cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2014)" : 50 Documents clear
ANALISIS FOTO PROFIL JEJARING SOSIAL FACEBOOK ., Ida Bagus Pradnyana Putra; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi hasil: Analisis foto dalam profil Sosial Media Facebook. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik snowball, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini membahas mengenai foto yang di dalam profil facebook. Hasil penelitian ini adalah foto pribadi atau FOSE individu itu bentuk ekspresi dan gaya yang memiliki makna sendiri dan foto profil berikutnya atau kelompok lebih dari satu orang, misalnya: keluarga, pasangan, teman, komunitas, dan institusi, maka foto di bentuk figuratif dan non-figuratif. Dapat disimpulkan adanya situs dunia maya melalui internet, yaitu dapat bertemu dengan teman, rekan, sahabat lama di jejaring sosial facebook. Terdapat hasil komposisi, warna, cahaya, garis, bidang teknis yang baik menghasilkan estetis dan estetika. Facebook banyak diminati oleh kalangan masyarakat karena facebook bisa menjadi media sosial dan sebagai bahan komunikasi atau informasi penyampaian terpenting bagi setiap orang yang memeiliki akun facebook. Foto yang digunakan foto orang lain maupun foto yang merupakan foto selebrtis, tokoh pahlawan, tokoh kartun, pemandangan dan lambang. Sehingga facebook bisa sebagai sarana komunikasi atau penyampaian informasi penting bagi siapa saja yang memiliki akun facebookKata Kunci : Analisis, Sosial Media, Facebook This study aimed to obtain information on the results : Analysis of the images in Social Media Facebook profile . This study used a qualitative descriptive method snowball technique , observation , and interviews . The results of this study to discuss the photos in facebook profile . The results of this study are personal photos or FOSE individual's form of expression and style that has its own significance and profile photo next or groups of more than one person , such as : families , couples , friends , communities , and institutions , the picture in the form of figurative and non- figurative . Can be inferred the existence of the virtual world through the internet site , which can meet with friends , colleagues , old friends in the social network facebook . There are the results of composition , color , light , line , field produces aesthetically good technical and aesthetic . Facebook much in demand by the public for facebook can be a social media and as a communication or delivery of important information for everyone who have a facebook account . Photos used another person's photos and images that are celebrity photos , heroes , cartoon characters , scenery and symbols . So facebook can be a means of communication or delivery of important information for anyone who has a facebook accountkeyword : Analysis , Social Media , Facebook
Kerajinan Wanci di Banjar Pisang Kaja, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar ., Luh Maradoni; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan; ., Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2507

Abstract

Wanci mempunyai peranan penting sebagai alat upacara agama Hindu yang berfungsi sebagai alas banten/gebogan. Di Bali, tepatnya di Banjar Pisang Kaja, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar kerajinan wanci menjadi sumber mata pencaharian utama. Wanci yang dihasilkan di Banjar Pisang Kaja merupakan kerajinan wanci dengan teknik ukir, yang dalam pengerjaannya masih menggunakan alat-alat sederhana dengan teknik sederhana pula. Bahan dasar yang digunakan adalah kayu cempaka, berbeda dengan kerajinan wanci di tempat lain yang menggunakan bahan dasar fiber. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejarah perkembangan kerajinan wanci di Banjar Pisang Kaja, proses pembuatan kerajinan wanci tersebut, dan motif hias yang diterapkan pada kerajinan wanci di Banjar Pisang Kaja, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan, sedangkan pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kerajinan wanci ukir muncul pada tahun 60-an, yang dipelopori oleh tiga orang tokoh, yaitu Made Margi, Made Bekung dan Ketut Dumah yang sudah menjadi pengerajin wanci sejak tahun 1968. Kerajinan wanci menggunakan teknik ukir muncul pada tahun 1989. Pengerajin yang mempelopori kerajinan wanci ukir Pisang Kaja, Desa Taro ialah I Made Margi dan I Wayan Daging. (2) Proses pembuatan kerajinan wanci ukir meliputi proses pra-bubut (pemilihan bahan dasar), proses