cover
Contact Name
Ida Ayu Sukma Wirani
Contact Email
idaayusukmawirani@gmail.com
Phone
+6287762000445
Journal Mail Official
idaayusukmawirani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No. 11, Singaraja, Banjar Tegal, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha
ISSN : 26141914     EISSN : 25992627     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jpbb.v6i2
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Balinese Language Education Undiksha. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at PBalinese Language Education Undiksha
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 103 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015):" : 103 Documents clear
KAWENTENAN CAMPUHAN WARNA BASA (CAMPUR KODE) RING PEPARUMAN ST METU ASIH BANJAR MELAYANG, DESA SUMITA, GIANYAR ., I MADE GEDE SEMARA PUTRA; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.; ., I Ketut Paramarta, S.S.,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4563

Abstract

Tetilik puniki madué tetujon (1) Sumangdané prasida uning wentuk campuhan warna basa sané kanggén ring peparuman ST Metu Asih, Br. Melayang, Ds. Sumita, Gianyar. (2) Sumangdané prasida uning tetujon nganggén campuhan warna basa ring peparuman ST Metu Asih, Br. Melayang, Ds. Sumita, Gianyar. (3) Sumangdané prasida uning parindikan sané ngawinang campuhan warna basa kanggén ring peparuman ST Metu Asih, Br. Melayang, Ds. Sumita, Gianyar.Tetilik puniki maosang indik campuhan warna basa sané wénten ring peparuman ST Metu Asih Br. Melayang, Ds. Sumita, Gianyar. Tetilik puniki nganggé pahan tetilik deskriptif kualitatif. Tetilik puniki nganggé makudang-kudang tata cara mupulang data inggih punika pratiaksa, pabligbagan, miwah dokumentasi. Pikolih saking tetilik puniki inggih punika wantah campuhan warna basa sané marupa kruna “anggota, akhir tahun, bendahara, dll.” miwah lengkara “Bajetkan untuk semua lomba tujuh ratus lima puluh.Dll.” Tetujon campuhan warna basa kanggén inggih punika mangda dangan Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bentuk campur kode yang digunakan dalam rapat ST Metu Asih, Br. Melayang, Ds. Sumita, Gianyar. (2) untuk mengetahui tujuan menggunakan campur kode dalam rapat ST Metu Asih, Br. Melayang, Ds. Sumita, Gianyar. (3) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan campur kode digunakan dalam rapat ST Metu Asih, Br. Melayang, Ds. Sumita, Gianyar.Penelitian ini membahas tentang campur kode yang terdapat dalam rapat ST Metu Asih Br. Melayang, Ds. Sumita, Gianyar.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data diantaranta: observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah hanya campur kode yang berbentuk kata “anggota, akhir tahun, bendahara, dll.” dan campur kode yang berbentuk kalimat “Bajetkan untuk semua lomba tujuh ratus lima puluh. Dll.” Tujuan menggunakan campur kode adalah agar lebih mudah menjelaskan yang dibicarakan serta lawan bicara lebih mudah memahami yang dijelaskan. . Faktor yang menjadi penyebab campur kode digunakan dalam rapat adalah banyak generasi muda yang tidak mendalami bahasa Bali, adanya tingkatan dalam bahasa Bali, adanya pengaruh dari bahasa asing, serta banyak generasi muda yang mencontoh penggunaan campur kode dari lawan bicaranya, itulah yang menjadi faktor penyebab campur kode digunakan saat berbicara dalam rapat. Kata Kunci : Keberadaan campur kode This research has purpose (1) To know the form of code mixing used in ST Metu Asih’s meeting in Melayang neighborhood association, Sumita Village, Gianyar Regency. (2) To know the purpose of using code mixing in ST Metu Asih’s meeting in Melayang neighborhood association, Sumita Village, Gianyar Regency. (3) To know factors that cause code mixing was used in ST Metu Asih’s meeting in Melayang neighborhood association, Sumita Village, Gianyar Regency. This research discuss about code mixing emerged when conducting ST Metu Asih’s meeting. It also uses descriptive qualitative design. Additionally, it uses some data collection technique such as observation, interview, and documentation. The result of this research code mixing in the form of word “anggota, bendahara, atc.” and sentence “Bajetkan untuk semua lomba tujuh ratuh lima puluh. Atc.”The goal of using code mixing is to be easier to explain information and to be easier for the listener to understand. Factors that cause code mixing is used in meeting are most of young generation do not master Balinese language well, the existence of Balinese language level, the existence of effect of foreign language, and also most of young generation imitate the use of code mixing from interlocutor. Those are factors which become cause of why code mixing is used in ST Metu Asih’s meeting.keyword : The existence of code mixing
