Journal of Education Technology
Journal of Education Technology p-ISSN : 2549-4856, e-ISSN : 2549-8290 is a publication of research results and scientific thoughts in the fields of education, learning, evaluation, innovation including the development and implementation of new technologies in education and learning.
Articles
828 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DRAMATIC LEARNING BERBANTUAN BONEKA TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA
Ustari, Komang Sri;
Sumantri, Made;
Laba Jayanta, I Nyoman
Journal of Education Technology Vol. 2 No. 4 (2018): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v2i4.16427
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran dramatic learning berbantuan boneka tangan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas III SD di Gugus III Kecamatan Busungbiu. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan non-equivalend posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas III SD di Gugus III Kecamatan Busungbiu. Sampel penelitian ini adalah kelompok siswa kelas III SD N 2 Umejero dan SD N 3 Umejero. Istrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata skor kelompok eksperimen yaitu 19,35 dan kelompok kontrol yaitu 14,43. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran dramatic learning berbantuan boneka tangan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut ditunjukan dari hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung = 6,276 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 39 didapat ttabel = 2,021. Kriteria pengujian thitung ˃ ttabel (6,276 > 2,021) maka H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Dramatic Learning berbantuan Boneka Tangan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Dramatic Learning berbantuan Boneka Tangan berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara Bahasa Indonesia pada siswa kelas III SD di Gugus III Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2017/2018.
IMPLEMENTASI POST TO POST PHYSICS ADVENTURE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA
Aryanta, I Kadek Darsika
Journal of Education Technology Vol. 2 No. 4 (2018): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v2i4.16544
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika siswa, dan mendeskripsikantanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran post to post physics adventure (P3A). Metode Penelitian yang digunakanadalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri Bali Mandara tahunpelajaran 2016/2017 semester I yang berjumlah 23 orang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Objekpenelitian ini adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi dan tanggapan siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua sikluspembelajaran, dengan tahapan-tahapan dalam tiap siklus adalah perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi.Kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dimaksud adalah skor siswa yang diperoleh dalam mengerjakan tes kemampuanberpikir tingkat tinggi yang berjumlah 10 soal essay. Data tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner.Penelitian ini dikatakan berhasil jika rata-rata nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa 75, dengan ketuntasan klasikal85%, dan tanggapan siswa minimal berkategori positif. Data yang telah terkumpul tersebut, selanjutnya dianalisis secaradeskriptif. Hasil analisis menunjukkan 1) nilai rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada siklus I sebesar 72,60dengan ketuntasan klasikal 72% dan pada siklus II sebesar 78,40 dengan ketuntasan klasikal 88% ;2) tanggapan siswaterhadap penerapan P3A dalam pembelajaran fisika adalah dengan skor rata-rata sebesar 84,64 dan berada pada kategoripositif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASISSTED INDIVIDUALIZATION DENGAN REAL WORLD PROBLEM
Kua, Maria Yuliana
Journal of Education Technology Vol. 2 No. 4 (2018): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v2i4.16545
