cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2016)" : 19 Documents clear
*Dokar Loloan ( Sebuah Tinjauan Seni Rupa)* Kholilolloh .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Rupa dokar Loloan, (2) hiasan Dokar Loloan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Struktur dokar loloan ditinjau dari kerupaan terdiri dari 2 bagian: pada bagian elemen kereta diantaranya : (a) Bum, (b) Tabeng, (c) Tempat Lampu, (d) Lampu, (e) Cambuk Kuda,(f) Bel Kuda, (g) Pijakan Kaki, (h) Bagasi (Gladag Bawah), (i) Sadel, (j) Dongkrak, (k) Roda, (l) Kap/ Tenda, (m) Pintu Belakang, (n) WC jalan, (o) Sayap, (p) Tebengan, (q) Sandaran. Kemudian pada elemen kuda diantaranya (a) List, (b) Tapel, (c) Kalung Jaran, (d) Skring, (e) Buntutan,. (2) Hiasan pada dokar loloan terdiri dari 2 bagian : pada elemen kereta yaitu (a) depan, (b) tengah, (c) samping (d). Pada elemen kuda hanya ada beberapa hiasan yang dipergunkan dokar loloan yaitu keplean dan gincringan Kata Kunci : Struktur, hiasan, dokar loloan *This research aims to know (1) form of buggies Loloan , (2) decoration Buggies Loloan . the type of research that is used is qualitative descriptive research. The method of data collection is done using the method of observation, interview, documentation, and literature. The results of the study showed that (1) the structure of the buggies loloan reviewed from kerupaan consists of 2 parts: on the chariot elements including : (a) Bum, (b) Tabeng, (c) Where Light, (d), Light (e) Whips horses,(f) Bel horses, (g) Foot, (h) Baggage (Gladag below), (i) Cast Saddle, (j) rally, (k) Accessible, (L) Hood/ tents, (m) Rear door, (n) TOILETS road (o) Wings, (P) Tebengan, (q) Backrest. Then on the horse elements such as (a) List, (b) Tapel, (c) Necklace Jaran, (d) Skring, (e) Buntutan, . (2) decoration in the buggies loloan consists of 2 sections : on elements chariots namely (a) front, (b), (c) side (d). On the elements of the horses there are only a few of the decoration dipergunkan buggies loloan namely keplean and gincringan.* keyword : *the structure, decoration, Dokar loloan*
WAYANG WONG TEJAKULA (SEBUAH KAJIAN SENI RUPA) Putu Ari Widana .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Rupa topeng Wayang Wong Tejakula (2) Rupa mahkota Wayang Wong Tejakula. (3) Rupa busana Wayang Wong Tejakula. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah rupa topeng, rupa mahkota, dan rupa busana Wayang Wong Tejakula dengan memilih Gede Putu Tirta dan Putu Sentana sebagai narasumbernya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) pendokumentasian. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: (1) Wayang Wong Tejakula mengempon 175 topeng, Topeng wayang wong dapat dikelompokkan menjadi empat karakter, yaitu karakter ksatria raja dan punggawa, karakter raksasa raja dan punggawa, karakter pluaga (kera) raja dan punggawa, dan karakter putri. (2) Mahkota setiap tokoh hampir sama, yaitu terdiri atas sekar taji,rumbing, garuda mungkur, gelung, pudakan, pidpid, bunga pucuk, daun girang. Hanya saja yang membedakan adalah motif dan gelungnya, yakni gelung agung pada tokoh ksaria dan raksasa raja, gelung kapit surang pada tokoh ksatria, raksasa dan pluaga (kera) punggawa, gelung tajug pada tokoh pluaga (kera) raja dan gelung sita pada tokoh putri. (3) Busana wayang wong tokoh ksatria sama dengan busana tokoh raksasa, yaitu terdiri atas badong, angkeb pala, awiran pendek, angkeb tundu, saput prada, baju panjang, gelang kana, kadutan, semayut, pendel, kain putih, stewel dan celana. Busana tokoh pluaga(kera), terdiri atas badong, angkeb pala, awiran pendek, angkeb tundu, awiran panjang, semayut, awiran bangkiang, ikuh (ekor), kain poleng, celana, stewel, baju kaos panjang, kilat bau, dan gelang kana. Sedangkan busana putri terdiri atas badong lanying, simping, tutup dada, lamak, ampok-ampok, sabuk lilit, baju panjang prada. Kilat bau, gelang kana, kain prada.Kata Kunci : wayang wong tejakula, topeng wayang wong, mahkota wayang wong, busana wayang wong This study was aimed to describe: (1) the masks' characteristics of Wayang Wong Tejakula, (2) the crowns' characteristics of Wayang Wong Tejakula, (3) the wardrobes' characteristics