cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 3 (2021)" : 16 Documents clear
Perkakas Pembuatan Tahu Dusun Setembel Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi deny kurniawan
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40913

Abstract

AbstrakTahu adalah sebuah produk kuliner dari efek hibriditas oleh kaum Tiongkok. hingga saat ini kuliner yang berbahan dasar kedelai ini sangat digemari oleh kalangan masyarakat. jika dilihat dari proses produksinya juga tak lepas dari alat penunjang yang berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi dan pola pikir masyarakat. Perkakas adalah alat yang berperan penting bagi terciptanya sebuah tahu, selama ini para pengrajin cenderung tidak memperhatikan pentingnya peran perkakas dalam prosesnya, jika diperhatikan pada setiap daerah penghasil tahu mempunyai bentuk perkakas yang berdeda-beda. maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sejarah keberadaan, (2) mendeskripsikan bentuk dan fungsi perkakas yang digunakan dalam proses pembuatan tahu Dusun Setembel Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi, (3) mendeskripsikan cara pemakaian perkakas yang digunakan oleh pengrajin tahu Dusun Setembel Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Perkakas Pembuatan Tahu Dusun Setembel Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode, observasi, wawancara, dokumentasi. berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut: perkakas yang digunakan yaitu Mesin Penggilingan, Bak (Alas Tahu), Blengker, Penutup Blengker, Centung, Centung Bur, Kain Sifon (Penyaring), Tong Penggodokan, Keranjang (Erek), Bak Cuka, Bak Perendam Kedelai, Batu Pemberat, Penggaris Kayu, Pentang Penyaring, Bak Putih, Corong, Pisau, Tumbu, Gayung. Cara pemakaian serta proses pembuatan tahu terdiri dari perendaman, penirisan, penakaran, penggilingan, pemasakan, penyaringan, pemerasan, pengadukan atau fermentasi, pemisahan, penyiapan cetakan, pencetakkan, pemotongan.Kata-kata kunci: Tahu, Perkakas, Dusun SetembelAbstractTofu is a culinary product of the hybridity effect by the Chinese. Until now, this soybean-based culinary is very popular among the people. when viewed from the production process, it cannot be separated from the supporting tools that develop along with the development of technology and the mindset of the community. Tools are tools that play an important role in the creation of tofu, so far, craftsmen tend not to pay attention to the importance of the role of tools in the process, if you pay attention to each tofu-producing area, the shape of the tool is different. Therefore, this study aims to (1) describe the history of existence, (2) describe the shape and function of the tools used in the process of making tofu in Setembel Hamlet, Gambiran District, Banyuwangi Regency, (3) describe how to use the tools used by tofu craftsmen in Setembel Hamlet, District Gambiran Banyuwangi Regency. the type of research used is descriptive qualitative research. The object of this research is the Tofu Making Tool in Setembel Hamlet, Gambiran District, Banyuwangi Regency. The method of data collection is using methods, observations, interviews, documentation. based on the research that has been done, the results obtained are as follows: the tools used are Milling Machine, Tub (Tofu Mat), Blengker, Blengker Cover, Centung, Centung Bur, Chiffon Fabric (Filter), Boiling Tong, Basket (Erek), Vinegar Tub, Soybean Soaker, Ballast Stone, Wooden Ruler, Sieve Bar, White Tub, Funnel, Knife, Tumbu, Dipper. The method of use and the process of making tofu consists of soaking, draining, measuring, grinding, cooking, filtering, squeezing, stirring or fermenting, separating, preparing molds, printing, cutting.Keywords: Tofu, Tools, Dusun Setembel
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING POLA INSTRUKTUR TEMAN SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU DAN SENI BUDAYA SISWA SMK I Nengah Dwi Endra Suanthara; I Dewa Gede Ngurah Diatmika
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.41280

