % dengan kategori sangar valid. Pratikalitas bahan ajar dilihat dari respon pendidik, 98.92 % respon peserta didik 96.15 % sedangkan efektifitas Membaca permulaan persentase 100%. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar membaca permulaan menggunakan cerita Fabel yang dikembangkan layak digunakan dalam membaca permulaan di kelas II SD.
Penggunaan Media Pembelajaran dalam Model Picture and Picture untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Daryanti Daryanti;
Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.368
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh penggunaan gambar dan gambar atau yang dikenal dengan model pelajaran picture anad picture terhadap hasil belajar siswa kelas VIA SD El-Ma’arif Pasaman Barat . Penggunaan gambar dalam pelajaran ini bertujuan untuk mengenalkan fakta tentang benua-benua yang ada di permukaan bumi sebelum konsep pelajaran tentang benua itu sendiri ditemukan. Diangkatnya penelitian ini dilatarbelakangi oleh keluh kesah siswa yang merasa bingung untuk menentukan letak negara tertentu di benua tertentu. Setelah diadakan pelajaran perbaikan ini diperolehlah hasil belajar siswa yang meningkat dari setiap tahapan atau siklus penelitian yang diadakan dari Dengan rata-rata perolehan kelas 68,69 dengan persentase keberhasilan siswa di atas KKM 37,54% menjadi rata-rata 89,5dengan tingkat keberhasilan siswa dari KKM ke atas mencapai 21 orang atau 91.7%.Kata Kunci : kemampuan mengidentifikasi ciri-ciri benua, IPS, Picture and Picture
Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Model Make A Match di Sekolah Dasar
Dhara Atika Putri;
Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.403
Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui berpengaruhnya atau tidak model make a match terhadap keaktifan siswa kelas V dalam pembelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dengan sampelnya siswa kelas V SDN 198/I Pasar Baru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keakrifan belajar menggunakan model Make A Match dalam pembelajaran IPS, kegiatan pembelajaran dilakuakan dalam 2 siklus. Siklus 1, pertemuan 1 dan 2 keaktifan belajar rendah 51,51% dan 59,46%. Peneliti melakukan perbaikan di siklus 2, pertemuan 1 mengalami peningkatan 68,17%, peneliti melakan penyempurnaan pembelajaran di pertemuan 2 sebesar 77,14%.
PEMBELAJARAN IPA DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR
Vivi Lusidawaty;
Yanti Fitria;
Yalvema Miaz;
Ahmad Zikri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.333
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peningkatan keterampilan proses dan motivasi belajar siswa pada kelas IV SD Negeri 24 Ganting Singgalang dengan menggunakan strategi pembelajaran Inkuiri. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek uji coba adalah peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 24 Ganting Singgalang sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukan pada siklus 1 keterampilan proses sains siswa 73% meningkatkan pada siklus 2 menjadi 85% dan motivasi belajar siswa pada siklus 1 53% meningkat pada siklus 2 dengan menjadi 85%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi inkuiri di kelas IV Sekolah Dasar dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan motivasi belajar siswa. Jadi, strategi inkuiri dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas IV SDN 24 Ganting Singgalang.
Elementary School Teachers' Scientific Competence and Their Teaching Experiences
Eka Danti Agustiani;
Nuryani Rustaman;
Ana Ratna Wulan
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.328
Indikator-indikator kompetensi ilmiah dalam literasi sains yang digunakan oleh OECD dalam PISA sejak tahun 2015 adalah (1) menjelaskan fenomena secara ilmiah, (2) merancang dan mengevaluasi penyelidikan secara ilmiah, dan (3) menginterpretasi data dan bukti secara ilmiah. Dalam penerapan kurikulum terintegrasi, guru sekolah dasar juga terlibat dalam pembelajaran sains di tahap awal, yang berarti juga harus memiliki kompetensi ilmiah dan mampu membina para siswa untuk mencapainya. Kajian ini bertujuan untuk mencari tahu korelasi antara ketiga indikator kompetensi ilmiah tersebut dan pengaruh pengalaman mengajar terhadap kompetensi ilmiah guru sekolah dasar. Hasil yang diperoleh mengindikasikan pentingnya pembinaan kompetensi ilmiah pada guru secara periodik dengan memperhatikan semua indikator-indikator kompetensinya
Analisis Supervisi Kepala Sekolah dalam Penyusunan RPP dan Pelaksanaan Model Saintific di Sekolah Dasar
Wisma Diandra;
Sufyarma Marsidin;
Ahmad Sabandi;
Ahmad Zikri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.378
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis supervisi kepala sekolah dalam penyusunan RPP dan pelaksanaan model saintifik di Sekolah Dasar. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Populasinya adalah guru-guru di Gugus V kecamatan Latina Kota Payakumbuh. Pengambilan sampel dilakukan dengan purpose sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui kegiatan supervisi yang dilakukan di Gugus V Kecamatan Latina. Berdasarkan Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan supervisi yang dilakukan kepala sekolah berjalan dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa analisis kegiatan supervisi kepala sekolah di gugus V kecamatan Latina menunjukan pemahaman guru SD di Kecamatan Latina tentang RPP cukup bervariasi, pada intinya mereka cukup baik dalam memahami tentang media, walaupun ada diantara mereka RPP dalam artian yang terlalu umum.
Korelasi Pola Asuh Orang Tua dengan Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar
Rahmania Yunita;
Neviyarni S;
Hendra Syarifuddin;
Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.390
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dan data hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya korelasi pola asuh orangtua dengan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 21 Jalan Kereta Api yang berjumlah 25 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh. Pengambilan data tentang pola asuh orangtua dikumpulkan melalui angket. Teknik analisa data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis korelasi sederhana dan uji signifikan menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis lebih baik dengan nilai rata-rata 62,5. Pola asuh permisif dengan nilai rata-rata 57,5. Pola asuh otoriter dengan nilai rata-rata 55. Guru hendaknya lebih memperhatikan dan memahami pola asuh orangtua dari masing-masing siswa, sehingga guru dapat menyesuaikan cara mengajarnya dengan perkembangan siswa.