cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2016)" : 37 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO BAHASA INDONESIA BERORIENTASI PADA PEMBELAJARAN AUDIO-LINGUAL DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Ni Putu Ayu Suryaningsih; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.499 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7720

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu rendahnya mutu pendidikan dan rendahnya hasil belajar yang disebabkan oleh kurangnya perhatian guru terhadap kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media audio, (2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan media audio menurut review para ahli dan uji coba produk, dan (3) untuk mengetahui efektivitas media audio Bahasa Indonesia berorientasi pada pembelajaran audio-lingual untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Pengambilan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket dan tes objektif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 94% pada kualifikasi sangat baik. Ahli media sebesar 92% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 92% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 92,83% masing-masing pada kualifikasi sangat baik, serta hasil uji lapangan sebesar 92,53% pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Pada uji efektivitas media audio pembelajaran menunjukkan hasil t-hitung (9,58) > t-tabel (2,00), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sebelum dan sesudah menggunakan media audio pembelajaran. Dengan demikian media audio pembelajaran yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.Kata Kunci : Pengembangan, Media Audio, ADDIE This research was conducted based on a problem of the low quality of education and low learning outcomes caused by the lack of attention from the teacher to the quality of the learning process. This research aimed to (1) describing the design of the development of audio media, (2) assessing the quality of the audio according to a review of media development experts and product trials, and (3) determining the effectiveness of audio media learning-oriented Indonesian audio-lingual for seventh grade students in SMPN 6 Singaraja academic year 2015/2016. This type research was research and development by using ADDIE model. Data collected by using the method of recording documents, questionnaires, and written test. Data collection instruments used were documents recording sheet, questionnaire, and objective tests. Data analysis techniques used in this research was descriptive and qualitative analysis, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of the expert evaluation showed that 90% in the category of very good. The result of expert design showed that 94% in the category of very good. The result of expert media showed that 92% in the category of very good. Individual test result as 92%, small group test result as 92,83%, and each of them were on excellent qualification, also field test as 92,53 % in excellent qualification thus the media was valid to be tested. In the test the effectiveness of the learning audio media determine the results of t-test (9.58) > t-table (2.00), so that H0 and H1 accepted. This means, there is the significant difference to student learning outcomes in Indonesian subjects before and after using audio media learning. Thus developed instructional audio media effectively to improve student learning outcomes in subjects Indonesian.keyword : Development, Audio Media, ADDIE
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PRESENTASI IPA DENGAN MODEL LUTHER KELAS IV SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 1 KALIUNTU ., I Made Gusnadi; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.088 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun multimedia presentasi mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas multimedia presentasi menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, dan (3) mengetahui efektivitas multimedia presentasi mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Luther. Validasi multimedia dilakukan oleh ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Efektivitas multimedia dilakukan oleh 29 siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan multimedia presentasi mulai dari langkah konsep, perancangan, pengumpulan bahan, pembuatan, uji coba, dan distribusi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 94% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 85% berada pada kategori baik; c) ahli media pembelajaran 89% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 92% berada pada kategori sangat baik; e) uji coba kelompok kecil 92% berada pada kategori sangat baik; f) uji coba lapangan 93% berada pada kategori sangat baik; (3) berdasarkan uji hipotesis ditunjukkan bahwa harga thitung =14,10 > ttabel =2,003. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan Multimedia presentasiKata Kunci : pengembangan, multimedia presentasi, IPA This study aimed to (1) describe the design of multimedia presentations in science subjects, (2) know the quality of multimedia presentations according to the expert review, and tests conducted on the students, and (3) know the effectiveness of multimedia presentation science subjects. This study is a developmental research. Research using the model of development of Luther. Validation is done by skilled multimedia course content, instructional design experts, media expert learning, individual testing, piloting small groups, and field trials. Multimedia effectiveness conducted by 29 student research design of pre-test and post-test. Data were collected by interviews, recording documents, questionnaires and objective tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis, quantitative and inferential/inductive t-test. The results of this study were (1) design multimedia development starting from step presentations the concept, design, collection of materials, manufacture, testing, and distribution; (2) the quality of the development of media according to the review expert and student: a) expert learning content 94% are in the very good category; b) 85% of instructional design experts are in both categories; c) 89% of instructional media experts are in both categories; d) 92% individual testing are in very good category; e) small group trial 92% are in the very good category; f) field trials 93% are in the very good category; (3) based on the hypothesis testing indicated that the price of t = 14.10> table = 2.003. Therefore t count is higher than t table. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using multimedia presentations.keyword : development, multimedia presentations, natural science
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF ILMU PENGETAHUAN ALAM BERORIENTASI MODEL EXAMPLE NON EXAMPLE SMPN 5 MENDOYO ., Nur Fatimah; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.881 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia interaktif; (2) mendeskripsikan validitas hasil pengembangan multimedia interaktif dan; (3) mengetahui efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA berorientasi model example non example siswa kelas VIII di SMPN 5 Mendoyo. Penelitian pengembangan ini menggunkan model DDD-E. Pada tahap desain dilakukan pembuatan rancangan produk secara rinci mengenai arsitektur media pembelajaran multimedia interaktif, mulai dari pembuatan peta kompetensi, garis besar program media, flowchart, storyboard dan kebutuhan materi untuk produk media sebagai acuan alur pengembangan produk. Data yang terkumpul, selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji-t. validitas ahli isi, ahli media, dan ahli desain multimedia interaktif berada pada kategori sangat baik dengan persentasi masing-masing 96,67%, 96,36%, 89%. sedangkan hasil validasi uji perorangan sebesar 93,33%, hasil uji kelompok kecil sebesar 92%, dan hasil uji lapangan sebesar 90% masing-masing berada pada kualifikasi sangat baik sehingga media valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar dari pada t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar IPA(fisika) siswa setelah menggunakan media (87,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (61,33). Dengan demikian, hasil penelitian pengembangan multimedia interaktif dengan model DDD-E untuk mata pelajaran IPA(fisika) kelas VIII di SMPN 5 Mendoyo, multimedia interaktif memiliki kontribusi yang cukup besar dalam peningkatan hasil belajar siswa.Kata Kunci : multimedia interaktif, ipa, hasil belajar. Riset aims to: 1. describe the development of interactive multimedia design. 2. describe the validity of the results of the development of interactive multimedia. 3. examine the effectiveness of the use of interactive multimedia learning to improve student learning outcomes in science subjects oriented non example a model example grade 8 students at SMPN 5 Mendoyo. developing research models a DDD-E at the design stage to do the drafting of the products in detail with respect to his architecture instructional media interactive multimedia, ranging from map-making competence, the outline of the media program, flow charts, story board and material needs for media products as a reference flow development product. The data collected, then analyzed using descriptive technique and the t test the validity of the content experts, media experts, and interactive multimedia design experts are in the very good category with percentages respectively 96.67%, 96.36%, 89% , while the results of the validation test of 93.33% of individual, small group of test results by 92%, and the results of field testing by 90%. each one is in excellent qualifications so as valid media to be tested. calculation of learning outcomes this greater than table so ho rejected. so ho rejected and H1 accepted. learning outcomes of science (physics) students have used the media (87.67) is higher than before using the media (61,33). thus the research results with the development of interactive multimedia e ddd models for science subjects of physics class 8 in SMPN 5 Mendoyo, interactive multimedia has a large enough contribution in improving student learning outcomes.keyword : interactive multimedia, science, learning outcomes.
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI DENGAN MATERI PENGENALAN PANCA YAMA BRATHA PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU KELAS IV SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DI SD NEGERI 1 BANJAR BALI ., I Putu Eka Sujaya; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.757 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.8532

