cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2016)" : 15 Documents clear
KERAJINAN ANYAMAN BERBAHAN RUMPUT VETIVER DI DUSUN CEGI DESA BAN KECAMATAN KUBU KABUPATEN KARANGASEM I Wayan Lias .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.7790

Abstract

ABSTRAK Pengolahan rumput vetiver menjadi berbagai jenis kerajinan anyaman merupakan fokus pembahasan penelitian ini. Tujuan yang ingin dicapai adalah (1) Untuk mendeskripsikan pengolahan rumput vetiver menjadi anyaman, (2) Untuk mengetahui bentuk anyaman rumput vetiver, (3) Untuk mengetahui motif anyaman yang dapat dibentuk menggunakan rumput vetiver, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Beberapa teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, dan teknik tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses pengolahan rumput vetiver menjadi anyaman dilakukan dengan berbagai tahapan yaitu (a) panen rumput, (b) membersihkan rumput dari gulma, (c) mengklasifikasikan rumput berdasarkan ukurannya, (d) merebus rumput dengan air yang telah dicampur dengan pewarna, dan (e) pengeringan rumput yang telah direbus, (2) Bentuk anyaman yang dapat dibuat dengan menggunakan rumput vetiver adalah anyaman berbentuk dua dimensi dan anyaman tiga dimensi, (3) Motif anyaman yang digunakan adalah motif kombinasi dasar, motif gerigi, motif variasi miring, motif sekruf, dan motif gergaji. Kata Kunci : Kerajinan Anyaman dan Rumput Vetiver ABSTRACT Manufacturing vetiver grass to becomes many kinds of weaving product is the main focused in this research. The aims are; (1) to describe manufacturing of vetiver grass to becomes a product, (2) to know the shape of vertiver grass weaving, (3) to know the design of a woven product by using vetiver grass. This research is a descrivtive research by using qualitative approach. There are some techniques used in collecting the data, they are; observation technique, interview, documentation, and a book view technique. The result of this research showed that; (1) the process of manufacturing vetiver grass becomes a woven have been done through many steps; (a) harvesting the grass, (b) cleaning the grass from the weeds, (c) classified the grass based on its shapes, (d) boiled the grass in a water mixed by colour pigments, and (e) dried the boiling grass, (2) the shape of a woven which made from vetiver grass is a woven with two dimensions and a woven with three dimentions, (3) the design used is a basic design, toothed edge design, variated angle design, a screw design, and a saw design. keyword : woven handicrafts and vetiver grass
KERAJINAN ANYAMAN HIASAN LAMPU BERBAHAN ROTAN DI TRANSIT BALI ART SHOP SUKAWATI, GIANYAR I Gede Made Feri Wijaya .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8001

Abstract

KERAJINAN ANYAMAN HIASAN LAMPU BERBAHAN ROTAN DI TRANSIT BALI ART SHOP SUKAWATI, GIANYAR I Gede Made Feri Wijaya, I Gst. Nyoman Widnyana, Mursal Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia e-mail : feriwijaya40@yahoo.com Gungman_art@yahoo.com Buyungmursal@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai kerajinan anyaman hiasan lampu berbahan rotan di “Transit Bali Art Shop”. Alasan dari penelitian ini adalah melihat benda seni kerajinan ini memiliki keunikan dalam penggunaan bahan, bentuk, dan modifikasi yang dilakukan. Berkaitan dengan hal tersebut muncul pemikiran untuk mengetahui lebih dalam mengenai alat dan bahan, proses serta jenis-jenis kerajian yang dihasilkan di “Transit Bali Art Shop”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Alat dan bahan pembuatan kerajinan anyaman, (2) Proses pembuatan anyaman rotan untuk hiasan lampu (3) Mendeskripsikan jenis-jenis hiasan lampu berbahan rotan di “Transit Bali Art Shop”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Proses Pembuatan Kerajinan Anyaman Hiasan Lampu Berbahan Rotan di “Transit Bali Art Shop” Sukawati, Gianyar. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan hiasan lampu berbahan rotan di “Transit Bali Art Shop” Sukawati, Gianyar antara lain: gunting rotan, gunting besi, pengelasan, kompor perak (semprot), kuas dan mesin kompresor. Sedangkan bahan yang digunakan antara lain: rotan jadi (sudah diproses), kulit rotan (foc), kawat besi, cat polibest, cat luxor, melamin, tinner, kain rayon, lem fox, hardener dan bahan tambahan seperti lidi kelapa, manggar. (2) Proses pembuatan anyaman rotan untuk hiasan lampu yaitu: pembuatan desain, proses kerangka, pengecatan kerangka, proses lilitan dengan kulit rotan pada kerangka, proses kerangka anyaman (peniangan), proses penganyaman, proses pengomporan, proses finishing yang dilakukan dengan dua teknik yaitu dengan teknik finishing melamin gloss dan teknik finishing pewarnaan luxor dan penambahan bahan tambahan seperti kain rayon, lidi, dan manggar. (3) Jenis-jenis hasil kerajinan hiasan lampu berbahan rotan adalah: silinder ruet, siluet ruet, boks ruet, apolo ruet, silang ruet, opal ruet, basabasi ruet, kerucut ruet, silinder tumpuk ruet, bola ruet, bola ruet tanpa rangka, botol ruet, daun ruet, ufo ruet, keong ruet, tulip thailand ruet, bawang lidi ruet, silinder variasi ruet.Kata Kunci : Kerajinan, Ayaman rotan, Jenis hiasan lampu WICKER CRAFT FOR LIGHTS DECORATION WHICH IS MADE UP USING RATTAN AT TRANSIT BALI ART SHOP SUKAWATI, GIANYAR I Gede Made Feri Wijaya, I Gst. Nyoman Widnyana, Mursal Departmen of Seni Rupa Ganesha Education University Singaraja Singaraja, Indonesia e-mail : feriwijaya40@yahoo.com Gungman_art@yahoo.com Buyungmursal@gmail.com Art Education Department This research discuss about wicker craft for lights decoration which is made up using rattan in “Transit Bali Art Shop”. The purpose of this research is to examine the craft thing that has unique characteristics in the use of material, form, and modification that being done. Based on that fact, the researcher wants to know deeper about the tools and materials, the process, and also kinds of craft that is produce in “Transit Bali Art Shop”. This research aims to know (1) The tools and materials in making the wicker craft, (2) The process in making rattan wicker for lights decoration, (3) To describe the kinds of lights decoration which is made up using rattan in “Transit Bali Art Shop”. This research is a descriptive qualitative research. The subject of this research is The Process of Making Wicker Craft for Lights Decoration which is made up Using Rattan in “Transit Bali Art Shop” Sukawati, Gianyar. The method of collecting data in this research is using observation method, interview, documentation, and literature review. The result of the study shows that (1) The tools and materials that is used in making wicker craft for lights decoration from rattan in “Transit Bali Art Shop” Sukawati, Gianyar such as, rattan scissors, iron scissors, welding, silver stove (spray), brush, and compressor engines. While the materials used include: rattan (processed), leather rattan (foc), iron wire, polibest paint, luxor paint, melamine, thinner, rayon fabric, glue fox, hardener, and some additional materials like coconut sticks, manggar. (2) The process of making rattan wicker craft for lights decoration are making the design, the process of making frame, painting the frame, the process of twisting the rattan in the frame, the process of making the wicker (peniangan), the wicker process, the heating process, the finishing process which is done by two technique such as finishing technique using gloss melamine and finishing technique using luxor paint and adding some materials like rayon fabric, sticks, and manggar. (3) The kinds of wicker craft product for lights decoration which is made up using rattan is complex cylinder, complex silhouette, complex box, complex apolo, complex cross, complex oval, complex basabasi, complex cone, complex piles cylinder, complex ball, complex ball without frame, complex bottle, complex leaves, complex UFO, complex snail, complex Thailand tulip, complex sticks of onion, and complex variation of cylinder.keyword : Keywords: craft, rattan wicker, kinds of lights decoration.
