cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2016)" : 19 Documents clear
KERAJINAN BESI DI DESA EMBUNG KARUNG KECAMATAN KOPANG LOMBOK TENGAH Rido Amriadi .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Sejarah kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah , (2) Bahan dan alat dari memproduksi kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (3) Proses pembuatan produk kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (4) Jenis produk kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah. Subyek penelitian adalah pengrajin besi di desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keberadaan Kerajinan Besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah: (a) Sejarah Desa Embung Karung, (b) Sejarah Kerajinan Besi di Desa Embung Karung, (2) Bahan dan alat yang digunakan, (a) Bahan Yang digunakan Membuat kerajinan Besi di Desa Embung Karung, (b) Alat yang digunakan Dalam Proses Mengolah Besi , (3) Proses Pembuatan Kerajinan Besi, (a) Proses Membuat Mangan (Perkakas Besi), (b) Proses Membuat Selut, (c) Proses Membuat Gagang Kerajinan Besi, (4) Jenis dan Bentuk Produk kerajinan Besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (a) Produk Untuk Pertanian, (b) Produk untuk Rumah Tangga, (c) Produk Untuk Hiasan atau Pusaka.Kata Kunci : Kerajinan, besi This research was aimed to determine (1) The history of iron craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (2) Materials and tools from producing iron crafts in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (3) The process of making handicraft products of iron in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (4) The type of craft products of iron in Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok. Subject of this research is iron craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok. This type of this research was descriptive qualitative study. Methods of data collection were using observation, interview, documentation, and literature. The results showed that (1) The existence of Iron Craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok: (a) Historical of Embung Karung Village, (b) History of Iron Craft in the Embung Karung Village, (2) Materials and tools used, (a) materials used to make Iron Craft in the Embung Karung Village, (b) the tools used in the process of managing Iron, (3) Process of making Iron Craft, (a) Process to make Mangan (Tools Iron), (b) Process to make ooze, (c ) Process to make handle of Iron Crafts, (4) Types and Forms of Iron Craft product in Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (a) Products for Agriculture, (b) Products for Household, (c) Products for Decoration or Heritage.keyword : Crafts, Iron
KERAJINAN BESI DI DESA EMBUNG KARUNG KECAMATAN KOPANG LOMBOK TENGAH Rido Amriadi .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Sejarah kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah , (2) Bahan dan alat dari memproduksi kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (3) Proses pembuatan produk kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (4) Jenis produk kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah. Subyek penelitian adalah pengrajin besi di desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keberadaan Kerajinan Besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah: (a) Sejarah Desa Embung Karung, (b) Sejarah Kerajinan Besi di Desa Embung Karung, (2) Bahan dan alat yang digunakan, (a) Bahan Yang digunakan Membuat kerajinan Besi di Desa Embung Karung, (b) Alat yang digunakan Dalam Proses Mengolah Besi , (3) Proses Pembuatan Kerajinan Besi, (a) Proses Membuat Mangan (Perkakas Besi), (b) Proses Membuat Selut, (c) Proses Membuat Gagang Kerajinan Besi, (4) Jenis dan Bentuk Produk kerajinan Besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (a) Produk Untuk Pertanian, (b) Produk untuk Rumah Tangga, (c) Produk Untuk Hiasan atau Pusaka.Kata Kunci : Kerajinan, besi This research was aimed to determine (1) The history of iron craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (2) Materials and tools from producing iron crafts in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (3) The process of making handicraft products of iron in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (4) The type of craft products of iron in Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok. Subject of this research is iron craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok. This type of this research was descriptive qualitative study. Methods of data collection were using observation, interview, documentation, and literature. The results showed that (1) The existence of Iron Craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok: (a) Historical of Embung Karung Village, (b) History of Iron Craft in the Embung Karung Village, (2) Materials and tools used, (a) materials used to make Iron Craft in the Embung Karung Village, (b) the tools used in the process of managing Iron, (3) Process of making Iron Craft, (a) Process to make Mangan (Tools Iron), (b) Process to make ooze, (c ) Process to make handle of Iron Crafts, (4) Types and Forms of Iron Craft product in Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (a) Products for Agriculture, (b) Products for Household, (c) Products for Decoration or Heritage.keyword : Crafts, Iron