macal, proses bubut, proses pembuatan lubang, proses perakitan, proses ngorten, proses memahat, proses ngeris, kemudian finishing. (3) Motif hias ukir yang diterapkan dibedakan menjadi dua yakni variasi motif lama dan variasi motif baru. Variasi motif lama antara lain: patra punggel, karang betulu, motif crap-cap, motif kakul-kakulan, motif kapu-kapu, dan motif mas-masan. Variasi motif baru antara lain: motif plekir, motif crap-cap, motif kakul, motif karang boma, motif patra punggel, patra bungan mangis, patra cina, motif kapu-kapu, dan motif mas-masan. Kata Kunci : kerajinan ukir, dulang kayu, motif hias Wanci have an important role as a Hindu ritual function as covering Banten/gebogan. In Bali, precisely in Banjar Pisang Kaja, Taro village, Tegallalang district , Gianyar Regency wanci craft be the main source of livelihood. Wanci produced in Banjar Pisang Kaja is wanci craft techniques carving, the working of which still use simple tools with simple techniques instead. Base material used is Cempaka wood, unlike elsewhere wanci craft using fiber as base material. This study aims to describe the history of wanci craft in Banjar Pisang Kaja, the process of making wanci craft, and any ornamental motifs are applied to wanci carft in Banjar Pisang Kaja , Taro Village , Tegallalang District , Gianyar Regency . This study was conducted using qualitative descriptive research. The techniques of Data collection using observation techniques, interviews, documentation, and literature, whereas the approach used to analyze the data is the domain and taxonomic analysis. Results of this study indicate that (1) The history of Dulang ukir Kaja appeared in the 60's, which was spearheaded by three figures, namely Margi Made, Made and Ketut Bekung Dumah. The third figure was already as wanci craftsmen since 1968. Craftsmen who pioneered of craft carving tray were I Made Margi and I Wayan daging. (2) The process of making wanci crafts process includes a pre-carved lathe (basic material selection), process Macal, the lathe, the process of making holes, assembly process, process ngorten / menyeket carving pattern, sculpting process, process ngeris/coloring, and finishing. (3) The motifs carved decoration on trays/wanci are divided into two, old motif variation and new motif variation. The old motif variation, among others : patra punggel, coral betulu, crap-cap motif, kakul-kakulan motif, kapu-kapu motif, and the mas-masan motif. New motif variation among others: plekir motif, cap crap motif, kakul motif, boma coral motif, punggel patra motif , patra relationship mangis, patra china, kapu-kapu motif, and mas-masan motif. keyword : carving handicrafts , wooden trays , decorative motif
TAMPILAN DESAIN WEB PADA PEMASARAN PRODUK KERAMIK DI CV TANTERI KERAMIK ., I Putu Aditya Diatmika; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.589 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.3514

Abstract

Penelitian ini bertujuan ini untuk memperoleh gambaran tentang (1) tampilan desain website CV Tanteri Keramik dan (2) strategi pemasaran berbasis web di CV Tanteri Keramik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik pendokumentasian. Adapun sasaran penelitian ini adalah tampilan desain web pada pemasaran produk keramik di CV Tanteri Keramik, Banjar Simpangan, Desa Pejaten, Tabanan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) desain website CV Tanteri Keramik memiliki 3 elemen penyusun layout yang terdiri atas elemen teks, elemen visual, dan elemen tak terlihat (tata letak). Elemen teks yang secara umum terdapat pada setiap layout terdiri atas nameplate, address, menu, deskripsi, daftar artikel, dan copyright. Secara umum elemen visual yang terdapat dalam setiap layout terdiri atas logo, foto utama dan penghargaan. Foto khusus terdapat pada layout about us, products, contact us dan pada setiap artikelnya. Tata letak setiap layout tersusun secara umum dari logo, nameplate, address, foto utama, menu, deskripsi, daftar artikel, penghargaan, dan copyright.