cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2014)" : 50 Documents clear
KERAJINAN BROS LOGAM DI BANJAR PANDE BANGLI ., Gusti Made Karismanata; ., Drs.I Ketut Sudita, M.Si; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui tentang keberadaan Kerajinan Bros Logam di Banjar Pande, meliputi aspek sejarah dan keberadaan Kerajinan Bros Logam di Banjar Pande, (2) mengetahui bahan-bahan dan alat-alat dalam pembuatan bros logam di Banjar Pande Bangli, (3) mengetahui proses pembuatan bros logam di Banjar Pande Bangli, (4) mengetahui hasil produk bros di Banjar Pande Bangli. Instrumen yang digunakan adalah (1) instrumen observasi, (2) instrumen wawancara, (3) instrumen dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah (1) teknik observasi, (2) teknik wawancara, (3) teknik dokumentasi, (4) teknik kepustakaan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) analisis domain yang bertujuan untuk memperoleh pengertian umum, (2) analisis taksonomi dengan mengolah data lebih rinci. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tentang keberadaan Kerajinan Bros Logam di Banjar Pande yang dimulai pada tahun 2005 dan berkembang hingga, (2) bahan-bahan dan alat-alat dalam pembuatan bros logam meliputi kawat tembaga, plat kuningan, tembaga, permata dan lainnya (3) proses pembuatan bros yang meliputi tahap mengolah bahan kawat dan plat, mengelas, dan pelapisan logam, (4) hasil produk bros yang meliputi bros untuk wanita dan pria. Kata Kunci : Keberadaan, Kerajian, Bros, Logam This study aims to ( 1 ) know about the existence Bros. Metal Craft in Banjar Pande , covering aspects of the history and existence Bros. Metal Craft in Banjar Pande , ( 2 ) determine the materials and tools in the manufacture of Bros metal in Banjar Pande Bangli , ( 3 ) know the process of making metal Bros in Banjar Pande Bangli , ( 4 ) determine the results in Banjar Pande Bros products Bangli . The instruments used are ( 1 ) observation instrument , ( 2 ) interview instrument , ( 3 ) the instrument documentation . Data collection techniques are: ( 1 ) observation, ( 2 ) interviewing techniques , ( 3 ) technical documentation , ( 4 ) technical literature . The analysis used in this study were ( 1 ) a domain analysis that aims to obtain a general sense , ( 2 ) taxonomic analysis by processing the data in more detail. This research is a descriptive study that used a qualitative approach. The results of this study indicate ( 1 ) on the existence Bros. Metal Craft in Banjar Pande which began in 2005 and evolved until now ( 2 ) the materials and tools in the manufacture of metal bros include wire copper , brass plate , copper , gems , and other ( 3 ) the process of making a bros which includes the step of processing the wire and plate materials , welding , and metal coating,( 4 ) the results of which include brooches brooch products for women and men. keyword : Existence , Handicraft , Bros , Metal
GAMBAR PADA BECAK ONTEL DI DESA KETOWAN, KECAMATAN ARJASA, KABUPATEN SITUBONDO. ., Puji Purnomo Suwandi; ., Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.151 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4219

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Untuk mendeskripsikan alat dan bahan yang di gunakan dalam proses pembuatan gambar pada becak ontel di Desa ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, (2) Untuk mendeskripsikan proses pembuatan gambar pada becak ontel di Desa ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, (3) Untuk mendeskripsikan bentuk dan motif gambar pada becak ontel di Desa ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif, subjek dari penelitian ini ialah tempat dimana para becaan berkumpul. Dalam pengumpulan data, penelitian ini dilakukan dengan beberapa teknik yakni, (1) Teknik observasi, (2) Teknik wawancara, (3) Teknik pendokumentasian, dan (4) Teknik kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Keberadaan gambar pada Becak Ontel di Desa Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, yang menggunakan alat-alat sederhadana dalam proses pembuatannya (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses penggambaran pada Becak Ontel di Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, meliputi dua macam alat pokok dan menggambar. Alat-alat tersebut ialah gergaji, gerinda, papan triplek dan alat untuk menggambarnya ialah pensil penggaris, kuas, dan gelas aqua bekas, (3) Jenis dan bentuk yang dihasilkan oleh pak Karso dalam menggambar Becak Ontel di Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo yaitu : gambar geometri, persegi, garis lengkung dan lurus, seni letter, tradisi, pemandangan, dan bentuk ukiran. Kata Kunci : Becak Ontel, alat dan bahan, jenis dan bentuk gambar. ABSTRACT This research aims to, (1) To describe the tools and materials that used in the process of drawing on pedicab ontel in Ketowan Village Arjasa District Situbondo Regency, (2) To describe the process of drawing on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District Situbondo Regency, (3) To describe the shapes and motifs of drawing on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency. This research is a descriptive research that use qualitative approach, the subject of this research is the place where the becak ontel gathered. In collecting data, this research is conducted by several techniques, namely: (1) Observation Technique, (2) Interview Technique, (3) Documentation Technique, and (4) Literature Technique. The result of this research indicates (1) The existance of the pictures on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency are used simple tools in the making process (2) Tools and materials that are used in the process of drawing on becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency includes two kinds of main tools and drawing. The tools are saw, grinder, plywood board and the tools to draw are pencil, ruler, brush, and aqua glass, (3) The type and shape are produced by Pak Karso in drawing becak ontel in Ketowan Village, Arjasa District, Situbondo Regency are geometry, square, curved and straight line, letter art, traditions, sight, and carving shapes. keyword : becak ontel, tools and material, type and motif of picture.
KERAJINAN PANLIMA DI BANJAR MANUK KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI ., Pande Made Ari Sugitha; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.961 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4303