SESELEH GUNASARAT SANE WENTEN RING SATUA NAGA LOLOK DRUWEN GEDONG KIRTYA SINGARAJA BALI MIWAH PAIKETANNYANE SARENG PANGAJAHAN ., ANAK AGUNG GEDE INDRAYANA; ., Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam satua Naga Lolok milik Gedong Kirtya Singaraja, Bali, (2) mengetahui kaitan nilai-nilai yang ada dalam satua Naga Lolok milik Gedong Kirtya Singaraja, Bali dengan pembelajaran, (3) mengetahui manfaat nilai-nilai yang terkandung dalam satua Naga Lolok. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satua Naga Lolok sedangkan objeknya adalah nilai-nilai yang terkandung dalam satua Naga Lolok dan kaitannya dengan pembelajaran. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) nilai-nilai yang terkandung dalam satua Naga Lolok adalah nilai pendidikan, nilai keindahan, nilai kultural atau budaya, nilai moral/nasihat, nilai religius, miwah sosiologis. Diantara semua nilai-nilai tersebut ada salah satu nilai yang dibagi lagi menjadi 18, yaitu nilai pendidikan. 18 nilai tersebut adalah nilai pendidikan karakter. Dalam satua Naga Lolok ini ditemukan 12 nilai pendidikan karakter, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, bersahabat/komunikatif, gemar membaca, peduli sosial, dan tanggung jawab. (2) kaitan nilai dengan pembelajaran ialah,diantara semua nilai-nilai tersebut, ada salah satu nilai yang prasida diterapkan saat pembelajaran di sekolah. Nilai tersebut adalah nilai pendidikan, karena nilai pendidikan tersebut terdapat nilai pendidikan karakter, yang bisa diterapkan untuk membangun karakter bangsa para siswa. Seperti yang sering digunakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). (3). Manfaat nilai-nilai dalam satua Naga Lolok yaitu, semua nilai-nilai yang terkandung dalam satua tersebut sangat bermanfaat. Karena di dalam nilai-nilai tersebut kita bisa tahu mana yang baik dan tidak untuk dilakukan dan diterapkan dalam kehidupan ini.Kata Kunci : Nilai-nilai, Satua Naga Lolok, Pembelajaran This research has some purposes (1) to know the values in the folklore entitled “Naga Lolok” which was created by Gedong Kirtya Singaraja, Bali, (2) to know the relation of the values in the folklore to teaching – learning process, (3) to know the advantages of the values in the folklore. This research is in form of descriptive qualitative research. The subject of the research is “Naga Lolok” folklore, while the object is the values which can be taken from the folklore and the relation to the teaching - learning process. To collect the data, this research uses documentation method. The results of this research are: (1) the values of the folklore entitled “Naga Lolok” are the values of education, beauty, culture and tradition, moral/advice, religious, and sociology. Among thosev values, there is a vause which can be divides into eighteen, that is the value of education. Those eighteen values are the value of character education. In the folklore of “Naga Lolok”, twelve values of character education is found, those are: religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, democratize, curiosity, friendly/communicative, love to read, social, and responsibility. (2) the relation of the values to the teaching – learning process are among of all values which is there in the folklore, there is one value that can be implemented in teaching learning process in school. The value is education values, because in the value of education, there is character education values which can be implemented to build students character of nationalism. Like what can be found often in Lesson Plan. (3) The advantages of the values in the “Naga Lolok” folklore are all of the values in the story are very good, because we are able to know which one is good and bad to do and which one is right or wrong from the story that can be used or implemented in this lifekeyword : Values, Folklore Naga Lolok, Teaching – learning process
PARINAMA-PARINAMA SANE KAANGGEN RING WEWIDANGAN SUBAK BENEL, DESA KALIAKAH, KABUPATEN JEMBRANA (UTSAHA MUPULANG PARINAMA-PARINAMA SANE KAANGGEN RING SUBAK BENEL) ., PUTU YUSTINA INDRIANA DEWI; ., Ida Bagus Putra Manik Aryana, S.S., M.; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4956

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) keberadaan dan (2) istilah-istilah yang digunakan dalam Subak Benel, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif Subjek penelitian ini adalah Subak Benel Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Objek penelitiannya adalah keberadaan dan istilah-istilah yang digunakan pada subak tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode telaah pustaka dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan tahapan (1) melingkupi data, (2) klasifikasi data, (3) reduksi data, (4) deskripsi data, (5) analisis data, (6) memahami data, dan (4) penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) keberadaan Subak Benel terdiri dari: (a) wilayah sawah dan Pura Bedugul Subak Benel, (b) peraturan (awig-awig) Subak Benel, dan (c) sistem irigasi. (2) istilah-istilah subak menurut Tri Hita Karana, yakni: (a) tempat suci (parhyangan) terdapat 32 istilah, (b) sistem organisasi (pawongan) terdapat 32 istilah, dan (c) alat yang digunakan (palemahan) terdapat 60 istilah. Adapun saran dari penelitian ini adalah keberadaan subak dan istilah-istilah yang ada supaya dilestarikan. Jurusan Pendidikan Bahasa Bali menggunakan skripsi berbahasa Bali Tetilikan