cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2014): June" : 57 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MODEL HANNAFIN DAN PECK UNTUK SISWA KELAS VIII SMP ., Muhammad Rizal Zulmi; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3600

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yaitu rendahnya mutu pendidikan tercermin pada rendahnya mutu sumber daya manusia yang disebabkan oleh kurangnya perhatian guru terhadap kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pengembangan media video pembelajaran; (2) menguji validitas hasil pengembangan media video pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas VIII SMP; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan media video pembelajaran terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin dan Peck sebagai tahapan pengembangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data validasi ahli isi mata pelajaran, ahli media dan ahli desain pembelajaran serta data dari siswa. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner untuk ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran, ahli desain pembelajaran, uji coba perseorangan, dan uji coba kelompok kecil. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif naratif, dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 92,3% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Ahli media sebesar 86,6% pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 93,3 % pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 95,8% pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 88,6% pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 5,69. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa setelah menggunakan media (90,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,67).Kata Kunci : media video pembelajaran, Bahasa Indonesia, dan hasil belajar This study was conducted based on a problem of the low quality of education observed from the low quality of human resource caused by the lack of attention paid by the teachers regarding the quality of education itself. this study aimed at (1) describing the development design of video as a lerning media; (2) testing the validity result of video as a learning media to teach Indonesian literature for VIII graders; and (3) knowing the effectivity of the development of video as a lerning media toward the learning outcomes of Indonesian litearture for VIII graders. This study used Hannafin and Peck model as the development stages. The data collected in this study were the data of content validity of the related subject, the media expert and the design expert of the teaching and learning process. the instruments used in this study were questionnaire for the expert of subject, the expert of teaching media, the expert of teaching design, personal try out, and small group try out. The data wera analyzed by using three techniques namely descriptive qualitative analysis technique, descriptive narrative analysis technique and descriptive quantitative analysis technique. The result of the expert evaluation showed that 92.33% in the category of very good. The result of expert design showed that 90% in the category of very good. From personal try out the result showed that 93.3% in the category of very good. Small group try out showed that 95.8% in the category of good. The field try out showed that 88.6% in the category of good. The calculation of learning outcome done manually showed that the t calcualtion was more than the t table which meant that H0 was rejected while H1 was accepted. The learning outcome of Indonesian literature after using media (90.67) was higher than before using media (55.67).keyword : video as a learning media, Indonesian literature, learning outcome
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS VIII SMP ., Luh Anggreyoni; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3633

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam upaya mengembangkan multimedia interaktif untuk siswa SMP. Secara operasional tujuan tersebut dirinci ke dalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu mendeskripsikan rancang bangun multimedia interaktif pada mata pelajaran Bahasa Inggris; mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran bahasa inggris untuk siswa SMP; dan mendeskripsikan efektivitas penggunaan multimedia interaktif pada mata pelajaran bahasa inggris untuk siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII-G dan VIII-H SMP Negeri 5 Singaraja. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 78% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 94,9 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 93,2% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 84,97% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 13,85. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa inggris siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (85,83) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,67).Kata Kunci : multimedia interaktif, bahasa inggris, dan hasil belajar This research was conducted in order to develop instructional interactive multimedia for junior high school student. Operationally, the aims were compressed in three related stages, which were: to design the blueprint, to describe the quality, and to describe the effectiveness of instructional interactive multimedia of English for junior high school student. This research used Research and Development method, with ADDIE model. The research involved students of class VIII-G and VIII-H of SMP Negeri 5 Singaraja. Expert judgments (media, instructional content, and design), one-to-one, small group and field testing was held by using questionnaire to validate the data. Those data were analyzed by using qualitative descriptive, quantitative descriptive and inferential statistic techniques. Instructional content expert evaluation is 78% indicate good qualification. Media expert evaluation is 90% indicate very good qualification. Design expert evaluation is 94% indicate very good qualification. One-to-one testing is 94.9% indicated very good qualification. Small group testing was 93.2% indicated very good qualification. Field testing is 91.3% indicate very good qualification. Learning outcome that was calculate manually obtains number of tcount 13.85. Value of ttable 5% significance is 2.000. Therefore tcount is higher than ttable. It can be conclud that H0 is refused and H1 was accepted. So, there were significant differences between of English learning outcomes before and after using interactive multimedia. Mean score after usage of media (85,83) is higher than before (55,67).keyword : interactive multimedia, English, learning outcome
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL HANNAFIN AND PECK UNTUK PELAJARAN BAHASA INGGRIS SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Ni Made Citra Dewi; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3637

