cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
ISSN : -     EISSN : 25797913     DOI : https://doi.org/10.33006/ji-kes.v6i1.307
Core Subject : Health,
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan): jurnal hasil penelitian di bidang kesehatan JI-KES diterbitkan oleh LPPM Stikes Hafshawaty Zainul Hasan yang terbit sejak bulan Agustus 2017. JI-KES terbit secara berkala dua kali setahun. JI-KES berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang kesehatan seperti: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, gizi, farmasi, dan lain-lain. Pengelola menyambut baik kontribusi dalam bentuk artikel dari para dosen peneliti, dan pakar di bidang kesehatan untuk dipublikasikan di jurnal ini. Naskah yang dikirim harus asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain.
Articles 111 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Garcinia Mangostana terhadap Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus di Desa Satrean Maron Probolinggo Nurul Laili; Roi'sah Roi'sah; Nafolion Nur Rahmat
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 3, No 2 (2020): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v3i2.134

Abstract

AbstrakPenyakit diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit penyakit tidak menular (PTM) yang membutuhkan penannganan tepat untuk proses penyembuhan. Penyakit tersebut jika tidak diobati akan menyebabkan timbulnya komplikasi yang dapat membahayakan penderita. Cara yang dilakukan untuk mencegah timbulnya komplikasi adalah melalui pengobatan. Salah satu jenis pengobatan yang digunakan adalah pengobatan herbal yaitu Garcinia Mangostana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Garcinia Mangostana terhadap kadar gula darah penderita diabetes mellitus. Metode penelitian ini menggunakan quasy-experiment dengan desain pre-test and post-test with control group. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, berdasarkan rumus perhitungan sampel, maka diperoleh sampel sebanyak 36 penderita diabetes mellitus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa alat cek gula darah untuk mengukur kadar gula darah sewaktu. Uji statistic “paired T-Test” menggunakan media komputer program “Windows SPSS 17”. Data pengukuran berupa data rasio yaitu nilai kadar gula darah sewaktu dalam mg/dl. Hasil analisa data menunjukkan pada kelompok perlakuan memiliki nilai p=0,001, hal tersebut berarti ada pengaruh pemberian kulit manggis terhadap kadar gula darah, sedangkan pada kelompok kontrol memiliki nila p=0,166. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Garcinia Mangostana efektif dalam menurunkan kadar gula darah  pada penderita diabetes mellitus. Kata kunci: diabetes mellitus, garcinia mangostana, kadar gula,  penderita.  AbstractDiabetes mellitus is one of the non-communicable diseases (PTM diseases) that requires proper response to the healing process. The disease if left untreated will cause complications that can endanger the patient. The way to prevent complications is through treatment. One type of treatment used is herbal medicine, Garcinia Mangostana. The purpose of this study was to determine the effect of giving Garcinia Mangostana extract to blood sugar levels of people with diabetes mellitus. This research method used quasy-experiment with the design of pre-test and post-test with control group. Sampling using simple random sampling, based on the sampel calculation formula, obtained sampels of 36 people with diabetes mellitus. The instrument used in this study is a blood sugar check tool to measure blood sugar. Test the "paired T-Test" statistic using the computer media program "Windows SPSS 17". Measurement data in the form of ratio data, namely the value of blood sugar levels when in mg /dl. The results showed that there was an effect of giving mangosteen peel to blood sugar levels in patients with diabetes mellitus with a value of p = 0.001. Keywords: diabetes mellitus, garcinia mangostana, sugar levels, patients 
Analysis of the Effect of Service Quality on the Level of Outpatient Loyalty in Hospitals. X Surabaya Puryanti Puryanti; Muhadi Muhadi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 3, No 2 (2020): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.223 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v3i2.143