puniki matetujon nlatarang (1) kawentenan lan kahanan miwah (2) parinama-parinama sane kaanggen ring wewidangan subak Benel, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Tetilikan puniki nganggen palihan tetilik deskriptif kualitatif. Subjek tetilik puniki inggih punika Subak Benel Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Objek ring tetilik puniki inggih punika kahanan miwah parinama-parinama sane kanggen ring subak inucap. Pamupulan data nganggen kramaning kapustakan miwah sadu wicara. Kramaning data tureksa sane manggen inggih punika analisis kualitatif antuk pamargi (1) nguwub data, (2) nyorohang data, (3) milihin data, (4) deskripsi data, (5) analisis data, (6) pangresep data, lan (4) pamicutet. Pikolih tetilikan puniki nyantenang (1) kahanan Subak Benel kawangun antuk: (a) wewidangan carik lan Bedugul Subak Benel, (b) awig-awig Subak Benel, miwah (c) sistem irigasi/pangeduman toya. (2) parinama subak manut tri hita karana wenten: (a) wewidangan parhyangan wenten 32 parinama, (b) wewidangan pawongan wenten 33 parinama, miwah (c) wewidangan palemahan wenten 60 parinama. Piteket ring tetilikan puniki kawentenan subak miwah parinama-parinama ring subak Desa Benel mangda kalestariang kawentenanipun.Kata Kunci : keberadaan dan istilah Subak Benel. This study aims to describe (1) the existence and (2) the terms used in Subak Benel, Kaliakah Village, District State, Jembrana. This study was designed as a qualitative descriptive study The subjects were Subak Benel Kaliakah Village, District State, Jembrana. The object of research is the existence and terms used in the Subak. Data collected by using literature review and interviews. Data analysis method used is qualitative analysis by stages (1) covers the data, (2) classification of data, (3) data reduction, (4) a description of the data, (5) data analysis, (6) to understand the data, and (4) inference. The results of this study show that (1) the existence of Subak Benel consists of: (a) the area of rice fields and Pura Subak Bedugul Benel, (b) regulation (awig awig) Subak Benel, and (c) the irrigation system. (2) the terms Subak by Tri Hita Karana, namely: (a) the holy place (parhyangan) there are 32 terms, (b) organizational systems (pawongan) there are 32 terms, and (c) the tools used (palemahan) contained 60 term. The suggestion of this research is the existence of Subak and terms that exist in order to be preserved.keyword : the existence and terms Subak Benel.
SESELEH BASITA PARIBASA MIWAH GUNA SARAT PAAJAH-AJAH KARAKTER SAJERONING DOLANAN RING GONG KEBYAR ALIT-ALIT DUTA KABUPATEN GIANYAR WARSA 2014 ., I Putu Adi Darmadi; ., Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.6174

Abstract

Tetilikan puniki matetujon nguningin indik (1) basita paribasa sane kaanggen sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta Kabupaten Gianyar tahun 2014 (2) guna sarat paajah-ajah karakter sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014 (3) pikenoh basita paribasa sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta Kabupaten Gianyar warsa 2014 sareng pengajahan. Jejering tetilikan puniki dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014. Penandang tetilikan puniki basita paribasa sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014 miwah guna sarat paajah-ajah karakter sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014. Tetilik puniki nganggen palihan tetilik deskriptif kualitatif. Tetilik puniki nganggen kalih kramaning mupulang data inggih punika (1) kramaning transkripsi (2) kramaning dokumentasi. Data tureksa sane kaanggen minakadi: (1) identifikasi data (2) reduksi data (3) klasifikasi data (4) deskripsi data (5) interpretasi data lan (6) pamicutet. Pikolih ring tetilik puniki inggih punika (1) Basita paribasa sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014 wenten lelima, minakadi: sesawangan; pepindan; wewangsalan; peparikan; lan bebladbadan. (2) Guna sarat paajah-ajah karakter sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta kabupaten Gianyar warsa 2014 wenten molas minakadi: parama tatwa (religius), arjawa (jujur), eling ring sesana (tanggung jawab), plapan (disiplin), seleg makarya(kerja keras), seleg mareragragan (kreatif), pikayun sane meled uning (rasa ingin tahu), demokratis, ngajiang kawijayan (menghargai prestasi), pasawitran (bersahabat/komunikatif), sarating sukerta (cinta damai), urati ring makrama (peduli sosial), wira negara (bela negara), seneng ngwacen (gemar membaca), urati ring palemahan (peduli lingkungan). (3) Pikenoh basita paribasa sajeroning dolanan ring gong kebyar alit-alit duta Kabupaten Gianyar warsa 2014 sareng pengajahan inggih punika sesolahan dolanan marupa silih sinunggil piranti sane kanggen maosang indik kaweruhan utawi sastra ring jamane sakadi mangkin, kacingak saking sesolahan dolanan sane madaging basita paribasa sampun pastika madue paiketan sareng pangajahan santukan dolanan pinaka piranti sane kanggen maosang indik basita paribasa punika taler maosang indik sastra-satra sane lianan sane madue kawigunan majeng para kramane. Kata Kunci : seseleh, basita paribasa, gunasarat, dolanan. This study aimed in describing (1) basita paribasa those were used in the dolanan of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014 (2) the value contained in the character education of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014. (3) the benefits of using Basita paribasa of the dolanan of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014 in education. The subjects of this study were dolanan of of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014. The object of this study was basita paribasa those were used in the dolanan of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014, and the value which were contained in the character education of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014. This study used a qualitative descriptive. Data collection method which was used was the method of transcription of this research and methods of documentation. Data analysis method used was descriptive method with the procedure (1) identification of the data (2) reduction of data (3) classification of data (4) description of the data (5) data interpretation and (6) inference. There were 5 results foud in this study, namely: sesawangan; pepindan; wewangsalan; peparikan; and bebladbadan. (2) there were fifteen values of character education contained in dolanan of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014, namely: religious, honest, responsibility, discipline, hard work, creativity, curiosity, democratic, recognize excellence, friendship / communicative, love of peace, social care, to defend the state, like reading, caring environment. (3) The benefit of basita paribasa those were used in the dolanan of gong Kebyar Anak-Anak as the ambassador of Gianyar regency in 2014 in the eduction in which the dolanan was used as a tool to investigate the skill and literature in this era, it could be seen that in the dolanan which contained the basita paribasa had a strong relationship to the eduction in which the dolanan was used as a media to promote the basita paribasa and investigate another literature which usefull for the human.keyword : analysis, Basita paribasa, value, dolanan.
SESELEH BASA SANE KAANGGEN MIWAH GUNASARAT SANE WENTEN RING GEGURITAN PURWAJATI, PAKARDIN I GEDE NGEMBAK, DRUWEN GEDONG KIRTYA, SINGARAJA ., PUTU SUARSANA; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd; ., Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4558

Abstract

Penelitian deskritif ini bertujuan (1) untuk mendiskripsikan bahasa yang digunakan dalam GP, Karya Gede Ngembak, punya Gedong Kirtya, Singaraja, (2) untuk mengetahui nilai-nilai yang ada pada GP, Karya Gede Ngembak, punya Gedong Kirtya, Singaraja. Subjek penelitian ini adalah Lontar GP, sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah bahasa yang digunakan dan nilai-nilai yang ada pada geguritan tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan metode dokumentasi, data tersebut dianalisis deskritif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah bahasa yang digunakan dalam GP itu adalah bahasa Bali Tengahan karena di dalam GP tersebut ada pencampuran bahasa dari bahasa Sansekerta, bahasa Jawa Kuno, bahasa Jawa Tengahan, dan bahasa Bali, dan juga yang menyebabkan menggunakan basa Bali Tengahan karena sesuai dengan cirri-cirinya adalah tersusun dari kata-kata bahasa Sansekerta, Jawa Kuno dan juga bahasa Bali. (2) nilai-nilai yang ada di dalam GP terdapat 5 jenis nilai diantaranya: nilai agama/religious, kepahlawanan, kesetiaan, kemanusiaan dan nilai social. Akan tetapi pnulis menyarankan kepada semua pembaca khususnya geguritan supaya mengerti tentang semua bahasa yang ada, supaya karya sastra yang ada di zaman sekarang ini supaya tidak hilang dari pulau Bali Kata Kunci : Bahasa Bali Tengahan, GP (Geguritan Purwajati). This descriptive study aimed (1) to describe the language used in the GP, work Ngembak Gede, has gedong Kirtya, Singaraja, (2) to determine the values that existed at the GP, work Ngembak Gede, has gedong Kirtya, Singaraja. The subjects were Lontar GP, whereas the object of this study is the language used and the values that existed at the geguritan. Data collection methods used in this research is the method of observation and documentation methods, qualitative descriptive data analysis. The result of this study is the language used in GP it is the language of Bali Tengahan because in the existing GP mixing language of Sanskrit, Old Javanese, Middle Javanese language, and the language of Bali, and also the cause using alkaline Bali Tengahan because according to the characteristics -cirinya is composed of words of Sanskrit, Old Javanese and Balinese language. (2) values in the GP there are 5 types of values are: the value of religion / religious, heroism, loyalty, humanity and social values. However scribes suggest to all readers, especially geguritan so understand about all existing languages, so that existing literature in this day and age that is not lost on the island of Balikeyword : Language Bali Tengahan, GP (Geguritan Purwajati).
