cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2016)" : 37 Documents clear
PENGEMBANGAN WEBSITE PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENDUKUNG BLENDED LEARNING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 3 BANJAR ., Agus Dwi Santoso; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.301 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7730

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMP Negeri 3 Banjar adalah sumber belajar untuk menampung karya tulis siswa minim, hanya mengandalkan madding sebagai sarana publikasi. Hal ini mengakibatkan keterampilan menulis siswa rendah. Berdasarkan masalah tersebut dilakukan penelitian pengembangan Website Pembelajaran Interaktif Bahasa Indonesia untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu: (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan Website Pembelajaran Interaktif Bahasa Indonesia melalui Blended learning, (2) untuk mendeskripsikan kualitas hasil validitas pengembangan Website Pembelajaran Interaktif yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (3) untuk mengetahui efektivitas Website Pembelajaran Interaktif yang dikembangkan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan model waterfall. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuisioner, dan tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah, (1) rancang bangun Website Pembelajaran Interaktif bahasa Indonesia melalui Blended learning dengan model waterfall meliputi enam tahapan. (2) Website Pembelajaran Interaktif bahasa Indonesia yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran berpredikat sangat baik (94,66%), (b) hasil review ahli media pembelajaran berpredikat sangat baik (97,33%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran berpredikat sangat baik (93,33%), (d) hasil uji perorangan berpredikat baik (89,33%), (e) hasil uji kelompok kecil menunjukan Website Pembelajaran berpredikat baik (82,55%), (f) hasil uji lapangan berpredikat baik (81,58). (3) Efektivitas hasil pengembangan media Website Pembelajaran Interaktif menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 24,35 > ttabel = 1,999. berarti media Website Pembelajaran Interaktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Kata kunci: pengembangan, waterfall, blended learning, Website The problems were found in SMP Negeri 3 Banjar is a learning resource to accommodate students' papers was still minimal, relying only madding as publication. This resulted in low student writing skills. Based on these problems, do research Website Development Interactive of Indonesian Learning to improve student learning outcomes. This study has three objectives, namely: (1) to describe the design development Website Interactive of Indonesian Learning through Blended learning, (2) to describe the quality of the validity of the development Website Interactive Learning developed according to the review experts and product trials on subjects Indonesian, (3) to determine the effectiveness of Interactive learning Website developed of Indonesian learning outcomes. This study uses a waterfall development model. The data collected in this study is quantitative data and qualitative data. The results of this study are as follows. The data collection is done by the method of recording documents, questionnaires and tests. Analysis of the data used is descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics. (1) Website design Interactive of Indonesian Learning through Blended learning with waterfall development model includes six phases. (2) Website Interactive of Indonsian Learning was valid developed by: (a) the results of expert review of the course content is predicate excellent (94.66%), (b) the results of expert reviews predicate excellent learning media (97.33%), (c) the results of instructional design expert reviews predicate excellent (93.33%), (d) the results of individual testing predicate good (89.33%), (e) the trial results showed a small group of learning Website predicate well (82, 55%), (f) the results of field trials predicate either (81.58). (3) The effectiveness of the development of media Website Interactive Learning obtained indicate significance is t = 24.35> table = 1.999. Its means media Website Interactive Learning was effective in improving student learning outcomes.keyword : Key Word: development, waterfall, blended learning, Website
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA ULAR TANGGA MODEL HANNAFIN DAN PECK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Kadek Urip Kurniawan; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.894 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7775

