cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Acarya Pustaka
ISSN : 24424366     EISSN : 24430293     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Acarya Pustaka menerbitkan tulisan ilmiah di bidang perpustakaan, informasi, kearsipan, dan manajemen pengetahuan. Terbit 2 kali setahun di bulan Juni dan Desember
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
PERPUSTAKAAN, MASYARAKAT, DAN PEMBUDAYAAN GEMAR MEMBACA Artana, I Ketut
ACARYA PUSTAKA Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.75 KB)

Abstract

Kondisi minat baca masyarakat Indonesia sampai saat ini masih memprihatinkan. Gemar membaca belum membudaya secara baik di kalangan masyarakat. Pembudayaan gemar membaca semestinya menjadi tanggung jawab bersama. Manfaat membaca bagi masyarakat sangat penting untuk menambah dan memperkaya wawasan berpikir dan memperluas ilmu pengetahuan. Masyarakat dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai salah sarana untuk mendapatkan berbagai informasi pengetahuan yang dibutuhkan. Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan pusat sumber pembelajaran dapat mengambil berbagai langkah praktis dan aplikatif untuk membudayakan masyarakat gemar membaca. Dengan begitu harapan untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan berkualitas akan dapat terwujud.Kata Kunci : Membaca, Perpustakaan, Masyarakat, Gemar Membaca
TRANSMISI BUDAYA DARI ASPEK KEBERAKSARAAN DI MUSEUM : UPAYA DOKUMENTASI PERMUSEUMAN S.N.L.AS, Kartika
ACARYA PUSTAKA Vol 1, No 2 (2015): ACARYA PUSTAKA
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.122 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tata cara pendokumentasian di museum mengenai budaya yang dimiliki oleh negara sehingga negara lain tidak bisa mengklaim budaya yang kita miliki secara sepihak. Sebagai contoh banyak budaya Indonesia yang diklaim oleh negara malaysia sehingga menimbulkan perang dingin antara 2 negara tersebut. Pengetahuan akan budaya harus ditingkatkan terutama oleh pihak museum sebagai badan yang memberi edukasi akan budaya dan sejarah dari suatu negara. Dalam museum juga harus memikirkan bagaimana cara pendokumentasiannya sehingga terkumpul informasi yang mutlak dan bisa diterima oleh masyarakat. Museum sebagai pusat informasi kebudayaan dan pengetahuan, menjelaskan tentang benda tersebut, asal-usul benda, informasi berupa grafik dan teks dari benda tersebut. Museum harus bersungguh-sungguh dalam mengadakan pengelolaan museum hingga koleksi yang dimiliki bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat luas dan museum bisa menyebarkan informasi kepada masyarakat terkait dengan budaya yang dimiliki oleh negara sehingga masyarakat juga bisa ikut melindungi budaya dari pengakuan nagara lain. Kata kunci: transmisi budaya, keberaksaraan di museum, dan dokumentasi permuseuman
CUSTOMER CARE BAGI PUSTAKAWAN SEKOLAH Adijaya, Made Aryawan
ACARYA PUSTAKA Vol 2, No 1 (2016): ACARYA PUSTAKA
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.645 KB)

Abstract

CUSTOMER CARE BAGI PUSTAKAWAN SEKOLAH  Made Aryawan AdijayaJurusan D3 Bahasa Inggris Undiksha  aryawan_aj@yahoo.com    AbstrakPeningkatan kualitas/mutu layanannya dengan pembekalan layanan prima bagi tenaga pengelola perpustakaan/pustakawan dipandang perlu bagi setiap institusi pendidikan dari mulai sekolah dasar sampai dengan di perguruan tinggi sehingga menambah wawasan bagi pustakawan serta mampu mengikuti perubahan sosial pemakainya. Dengan memiliki pemahaman customer care atau kepedulian terhadap pelanggaan akan sangat berperan dan akan menjadi tulang punggung qualitas jasa layanan informasi terhadap pelanggan, serta antisipasi atas perkembangan ilmu customer care harus menjadi perhatian para pengelola informasi diperpustakaan sehingga mampu merespon dengan menyediakan layanan yang terbaik untuk siswa sebagai pengguna perpustakaan,  sehingga  pustakawan ditutuntut untuk dapat melayani dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil yang optimal yang mencakup a. kemampuan/ability), b. Sikap/attitude, c. Penampilan/appearance, d. Perhatian/attention, e. Tindakan/action. Kata kunci: Customer care, pustakawan sekolah 
ANAK, MINAT BACA, DAN MENDONGENG Artana, I Ketut
ACARYA PUSTAKA Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Perpustakaan dan Informasi
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.038 KB)