Abstract

????Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan,(1) Keberadaan kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, (2) Alat dan bahan yg digunakan dalam pembuatan kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli (3) Proses pembuatan kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli (4) Nilai estetis yg terdapat dalam kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli dan (5) Keberagaman bentuk (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan model pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dan instrument yang digunakan adalah (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan Analisis Domain dan Analisis Taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerajinan Panlima adalah alat musik baru yang terbuat dari drum bekas yang merupakan ciri khas dari Banjar Manuk, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Alat dan bahan yang di gunakan dalam pembuatan Panlima adalah drum, meteran, penggaris, palu, mesin pemotong dan mesin pengaplas, pemotong besi, pelebur warna atau penta remover. Proses pembuatan Panlima dimulai dari tahap penggunaan bahan dan alat, pemotongan, pengolahan bahan, perakitan dan pemberian lapisan cat sampai membentuk ??panlima??. Nilai estetik yang terdapat pada Panlima adalah bentuk yang di tampilkan merupakan perubahan dan perpaduan antara seni musik tradisional dan modern. Sampai saat ini para pengrajin terus memproduksi alat musik Panlima dengan alasan sebagai tempat menyalurkan aspirasi bakat yang dimiliki oleh pengrajin panlima serta menambah ekonomi masyarakat khusunya para pengrajin.Kata Kunci : Drum bekas, Alat musik baru, Proses, Alat dan Bahan. ????This study aimed to describe (1) the existence of handicrafts (Panlima) in Manuk Village,Susut District, Bangli Regency, (2) The tools and materials used in the manufacture of handicrafts (Panlima) inManuk Village, Susut District, Bangli Regency (3) The process of making handicrafts (Panlima) in Manuk Village, Susut District, Bangli Regency (4) The aesthetic value of handicrafts (Panlima) Manuk Village, Susut District, Bangli Regency and (5) The plurality of (Panlima) Manuk Village, Susut District, Bangli Regency. This is a descriptive study with a qualitative approach model. The techniques used in collecting the data were: (1) observation, (2) Interview, (3) Documentation. The data collected were analyzed by using Domain Analysis and Taxonomy Analysis. ????The results of this study show that the Panlima handicraft is a new musical instrument made ??from drums that are the characteristic of BanjarManuk, Susut District, Bangli Regency. The tools and materials used in the manufacture of Panlima is drum, hammer, grendaand pengaplas machine, bolt cutters, color remover or pentaremover. The process of making Panlimais started from the stage of using the materials and tools, cutting, material processing, assembly and giving the paint layer to form a ?panlima?. Aesthetic value which is contained in Panlimais the shape which is showed is a change and mix between traditional music and modern art. Until now the craftsmen keep onproducing musical instruments Panlimain the reason of the place to channel the aspirations of talent possessed by craftsmen panlima and increase the local economy especially the craftsmen.keyword : second-hand drum, new musical instruments, Processes, Tools and Materials.
SENI FIBERGLASS DI BENGKEL "DE NUSA" DENPASAR BARAT ., I Made Darsuma Jaya; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd; ., Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2149

