cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
ISSN : -     EISSN : 2503331x     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural products, pharmaceutical science-industry and clinical research, etc. are particularly welcome. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries pharmaceutical science and clinical research including: bioactive products, chemotaxonomy, chemistry, ecological biochemistry, metabolism, pharmacy management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical social and pharmaceutical industry.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Efektivitas Stick Herbal Usada Bali sebagai Antioksidan dan Anti-Inflamasi pada Mencit Putih Jantan yang Diinduksi Karagenan Ketut Agus Adrianta; I Putu Werda Bisama; Ni Nyoman Wahyu Udayani; Ni Made Dharma Shantini Suena; Agung Ari Chandra Wibawa
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.71522

Abstract

: Inflamasi disebabkan oleh terlepasnya mediator pro inflamasi di dalam tubuh, seperti TNF-α, caspase-3, dan prostaglandin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dari stick herbal Usada Bali yang mengandung rimpang kencur, bunga cengkeh, dan daun kelor pada mencit putih jantan yang diinduksi karagenan. Penelitian dilakukan dengan rancangan penelitian eksprimental laboratorium, dimana dalam pengujian antioksidan digunakan penelitian in-vtiro DPPH dengan instrument spektrofotometri UV-Vis, sedangkan pengujian antiinflamasi berupa penelitian in-vivo dengan rancangan randomize pre test and postest with control group design dan menggunakan hewan coba dengan rincian pembagian kelompok sebagai berikut: Kelompok 1 (P1) adalah kelompok perlakuan plasebo, kelompok 2 (P2) adalah kelompok perlakuan yang diberikan natrium diklofenak, kelompok 3 (P3) adalah kelompok perlakuan yang diberikan Stick Herbal Usada Bali. Pengujian antioksidan memberikan hasil bahwa sampel memiliki nilai IC50 82,285 µg/mL dengan kategori (kuat) dan nilai Antioxidant Activity Index 0,469 dengan katagori (sedang). Pengujian antiinflamasi berdasarkan analisis SPSS menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan Stick Herbal Usada Bali dengan nilai p=0,000 (p<0,05), serta tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok positif dengan kelompok perlakuan Stick Herbal Usada Bali p=0,222 (p>0,05). Efektivitas antioksidan dan antiinflamasi Stick Herbal Usada Bali dipengaruhi oleh senyawa yang terkandung di dalamnya yaitu flavonoid dan saponin yang diketahui memiliki khasiat sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Stick Herbal Usada Bali berpotensi sebagai alternatif terapi antiinflamasi dan memiliki efektivitas sebagai antioksidan.
Formulasi dan Uji Antibakteri Formula Optimum Gel Kitosan Kulit Udang Vannamei (Litopenaeus vannaemei) sebagai Antiakne Naniek Widyaningrum; Fita Nadia Septiana; Rina Wijayanti; Thendi Abdul Arief
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.78870

Abstract

Acne vulgaris atau jerawat merupakan infeksi pori-pori kulit yang tersumbat dengan lemak yang berlebih. Faktor lainnya disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme Propionibacterium acnes. Kitosan kulit udang vannamei diketahui berfungsi sebagai antibakteri. Kitosan kulit udang vannamei dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel untuk mendapatkan kenyamaan dan kemudahan dalam penggunaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula optimum sediaan gel kitosan kulit udang vannamei sebagai antiakne. Optimasi formula menggunakan Simplex Latice Design dengan variasi konsentrasi gelling agent berupa karbopol dan HPMC. Uji evaluasi fisik sediaan gel dan uji antibateri terhadap Propionibacterium acnes dilakukan. Hasil penelitian formula optimal karbopol dan HPMC diperoleh perbandingan 0.5 : 0.5 dengan persentase (1,25%)  dan HPMC (0,725%). Uji evaluasi fisik sediaan gel menunjukkan bahwa sediaan gel memiliki sifat fisik yang baik dengan viskositas 4.616 cps, pH 7.25, dan daya sebar 6.43. Hasil uji antibakteri Propionibacterium acnes didapatkan hasil daya hambat dari sampel gel kitosan (20.73 mm ± 1.33) kuat dan kontrol positif (28.56 mm ± 0.91) sangat kuat. Formula optimum dengan perbandingan karbopol dan HPMC (0.5:0.5) gel kitosan kulit udang vannamei memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne dan memenuhi persyaratan uji sifat fisik.  
Perbedaan Efektivitas Penggunaan Metformin-Insulin versus Metformin-Vildagliptin Terhadap Profil Glikemik Pasien DMT2 di Instalasi Rawat Jalan RSISA Periode 2022 Willi Wahyu Timur; Asmahan Nabila Pradesti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.71945

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan gangguan kondisi metabolisme dengan gejala umum yaitu peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Jumlah kasus DM semakin meningkat dari tahun ke tahun.Tata laksana terapi  pasien DM tipe 2 dapat dilakukan melalui 4 pilar, yaitu edukasi, pola makan, aktivitas fisik, dan terapi farmakologi. Terapi farmakologi obat antidiabetik terbagi atas injeksi insulin dan oral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivititas penggunaan obat metformin-insulin versus metformin-vildagliptin pada pasien DM tipe 2 di RS Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional. Pengambilan data secara retrospektif.Data dilakukan analisis menggunakan SPSS dengan uji parametrik yaitu uji independent t-test  dan uji non parametrik menggunakan Mann-Whitney test untuk mengetahui perbandingan efektivitas 2 kelompok obat.Hasil penelitian analisis perbandingan efektivitas penggunaan Metformin-insulin versus metformin-vildagliptin terhadap profil glikemik diperoleh nilai signifikansi profil glikemik HbA1c 0,494 p(>0,05) dan GDS 0,638 p(>0,05).Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap profil glikemik pada kelompok metformin-insulin maupun metformin-vidagliptin. 
Tamanu Oil (Calophyllum inophyllum L.) Promotes Wound-Healing Activity in Alloxan-Induced Diabetic Rats, and Its Fatty Acids Profile Rita Rakhmawati; Saptono Hadi; Ahmad Ainurofiq; Estu Retnaningtyas Nugraheni; Syaiful Choiri; Tiara Dewi Salindri Pratama
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.80107

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease and is a severe threat because it causes diabetic wounds. Treating injuries in patients with DM is dominated by synthetic chemicals such as anti-inflammatory, corticosteroids, and antibacterial. It has side effects, so further exploration of natural ingredients is needed. One plant that has the potential to heal wounds is tamanu oil or nyamplung oil. This study aimed to investigate the effect of tamanu oil on the healing of diabetic wounds and the fatty acid composition profile. Male rats of the Wistar strain (Ratus novergius) were given incision wounds along a 2 cm depth of 2 mm, randomly divided into three groups, by applying topically twice a day. We are profiling fatty acids using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). As far as we know, this is the first study showing that tamanu oil can speed up the healing of diabetic wounds in rats. The Tamanu oil containing oleic acid (42.65%), linoleic acid (25.69%), stearic acid (16.50%), and palmitic acid (12,93) had better effectiveness than other groups, demonstrated by wound closure exceeding 50% on day six and wound closure by 100% on day nine.