cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
ISSN : -     EISSN : 2503331x     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural products, pharmaceutical science-industry and clinical research, etc. are particularly welcome. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries pharmaceutical science and clinical research including: bioactive products, chemotaxonomy, chemistry, ecological biochemistry, metabolism, pharmacy management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical social and pharmaceutical industry.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
Formulasi dan Karakterisasi SNEDDS Ekstrak Jinten Hitam (Nigella Sativa) dengan Fase Minyak Ikan Hiu Cucut Botol (Centrophorus Sp) serta Uji Aktivitas Imunostimulan Maya Uzia Beandrade
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.925 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v3i1.15506

Abstract

Jinten hitam (Nigella sativa) mengandung senyawa timokuinon yang berefek sebagai imunostimulan. Ekstrak jinten hitam dikembangkan menjadi SNEDDS (Self-nanoemulsifying Drug Delivery System) karena masalah kelarutan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik SNEDDS ekstrak jinten hitam yang meliputi viskositas, ukuran tetesan nanoemulsi, extract loading, dan stabilitas. Pengujian aktivitas imunostimulan SNEDDS meliputi rasio sel makrofag dan indeks fagositosis.SNEDDS ekstrak jinten hitam dioptimasi dengan metode Simplex Lattice Design menggunakan Design Expert 7.1.5., selanjutnya SNEDDS optimal diuji ukuran tetesan nanoemulsi dan zeta potensial, viskositas, serta uji stabilitas. Uji aktivitas imunostimulan dilakukan dengan metode biolatex assay terhadap tikus Sprague Dawley sebanyak 5 tikus/kelompok selama 15 hari dengan pemberian satu kali sehari yaitu kontrol positif (ekstrak meniran 7,2 mg/tikus), kelompok perlakuan yaitu ekstrak jinten hitam dengan dosis 200 mg/kgBB serta SNEDDS ekstrak jinten hitam (200 mg/kgBB), kelompok plasebo berupa formula SNEDDS tanpa ekstrak jinten hitam, dan kontrol normal, selanjutnya dihitung rasio dan indeks fagositosis makrofag.SNEDDS ekstrak jinten hitam optimal mengandung 15% minyak ikan hiu cucut botol, 67,344% surfaktan (10,102% croduret 50 ss dan 57,242% tween 80), 17,656% PEG 400 sebagai ko-surfaktan dengan hasil ukuran tetesan nanoemulsi 16,3 nm, PI sebesar 0,202, zeta potensial -43,5 mV, dan viskositas antara 234,69 – 255,71 cP. Hasil extract loading sistem SNEDDS mencapai 600 mg ekstrak/g sistem. SNEDDS stabil setelah penyimpanan selama 90 hari pada suhu kamar dan uji freeze-thawing. SNEDDS ekstrak jinten hitam dengan dosis 200 mg/kgBB dapat meningkatkan rasio sel makrofag dan indeks fagositosis dibandingkan dengan ekstrak jinten tanpa formulasi (P<0,05).
Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Krokot (Portulaca oleracea, L.) pada Udema Tikus yang di Induksi Karagenin Dahlia Andayani; Endang Suprihartini; Maulida Astuti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.343 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v3i1.15108

Abstract

Krokot (Portulaca oleracea, L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit disentri, penyakit kulit, nyeri dan bengkak. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui efek antiinflamasi krokot pada tikus yang diinduksi karagenin. Rancangan Penelitian menggunakan pre and post test only control group design dengan lima kelompok perlakuan yaitu kelompok I sebagai kontrol negatif, kelompok II kontrol positif (Na diklofenak dosis 50mg), kelompok III ekstrak etanol krokot dosis 100 mg, kelompok IV ekstrak etanol krokot dosis 200 mg, kelompok V ekstrak etanol krokot dosis 400 mg. Masing masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus.  Efek antiinfllamasi dievaluasi dengan menghitung total volume udem pada menit ke 0, 60, 120, 180, 240 dan 300. Hasil penelitian menunjukkan kelima kelompok perlakuan memiliki total volume udem yang berbeda bermakna dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Dari hasil perhitungan persen daya antiinflamasi diperoleh nilai dari yang tertinggi natrium diklofenak, ekstrak dosis 400 mg, ekstrak dosis 200 mg dan ekstrak dosis 100 mg yaitu: 32,95%, 30,20%, 20 % dan 16, 73%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol krokot memiliki efek antiinflamasi pada udem tikus tyang diinduksi karagenin. 
Tingkat Pengetahuan Pasien Rawat Jalan Tentang Penggunaan Antibiotika di Puskesmas Wilayah Karanganyar Mahardhika Adi Chandra Dewi; Yeni Farida
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.509 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v3i1.15102