Abstract

Permasalahan yang dihadapi guru Mata Pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 1 Banjar Bali adalah minimnya sumber bacaan yang relevan dengan materi pelajaran Agama Hindu, jam pelajaran yang kurang berimbang terhadap padatnya materi pelajaran, dan terbatasnya media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pengembangan game edukasi; (2) menguji validitas hasil pengembangan game edukasi; dan (3) mengetahui efektifitas game edukasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model ADDIE.. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) pencatatan dokumen, (2) kuesioner dan (3) tes. Data didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik, ahli desain sebesar 84% berada pada kualifikasi baik, dan ahli media sebesar 93,07% berada pada kualifikasi sangat baik Serta hasil uji perorangan sebesar 96% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 93,2% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 93,6% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 16,6. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,042. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Agama Hndu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan game edukasi. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (87,35) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (59,12).Kata Kunci : Pengembangan, Game Edukasi, Agama Hindu, Hasil Belajar The problem faced by teachers Subjects Hinduism in SD Negeri 1 Banjar Bali is the lack of reading materials that are relevant to the subject matter Hinduism, hours of lessons less balanced against the density of the subject matter, and the limited learning media. Therefore, this study aims to (1) describe the design of the development of educational games; (2) test the validity of the results of the development of educational games; and (3) determine the effectiveness of educational games. This type of research is the development of research, with models ADDIE .. Collecting data in this study was conducted using (1) the recording of the document, (2) the questionnaire and (3) test. Data obtained from the method of recording documents, analyzed descriptively qualitative. Data from the questionnaires were analyzed by descriptive qualitative and quantitative descriptive. While the data obtained from the test method are analyzed in inferential statistics. The results of expert evaluation of the content of 94% are in excellent qualifications, expert design by 84% at both qualifying and media expert at 93.07% in the excellent qualifications As well as the individual test results by 96% in the excellent qualifications. The test results of small group 93.2% were in excellent qualifications. Field test results of 93.6% in the excellent qualifications. Learning outcomes manually counting result of 16.6 t. Price t table 5% significance level is 2.042. So the price of t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. It can be concluded that there are significant differences of the Hindu religion student learning outcomes between before and after using educational games. The average value after using the media (87.35) is higher than before using the media (59.12).keyword : Development, Educational Games, Hinduism, Learning Outcomes
ANALISIS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) UNTUK IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 3 BANJAR JAWA KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., I Gede Arnawa Riana; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.994 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7588

Abstract

Permasalahan yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP adalah belum dilengkapi KI-1 dan KI-2 pada indikator dan guru belum merevisi beberapa RPP sesuai Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pendapat guru mengenai RPP untuk implementasi kurikulum 2013, (2) mendeskripsikan kesesuaian isi RPP yang dikembangkan guru dengan implementasi kurikulum 2013, (3) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP untuk implementasi kurikulum 2013, dan (4) untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi permasalahan dalam mengembangkan RPP untuk implementasi kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas rendah yang berjumlah 3 orang. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu kuesioner, observasi dan wawancara. Data yang sudah terkumpul diolah menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pendapat guru mengenai RPP berada pada kategori sedang (75,9), (2) kesesuaian isi RPP yang dikembangkan guru dengan implementasi kurikulum 2013 berada pada kategori sedang (76,2), (3) kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP yaitu guru mengalami kesulitan dalam merancang langkah pembelajaran pada kegiatan inti karena terlalu banyak dituntun untuk mengamati, dan (4) permasalahan guru dalam mengembangkan RPP dapat diatasi dengan cara mengisi diri dengan menambah wawasan melalui kegiatan workshop terkait implementasi kurikulum 2013, tanggap terhadap informasi dan sering berbagi informasi terkait kurikulum 2013 dengan guru lainya maupun dengan kepala sekolah. Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kualitas RPP yang dikembangkan guru untuk implementasi kurikulum 2013 berada pada kategori sedang.Kata Kunci : RPP, kurikulum 2013 Problems faced by low-grade teacher in developing the lesson plan were the absence of the indicators of KI-1 and KI-2 and the teachers have not revised some of the lesson plan according to Permendikbud No. 103 Tahun 2014. Therefore, this study aimed to (1) describe the completeness of component of Curriculum 2013 based lesson plan that developed by the teachers, (2) describe the suitability of the content of lesson plan with the implementation of Curriculum 2013, (3) describe the difficulties faced by teachers in developing Curriculum 2013 based lesson plan, and (4) describe the efforts made by the teachers to overcome the problems in developing Curriculum 2013 based lesson plan. This research was a descriptive study. Subjek in this research is low class teacher which amount to 3 people. Methods of data collection conducted in this study, namely questionnaire, observation and interviews. Data was processed using quantitative and qualitative descriptive analysis techniques. The results shows that (1) the components completeness of lesson plan developed by the teachers is at the moderate category (75.9), (2) the suitability of the contents of the lesson plan developed by teachers with the implementation of Curriculum 2013 is at the moderate category (76.2), (3) the teachers have difficulties in designing lesson activities on its core activities as too many are required to observe, and (4) those difficulties can be overcome by filling themselves with a variety of sources such as often follow activity of related/relevant workshop of curriculum implementation 2013, listening carefully to information and often shar relevant information of curriculum 2013 with teachers and principals. it can be concluded that the quality of Curriculum 2013 based lesson plan that developed by the teachers is at the moderate category.keyword : lesson plans, curriculum 2013
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BULUTANGKIS MATA PELAJARAN PENJASKES DENGAN MODEL HANNAFIN AND PECK UNTUK SISWA KELAS IV SEMESTER II DI SDN 1 KAMPUNG BARU TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., I Made Palguna Yasa; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.584 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7628