Analisis Gambar Montase Karya Kelas VI MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok Indrianti Amilda Pratami .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) elemen gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok, (2) proses pembuatan gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok, (3) Mendeskripsikan tema gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok. Penelitian ini menggunakan metode (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi (4) fokus grup diskusi (FGD) dan (5) kepustakaan. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) elemen gambar montase anak ditunjukkan oleh foto-foto jurnalistik sebagai media karya seni yang telah menunjukkan atau memvisualkan unsur-unsur garis, bidang, warna, bentuk dalam perwujutannya. anak menyertakan goresan-goresan dan warna pada gambar montase; (2) proses gambar montase anak dari menggunting, menempel dan merespon tempelannya. Dengan menambahkan berbagai garis, warna, teks, bentuk alam (tumbuhan), hewan, bentuk-bentuk awan, matahari, jalanan. Teknik penempelan ada yang digunting ditempel secara utuh sesuai dengan foto jurnalistik yang ada, tetapi ada yang obyek manusianya digunting-gunting sehingga bagian tubuh manusia bisa ditukar-tukar antara badan yang satu dengan yang lain; (3) tema gambar montase karya anak-anak menurut kurikulum SD 2013 pada buku siswa dan guru terdapat 9 tema diantaranya selamatkan mahluk hidup, persatuan dalam perbedaan, tokoh dan penemuan, globalisasi, menuju masyarakat sehat, kepemimpinan, bumiku, menjelajah angkasa luar. Kata Kunci : analisis, gambar, montase This study aimed to determine (1) the image element montage class VI in MI Devel Ajie Village Pejanggik District of Praya Central Lombok, (2) the process of making a picture montage of class VI in MI Devel Ajie Village Pejanggik District of Praya Central Lombok, (3) describing the theme of the picture montage class VI in MI Ajie Rural Devel Pejanggik Praya District of Central Lombok. This study useed (1) Observation, (2) interviews, (3) documentation, (4) focus group discussion (FGD), and (5) literature. This type of study used descriptive qualitative method. The results of this study were; (1) the child element montage images shown by the photographs of journalism as a media artwork that has been demonstrated or visualize the elements of line, shape, color, embodiment form, children include scratches and color in the picture montage; (2) the children's picture montage of cutting, sticking and its respond by adding a variety of lines, colors, textures, shapes of nature (plants), animals, shapes of clouds, the sun, the streets. Mechanical attachment was cutting out taped in full accordance with existing photojournalism, but there is a human object-scissors cut also. So that the human body can be exchanged between the agencies with each other; (3) theme image montage works of the children of the elementary school curriculum in 2013 in a book of students and teachers, there were 9 themes including the save sentient beings, unity in diversity, character and discovery, globalization towards a healthy society, leadership, my earth, exploring outer space.keyword : analysis, picture, montage
Analisis Gambar Ekspresi Bebas Taman Kanak-Kanak Di Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur Destiara Aulia Citra .; Dra. Luh Suartini .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tema gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, (2) elemen gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, (3) analisis gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Subyek penelitian adalah Sekolah Taman Kanak-kanak di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur; beberapa ahli dan akademisi seni. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, diskusi (fgd), dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menujukkan (1) mendeskripsikan tema gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yaitu: pemandangan gunung dan laut, lingkungan sekitar, benda-benda sekitar, (2) mendeskripsikan elemen gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, meliputi elemen-elemennya; garis, bidang, warna, (3) mendeskripsikan analisis gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang terdiri dari hasil positif dan negative, hasil positif terdiri dari anak: anak kreatif atau merdeka, anak cerdas atau pintar, dan anak pengaruh lingkungan mainan sedangkan hasil negatif terdiri dari anak: anak tidak percaya diri, anak berpola, anak tipe haptik, visual dan campuran dan anak hafalan.Kata Kunci : Analisis, Gambar Ekspresi Bebas This research aims to describe (1) a theme image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, (2) the elements of the image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, (3) analysis of image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java. The subject of research is the kindergarten School in the Asembagus, Situbondo, East Java; Some experts and academics.Data collection techniques used in this research is the observation, interview, discussion (fgd), documentation, and libraries. The results of this stud shows (1) describe the theme of the image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, namely: mountain views and the sea, the surrounding environment, the objects around, (2) describe the elements of the image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, including the elements; line, line, color, (3) describe the image analysis of the expression of free Kindergartens Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, consisting of positive results andnegative, positive results are composed of children: creative or independent child, the child is smart or clever, and environmental influences children's toy whereas negative results consist of the child: the child is not the child's confidence, patterned, older type haptik, mixed and children's visual and oral.keyword : Image analysis, Free Expression
