cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2017):" : 75 Documents clear
PENERAPAN METODE LATIHAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMPARAFRASA IKLAN BARIS MENJADI WACANA EKSPLANASI LISAN SISWA KELAS XI MULTIMEDIA 1 SMK NEGERI 1 SUKASADA ., A.A. Sagung Putri Pramestiswari; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., I Made Astika, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11614

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan (1) mengetahui langkah-langkah pembelajaran memparafrasakan iklan baris menjadi wacana eksplanasi lisan dengan menerapkan metode latihan terbimbing pada siswa kelas XI Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada, (2) mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam memparafrasakan iklan baris menjadi wacana eksplanasi lisan dengan menerapkan metode latihan terbimbing pada siswa kelas XI Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada yang berjumlah 21 orang. Objek penelitian ini adalah penggunaan metode latihan terbimbing untuk meningkatkan kemampuan memparafrasakan iklan baris menjadi wacana eksplanasi lisan. Metode pengumpulan data ini adalah metode observasi dan metode tes. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data langkah-langkah metode latihan terbimbing dan metode tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil kemampuan memparafrasa iklan baris menjadi wacana eksplanasi lisan. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah penerapan metode latihan terbimbing, yaitu guru memberikan umpan balik kepada siswa untuk mengetahui kesulitan siswa, guru menjelaskan materi pelajaran secara jelas, guru membimbing siswa secara intensif dalam memparafrasakan, dan guru meminta siswa menyampaikan hasil latihan parafrasa secara lisan, (2) hasil peningkatan skor yang diperoleh pada pratindakan yaitu 65,3 dengan kategori cukup. Pada siklus I skor meningkat menjadi 76,4 dengan kategori baik, dan pada siklus II menjadi 83,7 dengan kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa metode latihan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan memparafrasakan iklan baris menjadi wacana eksplanasi lisan di kelas XI Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada. Kata Kunci : metode latihan terbimbing, iklan baris, parafrasa lisan, wacana eksplanasi This research is the act of class research that has purposes such as (1) it’s knowing steps the study of paraphrase advertising line that become verbal explanation discourse to apply guided exercise method of students XI grade of Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada. (2) Its knowing increase capacity students in paraphrase advertising line become verbal explanation discourse to apply guided exercise of students XI grade SMK Negeri 1 Sukasada. Subject of this research are teacher and students on eleventh grade of multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada which has totaled 21 persons. Object of this research is the use of guided exercise method to increase the ability of paraphrase advertising line it become verbal explanation discourse in students on eleventh grade of multimedia 1. Collecting data methods in this research make observation method and test method. The data of this research is analyzed it use descriptive technique, descriptive qualitative, quantitative. The results of this study indicate that (1) the steps of applying the guided practice method, that is, the teacher gives feedback to the students to know the difficulties of the students, the teacher explains the subject matter clearly, the teacher guides the students intensively in paraphrasing, and the teacher asks the students to deliver the results of paraphrase practice orally, (2) improvement results scores obtained on pre-action that is 65.3 with enough category. In the first cycle the score increased to 76.4 with good category, and in cycle II to 83,7 with good category. It can be concluded that guided training method can improve the ability paraphrased classified ads into oral explanation discourse in class XI Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada. keyword : guided exercise method, advertising line, verbal paraphrase, explanation discourse
PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS X MIA 6 SMA NEGERI 1 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., I Gusti Ayu Bintang Yuniari; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12407

