cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
ISSN : -     EISSN : 25797913     DOI : https://doi.org/10.33006/ji-kes.v6i1.307
Core Subject : Health,
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan): jurnal hasil penelitian di bidang kesehatan JI-KES diterbitkan oleh LPPM Stikes Hafshawaty Zainul Hasan yang terbit sejak bulan Agustus 2017. JI-KES terbit secara berkala dua kali setahun. JI-KES berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang kesehatan seperti: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, gizi, farmasi, dan lain-lain. Pengelola menyambut baik kontribusi dalam bentuk artikel dari para dosen peneliti, dan pakar di bidang kesehatan untuk dipublikasikan di jurnal ini. Naskah yang dikirim harus asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain.
Articles 111 Documents
Family Health Education sebagai Pencegahan Penularan Covid-19 pada Keluarga Dengan Komorbid Diabetes Mellitus Susi Wahyuning Asih; Sri Wahyuni
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 2 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i2.204

Abstract

AbstrakCovid-19 adalah penyakit yang saat ini menjadi permasalahan global karena penularannya yang sangat masif. Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit yang sangat rentan terpapar atau beresiko tertular Covid-19 yang banyak terjadi di masyarakat. Penerapan protokol kesehatan yang ketat adalah upaya untuk mencegah penularan Covid-19. Keluarga memiliki peran yang penting dalam memberikan pengetahuan, kesadaran dan memperbaiki perilaku kesehatan pada anggota keluarganya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui model family health education terhadap penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 pada klien dengan komorbid diabetes mellitus. Penelitian eksprerimental ini menggunakan one group pretest-postest design. Populasi penelitian adalah keluarga yang memiliki anggota penderita DM. Sampel penelitian sebanyak 31 orang di Desa Sumberwaru Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember yang diambil secara Nonprobability purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Paired T-Test dengan derajat signifikasi 95%. Hasil penelitian mendapatkan rata-rata penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 sebelum intervensifamily health education adalah 35,32 dan setelah intervensi sebesar 41,71 (terjadi peningkatan sebesar 6,39). Ada perbedaan signifikan dari sebelum dan sesudah intervensi (P < 0,05). Model family health education dapat meningkatkan penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan covid 19 pada keluarga dengan komorbid diabetes mellitus. Kata kunci: family health education, protokol kesehatan, pencegahan covid-19, komorbid diabetes mellitus  AbstractCovid-19 has become a global problem currently because of its massive transmission. Diabetes mellitus comorbid disease was a risk factor for Covid-19. The implementation of strict health protocols was an effort to prevent the transmission of Covid-19. Family has an important role in providing knowledge, awareness and improving health behavior to family members. The aim of the study was to determine the effect of the family health education model on health protocols to prevent transmission of covid 19 in clients with comorbid diabetes mellitus. This experimental research used one group pretest-postest design. The population was family that has members with DM. The sample size of the research was 31 people in Sumberwaru Village, Sukowono, Jember taken by nonprobability purposive sampling. Data were analyzed using Paired T-Test. The results found that the implementation of health prevention of Covid-19 transmission before the intervention was 35.32 and after the intervention was 41.71 (an increase of 6.39). There was a significant difference before and after the intervention (P <0.05). So, family health education model can improve the application of health protocols to prevent transmission of Covid-19 in family with comorbid diabetes mellitus. Keywords: family health education,health protocols, covid-19 prevention, diabetes mellitus comorbid
Sikap Remaja terhadap Upaya Pencegahan Penyebaran Covid19 pada Orang Tanpa Gejala (OTG) di Surabaya Linda Prasetyaning Widayati; Ika Mustika
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 2 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i2.171

