cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Acarya Pustaka
ISSN : 24424366     EISSN : 24430293     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Acarya Pustaka menerbitkan tulisan ilmiah di bidang perpustakaan, informasi, kearsipan, dan manajemen pengetahuan. Terbit 2 kali setahun di bulan Juni dan Desember
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
PENERAPAN METODE BERCERITA BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MEMBACA MENULIS PERMULAAN BAHASA INGGRIS Bayu, Gede Wira
ACARYA PUSTAKA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.849 KB) | DOI: 10.23887/ap.v6i1.22180

Abstract

PENERAPAN METODE BERCERITA BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MEMBACA MENULIS PERMULAAN BAHASA INGGRIS Gede Wira BayuPendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP Universitas Pendidikan GaneshaEmail:wira.bayu@undiksha.ac.id  Abstract This research is classroom action research which is involved the students in II/C class SD Negeri 3 Banjar Jawa at the second semester of the academic year 2010/2011. This research implemented in three cycles and the focus of the action is in the implementation of telling story method with drawing media and involved the miter teacher directly in collaborative work to improve student?s interest and achievement in learning reading and writing English for beginners.The result of this research showed that the implementation of telling story method with drawing media is success to improve student?s interest and achievement in learning reading and writing English for beginners. Better attention, willingness, and effort of the students showed that the interest of the students is improved, and better achievement in every cycle from cycle 1, 2 and 3 is appropriate with the aims of this research.Students opinion showed that 52% of them is like the implemented of telling story method with drawing media and 70% of them declared that this method can improved their willingness in studying English especially reading and writing. It?s indicating that this method is effective. Based on the research finding, generally recommended that this method need to be implemented in the elementary school to support the improving interest and achievement of the students in learning English.  Key words: Telling story method, Drawing media, Interest and Achievement.
PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DAN MINAT BACA MAHASISWA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA PUTRA, IDA KADE AGUS SUGIKA
ACARYA PUSTAKA Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.573 KB) | DOI: 10.23887/ap.v6i2.22250

Abstract

PEMANFAATAN  PERPUSTAKAAN DAN MINAT BACAMAHASISWA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA  IDA KADE AGUS SUGIKA PUTRA,SEPustakawan Ahli Madya pada UTP.PerpustakaanUniversitas Pendidikan GaneshaJalan Udayana, SingarajaGusnathan1@gmail.com  Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemanfaatan perpustakaan dan minat baca pengunjung Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Hal ini dilakukan mengingat mahasiswa Undiksha belum memanfaatkan secara optimal keberadaan perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan pusat sumber belajar. Sumber kajian mempergunakan mahasiswa sebagai sampel yang mengunjungi dan memanfaatkan Perpustakaan Undiksha. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasilnya ditemukan, bahwa sebagian besar mahasiswa mengunjungi dan melakukan peminjaman buku minimal satu kali dalam satu minggu, bahan bacaan yang disediakan belum dimanfaatkan secara optimal oleh sebagian besar pengunjung, strategi pemanfatan bahan bacaan sebagian besar dengan membaca secara selektif sesuai materi yang diperlukan, dan mahasiswa secara keseluruhan belum memiliki minat baca yang optimal terhadap bahan bacaan yang disediakan oleh perpustakaan.    Katakunci: Manfaat perpustakaan, minat baca, pengunjung perpustakaan            UTILIZATION OF LIBRARY AND READ INTERESTSSTUDENTS VISITING LIBRARYGANESHA EDUCATION UNIVERSITY Abstract This article aims to find out and describe the use of libraries and reading interest in visitors to the Ganesha Educational University Library (Undiksha). This is done because Undiksha students have not optimally utilized the existence of the library as a source of information and learning resources. The study source uses students as samples who visit and utilize the Undiksha Library. Data were collected using a questionnaire and analyzed using descriptive qualitative analysis. The results found that most students visit and borrow books at least once a week, the reading material provided has not been used optimally by most visitors, the strategy of using reading material mostly by reading selectively according to the material needed, and students by overall do not have an optimal reading interest in the reading material provided by the library. Keywords: Library benefits, interest in reading, library visitors
STANDAR LAYANAN PERPUSTAKAAN viga, ade; dewi, ketut warsita
ACARYA PUSTAKA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.761 KB) | DOI: 10.23887/ap.v5i1.20791

