cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2013): September" : 8 Documents clear
PENERAPAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MENUMBUHKAN RESPON POSITIF SISWA DALAM PELAJARAN PKN DWI ANA PERTIWI
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 3 (2013): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i3.485

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pekutatan pada siswa kelas XI IPS 1. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Meningkatkan hasil belajar, (2) Mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran     kooperatif tipe  Group Investigation dalam pelajaran PKn, dan (3) Mengetahui kendala-kendala yang  mungkin terjadi dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe  Group Investigation. Prosedur kerja dalam pelaksanaan  tindakan     dilakukan melalui empat tahap kegiatan, yakni : perencanaan, pelaksanaan,  evaluasi, dan refleksi. Empat tahap kegiatan tersebut dilakukan dalam dua siklus.     Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : (1) observasi, (2) tes, dan (3)     angket. Analisis data dengan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar dari rata-rata 73,4 dengan daya serap 73,4%, dan ketuntasan belajar 57,1% pada siklus I, meningkat menjadi rata-rata 76,1 dengan daya serap 76,1%, dan ketuntasan belajar 82,8% pada siklus II, (2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat menumbuhkan respon positif siswa dengan rata-rata  respon siswa 36,8 pada  siklus I, menjadi 38,7 pada siklus II, (3) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dalam pelajaran PKn mengalami beberapa kendala pada siklus I yaitu terdapat anggota kelompok yang kurang aktif dan ragu dalam mengemukakan pendapat.     Kata kunci : Kooperatif, Group Investigation, Hasil Belajar, Respon Positif    
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VIII.6 SMP NEGERI 3 BANJAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA TAHUN AJARAN 2012/2013 NYOMAN WIDYANI
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 3 (2013): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i3.486

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan     aktivitas belajar siswa di kelas dan meningkatkan hasil belajar siswa dengan penggunaan     metode problim solving pada pembelajaran PKN  di Kelas VIII.6 Semester Genap SMP     Negeri 3 Banjar Kabupaten Buleleng. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.6 yang     berjumlah 32 orang siswa, yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 13 orang perempuan.     Penelitian tindakan kelas  ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari     empat tahapan yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi.     Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PKN dengan penggunaan Metode     problim solving pada pada siswa kelas VIII.6 SMP Negeri 3 Banjar Semester Genap tahun     pelajaran 2012/2013.dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Aktivitas belajar siswa     pada siklus I sebesar 3,94 dan termasuk dalam kategori cukup aktif, sedangkan aktivitas     belajar siswa pada siklus II yaitu sebesar 6,31 dengan katagori sangat aktif. Jadi dapat     disimpulkan peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 2,37      Hasil belajar siswa pada siklus I adalah rata-rata 76,25 ada di atas KKM yang     ditetapkan sekolah dengan nilai 70. Hasil belajar itu berada kategori cukup baik dengan     ketuntasan klasikal sebesar 65,6 %.  Sedangkan hasil belajar pada siklus II sebesar 86,88 dan     termasuk kategori baik dengan ketuntasan klasikal 100%. Dengan demikian dapat     disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dengan     penggunaan Metode problim solving  sebesar 10,63. Kendala-kendala yang dihadapi dalam     penggunaan Metode problim solving  selama penelitian antara lain : (1) masih melekatnya     kebiasaan siswa  menerima pelajaran dari guru dengan metode cermah, dan mengerjakan     tugas-tugas yang berpatokan pada LKS, sehingga keberanian siswa untuk mengemukakan     pendapat relatif masih kurang. (2) Relatif masih kurangnya buku pelajaran yang dimiliki oleh     siswa, siswa hanya belajar materi pelajaran dari materi ringkas yang ada pada LKS.      Kata-Kata Kunci : Metode Problim Solving, Aktivitas belajar dan Hasil Belajar    
ORGANISASI PEMUDA SEBAGAI WAHANA KADERISASI PEMIMPIN BANGSA BERJIWA PANCASILA Gusti Ngurah Agus Andi Mulya
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 3 (2013): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i3.487

