cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
ISSN : -     EISSN : 2503331x     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural products, pharmaceutical science-industry and clinical research, etc. are particularly welcome. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries pharmaceutical science and clinical research including: bioactive products, chemotaxonomy, chemistry, ecological biochemistry, metabolism, pharmacy management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical social and pharmaceutical industry.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Menggunakan Kuesioner QLQ BR-23 di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta Barat Numlil Khaira Rusdi; Iskandar Iskandar; Maifitrianti Maifitrianti; Nurhasnah Nurhasnah; Endang Sulistyaningsih; Lia Desviana Safitri
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.84445

Abstract

Masalah utama pasien kanker payudara dalam jangka panjang berkaitan dengan masalah psikososial dan gejala fisik khususnya efek samping dari terapi adjuvant sistemik/ kemoterapi pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas hidup pasien kanker payudara di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta Barat dan mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien. Desain penelitian menggunakan studi kohort. Kualitas hidup pasien kanker payudara dinilai menggunakan kuesioner EORTC QLQ-BR23 dengan kategori baik, sedang, dan buruk. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup dianalisis menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan, kualitas hidup berdasarkan skala fungsional; untuk domain citra tubuh terkategori baik, fungsi seksual terkategori buruk, kenikmatan seksual dan pandangan masa depan terkategori sedang. Kualitas hidup berdasarkan skala gejala; pada domain efek terapi, gejala pada payudara, gejala pada lengan, dan gejala pada rambut termasuk kategori baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup adalah usia 50 tahun keatas, postmenopause, mastektomi, dan stadium lanjut (p
Review: Cost-Effectiveness Analysis Metformin dan Dipeptidyl Peptidase-4 Inhibitor Dibandingkan dengan Metformin dan Sulfonilurea pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Nuring Novita Kusumawati; Tri Murti Andayani
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.91911

Abstract

Prevalensi diabetes melitus tipe 2 (DMT2) meningkat, sehingga manajemen terapi yang efektif dan cost-effective sangat penting. Kombinasi metformin dengan dipeptidyl peptidase-4 inhibitor (DPP-4 inhibitor) dan metformin dengan sulfonilurea (SU) merupakan terapi lini kedua pada pasien DMT2, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan terkait biaya dan efektivitas. Review ini bertujuan untuk membandingkan hasil penelitian cost-effectiveness dari kedua kombinasi tersebut guna membantu praktisi kesehatan dalam membuat keputusan pemilihan terapi dalam pengelolaan DMT2. Review ini menganalisis temuan dari berbagai jurnal yang dipublikasikan secara online, menggunakan database SCOPUS dan PubMed serta mengikuti skema PRISMA dan PICO.  Penelitian yang memenuhi kriteria pencarian adalah 75 studi, 35 di antaranya berasal dari Scopus dan 40 PubMed. Terdapat beberapa artikel dikecualikan dan didapatkan 5 studi yang memenuhi kriteria akhir kemudian dilakukan penilaian kualitas berdasarkan standar CHEERS 2022. Analisis menunjukkan bahwa kombinasi DPP-4 inhibitor dan metformin lebih efektif dibandingkan kombinasi sulfonilurea dan metformin dalam mengelola diabetes melitus tipe 2, temuan ini didukung oleh pemelitian dari berbagai negara, menunjukkan pengurangan risiko hipoglikemia dan peningkatan kualitas hidup pasien. Tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa kombinasi DPP-4 inhibitor dengan metformin adalah terapi lini kedua yang cost effective dibandingkan dengan kombinasi sulfonilurea dan metformin untuk penderita diabetes melitus tipe 2.
Potensi Pemanfaatan Umbi Bit (Beta vulgaris) Sebagai Imunomodulator dalam Meningkatkan Fagositosis Makrofag dan Proliferasi Limfosit Aji Winanta; Perdana Priya Haresmita; Seputri Merilla
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i3.71696

