cover
Contact Name
Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Contact Email
im-tegeh@undiksha.ac.id
Phone
+62817350209
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Udayana No. 11 Singaraja, Bali Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar Ilmu
ISSN : 1829877X     EISSN : 26859033     DOI : 10.23887/mi
Core Subject : Education,
Mimbar Ilmu is published by Research and Community Service Institution Universitas Pendidikan Ganesha. Mimbar Ilmu aims at becoming the publication center of education researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development. It is published twice a year in April and October.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 2 (2019)" : 15 Documents clear
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK MODELING MELALUI LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN SELF NURTURANCE Dharsana, I Ketut; Suarni, Ni Ketut; Adi Mahendra, I Gusti Ngurah
Mimbar Ilmu Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.499 KB) | DOI: 10.23887/mi.v24i2.21264

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efetivitas Konseling Behavioral Dengan Teknik modeling ?melalui lesson study untuk meningkatkan Self Nurturance ?siswa kelas X BDPM A SMK Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini termasuk ?quasi exsperiment?. Desain eksperimen yang digunakan adalah Pretest Postest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa siswi kelas X SMK Negeri 1 Singaraja yang berjumlah 71 siswa. Melalui teknik random sampling, 34 siswa ditempatkan dikelompok eksperimen dan 37 siswa ditempatkan pada kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, buku harian dan kuesioner Self Nurturance. Kuesioner self nurturance telah teruji validitas dan realibilitasnya. Analisis data kuesioner menggunakan metode Alpha Cronbach. Penelitian in menggunakan uji Independent Samples t-test dengan bantuan JASP Version 0.7.5.5 menunjukkan nilai hasil uji hipotesis menggunakan Independent Samples t-test, mendapatkan t? = 9.347 dengan p < 0.05. Pengujian Effect Size (ES) menunjukkan tingkat keefektifan yang tinggi (ES= 2.221). Hasil tersebut membuktikan bahwa konseling behavioral dengan teknik modeling efektif untuk meningkatkan Self Nurturance siswa kelas X di SMK Negeri 1 Singaraja.?Kata-kata kunci : Konseling Behavioral, Lesson Study, Self Nurturance, Teknik Modeling?AbstractThis study aims to determine the difference of Fifth grade IPS learning outcomes of elementary school in Gugus II Tejakula Sub-district on even semester of 2017/2018 between group of students who are taught using Course Review Horay learning model with audio visual and group of students who are not taught using Course Review Horay learning model. This research is quasi experiment with non equivalent design post-test only control group design. The population of this study is all Fifth grade of elementary school students in Gugus II Tejakula sub-district academic year 2016/2017 in total of 162 students. The sample in this study is Fifth grade students of SD Negeri 5 Les in total 30 students and Fifth grade students of SD Negeri 1 Les counted 39 people, determined by random sampling technique. The result was obtained through multiple choice instrument test method which analyzed by using descriptive statistical and inferential statistical test (t-test). The result showed that there was a significant effect of IPS learning outcomes between groups of students who were taught using learning model of Course Reviews Horay helped by audio visual media and group of students who were not taught of using Course Review Horay model, with t-count = 2,384 bigger than t-tab = 1,980. This means that the difference application of learning model can affect the Fifth grade's IPS learning outcomes in Gugus II Tejakula sub-district even semester of academic year 2017/2018. Recommendation for the teachers in improving the Fifth grade's IPS learning outcomes in Sub-district II Tejakula is to use learning model of Course Review Horay assisted by audio visual media.?Keywords: Behavioral Counseling, Lesson Study, Self Nurturance, Modeling Techniqu
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK KELOMPOK A Pudjawan, Ketut; Ujianti, Putu Rahayu; Resmini, Ni Ketut
Mimbar Ilmu Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.728 KB) | DOI: 10.23887/mi.v24i2.21259