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yaitu rendahnya mutu pendidikan tercermin pada rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia ular tangga; (2) menguji validitas hasil pengembangan multimedia ulartangga; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan multimedia ular tangga terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin dan Peck. Prosedur pengembangan mengacu pada model yang dipilih. Pengambilan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket, dan tes objektif. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 89% pada kualifikasi baik. Ahli media sebesar 95% pada kualifikasi sangat baik.Hasil uji perorangan sebesar 94,7% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 95,5% masing-masing pada kualifikasi sangat baik, serta hasil uji lapangan sebesar 94,6% pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar IPA siswa setelah menggunakan media (82,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (52,00). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 6 Singaraja ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia ular tangga efektif digunakan dalam pembelajaran IPA kelas VIII.Kata Kunci : pengembangan, multimedia, hannafin & peck This research was motivated by problems of the low quality of education reflected in lower student learning outcomes caused by lack of use of instructional media. This study aims to (1) describe the design of multimedia development snakes and ladders; (2) test the validity of the results ulartangga multimedia development; and (3) determine the effectiveness of the use of multimedia development snakes and ladders on learning outcomes Junior High School eighth grade science students. Research using the model of development Hannafin and Peck. The procedure refers to the development of the model chosen. Data collection was performed by the method of recording documents, questionnaires and tests. Data collection instruments used recording sheet documents, questionnaires / questionnaire, and objective tests. The results of expert evaluation of the content of 90% on the excellent qualifications. Expert design by 89% on qualifying well. Expert media by 95% on a very qualified individual test baik.Hasil of 94.7% and a small group of test results of 95.5% respectively in qualifying was very good, as well as field test results of 94.6% on the excellent qualifications so media as valid to be tested. Calculation of learning outcomes t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. IPA student learning outcomes after using the media (82.67) is higher than before using the media (52.00). Thus, a study done in SMPN 6 Singaraja it can be concluded that the use of multimedia snakes and ladders effectively used in science learning in class VIII.keyword : development, multimedia, Hannafin & peck
PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2016/2017 DI SMP SARASWATI SINGARAJA ., Made Dedy Sumardana; ., I Kadek Suartama, M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.114 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.8534

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan rancangan pengembangan media e-learning berbasis schoology pada mata pelajaran IPA kelas VIII Di SMP Saraswati Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017, (2) mengetahui kualitas media e-learning berbasis schoology dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media e-learning berbasis schoology. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin & Peck. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII A. sebanyak 22 orang. Validasi data terdiri dari ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif, dan analisis statistic inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini adalah (1) Rancangan pengembangan media e-learning berbasis schoology terdiri dari tiga fase, yakni fase analisis kebutuhan, fase desain, serta fase pengembangan dan implementasi. (2) Hasil evaluasi ahli isi mata pelajaran berada pada kualifikasi baik (88%), hasil evaluasi ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (88%), hasil evaluasi ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (92%), hasil ujian perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (92%), hasil uji kelompok kecil berada pada kualifikasi baik (87,8 %), dan hasil uji lapangan berada pada kualifikasi sangat baik (95,1%). (3) perhitungan hasil uji efektivitas diperoleh nilai rerata pre-test (54,33) lebih kecil dari nilai Post-test (80,33) dan t-hitung (20,800) lebih besar dari harga t-tabel (2,000) pada taraf signifikansi 5% sehingga H0 diolak dan H1 diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA sebelum dan sesudah menggunakan media e-learning berbasis schoology. Dengan demikian dapat disimpulkan media e-learning berbasis schoology efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Saraswati Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Pengembangan media e-learning berbasis schoology , IPA This development study aims to: (1) describe the design of the development of e-learning-based media Schoology in science subjects in class VIII SMP Saraswati Singaraja In Academic Year 2016/2017, (2) know the quality of e-learning-based media Schoology and (3) determine the effectiveness of the use of media-based e-learning Schoology. Research using the model of development Hannafin & Peck. The study involved a class VIII student of A. as many as 22 people. Validation of data consisting of experts of the course content, instructional design experts, media expert learning, test individual, small group testing, and field testing. Data collection method used is quantitative descriptive analysis, qualitative descriptive analysis and inferential statistical analysis (t-test). The results of this study were (1) The design of the development of e-learning-based media Schoology consists of three phases, namely the requirement analysis phase, design phase, as well as the development and implementation phases. (2) The results of the expert evaluation of the content of the subjects that are in good qualification (88%), the results of the expert evaluation of instructional design that are in excellent qualifications (88%), the results of the expert evaluation of instructional media that are in excellent qualifications (92%), exam results individuals are in excellent qualifications (92%), small groups of test results that are in good qualifications (87.8%), and field test results are in excellent qualifications (95.1%). (3) The calculation of the effectiveness of the test results obtained by the average value of the pre-test (54.33) is smaller than the value of the Post-test (80.33) and the t-count (20,800) is greater than t-table (2,000) at the significance level 5% so diolak H0 and H1 accepted. This means there is a significant difference between the results of learning science before and after using e-learning-based media Schoology. It can be concluded media e-learning-based Schoology effectively to improve student learning outcomes in science subjects in class VIII SMP Saraswati Singaraja in the academic year 2016/2017. keyword : Development of e-learning-based media Schoology, IPA
PENGEMBANGAN E-LEARNING DENGAN MODEL WATERFALL BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PELAJARAN IPA KELAS VIII SMPN 1 NEGARA ., Ni Kade Yuni Ratnasari; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.247 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7613