Transformasi Rupa Bali Pada Gerbang Utama Gereja Kristen Pniel Blimbingsari, Jembrana-Bali I Made Edy Suastawa .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) gambaran bangunan gerbang utama Gereja Kristen Pniel Blimbingsari, Jembrana-Bali, (2) gambaran hasil transformasi rupa bali pada gerbang utama Gereja Kristen Pniel Blimbingsari, Jembrana-Bali. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif (qualitative). Subyek penelitian adalah gerbang utama gereja dan obyeknya adalah transformasi rupa Bali. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Dengan menggunakan instrumen berupa check list, kamera dan buku sumber. Hasil penelitian ini menunjukan (1) gerbang utama gereja Kristen Pniel Blimbingsari merupakan produk tranformasi budaya antara Hindu-Bali dan budaya Kristen karena mengadopsi arsitektur tradisional Bali yaitu menggunakan pedoman konsep kori agung pada pura di Bali. (2) yang merupakan hasil transformasi rupa Bali meliputi Salib pada puncak gerbang utama, ornamen burung merpati, ornamen GKPB Pniel, ornamen domba, patung malaikat penjaga, pintu pada gerbang utama, tiga tingkatan pada gerbang utama dan ragam hias kebun anggur. Yang meski sudah mengalami penggubahan dengan cerita-cerita ajaran Kristen tetapi tetap memakai pola dasar dan penempatan yang sama dengan konsep kori agung pura. Dimaksudkan untuk menghormati budaya setempat dan kehadiranya dapat diresapi dan diterima oleh umat Bali secara utuh, namun tidak lupa sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai agama Kristen pada umatnya.Kata Kunci : , rupa Bali, gerbang utama GKPB Pniel Blimbingsari This study aimed to describe (1) an overview of the building's main gate of Blimbingsari Peniel Church, Jembrana, Bali, (2) the description of the results of Bali’s transformation in the main gate of Blimbingsari Peniel Church, Jembrana, Bali. This research used descriptive qualitative research. Subjects were the main gate of the church and its object is about the transformation of Balinese form. The techniques that had been used to collecting data was observation, interviews, documentation and literature. By using the instrument in the form of check list, a camera and book sources. These results was indicate (1) the main gate of Blimbingsari Peniel church is a product of the transformation between Hindu-Balinese culture and Christian culture since adopting traditional Balinese architecture which used the concept guidelines Kori Agung temples in Bali. (2) which is the result of the transformation Balinese form include the Cross at the end of the main gate, pigeon’s ornamental, ornamental of GKPB Pniel, sheep ornaments, statues of guardian angels, the door at the main gate, three levels at the main gate and decorative vineyard. Although experiencing composed with the Christian’s stories but still used patterns and placement of the same basic concept Kori Agung temple. Intended to respect the local culture and its presence can be infused and accepted by the people of Bali as a whole, but do not forget as a means to extend the values of Christianity on his people.keyword : transformation, Balinese form, main gate GKPB Pniel Blimbingsari
PEWARNA ALAMI KAIN TENUN DESA SERAYA TIMUR, KARANGASEM I Kadek Susila Priangga .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8592

Abstract

Desa Seraya Timur terletak di ujung timur pulau Bali, berlokasi di ujung timur Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Sampai sekarang penggunaan bahan alami sebagai pewarna benang kain tenun dan pembudidayaan tanaman penghasil warna membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tentang (1) alat dan bahan yang digunakan untuk pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem, (2) Proses pewarnaan kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem. Objek penelitian adalah pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) pendokumentasian dan (4) kepustakaan, untuk mendapatkan data yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan warna alami menggunakan alat sederhana yang masih tradisional dan bahan utama penghasil warna alami berasal dari tumbuhan tarum, pinang, mengkudu, delima, sidawayah dan secang dan juga menggunakan bahan lain seperti karat (2) Proses pembuatan pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem menggunakan dua cara yaitu melalui proses ekstraksi dan fermentasi.Kata Kunci : kain tenun, pewarna alami. East Seraya Village located at the eastern most of Bali island, at the eastern most of Karangasem District, Karangasem Regency. Until now, the using of natural materials for coloring the woven cloth and the cultivating of natural color materials plants makes researcher intersted for studying if futher. This research is a qualitative descriptive which aims for (1) the tools and materials used to coloring the woven cloth East Seraya Village, Karangasem Regency, (2) The process of coloring the woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency.Object of this research is the natural material color of woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency. The technique used in this research is (1) observation, (2) interviews, and (3) documentation and (4) literature, to obtain the necessary datas. The results of this research is (1) the tools and materials used in process of making a natural color materials are still simple and traditional. And the main natural color are produced from tarum plant (indigofera tinctoria), palm, noni, pomegrade, sidawayah (woodfordia floribunda salibs), secang (caelapinia sappan), and also use other natural color such as iron stain. (2) the process of natural color making for coloring the woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency, used two technique such as , extraction process and fermentation process.keyword : woven cloth, natural color.