of Wayang Wong Tejakula. This research was designed as descriptive qualitative research. The objects of the research were the characteristics of masks, crowns, and wardrobes of Wayang Wong Tejakula in which Gede Putu Tirta and Putu Sentana were being the ones who were interviewed. Data of this research were obtained through (1) observation, (2) interview, and (3) documentation. The results of this research show: (1) Wayang Wong Tejakula has 175 masks that fall into 4 figures; the knight and the courtiers, the king of giant and the courtiers, the king of apes and the courtiers, and the princess. (2) The crowns of each character are quite similar that consist of sekar taji, rumbing, garuda mungkur, gelung, pudakan, pidpid, hibiscus flowers and girang leaves. The differences are only in the pattern and gelung (coil) in which the knight and the king of giant wear gelung agung (agung coil), the knights, the giants, and the courtiers of apes wear gelung kapit surang (kapit surang coil), the king of apes wears gelung tajug (tajug coil), and the princess wears gelung sita (sita coil). (3) The knights and the giants wear similar wardrobes, they are badong, angkeb pala, awiran pendek, angkeb tundu, saput, baju panjang, kadutan, semayut, pendel, white cloth, stewel, and pants. Apes kingdom wears badong, angkeb pala, awiran pendek, angkeb tundu, awiran panjang, semayut, awiran bangkiang, ikuh (tail), poleng cloth, pants, stewel, long T-shirt, kilat bau, and gelang kana. Meanwhile, the princess wears badong lanying, simpng, chest cover, lamak, ampok-ampok, sabuk lilit, baju panjang prada, kilat bau, gelang kana, and prada cloth. keyword : wayang wong tejakula, the masks of wayang wong, the crowns of wayang wong, the wardrobes of wayang wong.
ANALISIS GAMBAR ANAK-ANAK DI TK AISHIYAH BUSTANUL ATHFAL SINGARAJA Ni Nyoman Tri Widiani .; Dra. Luh Suartini .; Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) elemen gambar yang di buat anak-anak di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja (2) tema yang terdapat pada gambar anak-anak di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja (3) Analisis gambar anak-anak di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja. Penelitian ini menggunakan metode: (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi (4) Fokus Grup Diskusi (FGD) dan (5) kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Pada penelitian ini elemen gambar yang sering ditemukan pada gambar anak yaitu, garis bergelombang, garis melingkar, garis melengkung, garis lurus vertikal dan horizontal. Walaupun anak bercerita bebas melalui gambar, pada beberapa anak pola-pola gambar yang diberikan guru masih menjadi bagian cerita dari gambar anak. Anak belum fokus kewarna karena pikiran anak lebih didominasi oleh bentuk, sedangkan masalah ruang masih belum bisa dipecahkan/dikuasai anak dengan baik; (2) tema yang paling banyak digunakan anak-anak adalah tema “diriku”, karena pada masa ini anak-anak cenderung egois dan mengutamakan dirinya sendiri. Sedangkan tema yang jarang digambar anak-anak adalah “negaraku” dan “alam semesta”, karena pada masa prabagan ini anak lebih banyak menggambarkan hal-hal yang secara langsung berhubungan dengan dirinya; (3) pada analisis gambar, jika dilihat dari segi positif terlihat anak sudah cukup mampu menggambar dengan bebas, bercerita dan mengekspresikan diri melalui gambar, dan beberapa anak sudah mampu memenuhi ruang gambar. Sedangkah dari sisi negatif dapat dilihat ada sebagian anak masih memakai pola tertentu untuk mewakili objek, ada beberapa anak yang kurang percaya diri dalam menggambar dirinya. Kata Kunci : Analisis, Gambar Anak Tk. This study aims to describe (1) picture elements that made by the children at Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja (2) the theme which is exist in children’s picture at Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja (3) children’s picture in Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja. This study used: (1) Observation (2) interviews (3) documentation (4) Focus Group Discussion (FGD) and (5) literature. The data were analyzed by using descriptive qualitative method. The results of this