KERAJINAN HIASAN MURDHA DI DESA MANUABA, KECAMATAN TEGALALANG, KABUPATEN TINGKAT II GIANYAR Gede Koi Sanda .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8026

Abstract

Penelitian ini berjtujuan untuk mendeskripsikan: (1) Keberadaan kerajinan murdha di Desa Manuaba, Tegalalang, Gianyar, (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan murdha di Desa Manuaba, Kecamatan Tegalalang, Kabuapten Gianyar (3) Proses pembuatan dan motif kerajinan murda di Desa Manuaba,Tegalalang, Gianyar ? (4) Pewarisan kerajinan murdha di Desa Manuaba, Tegalalang, Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Subjek penelitian ini adalah kerajinan murdha oleh Made Adinarsa.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah (1) Kerajinan seni murdha di Desa Manuaba digunakan sebagai hiasan pada atap sanggah, tetapi ada juga yang dipakai pada atap rumah dan pagar rumah. Bentuk murdha yang dibuat oleh masyarakat di Desa Manuaba sudah mengalami perkembangan bentuk yang dulunya biasanya jarang menggunakan motif kekarangan, namun sekarang pengerajin murdha Desa Manuaba cendrung menggunakan motif kekarangan dan bun-bunan. (2) Alat dan bahan yang dipakai dalam pembuatan kerajinan murdha di Desa Manuaba meliputi pisau, tang, gergaji besi, ember, kuas, saringan tepung, semen, mill, kawat ikat, kawat jarring, cat dan air. (3) Proses pembuatan kerajinan murdha, di Desa Manuaba diawali dengan proses pembuatan rangka, pencampuran bahan baku, pembuatan motif, amplas, finishing. (4) Sistem pewarisan kerajinan murdha di Desa Manuaba menggunakan sistem pewaris turun-temurun, dari orang tua ke anak. Kata Kunci : Kata Kunci: Seni hiasan murdha. ABSTRACT This study intended to describe: (1) The existence of murdha handicraft in Manuaba vilage, Tegalalang, Gianyar, (2) the tool and the materials be used the manufacture murdha in ManuabaVillage, TegalalangDistrict, Gianyar regency (3) In the process of produktion and motivehandicraft of murda in Manuaba Village, Tegalalang, Gianyar? (4) Inheritance of Manuaba handicraftin murdha Village, Tegalalang, Gianyar regency. This research is a descriptive with qualitative approach. The subjects in this research ismurdha handicraft by Made Adinarsa. The collecting of the data in this study using by technic of observation, interviews, documentation, and literature. The result of findings in this study is (1) the art of murdha handicraft in manuaba village is used to be ornament in tample but there are used for the roof in hause and also for fence inhause. The design of murdha made by of community in manuaba village alredy have development design at once rarely using kekarangan design, but now the maker of murdha in manuaba village there is used kekarangan desidn and bun-bunan. (2) The tool and the materials in frocess of murdha handicraft is cemen, knife, pliers, hacksaw, bucket,brushes, sieve of the flour, mill, wire belt, wirenets, paint and water. (3) The process production of murdha, in Manuaba village is begins with process making frame, the mixing of raw materials, manufactury of motive sanding, and then. (4) The system of in heritance murdha handicraft in manuaba village using system from generation to generation, from parents to child keyword : The garnish art of murdha
PROFIL PELUKIS BULELENG SETELAH MASA KEMERDEKAAN SAMPAI SEKARANG I Made Suastika Yasa .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8049

Abstract

Abstrak Penelitian survei ini bertujuan (1) mencatat profil pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang, (2) mendeskripsikan tema dan gaya karya pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang. Sumber data berasal dari katalog pameran, museum Buleleng, wawancara langsung kepada pelukis Buleleng dan praktisi seni. Penulis menyusun data berupa data tertulis (teks). Data disusun dari usia yang paling tua hingga usia yang paling muda. Masing-masing pelukis ditulis profilnya, dideskripsikan pemikiran kepelukisan dan kekaryaannya (tema dan gaya). Profil pelukis Buleleng yang berhasil dikumpulkan berdasarkan kriteria yang dibuat berjumlah 23 pelukis meliputi Jro Dalang Diah, Made Githa, Wayan Putu Rugeg, Gede Mangku, Made Hardika, Nyoman Suma Argawa, Tini Wahyuni, Ari Sudarma, Made Saputra, Wayan Arnawa, Ketut Santosa, Karmawedha, Made Rakyana, Made Ariana, I Komang Suaka, I Ketut Adi Santiasa, I Ketut Samuderawan, Nyoman Nuyasa, I Nyoman Rediasa, Kadek Suwismaya, Kadek Suradi, I Ketut Kendy Paradika dan I Gede Kenak Eriada. Deskripsi pelukis tersebut, dalam pendidikan terdapat 2(dua) kategori