Abstract

AbstrakCOVID-19 adalah penyakit yang disebabkan virus Corona jenis baru SARS-CoV-2. Penyakit ini telah menjadi pandemi sejak akhir 2019 dengan kasus yang terus bertambah. Salah satu pencegahan COVID-19 adalah dengan memakai masker. Kebijakan pemerintah mewajibkan semua orang termasuk remaja memakai masker jika beraktivitas di luar rumah. Kepatuhan remaja memakai masker sangat penting terutama karena kasus terkonfirmasi tanpa gejala masih cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gender terhadap sikap keharusan OTG memakai masker saat di luar rumah. Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di UIN Sunan Ampel Surabaya. Teknik pengambilan sampel adalah dengan simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan Koefisien Phi dan Cramer’s V. Hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan p (0,023) antara gender dan sikap keharusan OTG memakai masker saat di luar rumah.   Kata kunci: sikap remaja, COVID-19, kasus terkonfirmasi tanpa gejala AbstractCOVID-19 is a disease caused by SARS-CoV-2. This disease has been a pandemic since late 2019. One of the prevention of COVID-19 is a mask. Government policy requires all people including teenagers to wear masks. Teenagers’ obedience in wearing masks is very important, because asymptomatic confirmed cases have enormous number. The purpose of this study is to determine the gender relationship to the attitude of asymptomatic confirmed cases to wear masks. This research was an analytical observational study. The population of this study were all students at UIN Sunan Ampel Surabaya. The sampling technique was simple random sampling. Data analysis was carried out with the contingency coefficients and Cramer's V. The results of this study were that there was a significant correlation  p (0.023) between gender and the obligatory attitude of asymptomatic confirmed case in wearing a mask outside.  Keywords    : teenagers’ attitude, COVID-19, asymptomatic case
THE RELATIONSHIP OF YOGA THERAPY TO INSOMNIA IN ASTHMA'S YOGA GYMNASTIC GROUP Surabaya Setiana Andarwulan; Annah Hubaedah
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 2 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i2.199

Abstract

AbstrakPerubahan usia yang terjadi menyebabkan kemampuan fisik menjadi menurun salah satu penyebabnya adalah penurunan kekuatan fisik dalam fase tidur lansia. Cara pengobatan yang ditempuh dengan penggunaan konsumsiobat penenang dengan harapan cepat tertidur, namun mengkonsumsi obat jangka panjang dapat memberikan efek kimia di dalam tubuh, sehingga pemakaian obat–obatan terbuat dari bahan alam menjadi salah satu solusi dalam menunkan insomnia. Alternatif lainnya dengan melakukan olahraga. Salah satu olahraga yang direkomendasikan adalah yoga. Yoga yang dilakukan secara rutin dapat digunakan dalam menurunkan insomnia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah preeksperimental, dengan uji statistik yang digunakan yaitu uji chisquare. Hasil penelitian yang di dapatkan melalui perhitungan SPSS.20 menunjukkan nilai Asymp. Sig ( 2-sided ) sebesar 0,044. Nilai hasil uji statistik ini lebih kecil dari α=0,05. Sehingga dari hasil penelitian dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara terapi senam yoga yang rutin terhadap insomnia. Terapi senam yoga yang diberikan secara rutin secara efektif dalam menurunkan insomnia pada lansia.  Kata kunci: terapi, senam, yoga, insomnia, lansia  Abstract The age changes decreased physical abilities is one of the causes of decreasing in physical strength in the sleep phase of the elderly. The method of treatment is the use of sedative drugs to lead falling asleep quickly, but taking long-term drugs can have a chemical effect in the body, so the use of drugs made from natural ingredients is one solution in reducing insomnia. Another alternative is to do sports. One of the recommended sports is yoga. Yoga that is done regularly can be used to reduce insomnia. The method used in this research is pre-experimental, with the statistical test used is the chi-square test. The research results obtained through the calculation of SPSS.20 show the value of Asymp. Sig (2-sided) is 0.044. The value of this statistical test result is smaller than α = 0.05. So from the results of the study, it can be concluded that there is a significant relationship between routine yoga therapy toward insomnia. Yoga exercise therapy that is given regularly is effective in reducing insomnia in the elderly. Keywords:  therapy, gymnastics, yoga, insomnia, elderly
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CARA MEMANDIKAN BAYI YANG BENAR PADA IBU POST PARTUM Muthmainnah Zakiyyah
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 1 (2020): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i1.162