study are (1) the picture elements which are often found in children’s picture are wavy lines, circular line, curved line, vertical line and horizontal. Even though children do free storytelling through pictures, for some children patterns of the pictures given by the teacher is still part of picture story of the child. Child do not focus on color because the child’s mind is dominated by form; (2) the theme most widely used by the children is the theme of "myself", because at this age children tend to be selfish and put themselves in the first place. The theme which rarely use by the children is the theme about "my country" and "the universe". because the children tend to draw thing that are derectly related to ther; (3) the analysis of the pictures, seen already enough for the children to draw freely, tell stories and express their feeling through picture, although there are some children still wear certain patterns to represent an object, and some children lack confidence in drawing ther self. keyword : an analysis of children’s picture, art of the children in prabagan period
SENI RUPA BERMATERIAL PESISIR KARYA SISWA PERIODE REALISME AWAL SDN 3 AGEL KECAMATAN JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO Neli Syamsiah .; Drs.Hardiman, M.Si. .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan karya seni rupa oleh siswa periode realisme awal SDN 3 Agel kecamatan Jangkar kabupaten Situbondo. (2) Mengetahui jenis dan bentuk karya seni rupa yang dihasilkan oleh siswa periode realisme awal SDN 3 Agel kecamatan Jangkar kabupaten Situbondo. (3) Menganalisis karya seni rupa yang dibuat oleh siswa periode realisme awal SDN 3 Agel kecamatan Jangkar kabupaten Situbondo. Metode yang digunakan adalan deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data sebagai berikut: (1) Tekhnik Observasi, (2) Tekhnik Wawancara, (3) Tekhnik Dokumentasi, (4) Tekhnik FGD (Focus Grup Discussion). Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan karya siswa realisme awal SDN 3 Agel kecamatan Jangkar kabupaten Situbondo (pensil, penghapus, serutan pensil, gunting, silet, penggaris lem G, lem FOX, lem Castol, kardus bekas, kertas gambar, pasir, patahan terumbu karang, patahan ranting, kulit kerang, kulit keong, dan bahan temuan lainnya). (2) Jenis dan bentuk karya yang dihasilkan oleh siswa periode realisme awal SDN 3 Agel kecamatan Jangkar kabupaten Situbondo: Karya dua dimensi non fungsional , Karya dua dimensi fungsional, Karya tiga dimensi non fungsional dan Karya tiga dimensi fungsional. (3) menganalisis karya sesuai teori Victor Lowenfeld, yaitu mengenal garis, bidang, ruang dan perbedaan warna sesuai realitas alam. Kata Kunci : Kata kunci: Seni Rupa, Material Pesisir, Realisme Awal. This study aims to: (1) Know what tools and materials used in the making of art works by students of realism period beginning SDN 3 Agel districts Anchor Situbondo. (2) Determine the type and form of works of art produced by students realism period beginning SDN 3 Agel Jangkar Situbondo. (3) to analyze works of art created by students realism period beginning SDN 3 Agel Jangkar Situbondo. The method used is descriptive qualitative data collection techniques as follows: (1) Engineering Observation, (2) Engineering Interview, (3) Engineering Documentation, (4) FGD Technic (Focus Group Discussion). The results obtained: (1) Equipment and materials used in the manufacturing process of student work realism early SDN 3 Agel Jangkar Situbondo (pencils, erasers, pencil shavings, scissors, razor blades, ruler glue G, glue FOX, glue Castol, cardboard the former, drawing paper, sand, coral rubble, broken twigs, seashells, snail shells and other findings materials). (2) The type and form of the work produced by the students periods of realism early SDN 3 Agel Jangkar Situbondo: Non-functional works of two-dimensional, two-dimensional work of functional, non-functional works of three-dimensional and three-dimensional work is functional. (3) analyzing the works according to the theory Victor Lowenfeld, are familiar line, plane, space and color differences correspond the reality of nature. keyword : Keywords: Arts, Coastal Materials, Early Realism.