Abstract

AbstrakJumlah kunjungan pasien rawat jalan merupakan salah satu indikator kinerja pelayanan rawat jalan di rumah. Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di Rumah Sakit X selama tiga tahun terakhir  tahun 2016-2018 mengalami penurunan sebesar 10%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan rawat jalan terhadap tingkat loyalitas pasien rawat jalan di Rumah Sakit X. Jenis penelitian ini penelitian diskriptif analitik dengan rancang bangun penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat jalan sebesar 36 sampel dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian  menujukkan bahwa kualitas pelayanan dokter, perawat, petugas pendaftaran sudah baik (mean ≥ 3,00). Kualitas sarana prasarana kurang baik (mean < 3,00). Tingkat loyalitas pasien berada pada level kesediaan untuk menggunakan kembali dan belum sampai pada level advocacy. Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan kualitas pelayanan dokter dan petugas pendaftaran berpengaruh terhadap tingkat loyalitas pasien. Kualitas pelayanan perawat dan sarana prasarana tidak berpengaruh terhadap tingkat loyalitas pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah  secara keseluruhan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap tingkat loyalitas pasien.  Kata kunci : kualitas, pelayanan, loyalitas, pasien AbstractThe number of outpatient visits is one indicator of the performance of outpatient services in hospitals. The number of outpatient visit at Hospital X during the last three years in 2016 – 2018 increased a decrease of 10%. The purpose of this study was to analyze the influence of the quality of outpatient services on the level of outpatient loyalty at Hospital X. This was descriptive analytics research with cross-sectional design. The sample of this study was outpatients for 36 samples with accidental sampling technique. Data analysis uses multiple linear regression test. The result showed that the quality of the services of doctors, nurses, registration officers was good (mean ≥ 3,00). The quality of infrastructure is poor (mean < 3,00). The level of patient loyalty is at the level of willingness to use again and has not yet reached the level of advocacy. The results of multiple linear regression tests indicate the quality of the services of doctor and registration officers affect the level of patient loyalty. The quality of nurse services and facility does not affect the level of patient loyalty. The conclusion  of this study is that overall service quality affects the level of patient loyalty.Keywords : service, quality, loyalty, patients
Faktor-Faktor yang Menghambat Pria Dewasa Berhenti Merokok di RW 06 Desa Sidopekso – Kraksaan – Probolinggo Alwin Widhi Yanto
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 3, No 2 (2020): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.66 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v3i2.136

Abstract

AbstrakMerokok merupakan satu dari beberapa masalah yang bisa menghambat tercapainya tujuan pembangunan kesehatan. The Tobacco Atlas 6th  Edition (2015), menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan perokok terbesar keempat di dunia. Banyak perokok mencoba berhenti merokok namun sebagian besar kambuh pada minggu pertama. Tujuan penelitian yaitu menganalisis factor-faktor serta mengidentifikasi factor dominan yang menghambat pria dewasa berhenti merokok. Factor tersebut yaitu factor kecanduan, niat, lingkungan, keluarga dan teman. Manfaat penelitian ini untuk mengetahui factor yang menghambat pria dewasa berhenti merokok. Metode penelitian yaitu kuantitatif yang bersifat cross sectional. Populasinya seluruh pria dewasa di RW 06 Desa Sidopekso-Kraksaan-Probolinggo berjumlah 57 orang menggunakan sampling Insidental. Instrumentnya berupa pertanyaan tertutup. Hasil Penelitian didapatkan faktor kecanduan memiliki  p value 0,002, faktor niat 0,000 dan faktor lingkungan 0,011 dengan α taraf signifikan 0,05 yang artinya ketiga faktor tersebut menghambat pria dewasa berhenti merokok. Untuk faktor keluarga p value sebesar 0,111 dan faktor teman 0,325 dengan α taraf signifikan 0,05 yang artinya kedua faktor tersebut tidak menghambat pria dewasa berhenti merokok. Faktor niat merupakan faktor yang dominan menghambat pria dewasa berhenti merokok. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan kebiasaan merokok antara lain: memberi motivasi kepada para perokok untuk berhenti merokok, dan tidak menyediakan rokok dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Kata kunci : merokok, pria dewasa, kecanduan, niat dan lingkungan.  AbstractSmoking is one few problems that can obstruct achievement of health development goals. Tobacco Atlas 6th  Edition (2015), mentioned that Indonesia is country with fourth largest number of smoker in the world. Many smokers tried to quit smoking, but most smokers relapse. The purposeof  this study is to analyze the factors and identify dominant factors inhibit adult men stop smoking. These factors are addiction factor, intention, environmental, family and friend. The benefit of this study is to know the factors that prevent adolescents from smoking. The method used was a quantitative with cross sectional in nature. The population was all men in RW 06 Sidopekso-Kraksaan-Probolinggo of 57 people used incidental sampling. The instrument used questionnaire with closed questions. The results of this study indicated that addiction factor p value is 0.002, intention factor is 0,000 and environmental is 0.011 with significant level of 0.05 so which means these three factors obstructed men to quit smoking. Otherwise, family factor p value is 0.111 and friends factor is 0.325 with significance level 0.05 so which means these two factors did not obstruct to stop smoking. The intention factor was dominant factor obstructed men smoking. Some efforts that can be done to reduce smoking habits is: encourage the smokers to stop smoking, do not provide any cigarettes in each social activity. Keywords : smoking, adult men, addictions, intention and the environment.
Aktivitas Anti Jamur Fraksi Aktif Ekstrak Etanol Umbi Bawang Rambut (Allium Chinense G.Don) terhadap Jamur Candida Albicans Supomo Supomo; Idriana Idriana; Audinah Eka; Indra Indra; Miftahul Huda; Husnul Warnida
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 2 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i2.188