Abstract

Abstrak Memandikan bayi memiliki tantangan tersendiri bagi orang tua terutama bila mereka baru pertama kali mempunyai seorang bayi. Tidak sedikit dari mereka yang tidak tahu bagaimana cara memandikan bayi sehingga mereka menyerahkan bayinya kepada pengasuh atau neneknya. Berdasarkan studi pendahuluan di Desa Pajurangan, pada tanggal 2 September 2019 kepada 10 ibu yang mempunyai bayi usia 0-28 hari. Didapatkan  4 ibu sudah mampu memandikan bayinya sendiri, sedangkan 6 ibu belum berani memandikan bayinya sendiri dikarenakan tali pusat belum lepas dan takut nanti bayinya tergelincir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi cara memandikan bayi yang benar pada ibu post partum di Desa Pajurangan Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 September – 30 November 2019. Populasi  semua ibu bersalin sebanyak 65. Sampling yaitu total sampling 65 responden. Instrumen ukur menggunakan cek list. Dari hasil uji chi-square dengan sistem 0,000 <0,05. Dengan demikian Ho menolak, H1 diterima, artinya umur, paritas, pendidikan dan dukungan suami/keluarga merupakan faktor yang mempengaruhi cara memandikan bayi yang benar pada ibu post partum. Dari penelitian ini diharapkan bidan memberikan pendidikan kesehatan dan pelatihan cara memandikan bayi yang benar yang bisa dilakukan pada kelas ibu hamil atau pada konseling sebelum pulang dari fasilitas kesehatan. Kata Kunci : Cara, Memandikan, Bayi, Ibu, Post Partum Abstract Bathing a baby has its own challenges for parents, especially if it is their first time having a baby. Not a few of them do not know how to bathe the baby so they give their baby to the caregiver or grandmother. Based on a preliminary study in Pajurangan Village, on September 2, 2019, there were 10 mothers who had babies aged 0-28 days. Obtained 4 mothers have been able to bathe their own babies, while 6 mothers have not dared to bathe their own babies because the umbilical cord has not been released and afraid later the baby will slip. The purpose of this study was to determine the factors that influence the correct way to bathe babies in post partum mothers in Pajurangan Village, Gending District, Probolinggo Regency. The research design used is analytic. This research was conducted on 1 September - 30 November 2019. The population of all mothers was 65. Sampling is a total sampling of 65 respondents. The measuring instrument uses a check list. From the results of the chi-square test with a system of 0,000 <0.05. Thus Ho refused, H1 was accepted, meaning that age, parity, education and husband / family support were factors that influenced the correct way of bathing a baby in a post partum mother. From this study midwives are expected to provide health education and training in how to bathe the right baby that can be done in the class of pregnant women or in counseling before returning from a health facility. Keywords: Method, Bathing, Baby, Mother, Post Partum
Efektivitas Self-Management Program terhadap Manajemen Diri Klien Hipertensi Sri Wahyuni; Rahmah Naufal Bafadhal; Mahudeh Mahudeh
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.255

Abstract

AbstrakManajemen diri penting dilakukan oleh klien hipertensi untuk meningkatkan keberhasilan dalam mengatasi hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas self-management program terhadap manajemen diri klien hiprtensi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain randomised control trial (RCT).Penelitian ini telah dilakukan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi sejumlah kurang lebih 119, dengan sampel yang terpilih menggunakan cluster random sampling yaitu 35 kelompok intervensi dan 35 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U Test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol tentang manajemen diri meliputi integrasi diri, regulasi diri, interaksi dengan tenaga kesehatan dan lainnya, pemantauan tekanan darah, serta kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan. Kelompok intervensi mempunyai skor manajemen diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu juga ada perbedaan yang siginifikan tekanan darah sistolik dan diastolik antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Tekanan darah sistolik dan diastolik kelompok intervensi menurun atau lebih rendah dibandingkan dengan tekanan darah sistolik dan diastolik kelompok kontrol.Self-management program efektif dalam meningkatkan manajemen diri klien hipertensi.Kata kunci: hipertensi, manajemen diri,self-management program  AbstractSelf-management is important for hypertension clients to improve hypertension management. The purpose of this study was to determine the effectiveness of self-management programs on the self-management of hypertensive clients. This research is an experimental study with a randomized control trial (RCT) design. This research has been conducted in the working area of the Jember District Health Office. The population in this study was 119 hypertension patients, with a sample selected used cluster random sampling (35 intervention groups and 35 control groups). The results showed that there were significant differences between the intervention group and the control group regarding self-management including self-integration, self-regulation, interactions with health workers and others, monitoring blood pressure, and adherence to recommended rules. The intervention group had a higher self-management score than the control group. In addition, there was also a significant difference in systolic and diastolic blood pressure between the control group and the intervention group. The systolic and diastolic blood pressure in the intervention group is lower than the systolic and diastolic blood pressure in the control group. A self-management program is effective in improving self-management of hypertensive clients.Keywords: hypertension, self-management, self-management program
Penerapan Metode Regresi Ridge dalam Mengatasi Multikolinieritas pada Tingkat Fertilitas Wanita Usia Subur Rahmi Susanti; Canda Dwi Giyatri; Ismail AB
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.214

