cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Acarya Pustaka
ISSN : 24424366     EISSN : 24430293     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Acarya Pustaka menerbitkan tulisan ilmiah di bidang perpustakaan, informasi, kearsipan, dan manajemen pengetahuan. Terbit 2 kali setahun di bulan Juni dan Desember
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
DESA TRUNYAN: MASYARAKAT DAN KEBUDAYAANNYA PramithaYasa, febby; wardana, putra yana
ACARYA PUSTAKA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.299 KB) | DOI: 10.23887/ap.v5i1.20886

Abstract

DESA TRUNYAN: MASYARAKAT DAN KEBUDAYAANNYAolehI Gede Febby Pramitha Yasa dan I Putu Putrayana WardanaFeby_guanteng@gmail.com , putra.yana@undiksha.ac.idPendahuluanBali merupakan sebuah pulau yang berada di wilayah Indonesia. Bali merupakandestinasi wisata terbaik yang berada di Indonesia. Selain keindahan alamnya yangmempesona bali juga terkenal dengan budayanya serta tradisinya yang khas dan tidakdimiliki oleh daerah lainnya.Salah satu tradisi yang sekaligus menjadi destinasi wisata terbaik yang berada diBali adalah desa Trunyan. Desa yang berada di kecamatan Kintamani ini mampu memikatwisatawan domestik maupun internasional dengan keunikan budayanya dan tradisinya.
KEBUTUHAN INFORMASI DAN PERILAKU PENCARIAN INFORMASI PENELITI PUSAT PENELITIAN BIOMATERIAL LIPI Maha, Rahmadani Ningsih
ACARYA PUSTAKA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.48 KB) | DOI: 10.23887/ap.v6i1.22183

Abstract

KEBUTUHAN INFORMASI DAN PERILAKU PENCARIAN INFORMASI PENELITI PUSAT PENELITIAN BIOMATERIAL LIPI Oleh :Rahmadani Ningsih Maha, M.HumPustakawan Muda PDDI LIPI AbstrakKebutuhan informasi peneliti adalah satu hal penting yang harus diketahui oleh pustakawan. Tanpa pustakawan ketahui apa yang diminati oleh peneliti dan bagaimana sesungguhnya perilaku mereka memperoleh informasi akan menjadi suatu ancaman terhadap keberadaan fungsi dan peran perpustakaan dan pustakawan. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan informasi peneliti, bagaimana perilaku para peneliti memperoleh informasi dalam mendukung penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kajian ini merupakan penelitian deskriptif guna mencari deskripsi yang tepat dan cukup dari semua aktivitas, objek, proses dan manusia. Metode pengumpulan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada perwakilan peneliti dari 4 bidang kelompok penelitian di Puslit Biomaterial LIPI yang berjumlah 23 peneliti sebagai responden. NEEDS FOR INFORMATION AND BEHAVIOR OF RESEARCH INFORMATION RESEARCH CENTER FOR LIPI BIOMATERIAL RESEARCH By:Rahmadani Ningsih Maha, M.HumYoung Librarian PDDI LIPI AbstractThe information needs of researchers are one important thing that must be known by librarians. Without librarians knowing what researchers are interested in and how their behavior actually obtains information will be a threat to the existence and function of libraries and librarians. This study aims to evaluate the information needs of researchers, how the behavior of researchers obtain information in supporting research and scientific development. This study is a descriptive study in order to find an appropriate and sufficient description of all activities, objects, processes and people. The method of collecting data through questionnaires was distributed to representatives of researchers from 4 fields of research groups in the LIPI Biomaterial Research Center, which amounted to 23 researchers as respondents.                                                               
PERAN PERPUSTAKAAN DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK MELALUI KEGIATAN MENDONGENG GRIADHI, PUTU SHINDY CINTIA DEWI
ACARYA PUSTAKA Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.145 KB) | DOI: 10.23887/ap.v6i2.22253