Abstract

AbstrakTumbuhan umbi bawang rambut (Allium chinense G.Don) memiliki efek sebagai antijamur karena mengandung metabolit sekunder seperti flavanoid, alkaloid dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antijamur ekstrak umbi bawang rambut melalui proses fraksinasi menggunakan pelarut N-heksan, etil asetat, kloroform dan etanol-air. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan adalah umbi bawang rambut yang diperoleh di kampung Kelasan kecamatann Sungai Payang Kutai Kartanegara. Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, metode uji aktivitas antijamur berdasarkan metode difusi cakram terhadap jamur Candida albicans dengan konsentrasi 5%, 10%, 25%, dan 50%, dengan kontrol negatif DMSO 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua fraksi dari ekstrak etanol umbi bawang rambut memiliki aktivitas antijamur. Aktivitas antijamur fraksi etil asetat memberikan daya hambat yang paling besar terhadap Candida albicans diantara fraksi lainnya. Kata kunci:  candida albicans; Allium chinense G. Don; antijamur; fraksi AbstractAllium chinense has an antifungal effect because it contains secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids and saponins. The purpose of this research is to investigate the antifungal activity of Allium chinense extract through fractionation process using N-hexane solvent, ethyl acetate, chloroform and ethanol-water. The research is experimental research. Samples used are the Allium chinense found in  Kelasan Sungai Payang  Kutai Kartanegara. Using maseration method with 70% ethanol solvent, antifungal activity test method based on disc diffusion method on Candida albicans fungi with concentration of 5%, 10%, 25%, and 50%, with negative control of DMSO 50%. The results showed that all fractions of Allium chinense ethanol extract had antifungal activity. The antifungal activity of the ethyl acetate fraction provides the greatest resistance to Candida albicans among other fractions. Keywords:  candida albicans, allium chinense G. Don, antifungal, fraction
The Correlation between Covid-19 Knowledge and Anxiety of Pregnant Women During Covid-19 Pandemic Ratih Mega Septiasari; Nurya Viandika
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 2 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i2.197

Abstract

AbstrakWanita hamil adalah salah satu kelompok khusus yang berisiko tinggi tertular virus Covid-19.Faktor risiko terbesar untuk mengalami berbagai tekanan psikologis adalah perempuan dan tenaga kesehatan serta populasi rentan seperti ibu hamil. Ketakutan dan kekhawatiran muncul dari bahaya yang memang ada, tetapi banyak juga yang muncul dari kurangnya pengetahuan dan informasi yang salah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan Covid-19 dengan kecemasan ibu hamil pada saat pandemi Covid-19 di Malang Jawa Timur Indonesia. Penelitian dilakukan pada bulan November hingga Desember 2020 dan merupakan penelitian desain cross-sectional dengan menggunakan kuesioner  yang diberikan kepada 52 ibu hamil. Berdasarkan tabel 4 didapatkan p-value 0,029 (sig<0,05) yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil selama pandemi Covid-19. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan factor penting bagi ibu hamil karena dapat mempengaruhi perilaku ibu selama hamil. Sehingga diharapkan edukasi yang optimal dari petugas kesehatan bagi para ibu agar dapat menjalani kehamilan sejahtera serta ibu dan janin tetap sehat selama pandemi Covid-19. Kata kunci: pengetahuan, kecemasan, kehamilan, pandemi covid-19  AbstractPregnant women are one of the special groups that are at high risk for the Covid-19 virus. The biggest risk factors for experiencing various psychological distresses are women and health workers as well as vulnerable populations such as pregnant women. Fear and worry arise from dangers that do exist, but many also arise from lack of knowledge and misinformation. The purpose of this study was to determine the correlation between Covid-19 knowledge and anxiety of pregnant women during the Covid-19 pandemic at Malang, East Java Indonesia. The study was conducted from November to December 2020 and is a cross-sectional design study using a questionnaire given to 52 of pregnant women. Based on the table 4, the p-value is 0.029 (sig <0.05), which indicates that there is a significant correlation between the knowledge and the anxiety of pregnant women during the Covid-19 pandemic. So it can be concluded that knowledge is an important factor for pregnant women because it can affect the behavior of the mother during pregnancy. So it is hoped that optimal education from health workers for mothers to be able to undergo a prosperous pregnancy so that mothers and fetuses remain healthy during the Covid-19 pandemic. Keywords: knowledge, anxiety, pregnancy, covid-19 pandemic
PERTUMBUHAN BAYI BERDASARKAN FREKUENSI DAN DURASI MENYUSU Juhrotun Nisa; Umriaty Umriaty; Meyliya Qudriani
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 1 (2020): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i1.163