Abstract

Material fiberglass saat ini dapat memberi solusi untuk menciptakan benda seni yang artistik dan ekonomis. Selain itu, juga merupakan alternatif untuk menggantikan material seperti kayu, logam, dan batu yang ketersediaannya mulai berkurang. “De Nusa” merupakan salah satu bengkel yang memproduksi material fiberglass sebagai benda seni. Artikel ini mengulas tentang produksi mulai dari alat, bahan, proses, bentuk, dan fungsi produk yang ada di bengkel “De Nusa” Denpasar Barat. Dan artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang material fiberglas sampai dengan pengolahannya menjadi benda seni. Artikel ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti meliputi proses produksi dengan menggunakan teknik butsir dan cetak, bahan utama pembuatannya meliputi, resin, mat fiberglass, talk, dan katalis. Alat utama pembuatan meliputi wadah takar, wadah adonan, sendok takar, dan gunting. Hasil produk meliputi benda tiga dimensi seperti patung dan furniture. Fungsi produk sebagai benda hias dan benda fungsional.Kata Kunci : benda seni tiga dimensi, fiberglass, kerajinan At present, Fiberglass material can be a solution to create an artistic art object and economical. Besides, it also can be an alternative way to replace materials such as wood , metal , and stone availability declined . " De Nusa " is one of a painter’s studio produced fiberglass material as art objects . This article discussed the production of fiberglass included : the tools , materials , processes , forms , and functions of the products in the shop " De Nusa " in West of Denpasar . The aims of this article is to inform about fiberglass material processing to become art object . This article is a qualitative descriptive study with observation , interviews , and literature method. The findings of this research included the production process with butsir and printing technique, the main ingredients included : resin , mat fiberglass , talc , and catalysts . The main tools included : containers of peck , container of dough , scoop , and scissors . The Results of products included three-dimensional objects such as sculpture and furniture . Product functions of its process is as ornamental objects and functional objects.keyword : three-dimensional objects, fiberglass, handicraft
PROSES KREATIF PELUKIS I NYOMAN LANUSA ., I Komang Sutarman; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs. I Gusti Nyoman Widnyana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.48 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.3512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang (1) riwayat kesenimanan I Nyoman Lanusa (2) dan proses kesenimanan, (3) serta periodisasi karya I Nyoman Lanusa. Penelitian ini adalah penelitian Deskrptif dengan pendekatan Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode (1) observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi,(4) kepustakaan. . Adapun sasaran penelitian ini adalah (1) mendapatkan gambaran yang objektif tentang riwayat berkesenian I Nyoman Lanusa, (2) dan proses kesenimanan I Nyoman Lanusa, (3) serta mendeskripsikan periodisasi karya- karya I Nyoman Lanusa dari awal berkesenian sampai sekarang masih aktif berkarya. Subjek penelitian adalah I Nyoman Lanusa yang merupakan seniman lukis tradisi Bali dari Banjar Ambengan, desa peliatan, kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) riwayat kesenimanan I Nyoman Lanusa adalah seorang pelukis tradisi dari Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. (2) Proses kesenimanan I Nyoman Lanusa dilakukan dengan menemukan ide- ide baru dari imajinasinya untuk dirancang menggunakan pensil kemudian dituangkan ke atas kertas maupun kain kanvas yang melahirkan sketsa sebagai permulaan berkarya, dan selanjutnya direspon dengan menebalkan dengan menggunakan tinta cina. Setelah selesai mempertebal sket, proses selanjutnya adalah proses mewarnai lukisan. (3) periodisasi karya I Nyoman Lanusa mengalami periodisasi yaitu dari periode awal pada tahun 1972 sampai dengan 1979, periode kedua pada tahun 1980 sampai dengan 1988, periode ketiga dari tahun 1990 sampai dengan 1994, periode keempat dari tahun 1995 sampai dengan 1998, dan periode kelima I Nyoman Lanusa kembali menggunakan gaya lukisan sebelumnya yaitu periode kedua dan berlangsung sampai sekarang.Kata Kunci : riwayat kesenimanan, Periodisasi karya Lanusa This study aimed to obtain description of art history of I Nyoman Lanusa and art proces, along with periodisation by I Nyoman Lanusa. This study is descriptive study within qualitative approach. The data collection conducted by using observation method, interview, documentation, and library research. The object of the study is obtaining the objective description about art history of I Nyoman Lanusa, and art process of I Nyoman Lanusa, along with describing the periodisation of products by I Nyoman Lanusa from the beginning of his career until now. The subject of the study is I Nyoman Lanusa who is Balinese tradition painting artist from Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. The result of this study showing that the art history of I Nyoman Lanusa is a Balinese tradition painting artist from Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Art process of I Nyoman Lanusa conducted through finding new ideas from his imagination by sketching using pencil and then, putting down on the paper or canvas which is creating sketch as the beginning of the product. After that, it is responded by bolding by using chinese ink. After bolding the sketch, the next process is colouring process. I Nyoman Lanusa’s product periodisation experiencing periodisation, which is from the beginning of 1972 until 1979, second period on 1980 until 1988, third period from 1990 until 1994, fourth period from 1995 until 1998, and the fifth period, I Nyoman Lanusa using the old-own painting style, which is second period and taking place until now.keyword : art history, periodisation painting Lanusa
PRODUKSI SENI KERAJINAN OGOH-OGOH DI SANGGAR GASES DENPASAR ., Ketut Ariawan; ., Drs.I Ketut Sudita, M.Si; ., Drs. I Gusti Nyoman Widnyana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.088 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4297