Abstract

Permasalahan yang melandasi penelitian ini adalah kurangnya jam pembelajaran di kelas, kurang nya pengintegrasian pendidikan karakter dan rendahnya kualitas belajar IPA. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan e-learning berorientasi pendidikan karakter 2) mengetahui kualitas e-learning berorientasi pendidikan karakter 3) mengetahui efektivitas penggunaan e-learning berorientasi pendidikan karakter. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model waterfall. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII C. Data kevalidan uji ahli isi, ahli desain, ahli media, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif, analisis statistik inferensial. Penelitian ini dilaksanakan sesuai tahapan model waterfall yaitu 1) analisis kebutuhan, 2) desain sistem, 3) pembuatan kode program, 4) integrasi dan pengujian, 5) pemeliharaan. Hasil evaluasi ahli isi sebebsar 83,07% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 80% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji peroangan sebesar 91,3% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 91% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 91% berada pada kualifikasi sangat baik. Perhitungan hasil belajar diperoleh hasil t hitung sebesar 18,77. Harga t tabel taraf signifikan 5% adalah 2,00. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan e-learning berorientasi pendidikan karakter. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (86,65) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (66,38).Kata Kunci : Pengembengan e-learning, waterfall, pendidikan karakter This study is based on the problem hotspot facility which is not used maximally, the lack of character integration and the low level of the quality of studying and learning in IPA subject of students seen from minimum passing criteria. This study is aimed to 1) make an E-Learning oriented with character education in IPA subject in second semester of 8th grade academic year year 2015/2016 in SMP Negeri 1 Negara; 2) to know the quality of e-learning oriented with the character education; 3) to know the level of effectiveness of the usage of e-learning oriented with the character education. The type of this study is the development research by using waterfall model. This study involved students in VIII C class in SMP Negeri 1 Negara. The data validation method was acquired through, expert judges; design expert; media expert, individual test; small group test, and field test was acquired through questionnaire. Then the data acquired were analyzed in through descriptive qualitative, descriptive analysis, and inferential statistical analysis.This study was conducted based on the waterfall model step which are 1) need analysis, 2) system design, 3) make code program, 4) integration and calibration, 5) maintenance. The expert content evaluation result is 83,07% which is categorized as good category. The result of media expert evaluation is 91,3% categorized as good category. Small test evaluation result shows 91% categorized as very good category. The calculation of achievement of the study which is obtained manually through t test, shows 18,77. The value of t table in 5% significance is 2,00. And the value t test is bigger that the value of t table thus H0is denied and H1 is accepted. So there is a difference between the students achievement in IPA subject before and after using e-learning oriented with character education. The average sore after using media (86,65) is higher if it is compared with the score before using media (66,38). keyword : E-learning development, waterfall,character education
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATA PELAJARAN BAHASA BALI UNTUK SISWA KELAS III ., Ni Kadek Risna Dewi; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.858 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7630

