Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021"
:
10 Documents
clear
Analisis Sertifikasi Guru Terhadap Kinerja Guru Pendidikan Jasmani pada Tingkat SMP
Muhammad Imran Hasanuddin;
Normasunah Normasunah
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.30203
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat kinerja guru Pendidikan Jasmani tersertifikasi pada tingkat SMP, (2) hubungan sertifikasi guru dengan kinerja guru Pendidikan Jasmani pada tingkat SMP, dan (3) Keterkaitan sertifikasi guru terhadap kinerja guru Pendidikan Jasmani pada tingkat SMP. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru Pendidikan Jasmani pada tingkat SMP Negeri di Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan yang berjumlah 33 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah Guru Pendidikan Jasmani yang sudah tersertifikasi yang berjumlah 22 orang. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini sesuai dengan analisis statistika deskriktif dan analisis inferensial. Data yang dikumpulkan tersebut akan dianalisis dengan bantuan program SPSS versi 20.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kinerja guru pendidikan jasmani tersertifiaksi berada pada kategori cukup; (2) ada hubungan yang signifikan antara sertifikasi guru dengan kinerja guru pendidikan jasmani dengan nilai (r) sebesar 0.544 (Pvalue < α 0,05); dan (3) ada keterkaitan yang signifikan antara sertifikasi guru terhadap kinerja guru pendidikan jasmani dengan nilai Rsquare sebesar 0.296, nilai Beta sebesar 0,544 dan nilai thitung sebesar 2.899 (Pvalue <α 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara sertifikasi guru dengan kinerja guru Pendidikan Jasmani tingkat SMP Negeri di Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan
Modul Pembelajaran PJOK Tematik Teritegratif Sub Tema Aku Istimewa untuk Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar
komang irfan;
Wahjoedi Wahjoedi;
Ni Putu Dwi Sucita Dartini
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.30560
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) tematik terintegratif Subtema “Aku Istimewa” untuk peserta didik kelas 1 Sekolah Dasar di Kecamatan Buleleng. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan desain pengembangan menggunakan model Borg & Gall sampai pada pengembangan produk yang divalidasi oleh ahli. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 1 SD di Kecamatan Buleleng. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif dengan mencari persentase validasi produk. Hasil penelitian menunjukkan, uji validasi produk oleh ahli isi dengan persentase 90,58% berada pada kualifikasi sangat baik, sedangkan dari ahli media pembelajaran memperoleh presentase 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik sehingga produk layak untuk diujicobakan. Hasil uji lapangan persiapan yang dilakukan di SDN 5 Jineng Dalem dan SDN 1 Penglatan memperoleh rata-rata persentase 92,12% dengan kualifikasi sangat baik. Hal ini menunjukkan modul yang dikembangkan layak digunakan dan memerlukan studi lanjut untuk ujicoba lapangan dan uji efektifitas.
Pengembangan Model Latihan Spat-Desain Materi Bola Voli Dalam Pembelajaran PJOK pada Jenjang SMP
Yohanes Bayo Ola Tapo;
Robertus Lili Bile;
Angela Nensiana Nenot
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.30738
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi kelayakan model Latihan Sirkuit Passing Atas T-Desain (SPAT-Desain) sebagai aktivitas belajar siswa materi bola voli dalam pebelajaran PJOK pada jenjang SMP. Penelitian menggunakan desain pengembangan Borg and Gall yang disesuaikan dengan kondisi pandemi covid-19, sehingga hanya berfokus pada pengembangan produk yang divalidasi melalui dua kali tahapan uji validasi ahli. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen angket skala nilai. Analisis data mengunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan hasil penelitian: (a) produk akhir pengembangan model latihan SPAT-Desain yang disusun dalam buku panduan aktivitas latihan, (b) produk akhir pengembangan memenuhi kategori “Sesuai dan Layak” sebagai aktivitas belajar siswa berdasarkan hasil validasi tiga orang ahli. Kesimpulan penelitian ini adalah model latihan SPAT-Desain Bola Voli “sesuai dan layak” digunakan sebagai bentuk aktivitas belajar PJOK materi bola voli di SMP.