yaitu pelukis akademis dan non akademis. Dalam keprofesian ada kategori pelukis yang melakoni aktivitas melukis sebagai profesi dan sampingan. Ada keseimbangan antara jumlah pelukis akademis dengan jumlah pelukis non akademis. Jumlah pelukis Buleleng yang yang melakoni aktivitas melukis sebagai sampingan lebih banyak daripada pelukis yang melakoninya sebagai sebuah profesi. Tema-tema yang diusung oleh pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang meliputi pewayangan, sosial budaya, alam, spiritual, dan potret. Gaya yang diusung pelukis Buleleng meliputi gaya dekoratif, kubistis, naif, naturalis, realis, abstrak, ekspresif dan surealis. Kata Kunci : Pelukis Buleleng, Masa Kemerdekaa,, Tema dan Gaya Abstract This survey research is purposed to (1) make a note data of Buleleng artists profiles since the independence day of Indonesia until now, (2) describe theme and style of the creations of Buleleng artists since independence day until now. Resources of the data are taken from exhibition catalogs, Buleleng’s museum, direct interview with the Buleleng’s artists and art practitioners. Writer make the data as a written data (text). The Data was described from the oldest to the youngest. Each of artist’s profiles was written, the artist’s thoughts and creations (theme and style) are described. Profiles of Buleleng’s artists which gathered by the criteria are 23 artists : Jro Dalang Diah, Made Githa, Wayan Putu Rugeg, Gede Mangku, Made Hardika, Nyoman Suma Argawa, Tini Wahyuni, Ari Sudarma, Made Saputra, Wayan Arnawa, Ketut Santosa, Karmawedha, Made Rakyana, Made Ariana, I Komang Suaka, I Ketut Adi Santiasa, I Ketut Samuderawan, Nyoman Nuyasa, I Nyoman Rediasa, Kadek Suwismaya, Kadek Suradi, I Ketut Kendy Paradika and I Gede Kenak Eriada. The described artists was described in 2 (two) categories by their education record which is academic artists and non-academic artists. In professionalism there are artists who do art activity as a profession and as a side-activity. There are a balance within the number of the profession and the side-activity artists. The number of Buleleng’s side-activity artists are more than the profession artists. The themes that used by the Buleleng’s artists after the independence day is pewayangan, social-culture, nature, spiritual, and portrait. The styles that used by Buleleng’s artists is decorative, cubistic, naïve, naturalist, realist, abstract, expressive, and surrealist. keyword : Buleleng’s artists, independence, theme and style
TEKNIK OKSIDASI DI GAYA CERAMIC AND DESIGN, DESA SAYAN KUTUH, UBUD, GIANYAR Ni Wayan Septiari .; Dra. Luh Suartini .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8051

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam proses pengerjaan teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design . (2)Proses Oksidasi itu di Gaya Ceramic and Design. (3) Rupa yang dihasilkan dari teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah industri produksi dari Marcello Massoni. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam penerapa teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design, alat: mesin pengolahan tanah, mesin penyaringan tanah, mesin pencampur tanah, timbangan tanah, ember, triplek, ember drim, putaran mesin, rak penyimpanan, putaran tangan (hand whell), timbangan glasir, tungku, sudip, butsir, pisau pemotong, senar pemotong, pahat, kuas, pulpen bekas, spon, alat penjepit, sendok sayur dan sutil, saringan glasir. Bahan: tanah liat, glasir, gas elpiji, lem, kulit padi (sekam) dan pasir. (2) proses pembuatan keramik dengan teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design yang meliputi antara lain: Proses penyiapan bentuk keramik, proses pembentukan keramik, proses pengeringan pertama, proses pengeleman, proses pendekorasian, proses pengeringan tahap ke dua, proses pembakaran pertama, proses pengglasiran, proses pembakaran kedua dengan teknik Oksidasi. (3) Produk yang dihasilkan dari penerapan teknik oksidasi kulit padi (sekam) meliputi: teko, gelas minuman, mangkuk kecil, mangkuk besar, gelas sup, mangkuk minuman, tempat minuman. Produk yang dihasilkan dari penerapat teknik oksidasi pasir meliputi: teko, tempat pemerasan jeruk, tempat minum, tempat penyimpanan garam, tempat susu dan cream, tempat kopi, tempat alas makan, tempat lilin, tempat minuman teh, tempat sup, tempat nasi, tempat air minuman. Kata Kunci : teknik Oksidasi, alat dan bahan, bentuk produk Abstract This research was aimed at describing: (1) tools and materials used in the