SESELEH UNSUR INTRINSIK LAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER RING PUPULAN SATUA BALI II SANE KAPUPULANG OLIH I NENGAH TINGGEN ., NI NYOMAN MUDIASTINI; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) unsur intrinsik dalam kumpulan satua Bali II milik I Nengah Tinggen, seperti satua Anak Agung di Mesir, satua Basong Kalikukun, satua Men Cekepel, satua Pan Dora Pan Waya, dan satua I Dempuawang dan (2) nilai pendidikan karakter yang ada dalam kumpulan satua Bali II milik I Nengah Tinggen, seperti satua Anak Agung di Mesir, satua Basong Kalikukun, satua Men Cekepel, satua Pan Dora Pan Waya, dan satua I Dempuawang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kepustakaan (Library Research). Subjek penelitiannya adalah kumpulan satua Bali II milik I Nengah Tinggen. Objek penelitiannya yaitu unsur intrinsik dan nilai pendidikan karakter dalam kumpulan satua Bali II milik I Nengah Tinggen. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil pelelitiannya yaitu (1) unsur intrinsik dalam kumpulan satua Bali II milik I Nengah Tinggen, seperti tema, judul, tokoh dan perwatakannya, latar, alur, dan amanat, (2) nilai pendidikan karakter dalam satua Anak Agung di Mesir ada 2, yaitu (1) kerja keras dan (2) peduli sosial. Selanjutnya nilai pendidikan karakter dalam satua Basong Kalikukun ada 3, yaitu (1) kerja keras, (2) cinta damai, dan (3) bersahabat. Selanjutnya nilai pendidikan karakter dalam satua Men Cekepel ada 4, yaitu (1) mandiri, (2) kerja keras, (3) kreatif, dan (4) peduli sosial. Selanjutnya nilai pendidikan karakter dalam satua Pan Dora Pan Waya ada 2, yaitu (1) jujur dan (2) cinta damai. Selanjutnya nilai pendidikan karakter dalam satua I Dempuawang ada 3, yaitu (1) kerja keras, (2) peduli sosial, dan (3) cinta damai. Kata Kunci : unsur intrinsik, nilai pendidikan karakter, satua Bali II I Nengah Tinggen This study aims to describe (1) the intrinsic element in the collection satua Bali II belongs I Nengah Tinggen, as satua Anak Agung di mesir, satua Basong Kalikukun, satua Men Cekepel, satua Pan Pan Dora Waya, and satua I Dempuawang and (2) the value character education in the corpus satua Bali II belongs I Nengah Tinggen, as satua Anak Agung di Mesir, satua Basong Kalikukun, satua Men Cekepel, satua Pan Pan Dora Waya, and satua I Dempuawang. This study used a study design library (Library Research). Subject of research is a collection satua Bali II belongs I Nengah Tinggen. The research object is an intrinsic element and the value of character education in Bali II satua collection belongs I Nengah Tinggen. Collecting data using the method of documentation and literature. Reseach result are (1) the intrinsic element in the collection satua Bali II belongs I Nengah Tinggen, such as themes, titles, characters and dispositive, setting, plot, and the mandate, (2) the value of character education in satua Anak Agung di Mesir there are two, namely (1) hard work and (2) social care. Furthermore, the value of character education in Basong Kalikukun satua No 3, namely (1) hard work, (2) love peace, and (3) friends. Furthermore, the value of character education in satua Men Cekepel No 4, namely (1) self, (2) hard work, (3) creative, and (4) social care. Furthermore, the value of character education in satua Waya Pan Pan Dora No 2, namely (1) honest and (2) love peace. Furthermore, the value of character education in satua I Dempuawang there are three, namely (1) hard work, (2) social care, and (3) peace. keyword : intrinsic element, the value of character education, satua Bali II belongs I Nengah Tinggen