Abstract

Bayi ASI eksklusif berpeluang mengalami pertumbuhan normal 1,62 kali lebih besar dibandingkan bayi ASI non eksklusif, tetapi berat badan bayi dapat menurun salah satu penyebabnya dipengaruhi oleh faktor frekuensi pemberian ASI dan jumlah ASI yang diperoleh, termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung didalam ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi menyusu dan durasi menyusu dengan pertumbuhan bayi. Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional, dimana populasinya adalah bayi usia 0 s/d 6 bulan yang menjalani ASI Ekslusi. Teknik pengambilan sample dengan accidental sampling dan teknik analisa dengan chi square. Hasil penelitian menujukan bahwa 90.9% frekuensi menyusu bayi lebih dari 8 kali perhari, dengan durasi menyusu lebih dari 15 menit setiap kali menyusu sebanyak 87.9% dan berat badan bayi berada di pita kuning sebanyak 6.1%. Tidak terdapat hubungan antara frekuensi menyusu dan durasi menyusu dengan pertumbuhan bayi. Kata kunci: Frekuensi Menyusu, Durasi Menyusu, Pertumbuhan Bayi.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Pengetahuan dan Perilaku Menggosok Gigi Tita Kartika Dewi; Fanny Nurramdhani Syaefuddin
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 2 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i2.175

Abstract

Abstrak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bertujuan untuk meningkatkan perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan. Pengetahuan adalah salah satu yang dapat mempengaruhi kebersihan seseorang.. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan pengetahuan dan perilaku menggosok gigi pada siswa kelas IV SDN Sukamanah 2 Kota Tasikmalaya. Metode Penelitian menggunakan metode non eksperimental dengan rancangan cross sectional menggunakan sampel sebesar 42 siswa. Cara pengukuran menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang sudah diterapkan di sekolah, pengetahuan menggosok gigi, observasi lembar cheklist untuk mengetahui perilaku menggosok gigi. Hasil Penelitian menggunakan analisis data uji spearman di dapatkan nilai pada pengetahuan menggosok gigi p value 0,000 < 0,05 yang menunjukkan hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan pengetahuan menggosok gigi. Sedangkan pada perilaku menggosok gigi di dapatkan nilai p value 0,002 < 0,05 hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Perilaku menggosok gigi. Kesimpulan penelitian adalah sekolah yang telah menerapkan Perilaku Hidup bersih dan Sehat berpengaruh terhadap pengetahuan dan perilaku menggosok gigi..  Kata kunci  : perilaku hidup bersih dan sehat, pengetahuan, perilaku menggosok gigi   Abstract Clean and Healthy Behavior aims to improve health behavior that leads the family can help themselves in the health sector. Knowledge is one that can affect one’s cleanliness. The purpose of this study was to determine the relationship between Clean and Healthy Behavior with the knowledge and behavior of brushing teeth in IV students of SDN Sukamanah 2 Tasikmalaya City. The method of this study used a non-experimental method with cross sectional design by using 42 students as samples. The instrument used questionnaire which consists of some questions about knowledge level about Clean and Healthy Life Behavior that has been applied at school as well as knowledge about brushing teeth and also observing checklist form to know the behavior of brushing teeth.The results of the study which used spearman test data analysis got p value 0,000 <0.05 on the knowledge of brushing teeth and p value 0.002 <0.05 or tooth brushing behavior. It showed a correlation between Healthy Life Behavior and Healthy with knowledge of brushing teeth and brushing teeth behavior. The conclusion of this study was that the school which had implemented clean and healthy behavior influenced the students’ knowledge and behavior of brushing teeth. Keywords: clean and healthy life behavior, knowledge, tooth brushing behavior
PENGALAMAN IBU MENIKAH DINI YANG GAGAL MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Seventina Nurul Hidayah; Adevia Maulidya Chikmah; Umi Baroroh
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 1 (2020): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i1.164