process of oxidation technique at cheramic style and design. (2) The process of oxidation technique at cheramic style and design. (3) The product that was resulted from the process of oxidation technique at cheramic style and design. This study was a kind of descriptive research with qualitative approach. The subject in this study was production industry from Marcello Massoni. The process of data collection is done using several techniques, such as (1) observation, (2) interview, (3) dokumentation, and (4) literature. The findings of this research are: (1) Tools and material used in the oxidation process at cheramic style and design; tools: soil processing machine, soil filter machine, soil mixing machine, bucket, plywood, drum, wheel machine, shelf storage, fireplace, knife mower, strings mower, chisel, small brush, pen, sponge, brace, and spatula; Materials: clay, glazing, gas, glue, husk, and sand. (2) The process of making cheramic by using oxidation technique at cheramic style and design including: the preparation process of shaping the cheramic, the cheramic shaping process, first drying process, the process of giving glue, decoration process, second drying step, first burning step, the process of penglasiran, second burning step by oxidation technique. (3) The products that was resulted from the implementation of oxidation technique using husk were: teapot, glass, small bowl, big bowl, soup bowl, drinking bowl, and place for drinking. The producst that is resulted from the implementation of oxidation technique using sand were: teapot, orange distilation, place of drinking, salt storage, milk and cream storage, place for coffe, pedestial, candelabrum, place for tea, soup, rice, and water for drink. keyword : oxidation technique, tools and materials, form of product
PROSES PEMBUATAN GITAR UKIR I WAYAN TUGES DI DESA GUWANG, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN TINGKAT II GIANYAR I Made Winarta .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan gitar ukir I Wayan Tuges di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, kabupaten Tingkat II Gianyar; (2) proses pembuatan gitar ukir I Wayan Tuges di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, kabupaten Tingkat II Gianyar; (3) bentuk dan motif yang digunakan pada gitar ukir I Wayan Tuges di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, kabupaten Tingkat II Gianyar. Subjek dalam penelitian ini adalah I Wayan Tuges. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahan yang digunakan dalam gitar ukir I Wayan Tuges ini adalah kayu, lem kayu, tru-oil, cat acrylic, strings (senar gitar), tuning keys/tuning machines, nut gitar. Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan gitar ukir I Wayan Tuges adalah refrigerated dehumidifier, mesin gergaji pemotong, mesen gergaji pembelah, mesin serut (planner), mesin ketam perata/jointer, mesin router, pahat ukir kayu, pengotok (martil kayu), press neck gitar, dan gergaji besi mini. (2) Proses pembuatan gitar ukir karya I Wayan Tuges yaitu mulai dari pemilihan bahan baku kayu, pemotongan bahan baku kayu, pembelahan bahan baku kayu, penghalusan bahan baku kayu, perataan (mengetam) bahan baku kayu, proses router, penyimpanan balok kayu, pembuatan design bentuk dan motif gitar ukir, proses pengeringan pola dasar badan gitar, merekatkan rangka pada badan gitar, press body side gitar, menyusun body side gitar, pembuatan body top dan back gitar, pelapisan body gitar, pengukiran body gitar, pembuatan neck (leher) gitar, pemasangan bagian neck gitar, finishing. (3) Bentuk dan Motif yang Digunakan pada Gitar Ukir I Wayan Tuges yaitu bentuk Double Neck, Bentuk Gitar Lubang Resonansi Atas, Bentuk Gitar Standar, sedangkan motif yang digunakan yaitu motif pepatran, motif flora, motif fauna, motif pewayangan. Kata Kunci : Gitar Ukir I Wayan Tuges ABSTRACT This study aims to determine: (1) materials and tools used in the manufacture of the I Wayan Tuges guitar carving in Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Tingkat II Gianyar; (2) the process of making the I Wayan Tuges guitar carving in Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Tingkat II Gianyar; (3) forms and motifs used on the I Wayan Tuges guitar carving in Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Tingkat II Gianyar. The subject of this study was I Wayan Tuges. Data collection methods used in this research was the method of observation, interviews, documentation and literature. The data were analyzed by using descriptive qualitative