Pengembangan Model Latihan Kebugaran Jasmani Berbasis Permainan Tradisional Sebagai Aktivitas Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PJOK
Robertus Lili Bile;
Yohanes Bayo Ola Tapo;
Avelina Kurniati Desi
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.30752
Inovasi pembelajaran penjas yang efektif dan menyenangkan perlu dilakukan secara berkala agar menambah alternatif model pembelajaran yang dapat memacu peningkatan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk: (1) mengembangkan model latihan kebugaran jasmani berbasis permainan tradisional, (2) menguji kelayakan penggunaan produk pengembangan. Desain penelitian meliputi (1) penelitian produk yang telah ada, (2) perencanaan pengembangan produk, (3) Pengujian internal desain tahap I, (4) revisi produk I, (5) pengujian internal desain tahap II, (6) revisi produk II, (7) produk akhir. Tempat dan subyek penelitian yaitu siswa SMP Citra Bakti berjumlah 9 orang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket skala nilai. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian adalah (1) model latihan kebugaran jasmani berbasis permainan tradisional sebagai aktivitas belajar siswa yang diberi nama Model Latihan Play4Fit. (2) model latihan kebugaran jasmani berbasis permainan tradisional (Play4Fit) memenuhi kategori “sesuai” (layak) digunakan sebagai bentuk aktivitas belajar siswa pada materi latihan kebugaran jasmani dalam pembelajaran penjas.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Hasil Belajar Atletik Nomor Tolak Ditinjau dari Kekuatan Otot Lengan
Lisa Marina Lambei;
I Nyoman Kanca;
Made Agus Wijaya
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.30841
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif TGT dan Jigsaw terhadap hasil belajar tolak peluru gaya O’Brien ditinjau dari kekuatan otot lengan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan treatment by level 2 X 2. Populasi penelitian yang digunakan adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2019/2020, yang terdiri dari 13 kelas yang berjumlah 465 orang, Sampel penelitan ini diambil dengan cara group random sampling. Teknik analisis data menggunakan anava 2 jalur pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan : (1) hasil belajar tolak peluru gaya O’Brien peserta didik yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi daripada peserta didik yang mengikuti model pembelajaran kooperatif TGT, (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kekuatan otot lengan terhadap hasil belajar peserta didik (3) model pembelajaran kooperatif Jigsaw memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif TGT pada kelompok peserta didik yang memiliki kekuatan otot lengan yang kuat, dan (4) hasil belajar peserta didik yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Jigsaw lebih baik dibandingkan yang mengikuti model pembelajaran kooperatif TGT pada kelompok yang memiliki kekuatan otot lengan yang lemah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif TGT dan Jigsaw terhadap hasil belajar tolak peluru gaya O’Brien ditinjau dari kekuatan otot lengan.
Pengaruh Pelatihan Pliometrik dan Kecepatan Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pemain Bola Voli Putri SMP
Addy Putra Indrawan;
Wahjoedi Wahjoedi;
Suratmin Suratmin
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.30842
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) hasil latihan quick leap lebih baik dari double leg speed hop, 2) interaksi antara metode latihan dan kecepatan berpengaruh terhadap daya ledak otot tungkai, 3) hasil latihan quick leap lebih baik dari latihan doubele leg speed hop pada peserta yang memiliki daya ledak otot tungkai kecepatan tinggi, dan 4) hasil latihan quick leap lebih baik dari latihan double leg speed hop pada peserta yang memiliki daya ledak otot tungkai kecepatan rendah. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan treatment by level dengan dua ketegori 2x2. Populasi pada penelitian ini adalah 75 orang. Sampel berjumlah 40 orang ditentukan dengan kategori daya ledak otot tungkai kecepatan tinggi dan rendah. Teknik analisis data menggunakan anava 2 jalur pada taraf signifikansi 0,05. Instrumen penelitian menggunakan vertical jump untuk mengukur tes keterampilan daya ledak otot tungkai. Hasil analisis data menunjukkan: 1) ) hasil latihan quick leap lebih baik dari latihan doubele leg speed hop dengan mean difference 35,900, 2) terdapat interaksi antara bentuk latihan dan daya ledak otot tungkai dengan sig. (0,00) < (0,05), 3) hasil latihan quick leap lebih baik dari latihan doubele leg speed hop pada peserta yang memiliki daya ledak otot lengan tinggi dengan mean difference 33,78, dan 4) Hasil latihan quick leap lebih baik dari latihan double leg speed hop pada peserta yang memiliki daya ledak otot tungkai kecepatan rendah dengan mean difference 24,44.
Pengaruh Model Pembelajaran dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar PJOK pada Siswa SMP
I Nyoman Agus Adi Kesuma;
I Ketut Yoda;
Syarif Hidayat
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.31091
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PJOK antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan model pembelajaran konvensional serta mengetahui interaksi antara Model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PJOK di SMP Negeri 1 Blahbatuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah experimental dengan rancangan “treatment by level” dengan dua ketegori 2x2. Sampel penelitian berjumlah 20 orang dipilih berdasarkan kategori motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA) dua jalur dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Hasil belajar PJOK pada siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif jigsaw lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti Model pembelajaran konvensional dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, 2) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PJOK dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, 3) Pada kelompok siswa dengan motivasi belajar tinggi hasil belajar PJOK siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi dari model pembelajaran konvensional dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan 4) Pada kelompok siswa dengan motivasi belajar rendah hasil belajar PJOK siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih rendah dari model pembelajaran konvensional dengan nilai signifikansi 0,015 < 0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PJOK, sehingga dalam penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw hendaknya mempertimbangkan tingkat motivasi belajar siswa.
