cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015):" : 93 Documents clear
MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DI SMA NEGERI 1 SUKASADA ., Agus Eddy Hartawan; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4777

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengkaji perencanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada, (2) mengkaji pelaksanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada, dan (3) mengkaji evaluasi pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan objek penelitian ini ialah pembelajaran teks eksposisi dengan model inkuiri di kelas X yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi atau penilaian pembelajaran teks eksposisi. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan video. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif untuk mengenalisis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) rancangan pelaksanaan pembelajaran mencangkup beberapa komponen, yaitu komponen-kompnen RPP kurikulum 2013 tersebut meliputi: identitas mata pelajaran/tema, perumusan indikator, perumusan tujuan pembelajaran, memilih materi ajar, pemilihan sumber belajar, pemilihan media belajar, model pembelajaran, skenario pembelajaran/langkah-langkah, dan penlaian. Namun, komponen dalam RPP teks eksposisi belum sepenuhnya diisi atau dicantumkan. Hal itu dapat dilihat dari beberapa komponen yang tercantum pada RPP yang digunakan oleh guru masih perlu diperbaiki dan dikembangkan lagi Komponen yang dimaksud, yaitu kegiatan pembelajaran. (2) Pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksposisi yang dilakukan di dalam kelas teryata tidak sepenuhnya mengacu pada langkah-langkah pembelajaran yang telah disusun oleh guru dalam RPP karena tergantung pada situasi dan kondisi kelas. (3) Guru sudah melaksanakan penilaian segi kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan. Penilaian pembelajaran teks eksposisi sangat sulit karena terlalu banyak aspek yang dinilai seperti penilaian kompetensi sikap, penilaian kompetensi pengetahuan, dan penilaian kompetensi keterampilan.Kata Kunci : Inkuiri, pembelajaran menulis, teks eksposisi This examination have a purpose ( 1 ) to recite the lesson plan of exposition writing text with the inquiry model in SMA Negeri 1 Sukasada , (2) to recite the implementation of exposition writing text with the inquiry model , in SMA Negeri 1 Sukasada , (3) to recite the evaluation of the exposition writing text with the inquiry model in SMA Negeri 1 Sukasada . This examination use the descriptive – qualitative plan. The subject of the examination are the students of class x and the object of the examination is exposition writing text with the inquiry model in class x such as : plan ,implementation , and evaluation or judging of the exposition writing text . The data of this examination assembled by the observation method . The instrument of this examination is thread of observation and video . The analyze of the data that can be use in this examiantion is descriptive - qualitative to analyze the data that can get from the observation , interview , and documentation . The result of this examination show about (1 ) the plan , implementation , that can catch many components such as : component of RPP curriculum 2013 cover about identity , the subject , / tema, indicator , purpose , choose the material , sources , media , model of the lesson , scenario of the lesson / steps and evaluations . But , the components of RPP in exposition writing text were not included . That matter can be see in many components which include in RPP that the teacher use had to corrected and expanded . Those components are ( 1 ) the activity , (2) implementation of the exposition writing text in the classroom cannot strike in the activity that the teacher arranged in RPP because of the situation in the classroom .(3 ) The teacher have done the evaluation of attitude component , knowledge ,and skill . The evaluation of exposition writing text is very difficult because there are so many aspects that had to estimated such as : judging of attitude , knowlege and skillkeyword : inkuiri, writing learning, expoaition text
IMPLIKATUR DALAM WACANA “BANG PODJOK” BALI POST: KAJIAN TEORI GRICE ., Kadek Nita Kristina; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5059