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan (1) mengetahui peningkatan kemampuan menulis puisi dengan menerapkan model picture and picture pada siswa kelas X MIA 6 SMA N 1 Mengwi dan (2) mengetahui aktivitas siswa kelas X MIA 6 SMAN 1 Mengwi terhadap penggunaan model picture and picture. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Mengwi yang berjumlah 37 orang. Objek penelitian ini adalah penggunaan model picture and picture dalam peningkatan menulis puisi siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan observasi. Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil kemampuan menulis puisi dengan model picture and picture dan metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas siswa dalam menulis puisi dengan model picture and picture. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif-kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu data awal skor rata-rata klasikal 50,27% dengan kategori rendah. Siklus I diperoleh skor rata-rata klasikal 64,17% dengan kategori cukup baik, sedangkan pada siklus II skor rata-rata klasikal siswa menjadi 79,16% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model picture and picture dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa di kelas X MIA 6 SMAN 1 Mengwi dan model picture and picture dapat membuat siswa kelas X MIA 6 SMAN 1 Mengwi menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran yang dapat dibuktikan dengan hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa.Kata Kunci : model picture and picture, menulis puisi. This CAR (Classroom Action Researh) aimed to 1) to know the improvement of poetry writing skill by implementing picture model into X MIA 6 students of SMA N 1 Mengwi, 2) to know the X MIA 6 students’ activity related to the use of picture model. The subjects of this study were 37 X MIA 6 Students of SMA N 1 Mengwi. The object of this study was the use of picture model to improve students’ poetry writing skill. The methods of this study were test and observation. Test used for obtaining data about the result of poetry writing skill with picture model. Observation used for obtaining the data about student’s poetry writing’s activity by using picture model. Those data analyzed by using descriptive quantitative qualitative technique. The result of this study explained that the classical average data in the beginning was 50.27% and belonged to low category. 1st cycle obtained 64.17 % and it belonged to quite good, but 2nd cyclw obtained 79.16% and it belonged to good. Based on the result, it concluded that picture model could improve students’ poetry writing competency in X MIA 6 class of SMAN 1 Mengwi and the students could participate actively which could be seen by the result of the observation itself.keyword : picture model, poetry writing
PENGGUNAAN VIDEO ANAK "PERTUALANGAN ALICE DI NEGERI AJAIB" UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS CERITA FANTASI DI KELAS VII H SMP NEGERI 2 SAWAN ., KADEK RUDY SAPUTRA; ., Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14357

Abstract

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 2 Sawan ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi dengan penggunaan video anak “pertualangan Alice di negeri ajaib” pada siswa kelas VII H SMP Negeri 2 Sawan, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa menulis cerita fantasi melalui video anak “pertualangan Alice di negeri ajaib” pada siswa kelas VII H SMP Negeri 2 Sawan, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan video anak “pertualangan Alice di negeri ajaib” dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi di kelas VII H SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dan menggunakan lima tahap penelitian tindakan kelas, yakni (1) refleksi awal, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan, (4) observasi dan evaluasi, dan (5) refleksi. Data dikumpulkan dengan metode observasi, tes, angket/ kuisioner, serta wawancara dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Langkah-langkah pembelajaran pada siklus I dari 14 aspek hanya 11 aspek yang dilaksanakan dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 14 aspek pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata siklus I adalah 77,58 atau mengalami peningkatan 8,75 dari nilai sebelumnya (prasiklus) 68,83. Nilai rata-rata siklus II adalah 81,58 atau meningkat 4 poin dari siklus I dan meningkat 12,75 dari nilai rata-rata prasiklus. Perolehan rata-rata respons siswa pada siklus I sebesar 41,51 dalam kategori setuju dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 46,77 dalam kategori sangat setuju. Kata Kunci : menulis, video anak, cerita fantasi This classroom action research was done in SMP N 2 Sawan and aimed for: 1) describing the steps to improve the skill to write a fantasy story by using movie for children entitled “Alice in Wonderland” to 7th grade students in SMP N 2 Sawan. 2) describing the rate of improvement of the skill to write a fantasy story by using movie for children entitled “Alice in Wonderland” to 7th grade students in SMP N 2 Sawan and 3) describing student’s response toward movie for children entitled “Alice in Wonderland” to improve writing skill for 7th grade students in SMP N 2 Sawan. This study was done by using 2 cycles and 5 steps of classroom action research such as 1) early reflection 2) planning 3) applying 4) observation an evaluation and 5) reflection. The data was collected by using observation method, test, questionnaire, and interview. The data was analyzed descriptively qualitative and quantitatively. The steps in 1st cycle from 14 aspects, 11 aspects were occurred and in 2nd cycle, 14 aspects were occurred during learning process. The result showed that the 1st cycle’s average was 77.58 or increase 8.75 from 68.83 in pre-cycle. The 2nd cycle’s average was 81.58 or increase 4 point from 1st cycle an increase 12.75 from pre-cycle’s average. The response data from the students in 1st cycle was 41.51 in affirmative position and 2nd cycle was 46.77 in very affirmative position.keyword : writing, movie for children, fantasy story