Abstract

Sanggar GASES merupakan sanggar seni yang didirikan pada tahun 1990 yang kemudian telah resmi memiliki izin indusrti pada tahun 1999. Proses pembuatan seni kerajinan ogoh-ogoh di sanggar GASES Denpasar diawali dengan proses pembuatan sketsa. Kemudian dilanjutkan dengan proses pembentukan secara global. Selanjutnya dibentuk secara detail mulai dari, badan, tangan, kaki, dan kepala. Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan alas ogoh-ogoh, Selanjutnya proses pengecatan yang meliputi cat warna kulit dan dilanjutkan dengan memberikan aksen dengan alat spray airbrush. Kemudian dilanjutkan dengan proses finishing dengan memberikan clear gloss agar warna kulit kelihatan mengkilap. Dan proses yang terakhir adalah memberikan hiasan pada ogoh-ogoh dan alasnya. Unsur estetis yang terdapat pada karya ogoh-ogoh di sanggar GASES Denpasar meliputi, rupa atau wujud, bentuk, dan warna. Unsur tersebut ditampilkan melalui tema dan jenis ogoh-ogoh yang dibuat seperti, tema Bhuta Kala, Dewa Murti, Pewayangan, dan Kontemporer. Sistem manajemen yang diterapkan di sanggar GASES adalah sistem manajemen kekeluargaan. Pemasaran produk ogoh-ogoh di sanggar GASES Denpasar diawali dengan pengenalan produk terhadap konsumen yang datang secara langsung ataupun memasarkannya lewat media internet seperti Berniaga.com dan OLX.co.id.Kata Kunci : produksi seni kerajinan, ogoh-ogoh, sanggar GASES GASES Studio is an art studio that was founded in 1990 which was later officially licensed of industry in 1999.The process of making ogoh-ogoh art craft in Denpasar GASES Studio begins with the process of making the sketches. Then, itcontinues with the process of making the body, hands, feet, and head. This was followed by the making of ogoh-ogoh base, then the process of painting which includes painting the skin and giving an accent by using the airbrush spray equipment. Then it continues with the process of finishing with clear gloss to make the color of the skin looks shiny. And the last one is giving decorationto the ogoh-ogoh and the base. An aesthetic element which was found in the ogoh-ogoh made by Denpasar GASES studio includes a form, shape, and color. The elements are displayed in the theme and type of ogoh-ogoh such as, Bhuta Kala theme, Dewa Murti, Pewayangan, and Contemporary. The management system which is implemented in GASES studio is the management system of family. The marketing of ogoh-ogoh in Denpasar GASES studio begins with the introduction of the product to consumers who come directly or via of internet marketing such as Berniaga.com and OLX.co.id. keyword : craft production, ogoh-ogoh, GASES studio
KOMPONEN PENJOR HIAS DI DESA KAPAL, MENGWI, BADUNG ., I Gede Hendra Putrawan; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2134