Abstract

Pemuda merupakan agen of change  dimana dalam sejarah perjuangan     bangsa Indonesia memiliki peran yang sangat penting. Upaya nyata yang     dilakukan oleh Pemuda Indonesia bisa dirasakan sejak tahun 1928 dimana tercetus     Sumpah Pemuda sebagai ikrar tertinggi yang kemudian disusul dengan     dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945. Pemuda     memiliki banyak keunggulan dimana salah satunya untuk mempersiapkan     kaderisasi kepemimpinan. Kaderisasi kepemimpinan dilaksanakan dalam upaya     menciptakan pemimpin yang mampu memajukan bangsa dan negara. Tentunya     kaderisasi ini tercipta melalui proses yang panjang. Dalam kehidupan berbangsa     dan bernegara seorang pemimpin harus mampu menerapkan prinsip-prinsip     kepemimpinan berdasarkan asas Ideologi Bangsa Indonesia yaitu Pancasila.      Melihat kondisi bangsa yang sarat dengan kasus penyelewengan     penyelenggaraan negara seperti praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme),     maraknya konflik sosial kemasyarakatan, perkelahian di lembaga legislatif,     anarkisme oleh sekelompok masyarakat, dan masih banyak lagi kasus sejenis     lainnya menjadikan kepemimpinan yang mewujudkan asas-asas Pancasila     sangatlah urgen. Kepemimpinan Pancasila merupakan produk asli bangsa     Indonesia yang memiliki nilai kaitan dengan sejarah perjuangan Bangsa.     Kepemimpinan yang unggul dicetak berdasarkan proses panjang dalam     sebuah organisasi. Organisasi mampu menciptakan kondisi sedemikian rupa     sehingga orang yang berada dalam organisasi memiliki sikap, pandangan, maupun     pemikiran untuk mencapai tujuan organisasi yang tertuang dalam visi dan misi     organisasi. Organisasi Pemuda salah satunya sudah terbukti sangat efektif untuk     menciptakan kader pemimpin bangsa yang akan melanjutkan tapuk     kepemimpinan bangsa kedepannya. Semangat juang pemuda dan segala     keunggulannya jika dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila akan melahirkan     pemimpin yang benar-benar didambakan di masa depan oleh Bangsa Indonesia.     Kata kunci : Kepemimpinan, Pancasila, Pemuda, Organisasi.   
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS VIII H DI SMP NEGERI 1 SUKASADA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 GUSTI AYU RISKA DEWI
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 3 (2013): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i3.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran     Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dikelas VIII H SMP Negeri 1 Sukasada  tahun     pelajaran 2012/2013 dengan menerapkan model pembelajaraan kooperatif tipe GI     (Group Investigation).      Rancangan Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang     dilaksanakan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,     observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII H SMP     Negeri 1 Sukasada dengan jumlah 32 siswa yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 17     orang perempuan, dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes,     observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan analisis     deskriptif kualitatif dan  kuantitatif.     Hasil penelitian ini menujukan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I     mencapai 61,3% termasuk ke dalam kategori kurang dengan nilai rata-rata sebesar     72,70, sedangkan pada siklus II yaitu sebesar 100% termasuk ke dalam kategori tinggi     dengan nilai rata-rata 83,43. Jadi dengan demikian dapat disimpulkan hasil belajar     siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 38,7%. Kendala-     kendala yang dihadapi dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe GI     (Group Investigation) antara lain: (1) Siswa belum terbiasa dengan model     pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation), karena model pembelajaran ini     pertama kali diterapkan dalam kelas tersebut jadi dalam penerapannya siswa masih     bingung dan ragu dalam mengemukan pendapatnya, (2) Masih ada kelompok yang     belum mampu menyelesaikan tugas kelompok tepat pada waktunya, , (3) Masih ada     siswa yang ragu dan takut untuk mengemukakan pendapatnya pada saat diskusi     berlangsung, (4) Masih ada kelompok yang belum dapat mempersentasikan hasil     diskusinya. Bagi calon peneliti lain yang ingin meneliti lebih lanjut dengan     menggunakan model pembelajaran yang sama hendaknya mempertimbangkan hal-hal     lain yang dapat mempengaruhi penelitian ini.     Kata-kata kunci : Hasil belajar, dan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group      Invetigation)   
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn DAN SIKAP TOLERANSI PADA SISWA KELAS VIII B6 DI SMP N 6 SINGARAJA IDA AYU YUNITA WEDASWARI
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 3 (2013): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i3.489