Abstract

Permasalahan di SMP N 3 Singaraja adalah belum tercapainya tujuan pembelajaran Bahasa Inggris secara maksimal. 70% siswa memperoleh hasil belajar yang kurang dari KKM yang ditentukan, sehingga dilakukan penelitian produk multimedia pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia interaktif untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas multimedia interaktif untuk mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Hannafin and Peck. Model Hannafin and Peck terdiri atas tiga tahap, yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) desain, dan (3) pengembangan dan implementasi. Validasi multimedia interaktif dilakukan oleh satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa uji coba lapangan. Efektivitas multimedia interaktif menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia interaktif (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa. Hasil validasi media yang dilakukan oleh: (a) ahli isi mata pelajaran 96,66%; (b) ahli desain pembelajaran 92%; (c) ahli media pembelajaran 90% yang ketiganya ada pada kategori sangat baik serta (d) uji coba perorangan 91,79% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 86,54%, dan uji coba lapangan 88,77% yang keduanya ada pada kategori baik; (3) efektivitas hasil pengembangan multimedia interaktif menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 14,035 > ttabel =2,000. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif.Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, model Hannafin and Peck The problem which is found at SMP N 3 Singaraja is the aim of English Subject wasn’t reach maximaly. 70% of the student gain a learned result less than the KKM that decided, so do English multimedia learning product research.This research aims to: (1) describe the design of interactive multimedia development for English subjects, (2) determine the quality of interactive multimedia development by expert review, and testing by student, as well as (3) examine the effectiveness of interactive multimedia for English subjects. This research is development research that uses Hannafin and Peck’s model. Hannafin and Peck's model consists of three stages: (1) needs analysis, (2) design, and (3) development and implementation. The third stage is used as a reference model of the development of the manufacture, and validate the developed interactive multimedia. Validation of interactive multimedia is done by a course content expert, the instructional design expert, an instructional media expert, 3 students of individual trials, 12 students of small group trial, and 30 students of field trials. The effectiveness of interactive multimedia using pre-test and post-test design. Data were collected by questionnaire and tests. Analyzed using descriptive qualitative, quantitative and inferential statistics/inductive t-test. The results of this development research is (1) a description of the interactive multimedia development design. The media validation results performed by: (a) the expert subject matter content 96.66%; (b) instructional design expert 92%; (c) instructional media experts 90% that three of them is in very good category and (d) individual trials 91.79% with very good category, small group trial 86.54%, and 88.77% field trials that both exist in good categories; (3) the effectiveness of interactive multimedia development results obtained indicate significance is tcount = 14.035> table = 2.000. This means that there is a significant difference of student learning outcomes before and after using the interactive multimedia.keyword : development, interactive multimedia, Hannafin and Peck’s model
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MATA PELAJARAN IPS KELAS VII DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Mohammad Akhyar Maulana; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3638