Abstract

Keberadaan bisnis penjor yang ada di Desa Kapal sangat menjanjikan untuk mengangkat perekonomian masyarakat di Desa Kapal, Mengwi, Badung, disamping itu, Penjualan komponen penjor memang sangat membantu masyarakat Bali yang ada di sekitar desa Kapal, karena dengan adanya penjualan komponen-komponen penjor hias masyarakat dengan lebih praktis dan cepat untuk mengerjakan penjor. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alat, bahan yang digunakan, proses pembuatan, dan komponen yang dibuat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain yang bertujuan untuk memproleh pengertian umum, relative dan menyeluruh, analisis taksonomi untuk mengolah data lebih lanjut, lebih rinci dan mendalam. Kata Kunci : Komponen penjor, ragam hias Penjor business presence in the Kapal village was very promising to lift the economy in Kapal Village society, Mengwi, Badung. In addition, the sale of penjor component was very helpful to balinese people that are around the Kapal village, cause with the sale of ornamental components Penjor people becomes more practical and faster to work Penjor. This study aimed to describe the tools, the materials used, the manufacturing process, and the components are made. Data collection techniques used were observation techniques, interviewing techniques, and documentation techniques. Analysis of the data used in this study were domain analysis that aimed to get common sense and relatively thorough, analytical taxonomy to process the data further, more detailed and in depth. keyword : Component Of Penjor , decorative art
ANALISIS TEKS VISUAL MANGA CERITA SPESIAL DORAEMON - CANDA ., I Made Apriwan Diputra; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.386 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: penggambaran karakter tokoh manga Cerita Spesial Doraemon – Canda, unsur visual manga Cerita Spesial Doraemon – Canda, dan relevansi teks visual dengan teks verbal manga Cerita Spesial Doraemon – Canda. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu obervasi dan kajian pustaka. Penelitian ini membahas teks visual manga Cerita Spesial Doraemon – Canda. Hasil penelitian ini antara lain: 1) manga Cerita Spesial Doraemon – Canda menampilkan tujuh karakter utama, yaitu: Doraemon, Nobita Nobi, Shizuka Minamoto, Suneo Honekawa, Takeshi Gooda alias Giant, Nobisuke Nobi, dan Tamako Nobi; 2) unsur visual yang menjadi bahan analisis dalam bahasan manga Cerita Spesial Doraemon – Canda sebagai berikut: pembagian panel, balon kata, simbol, latar belakang, dan efek visual; 3) teks visual dan teks verbal dalam manga Cerita Spesial Doraemon – Canda memiliki relevansi karena visualisasi adegan dengan memanfaatkan simbol-simbol serta efek visual mampu mengarahkan/ menjelaskan kepada pembaca mengenai kesan adegan/kondisi latar belakang cerita dengan baik.Kata Kunci : analisis, semiotika, teks visual, manga, komik, Doraemon This research is purposed to gain information about: visualization of the characters in Cerita Spesial Doraemon – Canda manga book, visual elements of Cerita Spesial Doraemon – Canda manga book, and the relevance of visual text to verbal text of Cerita Spesial Doraemon – Canda manga book. This is a quantitative-qualitative descriptive research paper, technically conducted by observation technique and literary analysis. This research concerned to the visual text analysis of Cerita Spesial Doraemon – Canda manga book. Results of the analysis are: 1) the manga book story consist of seven main characters, including: Doraemon, Nobita Nobi, Shizuka Minamoto, Suneo Honekawa, Takeshi Gooda aka Giant, Nobisuke Nobi, and Tamako Nobi; 2) the visual elements analyzed including: panel division, speech balloon, symbols, background, and visual effects; 3) both visual text and verbal text of the manga has relevance by each other, as the manga visualization involving symbols and visual effects which elegantly describes the pictorial impression/background condition of any circumstance to the reader. keyword : analysis, semiotics, visual text, manga, comics, Doraemon
PROSES KREATIF I WAYAN SADRA PADA SENI LUKIS TELOR DI DESA BATUAN, SUKAWATI, GIANYAR ., I Putu Ari Wirawan; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.75 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2116