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan kemampuan berhitung permulaan anak yang dibelajarkan model pembelajaran make a match pada anak kelompok A di Taman Kanak-kanak. Jenis penelitian ini adalah penelitian (Quasi Eksperiment) dengan rancangan post-tes only control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh anak kelompok A yang berjumlah 171. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Sample random sampling. Berdasarkan dari teknik tersebut diperoleh sampel penelitian dengan jumlah anak 20 orang sebagai kelas eksperimen di TK Negeri Kampung Baru dan anak kelas kontrol dengan jumlah 15 orang di TK Widya Kumarasthana. Metode yang digunakan adalah observasi dan instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi berupa checklist. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial dan uji-t diperoleh t_hitung = 3,73 dan t_tabel = 2,03 pada taraf signifikansi 5% dan? db = 33, dengan membandingkan hasil t_hitung? dengan t_tabel dapat disimpulkan bahwa t_hitung > t_tabel maka H_0 ditolak dan H_1 diterima. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran make a match terhadap kemampuan berhitung permulaan pada anak kelompok A di Taman Kanak-kanak.?Kata-kata kunci : Berhitung Permulaan, Make A Match, Anak Usia Dini?AbstractThis study aims to determine the significant effect of the ability to calculate the beginning of the child who was taught the learning model of make a match in group A children in kindergarten. The type of this research is research (Quasi Experiment) with post-test design only control group design. The population in this study were all group A children which numbered 171. The sampling technique uses the Sample random sampling technique. Based on the technique, the research sample was obtained with the number of children 20 people as the experimental class in the Kampung Baru State Kindergarten and the control class child with a total of 15 people at Widya Kumarasthana Kindergarten. The method used is observation and the instrument used is the observation sheet in the form of a checklist. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis, inferential statistical analysis and t-test obtained t_count = 3.73 and t_table = 2.03 at the significance level of 5% and db = 33, by comparing the results of t_count with t_tabel it can be concluded that t_count> t_tabel then H_0 is rejected and H_1 is accepted. So that the results of the study show that there is a significant effect of the make a match learning model on the numeracy skills of the group A children in kindergarten.?Keywords: Basic Counting, Make A Match, Early Childhood?
EFEKTIVITAS PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES BERMAIN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN JASMANI SISWA Darsana, I Wayan; Kristiantari, MGR; Abadi, IB.G. Surya; Wiarta, I Wayan
Mimbar Ilmu Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.015 KB) | DOI: 10.23887/mi.v24i2.21265