GERABAH PERKAKAS RUMAH TANGGA DI DESA PENGEMBUR KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Umrah .; Dra. Luh Suartini .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan gerabah perkakas rumah tangga di Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, (2) mendeskripsikan proses pembuatan gerabah perkakas rumah tangga di Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, (3) mendeskripsikan jenis, bentuk dan fungsi gerabah perkakas rumah tangga di Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Kerajinan Gerabah perkakas rumah tangga di Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahan utamanya yaitu: tanah liat, pasir, air, dan bahan untuk pembakaran yaitu : kayu bakar, jerami, dan sekam kulit padi, sedangkan alat yang digunakan yaitu : papan, sabut kelapa, bambu, batu kecil, sabit, alas dan alat pemutar, (2)proses pembuatan gerabah terdiri dari proses pencarian tanah, proses pengolahan tanah, proses pembuatan badan gerabah, dan proses pembakaran. (3) jenis gerabah yang dihasilkan yaitu: tungku, cobek, ulekan, penggorengan, penyamplak, pengukus, panci, bong, penutup, dan mangkok. Kata Kunci : Gerabah, Perkakas Rumah Tangga This study aims to (1) describe the tools and materials used in the manufacture of pottery utensils household in the Pengembur village Pujut Central Lombok regency, (2) describe the process of making pottery utensils household in the Pengembur village Pujut Central Lombok regency, (3) describe the type, form and function of pottery utensils household in the Pengembur village Pujut Central Lombok regency. This type of research is descriptive qualitative research. The object of this study is craft pottery utensils household in the Pengembur village Pujut Central Lombok regency. Methods of data collection is done using the method of observation, interviews, documentation and literature. The results showed that (1) the main materials were used such as clay, sand, water. The materials were used for burning steps such as firewood, straw and chaff bran, and another tools were used such a plank of wood, coconut fiber, bamboo, small stone, sickle, pedestal and rotator (2) the process of making earthenwarebbody, and the combustion process. (3) the type of pottery produced are : furnaces, mortar, pestle, mortar, frying, penyamplak, steamer, pot, bong,cover, and bowlskeyword : Pottery, Household Appliances
Rumah Berbahan Kayu Bekas Karya Gede Kresna di Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali I Komang Wirya Adnyana .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perwujudan gagasan Gede Kresna sebagai inspirator dalam pembuatan rumah berbahan kayu bekas di Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali; (2) alat yang digunakan dalam pembuatan rumah berbahan kayu bekas Gede Kresna di Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali ; (3) proses pembuatan rumah dengan berbahan kayu bekas oleh Gede Kresna di Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Gede Kresna dan tukang- tukangnya sedangkan objek penelitian ini adalah Gede Kresna dan rumah kayu bekasnya. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara dan kepustakaan. Dengan menggunakan analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) perwujudan gagasan Gede Kresna menggunakan kayu bekas sebagai konstruksi rumah berangkat dari keadaan, keadaan dimana Gede Kresna sejak dulu menyukai barang- barang lama, disamping itu berangkat dari kekhawatirannya kepada kelestarian lingkungan akan penebangan pohon yang secara sembarangan, selain itu juga menggunakan kayu bekas didasarkan pada keunikan dari penampakan kayu tersebut. Perwujudan karya- karya Gede Kresna tidak berupa rumah saja tetapi berupa villa, rumah makan dan lain- lain yang memiliki peminat dari dalam maupun luar Bali. (2) Alat- Alat yang digunakan dalam pembuatan rumah kayu bekas: mesin serkel , bor listrik atau mesin pengeboran, mesin serut, mesin amplas, mesin gerinda. geregaji tangan, mesin pembuat purus/ mortising machine, berbagai jenis pahat tukang, palu, meteran gulung, penggaris siku- siku, pensil dan pulpen, kapak, dan tang. (3) Proses dalam pembuatan rumah berbahan kayu: diawali dengan membeli dan mengumpulkan material kayu- kayu bekas yang akan dijadikan rumah, kemudian membuat desain atau rancangan rumah yang akan dibuat, dilanjutkan dengan pembuatan maket. Setelah maket jadi kemudian rancangan rumah di konsulidasikan dengan tukang- tukang kemudian pemilihan bahan. Setelah itu kayu dipotong, dihaluskan kemudian dilanjutkan dengan pencoakan serta membuat purus. Setelah semua kayu dibuat coakan dan pembuatan purus kemudian proses perakitan rumah