cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
ISSN : -     EISSN : 2503331x     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural products, pharmaceutical science-industry and clinical research, etc. are particularly welcome. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries pharmaceutical science and clinical research including: bioactive products, chemotaxonomy, chemistry, ecological biochemistry, metabolism, pharmacy management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical social and pharmaceutical industry.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Efektivitas Patch Transdermal Ekstrak Etanol Daun Insulin (Smallanthus sonchifolius) Terhadap Kadar Glukosa Darah dan Histopatologi Pankreas Tikus Putih Ni Putu Pirna Wijayanti; Lucia Hendriati; Iwan Sahrial Hamid; Teguh Widodo; Suryo Kuncorojakti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.59508

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pengobatan pasien diabetes adalah kepatuhan terhadap terapi obat. Daun insulin (Smallantus sonchifolius) memiliki efek menurunkan kadar gula darah, tetapi pada penggunaan jangka panjang per oral dapat menimbulkan efek samping terbentuknya lesi ginjal. Rute penghantaran alternatif untuk meningkatkan kepatuhan pasien dan menurunkan efek samping adalah penghantaran transdermal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek patch transdermal ekstrak etanol daun insulin terhadap kadar gula darah dan gambaran histopatologi pankreas tikus. Tikus putih yang telah diinduksi aloksan dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu: kontrol positif (metformin per oral), patch tanpa ekstrak daun insulin dengan peningkat penetrasi Tween 60, patch tanpa ekstrak daun insulin dengan peningkat penetrasi Span 80, patch ekstrak daun insulin dengan Tween 60, dan patch ekstrak daun insulin dengan Span 80.  Dosis ekstrak etanol daun insulin yang digunakan sebesar 400 mg/kgBB. Pengamatan terhadap kadar gula darah dan gambaran histopatologi pankreas dilakukan selama 14 hari. Analisis data menggunakan Anova satu jalan. Penggunaan patch transdermal ekstrak daun insulin menurunkan gula darah tikus sejak hari ke-1 dan pada hari ke-9 menghasilkan kadar gula darah tikus lebih rendah dibandingkan metformin per oral. Penambahan peningkat penetrasi Tween 60 dan Span 80 meningkatkan penurunan kadar gula darah. Hasil yang sama juga didapatkan pada parameter gambaran histopatologi pankreas tikus.  Berdasar hasil penelitian, pemberian patch transdermal ekstrak etanol daun insulin (Smallanthus sonchifolius) dapat menurunkan kadar glukosa darah dan mempengaruhi gambaran hispatologi pankreas pada tikus putih. 
Pengaruh Pemberian Gel Ekstrak Kopi Robusta (Coffea canephora) Terhadap Gambaran Makroskopis dan Mikroskopis Luka Bakar Derajat IIB Pada Tikus Long Evans Ulfa Elfiah; Maidy Frista Rosanti; Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra; Mochammad Amrun Hidayat
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.56152