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar gerak, gerak dasar, dan kemampuan gerak keterampilan melalui penerapan pendekatan keterampilan proses bermain dalam pembelajaran pendidikan jasmani berbasis lesson study. Subyek penelitian yang digunakan siswa kelas IV berjumlah 36 orang, terdiri dari 24 orang siswa putra dan 12 orang siswa putri pada SD Negeri 2 Sesetan Denpasar Selatan Kota Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian berbasis lesson study yang telah dirancang dalam siklus. Pengumpulan data dengan teknik observasi dan data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif? dengan persentase? dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendekatan keterampilan proses bermain dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada siswa sekolah dasar ada kecenderungan naik atau meningkat secara berkelanjutan dari skor pra-siklus, siklus 1 dan siklus? 2. Hal ini didasarkan pada pencatatan kegiatan sebelum tindakan (Pra-siklus) diperoleh nilai rata-rata 16.39 dengan ketuntasan mencapai 38.9? %, selanjutnya hasil analisis siklus 1 menunjukkan nilai rata-rata naik menjadi 17.50 dengan ketuntasan mencapai 52.8 %, demikian pula pada siklus 2 nilai rata-rata naik menjadi 20.69 dengan ketuntasan mencapai 97.2 %. Hal ini berarti effektivitas pendekatan keterampilan proses bermain dalam pembelajaran pendidikan jasmani berbasis lesson study secara berkelanjutan mengalami peningkatan dengan menitik beratkan pada latihan gerak yang sifatnya informal dan bebas sesuai dengan tujuan pendidikan di sekolah dasar yang mengembangkan seluruh aspek perkembangan siswa, maka yang dilakukan adalah mengembangkan jasmani siswa bukan mengajarkan olahraga, siswa diberikan bergerak didalam bermain agar mampu menggunakan otot-otot besar maupun otot-otot kecil dengan baik dalam melakukan gerakan-gerakanya.?Kata-kata kunci : Pengembangan Kemampuan Jasmani (PKJ)?AbstractThe? purpose of this research for develop the basic motion ability and motion skills by using approach application? in playing skill process in physical education learning based on lesson study. The subject of this research were the students from IV grade that have 36 students, that consist of 24 male students and 12 female students in SD Negeri 2 Sesetan Denpasar Selatan Kota Denpasar. The types of research method that uses lesson study that already arrangement by using cycles. The collections of data in this research was using observation techniques and analysis data by uses descriptive analysis techniques by percentage and descriptive qualitative. The result of this research find that the using in playing skill process approach in physical sport and healthy education learning for the students of elementary school has increased tendency or continued development from pre-cycles, 1st cycles, and 2nd cycles. That was based on registration activities before the action (Pre-cycles) that get in average scores 16, 39 with passed percentage 38.9 %, after that the result analysis in 1st cycles show that the average scores increased become 17,50 with passed percentage 52,8%, based on that in 2nd cycles, average scores increased become 20,69 with passed percentage 97,2%. It means that the effective approach in playing skill process in physical education learning based on lesson study by continued had increasing with emphasize from the motion practice that is informal and free based on the education purpose in elementary school to developed all aspect in student?s development, then that must did is developed the student?s physical not thought sport, students gave motion in the playing activity to be able to used the big muscles and the small muscles very well for did their motion.?Keywords: Developing of Physical Ability (PJK)
PENGEMBANGAN E-LEARNING DENGAN KELASE PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Simamora, Alexander Hamonangan; Gede Agung, Anak Agung; Mahadewi, Luh Putu Putrini
Mimbar Ilmu Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.554 KB) | DOI: 10.23887/mi.v24i2.21260

Abstract

AbstrakMasalah yang ditemukan di SMP Negeri 2 Singaraja adalah hasil belajar IPA siswa belum memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan e-learning (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan e-learning yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk, (3) mengetahui efektivitas e-learning yang dikembangkan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model Hannafin and Peck. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Rancang bangun e-learning mata pelajaran IPA dengan model Hannafin and Peck meliputi tiga tahapan. (2) E-learning mata pelajaran IPA yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan e-learning berpredikat sangat baik (91,4%), (b) hasil review ahli e-learning menunjukkan produk berpredikat baik (90,06%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan e-learning berpredikat sangat baik (89,02%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan e-learning berpredikat sangat baik (89,93%), (89,34%) dan (83,03%). (3) Efektivitas pengembangan menunjukkan bahwa e-learning yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar IPA (thitung = 25,89 > ttabel = 2,390, pada taraf signifikansi 5%). Ini berarti bahwa e-learning terbukti efektif secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar IPA.?Kata-kata kunci : e-learning, Hannafin & Peck, Pengembangan??AbstractThe learning outcomes of the IX grade students at SMP Negeri 2 Singaraja especially in biology subject were not yet satisfactory. Furthemore, this research aims to (1) describe the architecture development of e-learning in biology subjects, (2) describe the quality of the results of the validation of the development of e-learning are developed according to the review experts and product trials in biology subjects, (3) test the effectiveness of e-learning developed against the results of the study biology subjects. This research is the development. The development model used is the Hannafin and Peck model.The data collected in this research is quantitative and qualitative data. Data was collected using the method of recording documents, questionnaires and tests. The results of this research are as follows. (1) The design of e-learning biology subjects with the Hannafin and Peck model includes three phases. (2) E-learning biology subjects developed valid with: (a) the results of expert review the contents of the subjects showed predicated e-learning is very good (92%), (b) the results of an e-learning expert reviews show products predicated good (89,33%), (c) the results of expert review of instructional design e-learning predicated showed very good (93%), (d) the results of individualtrials, small group trial and field trials demonstrate e-learning is predicated very good (90,22%), (90.11%) and (90%). (3) The effectiveness development shows that e-learning developed can effectively improve the learning results of science (tcount = 25,89 > t-table = 2,390, significance level 5%). That means e-learning proven to be effective can significantly improve Biology learning outcomes.?Keywords: Development, e-learning, Hannafin & Peck
FAKTOR KEDISIPLINAN BELAJAR PADA SISWA KELAS X SMK LARENDA BREBES Sugiarto, Ahmad Pujo; Suyati, Tri; Yulianti, Padmi Dhyah
Mimbar Ilmu Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.401 KB) | DOI: 10.23887/mi.v24i2.21279