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SD Negeri 2 Banjar Tegal adalah belum optimalnya penyerapan materi aksara Bali, minimnya media pembelajaran, dan rendahnya kemampuan guru mengoperasikan komputer/laptop, sehingga dilakukan penelitian produk media video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan, mendeskripsikan kualitas video, dan mengetahui efektivitas media video pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan Hannafin dan Peck, yaitu fase analisis kebutuhan, fase desain, dan fase pengembangan dan implementasi. Subjek validasi adalah seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli media pembelajaran, dan siswa kelas IV di SD Negeri 2 Banjar Tegal berjumlah 20 orang. Subjek uji efektivitas adalah siswa kelas III di SD Negeri 2 Banjar Tegal berjumlah 15 orang. Jenis data yang diperoleh yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial/induksi uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan video pembelajaran aksara Bali berupa naskah dan storyboard, (2) hasil validasi menurut review ahli isi mata pelajaran diperoleh 96%, review ahli desain pembelajaran diperoleh 86%, review ahli media pembelajaran diperoleh 92%, uji coba perorangan 96,57%, uji coba kelompok kecil 95,25%, dan uji coba lapangan 94,3%, (3) efektivitas video menunjukkan hasil thitung (20,025) > ttabel (2,048) pada taraf signifikansi 5%, hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Bali pada siswa kelas III di SD Negeri 2 Banjar Tegal sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran aksara Bali. Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, aksara Bali Problems were found in SD Negeri 2 Banjar Tegal is not optimal absorption material Balinese script, lack of instructional media, and the lack of a teacher's ability to operate computer or laptop, so research instructional video media products. This study aimed to describe the design of the development, describing the video quality, and determine the effectiveness of instructional video media. This type of research is the development of research development model Hannafin and Peck, the requirements analysis phase, design phase, and the phase of development and implementation. Subject validation is an expert on the course content, instructional design expert, an expert in media, and the fourth grade students at SDN 2 Banjar Tegal numbered 20 people. The effectiveness of the test subject is in the third grade students of SD Negeri 2 Banjar Tegal amounted to 15 people. The type of data obtained by the qualitative and quantitative data. Data collected by the method of recording documents, questionnaires and tests. Analysis of data using descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics / induction t-test. The results of this study were (1) a description of design development learning video Balinese script in the form of shooting script and storyboard, (2) the results of validation according to expert review of the course content was obtained 96%, expert review of instructional design gained 86%, expert review of instructional media obtained 92% , 96.57% individual testing, piloting a small group of 95.25%, and 94.3% field trials, (3) the effectiveness of the video shows the results tcount (20.025) > t table (2.048) at the 5% significance level, p this means that H0 and H1 accepted. So that there are significant differences in the Balinese language learning outcomes third-grade students at SDN 2 Banjar Tegal before and after using video media learning Balinese script.keyword : development, learning videos, Balinese script
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MODEL TUTORIAL MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Kadek Masdana Mahardika; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.928 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia interaktif untuk mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas multimedia interaktif untuk mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan desain penelitian pengembangan model Borg & Gall. Prosedur pengembangan produk menurut model ini terdiri dari 10 tahapan yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan data awal, 2) perencanaan, 3) pembuatan produk awal, 4) uji coba awal, 5) perbaikan produk awal, 6) uji coba lapangan, 7) perbaikan produk operasional, 8) uji coba oporasional, 9) perbaikan produk akhir, dan 10) deseminasi nasional. Tahapan model pengembangan ini dijadikan acuan dalam memproduksi dan memvalidasi multimedia interaktif yang dikembangkan. Validasi multimedia interaktif dilakukan oleh satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa uji coba lapangan. Uji efektivitas multimedia interaktif pada oleh 30 orang siswa uji efektivitas menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskritif kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia interaktif, mulai dari langkah analisis peserta didik, menyatakan tujuan, memilih metode, media, dan materi, penggunaan media dan bahan, partisipasi peserta didik di kelas, serta penilaian dan revisi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa. Hasil validasi media yang dilakukan oleh: (a) ahli isi mata pelajaran 90% pada kategori sangat baik; (b) ahli desain pembelajaran 88,69% pada kategori baik; (c) ahli media pembelajaran 92% pada kategori sangat baik serta (d) uji coba perorangan 91,33% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 94,6%, yang katagori sangat baik dan uji coba lapangan 89% yang kategori baik; (3) uji efektivitas hasil pengembangan multimedia interaktif menunjukkan bahwa thitung = 12,207 > ttabel =2,021. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif.Kata Kunci : Kata kunci: IPA, multimedia interaktif, pengembangan This study aims to: (1) describe the design development of interactive multimedia for teaching science, (2) determine the quality of the development of interactive multimedia by expert review, and testing of the student, and (3) determine the effectiveness of interactive multimedia for subjects IPA. This study is the development of research design development models Borg & Gall. Product development procedure according to this model consists of 10 stages, namely: 1) research and data collection early, 2) planning, 3) creation of the initial product, 4) the initial trial, 5) improvement of the initial product, 6) field trials, 7) product repair operations, 8) trials oporasional, 9) improvement of the final product, and 10) national Dissemination. Stages of development model is used as a reference in the manufacture and validate the developed interactive multimedia. Interactive multimedia validation performed by the experts of the course content, the instructional design experts, one expert instructional media, individual testing of 3 students, 12 students in small group trial, and 30 students of field trials. Test the effectiveness of interactive multimedia on by 30 students test the effectiveness of the research design of pre-test and post-test. Data were collected by questionnaire and tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive and inferential / inductive t-test. The research result of this development are (1) a description design of interactive multimedia development, ranging from the analysis step learners, stated objectives, selecting methods, media, and materials, the use of media and materials, participation of learners in the classroom, as well as assessment and revision; (2) the quality of the development of media according to the review expert and students. The results of the validation performed by the media: (a) expert subject matter content of 90% in the category very well; (B) 88.69% of instructional design experts in both categories; (C) expert instructional media 92% in the category very good and (d) 91.33% individual testing with excellent category, piloting a small group of 94.6%, which is very good categories and field trials that both categories 89% ; (3) test the effectiveness of interactive multimedia development results showed that t = 12.207> table = 2.021. This means that there are significant differences in student learning outcomes before and after using interactive multimedia.keyword : Key word : IPA , interactive multimedia, development
PENGEMBANGAN FILM PENDEK BERMUATAN NILAI KARAKTER BAHASA INDONESIA KELAS VIII SMP NEGERI 3 BANJAR ., Nancy Maria Cicilia Pusung; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.079 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7718