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) jenis implikatur dalam wacana “Bang Podjok” Bali Post dan (2) maksud implikatur dalam wacana “Bang Podjok” Bali Post. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah “Bang Podjok” Bali Post. Data penelitian ini berupa wacana dalam “Bang Podjok” Bali Post. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan simak. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur sebagai berikut (1) pengartuan data, (2) penyeleksian data, (3) penganalisisan data, dan (4) penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kedua jenis implikatur yang dikemukakan oleh Grice terdapat dalam “Bang Podjok” Bali Post, yakni implikatur konvensional (convensional implicature) dan implikatur percakapan (conversation implicature). Dari 50 wacana “Bang Podjok” Bali Post, muncul jenis implikatur konvensional (convensional implikatur) sebanyak 16 wacana (32%) dan jenis implikatur percakapan (conversation implicature) sebanyak 34 wacana (68%). Bila diuraikan jumlah kemunculannya, jenis implikatur yang paling dominan adalah implikatur percakapan (conversation implicature) sebanyak 34 wacana (68%) dan (2) Terdapat 50 wacana “Bang Podjok” Bali Post yang teridentifikasi mengandung implikatur, yakni mengimplikasikan maksud lain yang berbeda dengan makna harfiahnya. Implikasi tersebut dikelompokkan menjadi 10, yaitu implikasi mengingatkan, mengkritisi, menegaskan, menyatakan ketidaksenangan, menolak, menyindir, menyatakan kekecewaan, meminta, meyakinkan, dan mengharapkan. Hal ini membuktikan bahwa teori implikatur Grice bersifat universal dan masih relevan. Dalam menafsirkan maksud suatu implikatur, hendaknya mengaitkan dengan konteks yang melingkupinya.Kata Kunci : implikatur, teori Grice, rubrik pojok. This study aimed to describe (1) type of implicature in “Bang Podjok” discourse of Bali Post and (2) the meaning of implicature in “Bang Podjok” discourse of Bali Post. In accordance with those purposes, the researcher used descriptive qualitative design. The subject of this study was the “Bang Podjok” discourse of Bali Post. The data was taken in form of discourse happened in “Bang Podjok” of Bali Post. The data was collected by using documentation and observation. Then, the data was analyzed by using descriptive technique in the following procedures (1) insert data (2) selecting (3) data analysis, and (4) data presentation. The finding revealed that (1) both type of implicature proposed by Grice existed in “Bang Podjok” of Bali Post that is conventional implicature and conversation implicature. Out of 50 discourses in “Bang Podjok” of Bali Post, there are 16 conventional implicatures (32%), and 34 conversation implicatures (68%). If the described amount of its appearance, the most dominant type of implicature is conversation implicatures as much as 34 discourses (68%) and (2) there are 50 discourses in “Bang Podjok” of Bali Post that are indentified to contain implicature, which implied another different meaning from its literal meaning. That implications are classified into 10, that is implication of reminding, criticizing, emphasizing, displeasure, refusing, teasing, disappointment, begging, convincing, and hoping. To sum up, it indicates that Grice theory of implicature is universal and is still relevant. In interpreting the implicature, it is supposed to be linked to surrounding context.keyword : implicature, Grice theory, corner column.
STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS BERITA PADA EKSTRAKURIKULER JURNALISTIK DI SMA NEGERI 1 KINTAMANI ., I Wayan Endriana; ., Drs. I Wayan Rasna,M.Pd; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5302

Abstract

Penelitian deskriptif-kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) strategi guru dalam pembelajaran menulis berita pada ekstrakurikuler jurnalistik di SMA Negeri 1 Kintamani, (2) respons siswa terhadap strategi guru dalam pembelajaran menulis berita pada ekstrakurikuler jurnalistik di SMA Negeri 1 Kintamani, dan (3) kendala-kendala guru dalam menerapkan strategi pembelajaran menulis berita pada ekstrakurikuler jurnlistik di SMA Negeri 1 Kintamani. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa pada ekstrakurikuler jurnalistik dan objek dalam penelitian ini adalah strategi guru dalam pembelajaran menulis berita. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian ini, yaitu (1) guru menggunakan pendekatan yang berpusat pada guru dengan strategi ekspositorik dan pendekatan yang berpusat pada siswa dengan strategi heuristik. Kedua strategi tersebut ditempuh dengan tiga tahapan kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup; (2) respons siswa terhadap strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis berita berkategori positif (87.22%) ;dan (3) Kendala-kendala yang dihadapi guru bersumber dari alokasi waktu. siswa, sarana prasarana, media pembelajaran dan lingkungan, khususnya dalam pengorganisasian dalam kelas Kata Kunci : strategi pembelajaran, menulis berita, ekstrakurikuler jurnalistik This qualitative descriptive study was aimed to describe (1) the learning strategy of teachers to write news in extracurricular journalism in SMA Negeri 1 KIntamani(2) the response of students to teachers in teaching writing