Abstract

Tanaman Bit (Beta vulgaris L) merupakan salah satu tanaman yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia yaitu sebagai bahan pangan yang kaya vitamin dan mineral. Pigmen merah yang ada di dalam tanaman bit merupakan senyawa nitrogen dengan aktivitas antioksidan tinggi. Senyawa kimia sebagai antioksidan dalam umbi bit polifenol, betalain, dan flavonoid. Berbagai jenis patogen seperti bakteri, virus, protozoa, dan parasit banyak ditemukan di lingkungan sekitar sehingga dapat menimbulkan berbagai infeksi pada manusia. Mekanisme pertahanan diri dalam tubuh manusia merupakan komponen dalam melawan senyawa patogen tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid dalam ekstrak etanol umbi bit, menentukan kadar flavonoid total ekstrak etanol umbi bit dan menentukan aktivitas imunomodulator ekstrak etanol umbi bit secara in vitro. Ekstraksi umbi bit dipilih metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan analisis kualitatif dipilih metode kromatografi lapis tipis (KLT). Analisis kuantitatif penentuan kadar flavonoid total dilaksanakan dengan metode kolorimetri dan penentuan aktivitas imunomodulator secara in vitro dilakukan dengan parameter indeks fagositosis, kapasitas fagositosis serta indeks stimulasi proliferasi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol umbi bit mengandung flavonoid. Nilai kadar flavonoid total yang diperoleh dari ekstrak etanol umbi bit adalah sebesar 1,43 mgEK/g ekstrak. Penentuan aktivitas imunomodulator ekstrak etanol umbi bit menunjukkan aktivitas fagositosis makrofag yang berbeda secara bermakna dibandingkan dengan kontrol sel. Konsentrasi 500 μg/mL menunjukkan aktivitas paling tinggi yaitu kapasitas fagositosis 82% ± 0,03 dan indeks fagositosis 4,46 ± 0,31 namun tidak memiliki aktivitas dalam meningkatkan proliferasi limfosit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi bit mempunyai potensi sebagai imumodulator kuat.
Caesalpinia sappan Reduce Fever with An Anti-inflammatory and Antioxidant Mechanism: A Review Heru Sasongko; Delia Putri Hedianti; Listiyana Ika Safitri
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.79562

Abstract

Caesalpinia sappan L (Sappan wood) is an herbal plant that has long been trusted by the public as an herbal medicine for tuberculosis, diarrhea, dysentery, skin infections, anemia, and other diseases by utilizing the decoction of C.sappan. Sappan wood is an herbal plant widely used as a raw material for traditional medicinal products. Sappan wood has been reported to have substantial pharmacological effects in analgesic, antioxidant, antibacterial, anti-inflammatory, and anti-viral. Fever is a clinical manifestation of certain conditions or diseases characterized by increased body temperature above the normal range (36.5–37.5 °C). Many studies declare that antioxidant and anti-inflammatory activity in C.sappan reduces oxidative stress and pro-inflammatory cytokines. This literature review shows that the antioxidant and anti-inflammatory properties of C.sappan are linked to fever as a sign of illness. Literature review using the last ten years' Scopus, ScienceDirect, and Pubmed databases. There are as many as 20 journals regarding sappan wood's antioxidant and anti-inflammatory effects. Sappan wood has been shown to have an antioxidant effect by lowering reactive oxygen species levels via SOD, GPx, or CAT markers. It inhibits inflammation cytokines such as IL-1, IL-6, TNF-????, and INF produced during fever. Sappan wood also has an anti-inflammatory effect by inhibiting PGE2 production when someone has a fever. The findings of our review state that C.sappan can be used to treat fever for both of these reasons. The use of C.sappan as a component in producing traditional health beverages has potential.
Use of Favipiravir in Covid-19 Patients: A Narrative Review Vitarani Dwi Ananda Ningrum; Annisa Fitria; Fadiyah Ulfa Hanur
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.73629

Abstract

COVID-19 is an acute respiratory disease resulting from the infection of SARS-COV-2 viruses and causes high morbidity, which requires appropriate treatment targets. Favipiravir is an antiviral that selectively inhibits RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) of virus. This review aimed to identify several studies that prove the effectiveness and safety of using Favipiravir for COVID-19 patients. The search method used the electronic media PubMed and ScienceDirect with the keywords "Efficacy", "Favipiravir", "Treatment", "Safety", SARS-COV-2", and "Favipiravir induced", accompanied by the addition of the affixes "AND" and "OR" and selection by the publication date starting December 2019. The literature search resulted in eight (8) published articles that met the exclusion and inclusion criteria. The results of the review showed that concurrent administration of Favipiravir and Lopinavir/Ritonavir or Chloroquine, with a dosage of Favipiravir of 3200 mg/day followed by 1200 mg/day each in 2 divided doses, was considered adequate for improving the clinical symptoms of COVID-19 patients with mild-moderate symptoms in early administration. Meanwhile, administering Favipiravir with anti-IL-6 Tocilizumab for patients with severe symptoms showed a fairly good effect. The most frequently reported ADE (adverse drug events) in the use of Favipiravir were hyperuricemia and elevated alanine aminotransferase (ALT) levels. This review concluded that the best clinical response to Favipiravir is shown in COVID-19 patients with mild-to-moderate early symptoms.
Autentikasi Minyak Biji Jagung Zea mays L.: Pengaruh Metode Ekstraksi dan Analisis Komposisi Menggunakan Metode Gas Cromatoghraphy-Mass Spectrometry (GC-MS) Justitia Cahyani Fadli; Any Guntarti; Nina Salamah
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.85367