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan  di Kelas XI.AK.3 SMK Negeri 1 Kubutambahan  semester ganjil tahun pelajaran 2020-2021 yang didasarkan pada realita bahwa kemampuan siswa di kelas bersangkutan untuk materi Agama Hindu dan Seni Budaya cukup rendah.  Atas dasar ini, penulis mengupayakan suatu strategi baru dalam pembelajaran yang berpondasi pada konsep student center dengan judul penelitian, “Model Pembelajaran Problem Based Learning Pola Instruktur Teman Sebaya Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Agama Hindu dan Seni Budaya Siswa Kelas XI AK.3 Semester Ganjil SMK Negeri 1 Kubutambahan Tahun Pelajaran 2020/2021”.  Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Agama Hindu dan Seni Budaya di kelas XI.AK.3 SMK Negeri 1 Kubutambahan yang bermuara pada peningkatan hasil belajar siswa, serta untuk mengetahui, “Apakah Model Pembelajaran Problem Based Learning Pola Instruktur Teman Sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar Agama Hindu dan Seni Budaya Siswa  XI AK.3 SMK Negeri 1 Kubutambahan?”.  Metode pengumpulan datanya adalah observasi dan tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif baik untuk data kualitatif maupun untuk data kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa model pembelajaran problem based learning pola instruktur teman sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar Agama Hidu siswa kelas XI AK.3 SMK Negeri 1 Kubutambahan. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh dari data awal ke siklus I untuk prestasi belajar Agama Hindu dan Seni Budaya meningkat 40%  dan dari Siklus I ke  Siklus II naik 60%.
VISUALISASI RAGAM KARAKTER IKONIK KARYA PATUNG I WAYAN MAWAN DI DESA BURUAN KECAMATAN BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR I Gede Pasek; I Nyoman Sila; I Wayan Sudiarta
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.42053

Abstract

The research aims to discuss (1) a story theme that is visualized on the works of statue I Wayan Mawan, (2) the typical iconography that I Wayan Mawan visualize on his sculptures to make it easier to identify the narratives each on creates, (3) the processing and regulating of typical iconography of each narrative on the sculpture by I Wayan Mawan. The research subject is I Wayan Mawan was a sculptor born in  Buruan Village, Blahbatuh, Gianyar City. In the study using qualitative descriptive research. The research employs three methods of data collection such as observation, interview, and documentation. The result in research was (1) The themes visualized in I Wayan Mawan's sculptures are the Mahabharata and Ramayana epics, the study of iconography of I Wayan Mawan's sculptures identifies elements of the visual aspects of I Wayan Mawan's works,(2) Typical iconography visualized by I Wayan Mawan Wayan Mawan in his sculptures to make it easier to identify the narrative contained are the visual aspects that raise the epics of Mahabharata and Ramayana in each of his statues, (3) Processing and arrangement of iconography in each of his statues using decorative techniques and following the shape of the wood when creating characters of each statue.
SENI KERAJINAN PERPADUAN LIMBAH KAYU JATI DAN AKAR BAMBU DI FLODISTA BALE ROSO TAMANSARI BONDOWOSO iis siti komariah
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.42056