SESELEH WANGUN MIWAH KASUKSMAN AJAH-AJAHAN PAWATEKAN RING GEGURITAN MANTRI SANAK LIMA ., Ni Komang Cahayuningsih; ., Ida Bagus Putra Manik Aryana, S.S., M.; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan struktur geguritan Mantri Sanak Lima, (2) mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam geguritan Mantri Sanak Lima. Subjek penelitian dalan penelitian ini yaitu geguritan Mantri Sanak Lima. Dalam pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut: (1) struktur intriksik dan ekstrinsik dalam geguritan Mantri Sanak Lima. Struktur intrinsik meliputi: tema, alur, latar, tokoh dan penokohan, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa. Dalam unsur ekstrinsik meliputi: nama pengarang, kapan karya sastra tersebut dibuat, pesan yang disampaikan pengarang, dan bagaimana pandangan masyarakat saat membaca karya sastra. (2) Nilai pendidikan karakter dalam geguritan Mantri Sanak Lima terdapat lima belas (15) nilai pendidikan karakter yaitu sadar diri, religius, disiplin, tanggung jawab, mandiri, respek, santun, kerja keras, berorientasi tindakan, tangguh, pluralis, percaya diri, suka menolong, cerdas, dan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Karena skripsi jurusan Pendidikan Bahasa Bali menggunakan skripsi bahasa Bali maka saya lampirkan abstrak berbahasa Bali Tetilik puniki matetujon mangda prasida nelatarang: (1) wangun (struktur) geguritan Mantri Sanak Lima, (2) kasuksman ajah-ajahan pawatekan (nilai pendidikan karakter) ring geguritan Mantri Sanak Lima. Subjek ring tetilikan puniki inggih punika Geguritan Mantri Sanak Lima. Kramaning mupulang data punika nganggen kramaning dokumentasi. Data sane sampun mapupul kaselehin nganggen kramaning deskriptif kualitatif. Pikolih lan tetepasan sane kapolihang ring tetilik puniki inggih punika: (1) wangun intrinsik miwah ekstrinsik ring geguritan Mantri Sanak Lima. Struktur intrinsik punika, minakadi: unteng, lelintihan, genah carita, pragina lan pawatekan pragina, pangresep, pabesen, miwah paribasa. Ring wangun ekstrinsik punika, minakadi: sira pangawinyane, pidan karya sastra punika kakaryanin, napi tetujon karya sastra punika kakaryanin, lan punapi pikenoh krama ring sajeroning ngwacen karya sastra. (2) Kasuksman ajah-ajahan pawatekan ring geguritan Mantri Sanak Lima. Punika madaging molas (15) kasuksman ajah-ajahan pawatekan, minakadi: eling ring padewekan (sadar diri), sradha bhakti (religius), pageh ring padewekan (disiplin), sutindih ring swadarma (tanggung jawab), swasta guna (mandiri), respek, alep (santun), pageh makarya (kerja keras), berorientasi tindakan, pageh (tangguh), pluralis, pageh ring padewekan (percaya diri), seneng mapitulung (suka menolong), wikan (cerdas), lan limbak ring papineh (berpikir kritis, kreatif, dan inovatif).Kata Kunci : Geguritan, struktur, dan nilai pendidikan karakter This study aimed to (1) describe the structure of geguritan Mantri Sanak Lima, (2) describe the value of character education in geguritan Mantri Sanak Lima. Role of research subjects in this study was geguritan MantriSanak Lima. Dokumentation method was used in collecting the data. The data obtained were analyzed using deskriptive qualitative method. The results showed that: (1) extrinsic an intrinsic structure in geguritan Mantri Sanak Lima. Intrinsic structure consisted of: theme, plot, setting, characters and characterization, point of view, mandate, and style. Extrinsic structure consisted of: the name of the author, when literature was created, the author's message, and how the view community while reading literary works. (2) The value of character education in geguritan Mantri Sanak Lima 15 consisted of the value of self-aware character education, religion, discipline, responsibility, self-reliance, respect, mannera, hard work, action-oriented, tough, pluralist, self confidence, hepl, intelligent, and critical thinking, creative, and innovative.keyword : value of geguritan, structure, and character education
MUSTIKA AJAH-AJAHAN PAWATEKAN RING NASKAH DRAMA CALONARANG "NIRCAYA LINGGA KAPRALINA" KELAS A ANGKATAN 2012 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA BALI ., Nyana Kesuma I Gde; ., Ida Bagus Putra Manik Aryana, S.S., M.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.5183

Abstract