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui apakah dengan diterapkan model     pembelajaran Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata     pelajaran PKn kelas  VIII B6 di SMP N 6 Singaraja (2) untuk mengetahui apakah dengan     diterapkan model pembelajaran Numbered Head Together dapat meningkatkan sikap toleransi     pada siswa kelas VIII B6 di SMP N 6 Singaraja (3) untuk mengetahui kendala-kendala yang     dihadapi guru dan siswa dalam penerapan pembelajaran kooperatif dengan strategi Numbered     Head Together dalam pembelajran PKn. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMP N 6     Singaraja yaitu kelas VIII B6 yang berjumlah 29 orang, yang terdiri dari 17 orang laki-laki dan     12 orang perempuan, objek dari penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar dan peningkatan     sikap toleransi pada siswa kelas VIII B6 di SMP N 6 Singaraja. Prosedur kerja tindakan ini     dilakukan 4 tahap yakni : tahap perencanaan, tahap pelaksaan tindakan, tahap observasi evaluasi     dan tahap refleksi tindakan. Empat tahap pelaksanaan tindakan tersebut dilakukan dalam dua     siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan tes hasil belajar     siswa.  Data di analisis dengan cara deskriptif, dan pemberian makna secara kualitatif.      Hasil penelitian menunjukkan: (1) penerapan model pembelajaran kooperatif dengan     metode numbered head together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran     PKn kelas VIII B6, rata-rata hasil belajar siswa siklus I 66,9 dengan presentase ketuntasan     58,6%. Untuk penilaian sikap toleransi siklus I tergolong tinggi dengan rata-rata perolehan skor     28,9. Sedangkan hasil belajar pada siklus II 79,7 dengan presentase ketuntasan 86,2%. Untuk     perolehan skor sikap toleransi siklus II jauh lebih tinggi dari siklus I yaitu rata-rata skor 31,8.      Dalam penelitian ini kendala-kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber belajar dan     masih kurangnya kekompakan siswa dalam diskusi terutama pada pelaksanaan penelitian siklus     I.     Kata kunci : pembelajaran kooperatif, strategi Numbered Head Together, Hasil belajar, Sikap     Toleransi    
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BBELAJAR DAN SIKAP BERDEMOKRASI SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn DI KELAS VIII B4 SMP NEGERI 6 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2012/2013 Ida Ayu Anom Swastini
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 3 (2013): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i3.490