Abstract

Selama pemberian ASI banyak alasan yang disampaikan ibu untuk tidak menyusui bayinya.   Pernikahan dini yang disertai dengan ketidaksiapan memberikan pola asuh yang baik akan berdampak pada status gizi anak terutama pemberian ASI Eksklusif. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi setelah lahir yang mengandung nutrisi paling lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI juga memiliki manfaat dalam mencegah terjadinya infeksi pada bayi. Namun, pemberian ASI Eksklusif masih terbilang rendah. Rendahnya cakupan menyusui dipengaruhi oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu menikah dini yang tidak berhasil memberikan ASI Eksklusif di wilayah Puskesmas Tegal Barat.Penelitian kualitatif menggunakan metode wawancara semistruktur dengan pendekatan fenomenologi. Wawancara dilakukan kepada 3 orang partisipan yang memiliki anak usia 6-12 bulan di Wilayah Puskesmas Tegal Barat. Sampel diambil menggunakan purposive sampling (variasi maksimal). Pernyataan responden dicatat dengan menggunakan perekam suara, dan kemudian ditranskipkan, dikodekan, ditafsirkan, dan dikategorikan, sehingga dapat membentuk tema.Hasil penelitian didapatkan lima tema, yaitu pengetahuan mengenai ASI Eksklusif, faktor yang menghambat keberhasilan ASI Eksklusif, peran tenaga kesehatan, cara yang dilakukan ibu untuk menambah produksi ASI dan makanan yang diberikan ibu untuk MPASI dini. Kesimpulan : Ketidakberhasilan pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu pengetahuan ibu yang kurang, terjadinya rawat pisah, rendahnya frekuensi menyusui langsung, terjadinya sindrom ASI kurang, pemberian susu formula sebelum ASI, pemberian MPASI dini dan penggunaan KB.  Kata kunci : Ketidakberhasilan, ASI Eksklusif
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut Anang Anang; Hilmiy Ila Robbihi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 2 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i2.176

Abstract

Abstrak Tingginya prevalensi penyakit gigi dan mulut disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:  pengetahuan, sikap dan perilaku dalam memelihara kesehatan gigi yang masih rendah. Hasil survey yang dilakukan pada mahasiswa baru jurusan Keperawatan Gigi, diperoleh sebanyak 30 orang memiliki penyakit gingivitis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku kesehatan gigi dan mulut mahasiswa DIII tingkat 1 jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmlaya tahun akademik 2019/2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Untuk pengujian hipotesis digunakan uji korelasi product moment untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan terikat. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat I Diploma III Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Tahun Akademik 2019/2020 berjumlah 79 orang. Instrumen penelitian terdiri dari angket pengetahuan dan perilaku yang dibuat dalam google form. Hasil Penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi mayoritas baik sebanyak 38 orang (51%), cukup 36 orang (49%) dan tidak ada yang termasuk kategori kurang (0). Perilaku mahasiswa tentang kesehatan gigi dan mulut mayoritas baik sebanyak 68 orang (92%), cukup 6 orang (8%) dan tidak ada yang termasuk perilaku kurang, nilai signifikansi 0,038 < 0,05 dengan demikian dapat simpulkan terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku  kesehatan gigi dan mulut. Kata kunci: pengetahuan, perilaku kesehatan gigi dan mulut Abstract The high prevalence of oral and dental diseases is caused by various factors: knowledge, attitudes and behavior in maintaining dental health which are still low. The survey conducted on new students majoring in dental nursing showed that 30 people had gingivitis. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and oral health behavior in DIII level 1 nursing students majoring in the Health Polytechnic of the Ministry of Health, Tasikmlaya in the 2019/2020 academic year. This type of research used descriptive analytic. To test the hypothesis, the product moment correlation test is used to see the relationship between the independent and dependent variables. The subjects in this study were all students of level I Diploma III Nursing Department of the Health Polytechnic of the Ministry of Health, Tasikmalaya, Academic Year 2019/2020, totaling 79 people. The research instrument consisted of a knowledge and behavior questionnaire made on by google form. The results of this study showed that the level of knowledge about dental health, the majority were good as many as 38 people (51%), 36 people in sufficient category (49%) and none were in the poor category (0). The majority in oral health were in the good category 68 people (92%), sufficient category 6 people (8%) and noone was in lacking behavior. The significance value is obtained 0.038 < 0.05, so there is a relationship between knowledge and oral health behavior. Keywords:               knowledge, oral health behavior
Studi Kebijakan Ponpes dalam Upaya Mewujudkan Pesantren Sehat di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya Satriya Wijaya; Akas Yekti Pulih Asih
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 2 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i2.170