approach. The results of this study showed that: (1) the materials used in the I Wayan Tuges guitar carving is wood, wood glue, tru-oil, acrylic paint, strings (guitar strings), tuning keys / tuning machines, guitar nut. The tools used in the manufacture of the I Wayan Tuges guitar carving are refrigerated dehumidifier, chainsaw cutting, saws splitting machine, shaved machine (planner), planers grading / jointer machine, router machine, chisel wood carving, pengotok (wooden hammer), press neck guitar, and mini hacksaw. (2) The process of making the guitar carving by I Wayan Tuges started from selecting raw materials of wood, cutting the wood raw materials, splitting the wood raw materials, refining the wood raw materials, smoothing (harvest) of wood raw materials, routers process, storage timber beams, manufacturing design of forms and motifs guitar carving, drying processes archetypal guitar body, gumming the frame of the guitar body, pressing the guitar body side, composing the guitar body side, manufacturing the guitar body top and back, coating the guitar body, sculpting the guitar body, manufacturing the guitar neck, attaching the guitar neck parts, finishing. (3) The forms and motifs used on the I Wayan Tuges guitar carving are Double Neck form, upper resonance hole guitar form, standard guitar form, while the motif used is pepatran motifs, flora motifs, fauna motifs, puppet motifs. keyword : I Wayan Tuges guitar carving
Arsitektur Rumah Pacenan di Desa Nelayan Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo Mohammad Arifurrohma .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8057

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah dan keberadaan Rumah Pacenan di Kecamatan Jangkar; (2) pola arsitektur dilihat dari pembagian ruang, fungsi, hiasan atau ornamen serta nilai estetis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga orang tukang pembuat rumah pacenan dan budayawan dan objek penelitian ini adalah rumah pacenan. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara dan kepustakaan. Dengan menggunakan analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Sejarah rumah pacenan di Kecamatan Jangkar yaitu ada seorang laki-laki yang melamar seorang gadis di Desa Jangkar yang membuatkan rumah sebagai mas kawinnya, kemudian rumah itu disebut dengan rumah pacenan karana lelaki tersebut berasal dari tanjung pecinan. Kemudian rumah tersebut dikembangkan. Keberadaan rumah pacenan di Kecamatan Jangkar sudah banyak yang mengalami modifikasi hal ini dikarenakan beberapa faktor antara lain: banyak bagian rumah yang sudah lapuk, bagian rumah pacenan dijual karena harga menggiurkan dan memodifikasi rumah pacenan karena ingin mengikuti tren hari ini. (2) pola arsitektur rumah pacenan menggunakan pola atap seperti gunung yang disebut dengan bubung, menggunakan empat tiang belakang dan dua tiang depan . ukuran rumah pacenan menggunakan ukuran kaki dan sangat bervariasi antara lain 15, 17, 19 dan 21. Rumah pacenan mempunyai 2 ruang yaitu amper/ruang tamu berfungsi tempat menerima tamu dan roma /tempat istirahat berfungsi sebagai tempat istirahat bersifat pribadi tidak sembarang orang boleh masuk kecuali orang yang sudah diizinkan oleh tuan rumah. Ornamen pada rumah pacenan kebanyakan dengan motif hewan, bunga dan geometris tidak ada nilai historis didalamnya hanya berfungsi sebagai nilai keindahan saja. Nilai estetis dari rumah pacenan terlihat saat semua bagian dari rumah pacenan berjalan dengan sebagaimana fungsinya. Kata Kunci : arsitektur, sejarah, pacenan This study aims to determine: (1) the history and existence of Home Pacenan in District Jangkar (2) architectural pattern seen from the division of space, function, decoration or ornament and aesthetic value. This research is a descriptive qualitative approach. The subjects were three other carpenters and cultural pacenan home maker and the object of this study is pacenan home. The method used for collecting data in this study are documentation, interviews and literature. By using the domain analysis and taxonomy. The results of this study indicate that: (1) The history of the house pacenan in District Jangkar there was a man who proposed to a girl in the village of Jangkar that he made the house as a dowry, then the house was called the house pacenan because these man came from the promontory of Chinatown. Then the house was developed. The existence of houses in the district pacenan in Jangkar many have been modified this is due to several factors, among others: many parts of the