Abstract

Perawatan luka bakar memerlukan penanganan khusus. Penggunaan sediaan obat topikal seperti silver sulfadiazine serta hydrocolloids yang berfungsi sebagai absorptive dressings merupakan salah satu prosedur terapi yang digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka. Perawatan kasus luka bakar di Indonesia masih kurang optimal karena adanya pembatasan biaya perawatan oleh sistem jaminan kesehatan Indonesia, oleh karena itu, perlu adanya alternatif perawatan luka bakar dengan mengembangkan bahan-bahan herbal sebagai dressing topikal seperti ekstrak dari kopi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk membuktikan pengaruh pemberian gel ekstrak kopi robusta (Coffea canephora) terhadap gambaran makroskopis dan mikroskopis luka bakar derajat IIB pada tikus long evans. Metode penelitian yang digunakan adalah true experimental laboratories dengan rancangan post-test only control group design. Tikus sebanyak 24 ekor terbagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif yaitu diberi basis gel, kelompok positif diberi silver sulfadiazine, dan kelompok perlakuan diberi gel ekstrak kopi robusta 2,5%. Data luas luka bakar, perubahan intensitas warna, dan ketebalan epitel luka bakar yang telah diperoleh selanjutnya diuji secara statistik menggunakan One Way ANOVA maupun Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Post-Hoc. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok perlakuan terjadi penurunan luas makroskopis (p < 0,05), perbaikan intensitas warna (p < 0,05), dan peningkatan ketebalan epitel (p < 0,05) antara gel ekstrak kopi robusta dibandingkan dengan kelompok kelompok negatif. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa gel ekstrak kopi robusta (Coffea canephora) terbukti memberikan pengaruh terhadap penyembuhan luka baik secara makroskopis maupun mikroskopis sehingga gel ekstrak kopi dapat terus dikembangkan menjadi salah satu alternatif dressing dalam perawatan luka bakar.
Moringa oleifera L. Sebagai Suplemen Untuk Anemia Defisiensi Besi: Systematic Review Yudi Kandinata; Nikmatul Ikhrom Eka Jayani; Krisyanti Budipramana; Fauna Herawati
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.59021

Abstract

Daun dari tanaman Moringa oleifera L. (kelor) memiliki efektivitas yang baik terhadap peningkatan kadar hemoglobin yang berkaitan dengan anemia defisiensi besi (kadar serum Fe yang rendah, peningkatan Total Iron-Binding Capacity (TIBC) dan feritin yang rendah). Penelitian ini merupakan systematic review yang bertujuan untuk menganalisis secara sistematis terkait penggunaan daun kelor untuk anemia defisiensi besi. Pencarian artikel yang digunakan untuk menyusun kajian menggunakan database Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar, artikel yang digunakan dengan beberapa desain studi diantaranya Quasi Experimental dan Randomized Controlled Trial (RCT). Kualitas artikel dinilai dengan Joanna Briggs Institute (JBI) checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 artikel Quasi Experimental dan 4 artikel RCT yang memenuhi kriteria inklusi. Pemberian daun kelor dalam bentuk serbuk atau ekstrak daun pada subjek anak berusia di bawah 2 tahun (332 subjek), wanita usia produktif (129 subjek), dan wanita hamil/ menyusui (70 subjek) menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin dengan rentang 0,3-2,6 g/dl selama pemberian 2 minggu-6 bulan. Kesimpulan dari systematic review menunjukkan bahwa daun kelor dapat meningkatkan kadar Hb pasien anemia pada subjek bayi < 2 tahun, remaja wanita/ wanita usia produktif dan pada wanita hamil/ wanita yang sedang menyusui. Daun kelor berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai suplemen pada anemia defisiensi besi.
Efektifitas Media untuk Peningkatan Pengetahuan dan Sikap pada Perilaku Hidup Bersih-Sehat Siswa Sekolah Dasar saat Adaptasi Kebiasaan Baru Era COVID-19 Rasmaya Niruri; Rita Rakhmawati; Rani Nurindah Saputri; Yeni Farida
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.56862