Peningkatan Kemampuan Siswa Menulis Teks Negosiasi dengan Menggunakan Metode Karyawisata Kelas X IPA 1 MAN 1 Buleleng ., Abu Farhan; ., Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd.; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14894

Abstract

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di MAN 1 Buleleng ini bertujuan (1) mengidentifikasi langkah-langkah penggunaan metode karyawisata dalam meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X IPA 1 MAN 1 Buleleng (2) mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks negosiasi siswa dengan menggunakan metode karyawisata, dan (3) mengetahui respons siswa terhadap penggunaan metode karyawisata dalam pembelajaran menulis teksnegosiasi. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subjek dalam penelitian ini adalah buk Sriwahyuni dan siswa kelas X IPA 1, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah penggunaan metode karyawisata. Data dikumpulkan dengan metode observasi, tes, angket/kuisioner, serta wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat beberapa langkah pembelajaran dalam penggunaan metode karyawisata untuk meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X IPA 1 MAN 1 Buleleng. Langkah tersebut yakni (a) memberi apersepsi dan motivasi, (b) menyampaikan materi dengan jelas, (c) menetapkan dan mempelajari objek, (d) pelaksanaan karyawisata, (e) menjelaskan kriteria penilaian, (f) kegiatan menulis, (g) terakhir penutup. (2) Nilai kemampuan menulis teks negosiasi siswa mengalami peningkatan, hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata dari prasiklus (65,00), siklus I (75,91), dan siklus II (83,81) (3) Siswa memberikan respons positif terhadap pelaksanaan pembelajaran teks negosiiasi dengan menggunakan metode karyawisata. Penggunaan metode karyawisata dalam pembelajaran menulis teks negosiasi mampu meningkatkan prestasi siswa dalam menulis dan penggunaan metode ini juga mendapat respons yang positif dari siswa. Kata Kunci : metode karyawisata, teks negosiasi, siswa MAN. This classroom action research was done in MAN 1 Buleleng aimed to: (1) identifying the steps of using field trip method to improve writing negotiation text for 10th grade science students in MAN Buleleng, (2) investigating the competency on writing negotiation text by using field trip method, and (3) investigating the students’ response toward the use of field trip method in learning writing negotiation text. This research uses PTK design. Subjects in this study were the capital Sriwahyuni and 10th grade science students, while the object in this study is the use of the method of field trip. The data was collected by using observation, test, questionnaire and interview and then the data was analyzed by using descriptive quantitative and qualitative. The results showed (1) There are several learning steps in the use of field trip method to improve the ability to write the text of negotiation of students of class X IPA 1 MAN 1 Buleleng. That step is (a) give the apperception and motivation, (b) convey material clearly, (c) establish and study objects, (d) execution of field trips, (e) explains the assessment criteria, (f) the writing activity, (g) the final closing. (2) The value of students' writing negotiation text skills has increased, this is evidenced by the average value of prasiklus (65,00), cycle I (75,91), and cycle II (83,81). (3) Students give positive responses to the implementation of negotiated text lessons using field trip method. The use of field trip method in learning to write negotiation text able to improve student achievement in writing and use of this method also get positive response from student.keyword : field trip study method, negotiation text, student MAN
PELAKSANAAN PENGAJARAN PENGAYAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI TKJ2 SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Ni Komang Yuni Tri Antari; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11251

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dilihat dari segi (1) pemahan guru terhadap pelaksanaan pengajaran pengayaan, (2) pelaksanaan pengajaran pengayaan, dan (3) masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas XI TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan metode observasi. Prosedur analisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif sebagai berikut (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman guru terhadap pelaksanaan pengajaran pengayaan berada pada kategori memahami yang tercermin dari jawaban yang diberikan oleh guru dari hasil wawancara. (2) pelaksanaan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja berjalan dengan baik. (3) masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu, (a) karakteristik siswa, (b) pengaturan waktu pembelajaran, dan (c) ketersediaan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pengajaran pengayaan.Kata Kunci : pengajaran pengayaan, bahasa Indonesia. *This study aims to describe the implementation of enrichment teaching in Indonesian language learning in terms of (1) teachers' understanding of the implementation of enrichment teaching, (2) implementation of enrichment teaching, and (3) problems faced by teachers in the implementation of enrichment teaching in Indonesian language learning In class XI TKJ2 of SMK Negeri 3 Singaraja. This study used descriptive qualitative research. The subject of this research was the teachers of class XI TKJ2 of SMK Negeri 3 Singaraja. The data was collected by interview method and observation method. The data were analysed by using descriptive qualitative techniques, as follow (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) data verification. This study showed that (1) Teachers’ understanding abaout the impletation of enrichment teaching was in the category of understanding that was indicated from interview results given by the teachers. (2) Implementation of enrichment teaching in Indonesian language learning in class XI TKJ2 of SMK Negeri 3 Singaraja run well in accordance with enforcement teaching enforcement procedures listed in Curriculum 2013. (3) The problems faced by teachers in implementing enrichment teaching in language learning were (a) students’ characteristics, (b) time management of the study, and (c) availability of the infrastructure and facilities of the school.keyword : *Enrichment teaching, Indonesian language.
PENGGUNAAN TEKS DESKRIPSI SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA SISWA KELAS XI BAHASA 1 SMA KARYA WISATA SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Dwi Indah Yuliana Ni Made; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Drs. I Wayan Rasna,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11593

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMA Karya Wisata Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan menulis naskah drama dengan penggunaan teks deskripsi sebagai sumber belajar, (2) mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis naskah drama. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas XI Bahasa 1 di SMA Karya Wisata Singaraja sedangkan objeknya penggunaan teks deskripsi sebagai sumber belajar dalam meningkatkan kemampuan menulis naskah drama. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa tes dan observasi. Untuk mendapatkan data berupa aktivitas siswa dilakukan dengan metode observasi, sedangkan data kemampuan menulis naskah drama dilakukan dengan metode tes. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata siklus I adalah 70,79 atau mengalami peningkatan dari nilai sebelumnya (Prasiklus) 59,58. Nilai rata-rata siklus II 80,00 atau mengalami peningkatan dari siklus I 70,79. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan sumber belajar teks deskripsi dapat meningkatkan kemampuan menulis naskah drama siswa di kelas XI Bahasa 1 SMA Karya Wisata Singaraja dan sumber belajar teks deskripsi dapat membuat siswa kelas XI Bahasa 1 SMA Karya Wisata Singaraja menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran yang dapat dibuktikan dengan hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa. Kata Kunci : menulis naskah drama, teks deskripsi. This class action research has been done at SMA Karya Wisata Singaraja. The purposes of this research are: (1) to develop the ability in writing drama script using descriptive text as learning resources, (2) to know the students activity in learning of writing script drama. This research conducted with two cycles. The subject in this research is the students of XI Language 1 class in SMA Karya Wisata Singaraja while the object is the use of description text as a source of learning in improving the ability to write drama script. This research uses data collection method in the form of test and observation. To get the data in the form of student activity is done by observation method, while the data ability of writing drama script is done by test method. The results of this research indicate the average value of cycle I is 70.79 or an increase from the previous value (Prasiklus) 59.58. The average value of cycle II is 80.00 or increased from cycle I 70.79. Based on those results, it can be concluded that the use of learning resources of descriptive text can improve the students ability in writing the drama script at XI Language 1 class of SMA Karya Wisata Singaraja and the source of learning description text can make the students in XI Language 1 class of SMA Karya Wisata Singaraja become more active in learning process. keyword : Writing script drama, description text