(2) strategi pemasaran yang dipergunakan adalah dengan memanfaatkan fasilitas website sebagai sarana untuk men-display produk serta menjadi alat komunikasi, baik pemesanan ataupun sekadar mencari informasi yang ditujukan untuk konsumen yang berada di luar negeri ataupun konsumen dalam negeri yang berada jauh dari perusahaan. Kata Kunci : Desain Website, Strategi Pemasaran The aim of this study was to gain an overview of (1) website design view of CV Tanteri Keramik and (2) a web marketing strategy in CV Tanteri Keramik. This study is a descriptive study with a qualitative approach, the data collection techniques using observation, interview techniques, and technical documentation. The goal of this research is the design of the web on the marketing of ceramic products in CV Tanteri Keramik, Banjar Simpangan, Desa Pejaten, Tabanan. The findings of this study indicate that (1) Website design of CV Tanteri Keramik has 3 constituent elements layout consisting of text elements, visual elements, and invisible elements (layout). Text elements that are common to every layout consist of a nameplate, address, menus, descriptions, list of articles, and copyright. In general, the visual element which is contained in each layout consists of a logo, main picture and awards. Special photo to the layout there about us, products, contact us and on every article. The layout of each layout is generally composed by a logo, nameplate, address, main picture, menus, description, list of articles, awards, and copyright. (2) marketing strategy that is used to utilize the facility as a means for websites to display products as well as being communication tool, either ordering or just looking for information intended for consumers who are overseas or domestic consumers who are far away from the company.keyword : Website Design, Marketing Strategy.
PENERAPAN 3 (TIGA) MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SENI RUPA DI KELAS B1 TK KUSUMA NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA ., Ni Putu Indri Kusumasari; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.626 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses Penerapan Model Pembelajaran Tematik Seni Rupa: (1). Menyanyi dan Menari dalam Menggambar (3M), (2). Bermain Peran dalam Menggambar (BPM), (3). Pengamatan Objek Langsung dalam Menggambar (POM). Objek penelitian ini adalah anak-anak kelas B1 TK Kusuma Negara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, pendokumentasian, dan studi dokumen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman pengamatan dan catatan harian pengamatan. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Proses Penerapan Model Pembelajaran Tematik Seni Rupa 3M, BPM dan POM melalui 5 tahapan pembelajaran: (1). Persiapan, (2). Pelaksanaan, (3). Pengawasan, (4). Pengevaluasian serta (5). Perefleksian. Tahap persiapan, pengawasan, pengevaluasian dan perefleksian penerapannya sama pada ketiga model. Perbedaannya ada pada tahap pelaksanaannya disesuaikan dengan kegiatan masing-masing yang diikuti dengan kegiatan menggambar sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan anak dan menunjang hasil belajarnya. Kata Kunci : model pembelajaran (3M, BPM, POM), tematik, seni rupa, gambar This research is supposed to describes process Applying of Theme Learning Methods of: (1). Singing and Dancing in Drawing Art (3M), (2). Acting in Drawing Art (BPM), (3). Direct Object Perception in Drawing Art (POM). These direct objects refer to some kids of Kindergarten of Kusuma Negara (Grade B1) in Jembrana. Datas have been collected by som e techniques: observation, interview, documentation, and document study techniques. Moreover, this research used guidance of perception and notes of the daily perception instruments. The data analysis are composed by data collection, data reduction, data display, and conclusion withdrawal. All of those methods showed us some results that each of them have 5 learning steps such as: (1). Preparation, (2). Action, (3). Observation, (4). Evaluation and (5). Reflection. When we are about applying those steps, we may use the same activities on all of the methods. Despite on the action step should be accorded by each activity that followed by drawing activity in order to make fun learning situation and increase the learning result. keyword : Learning Method (3M, BPM, POM), Themes, Visual Art, Drawing
Seni Kerajinan Tempurung Kelapa Di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar ., Putu Eka Juniarta; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.346 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2136

Abstract