Tetilikan kualitatif puniki matetujon nlatarang indik (1) wangun naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”; (2) mustika ajah-ajahan pawatekan sane wenten ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” lan; (3) penampen mahasisia kelas A angkatan 2012 majeng ring drama sane kasolahang.. Subjek tetilikan puniki inggih punika naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”. Objek tetilikan puniki inggih punika wangun lan mustika ajah-ajahan pawatekan ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”. Ring tetilik puniki nganggen kalih kramaning mulpulang data inggih punika (1) kramaning dokumentasi lan; (2) kramaning sadu wicara (wawancara). Data tureksa sane kaanggen minakadi: (1) nyelehin data (2) Reduksi data (3) klasifikasi data (4) deskripsi data (5) interpretasi data (6) panyutetan. Pikolih tetilik puniki inggih punika (1) wangun naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” wenten sia, minakadi: lelintihan (plot utawi alur); murda; bebaosan; pragina lan pawatekan; genah; unteng; piteket; arahan panegep (petunjuk teknis); lan drama dados interpretasi kahuripan. (2) Mustika ajah-ajahan pawatekan ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” wenten pitulas, minakadi: srada bakti (religius); arjawa (jujur); awiwahara (toleransi); manut ring tata laksana (disiplin); jemet makarya (kerja keras); akeh medue reragran (kretif); newek (mandiri); demokratis; rasa dot uning (rasa ingin tahu); semangat kebangsaan; tresna ring panegara (cinta tanah air); ngajinin kawagedan (menghargai prestasi); masawitra (bersahabat); tresna asih (cinta damai); seleg ngwacen (gemar membaca); urati ring krama (peduli sosial); eling ring swadharma (tanggungjawab). (3) Penampen mahasisia kelas A agkatan 2012 majeng ring drama sane kasolahang, kapolihang antuk nglaksanayang sadu wicara (wawancara). Sane prasida ngicenin gegambaran makarya naskah drama “Nircaya Lingga Kapralina”.Kata Kunci : wangun, mustika ajah-ajahan pawatekan, drama. Tetilikan kualitatif puniki matetujon nlatarang indik (1) wangun naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”; (2) mustika ajah-ajahan pawatekan sane wenten ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” lan; (3) penampen mahasisia kelas A angkatan 2012 majeng ring drama sane kasolahang.. Subjek tetilikan puniki inggih punika naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”. Objek tetilikan puniki inggih punika wangun lan mustika ajah-ajahan pawatekan ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”. Ring tetilik puniki nganggen kalih kramaning mulpulang data inggih punika (1) kramaning dokumentasi lan; (2) kramaning sadu wicara (wawancara). Data tureksa sane kaanggen minakadi: (1) nyelehin data (2) Reduksi data (3) klasifikasi data (4) deskripsi data (5) interpretasi data (6) panyutetan. Pikolih tetilik puniki inggih punika (1) wangun naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” wenten sia, minakadi: lelintihan (plot utawi alur); murda; bebaosan; pragina lan pawatekan; genah; unteng; piteket; arahan panegep (petunjuk teknis); lan drama dados interpretasi kahuripan. (2) Mustika ajah-ajahan pawatekan ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” wenten pitulas, minakadi: srada bakti (religius); arjawa (jujur); awiwahara (toleransi); manut ring tata laksana (disiplin); jemet makarya (kerja keras); akeh medue reragran (kretif); newek (mandiri); demokratis; rasa dot uning (rasa ingin tahu); semangat kebangsaan; tresna ring panegara (cinta tanah air); ngajinin kawagedan (menghargai prestasi); masawitra (bersahabat); tresna asih (cinta damai); seleg ngwacen (gemar membaca); urati ring krama (peduli sosial); eling ring swadharma (tanggungjawab). (3) Penampen mahasisia kelas A agkatan 2012 majeng ring drama sane kasolahang, kapolihang antuk nglaksanayang sadu wicara (wawancara). Sane prasida ngicenin gegambaran makarya naskah drama “Nircaya Lingga Kapralina”.keyword : elements, character value of education, drama.