Abstract

(1) Perjalanan berkesenian I Wayan Sadra pada seni lukis telor (2) Bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni lukis telor antara lain: telor, tinta cina (mangsi), cat acrylic, vernis, stand/alas telor, Alat yang digunakan antara lain:pensil, drawing pen, kuas, amplas (glass paper), penghapus karet, palet, jarum suntik, paku besi, stik bambu (3) Proses pembuatan seni kerajinan lukis telor diawali dengan proses persiapan bahan yaitu telor dan proses pembersihan telor, Selanjutnya adalah proses melukis pada cangkang telor yang terdiri dari: pembuatan pola, mengabur motif hias, mewarnai/melukis gambar, finishing dengan mengoleskan bahan vernis pada cangkang telor. (4) motif hias yang biasa di terapkan pada lukis telor ialah: motif tradisi batuan yang terdiri dari motif pewayangan dan pepatran, selanjutnya pembaruan motif hias pada media cangkang telor antara lain:motif hewan, motif tumbuhan, motif manusia, motif kartun. Selanjutnya pembaruan motif hias yang hasilkan adalah motif telor ukir, cara pembuatannya mengukir cangkang telor dengan alat pahat.Kata Kunci : Kata kunci : proses kreatif, lukis telor, alat dan bahan, pembaruan motif hias. (1) the art trip of I Wayan Sadra on art egg painting (2) the materials used in the manufacture of egg paintings include: eggs, chinese ink, acrylic paint, varnish, stand, tools are used in this research include: pencils, leaves, drawing pens, brushes, sandpaper, rubber eraser, palette, needle too late, iron nails,stik bamboo (3) The process of making an egg painting craft, such as: the first, start to prepare the material which is egg, and the egg process cleaning, Next, the process of eggs painting, such as: pattern making, blurred decorative motifs, coloring or painting a picture, finishing by applying a varnish material on egg shells. (4) the decorative motifs commonly applied to painted eggs are: the tradition motif are consists of puppet and pepatran, the next step is subsequent updates ornamental on egg shells media includes: animal motifs, plant motifs, human motives, cartoon motifs. Further, the updates of decorative motifs are motifs carved eggs, how to make egg shells carve with a chiselkeyword : creative process, painting eggs, tools and materials, new decorative motifs.
PROSES KREATIF GUSTI AJI ROBED ., Gede Nuarsana; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: Biografi Gusti Aji Robed, Tema karya Gusti Aji Robed, Nilai estetis karya Gusti Aji Robed, Proses Gusti Aji Robed dalam berkarya, Perkembangan karya-karya Gusti Aji Robed. Penelitian ini bersifat Deskritif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu obervasi, wawancara, dan kajian kepustakaan. Penelitian ini membahas proses kreatif Gusti Aji Robed. Hasil penelitian ini antara lain: Gusti Aji Robed adalah pelukis tradisi dari Desa Panji yang mulai melukis sejak tahun 1989, Tema-tema karya Gusti Aji Robed antara lain tema Bhima Swarga, sejarah Panji Sakti, Tantri, dan tema bebas lainya, Unsur estetis karya Gusti Aji Robed meliputi unsur warna, komposisi bentuk, proporsi yang masih menunjukan pengaruh rupa klasik dalam penampilan karyanya, Secara proses berkarya memang Gusti Aji Robed medapat pengaruh dari kakeknya Gusti Ketut Natih, Perkembangan Gusti Aji Robed dimulai dari tema Bhima Swarga sejak 1989 hingga 1995. Dari 1995 hingga 2000, tema karya beliau beralih ke sejarah Buleleng, khususnya Ki Barak Panji Sakti. Pada tahun 2000 hingga 2008, karya beliau bertema bebas, contohnya adalah lukisan berjudul lupa ingat, menghibur dikala duka, dan lainya. Dari tahun 2008 sampai sekarang beliau mengerjakan lukisan yang bertema Tantri seperti Raja pisuna, dan mengerjakan tema lainya yang masih belum sempurna. Sampai sekarang beliau masih menekuni gaya klasik dan ini bisa dikatakan kecendrungan Robed dalam berkarya.Kata Kunci : Kata kunci : Biografi, Tema, Nilai Estetis, Proses berkarya, dan Perkembangan This stud aimed to obtain information about: Biography Gusti Aji Robed, The theme of Gusti Aji Robed, The aesthetic value Gusti Aji Robed work, Process Gusti Aji Robed in the work, Development work Gusti Aji - Robed work. This research is descriptive qualitative data collection techniques are observation, interviews, and review of the literature.This study discusses the creative process Gusti Aji Robed. The results of this study are: Gusti Aji Robed is a tradition of the village banner painter who started painting since 1989, The themes of the work Gusti Aji Robed Bhima Swarga among other themes, the history of Panji Sakti, Tantri, and free theme others, elements of aesthetic works Gusti Aji Robed include elements of color, composition form, which still shows the proportion of such classic influences in his appearance, in the process of work is Gusti Aji Robed get influence of his grandfather Gusti Ketut Natih, developments Gusti Aji Robed starting Bhima Swarga theme from 1989 to 1995. From 1995 to 2000, the theme of the work he switched to history Buleleng, especially Ki Barak Panji Sakti. In 2000 to 2008, he works free theme, for example, is a painting titled forget to remember, entertaining when his grief, and others. From 2008 to present he is working on a painting such as Raja Tantri themed pisuna, and working on other themes that are still not perfect. Until now he still pursue the classic style and this trend can be said Robed in the work.keyword : Keywords: Biography, Themes, Aesthetic Value, work processes, and development