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMP Negeri 3 Singaraja adalah tujuan pembelajaran IPS belum tercapai secara maksimal. Hasil belajar IPS yang diperoleh sebagian besar siswa belum mencapai KKM yang ditentukan oleh sekolah, sehingga dilakukan penelitian produk multimedia pembelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran untuk mata pelajaran IPS, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran untuk mata pelajaran IPS menurut review para ahli dan uji coba produk, (3) mengetahui efektifitas pembelajaran dengan menggunakan multimedia pembelajaran IPS. Desain multimedia pembelajaran diproduksi dengan merancang flowchart dan storyboard sebagai dasar merancang produk multimedia pembelajaran IPS. Validasi media dilakukan oleh satu ahli bidang studi, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa uji coba lapangan. Efektivitas pembelajaran dilakukan oleh 30 siswa menggunakan desain penelitian pretest dan posttest. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes dengan instrumen kuesioner dan tes hasil belajar berupa tes objektif. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran, mulai dari langkah membuat konsep atau rancangan, mendesain produk, mengumpulkan materi produk, perakitan produk, uji coba produk dan pemasaran; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa. Hasil validasi media dilakukan oleh: (1) ahli isi mata pelajaran 92,85%; (2) ahli desain pembelajaran 93,84%; (3) ahli media pembelajaran 90,67% yang ketiganya ada pada kategori sangat baik serta (4) uji coba perorangan 91,3% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 89,9%, dan uji coba lapangan 87,6% yang keduanya ada pada kategori baik. Efektivitas hasil pengembangan multimedia pembelajran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 12,870 > ttabel = 2,000. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran.Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPS The problem which is found at SMP Negeri 3 Singaraja is the aim of IPS subject wasn’t reach maximally. The learned result that gain by half of the student can’t reach the KKM that decided at that school, so do IPS multimedia learning product research. This research is development research that aims to: (1) describe the design of learning multimedia for IPS subject, (2) determine the quality of learning multimedia development for IPS Subject by expert review and testing product, (3), examine the learning effectiveness by using IPS learning multimedia. The design of learning multimedia produced by planning flow chart and storyboard as a basic of planning learning multimedia . Validation is done by a course content expert, the instructional design expert, an expert instructional media, 3 students individual trials, 12 trials a small group of students, and 30 students field trials. The learning effectiveness done by 30 students using pre-test and post-test design. Data were collected by questionnaire and tests with questionnaire instrument and learning result test using objective test. Analyzed using descriptive qualitative, quantitative and inferential statistics/inductive t-test. The result of this development research is (1) a description of learning multimedia development design, start from the steps of making design, design product, collect product material, assembly the product, testing the product and distribution; (2) the quality of media development result by expert review and students. The validation media result done by: (1) the expert subject matter content 92.85%; (2) instructional design expert 93.84%; (3) instructional media experts 90.67% that three of them is in very good category and (4) individual trials 91.3% with very good category, small test group 89.9%, and 87.6% field trials that both exist in good categories. The effectiveness of learning multimedia development results obtained indicate significance is tcount = 12.870> table = 2.000. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after use learning multimedia.keyword : development, learning multimedia, IPS
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS VII SEMESTER II DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., I Gede Wahyu Anggara; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3639

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMP Negeri 1 Singaraja yaitu belum adanya media pembelajaran dan hasil belajar IPS kelas VII A5 belum tuntas. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui rancangan multimedia pembelajaran, (2) mengetahui kelayakan hasil pengembangan multimedia pembelajaran, (3) mengetahui efektivitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D yaitu define/pendefinisian, design/perancangan, develop/pengembangan, dan disseminate/penyebaran. Keempat tahapan ini, dijadikan acuan dalam memproduksi, memvalidasi dan menguji efektivitas. Validasi dilakukan oleh satu ahli isi, satu ahli media, satu ahli desain, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 24 siswa uji coba lapangan. Uji efektivitas dilakukan oleh 30 siswa, menggunakan desain penelitian Pre-test and Post-test Design. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan metode tes dengan instrumen kuesioner dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif. Hasil penelitian ini yaitu: (1) rancangan multimedia pembelajaran dikembangkan pada tahap design/perancangan dari model pengembangan 4D, dalam bentuk flowchart dan storyboard. (2) kelayakan hasil pengembangan multimedia pembelajaran yaitu: (a) ahli isi mata pelajaran berpredikat sangat baik (96%), (b) ahli media pembelajaran berpredikat sangat baik (93%), (c) ahli desain pembelajaran berpredikat sangat baik (92%), dan (d) uji coba perorangan berpredikat baik (87%), uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan berpredikat sangat baik (91%) dan (90%). (3) efektivitas pengembangan multimedia pembelajaran menunjukan terdapat perbedaan hasil belajar IPS sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran. Hasil skor pretest 22,03 dan hasil skor posttest 24,73.Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia Pembelajaran, IPS. Problems found in SMP Negeri 1 Singaraja namely the absence of a medium of learning and learning outcomes A5 class VII social studies have not been completed. This study aims to (1) determine the design of multimedia learning, (2) determine the feasibility of the development of multimedia learning, (3) determine the effectiveness of the development of multimedia learning. This type of research is the development. The model used is the development of 4D models that define, design, develop, and disseminate. The fourth stage, used as a reference in producing, validating and testing the effectiveness. Validation is done by a content expert, a media expert, the expert design, 3 students individual trials, 12 trials a small group of students, and 24 students field trials. Test effectiveness conducted by 30 students, using pre-test research design and Post-test Design. Data were collected by questionnaire and a test method with questionnaires and objective testing instruments. Analyzed using descriptive qualitative, quantitative and inferential statistics/inductive. The results of this study are: (1) multimedia instructional design developed at the stage of design of 4D model of development, in the form of a flowchart and storyboards. (2) the feasibility of the development of multimedia learning, namely: (a) expert subject matter content is categorized as very good (96%), (b) instructional media experts predicated very good (93%), (c) instructional design experts predicated excellent (92%), and (d) individual test categorized as good (87%), small group testing, and field trials categorized as excellent (91%) and (90%). (3) effectiveness of multimedia learning development shows there are differences in the results of social studies before and after the use of multimedia learning. The results of the pretest scores 22.03 and 24.73 posttest score results.keyword : Development, Multimedia Learning, Social Science.
PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA SD NEGERI 3 TAMBLANG KELAS V ., Ni Made Wiardi; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3640