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan (1) praktis tidaknya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAIdengan real world problem dalam pembelajaran fisika; (2) tingkat kepraktisan model kooperatif tipe TAI dengan real worldproblem dalam penerapannya pada proses pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan 6 langkah pada modelpembelajaran kooperatif tipe TAI dengan real world problem. Uji coba dilaksanakan pada kelas X materi momentum danimpuls. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling sehingga diperoleh satu kelas eksperimen yang terdiridari 34 siswa. Pada saat pembelajaran berlangsung, dilakukan observasi keterlaksanaan setiap fase model pembelajarankooperatif tipe TAI dengan real world problem. Berdasarkan hasil implementasi model pembelajaran dapat diketahui bahwa(1) model pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan real world problem praktis diterapkan dalam pembelajaran fisika (2)model pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan real world problem memiliki tingkat kepraktisan yang sangat baik dalampenerapannya pada proses pembelajaran fisika di SMA.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK BERMUATAN MULTIMEDIA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV DI KABUPATEN NGADA
Seso, Maria Angelina;
Laksana, Dek Ngurah Laba;
Dua, Konstatinus
Journal of Education Technology Vol. 2 No. 4 (2018): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v2i4.16546
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar elektronik bermuatan multimedia pada tema indahnya kebersamaan yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar kelas IV di Kabupaten Ngada. Subjek dalam penelitian ini adalah kurikulum 2013 dan siswa SD kelas IV di Kabupaten Ngada sedangkan objek penelitian adalah konten dan konteks kearifan lokal masyarakat Ngada yang relevan diintegrasikan dalam tema indahnya kebersamaan kelas IV untuk dijadikan sebuah bahan ajar elektronik bermuatan multimedia. Pengembangan bahan ajar elektronik menggunakan model ADDIE (analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Hasil pengembangan bahan ajar elektronik bermuatan multimedia berdasarkan uji coba ahli dan siswa sebagai pengguna produk adalah sebagai berikut. (1) Uji coba pada ahli desain, ada pada kategori sangat baik. (2) Uji ahli multimedia menunjukkan kategori baik. (3) Uji coba ahli konten menunjukkan kategori baik. (4) Uji coba pada siswa menunjukkan kategori sangat baik. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar elektronik yang dikembangkan layak digunakan pada siswa kelas IV.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA P4 INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPA TERPADU UNTUK SISWA SMP BERBASIS BUDAYA LOKAL MASYARAKAT NGADA FLORES
Dinatha, Ngurah Mahendra;
Arimbawa S, Putu
Journal of Education Technology Vol. 2 No. 4 (2018): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v2i4.16547
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menghasilkan lembar kerja siswa (LKS) P4 interaktif berbasis budaya lokal dalam pembelajaran IPA SMP kelas IX di daerah Ngada, dan 2) mendeskripsikan kualitas hasil uji coba produk pengembangan lembar kerja siswa (LKS) P4 interaktif budaya lokal dalam pembelajaran IPA SMP kelas IX di daerah Ngada. LKS P4 interaktif ini dikembangkan dengan model ADDIE (analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjelaskan efektivitas LKS P4 interaktif yang akan dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) LKS yang dikembangkan adalah LKS P4 interaktif yang mencakup materi IPA terpadu kelas XI di tingkat SMP, (2) terdapat beberapa konten budaya daerah yang diintegrasikan ke dalam LKS P4 interaktif, antara lain cara membuat makanan olahan secara tradisional, dan (3) LKS P4 interakif yang dikembangkan terintegrasi budaya lokal Masyarakat Ngada ada dalam kategori sangat baik berdasarkan penilaian ahli dan uji coba kepada siswa SMP.
HASIL BELAJAR PEMAHAMAN KONSEP DAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS DAN INKUIRI TERBIMBING
Suparmi, Ni Wayan
Journal of Education Technology Vol. 2 No. 4 (2018): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v2i4.16548
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dua model pembelajaran inkuiri terhadap pemahaman konsep dan berpikir kreatif. Rancangan dalam penelitian ini adalah pre-tes post-test control group design. Subjek penelitian adalah semua siswa kelas X SMK Negeri 3 Singaraja, Bali, yang diambil berdasarkan teknik random class sampling. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan 25 item tes pemahaman konsep, sedangkan data berpikir kreatif siswa dikumpulkan dengan 24 item tes berpikir kreatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA. Temuan dalam penelitian ini adalah. (1) Terdapat perbedaan pemahaman konsep dan berpikir kreatif antara siswa yang diberikan model pembelajaran Inkuiri bebas dan inkuiri terbimbing (F = 16,694; p<0,05). (2) Terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri bebas dan terbimbing (F = 16,694; p<0,05). (3) Terdapat perbedaan berpikir kreatif siswa yang diberikan model pembelajaran inkuiri bebas dan terbimbing (F = 32,086; p<0,05).