diawali dengan membuat kerangka dasar bangunan, pemasangan tiang struktur, pemasangan konstruksi kap dan kuda- kuda, dilanjutkan dengan pengerjaan detail- detail ukiran, pemasangan skur- skur, membuat kusen- kuses, membuat dinding dan lantai, pemasangan tangga dan railingnnya, pemasangan atap, kemudian yang terakhir adalah proses finishing. Kata Kunci : arsitektur, kayu bekas, Gede Kresna This research aims to determine: (1) the embodiment idea of Gede Kresna as inspiration in the manufacture of wooden houses in the former Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali; (2) the tools used in the manufacture of wooden houses in the former Gede Kresna Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali; (3) the process of making wooden house with the former by Gede Kresna in Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali. This research is a descriptive qualitative approach. The subjects were Gede Kresna and with him while the object of this study was Gede Kresna and wooden houses scars. The method used for data collection in this study is documentation, interviews and literature. By using the domain analysis and taxonomy. The results of the research indicate that: (1) the embodiment idea of Gede Kresna use scrap wood as the construction of the house departs from the state, a state where Gede Kresna had always liked the old goods, in addition to the departure of concern to the environment will be felling trees indiscriminately, but it also uses scrap wood is based on the uniqueness of the appearance of the wood. Embodiment works Gede Kresna not be home alone but in the form of villas, restaurants and others who have interest from within and outside Bali. (2) the tools used in the manufacture of wooden houses ex: serkel machine, electric drill or drilling machine, planer machines, sanding machines, grinding machines, whipsaw, mortising machine, various types of chisel, hammer, meter roll, elbow ruler, pencils and pens, axes, and pliers. (3) The process in the manufacture of wooden houses: beginning with buying and collecting material timbers that will be the former home, then create a design or a design house that will be made, followed by the manufacture of the miniature. After the miniature has finished, then the design of house in consulted with the handymans then the selection of materials. After that, cut the wood, crushed and then continued with made the coak and purus. After all the wood has made purus and coakan then home assembly process begins with the basic skeleton of the building, the installation of pole structures, construction installation hood, followed by the details carving workmanship, installation skur- skur, making kusen- kusen, walls and floors, installation of stairs and the railing, installation of roof, then the last is finishing process.keyword : architecture, scrap wood, Gede Kresna
PROSES PENGAJARAN MEWARNAI DI SLB-C NEGERI SINGARAJA Ni Made Kusuma Dewi .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) karakteristik apa saja yang dimiliki oleh anak tunagrahita di SLB-C Negeri Singaraja, (2) proses pengajaran mewarnai di SLB-C Negeri Singaraja dianalisis menggunakan teknik analisis Interaktif menurut Miles and Huberman. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik observasi, teknik wawancara, teknik pendokumentasian, dan teknik studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik anak tunagrahita berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua dan guru terdiri dari lima belas ciri-ciri pokok: (a) keterbatasan intelegensi, (b) keterbatasan sosial, (c) perkembangan fisik, (d) perkembangan motorik, (e) rendahnya tingkat kemandirian, (f) berpikir dengan tempo lamban, (g) pergaulan anak, (h) anak sulit mengerti percakapan, (i) anak sulit melakukan banyak hal, (j) anak sulit mengungkapkan sesuatu, (k) anak sulit mengingat sesuatu, (l) anak impulsif, (m) anak mudah terpengaruh, (n) anak kurang inisiatif, dan (o) anak belajar melalui contoh. (2) proses pengajaran mewarnai ditinjau dari observasi di lapangan terdiri dari tiga tahapan mengajar: (a) pemilihan strategi dalam mengajar, (b) penerapan metode pengajaran, dan (c) pemilihan teknik membimbing anak tunagrahita. Kata Kunci : karakteristik, mewarnai, tunagrahita This study aimed to describe (1) the characteristics of retarded children at SLB-C Negeri Singaraja, (2) the teaching process of coloring in SLB-C Negeri Singaraja analyzed through the Interactive theory of Miles and Huberman. The type of research is qualitative descriptive study. Techniques used in collecting data are observation, interview, documentation, and case study. The