KERAJINAN BONGGOL BAMBU I KADEK SUDANCO DI BANJAR SRIBATU, DESA PENGLUMBARAN, KECAMATAN SUSUT, BANGLI. I Putu Agus Santika Putra .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8736

Abstract

KERAJINAN BONGGOL BAMBU I KADEK SUDANCO DI BANJAR SRIBATU, DESA PENGLUMBARAN, KECAMATAN SUSUT, BANGLI. oleh I Putu Agus Santika Putra, NIM 1112031009 Jurusan Pendidikan Seni Rupa ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan seni kerajinan bonggol bambu I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Panglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli. (2) proses pembuatan seni kerajinan bonggol bambu I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Panglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli. (3) jenis-jenis hasil kerajinan yang dibuat I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Panglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah I Kadek Sudanco dengan objek kerajinan bonggol bambu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Instrumen yang digunakan adalah (1) instrumen observasi, instrumen wawancara, instrumen dokumentasi dan instrumen kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah (1) analisis domain dan (2) analisis taksonomi. Hasil penelitian ini adalah: (1) alat yang digunakan dalam pembuatan seni kerajinan bonggol bambu, antara lain: kepe, palu, pahat, blakas, gergaji, mesin bor, grinda, gergaji mesin dan mesin kompresor. Bahan yang digunakan antara lain: bonggol bambu, cham, lem G, lem kayu fuma dan tali (2) Proses pembuatan seni kerajinan bonggol bambu I Kadek Sudanco diawali dengan proses pemerolehan bahan, pemilihan bahan, proses pembentukan, konstruksi dan proses finishing (3) Jenis-jenis produk yang dihasilkan I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli dapat dikelompokkan berdasarkan wujud/bentuk (figuratif dan non figuratif), berdasarkan ukuran bahan bonggol bambu (bonggol bambu berukuran kecil, bonggol bambu berukuran sedang dan bonggol bambu berukuran besar), berdasarkan matra (dwi matra dan tri matra) dan berdasarkan penggunaan kontruksi. Kata Kunci : bonggol bambu, seni kerajinan, seni rupa CRAFT BONGGOL BAMBOO I KADEK SUDANCO DI BANJAR SRIBATU, DESA PENGLUMBARAN, KECAMATAN SUSUT, BANGLI. by I Putu Agus Santika Putra, NIM 1112031009 Jurusan Pendidikan Seni Rupa ABSTRACT This research aims to obtain data about: (1) the tools and materials used in the making a craft of bonggol bamboo by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli. (2) The crafting process of bonggol bamboo by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli.. (3) The types of handicrafts by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli. This research is a descriptive research with qualitative approach. The subject of this research is I Kadek Sudanco’s handicraft, and the object are bonggol bamboo’s handycraft. Data Collection in this research done with the technique (1) observations, (2) interviews,(3) documentations, and (4) literatures. The instrument that used is (1) observation instruments, interview instruments, documentation instruments and bibliographical instruments. Analysis of the data used is (1) domain analysis and (2) taxonomy analysis. The results of this research are: (1) the tools used in the making craft of bonggol bamboo, among others: kepe, hammer, sculpture, blakas, saws, drill, grinding machine, chainsaw and compressor. The material used among others: bongol bamboo, cham, G glue , Fuma wood glue and ropes. (2) The crafting process of bonggol bamboo by I Kadek Sudanco begin with material acquisition, material selection, forming, construction and finishing. (3) the products that are produced by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli can be grouped based on the extant/forms (figurative and non-figurative), based on the bonggol bamboo size ( small, medium, and large), based on matra (dwi matra and tri matra) and based on the construction spend. keyword : bonggol bamboo, crafts, art