news strategies in extracurricular journalism in SMA Negeri 1 Kintamani, and (3) the obstacles faced by the teacher in implementing the learning strategy to writing news in extracurricular journalism in SMA Negeri 1 Kintamani. The subjects of this study were teachers and students in extracurricular journalism and the object of this study is the learing strategy of teachers to writing news. The data were collected through observation, interview and questionnaire. The results of this study, are (1) the teachers used teacher-centered approach expository strategy and student centered approach with heuristic strategy. Both of the strategy pursued by the three stages of the learning activitiy that areinitial activity, core activity and closing; (2) the response of the students to the strategies that used by teachers in teaching writing news categorized as positive (87.22%); and (3) the obstacles faced by teachers came from the time alocationr. students, facilities, instructional media and the environment, particularly in organizing in the class. keyword : learning strategy, writing news, extracurricular of journalism
ANALISIS CITRA DAN PENCITRAAN BERITA KISAH ANTOLOGI LIPUTAN MENDALAM DAN MEMIKAT ., Noval Amanda Firdaus; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) citra yang digunakan oleh wartawan, (2) cara wartawan membangun citra dan pencitraan, dan (3) kecenderungan pemanfaatan citra dan pencitraan dalam berita kisah Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Ancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian delapan judul berita kisah dalam Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Adapun objek penelitian ini adalah citra, pencitraan, dan kecenderungan wartawan dalam menggunakan citra tertentu. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) dari delapan berita kisah ditemukan 327 citra dengan rincian 108 citra penglihatan, 54 citra pendengaran, 4 citra penciuman, 4 citra pencecapan, 109 citra gerak, 47 citra perasaan, dan 1 citra perabaan. Di antara delapan wartawan, Alfian Hamzah paling banyak menggunakan citra dalam karyanya yaitu berjumlah 121 citra sedangkan Coen Husain Pontoh paling sedikit menggunakan citra yaitu hanya 5 citra, (2) wartawan membangun citra dengan sejumlah cara yaitu dengan melukiskan peristiwa secara terperinci, menggunakan frasa yang menggambarkan situasi penuh citra, menggunakan kata onomatope (peniruan suara), serta menggunakan kata yang sudah identik dengan citra, dan (3) kecenderungan yang ditemukan adalah wartawan lebih banyak menggunakan citra gerak dan penglihatan. Hal ini disebabkan karena sifat media cetak menuntuk seorang wartawan untuk menyajikan gambaran yang hidup kepada pembaca. Di antara citra (penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, gerak, perasaan, dan perabaan), citra perabaan tidak terlalu signifikan digunakan.Kata Kunci : berita kisah, citra, pencitraan this research aims to reviewing: (1) image used by journalists, (2) how journalist build an image and imagery, and (3) the tendency of use imagery and imagery of feature in Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. The research design used is descriptive qualitative with research subjects eight tittle of feature in Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. This research object is an image, imagery, and the tendency of journalists in using a particular image. The method used to collecting data is book study method. The result shows: (1) from eight feature found 327 images with details 108 visual imagery, 54 auditory imagery, 4 smeel imagery, 4 gustatory imagery, 109 kinaesthetic imagery, 47 feeling imagery, and 1 tactile imagery. Among the eight journalists, Alfian Hamzah most widely used imagery in his work amounted to 121 image while Coen Husain Pontoh at least use the image that is only 5 image, (2) journalist build an image with some ways, namely by describing the event in detail, using a phrase that describes the full image situation, using onomatopoeic word (imitation sound), as well as using a word that is synonymous with the image, (3) trends found were journalists more use kenaesthetic imagery and visual imagery. This is because the nature of the print media demanding a reporter to present a vivid picture to the reader. Among the image (visual, auditory, smell, gustatory, kinaesthetic, feeling and tactile), tactile image is not too significant palpability used.keyword : feature, image, imagery
Penggunaan Bahasa Indonesia Masyarakat Buleleng pada Acara Suara Buleleng di Radio Singaraja FM: Tinjauan Aspek Struktur dan Diksi ., Putu Wiwin Meliana Dewi; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6240

Abstract