Abstract

Childrens reading interest today is not encouraging. Various facts and data on statistical reports related to reading interest and reading ability among children show that childrens reading interest is still low. The role of parents or family or other parties are required to do or make a way of strategy for the interest of reading children can grow and develop well. One effort to foster interest in reading in children is to tell stories. Basically fairy tales contain positive values for life, because in it contained moral and ethical demands. Storytelling is one effort or technique to foster reading interest in children. Parents or other family members as well as other parties can act as speakers of the books they read and, of course, fairytale material adapted to the level of language development and age of the child. The storytelling activity will be more effective when delivered or told at bedtime, during the family relax time, or it can be given ahead of and after class lesson. If the activity is done well, continuously, will gradually arise the childs desire to read their own books. Therefore storytelling is one of the best ways to foster reading interest in children. Keywords: reading interest, storytelling, children
Studi Kasus Peran Pustakawan dalam Penerapan Open Access di Perpustakaan UIN Malang Fitriani, Dian Novita
ACARYA PUSTAKA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.519 KB)

Abstract

 AbstrakThe development of Open Access (OA) in Indonesia, especially in the academic library shows a fairly slow development. Obstacles to the development of OA are not technically, legally or economically, but more of a cultural constraint. UIN Malang Library is a university that develops both in Indonesia until now very concerned about OA. But in its development, development of OA in UIN Malang get obstacles, especially from the environment of academicians and leaders. By using Giddens structural analysis, this research aims to see the role of librarian in developing OA in UIN Malang. This study uses a critical paradigm with qualitative research methods and case study approaches. From the results of the research found that librarian UIN Malang as an agent able to do the agency to the current structure. By holding the principles of OA, librarians make various efforts to provide understanding to the campus management and academic community to understand the "spirit" of OA as an alternative to scientific communication that has a significant role in the process of scientific communication especially within the scope of universities.Keywords: Librarian, Open Access, Institutional Repository
INKLUSI SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN DESA Yoga Prasetyawan dkk, Yanuar
ACARYA PUSTAKA Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.113 KB)

Abstract

Perpustakaan desa sepatutnya menjadi lembaga inklusi sosial, siapapun dapat masuk ke perpustakaan dan menikmati layanan perpustakaan secara gratis. Masyarakat merupakan pihak yang paling berkepentingan dengan keberadaan lembaga pelayanan informasi (perpustakaan). Kebutuhan masyarakat terhadap informasi dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas hidup sepatutnya menjadi landasan pokok sebuah perpustakaan berdiri. Sehingga segala proses pembangunan dan pengembangan perpustakaan sangat berkaitan dengan upaya masyarakat dalam mengembangkan diri serta meningkatkan mutu dan kualitas hidup.  Kata Kunci:  inklusi sosial, perpustakaan desa, pemberdayaan masyarakat
Dari Teknis ke Transformatif: Perkembangan Aspirasi Pustakawan tentang Literasi Informasi di Sekolah Indonesia pada Masa Awal Pengenalannya Pendit, Putu Laxman
ACARYA PUSTAKA Vol 1, No 2 (2015): ACARYA PUSTAKA
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.909 KB)

Abstract

AbstrakKonsep dan praktik “literasi informasi” mulai dikenal meluas di kalangan pustakawan Indonesia, khususnya pustakawan yang berkecimpung di bidang pendidikan, di dekade pertama tahun 2000-an. Selain itu, ada dua fenomena umum yang saling berkaitan dan ikut mendorong popularitas literasi informasi di kalangan pustakawan, yaitu perkembangan perpustakaan digital yang sudah menyentuh hampir semua jenis perpustakaan dan konsekuensinya terhadap profesi pustakawan ketika harus berhadapan dengan perubahan pesat dalam teknologi informasi di bidang mereka.Pada masa awal pengenalannya di Indonesia, hakikat literasi informasi adalah serangkaian “praktik yang disesuaikan dengan situasi” (situated practices), yakni situasi belajar mengajar di dalam konteks sosial-budaya tertentu yang mencakup di dalamnya tatanan sosial sekolah dan pengembangan kurikulum. Di mana pun literasi informasi akan ditetapkan, diperlukan integrasi kepustakawanan sekolah dengan kegiatan belajar-mengajar, dan harus sejalan dengan perubahan paradigma pengajaran dari yang semula mengandalkan belajar pasif menjadi belajar partisipatif.Semula literasi hanya dilihat dari sisi pandang perangkat teknologi, sebelum akhirnya berubah ketika  literasi mulai terlihat sebagai sebuah praktik sosial yang khas. Dengan demikian, literasi informasi perlu diterima bersama oleh semua pihak yang terlibat di masyarakat pada umumnya, dan di bidang pendidikan pada khususnya. Selain itu, perubahan paradigma dalam berliterasi ini tak sepenuhnya diterima atau dianggap cocok dengan sistem pendidikan yang sedang berlangsung, apalagi pada saat yang sama sistem dan pelaku pendidikan itu sendiri sedang menghadapi berbagai masalah dalam hal kualitas sumberdaya manusia maupun fasilitas. Dalam pada itu, perkembangan teknologi informasi secara umum dan teknologi media pada khusunya telah secara mendasar memengaruhi cara pandang masyarakat tentang kehidupan mereka dan tentang kebebasan berkomunikasi pada khususnya. Jelaslah bahwa baik literasi informasi maupun literasi media merupakan fenomena sosio-budaya yang dipengaruhi perkembangan teknologi media dan sikap serta respon para pustakawan sekolah terhadap fenomena ini akan menentukan bagaimana mereka berpartisipasi.    Kata kunci: literasi Informasi, sosial budaya, pustakawan
PENGUATAN KARAKTER DAN PRESERVASI PENGETAHUAN MELALUI PEMBACAAN PRASASTI: STUDI PEMBACAAN PRASASTI DADIA ARYA DALEM TARUKAN Ariyani, Luh Putu; Tantri, Ade Asih Susiari
ACARYA PUSTAKA Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Perpustakaan dan Informasi
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.198 KB)