Abstract

Masalah penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar yang disebabkan kurangnya minat dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun media pembelajaran film pendek; (2) menguji validitas media pembelajaran film pendek; dan (3) mengetahui efektivitas media pembelajaran film pendek terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin dan Peck. Proses rancang bangun meliputi fase analisis kebutuhan pengembangan media, fase desain yakni merancang naskah, kemudian fase pengembangan dan implementasi yakni produksi dan pasca produksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu analisis deskriptif kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi, ahli desain dan ahli media mendapatkan kualifikasi nilai sangat baik sehingga media valid untuk dilanjutkan pada uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan. Hasil uji perorangan sebesar 94,6 % dan hasil uji kelompok kecil sebesar 95,5% serta hasil uji lapangan sebesar 94,9% masing-masing berada pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa setelah menggunakan media (87,12) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,91). Dengan demikian, penelitian di SMP Negeri 3 Banjar ini memperoleh kesimpulan yaitu penggunaan media pembelajaran film pendek dikatakan efektif untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia kelas VIII. Kata Kunci : pengembangan, film pendek, bahasa indonesia The problem of this research is the low of learning outcomes due to lack of interest and attention of students in the learning process. The aims of this study are to (1) describe the instructional media short film; (2) test the validity of instructional media short film; and (3) determine the effectiveness of instructional media short film on learning outcomes Bahasa students of class VIII SMP. This research uses the model of development by Hannafin and Peck.The design process included the needs of media development, analysis phase, the design phase of designing the script, then the development and implementation phases of production and post-production. Data collection techniques that used in this research are the method of recording documents, questionnaires and tests. Analysis of data used three techniques. There are descriptive analysis of quantitative, qualitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of individual test is 94.6%, the small group test result is 95.5% and the result of field tests is 94.9%. Each of them is in excellent qualifications so the media can be clarified as a valid media that can be tested. Calculation of learning outcomes t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. Bahasa student learning outcomes after using the media (87.12) is higher than before using the media (55.91). Thus, the conclusion of the research in SMP Negeri 3 Banjar is the use of instructional media short film can be clarified as an effective media to improve learning outcomes of Bahasa in class VIII. keyword : development, short film, bahasa
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MODEL PLOMP PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII DI SMPN 1 SERIRIT ., Kadek Pendiartawan; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.175 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7723