Tempurung kelapa merupakan kulit buah kelapa yang mempunyai tekstur keras, berwarna coklat apabila buahnya sudah tua, dan berwarna putih ketika masih muda. Pada umumnya tempurung kelapa pada kehidupan sehari-hari digunakan sebagai bahan bakar atau arang. Namun di desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, tempurung kelapa justru dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat suatu kerajinan yang memiliki nilai estetis. Artikel ini mengulas tentang, keberadaan, alat, bahan, proses pembuatan, dan motif hias yang terdapat pada seni kerajinan tempurung kelapa di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Tujuannya adalah memberikan informasi tentang keberadaan seni kerajinan tempurung kelapa sampai dengan pengolahannya menjadi benda seni. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pendokumentasian dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti yaitu keberadaan seni kerajinan tempurung kelapa dari tahun 1950 dan mulai berkembang pada tahun 1997 sampai sekarang. Alat utama pembuatan meliputi mesin foredom, kapak, golok, pisau, dan amplas. Bahan utama yaitu tempurung kelapa. Proses pembuatan dimulai dari mengupas kulit buah kelapa hingga finising. Motif hias yang diterapkan pada seni kerajinan tempurung kelapa ini berupa motif hias geometris dan motif hias non geometris. Kata Kunci : Alat, Bahan, Tempurung kelapa Coconut shell was the skin of coconut fruit which had a hard texture, dark brown when the fruit’s old, and white when it’s younger. Coconut shell generally in the life were used as fuel or charcoal. But in the Tampaksiring Village, Gianyar Regency, precisely coconut shell used as raw materials to make a craft that has aesthetic value. This article reviewed about the existence, tools, materials, manufacturing process, and decorative motifs found in coconut shell craft Tampaksiring Village, Gianyar Regency. The purpose was to provide information about the presence of coconut shell craft to become art processing. The method was a descriptive study with qualitative and the data collection techniques used observation, interviews, documentation and literature. The result of the research was that the presence of coconut shell craft from 1950 and began to flourish in 1997 to present. The main tool manufacture were Foredom machines, axes, machetes, knives, and sandpaper. The main ingredient was coconut shell. The process began from manufacture of skin coconuts peeling until finishing. Decorative motifs that applied to the coconut shell craft arts such as decorative motifs inlaid geometric and non- geometric motifs.keyword : Equipment, Materials, Coconut shell
KERAJINAN PERAK DI DESA BAKUNG, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG ., I Kadek Pawistana; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd; ., Drs.Jajang S,M.Sn
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.254 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) keberadaan kerajinan perak milik Nyoman Widi Kara di Desa Bakung, (2) alat dan bahan untuk membuat kerajinan perak, (3) proses pembuatan kerajinan perak, dan (4) jesis produk serta motif hias yang diterapkan pada kerajinan perak. Penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini dimaksudkan untuk menjelaskan fenomena/karakteristik individual, situasi, atau kelompok tertentu secara akurat. Data diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pendokumentasian dengan pemberian instrumen. Penyajian data dilakukan dengan memaparkan keberadaan, alat dan bahan, proses pembuatan, serta produk dan motif kerajinan perak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keberadaan kerajinan perak di Buleleng, khususnya di desa Bakung milik Nyoman Widi Kara sudah ada sejak tahun 2000. (2) Alat yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan perak ini, yaitu: kompor pompa, batu bata, kowi, palu, pahat, tang, pinset, pulpen dan pengortenan, kikir, paron, mesin poles, dan sikat kawat. Sedangkan bahan yang diperlukan adalah perak murni/Sterling Silver, batu permata, tinta penghitam, buak klerak, batu ijo/langsol dan getah damar/gala,. (3) Proses pembuatan kerajinan perak dimulai dengan tahap penimbangan bijih perak, peleburan, penempaan, pembentukan sesuai dengan produk yang dibuat, pematrian, pengikiran, pembuatan sket, pembentukan ornamen, pemasangan batu permata, pembersihan, pewarnaan, dan pengilapan. (4) Jenis produk dan motif hias yang diterapkan pada kerajinan perak ini berupa cincin motif Patra Cina, cincin motif kepala Ganesha, cincin motif Ongkara, liontin keroncongan bayi motif Ongkara, liontin bentuk taring motif Patra Cina, dan gelang akar bahar/Uli bentuk naga. Nyoman Widi Kara masih menggunakan cara tradisional dalam pembuatan kerajinan perak, namun beliau mampu menghasilkan