Abstract

PERAN PERPUSTAKAAN DALAM PENGEMBANGANKARAKTER ANAK MELALUI KEGIATAN MENDONGENG PUTU SHINDY CINTIA DEWI GRIADHI, A.MD.Universitas Pendidikan Ganesha  Abstrak Perpustakaan sebagai wadah yang menyediakan berbagai macam layanan yang menunjang peran perpustakaan salah satunya yaitu kegiatan mendongeng. Dongeng merupakan media yang efektif dalam proses pembentukan karakter anak. Membaca dan mendengarkan dongeng yang menarik akan meningkatkan rasa bahagia anak dan tidak membuat anak belajar secara terpaksa. Penggunaan dongeng untuk menanamkan nilai dan moral kepada anak akan membuat anak belajar tentang nilai-nilai tersebut dan tanpa disadarinya secara perlahan akan memupuk nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Namun, proses penanaman nilai-nilai karakter pada anak harus dilakukan secara konsisten dan terus-menerus karena anak dapat belajar lebih baik melalui pengulangan dan tentunya dari figure orang dewasa disekitarnya yaitu orang tua dan guru di sekolah. Kata kunci: perpustakaan, dongeng, karakter, anak ROLE OF LIBRARY IN DEVELOPMENT CHILDREN'S CHARACTERS THROUGH MENDONGENG ACTIVITIES Abstract  The library as a forum that provides a variety of services that support the role of the library one of which is storytelling activities. Fairytale is an effective media in the process of forming the character of children. Reading and listening to interesting tales will increase a child's happiness and not make the child learn forcibly. The use of fairy tales to instill values and morals to children will make children learn about these values and without realizing it will slowly foster these values in their daily lives. However, the process of instilling character values in children must be done consistently and continuously because children can learn better through repetition and of course from the figure of adults around them, namely parents and teachers at school. Keywords: library, fairy tales, characters, children
ANALISIS BUKU KARYA GRUP FACEBOOK KELAS MENULIS PUSTAKAWAN SEBAGAI PENGUAT EKSISTENSI PUSTAKAWAN widuri, Noorika retno
ACARYA PUSTAKA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.538 KB) | DOI: 10.23887/ap.v6i1.22182

Abstract

ANALISIS BUKU KARYA GRUP FACEBOOK KELAS MENULIS PUSTAKAWAN SEBAGAI PENGUAT EKSISTENSI PUSTAKAWANNoorika Retno WiduriPustakawan Ahli Madya UPT Balai Informasi Teknologi - LIPIE-mail: noorika.rw@gmail.com AbstrakFenomena media social tidak selamanya berdampak negative, tentu ada sisi positif yang dapat dimanfaatkan.Media sosial para prinsipnya adalah terkoneksi satu dengan yang lainnya, atau berjejaring.Hal tersebut memungkinkan orang berkumpul dalam suatu komunitas yang memiliki kesamaan minat.  Media social yang paling trend di Indonesia adalah facebook.  Grup Kelas menulis pustakawan merupakan komunitas yang memanfaatkan media social facebook dalam pergerakannya.Komunitas ini beranggotakan pustakawan dan para pemerhati kepustakawanan, lebih spesifik lagi dengan kesamaan minat dalam bidang kepenulisan.Selama kurun waktu satu tahun, grup ini menghasilkan 3 buku bertema kepustakawanan yang ditulis bersama-sama.Pada kesempatan kali ini, penulis menganalisis jumlah penulis produktif, sebaran penulis dan satuan kerja penulis.  Hal yang menarik adalah karena grup ini menggunakan sarana   online dalam semua proses bisnisnya. Disamping itu, buku-buku ini memperoleh endorse dari para tokoh terkenal juga melalui komunikasi online. Selama setahun sejak terbentuknya komunitas ini, ada total 52 kontributor untuk tiga judul yang berbeda.Delapan orang diantaranya kontribusi pada ketiga buku tersebut. Kata kunci: facebook, kelas menulis pustakawan, pustakawan, media sosial, eksistensi profesiANALYSIS OF FACEBOOK GROUP CLASS BOOK WRITING IN LIBRARY AS AN EXISTENCE OF LIBRARY EXISTENCENoorika Retno ThistleLibrarian Associate Expert UPT Balai Information Technology - LIPIE-mail: noorika.rw@gmail.com AbstractThe phenomenon of social media does not always have a negative impact, of course there are positive sides that can be exploited. Social media in principle are connected to one another, or networked. It allows people to gather in a community that has similar interests. The most popular social media in Indonesia is Facebook. Librarian writing class group is a community that utilizes social media facebook in its movement. This community consists of librarians and librarians observers, more specifically with the similarity of interests in the field of writing. the same. On this occasion, the authors analyzed the number of productive writers, the distribution of writers and the writer's work unit. The interesting thing is because this group uses online tools in all its business processes. Besides that, these books get endorsements from well-known figures also through online communication. During the year since the formation of this community, there were a total of 52 contributors for three different titles. Eight of them contributed to the three books.Keywords: facebook, librarian writing class, librarian, social media, professional existence
EFEKTIVITAS LAYANAN PENELUSURAN INFORMASI OPAC KOLEKSI BUKU UMUM DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA YULI, NI KETUT RAI
ACARYA PUSTAKA Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.896 KB) | DOI: 10.23887/ap.v6i2.22252