Pengaruh Kelincahan dan Metode Latihan Terhadap Keterampilan Dribbling Sepakbola pada Peserta Ekstrakurikuler
Kadek Yogi Sastrawan;
H. Wahjoedi;
I Ketut Iwan Swadesi
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.31097
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Perbedaan hasil keterampilan dribbling sepakbola siswa dengan metode latihan side hop dan latihan side jump sprint. 2) Interaksi antara metode latihan dan kelincahan awal terhadap keterampilan dribbling sepakbola. 3) Perbedaan keterampilan dribbling sepakbola siswa dengan kelincahan awal tinggi pada metode latihan side hop dan latihan side jump sprint. 4) Perbedaan keterampilan dribbling siswa dengan kelincahan awal rendah pada metode latihan side hop dan latihan side jump sprint. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan treatment by level dengan dua kategori. Populasi pada penelitian ini adalah 75 orang. Sampel berjumlah 40 orang ditentukan dengan hasil test kelincahan awal. Teknik analisis data menggunakan anava 2 jalur pada taraf signifikansi 0,05. Instrumen penelitian menggunakan tes kelincahan Illinois dan Dribbling Bobby Carlton test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Keterampilan dribbling sepakbola pada latihan side jump sprint lebih baik dari latihan side hop dengan mean difference 1,838 dan sig. (0,000) < (0,05), 2) Terdapat interaksi antara metode latihan dan kelincahan awal terhadap Keterampilan dribbling sepakbola dengan sig. (0,000) < (0,05). 3) Keterampilan dribbling sepakbola pada siswa kelincahan awal tinggi latihan side jump sprint lebih baik dari latihan side hop dengan mean difference 3,138 dan sig. (0,000) < (0,05), 4) Keterampilan dribbling sepakbola pada siswa kelincahan awal rendah yang latihan side jump sprint lebih baik dari latihan side hop dengan mean difference 0,537dan sig. (0,048) < (0,05).
Persepsi Siswa Kelas VIII Terhadap Pembelajaran Aktivitas akuatik
Yusuf pemdiansyah;
Ruslan Abdul Gani;
Nana Suryana Nasution
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.31186
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas VIII terhadap pembelajaran aktivitas akuatik di SMP Islam Al-falah Bantargebang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas VIII. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 90 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi siswa kelas VIII terhadap pembelajaran aktivitas akuatik di SMP Islam Al-falah Bantargebang pada kategori sangat baik dengan persentase 17% atau 15 siswa, kategori baik dengan persentase 21% atau 19 siswa, kategori cukup baik 50% atau 45 siswa, kategori kurang baik dengan persentase 12% atau 11 siswa. Dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa kelas VIII terhadap pembelajaran aktivitas akuatik di SMP Islam Al-falah Bantargebang berada pada kategori cukup baik dilihat berdasarkan pada tabel kategori variable.
Pelatihan Plank Up-Down Terhadap Kekuatan Otot Bahu Atlet Putra Shorinji Kempo
Anak Agung Ngurah Putra Laksana
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.32727
Kekuatan otot bahu merupakan komponen fisik yang diperlukan dalam olahraga Shorinji Kempo untuk mencapai prestasi, karena kekuatan otot bahu menentukan kualitas dari pukulan, maka diperlukan metode pelatihan tentang kekuatan otot bahu melalui gerakan-gerakan yang lebih efektif. Latihan plank up-down merupakan latihan untuk melatih kekuatan otot bahu, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pelatihan plank up-down dalam meningkatkan kekuatan otot bahu pada atlet putra Shorinji Kempo Singaraja jenis penelitian true experimental dengan rancangan randomized pre test and post test with control group design. Subjek penelitian adalah atlet putra shorinji kempo singaraja yang sebanyak 20 atlet putra dan dibagi dalam dua kelompok, Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol. Kelompok Perlakuan di berikan pelatihan plank up-down 10 repetisi 3 set dan Kelompok Kontrol di berikan pelatihan plank 30 detik 3 set, frekuensi latihan 3 kali dalam seminggu selama 6 minggu. Pengukuran otot bahu menggunakan alat expending dynamometer. Hasil penelitian pada kedua kelompok didapat rerata kekuatan otot bahu sebelum pelatihan plank up-down 10 repetisi 3 set 28,00 ± 2,00 kg dan sesudah pelatihan 35,00 ± 1,30 kg. Rerata kekuatan otot bahu sebelum pelatihan plank 30 detik 3 set 27,00 ± 1,85 kg dan sesudah pelatihan 3231,50 ± 2,00 kg. Uji beda rerata peningkatan kekuatan otot bahu pada Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol menggunakan independent t-test pada data post test ke dua kelompok menunjukkan nilai p = 0,001 (p<0,05). Disimpulkan bahwa Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol sama-sama memberikan efek peningkatan (p<0,05) dan Kelompok Perlakuan lebih meningkatkan kekuatan otot bahu daripada Kelompok Kontrol pada atlet putra Shorinji Kempo Singaraja. Saran dalam penelitian ini diharapkan para pelatih dapat memberikan pelatihan secara tepat dengan prinsip latihan dan metode latihan untuk meningkatkan prestasi atlet.