Abstract

Penelitian ini dilakukan melihat kurangnya pemanfaatan media pembelajaran dan fasilitas sekolah oleh guru serta hasil belajar IPS yang masih di bawah KMM di kelas V SD Negeri 3 Tamblang. Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan rancang bangun media presentasi pembelajaran; 2) mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan media presentasi pembelajaran; dan mengetahui efektivitas penggunaan media presentasi pembelajaran IPS untuk siswa Kelas V SD Negeri 3 Tamblang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan mengacu pada model ASSURE. Untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan media dilaksanakannya uji ahli isi mata pelajaran, ahli desain, ahli media, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Sedangkan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media menggunakan pretest dan postest. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi 97,14% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain 93,33%berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 87,05% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 94,81% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 94,41% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 89,35% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 11,91. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih dari harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara sebelum dan sesudah menggunakan media presentasi pembelajaran yaitu rata-rata sebelum menggunakan media (62,59) lebih rendah dibandingkan sesudah menggunakan media (76,17). Kata Kunci : Kata kunci: media pembelajaran, IPS, hasil belajar This research was conducted in order to check the lack of instructional media and school's facilities utilization by the teacher, also the learning outcomes of IPS which was below of minimum completeness criteria in 5th grade of SD Negeri 3 Tamblang. The aims of the research were: 1) to describe instructional media blueprint; 2) to describe the quality of the instructional media development; and 3) to know the effectiveness of IPS instructional presentation media usage for 5th Grade student of SD Negeri 5 Tamblang. This research type was research and development, that referred to ASSURE model. Expert judgement of instructional content, design, and media, also individual, small group, and field testing was conducted by using questionnaire in order to know the quality result of instructional presentation media. In order to know the effectiveness of media usage, pretest and posttest were administered. Obtained data were analyzed by using qualitative descriptive, quantitative descriptive analysis, and inferential statistical analysis. Instructional content evaluation result is 97.14%, in very good qualification. Design evaluation result is 93.3%, in very good qualification. Media evaluation result is 87.05%, in good qualification.Individual testing result is 94.81%, in very good qualification. Small group testing result is 94.41%, in very good qualification. Field testing result is 89.35%, in good qualification. Manual calculation of learning outcome obtained t count=11.91. T table value with significance 5% is 2.000. So, t count value is higher than t table, that makes H0 is refused and H1 is accepted. It can be concluded that there is significant different of IPS learning outcome before and after using instructional presentation media which the mean before using media (62.59) is lower than after using media (76.17). keyword : Keywords: instructional media, IPS, learning outcome
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS FLASH MATA PELAJARAN PKn KELAS VI SD ., Ni Made Mas Yoni Pradesa; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3641