Abstract

EFEKTIVITAS LAYANAN PENELUSURAN INFORMASI OPAC KOLEKSI BUKU UMUM DI PERPUSTAKAANUNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA  NI KETUT RAI YULI, SOS.Unit Perpustakaan UNDIKSHASingaraja, Indonesia e-mail:niketutraiyuli@gmail.com Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas layanan penelusuran informasi OPAC koleksi buku umum di perpustakaan Undiksha yang diukur berdasarkan user oriented dan entitas. Desain penelitian diskriptif kuantitatif dengan menggunakan statistik non parametrik. Objek dalam penelitian ini adalah alat penelusuran informasi OPAC (online public access cataloque) koleksi buku umum bagi pengguna perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha sedangkan subjek penelitian adalah para pengguna layanan penelusuran informasi OPAC koleksi buku umum perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja yang berjumlah 7423 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik convenience sampling, yang diambil adalah 366 orang. langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini yaitu : 1) pengumpulan data, 2) pentabulasi data, 3) analisis dan konversi data, 4) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan layanan penelusuran informasi OPAC koleksi buku umum di perpustakaan Undiksha yang diukur berdasarkan user oriented mendapatkan rata-rata skor 2,67 dengan presentase 88,89% dan mendapat kreteria Baik/efektif, Dan diukur berdasarkan entitas mendapatkan rata-rata skor 2,58 dan dipresentasekan menjadi 86,00% dan mendapatkan kreteria Baik/Efektif. Kata kunci : Efektifitas layanan, Penelusuran informasi, OPAC, Koleksi buku                                        Perpustakaan  EFFECTIVENESS OF OPAC COLLECTION INFORMATION SERVICES GENERAL BOOKING IN LIBRARY GANESHA EDUCATION UNIVERSITYAbstractThe purpose of this study was to determine the effectiveness of OPAC information retrieval services in the general book collection in the Undiksha library as measured by user oriented and entities. Design descriptive quantitative research using non-parametric statistics. The object of this research is the OPAC (online public access cataloque) information search tool for public book collections for Ganesha University Education library users while the research subjects are users of the OPAC information search service for public library collections at Ganesha Education University library. The population in this study were all library members of the Ganesha Singaraja Educational University, totaling 7423 people. The research sample was determined using convenience sampling technique, which taken 366 people. the steps of data analysis in this study are: 1) data collection, 2) data tabulation, 3) data analysis and conversion, 4) drawing conclusions. The results showed the OPAC information search service public book collection in the Undiksha library which was measured based on user oriented got an average score of 2.67 with a percentage of 88.89% and got good / effective criteria, and was measured based on the entity getting an average score of 2, 58 and presented to 86.00% and get Good / Effective criteria.Keywords: Service effectiveness, Information search, OPAC, Library book collection 
UPAYA MENGOPTIMALKAN PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH MELALUI PENGELOLAAN YANG PROFESIONAL Artana, I Ketut
ACARYA PUSTAKA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.052 KB) | DOI: 10.23887/ap.v6i1.22181