ANALISIS GAMBAR EKSPRESI BEBAS KARYA SISWA KELAS VII DALAM KEGIATAN MENGGAMBAR BEBAS DI SMP N 1 TAMPAKSIRING I Gede Dwitra N. Artista .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan tema gambar ekspresi bebas hasil karya siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tampaksiring dalam kegiatan menggambar dan (2) Mendeskripsikan elemen gambar ekspresi bebas hasil karya siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tampaksiring dalam kegiatan menggambar. Penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling pada saat kegiatan menggambar dengan cara mengajak anak menggambar bebas secara berkelompok sesuai kelasnya masing-masing. Sementara itu gambar-gambar hasil karya siswa akan dipilih secara acak dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tema gambar dari masing-masing siswa, sangat beragam. Setiap tema yang ditampilkan siswa dalam hasil karyanya menunjukkan adanya indikasi kecenderungan pengaruh lingkungan siswa. Faktor-faktor seperti lingkungan tempat tinggal serta pekerjaan orang tua memberi pengaruh kuat bagi siswa dalam pemilihan tema gambar mereka. Seperti pula yang dipaparkan pada tahapan Pseudo Naturalistic Stage. (2) Berdasarkan hasil observasi terhadap gambar-gambar hasil karya siswa tersebut dapat dilihat bahwa objek yang ditampilkan pada bidang gambar siswa secara keseluruhan sangatlah beragam mulai dari pepohonan, persawahan, sungai, binatang, tokoh kartoon, sarana kebudayaan, serta karikatur. Sebagian besar garis yang dihasilkan siswa sangat tegas. Pewarnaan keseluruhan karya siswa menggunakan pensil warna dengan teknik arsiran. Penggunaan ruang yang dilakukan siswa, hampir sebagian besar tampak memenuhi bidang gambar. Kata Kunci : gambar ekspresi, pseudo Naturalistic Stage, wujud karya seni This study was aimed to (1) describe the theme of the image students in drawing free art expression at VII grade of SMP Negeri 1 Tampaksiring and (2) describe the image element students in drawing free art expression at VII grade of SMP Negeri 1 Tampaksiring. This study used cluster-sampling technique when drawing as a means to invite children to draw freely in groups within a class. While the images of students’ art will be further randomly selected and analyzed. The results showed that (1) the theme of the image of each student is very diverse. Each theme showed the students in their work, indicated a tendency to students ‘environmental influences. Environmental factors such as residence and parents’ profession strongly influenced the choice of theme for students in their image as also described in stages Pseudo Naturalistic Stage. (2) Based on the observation of images of students' art, it could be seen that the object shown in the image area students are extremely diverse in range, begin from trees, rice fields, rivers, animals, different cartoon characters, cultural facilities, as well as caricatures. Most of the result line students were very firm. Overall student work using colored pencils with shading techniques. The use of the student space, almost the majority seemed to fill the picture area. keyword : image expression, pseudo Naturalistic Stage, form of art
ANALISIS GAMBAR IMAJINATIF ANAK PADA KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SINGARAJA BULELENG BALI Fitri Ayu Nurjannatin .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk visual gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (2) mengetahui tema gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (3) menafsirkan atau menganalisis ulang hasil bentuk dan tema gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali dikaji melalui teori Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain dan kurikulum TK Aisyiah Bustanul Athfal. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data ialah observasi, wawancara, kepustakaan, dokumentasi, diskusi FGD (focus group discussion) dan life history. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk visual ditinjau dari gambar imajinatif melalui pendekatan inspiratif dan permisif hasil dari visualisasi inkblot (tetesan tinta) dan teknik lipat serta dikaji dari teori Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain pada masa prabagan dari garis, warna dan bidang/ruang/komposisi. (2) tema gambar imajinatif anak dikaji dari kurikulum TK Aisyiah Bustanul Athfal terdiri dari (a) Lingkunganku, (b) Tanah Airku, dan (c) Ruang Angkasa. (3) menafsirkan atau menganalisis ulang hasil bentuk dan tema gambar imajinatif dikaji dari teori Oho Garha terdiri dari (a) gambar tipe visual, (b) gambar tipe haptik, dan (c) gambar tipe campuran. Kata Kunci : Gambar Imajinatif, Seni Rupa Anak, dan Tetesan