KONSTRUKSI CITRA PEREMPUAN DALAM PROGRAM TALK SHOW "CURAHAN HATI PEREMPUAN" DI TRANS TV BERDASARKAN KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS ., Rizqiyatul Kamilah; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum.; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) representasi perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV berdasarkan kajian analisis wacana kritis Sara Mills dan (2) konstruksi citra perempuan ditampilkan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV. Penelitian ini menggunakan pendekatatan kualitatif. Jenis penelitian ini tergolong ke dalam penelitian deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Data-data diperoleh dari hasil transkrip dialog tuturan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV. Analisis dilakukan menggunakan model analisis wacana kritis Sara Mills. Hasil analisis menunjukkan (1) representasi perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” menempati narasumber dalam dua posisi sekaligus, yaitu sebagai subjek serta objek. Hal ini dikarenakan konsep program tersebut yang bertajuk talk show. Meskipun demikian, kedudukan narasumber dominan menempati posisi objek. Posisi objek membuat kedudukan narasumber termarjinalkan. Keberadaan narasumber ditampilkan oleh moderator dan panelis sehingga narasumber tidak memiliki kesempatan menampilkan dirinya dengan konstruksi positif. Selain sebagai sumber informasi bagi media, pendengar dalam program tersebut digiring untuk berpihak pada wacana yang dibentuk baik oleh moderator maupun panelis. Dengan kata lain, pendengar digiring pada pemikiran sesuai dengan pendapat subjektif dalam wacana (2) konstruksi citra perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” lebih banyak ditampilkan secara negatif. Kondisi ini merupakan imbas dari kedudukan narasumber sebagai objek yang termarjinalkan. Konstruksi citra negatif direpresentasikan melalui wacana-wacana yang disampaikan baik oleh moderator maupun oleh panelis dalam bentuk tanggapan, kritik, penggunaan dalil serta prespektif psikologis sebagai bentuk pengukuhan wacana. Kata Kunci : konstruksi citra perempuan, analisis wacana kritis Sara Mills, analisis wacana. This research aims describe about (1) representation women in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV based on a critical discourse analysis of Sara Mills (2) construction of women image feature in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV. This research used qualitative approach. This type of research belong to descriptive research. Data collection in this research is done by using documentation method. Data obtained from the transcript of speech dialogue in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV. The data generated from the speech dialog transcripts on talk show “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV.The analysis using Sara Mills critical discourse analysis model. The result showed that (2) the repretentation of women in the talk show program “Curahan Hati Perempuan” occupies resourch in two positions at once it as subjects and objects it is because the concept program is talk show. Thus, the dominant resourch position occupies the position of the object. The position of the object makes the position of resourch marginalized. The presence of resource persons is presented by moderators and panelists so that the speakers themselves dont have the opportunity to present themselves with positive constructs. In addition to being a source of information for the media, listeners in this program are directed to support the discourse formed by moderators or panelists. In other word, the listener is led to thingking according to the opinion in the discourse (2) women image construction is more shown in the talk show program “Curahan Hati Perempuan” the conditions is the impact of the attitude of resourch as a marginalized object. Negative image construction was represented through discourses delivered by both moderators and panelists in the form of responses, criticisms, use of propositions and psychological perspectives as a form of discourses strengthening. keyword : construction of women image feature, critical discourse analysis of Sara Mills, discourse.
PENILAIAN KOMPETENSI SIKAP DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI KELAS X SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA ., Yohana Herlina Mbindi; ., Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12415

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis (1) pelaksanaan penilaian kompetensi sikap, (2) kendala-kendala dalam melaksanakan penilaian kompetensi sikap, dan (3) respons siswa terhadap pelakasanaan penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum 2013 di kelas X SMK TI Bali Global Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X SMK TI Bali Global Singaraja. Objek penelitian adalah pelaksanaan penilaian kompetensi sikap mata pelajaran bahasa Indonsesia berdasarkan Kurikulum 2013. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur, (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) interpretasi data, dan (4) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan penilaian kompetensi sikap berdasarkan kurikulum 2013 yang diterapkan di kelas X SMK TI Bali Global Singaraja pada pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan cara observasi, penilaian diri sendiri, penilaian antarpeserta didik, dan jurnal dengan delapan aspek (2) Guru mengalami kendala dalam melakukan penilaian kompetensi sikap, yaitu (a) banyaknya aspek penilaian kompetensi sikap, (b) sedikitnya waktu pelaksanaan penilaian, (c) adanya tuntutan dalam melaksanakan kewajiban evaluasi, dan (d) tidak semua aspek dapat diobservasi secara mendalam, (3) respons siswa kelas X SMK TI Bali Global Singaraja terhadap penilaian kompetensi sikap berdasarkan Kurikulum 2013, yaitu (a) respons yang bersifat positif, yakni siswa merasa lebih termotivasi dalam belajar sehingga siswa mampu merubah sikap negatif menjadi positif (b) respons yang bersifat negatif, yakni pelaksanaan penilaian kompetensi sikap membuat siswa merasa diawasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa guru bahasa Indonesia di kelas X SMK TI Bali Global Singaraja sudah melakukan penilaian kompetensi sikap dengan sangat baik sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Kata Kunci : penilaian, sikap, kurikulum, pembelajaran, respons This study aimed to analyze (1) the implementation of attitude competency assessment, (2) obstacles in conducting attitude competence assessment, and (3) student response to the implementation of attitude competency assessment in Indonesian language learning based on Curriculum 2013 in class X SMK IT Bali Global Singaraja . This research used qualitative descriptive design. The research subjects were Indonesian language teachers and students of Class X SMK IT Bali Global Singaraja. The object of this research was the implementation of attitude competency assessment of Indonesian language subjects based on Curriculum 2013. The menthd for colecting data were, observation method, interview, questionnaire, and documentation. Data were analyzed by using descriptive technique using procedure, (1) data reduction, (2) data presentation, (3) data interpretation, and (4) drawing conclusion. The result of the research shows that (1) Realization the assessment of attitude competencies based on the 2013 curriculum applied in class X SMK TI Bali Global Singaraja on learning Indonesian using observation, self-assessment, assessment among students, and journals with eight aspects (2) (b) the lack of time for appraisal, (c) the existence of demands the performing in evaluation obligations, and (d) not all the aspects can be observed in depth, (3) the response students of grade X SMK TI Bali Global Singaraja to ward attitude competency assessment based on Curriculum 2013, that is (a) positive response, that students feel more motivated in learning so that students able to change negative attitude in to positive (b) negative response, attitude competency assessment makes students feel supervised. The results of this study prove that the Indonesian language teacher in class X SMK TI Bali Global Singaraja has done the attitude competence assessment very well in accordance with the demands of Curriculum 2013.keyword : assessment, attitude, curriculum, learning, respons
PENGGUNAAN MEDIA BOOKLET BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER TINKING SKILL) GURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN CERITA FABEL DI KELAS VII MTs NEGERI 2 BULELENG ., Riska Arisma; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14615

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan (1) penggunaan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam pembelajaran cerita fabel di kelas VII dan (2) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menggunakan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam pembelajaran cerita fabel di kelas VII MTs Negeri 2 Buleleng. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menggunakan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ialah (1) penggunaan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam pembelajaran cerita fabel telah memenuhi prosedur, yaitu pada awal pembelajaran, guru mampu menggiring siswa; pada inti pembelajaran, siswa mampu mengikuti pembelajaran cerita fabel dengan menggunakan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dengan maksimal, dan pada akhir pembelajaran siswa mampu menjawab pelatihan HOTS dengan baik. (2) Kendala guru adalah dari segi siswa. Simpulan penelitian ini adalah (1) penggunaan booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) telah efektif dan sesuai prosedur. (2) Kendala yang ditemukan oleh guru adalah dari segi siswa. Saran penelitian ini ialah, guru bahasa Indonesia agar mempertahankan keefektifan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dan lebih memotivasi siswa untuk meningkatkan pembelajaran.Kata Kunci : Media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill), pembelajaran, cerita fabel This study aimed to describe (1) the use of HOTS-based booklet book (Higher Order Thinking Skill) in learning fable story for seventh grade students and(2) constraints faced by teachers when using HOTS-based booklet (Higher Order Thinking Skill) in learning fable story at seveth grade students in MTs Negeri 2 Buleleng. This study used descriptive qualitative research design. The subjects of this study were teachers and students. The object of this study was the use of HOTS-based booklet book (Higher Order Thinking Skill) and constraints faced by teachers when using HOTS-based booklet (Higher Order Thinking Skill). The data were collected through observation, documentation, and interview. The data in this study were analyzed