Abstract

AbstrakMultikolinieritas merupakan asumsi pada regresi linear berganda yang terjadi karena korelasi antar variabel bebas yang menyebabkan permasalahan analisis. Penanganan yang dilakukan salah satunya dengan regresi ridge, yang dapat memastikan varians yang lebih kecil dalam estimasi parameter. Multikolinieritas pada data fertilitas menyebabkan varian dan galat yang besar. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan yang mempengaruhi fertilitas, deteksi multikolinieritas dan membuat model prediksi terbaik pada fertilitas wanita usia subur di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metode analisis data regresi linier berganda dan metode ridge. Data yang digunakan merupakan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dengan dengan sampel sebanyak 701 WUS. Hasil penelitian diperoleh regresi ridge sebagai pemodelan terbaik dalam memprediksi tingkat fertilitas. Nilai VIF dan standar error yang lebih kecil dari MKT menjadikan regresi ridge sebagai pemodelan terbaik dalam menentukan tingkat fertilitas di Kalimantan Timur. Pemodelan regresi ridge yang digunakan dalam memprediksi tingkat fertilitas YR = 2,995148 - 0,01406898 (umur seks pertama) - 0,0119283 (umur kawin pertama) - 0,04233311 (umur pertama melahirkan) + 0,1001676 (lama kontrasepsi) + 0,1802514 (jumlah anak ideal) + 0,1679205 (kematian anak) – 0,005938239 (Indeks kekayaan). Umur seks pertama, umur kawin pertama, umur pertama melahirkan, lama KB dan jumlah anak ideal berpengaruh signifikan dengan tingkat fertilitas. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi bagi WUS (15-49 tahun) guna menurunkan tingkat fertilitas dan laju pertumbuhan penduduk.Kata kunci: fertilitas, wanita usia subur, regresi ridge AbstractMulticollinearity is an assumption in multiple linear regression that occurs because the correlation between independent variables causes analysis problems. One of the treatments is ridge regression, which can ensure a smaller variance in parameter estimation. Multicollinearity infertility data causes large variants and errors. This study aims to determine the determinants that affect fertility, detect multicollinearity and make the best prediction model for the fertility of women of childbearing age in East Kalimantan. This study used a cross-sectional design and data analysis method of multiple linear regression and ridge method. The data used is 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) with a sample of 701 WUS. The results obtained ridge regression as the best modeling in predicting fertility rates. The VIF value and standard error which is smaller than MKT make ridge regression the best model in determining the fertility rate in East Kalimantan. Ridge regression modeling used in predicting fertility rates YR=2.995148-0.01406898(age at first sex)-0.0119283(age at first marriage)-0.04233311(age at first birth)+0.1001676(contraceptive time)+0.1802514(ideal number of children)+0.1679205(child mortality)–0.005938239(wealth index). Age at first sex, age at first marriage, age at first delivery, length of family planning, and the ideal number of children had a significant effect on fertility rates. It is necessary to increase knowledge about reproductive health for female women (15-49 years) in order to reduce the fertility rate and population growth rate.Keywords: fertility, women of childbearing age, ridge regression
Efek Samping KB Suntik Kombinasi (Spotting) dengan Kelangsungan Akseptor KB Suntik Kombinasi Paramitha Amelia Kusumawardani; Hanik Machfudloh
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.227