Abstract

Adaptasi kebiasaan baru pada era COVID19 dalam upaya persiapan tatap muka (PTM) untuk siswa sekolah dasar adalah perlu dilakukan, maka perlu dilakukan edukasi dalam peningkatan pengetahuan dan sikap terkait perilaku hidup bersih-sehat (PHBS). Media edukasi terdapat variasi yang digunakan untuk pendidikan jarak jauh pada pandemi COVID-19. Media yang tepat dalam pembelajaran berperan penting dalam capaian hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan pengetahuan dan sikap terkait PHBS sebelum dan sesudah edukasi pada siswa SD dengan media video pembelajaran, video kartun animasi, dan elektronik poster (e-poster), serta mengidentifikasi perbedaan antar ketiga media edukasi dalam peningkatan skor pengetahuan dan sikap. Metode pretest-posttest design digunakan dalam mengevaluasi efektifitas media edukasi pada siswa SD di Kabupaten Pati yang bersedia turut serta dalam penelitian ini. Tiap siswa diberikan satu jenis media yang berbeda yang dipilih secara acak. Pada penelitian ini diperoleh 207 siswa. Ketiga media edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa secara signifikan (p<0,05), serta terdapat pula peningkatan jumlah siswa yang termasuk kategori baik dan tidak ditemukannya kembali siswa dalam kategori kurang pada aspek pengetahuan dan sikap setelah pemberian edukasi. Peningkatan pengetahuan dan sikap paling tinggi adalah pada media video pembelajaran, dan berturut turut diikuti media video animasi dan media poster elektronik, namun keefektifitasan ketiga jenis media edukasi tersebut dalam peningkatan skor pengetahuan dan sikap tidak berbeda bermakna. Ketiga media tersebut dapat digunakan sebagai alternatif media edukasi PHBS pada siswa SD.
Potential Fish Oil as Acute Hepatitis Candidate by Hepatoprotective Mechanism: A-review Heru Sasongko; Muhammad Fiqri Zulpadly; Yeni Farida
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.68523

Abstract

Acute hepatitis is a health concern that emerged during the COVID-19 outbreak. Toxic drugs, infections, autoimmune diseases, and other causes may induce acute hepatitis, which is deadly. Acute hepatitis isn't treatable. Renewable natural products, such as fish, are used in complementary treatment. This paper mentions current preclinical and clinical studies of omega-3 fatty acids (N-3 FAs) for hepatoprotection. The mechanism of inhibition of oxidative stress and inflammation in the liver is the subject of discussion associated with its potential as a treatment for acute hepatitis. This review article on acute hepatitis treatment analyzed original articles, books, and other relevant material from the Web of Science, Scopus, and PubMed. The literature search was conducted in April-July 2022. The keywords explored during the literature investigation were "omega-3 or EPA or DHA or fish oil," "hepatoprotective," "acute hepatitis," "inflammatory", and "stress oxidative". The study's results show that N-3 FAs can protect against liver damage through inflammation and oxidative stress pathways. Enzyme parameters of liver damage, proinflammatory cytokines, and oxidative stress can be inhibited by the administration of fish oil and its derivatives. Even though not all clinical trial parameters are directly related to animal tests, the results of this study show that omega-3 fatty acids should be considered a treatment option for acute hepatitis.
Hubungan Pengetahuan Tenaga Kesehatan Tentang Pharmacovigilance Terhadap Sikap Pelaporan ADR di Kota Semarang Farroh Bintang Sabiti; Islina Dewi Purnami; Thendi Abdul Arief; Nada Aini Sofa; Andre Yanto; Juliantika Diah Permatasari
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.68202

Abstract

Adverse Drug Reaction (ADR) merupakan efek samping obat yang tidak diinginkan atau respon dari suatu obat yang merugikan. ADR yang tidak dilaporkan dapat menjadi masalah utama, sehingga sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaporan. Kurangnya pelaporan ADR oleh tenaga kesehatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian terkait pengetahuan pharmacovigilance pada tenaga kesehatan terhadap sikap pelaporan ADR khususnya di Rumah Sakit dan Puskesmas tidak ada, sehingga tidak diketahui bagaimana pengetahuan pharmacovigilance terhadap sikap ADR pada tenaga kesehatan di kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pharmacovigilance terhadap sikap pelaporan ADR pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas. Jenis penelitian ini adalah deksriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 84 tenaga kesehatan (Dokter, Apoteker, dan Perawat) di Rumah Sakit dan Puskesmas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mencakup 20 pertanyaan. Instrumen berupa KAP yang dirancang untuk menilai rincian demografi tenaga kesehatan, pengetahuan dan sikap terkait pharmacovigilance. Analisis data menggunakan Fisher’s Exact Test karena tidak memenuhi syarat uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 46 responden dengan persentase 54.76%, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 38 responden dengan persentase 45.24%. Hasil penilaian sikap tenaga kesehatan dalam pelaporan ADR meliputi kategori cukup sebanyak 54 responden dengan persentase 64.29% dan kategori baik sebanyak 30 responden dengan persentase 35.71%. Hubungan pengetahuan pharmacovigilance pada tenaga kesehatan terhadap sikap pelaporan ADR memiliki hubungan yang signifikan dengana nilai p = 0.013 (p < 0.05).
Analisis Efektivitas Biaya Haloperidol-Klorpromazin dan Risperidon-Klozapin Pada Pasien Skizofrenia Berdasarkan Kualitas Hidup di Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau Fina Aryani; Septi Muharni; Nyimas Farastika Harsah
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.63153