Tinta This research aims to (1) know shape the visual image imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (2) know the theme of the picture the imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Buleleng Singaraja Bali, (3) interpret or analyze the results of the shape and theme pictures imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Buleleng Singaraja Bali studied through theory Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain and curriculum Taman Kanak-kanak Aisyiah Bustanul . Type a descriptive qualitative research. Data collection technique is observation, interview, literature, documentation, discussion FGD (focus group discussion) and life-history. The results showed that (1) the shape of visual images in terms of inspiring and imaginative approach permissive result of visualization inkblot (ink droplets) and folding technique and studied from theory Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain during prabagan terms of line, color and field or space or composition. (2) theme imaginative images of children studied from curriculum Taman Kanak-kanak Aisyiah Bustanul Athfal consisting of (a) My environment, (b) My fatherland, and (c) Outer space. (3) interpret or analyze the results of shapes and themes imaginative picture studied through theory Oho Garha including: (a) the type of visual image, (b) the type of haptic image, and (c) mixed-type image.keyword : image imaginative, visual art for play group, inkblot
PROSES KREATIF I NYOMAN SUKANTA PERAJIN UKIR TELUR I Wayan Ginastra .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) Bagaimanakah riwayat berkesenian I Nyoman Sukanta?. (2) Bagaimanakah sumber ide ukiran telur karya I Nyoman Sukanta?. (3) Bagaimanakah proses perwujudan ide ukiran telur karya I Nyoman Sukanta?. Subyek penelitian ini adalah I Nyoman Sukanta dengan objek kerajinan ukir telur. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) purposive sampling, (3) wawancara, (4) cross check (5) kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) riwayat berkesenian I Nyoman Sukanta dimulai dari sejak SMP karena sering melihat ayahnya mengukir telur. Dari sana dia belajar secara diam-diam dari melihat keahlian sang Ayah. Hingga saat ini Nyoman Sukanta masih terus berkarya, karena baginya meneruskan apa yang ditinggalkan sang ayah merupakan kewajibannya sebagai generasi penerus. (2) sumber inspirasi I Nyoman Sukanta dalam berkarya berasal dari permintaan konsumen yang memesan. Karya ukiran telur yang telah dibuat oleh Nyoman Sukanta pada umumnya banyak mengadopsi penggalan-penggalan cerita Ramayana dan Mahabharata. Namun ada juga beberapa konsumen yang memesan cerita-cerita diluar itu. (3) Perwujudan karya I Nyoman Sukanta yang termasuk ke dalam jenis karya relief dua dimensi banyak memvisualisasikan objek dari isi penggalan cerita Ramayana dan Mahabharata. Kata Kunci : proses kreatif, ukir telur. The goals of this research are to get some information. Abaout; (1) How about historical art of I Nyoman Sukanta? (2) What is the source of the idea of carving the eggs by I Nyoman Sukanta?. (3) How is the process of embodiment carving the eggs of I Nyoman Sukanta ?. This subject of this research is I Nyoman Sukanta with egg carving craft as the objects. Collecting data or information was done by (1) observation, (2) purposive sampling, (3) interviews, (4) cross-check (5) Bibliography . Data were analyzed by using domain analysis techniques and taxonomy. The results showed that: (1) history of art I Nyoman Sukanta begin from junior high school because he often saw his parent carve eggs. From that experience, he studied secretly from seing expertise his father. Until now Nyoman Sukanta still continue to work, because he think that continue what his father done is one of his obligation as the next generation. (2) a source of inspiration of I Nyoman Sukanta comes from consumer demand book. Egg carving works that have been created by Nyoman Sukanta generally adopted from fragments of Ramayana and Mahabharata. But there are also some consumer who order the stories beyond. (3) The realization of works by I Nyoman Sukanta belonging to the type of two-dimensional relief work a lot visualize objects from the contecs of a fragment of the Ramayana and Mahabharata. keyword : creative process, carved eggs.