Abstract

UPAYA MENGOPTIMALKAN PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH MELALUI PENGELOLAAN YANG PROFESIONAL I Ketut ArtanaPustakawan Utama Universitas Pendidikan GaneshaEmail:Bagasartana@gmail.com AbstrakPerpustakaan sekolah memiliki peran yang penting dan strategis dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Perpustakaan sekolah memiliki tujuan untuk menunjang pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran di sekolah.Perpustakaan sekolah harus dikelola secara profesional oleh para petugasnya sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemustaka.Dalam pengelolaannya mengalami berbagai hambatan, diantaranya terbatasnya ruang untuk perpustakaan termasuk letaknya kurang strategis, keterbatasan bahan pustaka, terbatasnya jumlah tenaga dan kurangnya promosi perpustakaan.Namun demikian, perpustakaan sekolah harus dioptimalkan pengelolaanya. Untuk itu, komitmen dari pihak perpustakaan dan pihak lain terkait bersatu padu memajukan perpustakaan sekolah, perlunya layanan perpustakaan berbasis TIK, pemeliharaan fasiltas dan manajemen perpustakaan, penyediaan tenaga perpustakaan yang memadai dan perencanaan pengembangan perpustakaan sekolah yang cermat, sistematis dan teratur. Adapun pengelolaan perpustakaan yang profesional dilaksanakan pada bidang koleksi, layanan, sarana dan prasarana dan sumber daya manusia. Melalui pengelolaan perpustakaan sekolah pada bidang-bidang tersebut maka perpustakaan akan dapat dioptimalkan pemanfaatannya oleh para pemustaka. Kata-kata kunci: perpustakaan sekolah, pengelolaan profesional  EFFORTS TO OPTIMIZE THE ROLE OF SCHOOL LIBRARY THROUGH PROFESSIONAL MANAGEMENT I Ketut ArtanaMain Librarian of Ganesha University of EducationEmail: Bagasartana@gmail.com AbstractSchool libraries have an important and strategic role in supporting the learning process in schools. School libraries have the aim to support the implementation of education and teaching programs in schools. School libraries must be professionally managed by their officers so that their existence can be optimally utilized by the user. library, limited number of personnel and lack of library promotion. However, school libraries must be optimized in their management. For this reason, commitments from the library and other related parties have come together to advance the school library, the need for ICT-based library services, maintenance of library facilities and management, the provision of adequate library staff and careful, systematic and orderly school library development planning. The professional library management is carried out in the fields of collection, services, facilities and infrastructure and human resources. Through the management of school libraries in these fields, libraries will be optimized for use by users. Key words: school library, professional management
UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA PADA ANAK artana, I Ketut
ACARYA PUSTAKA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.98 KB) | DOI: 10.23887/ap.v2i1.10099

Abstract

UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA PADA ANAKOleh I Ketut ArtanaPustakawan Utama Universitas Pendidikan GaneshaEmail: Bagasartana@gmail.com  Abstrak            Kondisi minat baca anak-anak belum menggembirakan. Anak-anak belum memandang bahwa bahan bacaan (buku-buku) memiliki banyak manfaat dalam kehidupannya. Banyak faktor yang menyebabkan minat baca anak-anak rendah. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Dalam upaya menumbuhkan minat baca anak maka sangat penting adanya upaya yang sungguh-sungguh dari pihak sekolah untuk membuat cara yang strategis dan aplikatif sehingga minat baca pada anak-anak dapat tumbuh. Selain itu, penting adanya kerjasama dan komunikasi secara baik dan berkelanjutan dengan pihak guru, perpustakaan, anak didik dan orang tua anak. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah cara (upaya) menumbuhkan minat baca pada anak-anak sehingga nantinya anak-anak dapat tumbuh menjadi akan yang cerdas dan berkualitas. Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah memberikan wawasan dan pemahaman tentang bagaimana upaya menumbuhkan minat baca pada anak-anak bagi pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pihak sekolah, guru, orang tua, anak-anak dan pihak perpustakaan.Kata-kata kunci : minat baca, strategi/upaya, anak-anak 
Mengenal Sejarah dan Perkembangan Topeng Sidakarya candra, putu melani; wardana, putra yana
ACARYA PUSTAKA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.312 KB) | DOI: 10.23887/ap.v5i1.20788