results showed that (1) Characteristics of retarded children in terms of interviews of parents and teachers consisted of fifteen fundamental characteristics: (a) Lack of Intelligence, (b) Lack of Social, (c) Physical Development, (d) Development of Motor , (e) low Level of Independence, (f) Slow Thinking, (g) children association, (h) Children’s Difficulties of Understanding Conversations, (i) Children’s Difficulties of Doing Many Things, (j) Children’s difficulties of Revealing Something, (k) Children’s Difficulties of Remembering Something, (l) Impulsive children, (m) Easily Affected Children, (n) Children’s Less initiative, and (o) Children Learn Through Example. (2) The teaching process in coloring in terms of field observations consisted of three stages: (a) Strategies in Teaching, (b) Methods of Teaching, and (c) Mechanical Guiding of retarded Children.keyword : characteristics, coloring, retarded
Hiasan Perkakas Rumah Tangga Karya Pande Wayan Oko Sudarsana Di Banjar Pande, Desa Gubug, Kabupaten Tabanan Komang Juliawan .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis-jenis produk perkakas rumah tangga (2) jenis-jenis hiasan yang diterapakan pada bagian gagang dan sarung perkakas rumah tangga karya Pande Wayan Oko Sudarsana di Banjar Pande, Desa Gubug, Tabanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Pande Wayan Oko Sudarsana. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Hasil-hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: (1) jenis-jenis produk perkakas rumah tangga yang diproduksi oleh Pande Wayan Oko Sudarasana adalah pisau, pemutik, belati, tiuk melati, golok, blakas atau tah, dan arit bergigi. Produk-produk perkakas rumah tangga yang berukuran kecil seperti pisau, pemutik dan belati ada yang menggunakan gagang berbahan resin bening. Sedangkan perkakas rumah tangga yang berukuran besar dan membutuhkan gagang kuat seperti golok, blakas, dan arit bergigi menggunakan bahan kayu. Bilah perkakas menggunakan bahan dari pir mobil atau stainless steel. Perkakas karya Pande Wayan Oko Sudarsana merupakan perkakas yang mengalami pergeseran-pergeseran nilai yaitu dari benda fungsional bergeser menjadi benda seni yang mengutamakan aspek estetis tetapi tidak menghilangkan kegunaannya (2) motif hias yang biasanya diterapkan pada gagang dan sarung perkakas rumah tangga Pande Wayan Oko Sudarsana adalah : motif manusia/arca (figur pendeta dan orang tua), motif fauna ( motif naga), Motif pepatran (patra punggel, patra sari dan kakul-kakulan), motif variasi (kombinasi motif patra punggel, stengah patra pidpid, dan motif garis-garis), dan motif modern (motif garis yang menyerupai setengah bagian patra mas-masan, dan motif garis-garis silang) perkakas juga dihiasi dengan batu permata tiruan yang berbahan resin bening dan kertas emas atau prade. Kata Kunci : Perkakas rumah tangga, motif hias This research aimed to describe: (1) kind of household utensils products(2) kinds of ornament which is applied on the handle and sheath of the household utensils by Pande Wayan Oko Sudarsana in Banjar Pande, Desa Gubug, Tabanan. This research is descriptive qualitative research. The subject of this research was Pande Wayan Oko Sudarsana. The data in this research was collected through: (1)obeservation (2) interview, (3) Documentation, and (4) literature. The result of this research are : (1) Kinds of household utensil products produced by Pande Wayan Oko Sudarsana are knife, pemutik, dagger, tiuk melati, blade, axe, serrated sickle. Small-sized household utensil products such as knife, pemutik, and dagger, were made from translucent resin. Meanwhile, large-sized household utensils which need strong handle such as blade, axe, and serrated sickle weremade from wood. The blade was made from car pegas or stainless steel. The utensils created by Pande Wayan Oko Sudarsana is the ustensils that have been shifted in values, that is from functional thing to art that emphases on aesthetic aspect but it does not remove its function (2) the ornament motives that is usually applied on the handle and the sheath of the utensils by Pande Wayan Oko Sudarsana are: human/statue motif (priest and oldman figure), animal motif (dragon motive), pepatran motif (patra punggel, patra sari and kakul-kakulan), variation motif (combination of patra punggel, a half of patra pidpid, and line motif), and modern motif (line motif that resembles a half part of patra mas-masan, and cross motif). The utensils is also decorated with imitation gemstone which was made from translucent resinand gold paper or prade.keyword : household utensils, ornament motif

Page 1 of 2 | Total Record : 19