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui apakah dengan model     pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa     kelas VIII B4 SMP Negeri 6 Singaraja, (2) untuk mengetahui apakah dengan     model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan sikap     berdemokrasi PKn siswa kelas VIII B4 SMP Negeri 6 Singaraja. Subjek     penelitian ini adalah siswa kelas VIII B4 SMP Negeri 6 Singaraja, dengan jumlah     siswa 32 orang yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.     Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (class room action research) yang     dilakukan dalam dua siklus dengan empat kegiatan yakni: tahap perencanaan,     tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap refleksi. Hasil penelitian menunjukan     bahwa hasil belajar pada siklus I adalah sebesar 64,4 dan termasuk kategori cukup     dengan daya serap 64% dan ketuntasan klasikal sebesar 38 %, sedangkan sikap     berdemokrasi pada siklus I sebesar 19,2 dan termasuk dalam kategori cukup     tinggi. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan terhadap hsil belajar siswa     dan sikap berdemokrasi siswa, yaitu hasil belajar pada siklus II adalah sebesar     80,2 dan termasuk dalam kategori baik dengan daya serap 80,2% dan ketuntasan     klasikal 100%, sedangkan sikap berdemokrasi siswa pada siklus II sebesar 26,8     dan termasuk dalam kategori tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil     belajar dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 16,2 dan     peningkatan sikap berdemokrasi siswa dari siklus I ke siklus II telah mengalami     peningkatan sebesar 6,6. Kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan model     Kooperatif Tipe Jigsaw, Siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran     kooperatif tipe Jigsaw, Kemampuan siswa dalam mengungkapkan pendapatnya     masih relatif kurang, Masih ada beberapa kelompok yang belum bisa     menyelesaikan tugas diskusi dengan waktu yang telah ditentukan, pada pertemuan     I minat siswa yang kurang dalam mengikuti pembelajaran.      Kata-kata Kunci : Tipe Jigsaw , Hasil Belajar PKn dan Sikap Berdemokrasi    
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Sikap Sosial Siswa Pada Mata Pelajaran PKn di Kelas XI Ilmu Sosial 1 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja KETUT ANGGA CHRISTINA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 3 (2013): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i3.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn melalui     model pembelajaran kooperatif STAD; (2). Meningkatkan sikap sosial melalui model pembelajaran     kooperatif Student Teams Achievement Divisions (STAD); (3) untuk mengetahui kendala-kendala     dan alternatif pemecahan masalah dalam mata pelajaran PKn melalui model pembelajaran     kooperatif STAD. Penelitian ini menggunakan rancangan  penelitian tindakan kelas yang dilakukan     dalam dua siklus tindakan. Tahapan-tahapan dalam tiap siklus adalah merencanakan, melaksanakan,     observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI-IS1 SMA Laboratorium Undiksha     Singaraja. Kemudian objek penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif STAD, Hasil     Belajar dan Sikap Sosial siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan observasi,     wawancara, kuisioner/angket, dan pemberian tes. Selanjutnya, data yang telah dikumpulkan     dianalisis secara deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan Model     Pembelajaran Kooperatif (STAD) dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar dan     sikap sosial siswa kelas XI Ilmu Sosial 1 SMA Labotarium Undiksha Singaraja. Hal ini dapat     dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa yaitu dari 73,33% pada siklus I dengan kategori Cukup     baik, menjadi 96,66 pada siklus II dengan kategori sangat baik, dan terjadi peningkatan sikap sosial     siswa yaitu dari 58,1 dengan kategori baik pada siklus I menjadi sebesar 59,16 dengan kategori baik     pada siklus II. Dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif STAD terdapat beberapa kendala     yaitu siswa belum memahami tentang model pembelajaran kooperatif STAD, siswa masih tidak     berani untuk bertanya dan mengemukakan pendapat.Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut     adapun     pembelajaran kooperatif STAD, memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh siswa untuk     lebih berani untuk bertanya maupun mengemukakan pendapat.      Kata-Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif STAD, Hasil Belajar, Sikap Sosial.    
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS MEMECAHKAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN PKN SISWA KELAS VIIIA MTs.AL-KHAIRIYAH TEGALLINGGAH TAHUN AJARAN 2012/2013 Ni Made Astini Asih
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 3 (2013): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i3.492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk     pembelajaran Think Pair Share pada PKn, (2) peningkatan aktivitas memecahkan     masalah  dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share, (3)     peningkatan hasil belajar PKn dengan menggunakan model pembelajaran Think     Pair Share dan (4) kendala-kendala dalam penerapan model pembelajaran Think     Pair Share serta solusinya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas     (class room action research) yang dilakukan dalam bentuk siklus yang terdiri dari     perencanaan, tindakan, evaluasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua     siklus. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA di     MTs. Al-Khairiyah Tegallinggah yang berjumlah 28 orang. Objeknya meliputi     aktivitas memecahkan masalah dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn     dengan     pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes sedangkan dalam     mengolah     menunjukan bahwa, (1) ada tiga langkah utama dalam model pembelajaran TPS     yaitu tahap think (berpikir), tahap pair (berpasangan) dan tahap Share (berbagi).     (2) Aktivitas memecahkan masalah pada siklus I nilai rata-ratanya sebesar  56,28     yang berada pada kategori cukup baik sedangkan pada siklus II nilai rata-ratanya     sebesar 79,71 yang berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan sebesar     23,43% . (3) Hasil belajar siswa siklus I nilai rata-ratanya sebesar 69,11 dengan     kategori cukup dan ketuntasan belajar siswa 46,43% sedangkan pada siklus II     nilai rata-ratanya sebesar 82,32 dengan ketuntasan belajarnya sebesar 89,28% dan     mengalami peningkatan sebesar 13,22%. (4) Adapun kendala dalam penerapan     model pembelajaran TPS adalah keterbatasan sumber belajar, minat belajar siswa     dan tingkat intelegensi siswa. Solusinya yaitu peneliti menyiapkan materi     tambahan dan melakukan pendekatan kepada siswa yang kurang aktif serta     melakukan pengawasan yang lebih seksama.       Kata- kata  kunci : Model Pembelajaran Think Pair Share,  Aktivitas     Memecahkan Masalah, Hasil Belajar    

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol 2, No 3 (2014): September Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol 1, No 3 (2013): September Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 1 (2013): Februari Vol 1, No 1 (2013): Februari More Issue