Abstract

STANDAR LAYANAN PERPUSTAKAANOLEHADE VIGA WIDYANTI UTAMI, KETUT WARSITA PURNAMA DEWI Ade_viga2015@gmail.com , warsita_dewi@gmail.com PENDAHULUANPelayanan perpustakaan merupakan kegiatan perpustakaan yang memberikan jasa informasi kepada masyarakat yang memerlukan,baik pelayananteknis maupun pelayanan pemustaka. Apabila dilihat dari dasar pelayanan, maka perpustakaan merupakan pelayanan yang berbasis pada benda yang maujud/tangible goods. Apabila ditinjau dari tujuan/goal, maka layanan perpustakaan tidak berorientasi untuk memaksimalkan keuntungan. Pelayanan perpustakaan yang baik adalah layanan yang sesuai standar, sesuai yang dijanjikan, sesuai yang diharapkan, atau sesuai permintaan. Sedangkan untuk mendapakan kualitas pelayanan perpustakan, maka perlu adanya sikap dan pandangan sebagai berikut: 1) pemustaka merasa puas setelah meninggalkan meja layanan; 2) memberikan pelayanan dengan tepat, ramah, cepat, penuh kemitraan; 3) petugas harus bisa memberikan solusi atas informasi yang diminta pemustaka; 4) berperilaku profesional.Standar adalah ketentuan minimal yang merupakan acuan baku tentang ketentuan minimum kualitas yang dipersyaratkan dalam suatu produk atau jasa. Jadi standar layanan perpustakaan merupakan suatu ketentuan minimal yang menjadi acuan baku tentang ketentuan minimum kualitas dari layanan perpustakaan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang ada.
Perkembangan Busana Adat Kepura Masyarakat Hindu Bali Dalam Era Globalisasi merlina, dewi; wardana, putra yana
ACARYA PUSTAKA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.447 KB) | DOI: 10.23887/ap.v5i1.20784

Abstract

Perkembangan Busana Adat Kepura Masyarakat  Hindu Bali Dalam Era Globalisasi Oleh Ni Made Merlina Dwi Heriani (1704071013), I Putu Putrayana WardanaMerlina_dewi205@gmail.com , putra.yana@undiksha.ac.id  PENDAHULUANDewasa ini globalisasi sangat mempengaruhi zaman. Segala aspek menjadi berubah akibat dari arus globalisasi. Termasuk gaya hidup yang suka kebarat-baratan, mulai dari sikap, bicara, maupun dalam berbusana. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah soal penampilan (gaya pakaian). Gaya pakaian menjadi salah satu hal yang sangat mempengaruhi kepribadian seseorang di era globalisasi saat ini.Tekanan globalisasi dewasa ini memang membawa dampak terjadinya pergeseran etika dalam  berbusana adat ke Pura oleh masyarakat Hindu di Bali. Banyak masyarakat Bali yang  kurang memahami dan juga ada yang tidak mau memahami tentang etika dalam berpakaian ke Pura. Banyak dari meraka terutama kaum perempuan yang memakai model baju kebaya (baju atasan yang sering dikenakan para wanita dalam persembahyangan ke Pura) yang kurang sesuai. Pada dasarnya berbusana tentu akan lebih baik jika disesuaikan dengan aktifitas / kegiatan yang akan dilakukan. Wanita sering kita jumpai mengenakan kebaya dengan bahan transparan dengan kain bawahan (kamen) bagian depan hanya beberapa cm dibawah lutut untuk melakukan persembahyangan. Kita seharusnya mengetahui bahwa pikiran setiap manusia tentu tidak sama, ada yang berpikir positif bahwa itulah trend mode masa kini. Tapi ada yang berpikiran negatif tentu tidak sedikit, inilah permasalahanya bagi orang yang mempunyai  pikiran negatif, paling tidak busana terbuka akan mempengaruhi kesucian pikiran umat lain yang melihatnya.Hal ini bisa terjadi karena pola pikir masyarakat. Mereka tidak mengerti akan makna dari busana adat Bali tersebut. Untuk itu agar tidak terus-menerus keliru, perlu adanya pemberitahuan kepada masyarakat secara umum tentang tatwa dalam berbusana adat Bali. Sehingga masyarakat menjadi lebih paham dang mengerti makna-makna yang terkandung dalam busana adat kepura. Jadi berpakaian ke pura itu di harapkan pakaian yang bisa menumbuhkan rasa nyaman baik yang memakai maupun yang melihat, menumbuhkan rasa kesucian, dan mengandung kesederhanaan. Warnanya pun akan lebih baik yang berwarna tidak ngejreng, karena pakaian bisa menumbuhkan kesucian pikiran.Sebagai masyarakat Hindu Bali sepatutnya mempelajari, memahami dan juga melakasakan etika dalam  berpakaian untuk persembahyangan ke Pura. Pikiranlah yang utama  mengantarkan bhakti kita kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa. Dan apabila hanya ingin mengikuti trend dan mode pakaian yang dikenakan bisa menggagu konsentrasi, tentu saja itu akan membuat terganggunya situasi persembahyangan yang khusyuk.
KURIKULUM PENGAJARAN PERPUSTAKAAN MENYONGSONG LAYANAN PERPUSTAKAAN DI ERA DISRUPSI wihardika, hery
ACARYA PUSTAKA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.133 KB) | DOI: 10.23887/ap.v6i1.22178