karya-karya yang kreatif dan inovatif. Kata Kunci : kerajinan, perak, desa bakung, motif hias This study aimed to determine (1) the presence of silver owned by Nyoman Widi Kara in Bakung village, (2) the tools and materials to make silver, (3) the process of making silver, and (4) Jesis products and also decorative motifs applied on silver. Descriptive study with a qualitative approach is meant to explain the phenomenon / individual characteristics, situation, or particular groups accurately. Data was obtained by using observation technique, interviews, and documentation of the administration of the instrument. Presentation of data is done by describing the presence, tools and materials, the manufacturing process, as well as products and silver motifs. The results showed that (1) the presence of silver in Buleleng, especialy in Bakung Village which have by Nyoman Widi Kara has been around since 2000. (2) The tools used in the manufacturing process of silver, namely; pump stoves, brick, kowi, hammer, chisel, pliers, tweezers, pen and pengortenan, miserly, anvil, polishing machine, and wire brushes. While the needed ingredients are pure silver / Sterling Silver, gemstones, ink blacker, Remove klerak, green stone /langsol and gum rosin / gala. (3) The process begins with the manufacture of silver weighing stage of silver ore, smelting, forging, forming according to the product made, soldering, honing, of making sketches, forming ornaments, gem stone installation, cleaning, staining, and sublimating. (4) The types of products and decorative motifs applied to this form of silver rings Chinese Patra motifs, Ganesha's head motif, ring Ongkara motif, rumbling baby pendant Ongkara motif, Patra pendant canine motif form China, and bahar bracelets root / Uli dragon form. Nyoman Widi Kara still uses the traditional way in the manufacture of silver, but he can to produce many works creatively and innovatively. keyword : handicrafts, silver,bakung village, ornamental motifs
HIASAN PADA PERANGKAT SAPI GERUMBUNGAN DI KABUPATEN BULELENG ., Putu Warta Riadi; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.856 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2123

Abstract

Atraksi sapi gerumbungan merupakan atraksi kesenian yang berasal dari Buleleng dengan menekankan aspek keindahan. Pada perangkat sapi gerumbungan diterapkan motif-motif ragam hias. Artikel ini mengulas tentang, motif, estetika dan makna hiasan pada perangkat sapi gerumbungan di kabupaten Buleleng. Tujuannya adalah memberikan informasi tentang motif hias yang digunakan pada perangkat sapi gerumbungan, estetika sampai pada makna hiasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pendokumentasian dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti yaitu motif hias yang diterapkan adalah motif pepatran, kekarangan, manusia dan alam. Estetika yang terkandung meliputi adanya keseimbangan komposisi hiasan, kesatuan dan adanya irama bentuk pada hiasan perangkat. Hiasan sapi gerumbungan mengandung makna pada penanggu yang menggunakan motif singa ambara raja sebagai maskot kota singaraja dan penyelah menggunakan motif garuda pancasila yang memiliki makna nasionalis.Kata Kunci : Kata kunci : sapi gerumbungan, motif hias, perangkat. Sapi gerumbungan is derived from art attraction that emphasizes the beauty of Buleleng. In the sapi gerumbungan applied decorative motives. This article describes the motives, aesthetics and meaning of the ornament on sapi gerumbungan in buleleng. Its purpose is to provide information about the decorative motives used on sapi gerumbungan, aesthetics and meaning of ornament. The method used was qualitative and data collection techniques using observation, interviews, documentation and literature. The findings of researchers applied decorative motives are pepatran, kekarangan, humans and nature. Contained aesthetic composition ornament includes a balance, unity and existence of rhythm form the decoration on the tool. Penanggu implies that using the singa ambara raja motive as a mascot singaraja and penyelah use garuda pancasila that has a nationalist meaning.keyword : Keywords: sapi gerumbungan, decorative motives, tools