Abstract

Minyak jagung mengandung protein dan asam lemak yang melimpah, sehingga diperlukan metode dan kondisi ekstraksi yang tepat untuk menghasilka kualitas minyak berkualitas tinggi. Minyak dapat diperoleh dengan cara pemanasan menggunakan alat Soxhlet maupun Reflux dan akan terisolasi dengan pelarut non polar. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan ekstraksi minyak jagung manis, membandingkan kualitas minyak jagung dari dua metode isolasi serta menganalisis komposisi asam lemak menggunakan GC-MS. Minyak jagung manis yang dihasilkan dari dua metode isolasi Reflux dan Soxhlet dibandingkan dengan parameter SNI dan diidentifikasi komposisi asam lemaknya menggunakan instrumen GC-MS. Parameter kualitas minyak biji jagung manis yang dihasilkan dari metode Soxhlet dan Reflux, memiliki karakteristik warna, bau, indeks bias, kadar air, bilangan asam, bilangan peroksida, dan bilangan iod yang memenuhi persyaratan SNI. Hasil analisis GC-MS menunjukkan metode Reflux menghasilkan 3 kandungan senyawa yaitu, asam palmiat (31,37%), linoleoyl chloride (67,15%), dan asam ftalat (1,48%), sedangkan metode Soxhlet menghasilkan 2 kandungan senyawa, yaitu asam palmiat (32,28%) dan asam linoleat (66,89%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi metode ekstraksi minyak biji jagung memengaruhi kualitas minyak serta kandungan asam lemak yang dihasilkan. 
Hubungan Kadar Obat Gentamisin Dalam Darah Terhadap Outcome Clinic Pada Pasien Anak Yang Menderita Pneumonia Di RSUD Ajibarang Masita Wulandari Suryoputri; Dewi Latifatul Ilma; Nialiana Endah Endriastuti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i3.61849

Abstract

Gentamisin merupakan obat dengan indeks terapi sempit yang perlu dilakukan pemantauan kadar obat dalam darah karena dapat berpengaruh pada luaran klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gentamisin dengan outcome clinic pada pasien anak yang menderita pneumonia. Perhitungan kadar gentamisin dalam darah dapat dilakukan secara farmakokinetika berdasarkan dosis dan frekuensi pemberian obat menggunakan rumus matematika. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain observasional dan retrospektif. Pengumpulan data dilakukan selama 3 bulan di Instalasi Rekam Medik RSUD Ajibarang. Pengambilan data secara total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data statistik menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan kadar gentamisin dengan outcome clinic responden. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 52 responden (96,3%) memiliki kadar Cssave sesuai kisaran terapi (0,5-10mg/L) dan 2 responden (3,7%) memiliki kadar Cssave tidak sesuai kisaran terapi. Dari 52 responden yang memiliki kadar Cssave sesuai kisaran terapi (0,5-10mg/L) terdapat 21 responden memberikan outcome clinic membaik dan 31 responden memberikan outcome clinic belum membaik, sedangkan 2 responden yang memiliki kadar Cssave tidak sesuai kisaran terapi terdapat 1 responden memberikan outcome clinic membaik dan 1 responden memberikan outcome clinic belum membaik. Kesimpulan: berdasarkan perhitungan estimasi kadar obat gentamisin, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Cssave gentamisin dengan outcome clinic pasien anak penderita pneumonia di RSUD Ajibarang (p>0.05).
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Siwi Padmasari; Sugiyono Sugiyono
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.74336