house that had rotted, part pacenan homes sold for an amazing price and modify pacenan houses because they want to follow the trend these days. (2) architectural pattern pacenan home using a pattern roof like a mountain ridge called, using four-pole and two-pole behind the fron.. The size pacenan home use foot size and vary considerably among others 15, 17, 19 and 21. The house has two rooms that pacenan amper / living room serves the reception area and roma / rest area serves as a place of rest is personal not just anyone allowed in except people who have been permitted by the host. Ornaments at house pacenan mostly with motifs of animals, flowers and geometric no historical value of art in it, only serves as an aesthetic value alone of art are same. Pacenan aesthetic value of art the house looks when all parts of the house pacenan running as its function. keyword : architecture, history, pacenan
PROSES KREATIF PERUPA SAIKONI DI DESA TEGALSARI NGANDONG BANYUWANGI Riza Nur Hanafi .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8093

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui, (1) latar belakang Saikoni dalam berkarya seni (2) konsep karyanya (3) media yang digunakannya (4) bahan dan peralatan yang digunakan (5) proses berkarya (6) bentuk karya yang dihasilkan. Subjek dan objek penelitian adalah Saikoni. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) proses kretif Saikoni berasal dari pengalamannya mengamati manfaat lain dari kotoran unggas dan barang yang tidak terpakai sebagai media untuk berkarya seni. Tidak semua karya menggunakan kotoran, tetapi hanya topeng yang dibuat dengan menggunakan kotoran unggas, sedangkan karya miniatur taman dibuat menggunakan barang lama yang tidak digunakan lagi (2) Konsep Saikoni lebih menggambarkan tentang bagaimana mewujudkan lingkungan yang bersih. Saikoni ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah. (3) media yang digunakan seperti: tembikar, gitar rusak dan kotoran unggas. (4) Bahan yang digunakan Saikoni seperti: semen, kaporit, lem kayu, cat, asesoris. Sementara alat berkarya seperti: cetok, palu, kuas, sterofom, ember. (5) Proses pembuatan topeng dari kotoran unggas: (a) mempersiapkan kotoran bebek, kaporit, lem kayu, cetok (b) membuat adonan dasar topeng (c) membuat bentuk topeng (d) pewarnaan. proses pembuatan miniatur taman: (a) mempersiapkan gentong, semen, cetok (b) membuat lubang di sisi gentong (c) masukkan sterofom ke dalam gentong, lalu tempelkan (d) membuat bentuk dasar taman di dalam gentong (e) pewarnaan. (6) Bentuk karya Saikoni ada beberapa bentuk mulai dari karya miniatur taman yang relatif mengambil pemandangan objek wisata Banyuwangi, sedangkan bentuk topeng yang lebih menggambarkan wajah barong. Kata Kunci : Seniman Saikoni, proses kreatif, media. This study aims find out, (1) background the Saikoni in making artwork (2) the concept of his work (3) media it uses (4) materials and equipment used (5) process working (6) form of work produced. Subject and object of research is Saikoni. This research is a qualitative descriptive study. The method used is observation, interview, and documentation. The results of study indicate (1) the process kretif Saikoni originated from his experiences observing other benefits from poultry droppings and unused goods as a medium for art work. Not all the works using dirt, but only the mask created using poultry manure, while the work of the garden miniature made using old stuff that is not used anymore (2) The concept Saikoni more describe about how realizing a environment clean. Saikoni want to change public perception toward trash. (3) the media used is pottery, broken guitar and poultry manure. (4) The materials used Saikoni such as: cement, chlorine, wood glues, paints, accesories. While working tool such as: trowel, hammer, brush, styrofoam, bucket. (5) The process of making a mask of poultry manure: (a) prepare duck droppings, chlorine, timber glue, trowel (b) make a basic dough the mask (c) making a mask shape (d) coloration. The process of creating a the garden miniature: (a) prepare a gentong, cement, shovel. (b) make a hole in the side of gentong (c) insert styrofoam a into gentong, then paste (d) make basic shape the garden in gentong (e) coloration. (6) The form of works Saikoni there are several forms ranging from miniature works of the park relatively taking scenery objects Attraction of Banyuwangi, while the shape mask a more depicts of the barong face. keyword : Artist Saikoni, the creative process, the media.