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit gangguan otak parah yang membutuhkan terapi dengan waktu lama sehingga meningkatkan beban biaya dan mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya antipsikotik haloperidol-klorpromazin dan risperidon-klozapin terhadap kualitas hidup pasien skizofrenia. Jenis penelitian ini adalah observasional, bersifat deskriptif analitik secara cross-sectional menggunakan analisis farmakoekonomi yaitu Cost Effectiveness Analysis dengan perspektif penelitian adalah pasien. Pengambilan sampel dilakukan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 pasien, 29 pasien menggunakan haloperidol-klorpromazin dan 28 pasien menggunakan risperidon-klozapin. Kualitas hidup dinilai menggunakan kuesioner Schizophrenia Quality of Life Scale. Hasil penelitian didapatkan rata-rata biaya perbulan kelompok haloperidol-klorpromazin Rp. 2.771.551, sedangkan risperidon-klozapin Rp. 2.920.441, kualitas hidup pada kelompok haloperidol-klorpromazin 59,77% dan risperidon-klozapin 60,93% sehingga didapat nilai ACER kelompok haloperidol-klorpromazin Rp. 46.370 dan risperidon-klozapin Rp. 47.931. Berdasarkan uji statistik T tidak berpasangan diketahui tidak terdapat perbedaan kualitas hidup antara kedua kelompok dengan nilai p=0,717 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kelompok haloperidol-klorpromazin lebih cost effective.
Peptida Kolagen Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) Mempercepat Penyembuhan Luka Pada Mencit Elisa Herawati; Vicky Alvino Setyawan; Shanti Listyawati
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.74260

Abstract

Suplemen peptida memainkan peran penting dalam proses penyembuhan luka karena memiliki bioaktivitas yang bekerja pada fase-fase luka sehingga luka cepat menutup. Bahan aktif ini dapat diekstrak dari organisme laut seperti ikan, hanya saja, kajian mengenai aplikasi suplemen berbahan ikan sebagai produk perawatan luka masih terbatas jumlahnya. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pemberian peptida kolagen ikan Decapterus macarellus secara oral dalam mempercepat penyembuhan luka kulit pada mencit. Dosis yang digunakan adalah 0,3 g/kgBB dan 1,3 g/kgBB per hari. Pengujian dilakukan dengan mengamati struktur morfologis dan histologis proses regenerasi jaringan kulit pasca luka selama 21 hari. Peptida kolagen diperoleh dari kulit ikan melalui ekstraksi menggunakan kombinasi asam asetat dan pepsin, kemudian dilanjutkan hidrolisis dengan enzim kolagenase. Mencit yang mendapat suplementasi oral peptida kolagen menunjukkan akselerasi proses penyembuhan luka yang signifikan dibandingkan kelompok mencit kontrol. Pada hari ke-11 hingga 14 pasca luka, mencit yang diberi perlakuan peptida kolagen (dosis 1,3 g/kgBB) menunjukkan presentase penurunan diameter luka yang lebih tinggi, diferensiasi jaringan neo-epidermis yang lebih cepat, serta deposisi berkas kolagen yang lebih banyak. Berkas kolagen dengan struktur retikuler juga terlihat pada kelompok perlakuan yang mengindikasikan adanya maturasi jaringan pengikat. Hasil penelitian ini membuktikan peran positif peptida kolagen D. macarellus terutama pada fase maturasi, dimana jaringan pengikat baru mengalami reorganisasi untuk memberikan kekuatan tarik. Informasi ini bisa menjadi referensi efektivitas peptida kolagen yang bersumber dari ikan laut sebagai bahan produk perawatan luka.
Tren Penggunaan Antibiotik dan Profil Resistensi pada Kelompok Critical-Priority Bacteria di ICU Rumah Sakit “X” Provinsi Bali (2017-2019) Dwi Arymbhi Sanjaya; Rr Asih Juanita; Herleeyana Meriyani; Nyoman Budiartha Siada; Komang Triani Lestari
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i3.71717