Saddula "Petulangan unik Di Banjar Paketan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng" ., Putu Tegeh Kertiyasa; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Keunikan Petulangan Saddula yang dipakai oleh dadia tertentu di Banjar Paketan. (2) Makna yang terkandung pada Petulangan Saddula yang biasanya dipakai oleh dadia tertentu di Banjar Paketan. Sasaran penelitian ini adalah keunikan Petulangan dan makna yang terkandung pada Petulangan yang terdapat di Banjar Paketan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskritif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) teknik observasi (2) teknik wawancara (3) teknik telaah dokumen. Instrumen yang digunakan adalah (1) instrument observasi (2) instrumen wawancara (3) instrumen dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) analisis domain yang bertujuan untuk memperoleh gambaran atau pengertian umum, relatif dan menyeluruh, dan (2) analisis taksonomi untuk mengolah data lebih rinci dan mendalam. Hasil penelitian ini menunjukan bentuk Petulangan Saddula di Banjar Paketan, Keunikan Petulangan Saddula Yang di Pakai oleh dadia tertentu, Makna Petulangan Saddula. Makna dari Bentuk Petulangan ini adalah Sarana untuk membakar mayat. Secara sepiritual merupakan suatu sarana untuk menghantarkan roh seseorang yang sudah meninggal ke alam sunya ( neraka atau sorga ) sesuai dengan hasil perbuatannya di dunia.Kata Kunci : Banjar Paketan, dadia, Petulangan, seni rupa The research aimed at (1) The uniqueness of Petulangan Saddula which is used by the certain dadia (family temple) at Banjar Paketan. (2) The meaning of Petulangan Saddula which usually used by the certain dadia (family temple) at Banjar paketan. The purposed of this research is the uniqueness of Petulangan and the meaning of Petulangan at Banjar Paketan, Buleleng sub-district, Buleleng regency. The approach used is descriptive qualitative. The data was collected by using three techniques, namely: observation, interview, and research document. The instruments use observation instrument, interview instrument, and documentation instrument. The data analysis used (1) Domain analysis which is purposed to get the illustration or the general meaning, relative and entirely, and (2) Taxonomy analysis to make the process of this research more detail and deepen. The result of this research is to show the shape of Petulangan Saddula at Banjar Paketan, the uniqueness of Petulangan Saddula which is used by the certain dadia, and the meaning of Petulangan Saddula. The meaning of the shape of Petulangan is as a medium of human corpse combustion. In spiritually as a medium to bring the soul or spirit to the heaven or hell based on the action of the human at the time when they are alive.keyword : Banjar Paketan, dadia (Family temple), Petulangan, seni rupa (Visual Art).
KERAJINAN GERABAH DESA PENUJAK KECAMATAN PRAYA BARAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT ., Mahendra; ., Dra. Luh Suartini; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.82 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Sejarah Keberadaan kerajinan gerabah. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan gerabah. (3) Proses pembuatan kerajinan gerabah. (4) Bentuk kerajinan gerabah di desa Penujak. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif, Sasaran informan ditempat penelitian adalah pengrajin gerabah sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah keberadaan kerajinan gerabah di desa Penujak. (2) Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan gerabah meliputi alat utama dan alat penunjang antara lain: Cangkul, Aluw, Batu kokoh, Kain lap, potongan sandel, Ladiq, Tunggku pembakaran tradisional, sendok, Tutup pasta gigi, bekas Sisir bekas yang dimodifikasi. Sedangkan bahan meliputi bahan utama, bahan penunjang pembakaran, bahan penunjang pewarnaan yaitu; Tanah liat, Jami(Jerami), Lukeng kedeli, kajuq(kayu bakar), Tangkel, serbuk gergaji, Sari biji asam, Arang, Minyak asli. (3) Proses pembuatan kerajinan gerabah melalui beberapa tahapan diantanya: Proses pencarian Tanah liat, Proses pengeringan Tanah liat, Proses peluturan yaitu proses peleburan tanah liat yang masih mentah, Proses pembentukan gerabah, Proses pemberian gambar, Proses pembakaran, proses pewarnaan. (4) Bentuk yang dihasilkan dari gerabah antara lain Benda fungsional meliputi: Sogon, Jangkih, Bike, Kocor tanaq, Sador, Dulang, Sendor, Bong, Semen tanaq, mangkok, Hiasan air mancur, Hiasan Lampu. Benda non fungsional meliputi; Kendi tabung, Gucci, Bike modern. Patung Manuk, Patung Lepang, Patung penyu, Patung empak, Patung tekek dan Patung Sepatu. Kata Kunci : Kerajinan, gerabah, proses, bentuk. This study aimed to determine (1) the existence of pottery history. (2) The