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang antibiotik merupakan faktor resiko meningkatnya tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien rawat jalan tentang penggunaan antibiotika di wilayah kota dan pinggiran Karanganyar, serta untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan responden. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian analitik non eksperimental dengan desain penelitian Cross-Sectional Study. Sampel diperoleh menggunakan metode accidental sampling. Data penelitian diperoleh dari kuesioner diisi oleh 225 pasien rawat jalan di Puskesmas Ngargoyoso dan 281 pasien rawat jalan di Puskesmas Karanganyar.  Data  yang diperoleh dikelompokkan menjadi data karakteristik pasien terutama tingkat pendidikan (diukur dengan Chi Square) dan data pengetahuan (diukur dengan karakterisasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kedua Puskesmas Wilayah Karanganyar memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi yaitu >75% (Puskesmas Ngargoyoso  sebanyak 76,4% (172 orang) dan di Puskesmas Karanganyar sebanyak 81,8% (230 orang) mempunyai pengetahuan tinggi). Hasil analisis menggunakan Chi-Square menunjukkan bahwa di kedua lokasi (Puskesmas Karanganyar dan Puskesmas Ngargoyoso) terdapat hubungan antara tingkat pendidikan responden dengan tingkat pengetahuan responden tentang penggunaan antibiotika (p value < 0,05). Dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pengetahuan pasien rawat jalan tentang penggunaan antibiotika di 2 Puskesmas Kabupaten Karanganyar tergolong tinggi.
Uji in silico Aktivitas Sitotoksik dan Toksisitas Senyawa Turunan N-(Benzoil)-N’- feniltiourea Sebagai Calon Obat Antikanker Dini Kesuma; Siswandono Siswandono; Bambang Tri Purwanto; Suko Hardjono
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.352 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v3i1.16266

Abstract

Senyawa N-(benzoil)-N’-feniltiourea mempunyai gugus farmakofor yang sama dengan turunan urea yang mempunyai aktivitas antikanker, sepertihidroksiurea, sehinggalayakdijadikansenyawaindukuntukdikembangkanlebihlanjutmelaluimodifikasistruktur.  Penelitianinibertujuanuntukmemprediksiaktivitas sitotoksik dan toksisitas dari duapuluh tiga senyawa turunanN-(benzoil)-N’-feniltiourea sebagaicalonobatantikanker. Salah satumekanismekerjaturunanN-(benzoil)-N’-feniltiourea sebagaiantikanker adalah menghambat VEGFR2,regulatorpentinguntuk proses angiogenesis, sertasangatberperanuntukpertumbuhan tumor dan metastasis. Aktivitas biologis dapat diprediksi melalui pemodelan molekul yang disebut uji in silico, menggunakan program MVD (Molegro Virtual Docker),sedang toksisitas dapat diprediksi menggunakan program pkCSMdanProtoxonline tool. Uji in silico dilakukan dengan melakukan docking senyawa yang akan diprediksi aktivitasnya dengan target reseptor, VEGFR2, PDB ID. 3WZE.Hasildockingberupaenergiikatandigambarkandengannilai Rerank Score (RS).Senyawa dengan nilai RS kecil berarti mempunyai ikatan ligan-reseptor yang stabil dan diprediksi mempunyai aktivitas yang besar. Dari hasilujiin silicodisimpulkanbahwasemuaturunanN-(benzoil)-N’-feniltiourea diprediksimenimbulkantoksisitas relatifrendah, danmempunyai aktivitas sitotoksik lebihbesardibandinghidroksiurea, tetapimasihlebihrendahdibandingsorafenib.N-(4-propoksibenzoil)-N’-feniltioureadanN-(3,5-di-trifluorometilbenzoil)-N’-feniltioureadiprediksi mempunyai aktivitas sitotoksik paling besar tetapi menimbulkan hepatotoksik, sehingga sebagai senyawa terpilih untuk disintesis dan dikembangkan lebih lanjut adalah N-(3,4-dimetilbenzoil)-N’-feniltiourea.
Potensi Ekstrak Daun Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir) Sebagai Agen Sedatif Herbal Wisnu Kundarto; Anafia Azzahra Pratiwi
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.806 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v3i1.15106