Penelitian yang menggunakan rancangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan bahasa Indonesia masyarakat Buleleng ditinjau dari aspek struktur pada acara Suara Buleleng di radio Singaraja FM, (2) penggunaan bahasa Indonesia masyarakat Buleleng ditinjau dari aspek diksi pada acara Suara Buleleng di radio Singaraja FM. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Buleleng yang menyampaikan opini dalam acara Suara Buleleng. Objek penelitian ini adalah penggunaan bahasa Indonesia masyarakat Buleleng ditinjau dari aspek struktur dan diksi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kesalahan bidang struktur berjumlah 84 buah yang meliputi kesalahan bentukan kata berjumlah 17 buah (20%), kepaduan kalimat 24 buah (28%), keringkasan kalimat 19 buah (24%), kesatuan kalimat 15 buah (17%), dan keterpusatan kalimat 9 buah (11%) (2) sedangkan kesalahan bidang diksi berjumlah 178 buah yang meliputi penggunaan unsur bahasa sehari-hari 63 buah (35%), penggunaan kata yang tidak perlu 60 buah (34%), penggunaan ungkapan penghubung 25 buah (15%), penggunaan kata depan 22 buah (12%), penggunaan kata bersinonim 6 buah (3%), dan penggunaan idiom 2 buah (1%). Kata Kunci : acara Suara Buleleng, struktur, diksi This study used descriptive qualitative design. It aimed at describing (1) the use of Indonesian language used by Buleleng’s society reviewed from structural aspect of Suara Buleleng interactive show aired on Radio Singaraja FM, (2) the use of Indonesian language reviewed from the dictional aspect on Suara Buleleng interactive show aired on Radio Singaraja FM. The subject of this study was Buleleng’s society who delivered opinions on Suara Buleleng. The objects of the study were the Indonesian language used by Buleleng’s society reviewed from its structure and diction. The method of data collection was documentation. The obtained data was then analyzed descriptively and qualitatively. The result of this study showed that (1) the errors on structure were 84 items, which consists of 17 errors on word formation (20%), 24 on sentence’s cohesion (28%), 19 on sentence’s brevity (24%), 15 on sentence’s unity (17%), and 9 on sentence’s centrality. Meanwhile, (2) the errors on diction were 178 items, which consists of 63 errors on the daily use of the language (35%), 60 on the use of unnecessary words (34%), 25 on the use of linking expression (15%), 22 on the use of preposition (12%), 6 on the use of synonymous word (3%) and 2 errors on the use of idioms (1%). keyword : Suara Buleleng Interaktif, structure, diction
PENGGUNAAN GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS PADA SISWA KELAS X AKUNTANSI A SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., I Gusti Ngurah Adi Wiratmajaya; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6257

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan proses pembelajaran menulis teks prosedur kompleks dengan menggunakan gambar berseri pada siswa kelas X Akuntansi A SMK Negeri 1 Singaraja, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis teks prosedur kompleks dengan menggunakan gambar berseri pada siswa kelas X Akuntansi A SMK Negeri 1 Singaraja, dan (3) mendeskripsikan pandangan siswa kelas X Akuntansi A SMK Negeri 1 Singaraja terhadap pembelajaran menulis teks prosedur kompleks dengan menggunakan gambar berseri. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi A SMK Negeri 1 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, metode observasi, penugasan, dan bercerita. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) proses pembelajaran berjalan dengan baik dan siswa aktif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, (2) tercapainya ketuntasan hasil belajar menulis teks prosedur kompleks siswa, yakni pada siklus I memperoleh skor rata-rata 74,9, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa menjadi 80,42, dan (3) siswa sangat senang terhadap penggunaan gambar berseri dalam pembelajaran menulis teks prosedur kompleks. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk menerapkan penggunaan gambar berseri pada materi bahasa indonesia yang lain, seperti menulis teks prosedur kompleks.Kata Kunci : gambar berseri, kemampuan menulis, teks prosedur kompleks This Classroom Action Research has purpose (1) to describe the process of writing complex procedure text learning using of chapter picture for increasing the abillity of writing complex procedure text to the X grade Accountant A students in SMK Negeri 1 Singaraja, (2) to describe the increasing of writing complex procedure text to the X grade Accountant A students in SMK Negeri 1 Singaraja, and (3) to describe the students view of X grade Accountant A students in SMK Negeri 1 Singaraja toward writing complex procedure text learning using chapter picture. The subject of this research is X grade Accountant A students in SMK Negeri 1 Singaraja. The