Abstract

Teknologi digital menjadi sumber daya penting untuk penyampaian layanan kesehatan. Mobile Health yang efektif digunakan pada pelayanan kesehatan, tetapi belum banyak diteliti adalah edukasi melalui penggunaan media WhatsApp (WA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi penggunaan obat menggunakan media sosial WA dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental, pretest-posttest design with control group dan pengambilan sampel menggunakan cara convenience sampling. Kelompok perlakuan akan mendapatkan edukasi penggunaan obat antidiabetik oleh apoteker melalui pesan teks dan leaflet melalui aplikasi WA setiap minggu selama 1 bulan. Pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuisioner Diabetes Knowledge Questionnaire-24 (DKQ24) dan pengukuran kepatuhan menggunakan kuisioner Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5). Data karakteristik pasien dianalisis secara deskriptif. Data tingkat pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antara kedua kelompok. Karakteristik pasien DM tipe 2 di Puskesmas Mlati II mayoritas berusia >45 tahun, jenis kelamin perempuan, memiliki tingkat pendidikan SMA, dan memiliki penyakit penyerta hipertensi. Pemberian edukasi pesan teks dan leaflet melalui WA dapat meningkatkan pengetahuan responden pada kelompok intervensi secara signifikan dengan nilai ∆4,71 (p=0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai ∆2,59 (p=0,073). Tingkat kepatuhan pada kelompok intervensi mengalami peningkatan secara signifikan dengan nilai ∆7,74 (p=0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai ∆6,65 (p=0,069). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara edukasi yang dilakukan oleh apoteker melalui media WA terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan pada pasien DM tipe 2 (p<0,05).
Kualitas Hidup Pasien Post Stroke di Rumah Sakit Rujukan Nasional Nurhasnah Nurhasnah; Endang Sulistiyaningsih; Rachmat Fauzie Syaf
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i3.61376

Abstract

Stroke adalah salah satu penyebab kematian dan kecacatan yang akan berdampak terhadap ekonomi dan kualitas hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kualitas hidup pasien post stroke dan membandingkan nilai kualitas hidupnya dengan kualitas hidup populasi masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental cross-sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling. Data kualitas hidup masyarakat Indonesia diperoleh dari artikel yang telah dipublikasi sebelumnya. Data kualitas hidup pasien post stroke diperoleh dari hasil pengisian kuesioner di salah satu rumah sakit khusus di Sumatra Barat dan data lainnya diperoleh dari rekam medis pasien. Penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner EQ-5D-5L dan EQ-VAS versi bahasa Indonesia. Sebanyak 109 pasien post stroke terlibat dalam penelitian. Nilai rata-rata utilitas pasien post stroke dengan menggunakan EQ-5D-5L adalah 0,47±0,16dan rata-rata skor EQ-VAS adalah 76,88±10,81. Nilai rata-rata kualitas hidup pasien post stroke dibawah nilai rata-rata kualitas hidup masyarakat Indonesia yaitu 0,91±0,11 (EQ-5D-5L) dan 79,39±14,01 (EQ-VAS). Dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan kualitas hidup pasien post stroke dengan masyarakat umum Indonesia (nilai p< 0,001) dengan menggunakan kuesioner EQ-5D-5L dan kualitas hidup masyarakat Indonesia lebih baik dibandingkan pasien post stroke.
Effect of Papaya Seeds (Carica papaya) and Gandarusa Leaves (Justicia gendarussa) on the Spermatozoa Quality of Male Mice Jangga Jangga; Abdul Wahid Suleman; Saparuddin Latu; Sri Wulan Rini
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.69885

Abstract

Papaya seeds (Carica papaya L.) and gandarusa leaves (Justicia gendarussa Burm.f.) are considered medicinal plants that can be used as natural male contraceptives. Papaya seeds contain alkaloids, triterpenoids, saponins, and papain. Meanwhile, the gandarusa leaves contain flavonoids. These compounds have the function of antifertility for men. The purpose of this study was to determine the effect of papaya seeds (Carica papaya L.) ethanol extracts, gandarusa leaves (Justicia gendarussa Burm.f.), and its combination on motility, viability, and morphology of male mice spermatozoa (Mus musculus) most effective decrease concentration on motility, viability, and morphology of male mice spermatozoa (Mus musculus). This research was an experimental study. The samples of this study were 18 male mice with a body weight of 20-30 grams, aged 3-5 months, and were divided into six groups. The treatments given were control, papaya seed ethanol extract, gandarusa leaves ethanol extract, and its combinations to concentrations of P1 Na CMC1%, P2 (papaya seed 100mg/kgW), P3 (gandarusa leaf 50mg/kgW), P4 (papaya seed : gandarusa leaf 50:50 mg/kgW), P5 (papaya seed : gandarusa leaf  50:100 mg/ kgW), P6 (papaya seed : gandarusa leaf 100:50 mg/kgW). The extract was given for 35 days. On the 36th day, the mice were dissected to take their epididymis to observe the spermatozoa's quality (motility, viability, morphology). Those observations used a light microscope. Data were analyzed using one-way ANOVA and LSD post hoc tests. This study resulted differences in P1, P2, P3, P4, P5, and P6 towards motility, viability, and morphology of spermatozoa (p< 0.05). The conclusion of this study showed that both single and combination ethanol extracts of papaya seeds and gandarusa leaves could reduce the motility, viability, and morphology of spermatozoa of male mice, and the effective dosage in reducing motility, viability, and morphology of spermatozoa is P3 gandarusa leaves 50mg/kgW.