Abstract

The purpose of education in Hinduism is to establish an adult human or dewasa (dewasa= human with god character). Education is also an attempt to achieve Catur Purusa Arta (the four goals of human life). Having enough knowledge will help people build good characters. Strengthening the human characters are not only trained in the school but also in the family environment. Balinese tradition in transferring moral messages for the younger generation is very diverse. One of them is through the reading "prasasti" on certain clans in Bali. Prasasti is lontar (palm-leaf manuscript) contained a genealogy or a chronicle of a clan. “Prasasti” is usually read once every 210 days. All members of the clan will gather at the family temple to listen to the messages which inherited by their ancestors. Knowing the chronicle of the family is very important for Balinese in order to increase pride and self-esteem. In this event, youth would learn how important to be good people. At the end of the reading, the elders will give commentary to the text in order to be imitated by future generations. In the context of library science,  Balinese are familiar with the information literacy as a means to pass on the knowledge from generation to generation in order to pass on the noble values that have been handed down. This paper tries to explore: (1) why some clans still maintain the tradition of reading “prasasti”, while there are clans that did not;  and (2) what values are presented at the time of reading “prasasti”. Keywords: prasasti, lontar, character strengthening, information literacy
Pengembangan Multimedia “User Education” untuk Meningkatkan Pemahaman Pemustaka dalam Memanfaatkan Fasilitas Layanan pada Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha Utami, N P Pramita; Putra, I K Agus Sugika; Datta, N Angela
ACARYA PUSTAKA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.981 KB)

Abstract

AbstractThe aims of this study were to: (1) develop multimedia user education to improve the user understanding in utilizing the facilities services at Undiksha library, (2) determine the quality of multimedia user education based on expert validation, and (3) determine the effectiveness of multimedia user education post-implementation. This research was a multimedia development by adopting a model of Luther. The subjects of this study were user, librarian and programmer, and the research objects were multimedia user education, responses of user, librarian and programmer. Data were collected through questionnaires, interviews and observation. The collected data were analyzed descriptively. This research has successfully developed multimedia user education through six stages, namely, concept, design, material collecting, assembly, testing, and distribution. Based on the results of media experts’ validation and librarians, multimedia user education deserves to be implemented as an instructional tool for user education. Multimedia user education is very effective to be implemented in user education activities with the acquisition percentage of 88.1%. The usefulness of multimedia user education reflected in the increased of understanding, motivation and user attitude to utilize the resources available in the Undiksha library. The multimedia is expected to be served as guidelines in user education at the library of Undiksha.Key words: multimedia, user education, library services
PERPUSTAKAAN SEBAGAI RUANG PUBLIK (PERSPEKTIF HABERMASIAN) Sri Ariyani, Luh Putu
ACARYA PUSTAKA Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.508 KB)

Abstract

Perpustakaan memiliki peranan yang sangat penting dalam perjalanan demokrasi. Perpustakaan merupakan kunci bagi penyediaan akses kepada pengetahuan, informasi dan ide-ide kepada setiap warganya dengan setara, sehingga setiap orang akan bisa memiliki modal kultural dengan memanfaatkan perpustakaan.  Peran perpustakaan dalam demokrasi memiliki fungsi pendidikan, fungsi sosial dan fungsi politik. Pada fungsi ini melekat peran perpustakaan sebagai penyedia informasi yang tidak biasa, yang mendasarkan pluralisme atau keragaman sebagai landasan utama demokrasi. Dengan tersedia dan teraksesnya informasi secara utuh, masyarakat akan memiliki informasi yang cukup yang tidak saja berguna untuk mengambil keputusan, bahkan untuk mengontrol proses pembentukan kebijakan. Tulisan ini akan membahas tentang usaha perpustakaan dalam menyediakan informasi agar terwujud ruang publik dalam perspektif  Jurgen Habermas.  Kata kunci: perpustakaan, demokrasi, ruang publik, Jurgen Habermas.

Page 2 of 17 | Total Record : 161