methods in collecting the data are using, observation, assignment, and stary telling. The data was analysed using descriptive cuantitative and cualitative methods. The result of this research are (1) the learning process run well and the students were active in doing the learning process, (2) the achieving of the learning result in writing students complex procedure, that is in siclus I got the avarage score 74,9, while in siclus 2 the students avarage score become 80,42, and (3) the students were very happy of using the chapter picture in writing complex procedure learning. Based on the result of this research, this research is recomended to apply the using of chapter picture in other Indonesian language material, like writing complax procedure text. keyword : chapter picture, abillity of writing, complex procedure text.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MELALUI MODEL JURISPRUDENSIAL BERBASIS WISATA LAPANGAN PADA SISWA KELAS X IPA 2 SMA NEGERI 3 SINGARAJA ., Nelly Hagashita; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6791

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan menentukan (1) langkah-langkah pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi melalui model jurisprudensial berbasis wisata lapangan, (2) hasil belajar menulis teks laporan hasil observasi melalui model jurisprudensial berbasis wisata lapangan, dan (3) respons siswa terhadap pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi melalui model jurisprudensial berbasis wisata lapangan. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pembelajaran model jurisprudesial berbasis wisata lapangan, peningkatan hasil belajar, dan respons siswa dalam penerapan model juriprudensial berbasis wisata lapangan. Data dalam penelitian dikumpulkan melalui metode observasi, metode tes, dan metode kuesioner dan dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dan deksriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran yang perlu diperhatikan yakni pada orientasi kasus, mengidentifikasi kasus, penetapan pendapat terhadap kasus, mengeksplorasi contoh-contoh, menjerneihkan dan menguji posisi, mengetes asusmi faktual (2) model jurisprudensial berbasis wisata lapangan dapat meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi dengan peningkatan skor rata-rata yang diperoleh siswa dari prasiklus 65,00 (cukup), siklus I 76,84 (baik), dan siklus II 79,96 (baik), dan (3) respons siswa positif dengan skor rata-rata siklus I 42,53 (positif) dan siklus II 43,72 (positif). Hal ini membuktikan bahwa model jurisprudensial berbasis wisata lapangan baik digunakan dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi. untuk itu agar guru menerapkan model ini dalam pada pembelajaran teks laporan. Kata Kunci : keterampilan menulis, model jurisprudensial, siswa sma This classroom action research was aimed at determining (1) the steps in the teaching of writing about observation result report texts through field tour based jurisprudential model, (2) the learning achievement in writing observation result report texts through field tour based jurisprudential model, and (3) the students’ response to the teaching of writing about observation result report texts based on field tour based jurisprudential model. The subjects were the students of Class X IPA 2 SMA Negeri 3 Singaraja. The objects were the steps of teaching based on field tour jurisprudential model. The data were collected through descriptive quantitative and descriptive qualitative techniques. The results showed that (1) the steps in teaching that need to be focused on are related to case orientation, case identification, establishment of opinion on the case, exploration of examples, clarifying and verifying positions, testing factual assumptions (2) field tour based jurisprudential model can improve ability in writing observation result report texts as shown by the increase in the mean score obtained by the students: 65.00 (enough) in pre-cycle to 76.84 (good) in Cycle I, and 79.96 (good) in Cycle II. The students’ responses were 42.53 (positive) in Cycle I and 43.72 (positive) in Cycle II. This has proven that field tour based jurisprudential model is good to be used in teaching observation result report texts. Therefore, the teachers are recommended to use this model in teaching report texts.keyword : writing skill, jurisprudential model, senior high school student