Abstract

Abstrak Berbagai macam metode kontrasepsi tersedia baik berupa metode hormonal maupun metode non hormonal. Data Riskesdas 2018 menunjukkan KB suntik 3 bulan merupakan kontrasepsi hormonal yang paling banyak digunakan. Setiap kontrasepsi hormonal yang ada mempunyai efek samping termasuk KB suntik 3 bulan yang mengandung progestin. Dari data register yang diambil di PBM Desa Suko Kabupaten Sidoarjo, akseptor KB suntik 3 bulan hampir seluruh akseptor mengalami efek samping, Tujuan penelitian mengkaji efek samping KB suntik 3 bulan terhadap kelangsungan penggunaan KB suntik 3 bulan. Desain penelitian yang digunakan desain penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan studi retrospektif. Populasi pada penelitian seluruh akseptor KB suntik 3 bulan yang mengalami efek samping (spotting) di PBM Desa Suko Kabupaten Sidoarjo berjumlah 34 akseptor dan sampel yang diambil 31 akseptor.Teknik sampling menggunakan random sampling. Uji statistik Chi-Kuadrat dengan taraf signifikan 0,05 didapatkan 2X sebesar 2,981823 sedangkan 2X tabel Chi-Kuadrat dengan d.b=1 sebesar 3,481. Jadi didapatkan hasil 2X hitung lebih kecil dari 2X tabel Chi-Kuadrat maka hipotesa Ho diterima. Kesimpulan efek samping (spotting) tidak ada hubungan dengan kelangsungan penggunaan KB suntik 3 bulan.Kata kunci: efek samping, spotting, kontrasepsi, KB suntik  Abstract There are various contraceptive methods available, both hormonal and non-hormonal methods. The 2018 Riskesdas data shows that 3 months injection contraceptive is hormonal contraceptive most used. Every hormonal contraceptive has side effects including 3 months injection contraceptive that contains progestin. Based on registered data taken at PBM (Independence Midwife Practice) Suko village, Sidoarjo, almost all acceptors of 3-month injection contraceptive experience side effects, therefore researchers want to study side effects of 3-month injection contraceptive toward the continuity of using 3-month injection contraceptive. The research design used correlation research design using a cross sectional approach with a retrospective study. Population in study was 34 acceptor of 3 month injection contraceptive who experienced side effects (spotting) in PBM Suko village, Sidoarjo and the sample was 31 acceptors. Sampling technique uses random sampling. Chi-Square statistical test with a significant level of 0.05 was obtained 2X of 2.981823 while the 2X Chi-Square table with d.b = 1 was 3.481. So the result is 2X count smaller than 2X Chi-Square table, so the Ho hypothesis is accepted. Conclusion of this study is that side effects (spotting) have no relationship with continuity of using injection contraceptives for 3 months.Keywords: side effect, spotting, contraception, injection contraceptive
Zoom in Fatigue pada Mahasiswa Keperawatan selama Periode Pandemic Covid-19 Mad Zaini; Supriyadi Supriyadi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.257

Abstract

AbstrakKebijakan pembelajaran daring selama periode pandemi COVID-19 menjadi alternatif bagi perguruan tinggi supaya proses belajar mengajar dapat dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran daring di perguruan tinggi memiliki dampak positif dan negatif terutama di bidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadinya zoom in fatigue pada mahasiswa keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember selama masa pandemic COVID-19. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa durasi waktu yang digunakan dalam pembelajaran daring memiliki korelasi yang signifikan terhadap terjadinya zoom in fatigue pada mahasiswa keperawatan selama periode pandemi COVID-19. Durasi waktu yang lama dalam pembelajaran daring membutuhkan perhatian yang lebih intens disertai informasi yang banyak melalui media daring menyebabkan beban kognitif dan energi yang lebih besar sehingga mengakibatkan terjadinya zoom in fatigue pada mahasiswa selama periode pandemi COVID-19.Kata kunci: daring, fatigue, pandemic  AbstractOnline learning policies during the COVID-19 pandemic period became an alternative for universities so that the teaching and learning process could be carried out. In its implementation, online learning in university has positive and negative impacts, especially in the health sector. The purpose of this study was to determine the occurrence of zoom in fatigue in nursing students of the Faculty of Health Sciences, University Muhammadiyah of Jember during the COVID-19 pandemic. The design of this study was cross-sectional. The results of this study indicate that the time duration of using online learning has a significant correlation with the occurrence of zoom in fatigue in nursing students during the COVID-19 pandemic period. The long time duration in online learning requires more intense attention accompanied by a lot of information through online media causing a greater cognitive load and energy, it leads to a zoom in fatigue among students during the COVID-19 pandemic period.Keywords: online learning, fatigue, pandemic
Analisis Kepuasan Pasien Rawat Jalan terhadap Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Farmasi Khurin In Wahyuni; Muhammad Syamsudin
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.217