PROSES KREATIF MOHAMMAD UBAITUL QOMAR, SENIMAN KALIGRAFI TABANAN Nurur Rahman .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) biografi Mohammad Ubaitul Qomar, seniman kaligrafi Tabanan; (2) dari mana datangnya sumber gagasan dan konsep seni kaligrafi Mohammad Ubaitul Qomar; dan (3) bagaimana perwujudan konsep dan perwujudan gagasan kaligrafi Muhammad Ubaitul Qamar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, pendokumentasian, dan life history. Sasaran dalam penelitian ini adalah Mohammad Ubaitul Qomar. Data dianalisis menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil temuan dari penelitian ini yaitu (1) Mohammad Ubaitul Qomar terlahir 21 tahun silam, tepatnya pada tanggal 14 Juni 1994 di Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Sejak di bangku sekolah dasar Ubai sudah mengenal kaligrafi kemudian mendalami kaligrafi di Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di LEMKA (Lembaga Kaligrafi Alquran). Beberapa kali ikut MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) dan memperoleh beberapa penghargaan dalam bidang kaligrafi Arab; (2) konsep dalam penggubahan kaligrafinya banyak datang dari lingkungan sekitar baik itu dari sumber daya manusia maupun dari sumber daya alam. Ide juga berasal dari pemesan yang mengajukan gagasannya kepada Ubai untuk direalisasikan atau negosiasi dan kesepakatan diantara kedua belah pihak. Konsep yang digunakan yaitu bentuk-bentuk geometris, alam, arsitektur (bentuk bangunan), abstraksi, luar angkasa, dan mushaf Alquran; (3) Alat dan bahan yang digunakan adalah pensil, penghapus, spidol, penggaris, gunting, cutter, jangka, pena, kuas, ember, alas, kertas, triplek dinding, kanvas, tinta, cat, dan pigmen. Tahapan dalam proses penggubahan kaligrafinya yaitu proses sketsa, pembuatan mal, pengaplikasian mal, pewarnaan pola dasar, pemberian motif hias, penulisan ayat, dan finishing. Jenis khat yang digunakan adalah khat naskhi, tsulutsi, farisi, diwani, diwani jali, riq’ih, dan kufi. Jenis iluminasi yang digunakan adalah motif arabes, motif bunga dan ranting, motif tali dan rantai, serta motif geometris. Jenis kaligrafi yang digubah adalah kaligrafi naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan kontemporer.Kata Kunci : proses kreatif, seniman, kaligrafi arab This study aimed to describe (1) the biography of Mohammad Ubaitul Qomar, Tabanan calligraphy artists; (2) where the ideas and the art concept of calligraphy of Mohamad Ubatul Qomar come from, and (3) how the embodiment of the concept and idea calligraphy of Muhammad Qamar Ubaitul are. This research is a qualitative descriptive study. The data were obtained by doing observation, interview, documentation, and life history. The target of this research is Mohammad Ubaitul Qomar. The data were analyzed by using open coding, axial coding, and selective coding. The findings of this study are (1) Mohammad Ubaitul Qomar who was born 21 years ago, precisely on June 14, 1994 in Pupuan village, the district of Pupuan, Tabanan. Ubai has been familiar with calligraphy since studied in elementary school, then he studied calligraphy in Sukabumi, West Java, precisely in LEMKA (Qur'an Calligraphy Institute). He had participated in MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) for several time and earned several awards in the field of Arabic calligraphy; (2) the concepts in the composition of calligraphic come a lot from the surrounding environment both from human resources and natural resources. The idea also comes from subscribers who proposed the idea to Ubai to be realized or negotiated and also the agreement between the two parties. The concept used are the geometric forms, nature, architecture (houses), abstraction, aerospace, and Qur'an Manuscripts; (3) Tools and materials used are pencils, erasers, markers, rulers, scissors, cutter, compass, pens, brushes, buckets, mats, paper, plywood walls, canvas, ink, paint and pigment. The stages in the process of composing calligraphic are the processes of sketching, mal manufacturing, mal application, archetype staining, giving decorative motif, writing verse, and finishing. The types khat used are khat naskhi, tsulutsi, farisi, diwani, diwani jali, riq'ih, and kufi. Meanwhile, the types of illumination used are arabes motifs, florals and twigs, rope and chain motifs and geometric motifs. Thus, Types of calligraphy composed are calligraphy script, ornate Manuscripts, décor, and contemporary.keyword : creative process, the artist, arabic alligraphy

Page 2 of 2 | Total Record : 19