PENGARUH PENDEKATAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA
Juniantari, Made;
Pujawan, I Gusti Ngurah;
Widhiasih, I Dewa Ayu Gede
Journal of Education Technology Vol. 2 No. 4 (2018): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v2i4.17855
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan flipped classroom lebih tinggi daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2017/2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk memperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian yang diberikan diakhir penelitian. Dari data post-test diperoleh rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan flipped classroom adalah 15,265 dan rata-rata skor pemahaman konsep matematika yang mengikuti pembelajaran konvensional adalah 13,688. Dari hasil analisis data menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5% menunjukan bahwa . Hal ini berarti pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan flipped classroom lebih tinggi daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan kata lain pendekatan flipped classroom berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Berorientasi Pendidikan Karakter Terhadap Motivasi Belajar IPS Siswa kelas V
Paramita, Ni Made Ayu Santi
Journal of Education Technology Vol. 3 No. 1 (2019): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v3i1.17957
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture berorientasi pendidikan karakter dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 223 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Cepaka berjumlah 31 orang dan siswa kelas V SDN 4 Kaba-Kaba berjumlah 32 orang. Data motivasi belajar IPS dikumpulkan dengan instrumen berupa kuesioner. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 4,644 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture berorientasi pendidikan karakter dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata gain skor kelompok eksperimen adalah 0,50 dan kelompok kontrol adalah 0,35. Hal ini berarti bahwa rata-rata gain skor kelompok eksperimen > rata-rata gain skor kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture Berorientasi Pendidikan Karakter berpengaruh terhadap motivasi belajar IPS siswa kelas V di Gugus I Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan
Pengaruh Penerapan Model Eliciting Activities terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP
Juniantari, Made
Journal of Education Technology Vol. 3 No. 1 (2019): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v3i1.17958
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model eliciting activities lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII Non Unggulan SMP Negeri 1 Singaraja pada semester II tahun ajaran 2017/2018 yang tersebar ke dalam 7 kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Peneliti telah menguji kesetaraan populasi dan diperoleh hasil bahwa populasi memiliki kemampuan yang setara. Berikutnya diambil dua kelas yang dijadikan sampel. Kedua kelas tersebut diundi untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengundian menghasilkan kelas VIII A6 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A4 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dikategorikan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian post-test only control group design. Data tentang prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor (ekor kanan) pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa thitung = 1.31 sedangkan dengan taraf signifikansi 5% diperoleh ttabel = 0,063. Nilai statistik ini memiliki makna bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model eliciting activities lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain terdapat pengaruh positif model eliciting activities terhadap prestasi belajar matematika siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DAN SIKAP ILMIAH PADA SISWA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN NUSA PENIDA
Widani, Ni Kadek Tri;
Sudana, Dewa Nyoman;
Agustiana, I Gusti Ayu Tri
Journal of Education Technology Vol. 3 No. 1 (2019): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v3i1.17959
Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikutipembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang mengikuti model pembelajarankonvensional, 2) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan sikap ilmiah antara siswa yang mengikuti pembelajarandengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional,3) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA dan sikap ilmiah antara siswa yang mengikuti pembelajaran denganmenggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain post-test only control group design. Jumlah populasidalam penelitian ini adalah 87 orang dan sampel penelitian berjumlah 46 orang yang diambil dengan teknik simple randomsampling. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan metode tes dengan instrumen tes hasil belajar IPA dan datasikap ilmiah dikumpulkan menggunakan non tes dengan instrumen kuesioner. Data dianalisis dengan statistik deskriptif daninferensial (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yangmengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Fhitung= 0,007> Ftabel= 0,05); 2) terdapat perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbingdengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Fhitung= 0,000 > Ftabel= 0,05) dan 3) secara simultan, terdapatperbedaan hasil belajar IPA dan sikap ilmiah siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswayang mengikut pembelajaran konvensional (F= 0,000; p<0,05). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwamodel pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA dan sikap ilmiah siswa.