Abstract

Abstrak  Derajat kesehatan santri perlu ditingkatkan dengan edukasi personal hygiene, dan didukung kebijakan Ponpes yang berperan untuk mewujudkan Pesantren Sehat. Jenis penelitian ini kualitatif induktif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian, semua petugas dan stakeholder terkait di Ponpes Ammanatul Ummah Surabaya. Variabel yang diamati: kebijakan ponpes, SDM, ketersediaan dana, fasilitas kesehatan, kegiatan edukasi personal higiene, kegiatan menjaga kebersihan lingkungan ponpes, kegiatan mengonsumsi menu gizi seimbang. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam berdasar variabel yang diamati, dianalisis secara tematik, informasi dari data sekunder diintegrasikan dengan informasi hasil wawancara/diskusi. Hasil penelitian: kebijakan ponpes mengacu pada Permenkes No. 1 tahun 2013. SDM berasal dari tim kesehatan dan para alumni. Dana berasal dari yayasan. Fasilitas kesehatan yang dimiliki berupa UKS dan Pos Pesantren Tangguh dalam keadaan baik. Tingkat pengetahuan santri, santri memahami pentingnya pesantren sehat baik dengan motivasi kesehatan atau agama. Kesadaran santri menerapkan personal hygiene, santri memperhatikan kebersihan badan, baju dan lingkungannnya, dengan dimotivasi pembimbing. Personal higiene dipantau setiap hari kecuali: cek kebersihan kuku satu minggu sekali, cek kebersihan rambut dua minggu sekali. Kegiatan menjaga kebersihan lingkungan Ponpes oleh petugas kebersihan dan santri. Pemenuhan gizi seimbang para santri diperoleh dari menu yang disiapkan oleh ponpes, kebutuhan buah diperoleh dengan membeli di kantin ponpes.    Kata kunci: kebijakan, pesantren sehat, pondok pesantren  Abstract      The health status of students needs to be improved with personal hygiene education, and supported by the Islamic Boarding School policy which plays a role in realizing a Healthy Islamic Boarding School. This type of research is qualitative inductive with descriptive methods. The research sample was  all officers and related stakeholders in the Ammanatul Ummah Islamic Boarding School Surabaya. The variables observed were: Islamic Boarding School policy, human resources, availability of funds, health facilities, personal hygiene education activities, activities in maintaining the cleanliness of the boarding school environment, activities in consuming a balanced nutrition menu. Collecting data through in-depth interviews based on observed variables, analyzed thematically, information from secondary data is integrated with information from interviews / discussions. Result of research: Ponpes policy refers to Minister of Health Regulation No. 1, 2013. Human resources come from the health team and alumni. Funds come from foundations. Theayailable health facilities are School health and Tangguh Pesantren Post are in good condition. The level of knowledge of the students, the students understand the importance of a healthy Islamic boarding school either with health or religious motivation. The awareness of the students to apply personal hygiene, by paying attention to the cleanliness of their body, clothes and environment, motivated by their supervisor. Personal hygiene is monitored every day except: checking nail hygiene once a week, checking hair hygiene every two weeks. Maintaining cleanlinness activities in the anvironment of islamic Boarding School is done by cleaning officers and students. The fulfillment of balanced nutrition of the students is obtained from the menu prepared by the boarding school while the need for fruit is obtained by buying at the boarding school canteen.   Keywords: policy, healthy islamic boarding school, islamic boarding school

Page 6 of 12 | Total Record : 111