descriptive qualitatively. The results of this study were (1) the use of HOTS-based booklet book (Higher Order Thinking Skill) in learning fable story has followed the procedure, that is at the beginning the teacher's learning, can lead the students; at the core of learning the students were able to follow the learning of fable story by using HOTS-based booklet (Higher Order Thinking Skill) maximally, and at the end of the learning students were able to answer HOTS training well. (2) the teacher’s constraints was in terms of the students. The conclusions of this study were (1) the use of HOTS-based booklets (Higher Order Thinking Skill) has been effective and based on the procedures. (2) the obstacles found by teachers was in terms of the students. The suggestion of this research is, Indonesian teacher should maintain the effectiveness of HOTS-based booklet media (Higher Order Thinking Skill) and motivate the students more to increase their learning.keyword : HOTS-based booklet medium (Higher Order Thinking Skill), learning, fable story
PEMANFAATAN TEKNIK KATA KUNCI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS X MIPA 5 SMA N 1 PAYANGAN ., I Nyoman Trayanjana Putra; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14985

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan (1) mengetahui langkah-langkah penggunaan teknik kata kunci pada pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas X MIPA 5 di SMA N 1 Payangan, (2) mengetahui peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi siswa SMA N 1 Payangan setelah melaksanakan pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan teknik kata kunci. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Guru mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas X MIPA 5 bernama Ni Putu Lina Wahyuningsih dan siswa kelas X MIPA 5 yang berjumlah 26 di SMA N 1 Payangan. Objek penelitian ini adalah penggunaan kata kunci untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi di kelas X MIPA 5 SMA N 1 Payangan. Metode pengumpulan data ini adalah metode observasi dan metode tes. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data langkah-langkah pemanfaatan teknik kata kunci dalam menulis teks eksposisi dan metode tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil kemampuan menulis teks eksposisi dengan menggunakan teknik kata kunci. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah penerapan teknik kata kunci, yaitu guru memberikan penjelasan kepada siswa melalui tanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa, guru menjelaskan langkah-langkah menulis teks eksposisi menggunakan teknik kata kunci, guru membagikan gambar karikatur sebagai media dalam pelatihan menulis teks eksposisi, dan guru membimbing siswa secara intensif agar dapat menghasilkan tulisan yang baik, (2) hasil peningkatan skor yang diperoleh pada pratindakan yaitu 62,3 dengan kategori cukup. Pada siklus I skor meningkat menjadi 65,6 dengan kategori cukup, dan pada siklus II menjadi 72,6 dengan kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan teknik kata kunci dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X MIPA 5 SMA N 1 Payangan. Kata Kunci : teknik kata kunci, menulis, teks eksposisi This study was a classroom action research which aims to (1) know the steps of using keyword technique on learning writing exposition text of X class of MIPA 5 in SMA N 1 Payangan, (2) to know the improvement of writing skill of exposition text of SMA N 1 Payangan after implementing writing expository text using keyword technique. The subjects of this study were teachers and students. The name of Indonesian teacher in X class of MIPA 5 is Ni Putu Lina Wahyuningsih and the total of the students were 26 in SMA N 1 Payangan. The object of this study was the use of keywords to improve the students writing ability in writing exposition text in class X MIPA 5 SMA N 1 Payangan. This method of data collection were observation and test methods. Observational methods were used to collect data on the use of keyword techniques in writing expository texts and test methods used to collect data on the results of the ability to write expositive text using the keyword technique. The data of this study were analyzed by using qualitative descriptive quantitative technique. The results of this study indicate that (1) the steps of application of keyword technique, such as the teacher gives explanations to the students through question and answer to explore the students' knowledge, the teacher explains the steps of writing exposition text using the keyword technique, the teacher distributed the caricature image as the media in training of writing expository text, and teacher guiding students intensively in order to produce good writing, (2) the result of score before treatment was 62,3 with enough category. In the first cycle the score increased to 65.6 with sufficient category, and in cycle II to 72.6 with good category. It can be concluded that the utilization of keyword techniques can improve the ability to write expository text of X grade students of MIPA 5 SMA N 1 Payangan.keyword : keyword technique, writing, exposition text