PENILAIAN AUTENTIK GURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., I Gusti Ayu Komang Lili Absari; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan teknik penilaian autentik guru bahasa Indonesia kelas VII di SMP N 1 Singaraja dalam pembelajaran menulis dan (2) mendeksripsikan kendala-kendala yang dihadapi guru bahasa Indonesia kelas VII di SMP N 1 Singaraja dalam melakukan penilaian autentik. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia kelas VII di SMP Negeri 1 Singaraja dan objek penelitian adalah penilaian autentik guru bahasa Indonesia. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Data pelaksanaan penilaian autentik guru bahasa Indonesia kelas VII di SMP Negeri 1 Singaraja dikumpulkan dengan metode observasi dan dokumentasi serta data kendala pelaksanaan penilaian autentik dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian guru bahasa Indonesia pada pembelajaran menulis kelas VII di SMP Negeri 1 Singaraja menggunakan teknik tes, nontes (portofolio dan performansi). Itu berarti penilaian sudah dilaksanakan secara autentik. Walaupun penilaian sudah dilakukan secara autentik, penilaian tersebut berlangsung kurang maksimal karena memiliki kendala-kendala dalam pelaksanaannya. Kendala-kendala yang dialami guru bahasa Indonesia dalam pelaksanaan penilaian autentik antara lain: (1) kesulitan dalam mengelola waktu, (2) kesulitan mengelola situasi kelas yang tidak kondusif, (3) fasilitas dan sarana prasarana yang kurang mendukung, dan (4) kurangnya penguasaan guru terhadap sistem penilaian yang dilaksanakan. Kendala-kendala ini dikarenakan penilaian autentik sangatlah kompleks yang menuntut keseimbangan penilaian antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan.Kata Kunci : Penilaian, autentik, pembelajaran, menulis The purposes of this study are (1) to describe the process of authentic assessment by Bahasa Indonesia teacher in class VII in SMP Negeri 1 Singaraja and (2) describe the problem that faced by bahasa Indonesia teacher in class VII in SMP Negeri 1 Singaraja in implementing the authentic assessment. This study uses descriptive qualitative design. The subject of this study is the teacher in class VII SMP N 1 Singaraja and the object is authentic assessment bahasa Indonesia teacher. The method that used in collecting data were observation method, interview and documentation. Data from the process of authentic assessment bahasa Indonesia teacher in class VII SMP Negeri 1 Singaraja are collected by observation and documentation method, meanwhile the data that faced in authentic assessment problem are collected by observation and interview method. The result of this study indicated that the implementation of Bahasa Indonesia teachers’ assessment on teaching writing for grade seven in SMP Negeri 1 Singaraja used test technique, non-test (Portfolio and performance). It means that the assessment had done in authentic way. Although the assessment is done in authentic way, it happened less maximum because it had many problems in its application. The problem that faced by Indonesian teacher in authentic assessment are: (1) time management is difficult, (2) difficult in managing the class situation, (3) facilities and infrastructure that do not support completely, and (4) low ability in mastering authentic assessment. The problems occur because authentic assessment is complex, need a balance assessment between knowledge, attitude and skill.keyword : Assessment, authentic, learning, writing
Analisis Kesalahan Tuturan Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada: Kajian Struktur Morfologis ., Ni Wayan Rinawati; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5297

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) bentuk kesalahan tuturan siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis, (2) penyebab kesalahan tuturan siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada. Objek dalam penelitian ini kesalahan tuturan siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis dan bentuk-bentuk kesalahan serta penyebab kesalahan pada tuturan siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode perekaman, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk Kesalahan yang dilakukan oleh siswa meliputi penghilangan afiks, penyingkatan morf, penggunaan afiks yang tidak tepat, dan peluluhan bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan, sedangkan penggantian morf, pengulangan, peluluhan bunyi yang seharusnya tidak luluh, penentuan bentuk dasar yang tidak tepat, penempatan afiks yang tidak tepat pada gabungan kata, dan pemajemukan tidak ditemukan dalam tuturan siswa. (2) penyebab kesalahan tuturan siswa dikarenakan pengaruh bahasa daerah, mengurangi keakraban, tidak memahami pembentukan kata, dan perhatian guru masih rendah terhadap cara berbahasa siswa. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi guru untuk dijadikan alat evaluasi dalam memperbaiki penggunaan bahasa lisan siswa, terutama kesalahan struktur morfologis pada saat proses belajar mengajar. Kata Kunci : analisis kesalahan, tuturan siswa, kajian struktur morfologi This study aimed to describe (1) types of students’ speaking error in morphology structure of eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada, (2) the cause of error in students’ speaking in morphology structure of eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. This was a descriptive qualitative research. The subject was eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. The object of this research was the error of students’ speaking in the morphology structure, the types of error, and the cause of error on eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. The method of data collection in this study used recording, observing, and interviewing. The data gotten was analyzed with the analysis of descriptive qualitative technique. The result of this study showed that (1) the types of error produced by students included the omission of affix, syncope morf? incorrectness use of affix, and inappropriate ommision sound, meanwhile morf replacement, repetition, incorrectness omission of sounds, incorrectness the basic form, the wrong place of affix on phrase, and compounds were not found in students’ utterance. (2) the cause of students’ error in speaking were the influence of their native language, decrease of solidarity, not understanding the word form, and the teacher’s attention was low on students’ speaking. The result of the present study was beneficial for teacher as used as evaluation tool in correcting students’ speaking, particularly the errors in morphology structure while learning process. keyword : error analysis, students’ speaking, morphology structure
PENGUATAN VERBAL DAN NONVERBAL GURU BAHASA INDONESIA DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN TEKS CERPEN DI KELAS VIIG SMP N 1 BANJAR ., Ni Ketut Sri Utami; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6252

Abstract

Penelitian yang berjudul “Penguatan Verbal dan Nonverbal Guru Bahasa Indonesia dalam Melaksanakan Pembelajaran Teks Cerpen di Kelas VIIG SMP Negeri 1 Banjar” bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penguatan verbal guru dalam pembelajaran teks cerpen di kelas VIIG SMP N 1 Banjar, (2) penguatan nonverbal guru dalam pembelajaran teks cerpen di kelas VIIG SMP N 1 Banjar, serta (3) fungsi penguatan verbal dan nonverbal guru dalam pembelajaran teks cerpen di kelas VIIG SMP N 1 Banjar. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VIIG SMP N 1 Banjar dan objek penelitiannya adalah penguatan verbal dan nonverbal guru dalam pembelajaran teks cerpen di kelas VIIG SMP N 1 Banjar. Data penelitian dikumpulkan melalui metode observasi dan metode wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah (1) penguatan verbal yang digunakan guru berupa kata “bagus, tepat, benar, dan cukup bagus”; (2) penguatan nonverbalnya berupa ekspresi wajah, gerakan tangan, gerakan mendekati, penguatan tanda, dan sentuhan; (3) Tuturan penguatan verbal guru mengandung fungsi ekspresif, fungsi representatif, dan fungsi direktif, sedangkan tuturan penguatan nonverbal mengandung fungsi repetisi dan fungsi subtitusi; (4) Penguatan gabungan yang digunakan guru berupa kata “bagus dan benar” disertai dengan acungan jempol dan tepuk tangan. Kata Kunci : penguatan verbal, penguatan nonverbal, dan pembelajaran teks cerpen The study, entitled "Verbal and Nonverbal Reinforcement Teacher Indonesian Implement Learning Text Short Story in Class VIIG SMP Negeri 1 Banjar" aims to describe (1) the strengthening of verbal teachers in instructional text stories in class VIIG SMP N 1 Banjar, (2) strengthening nonverbal teachers in the classroom learning the short story text VIIG SMP N 1 Banjar, and (3) strengthening the functions of verbal and nonverbal teacher in the classroom learning the short story text VIIG SMP N 1 Banjar. This study used a qualitative descriptive design. Subjects were Indonesian teachers who teach in the classroom VIIG SMP N 1 Banjar and the object of research is the strengthening of verbal and nonverbal teacher in the classroom learning the short story text VIIG SMP N 1 Banjar. The research data were collected through observation and interview methods. Results of this study were (1) strengthening teachers used verbal form of the word "good, right, true, and good enough"; (2) strengthening nonverbal form of facial expressions, hand gestures, movement approaching, strengthening of the mark, and touch; (3) speech teacher verbal reinforcement containing expressive function, representative function, and the function of the directive, while strengthening the functions of nonverbal reps and function substitution; (4) Strengthening the combined used by teachers in the form of the word "good and right" accompanied by a thumbs up and applause. keyword : verbal reinforcement, reinforcement nonverbal, and text learning stories

Page 6 of 10 | Total Record : 93