materials and tools used in the manufacture of pottery. (3) The process of making pottery. (4) The form of pottery in the Penujak village. This research is descriptive qualitative research, the target informant research place is potters as the research subject. The techniques used in collecting the data were observation, interview, and documentation. The results showed that (1) The history of pottery in the Penujak village. (2) The tools and materials used in the manufacture of pottery covering the main tool and the supporting tools, among others: Hoes, Aluw, solid stone, Duster, Sandel cuts, Ladiq, traditional combustion furnace, ladle, Close toothpaste, the modified of comb secondhand. While the material covering the main material, combustion supporting material, staining supporting material; Clay, Jami (Straw) , Lukeng Kedeli, kajuq (firewood), Tangkel, sawdust, Sari tamarind seeds, charcoal, original oil. (3) The process of making pottery through several stages as follows: the process of searching clay, the process of drying the clay, the process of peluturan is the process of melting the raw clay, the process of forming the pottery, the process of visualizing, the process of burning, the process coloring. (4) The form which is produced by pottery such as functional objects include: Sogon, Jangkih, Bike, Kocor tanaq, Sador, Dulang, Sendor, Bong, Semen tanaq, bowls, Fountain decoration, Lights decoration. Non- functional objects include; Kendi tube, Gucci, Modern Bike. Manuk Sculpture, Lepang Sculpture, Turtle Sculpture, Empak Sculpture, Tekek Sculpture and Shoes Sculpture. keyword : Crafts, pottery, processes, forms.
ANALISIS FOTO PROFIL JEJARING SOSIAL FACEBOOK ., Ida Bagus Pradnyana Putra; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.094 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi hasil: Analisis foto dalam profil Sosial Media Facebook. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik snowball, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini membahas mengenai foto yang di dalam profil facebook. Hasil penelitian ini adalah foto pribadi atau FOSE individu itu bentuk ekspresi dan gaya yang memiliki makna sendiri dan foto profil berikutnya atau kelompok lebih dari satu orang, misalnya: keluarga, pasangan, teman, komunitas, dan institusi, maka foto di bentuk figuratif dan non-figuratif. Dapat disimpulkan adanya situs dunia maya melalui internet, yaitu dapat bertemu dengan teman, rekan, sahabat lama di jejaring sosial facebook. Terdapat hasil komposisi, warna, cahaya, garis, bidang teknis yang baik menghasilkan estetis dan estetika. Facebook banyak diminati oleh kalangan masyarakat karena facebook bisa menjadi media sosial dan sebagai bahan komunikasi atau informasi penyampaian terpenting bagi setiap orang yang memeiliki akun facebook. Foto yang digunakan foto orang lain maupun foto yang merupakan foto selebrtis, tokoh pahlawan, tokoh kartun, pemandangan dan lambang. Sehingga facebook bisa sebagai sarana komunikasi atau penyampaian informasi penting bagi siapa saja yang memiliki akun facebookKata Kunci : Analisis, Sosial Media, Facebook This study aimed to obtain information on the results : Analysis of the images in Social Media Facebook profile . This study used a qualitative descriptive method snowball technique , observation , and interviews . The results of this study to discuss the photos in facebook profile . The results of this study are personal photos or FOSE individual's form of expression and style that has its own significance and profile photo next or groups of more than one person , such as : families , couples , friends , communities , and institutions , the picture in the form of figurative and non- figurative . Can be inferred the existence of the virtual world through the internet site , which can meet with friends , colleagues , old friends in the social network facebook . There are the results of composition , color , light , line , field produces aesthetically good technical and aesthetic . Facebook much in demand by the public for facebook can be a social media and as a communication or delivery of important information for everyone who have a facebook account . Photos used another person's photos and images that are celebrity photos , heroes , cartoon characters , scenery and symbols . So facebook can be a means of communication or delivery of important information for anyone who has a facebook accountkeyword : Analysis , Social Media , Facebook