SOR SINGGIH lan CAMPUR KODE ring PARUMAN SEKAA TRUNA WREDDHI KUSUMA, BANJAR PUCAK SARI, DESA GEROKGAK, KAB. BULELENG. ., Made Puja Adnyana; ., Ida Bagus Putra Manik Aryana, S.S., M.; ., Ida Ayu Sukma Wirani, S.S. M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.5303

Abstract

Tetilikan puniki marupa tetilikan deskriptif kualitatif, sane manadosang “paruman sekaa truna Wreddhi Kusuma,Banjar Pucak Sari, Desa Gerokgak, Kab. Buleleng.” pinaka jejering lan “sor singgih lan Campur kode” pinaka panandang tetilikan puniki. Nyelehin sor singgih lan campur kode nenten prasida lempas sajeroning tetilikan basa. Punika matetujon anggen ngamecikang basa sane kaangen ring para truna truni. Antuk seseleh basa kalanturang nyelehin sor singgih lan campur kode sane wenten ring paruman sekaa truna. Studi dokumentasi kaanggen pinaka tata cara mupulang data lan pirantinyane inggih punika rekaman sane selaturnyane kadadosang teks taler analisisnyane kawantu antuk teknik kartu data. Wangun sane kaselehin sajeroning paparuman sekaa truna puniki inggih punika sor singgih muah campur kode. Bebaosan ring paparuman punika wenten saking klian sekaa truna lan angga sekaa truna. Sor singgih sane mungguh ring paparumane punika wantah Lengkara alus madia, lengkara alus sor, muah lengkara andap. Siosan ring punika taler kapolihang kawentenan campur kode dalam, campur kode luar lan campur kode campuran.Ring sajeroning ngalaaksanayang paruman mangda tetep nganggen basa Bali, mangda prasida basa Bali puniki ngangsan sue ngangcan ngalimbak, sios ring punika campur kode pinaka silih sinunggil baya ring sajeroning kawentenan basa Bali. krana yening krama Baline akehan nganggen campur kode pastika sampun akeh basa Bali sane kagentosin antuk kruna basa IndonesiaKata Kunci : sor singgih,campur kode, paparuman. This research is descriptive qualitative, which makes "sekaa meeting truna Wredhi kusuma, Banjar Pucak sari Gerokgak Village " as subject and "sor singgih and Interference " as research objects. Analyzing sor singgih and Interference can not be separated from the core language research. It aims tto fix the language used by teenagers. Based on the language element sor singgih continued analyze and Interference. Talks in the meeting came from the chairman and members of sekaa truna. Sor singgih is in the meeting, namely, sentence Alus madia, sentence Alus sor, sentence andap. of the code, there are also Interference in, Interference outer and Interference the mixturekeyword : sor singgih, Interference, meetings
TETILIK SOR SINGGIH BASA BALI RING PASANGKEPAN KRAMA DESA PAKRAMAN AYUNAN, KECAMATAN ABIANSEMAL, KABUPATEN BADUNG ., I Wayan Adhi Mahardika; ., Ida Bagus Putra Manik Aryana, S.S., M.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.5409

Abstract

Tetilikan deskriptif kualitatif puniki matetujon nlatarang indik (1) wentuk sor singgih basa Bali sane wenten ring Pesangkepan Krama Desa Pakraman Ayunan, Kecamatan Abiansemal Badung lan (2) kawigunan sor singgih Bali sane wenten ring Pesangkepan Krama Desa Pakraman Ayunan, Kecamatan Abiansemal Badung. Jejering tetilik puniki inggih punika Pesangkepan Krama Desa Pakraman Ayunan, Kecamatan Abiansemal Badung lan panandangnyane inggih punika sor singgih basa. Tetilik puniki nganggen kalih kramaning mupulang data inggih punika 1) kramaning pratiaksa lan 2) kramaning dokumentasi. Data tureksa sane kaanggen minakadi: identifikasi data, reduksi data, klasifikasi data, interpretasi data, panyutetan. Pikolih lan tetepasan tetilikan puniki inggih punika (1) wentuk sor singgih basa Bali sane kaanggen ring Pesangkepan Krama Desa Pakraman Ayunan, Kecamatan Abiansemal Badung wenten tetiga, inggih punika: basa alus singgih, alus sor, lan alus madia (2) kawigunan sor singgih Bali sane wenten ring Pesangkepan Krama Desa Pakraman Ayunan, Kecamatan Abiansemal Badung marupa sadu wicara.Kata Kunci : sor singgih basa, peparuman. This qualitative descriptive study aimed to describe the ( 1 ) form sor singgih Balinese language is in the public meeting Pakraman Ayunan , Kecamatan Abiansemal Badung and ( 2 ) the benefits sor Bali singgih existing base community meetings Pakraman Ayunan , District Abiansemal , Badung . This study is the subject of public meetings Pakraman Ayunan Abiansemal District of Badung and singgih sor base as the title of this research . This study used two methods of data collection , namely 1 ) the method of observation 2 ) the method of documentation . Analysis of the data used , namely : identification of data , data reduction , data classification , conclusions . Results and discussion of this study were 1 ) form sor singgih Balinese language used in the meeting Krama village ayunan , District of Badung Abiansemal there are three , namely : language Alus singgih , groove sor lan Alus madia ( 2 ) uses sor singgih Bali that existed at the Meeting Krama Pakraman ayunan , District of Badung shaped interview.keyword : sor singgih basa. Meeting.

Page 9 of 11 | Total Record : 103