Abstract

AbstrakStudi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Mojokerto dilihat dari lima dimensi reliability, responsiveness, empathy, tangible assurance. penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan analisis kuantitatif, populasi seluruh pasien rawat jalan RS X Mojokerto yang memenuhi kriteria inklusi, dalam peneletian ini menggunakan sampel sebanyak 329 responden, data primer yang diambil dengan cara memberikan kuesioner dengan skala likert 4 point. Hasil penggujian menggunakan program SPSS 21. Hasil analisis menggunakan Importance-Performance Analysis (IPA). Secara garis besar tingkat kepuasan paien menggunakan analisis IPA hasil yang didapatkan kurang memuaskan, pada dimensi reliability sebesar 93,41% dan dimensi empathy sebesar 95,84% yaitu memuaskan sedangkan pada dimensi responsiveness sebesar 90,45%, dimensi tangible sebesar 87,79% dan dimensi assurance sebesar 88,27% yaitu belum memuaskan). Kata kunci: kepuasan, pelayanan kefarmasian, pasien  AbstractThis study aims to see the level of outpatient satisfaction with pharmaceutical services in the Pharmacy Installation at Hospital X Mojokerto in terms of five dimensions of reliability, responsiveness, empathy, tangible assurance. This research is an observational study with a cross-sectional approach using quantitative analysis, the entire population of outpatients at Hospital X Mojokerto who meet the inclusion criteria, in this study using a sample of 329 respondents, primary data taken by giving a questionnaire with a 4-point Likert scale. The test results used the SPSS 21 program. The results of the analysis used Importance-Performance Analysis (IPA). Broadly speaking, the level of patient satisfaction using IPA analysis is unsatisfactory, the reliability dimension is 93.41% and the empathy dimension is 95.84% satisfactory, while the responsiveness dimension is 90.45%, the tangible dimension is 87.79%. and guaranteed dimensions of 88.27% which are not satisfactory.­­Keywords: satisfaction, pharmaceutical services, patient
Studi Kualitatif Stigma Negatif terhadap Tenaga Kesehatan yang Terkena Covid-19 di Kabupaten Badung Bali Indra Peratiwi; Hesteria Friska Armynia Subratha
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.232

Abstract

AbstrakCovid-19 merupakan suatu wabah penyakit yang bersifat pandemi dan dialami oleh seluruh dunia. Penanggulangan dan pengobatan Covid-19 merupakan target yang harus dicapai selama pandemi ini berlangsung. Namun dalam hal ini, tidak sedikit tenaga kesehatan yang juga terkena Covid-19 sehingga berdampak munculnya stigma negatif di kalangan masyarakat. Jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Bali terdapat di kabupaten Badung. Penelitian ini bertujuan mengetahui stigma negatif terhadap tenaga kesehatan yang terkena Covid-19 pada tahun 2021. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam terhadap tenaga kesehatan dengan kasus positif Covid-19 yang berjumlah 8 orang dan 2 orang responden tidak terkonfirmasi positif. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 1 Maret-6 Maret 2021. Hasil penelitian menunjukkan tenaga kesehatan yang terkena Covid-19 cenderung mendapatkan stigma negatif dari masyarakat di sekitarnya. Stigma negatif menyebabkan tingkat gangguan psikologis seperti gangguan kecemasan dan tingkat stres  pada tenaga kesehatan menjadi  sangat tinggi. Bukan hanya tenaga kesehatan saja yang mendapatkan stigma negatif, namun keluarga yang tidak terpapar Covid-19 juga mendapatkan stigma negatif. Diharapkan pemerintah dapat mengedukasi masyarakat mengenai cara pencegahan dan penularan Covid-19 sehingga tidak memunculkan stigma negatif.Kata kunci: stigma, negatif, tenaga kesehatan, Covid-19  AbstractCovid-19 is a nature epidemic experienced by all countries all over the world. The prevention and treatment of Covid-19 are the target that must be achieved during this pandemic. However, in this case, there are not a few health workers were also affected by Covid-19, and give negative stigma among the community. The highest number of Covid-19 cases in Bali is in Badung district. This study aims to determine the negative stigma of health workers affected by Covid-19 in 2021. This research used qualitative descriptive study using observation methods and in-depth interviews with 8 health workers with positive cases of Covid-19 and 2 respondents who are not confirmed positive. This research was conducted from March 1 to March 6, 2021. The results showed that health workers who affected by Covid-19 tended to get negative stigma from the surrounding community. The negative stigma increases the level of psychological disorders such as anxiety disorders and stress levels for health worker.  Not only health workers but also families who are not exposed to Covid-19 get a negative stigma. It is hoped the government can educate the community about prevention and transmission of Covid-19 with the result that it does not create a negative stigma.Keyword: stigma, negative, health workers, Covid-19 

Page 7 of 12 | Total Record : 111