Abstract

Mengenal Sejarah dan Perkembangan Topeng SidakaryaOleh:Putu Melani Chandra Dewi (1704071005), I Putu Putrayana WardanaPutu_melani18@gmail.com , putra.yana@undiksha.ac.id PendahuluanPulau Bali yang dikenal dengan sebutan Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura dan Bali Dwipa. Bali yang sangat terkenal di seluruh Indonesia dan bahkan terkenal di seluruh dunia akan keindahan alam dan dengan seni dan kebudayaannya yang unik tentunya menjadi destinasi wisata manca negara.  Dari kesenian dan kebudayaan yang ada di Bali menjadikan Bali mempunyai daya tarik tersendiri yang membuat wisatawan datang ke Bali.Masyarakat bali memiliki bentuk seni pertunjukan berupa Tari Topeng yang dapat menarik perhatian para wisatawan Tari Topeng tidak sekedar berfungsi sebagai hiburan, namun sebagian di antaranya menjadi pelengkap dalam sebuah ritual keagamaan biasnya di tarikan pada saat upacaya ?yadnya? nanum Tari Topeng tidak hanya hadir dalam prosesi keagamaan di halaman utama Pura namun juga berfungsi dalam upacara perkawinan, potong gigi, hingga upcara ngaben. Tarian Topeng ada sejak abad ke-17, Tari Topeng merupakan suatu bentuk Tari dan juga berisi drama dimana penarinya menggunakan Topeng dan menampilkan cerita-cerita lama, yang biasanya berkisah tentang Raja dan Rahlawan pada jaman dahulu, Tarian Topeng dengan puncak penampilan figur Topeng berkarakter angker yang disebut tupeng sidakarya.Dalam Tari Topeng, setiap penari tampil dengan busana khusus serta mengenakan topeng, dari topeng yang dikenakan oleh seorang penari tersebut akan menunjukkan tokoh yang diperankannya. Adapun jenis-jenis topeng antara lain Topeng keras (sosok petarung), Topeng tua (sosok sesepuh), Topeng bondres (rakyat biasa), dan Topeg ratu (khalangan bangsawan).Tulisan ini akan membahas tentang Mengenal Sejarah Topeng Sidakarya. Adapun yang di bahas dalam tulisan ini antara lain: (1). mengetahui cerita sejarah Topeng Sidakarya di Bali. (2). perkembangan topeng Sidakarya.
Menjadi Perpustakaan Andragogi: Kajian Perpustakaan Universitas Indonesia sebagai Ruang Belajar Pengguna Dewasa Wanastri, Prisinta
ACARYA PUSTAKA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.389 KB) | DOI: 10.23887/ap.v3i2.13055

Abstract

Abstract Andragogy is an education philosophy that refers to the method or the art of teaching and guiding adults. Popularized by Malcolm Knowles, the point of andragogical learning process relies on the view that adults are individuals who (1) are independent, (2) have life experiences that can be the foundation of learning, (3) have a desire to learn, (4) have a learning orientation appropriate to their life, and (5) have the motivation to learn. The academic library users are the academic student are an adults who has their preference on style of study, their specific needs and their own anxiety and. It is important for academic library to know preference on study style of their users, so that they can build academic to become an ideal learning spaces the adult. Becoming the center of Universitas Indonesia student Activities (especially on the  learning activity) it is important for the Universitas Indonesia Library to understand the needs, characteristics and anxieties felt by the University of Indonesia students. Through this article, the authors will examine the model of adult learning of University of Indonesia students and also explained the development of Library University of Indonesia in supporting the process of adult learning in the university environment of Indonesia. This paper is based on qualitative research methods with data collection techniques such as interview, observation and literature study. Taking advantage of the phenomenological description analysis approach, the study findings show that the University of Indonesia's library is no longer merely an institution to obtain information, but also as a space for students to process the information to be learned for themselves.   Keyword: academic library, adult learning, andragogy 
MENGHILANGKAN BUDAYA MALU MENJADI PUSTAKAWAN artana, ketut; wardana, putra yana
ACARYA PUSTAKA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.937 KB) | DOI: 10.23887/ap.v5i1.20781

Abstract

MENGHILANGKAN BUDAYA MALU MENJADI PUSTAKAWAN Oleh I Ketut Artana, I Putu Putrayana Wardana(Pustakawan Ahli Madya/Bagasartana7@gmail.com), putra.yana@undiksha.ac.id    Abstrak Pustakawan merupakan profesi di bidang perpustakaan. Pejabat fungsional pustakawan masih beranggapan bahwa profesinya merupakan profesi alternatif bukan profesi pilihan, profesi yang tidak memiliki masa depan yang cerah. Pustakawan tidak merasa bangga dengan profesi yang disandangnya, bahkan cenderung merasa malu, minder serta menyembunyikan predikatnya sebagai pustakawan. Kondisi seperti ini dapat menghambat upaya pengembangan pengelolaan dan peningkatan pelayanan perpustakaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pustakawan itu sendiri dan berbagai pihak yang terkait agar pustakawan tidak merasa malu, minder sebagai pustakawan. Upaya itu antara lain membagun citra positif pada diri pustakawan, meningkatkan kompetensi pustakawan, dan peran Ikatan Putakawan Indonesia (IPI) untuk membina dan mengembangkan jati diri pustakawan melalui berbagai program kerjanya. Melalui upaya-upaya tersebut, pustakawan pada akhirnya tidak merasa malu menjadi pustakawan. Ke depan, seorang pustakawan akan merasa bangga menyebut dirinya seorang pustakawan. Kata kunci : budaya malu, pustakawan, upaya menghilangkan

Page 4 of 17 | Total Record : 161