Abstract

Padatnya aktivitas dapat menyebabkan kualitas tidur menurun dan memicu gangguan tidur. Tanaman kangkung darat terbukti mempunyai efek sedasi pada dosis 2 mg/gBB, 4 mg/gBB, dan 8 mg/gBB dengan metode rotarod. Penelitian ini bertujuan melihat ada tidaknya efek sedasi dengan metode refleks balik badan pada variasi dosis yang lebih kecil. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit Balb/c jantan dan terdiri dari 6 kelompok yaitu kontrol positif fenobarbital 6 mg/kgBB, kontrol negatif akuades, perlakuan dosis 8 mg/kgBB, 16 mg/kgBB, dan 32 mg/kgBB. Pengamatan dilakukan dengan mencatat durasi waktu tidur mencit dan dibandingkan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan dosis 8 mg/kgBB juga menunjukkan efek sedasi dan durasi waktu tidur meningkat sebanding dengan kenaikan dosis
Penghilangan Zat Warna menggunakan Kompleks Polielektrolit Kitosan-Alginat Febi Indah Fajarwati; Muhammad Arsyik Kurniawan; Mayla Nur Fatima; Rosani Fikrina
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.756 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v3i1.16268

Abstract

Telah dilakukan sintesis kompleks polielektrolit (PEC)kitosan-alginat dalam bentuk film dan beads. Material dibuat dengan menggunakan biopolimer kitosan dan alginat yang bersifat ramah lingkungan untuk pengujian adsorpsi terhadap zat warna. Karakterisasi PEC kitosan-alginat dilakukan dengan FTIR(Fourier Transform Infra Red), uji stabilitas medium asam basa serta uji kapasitas adsorpsi terhadap zat warna. Hasil karakterisasi menunjukan terjadinya pergesaran vibrasi pada hasil sintesis yang semakin tajam dan PEC kitosan-alginat stabil pada pH >4. Kapasitas adsorpsi optimum diperoleh sebesar 0,676 mg/g pada menit ke- 45 untuk PEC kitosan-alginat dalam bentuk beads dan 0,0135 mg/g pada menit ke-30 untuk bentuk film. Model kinetika semua adsorbenmenunjukkan mengikuti orde dua semu.
Uji Daya Hambat Berbagai Merek Hand Sanitizer Gel Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Eka Puspita Rini; Estu Retnaningtyas Nugraheni
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.007 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v3i1.15380

Abstract

Hand sanitizer merupakan zat antiseptik dengan kandungan zat aktif berupa alkohol dan bahan antimikroba lain yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan Gram negatif pada tangan. Escherichia coli merupakan bakteri Gram negatif sedangkan Staphylococcus aureus merupakan baktei Gram positif  dan keduanya secara alami tumbuh pada tubuh dan kulit manusia. Jumlah konsumen hand sanitizer meningkat karena cara pemakaian yang praktis tanpa memerlukan adanya sumber air.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat 5 merek hand sanitizer gel terhadap E. coli dan S. aureus serta menganalisis faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli hand sanitizer dengan merek tertentu. Penelitian dengan 2 metode yaitu uji aktivitas antimikroba melalui terbentuknya zona hambat  hand sanitizer terhadap mikroba uji  dan analisis waktu penghambatan optimum terhadap pertumbuhan mikroba di telapak tangan. Penentuan sampel dilakukan dengan penyebaran  kuisionair dengan teknik accidental sampling.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 merek yang mampu menghambat pertumbuhan E.coli dengan aktivitas sedang hingga kuat, dan semua merek hand sanitizer mampu menghambat pertumbuhan S.aureus dengan aktivitas kuat hingga sangat kuat. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dan  memenuhi syarat untuk melakukan uji parametrik One Way Annova. Hasil akhir menunjukkan nilai sig p < 0,005 terhadap penghambatan S. aureus dan E. Coli, sehingga terdapat perbedaan bermakna antara sampel hand sanitizer terhadap daya hambat pertumbuhan S. aureus dan E. coli. Hasil pengujian waktu penghambatan optimum terhadap mikroba di telapak tangan menunjukkan penurusan jumlah koloni bakteri pada rentang waktu 0 hingga 12 menit. Dari hasil pengecatan gram diperoleh hasil bahwa mikroba pada telapak tangan tersebut bersifat gram positif, bentuk kokus, susunan menggerombol dan diperkirakan adalah S.aureus

Page 1 of 1 | Total Record : 7