Abstract

Abstrak       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) alat dan bahan yang di gunakan dalam pembuatan Seni Kerajinan Perpaduan Limbah Kayu Jati Dan Akar Bambu Di Flodista Bale Roso Tamansari Bondowoso, (2) proses pembuatan Seni Kerajinan Perpaduan Limbah Kayu Jati Dan Akar Bambu Di Flodista Bale Roso Tamansari Bondowoso, (3) mengetahui jenis dan hasil peroduk Seni Kerajinan Perpaduan Limbah Kayu Jati Dan Akar Bambu Di Flodista Bale Roso Tamansari Bondowoso. Sasaran Penelitian ini adalah pemilik dan perajinLimbah Kayu Jati Dan Akar Bambu Di Flodista Bale Roso Tamansari Bondowoso. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan caraanalisis domaindan analisis taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alat yang digunakan dalam peroses pembuatan kerajinan limbah kayu jati dan akar bambu ini yaitu: gergaji, palu, mesin gerinda, meteran, mesin bor, tang, kuas, kapak, (2) proses pembuatan kerajinan limbah kayu jati dan akar bambu dimulai dengan proses pemerolehan limbah kayu, proses pemilihan bahan, proses pemotongan bahan, proses penyusunan atau penempelan, proses pendetailan atau penghalusan, proses pembersihan, proses finishing, (3) produk yang dihasilkan pengrajin limbah kayu jati dan akar bambu berbentuk hewan seperti: bebek, angsa, kuda, domba, ayam.Kata kunci: Limbah kayu jati dan akar bambu, Produk, Flodista AbstractThis study aims to determine (1) the tools and materials used in the manufacture of a combination of teak wood waste and bamboo roots at Flodista Bale Roso Tamansari Bondowoso, (2) the process of making a combination of teak wood waste and bamboo roots at Flodista Bale Roso. Tamansari Bondowoso, (3) to find out the types and results of the products of the Combination of Teak Wood Waste and Bamboo Roots at Flodista Bale Roso Tamansari Bondowoso. The target of this research is the owners and craftsmen of Teak Wood and Bamboo Root Waste at Flodista Bale Roso Tamansari Bondowoso. This research is a qualitative descriptive research. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation, and literature. The collected data is then analyzed by means of domain analysis and taxonomic analysis. The results showed that (1) the tools used in the process of making teak wood waste and bamboo roots are: saws, hammers, grinding machines, meters, drilling machines, pliers, brushes, axes, (2) the process of making teak wood waste crafts and bamboo roots starting with the process of obtaining wood waste, the process of selecting materials, the process of cutting materials, the process of preparing or pasting, the process of detailing or refining, the cleaning process, the finishing process, (3) the products produced by the craftsmen of teak wood waste and bamboo roots are in the form of animals such as : duck, goose, horse, sheep, chickenKey words : Waste teak wood and bamboo roots, product, Flodista
KERAJINAN TOPENG UKIR CUKLI DI DESA SAYANG-SAYANG, CAKRA NEGARA, LOMBOK BARAT izam brawijaya
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.42149

Abstract

AbstractTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan topeng ukir Cukli, (2) proses pembuatan kerajinan topeng ukir Cukli, (3) Jenis-Jenis dan nilai estetis yang terkandung dalam kerajinan topeng ukir Cukli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitiannya: 1) alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan topeng ukir Cukli adalah pahat, gergaji, palu, jangka, penggaris, tang potong, jarum suntik, kuas, amplas, mesin gerinda dan kompresor. Bahan-bahan yang digunakan adalah kayu, kerang cukli, anti rayap, cat, pernis,lem, hardener dan thinner. (2) proses pembuatan kerajinan topeng ukir Cukli terdiri dari beberapa langkah, dimulai dengan tahap persiapan, pembuatan pola atau desain, proses pembentukan topeng, proses pemasangan kerang cukli, proses pengamplasan, proses pewarnaan dan terakhir adalah proses penyelesaian atau finishing. (3) Jenis-Jenis dan nilai estetis yang terkandung dalam kerajinan topeng ukir Cukli. Jenis-jenis topeng ukir cukli ada dua yaitu berbentuk lonjong dan sedikit bulat. Secara estetik topeng ukir cukli mengandung paduan harmoni dan paduan irama pada motif topeng. Asas yang terkandung pada desain topeng ukir cukli adalah asas kesatuan, simetris, keseimbangan.
PROSES KREATIF SENIMAN LUKIS WAHYU NUGROHO KABUPATEN PASURUAN Bunga Widiya Larashati; Warih Handayaningrum; Eko Wahyuni Rahayu
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.42930

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara mendalam proses kreatif seniman lukis Wahyu Nugroho dalam menciptakan dan mengembangkan karya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini di kediaman Wahyu Nugroho. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan perjalanan hidup  Wahyu Nugroho sebagai seniman seni rupa di kabupaten Pasuruan yang mengalami perkembangan setiap waktu, proses kreatif dalam berkarya lebih menekankan pada gaya plurall yang bersumber dari intuisi dan imajinasi dengan beberapa tahap seperti persiapan, pengeraman dan verifikasi agar karya yang dihasilkan menjadi sempurna. Konsep penciptaan karya dengan judul IMAJI dan Berteriak Tanpa Suara menekankan pada gaya  plural painting multi-etnis, multi-teknik, dan multi style dengan memperjelas  pemahaman intuisi sehingga karya yang dihasilkan bersifat actual, kontekstual, dan orisinal.

Page 2 of 2 | Total Record : 16