Abstract

Masalah yang ditemukan di SD Negeri 2 Seririt yakni masih rendahnya hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas VI dan belum adanya pemanfaatan media dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk menghasilkan dan mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa dan mampu memberikan daya tarik sekaligus meningkatkan minat belajar serta prestasi siswa disekolah, 2) Untuk mengetahui kualifikasi haasil Pengembangan Media Pembelajaran CD Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran PKn Kelas VI semester Genap di SD Negeri 2 Seririt tahun pelajaran 2013/2014 dilihat dari hasil kegiatan validasi oleh ahli isi bidang studi, ahli desain pembelajaran, ahli mata pelajaran, uji perorangan dan uji kelompok kecil. Model penelitian ini adalah penelitian pengembangan produk analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation (ADDIE). Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan angket atau kuisioner yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskrip kualitatif dan kuantitatif. Subjek uji coba terdiri dari dari seorang ahli isi mata pelajaran PKn, ahli media pembelajaran, ahli desain pembelajaran, tikga orang siswa untuk uji perorangan serta duabelas orang siswa untuk uji kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan (1) uji ahli isi mata pelajaran PKn berada pada kualifikasi sangat baik (presentase = 93%), (2) uji ahli media pembelajaran berada pada klisifikasi baik (presentase = 82%), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik (presentase = 80%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (presentase = 90%), (5) uji kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik (presentase 90%). Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, PKn The problems that found in SD Negeri 2 Seririt were still found the lowest of Citizenship Education learning outcomes of sixth grade students and the lack of use of media in teaching. This study aims 1) to produce and develop interactive multimedia-based learning media on subjects Citizenship Education in accordance with needed and the characteristics’ of students and are able to provide traction while increase students' interest in learning and achievement in school. 2) To determine the result of Instructional Media Development qualification Interactive Multimedia CD on sixth grade Civics lesson in elementary School in the 2 semester Seririt in academic year 2013/2014 it can be seen from the results of the validation activities who fielded by expert content of study, the instructional of design expert, expert instructional media, test and test individual small in groups. The model of this research is the development of products Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The data about the development of product quality are collected by questionnaire or the questionnaires were then analyzed by using descriptive analysis of qualitative and quantitative. The test of subject consists of an expert of subject content Civics, instructional media specialists, instructional design experts, three students for individual trials and twelve students to test into small groups. This results showed (1) test expert subject matter content Civics are in excellent qualifications (percentage = 93%), (2) test instructional media specialists are in good qualification (percentage = 82%), (3) instructional design experts are testing on either qualification (percentage = 80%), (4) individual trials are in excellent qualifications (percentage = 90%), (5) a small group of test are in excellent qualifications (percentage = 90%).keyword : development, interactive multimedia, Civic Subject
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN IPS TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 1 TEGALLALANG ., I Made Sukerata; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3714