Abstract

Penelitian ini didasari adanya keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar untuk meningkatkan minat belajar siswa serta rendahnya hasil belajar IPS pada siswa dari kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPS kelas VIII semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 di SMP Negeri 1 Seririt 2) mengetahui validitas multimedia pembelajaran interaktif 3) mengetahui efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan Plomp. Data kevalidan multimedia interaktif diperoleh dengan menggunakan angket. Sedngkan efektivitas media diperoleh dari hasil tes. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 72% berada pada kualifikasi cukup. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 80% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 92,83% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 91,27% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 20.80. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,0017. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa IPS siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (89,73) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (58.53). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia pembelajaran interaktif efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 di SMP N 1 Seririt.Kata Kunci : Pengembangan, e-learning, Schoology, IPS This study is based on the limitations of media learning interesting and appropriate teaching materials to improve student interest and poor learning outcomes IPS students of the minimum completeness criteria. This study aims to 1) produce a multimedia interactive learning in social studies class VIII semester of the 2015/2016 academic year in SMP Negeri 1 Seririt 2) determine the validity of multimedia interactive learning 3) determine the effectiveness of the use of multimedia interactive learning. This type of research is the development of research, development model Plomp. Interactive multimedia validity of data obtained using a questionnaire. Sedngkan effectiveness of media obtained from the test results. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results of expert evaluation of the content of 94% are in excellent qualifications. The results of expert evaluation of media by 72% in the qualification enough. The results of expert evaluation of the design of 80% are in good qualification. Individual test results by 94% in the excellent qualifications. The result of a small group of 92.83% in the excellent qualifications. The results of field tests of 91.27% in the excellent qualifications. Learning outcomes manually tally the results obtained t calculate equal to 20.80. Price t table 5% significance level is 2.0017. So the price of t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. So there are significant differences IPS student learning outcomes between before and after using multimedia interactive learning. The average value after using the media (89.73) is higher than before using the media (58.53). It can be concluded that the use of multimedia interactive learning effectively to improve student learning outcomes in social studies class VIII semester of academic year 2015/2016 in SMP N 1 Seririt.keyword : development, multimedia, IPS
ANALISIS ISI TAJUK RENCANA PADA HARIAN BALI POST TENTANG MASALAH-MASALAH PENDIDIKAN SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN MEDIA MASSA TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN ., Moh. Mahrus; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.681 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7769

Abstract

Selama ini perhatian media massa cetak di Indonesia yang menurunkan tulisan tajuk rencana masalah pendidikan masih cukup rendah. Media massa cetak cenderung menurunkan tulisan tajuk rencana tema politik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat perhatian media massa cetak harian Bali Post terhadap permasalahan pendidikan, (2) mengetahui struktur penulisan tajuk rencana harian Bali Post terhadap pemaparan masalah pendidikan, (3) mendapatkan gambaran permasalahan-permasalahan pendidikan yang menjadi fokus kepedulian media massa cetak harian Bali Post selama kurun waktu tiga bulan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Objek dan subjek penelitian ini adalah semua tajuk rencana yang terbit selama tiga bulan mulai tanggal 1 Februari s/d 30 April 2016 dalam bentuk guntingan koran (kliping). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pencatatan dokumen (dokumentasi) dengan menggunakan pengkategorian intercoder. Data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif (kuantitatif dan kualitatif). Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa (1) Tingkat kepedulian harian Bali Post terhadap masalah-masalah pendidikan berada pada urutan ke 1) Politik dan Pemerintahan, 2) Sosial Budaya, 3) Hukum dan Kriminal, 4) Pendidikan, 5) Ekonomi Bisnis dan seterusnya. Tingkat kepedulian sudah cukup baik yaitu 12 buah tulisan (16,67%) sudah di atas angka rata-rata (7,2%). (2) Anatomi tulisan tajuk rencana terhadap 12 tulisan yang menyangkut masalah-masalah pendidikan telah memenuhi layaknya sebuah tulisan tajuk rencana. Ketentuan yang dimaksudkan itu meliputi;pemaparan masalah pendidikan, pemberian kritik dan masukan untuk mencari jalan keluar pemecahan masalah (solusi).(3) Masalah-masalah pendidikan yang disoroti harian Bali Post (edisi 01 Februari 2016 s/d 30 April 2016) didominasi oleh masalah kualitas (mutu) pendidikan yaitu sebanyak 12 item (50% ) lebih, sedangkan masalah kuantitas sebanyak 2 item (8,33%), relevansi 9 item (33,33%), efektifitas dan efisiensi 4 item (16,66%). Kata Kunci : Tajuk Rencana, Bali Post, Masalah Pendidikan Nowadays, the attention of the print media in Indonesia which lowers editorial writing educational issues is still quite low. Print mass media tends to degrade editorial writing of political theme. This study aims to (1) determine the level of attention of the daily print media Bali Post on the issues of education, (2) determine the structure of editorial writing on daily Bali Post toward the exposure of educational issues, (3) get an overview of the educational issues that become the focus of concern of daily print mass media Bali Post over a period of three months. This research is a descriptive study. The object and subject of this research is all editorial published for three months starting from February 1 s/d 30 April 2016 in the form of newspaper clipping (clipping). Data collection method used is the recording of documents (documentation) using intercoder categorization. Data that have been already collected were analyzed using descriptive analysis (quantitative and qualitative). The results of this research show that (1) the level of concern of daily Bali Post toward the issues of education are in order to 1) Politics and Government, 2) Socio-Cultural, 3) Law and Crime, 4) education, 5) Business Economics and so on. The level of concern is good enough, namely 12 pieces of writing (16.67%) have been already above the average (7.2%). (2) Writing anatomy of editorials toward 12 articles concerning educational issues has met like a editorial writing. The provisions intended including; the exposure of educational issues, the criticism and feedback to find a way of problem solving (solution). (3) The issues of education highlighted by daily Bali Post (edition February 1, 2016 to 30 April 2016) are dominated by quality issues (quality) of education by 12 items more than (50%), while the issues of quantity are 2 items (8.33%), relevance of 9 items (33.33%), effectiveness and efficiency of 4 items (16.66%).keyword : Editorial, Bali Post, Education Issues
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI DENGAN MODEL PROTOTYPE PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Ni Putu Desi Sulistyaningsih; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.408 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7786