Abstract

KURIKULUM PENGAJARAN PERPUSTAKAAN MENYONGSONG LAYANAN  PERPUSTAKAAN DI ERA DISRUPSIOleh DR. MADE HERY WIHARDIKA GRIADHI, SH,M.Si Kepala Perpustakaan Undikshaherywihardika@yahoo.com AbstrakKajian ini bertujuan untuk mendeskrepsikan pengembangan kurikulum D3 Perpustakaan di era disrupsi. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif.. Berpijak dari hal itu dapat diungkapkan bahwa masyarakat di era disrupsi menuntut kurikulum yang mengakomodir pengembangan kemampuan berkomunikasi dan menguasai teknologi  komunikasi dan informasi. Kata Kunci: Kurikulum ,Pengajaran, Perpustakaan, Layanan  Perpustakaan, Era Disrupsi         LIBRARY CURRICULUM TEACHING LIBRARY SERVICES LIBRARY IN ERA DISRUPTIONByDR. MADE HERY WIHARDIKA GRIADHI, SH,M.Si Head of the Undiksha Libraryherywihardika@yahoo.com AbstractThis study aims to describe the development of the D3 Library curriculum in the era of disruption. The approach used in this study is a qualitative approach. Based on this it can be revealed that people in the era of disruption require a curriculum that accommodates the development of communication skills and mastering communication and information technology. Keywords: Curriculum, Teaching, Library, Library Services, Disruption Era
PENGEMBANGAN KOLEKSI ELEKTRONIK PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DI ERA DIGITAL SEBUAH STUDI PUSTAKA nursetyaningsih, widia
ACARYA PUSTAKA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i1.22613

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi dalam pengembangan koleksi elektronik perpustakaan. Fokus artikel ini membahas kegiatan pengembangan koleksi elektronik yang dilakukan oleh tiga perpustakaan perguruan tinggi di luar negeri ( Perpustakaan Universitas Nigeria, Perpustakaan Nasional Cina, dan Perpustakaan Fakultas Kedokteran Universitas Mississippi USA), serta menelaah  strategi kegiatan pengembangan koleksi seperti apa yang bisa diterapkan di Indonesia. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca tiga jurnal internasional yang membahas tentang pengembangan koleksi perpustakaan perguruan tinggi. Hasil yang diperoleh dari studi pustaka terhadap ketiga jurnal tersebut bahwa dalam kegiatan pengembangan koleksi elektronik yang menjadi kendala adalah masalah kurangnya anggaran yang disediakan. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut,  strategi pengembangan koleksi yang efektif untuk dilakukan saat ini adalah dengan cara menjalin kerjasama seperti silang pinjam antar perpustakaan.
PERAN PERUSAHAAN DALAM KONTRIBUSI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOAL’S DIBIDANG PENDIDIKAN & LINGKUNGAN INDONESIA (Studi Kasus Pada Program Sekolah Suku Anak Dalam PT JOB Pertamina – Talisman Jambi Merang) Kahibela, Yosina
ACARYA PUSTAKA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i2.27574

Abstract

Rendahnya kualitas Pendidikan di Indonesia khususnya didaerah yang memiliki kategori terluar, terdepan dan terbelakang khusus diwilayah yang menjadi tanggung jawab dari perusahaan melalui CSR. Tujuan dari penelitian ini mengalisis kontribusi perusahaan dalam mewujudkan Sustainable Development Goal’s (SDGs) di bidang Pendidikan, dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui program Sekolah Suku Anak Dalam. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Implementasi SDGs yang dilakukan oleh PT JOB Pertamina - Talisman  melalui Program Sekolah Suku Anak Dalam yang terbagi dalam Program baca, tulis, hitung, Program Sekolah Apung yang menghasilkan inovasi proses pembelajaran untuk daerah terluar yang berkontribusi secara langsung terhadap SDG’s.  Kata kunci: Sustanainable Development Goal’s, Pendidikan, Suku Anak Dalam. 
KURIKULUM PENGAJARAN PERPUSTAKAAN MENYONGSONG LAYANAN PERPUSTAKAAN DI ERA DISRUPSI griadhi, hery wihardika
ACARYA PUSTAKA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i1.26753