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui rancang bangun media video pembelajaran; (2) mengetahui validitas hasil pengembangan video pembelajaran; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media video pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model Hannafin And Peck. Penelitian ini melibatkan siswa kelas IV sebanyak 23 orang dan kelas V sebanyak 30 orang di SD Negeri 1 Kampung Baru. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) pencatatan dokumen, (2) kuesioner dan (3) tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Menampilkan rancang bangun dari media video pembelajaran yang menghasilkan desain berupa storyboard dan screnshot media video pembelajaran. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 84% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 96% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 91,33 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 95% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 89,33% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 18,18. Harga t tabel taraf signifikansi 5% (α = 0,05) adalah 2,021. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar penjaskes siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran. Kata Kunci : Video pembelajaran, Penjaskes, dan hasil belajar This study aims to (1) determine design instructional video media; (2) determine the validity of the results of the development of instructional videos; and (3) determine the effectiveness of the use of instructional video media. This type of research is the development of research, with models Hannafin And Peck. The study involved fourth grade students as many as 23 people and class V as many as 30 people in SD Negeri 1 Kampung Baru. Collecting data in this study was conducted using (1) the recording of the document, (2) the questionnaire and (3) test. Data obtained from the method of recording documents, analyzed descriptively qualitative. Data from the questionnaires were analyzed by descriptive qualitative and quantitative descriptive. While the data obtained from the test method are analyzed in inferential statistics. Featuring design of instructional video media which resulted in the design in the form of storyboards and video media screnshot learning. The results of expert evaluation of the content of 94% are in excellent qualifications. The results of expert evaluation of the design of 84% are in good qualification. The results of expert evaluation of media by 96% in the excellent qualifications. Individual test results of 91.33% in the excellent qualifications. A small group of test results by 95% in the excellent qualifications. The results of field tests of 89.33% are in good qualification. Learning outcomes manually tally the results obtained t calculate equal to 18.18. Price t table significance level of 5% (α = 0.05) was 2,021. So the price of t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. So there are significant differences between the students' learning outcomes PE before and after using the instructional video media. keyword : Video learning, Penjaskes, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL TUTORIAL PADA MATA PELAJARAN PKN KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Gama Sugiyo Prayoga; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.91 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7633

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif model tutorial untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pkn; (2) menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas VIII di SMP Negeri 6 Singaraja; (3) mengetahui efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interkatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pkn kelas VIII di SMP Negeri 6 Singaraja. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Tutorial. Desain ini digunakan untuk mengembangkan sebuah produk media pembelajaran interaktif Pkn kelas VIII SMP. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kuantitatif, teknik analisis deskriptif kualitatif, dan teknik analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi dan Ahli desain mendapatkan kualifikasi nilai sangat baik sehingga media valid dan dilanjutkan ke ahli media yang mendapatkan kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 93,3% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 92% masing-masing pada kualifikasi sangat baik serta hasil uji lapangan sebesar 94,74% pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Pkn siswa setelah menggunakan media (90,00) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (60). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 6 Singaraja ini memperoleh kesimpulan yaitu penggunaan media pembelajaran interaktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar Pkn kelas VIII.Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, model tutorial This research is motivated by the problems of student learning outcomes because of the lack of use of media that support the learning process. This research aimed at: (1) describing the development of Macromedia Flash 8 interactive multimedia design throught Tutorial on Pkn subject; (2) testing the validity of the result of the eighth grade students in the second semester in SMP Negeri 6 Singaraja; and (3) knowing the effectiveness of using the development of interactive multimedia to the results on learning Pkn of the eighth grade students in the second semester in SMP Negeri 1 Singaraja. The techniques used three were quantitative descriptive technique, qualitative descriptive technique and inferential statistics analysis technique. Design development of multimedia interactive learning explains the basic reference test , media selection , selection of formats and the initial draft. The results from the experts in content and design showed that the media was valid. Besides, the percentage of individual test reached 93,3% and small group test reached 94,74%. Therefore, the media could be used to conduct the research. In addition, the analysis of t-test was higher than t-table, so H0 was rejected and H1 was accepted. The mean score of students after using media (90.00) was higher than the mean score before using the media (60). It could be concluded that the use of interactive multimedia gave positive and significant effect on the result of learning Pkn subject in the eighth grade. keyword : interactive multimedia, developmen, tutorial design

Page 4 of 4 | Total Record : 37