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP N 6 singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mendeskripsikan rancang bangun pengembangan game edukasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan game edukasi menurut review ahli dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas game edukasi untuk mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Prototype. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kevalidan ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran. Setelah produk divalidasi produk pengembangan diujicobakan kepada siswa melalui tiga tahap, yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan diperoleh dengan menggunakan angket, dan data efektivitas produk diperoleh dari hasil belajar siswa yang dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan pengembangan game edukasi berdasarkan hasil analisis kebutuhan, flowchart dan storyboard. Hasil validasi media yang dilakukan oleh: (a) ahli isi mata pelajaran 92,8%, (b) ahli desain pembelajaran 92%, (c) ahi media pembelajaran 91,4% yang ketiganya berada pada kualifikasi sangat baik serta(d) uji coba perorangan 93,3%, uji coba kelompok kecil 94,5%, dan uji lapangan 93,5% yang ketiganya berada pada kualifikasi sangat baik. Efektivitas hasil pengembangan game edukasi menunjukan signifikansi yang diperoleh adalah thitung=10,106 > ttabel=2,000. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan game edukasi.Kata Kunci : pengembangan, game edukasi, prototype This research is motivated by the lack of utilization of instructional media interest and in accordance with the teaching materials on the subjects in English in SMPN 6 Singaraja. This study aims to: (1) describe the design of the development of educational games on the subjects of English, (2) determine the quality of the development of educational games according to expert review and testing of the student, and (3) determine the effectiveness of educational games for subjects English. This research development that uses the prototype model. The data collected in this study is the validity of the data subject content experts, instructional design experts, and expert instructional media. Once validated product development products tested on students through three stages, namely the testing of individual, small group trial and field trial is obtained by using a questionnaire, and the data obtained from the products effectiveness of student learning outcomes is collected by the test. Data were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results showed the development of educational games based on the results of a needs analysis, flowchart and storyboard. The results of the validation performed by the media: (a) expert subject matter content of 92.8%, (b) 92% of instructional design experts, (c) 91.4% of instructional media expert that all three are in very good qualifying and (d) test try individuals 93.3%, small group trial of 94.5%, and 93.5% field test that all three are in very good qualification. The effectiveness of educational game development results obtained showed significance is t count= 10.106> table = 2.000. This means there is a significant difference in student learning outcomes before and after using educational games.keyword : development, educational games, prototype model

Page 2 of 4 | Total Record : 37