Abstract

Era disrupsi merupakan suatu era yang terjadi ketika suatu inovasi baru merangsak masuk ke dalam kehidupan masyarakat yang  menciptakan efek disrupsi yang cukup kuat sehingga mengubah struktur atau sistem yang sebelumnya sudah ada. Era disrupsi berdampak cukup sitematis  pada penyelenggaraan layanan perpustakaan sehingga sebagai insan yang bergelut dengan perpustakaan harus dapat menyiapkan strategi dalam menghadapi atau mengantisipasi kebutuhan penggna pada era ini ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk menghadapi era disrupsi, yaitu :  memanfaatkan teknologi,  tidak cepat merasa puas,  “Customer Oriented”,  selalu berinovasi, tidak  menyalahkan regulasi  dan. meningkatkan kompetensi.   Dalam menghadapi era disrupsi mahasiswa selain memiliki kompetensi inti, juga diharapkan memiliki kompetensi tambahan berupa semangat kemandirian  dan keterampilan memanfaatkan teknologi serta  memiliki kemampuan berorganisasi, berkomunikasi dan  memiliki kemampuan dalam menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki,. Lulusan diharapkan mempunyai wawasan ke depan, dan tanggap terhadap perubahan global serta mampu membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengelola perpustakaan Adapun strategi yang dapat dilakukan adalah dengan cara meningkatkan relevansi bahan ajar secara berkala dengan pemutakhiran, penyesuaian atau revisi kurikulum, khususnya dalam pengembangan silabus dan SAP (Satuan Acara Perkuliahan). Hal ini ditujukan untuk meningkatkan  keterkaitan dengan dunia kerja pada  era disrupsi ini.
KURIKULUM PENGAJARAN PERPUSTAKAAN MENYONGSONG LAYANAN PERPUSTAKAAN DI ERA DISRUPSI griadhi, hery wihardika
ACARYA PUSTAKA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i2.27519

Abstract

AbstrakEra disrupsi merupakan suatu era yang terjadi ketika suatu inovasi baru merangsak masuk ke dalam kehidupan masyarakat yang  menciptakan efek disrupsi yang cukup kuat sehingga mengubah struktur atau sistem yang sebelumnya sudah ada. Era disrupsi berdampak cukup sitematis  pada penyelenggaraan layanan perpustakaan sehingga sebagai insan yang bergelut dengan perpustakaan harus dapat menyiapkan strategi dalam menghadapi atau mengantisipasi kebutuhan penggna pada era ini ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk menghadapi era disrupsi, yaitu :  memanfaatkan teknologi,  tidak cepat merasa puas,  “Customer Oriented”,  selalu berinovasi, tidak  menyalahkan regulasi  dan. meningkatkan kompetensi.   Dalam menghadapi era disrupsi mahasiswa selain memiliki kompetensi inti, juga diharapkan memiliki kompetensi tambahan berupa semangat kemandirian  dan keterampilan memanfaatkan teknologi serta  memiliki kemampuan berorganisasi, berkomunikasi dan  memiliki kemampuan dalam menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki,. Lulusan diharapkan mempunyai wawasan ke depan, dan tanggap terhadap perubahan global serta mampu membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengelola perpustakaan Adapun strategi yang dapat dilakukan adalah dengan cara meningkatkan relevansi bahan ajar secara berkala dengan pemutakhiran, penyesuaian atau revisi kurikulum, khususnya dalam pengembangan silabus dan SAP (Satuan Acara Perkuliahan). Hal ini ditujukan untuk meningkatkan  keterkaitan dengan dunia kerja pada  era disrupsi ini.Kata Kunci: Kurikulum perpustakaan  pada era disrupsi 
UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA PADA ANAK (Tinjauan Teoritis) Artana, Ketut
ACARYA PUSTAKA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i1.26739

Abstract

Kondisi minat baca anak-anak belum menggembirakan. Anak-anak belum memandang bahwa bahan bacaan (buku-buku) memiliki banyak manfaat dalam kehidupannya. Banyak faktor yang menyebabkan minat baca anak-anak rendah. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Dalam upaya menumbuhkan minat baca anak maka sangat penting adanya upaya yang sungguh-sungguh dari pihak sekolah untuk membuat cara yang strategis dan aplikatif sehingga minat baca pada anak-anak dapat tumbuh. Selain itu, penting adanya kerjasama dan komunikasi secara baik dan berkelanjutan dengan pihak guru, perpustakaan, anak didik dan orang tua anak. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah cara (upaya) menumbuhkan minat baca pada anak-anak sehingga nantinya anak-anak dapat tumbuh menjadi akan yang cerdas dan berkualitas. Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah memberikan wawasan dan pemahaman tentang bagaimana upaya menumbuhkan minat baca pada anak-anak bagi pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pihak sekolah, guru, orang tua, anak-anak dan pihak perpustakaan.

Page 5 of 17 | Total Record : 161