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kedisiplinan belajar siswa. Faktor kedisiplinan belajar siswa antara lain: Faktor internal adalah faktor yang ada dalam dirinya sendiri antara lain meliputi kesadaran diri, motivasi belajar, dan tidak mampu menyesuaikan diri dalam belajar. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor dari luar yang meliputi faktor keluarga, lingkungan sekolah, teman sebaya dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan atau memaparkan fakta-fakta atau data-data yang diperoleh dari sumber data. Data-data tersebut bersifat kualitatif karena tidak berupa angka, tetapi berupa kalimat-kalimat atau pernyataan-pernyataan yang berasal dari hasil metode observasi dan wawancara. Data-data tersebut selanjutnya dianalisis atau diuraikan untuk menemukan faktor kedisiplinan belajar siswa siswa. Berdasarkan data yang diperoleh dari subjek penelitian, menunjukan bahwa faktor kedisiplinan belajar siswa ada dua yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik yaitu faktor yang berasal dari dirinya sendiri yaitu siswa yang malas, malas untuk belajar, tidak pernah mengerjakan PR atau tugas, malas untuk mencatat dan membaca buku pelajaran,kurangnya kesadaran untuk belajar, belum terbiasa dengan disiplin belajar. Kedua adalah faktor ekstrinsik merupakan faktor yang berasal dari luar individu berupa lingkungan keluarga, orangtua yang tidak pernah memberikan perhatian dan kasih sayang terhadap anak mengakibatkan anak menjadi tidak disiplin belajar, selain itu pendidikan orang tua juga mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa, faktor lain adalah dari guru, guru yang galak dan cara mengajar yang membosankan menyebabkan siswa malas belajar, dan faktor terakhir yang mengakibatkan siswa tidak disiplin belajar karena faktor lingkungan seperti teman bergaul di rumah dan lingkungan sekolah.?Kata-kata kunci : Kedisiplinan Belajar, Siswa, Studi Kasus?AbstractThis research is motivated by the importance of student learning discipline. Factors of student learning discipline include: Internal factors are factors that exist in themselves include self-awareness, motivation to learn, and not being able to adjust to learning. While external factors are external factors which include family, school environment, peers and the community. This research uses a case study approach which is done by describing or describing facts or data obtained from data sources. The data is qualitative because it is not in the form of numbers, but in the form of sentences or statements derived from the results of observation and interview methods. These data are then analyzed or elaborated to find the factors of student learning discipline. Based on data obtained from research subjects, it shows that there are two factors for student learning discipline namely intrinsic factor and extrinsic factor. Intrinsic factor is a factor that originates from itself, namely students who are lazy, lazy to learn, never do homework or assignments, lazy to take notes and read textbooks, lack of awareness to learn, not accustomed to the discipline of learning. Second is the extrinsic factor is a factor that comes from outside the individual in the form of a family environment, parents who never give attention and affection towards children cause children to become undisciplined in learning, in addition to that parental education also affects student learning discipline, other factors are from the teacher, teachers who are fierce and boring teaching methods make students lazy to learn, and the last factor that causes students to be undisciplined in learning because of environmental factors such as friends hanging out at home and school environment.?Keywords: Learning Discipline, Students, Case Studies

Page 2 of 2 | Total Record : 15