KOMPOSISI FOTOGRAFI PEMANDANGAN KARYA NUSANTARA PHOTO CLUB INDONESIA Putu Andika Panendra .; Drs.Hardiman, M.Si. .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8094

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan tema pemandangan yang dibuat oleh fotografer Nusantara Photo Club Indonesia (NPCI). (2) Untuk mendeskripsikan dan menginterpretasi komposisi yang terdapat pada karya fotografi pemandangan karya fotografer NPCI. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Jenis-jenis tema pemandangan yang digunakan fotografer Nusantara Photo Club Indonesia dapat dikategorikan sesuai dengan tema pemandangan masing-masing adalah sebagai berikut : A. Foto Landscape atau foto pemandangan daratan, B. Foto Seascape atau foto pemandangan lautan, C. Foto Skyscape atau Foto pemandangan langit, D. Foto Cityscape atau Foto pemandangan perkotaan. (2) Jenis-jenis komposisi fotografi pemandangan karya fotografer NPCI yang dikategorikan sesuai dengan tema pemandangan masing-masing yaitu : A. Komposisi Aturan Sepertiga atau Rule of Third, B. Komposisi Arah Gerak atau Pandang, C. Komposisi Perspektif, D. Komposisi Framing, E. Komposisi Point of Interest (POI), dan F. Komposisi Garis dan Kurva. Kata Kunci : Fotografi, Komposisi, Tema. This research aimed (1) to describe the theme of scenery created by the photographer Nusantara Photo Club Indonesia (NPCI). (2) To describe and interpret the composition contained in the scenery / view photography works of photographer’s NPCI. This research is qualitative descriptive. The data collection technique used is the technique of documentation and literature. The results showed that: (1) The types of theme scenery used photographer’s Nusantara Photo Club Indonesia can be categorized according to theme a scenery / view of each are as follows: A. Landscape Photo or photo of mainland scenery, B. Seascape Photo or photo of ocean scenery, C. Skyscape Photo or photo of sky scenery, D. Cityscape Photo or photo of cityscape urban landscape. (2) The types of scenery photography composition by photographer NPCI sights are categorized in accordance with the views of each theme are: A. Composition Rule of Third, B. Composition Directions Motion or Look, C. Composition Perspectives, D. Composition Framing, E. Composition Point of Interest (POI), and F. The Composition of Lines and Curves. keyword : Photography, Composition, Theme.
WAYANG KULIT SASAK DI DESA KAWO KECAMATAN PUJUT LOMBOK TENGAH Kusyoman Widiat Permana .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8112

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Sejarah dan keberadaan wayang kulit Sasak, (2) Tokoh-tokoh dan rupa wayang kulit Sasak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah wayang kulit Sasak diperkirakan masuk bersamaan dengan penyebaran agama Islam. Islam masuk ke Lombok pada abad ke-16 tahuan 1477, namun belum ada data yang pasti kapan wayang kulit Sasak dipergelarkan. Keberadaan wayang kulit Sasak menyangkut beberapa aspek seperti : (a) Makna filosofi wayang kulit Sasak, (b) Nilai-nilai yang terkandung dalam wayang kulit Sasak, (c) Cerita wayang kulit Sasak, (d) Fungsi wayang kulit Sasak. (2) Tokoh-tokoh dan rupa wayang kulit Sasak. Secara garis besar tokoh wayang dikenal adanya dua pemeran yaitu tokoh baik dan tokoh jahat. Tokoh baik berada di bagian kanan seperti: Jayengrana, Munigarim, Selandir, Umar Maya, Maktal, Taptanus Saptanus. Sedangkan tokoh jahat berada di bagian kiri seperti: Bandar Kale, Ganda Rini, Yama Geni, Randen Kindiri, Nursiwan, Wayang Sekar. Sebagai tinjauan tokoh-tokoh dan rupa wayang kulit Sasak, dilakukan pengkajian berupa: tokoh-tokoh wayang Sasak, wayang kulit Sasak ditinjau dari segi visual, menyangkut bentuk, ukuran, warna dan motif hias. Kata Kunci : Sejarah, tokoh-tokoh, wayang kulit Sasak, ABSTRACT This research aimed to describe (1) the history and existence of wayang kulit Sasak, (2) figures and appearance of wayang kulit Sasak. This study is a qualitative descriptive study. Methods of data collection is done by using the method of observation, interviews, documentation and literature. The results showed that (1) the history of wayang kulit sasak estimated came together with the spread of Islam. Islam came to Lombok in the 16th century in 1477, but no definitive data when wayang kulit Sasak staged. the existence of wayang kulit sasak related to various aspects such as: (a) the meaning of the philosophy of wayang kulit Sasak, (b) the values contained in wayang kulit Sasak, (c) the story of wayag kulit Sasak, (d) the function of wayang kulit Sasak. (2) figures and appearance of wayang kulit sasak. In general there are two figures in wayang that is good guy and bad guy. good guy are in the right side such as: Jayengrana, Munigarim, Selandir, Umar Maya, Maktal, taptunus saptanus. while the bad guy are on the left side such as: Bandar Kale, Ganda Rini, Yama Geni, Raden Kindiri, Nursiwan, wayang Sekar as a review of figures and appearance of Wayang kulit Sasak, conducted the assessment form: the figures of Wayang kulit Sasak, Wayang kulit Sasak review from terms of the visual, regarding the shape, size, color and decorative motifs. keyword : history, figures, Wayang kulit Sasak.

Page 1 of 2 | Total Record : 15