Abstract

Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, dan Escherichia coli merupakan kelompok critical-priority bacteria yang telah mengalami multi drug resistant (MDR) dan sering ditemukan di Intensive Care Unit (ICU). Isolat bakteri-bakteri berjumlah lebih dari 75% mengalami MDR di ICU sebuah rumah sakit umum daerah di Bali, Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tinggi berkaitan dengan tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotik. Pola resistensi bakteri terhadap antibiotik dapat berbeda di setiap wilayah yang disebabkan oleh adanya perbedaan lingkungan dan perbedaan tingkat penggunaan antibiotik di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren penggunaan antibiotik sistemik, pola resistensi dan hubungan antara tingkat penggunaan dengan persentase resistensi bakteri terhadap antibiotik pada kelompok critical-priority bacteria di ICU rumah sakit “X” provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian ekologikal yang menggunakan data sekunder selama tahun 2017-2019. Analisis tren penggunaan antibiotik dianalisis menggunakan time series analysis. Hubungan antara tingkat penggunaan antibiotik dan persentase resistensi bakteri prioritas kritis dianalisis dengan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik gentamisin, amikasin, dan siprofloksasin mengalami peningkatan tren penggunaan sedangkan ampisilin, ampisilin-sulbaktam, seftazidim, dan meropenem mengalami penurunan tren penggunaan. Time series analysis menunjukkan penggunaan antibiotik yang fluktuatif. Selain itu, didapatkan bahwa A. baumannii masuk dalam dua kategori fenotipik CDC yaitu, carbNS_Acine dan MDR_Acine sedangkan K. pneumoniae masuk dalam kategori ESCklebsiella. Tingkat penggunaan antibiotik sistemik di ICU dengan persentase resistensi E. coli, K. pneumoniae, dan P. aeruginosa di ICU (p<0,05) terdapat hubungan signifikan, tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan antibiotik sistemik pada pasien di ICU dengan persentase resistensi bakteri A. baumannii (p>0,05).
Hubungan Kepatuhan Minum Obat terhadap HbA1C dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes di RSI Purwodadi Adi Fahmi Anshari; Burhannudin Ichsan; Zakky Cholisoh
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i3.73753

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang ditandai oleh hiperglikemia. Kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus berpengaruh terhadap outcome klinik dan kualitas hidup mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan terhadap HbA1C dan kualitas hidup pasien diabetes. Penelitian memiliki desain crossectional study dengan melibatkan pasien diabetes RSI Purwodadi sebagai sampel. Data diambil menggunakan kuesioner ProMAS untuk kepatuhan dan EQ-5D-5L untuk kualitas hidup. Pengambilan dilakukan pada Maret-April 2023. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien terdiagnosa minimal selama 2 tahun, rutin menggunakan antidiabetes oral dan terdaftar sebagai peserta BPJS. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian sebanyak 79 orang yang didominasi perempuan (72%). Uji Chi-Square tidak terdapat hubungan antara profil responden dengan kepatuhan (p>0,05). Kepatuhan terhadap HbA1C dan kualitas hidup memiliki hubungan yang signifikan (p<0,05). Uji korelasi Spearman rho menunjukkan bahwa tingkat hubungan memiliki kekuatan sedang (>0,5). Kepatuhan terhadap HbA1Cdan kualitas hidup pasien diabetes mellitus memiliki hubungan yang signifikan.