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan sebuah multimedia pembelajaran untuk siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS Terpadu. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu mulai dari mendeskripsikan rancang bangun multimedia pembelajaran, mendeskripsikan kualitas pengembangan multimedia pembelajaran dan mendeskripsikan efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran. Dalam penelitian pengembangan ini munggunakan model pengembangan perangkat pembelajaran 4-D (define, design, develop, disseminate). Penelitian pengembangan ini diawali dengan pengumpulan data, kemudian menyusun desain multimedia yang berupa storyboard dan diaplikasikan di program flash. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII C di SMP N 1 Tegallalang. Data kevalidan uji ahli isi, ahli media ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan data hasil belajar siswa diperoleh dengan metode tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penilaian dari ahli isi sebesar 94,54% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil penilaian dari ahli media sebesar 88,34% berada pada kualifikasi baik. Hasil penilaian ahli desain sebesar 89,09% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 88,48 % berada pada kualifikasi baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 85,14% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 83,64% berada pada baik. Untuk mengetahui efektivitas produk, dilakukanlah penghitungan hasil belajar secara manual, dan diperoleh hasil t hitung sebesar 10,2. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS Terpadu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran. Kata Kunci : multimedia pembelajaran, IPS terpadu, dan hasil belajar This research was conducted with aims as to develop an instructional media for VII graders in IPS Terpadu subject. The research was completed by describing these following phases, such as: the blueprint, the quality and the effectiveness. In this Research and Development, 4D instructional material developmental (define, design, develop, disseminate) model was used. This Research and Development was started with data collecting, and then constructed multimedia design prototype (storyboard) which would be applied in Flash program. This research involved class VII C graders of SMP N 1 Tegallalang. Validation data of instructional content expert, media expert, design expert, individual testing, small group testing, and field testing was obtained by using questionnaire and student learning outcomes by using test. Those obtained data was analyzed with qualitative descriptive, quantitative descriptive, and inferential descriptive. Instructional content expert judgment is 94.54% indicates excellent qualification. Media expert judgment is 88.34% indicates good qualification. Design expert judgment is 89.09% indicates good qualification. Individual testing is 88.48% indicates good qualification. Small group testing is 85.14% indicates good qualification. Field testing is 83.64% indicates good qualification. In order to know its effectiveness, learning outcomes manual counting was conducted, and obtained tcount=10.2. ttable with significance 5% value is 2.000. Therefore tcount is higher than ttable that makes H0 was rejected and accept H1. As conclusion, there is significance different of IPS Terpadu learning outcomes before and after using the instructional multimedia.keyword : Instructional multimedia, IPS terpadu, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI SMP NEGERI 4 NEGARA ., I Gede Agus Setiawan; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3769

Abstract

Permasalahan yang melandasi penelitian ini adalah rendahnya minat siswa untuk mengikuti pelajaran yang dialami oleh siswa kelas VII D di SMP Negeri 4 Negara dalam mengikuti proses pembelajaran ilmu pengetahuan alam karena terbatasnya media yang mampu memvisualisasikan materi pelajaran khususnya materi Pemanasan Global dan Ekosistem. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang layak pakai, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan model 4D (Define, Design, Develop, Desseminate). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, metode kuesioner dan metode tes yang dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan (1) uji ahli isi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berada pada kualifikasi sangat baik (93,3%), (2) uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi baik (88.8%), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (92%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (91,4%) (5) uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik (92,6%) dan (6) uji coba lapangan berada pada kualikasi sangat baik (91,1%). Disimpulkan bahwa dalam penelitian ini telah menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA khususnya materi pemanasan global dan ekosistem yang layak pakai serta sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa di SMP Negeri 4 Negara.Kata Kunci : Pengembangan, multimedia interaktif, mata pelajaran IPA. The problem underlying this study is low interest of students to follow lessons experienced by the students of class VII D at SMP Negeri 4 Negara in the learning process follows the natural sciences because of the limited medium that is able to visualize the subject matter especially Global Warming and Ecosystem material. Therefore, this research aims to produce a multimedia interactive learning subjects of Natural Science (IPA) which is suitable to be used, in accordance with the needs and characteristics of students. The method used in this research is the development of research methods 4D models (Define, Design, Develop, Desseminate). Data collection method used is the method of recording documents, questionnaires and test methods are analyzed with descriptive analysis of qualitative, quantitative and inferential statistics. The results showed (1) test expert subject matter content of Natural Science (IPA) are in excellent qualifications (93.3%), (2) test instructional media specialists are in good qualifications (88.8%), (3) test experts instructional design are in excellent qualifications (92%), (4) individual trials are in excellent qualifications (91.4%) (5) small group trials are in excellent qualifications (92.6%) and (6 ) field trials are in very good qualifications (91.1%). It was concluded that in this study has produced a multimedia interactive learning in science subjects, especially global warming and ecosystem material proper use and in accordance with the needs and characteristics of students at SMP Negeri 4 Negara.keyword : Development, multimedia interactive, natural science.
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS EDMODO PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Gede Suriadhi; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3795

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam upaya mengembangkan media pembelajaran e-learning berbasis Edmodo untuk siswa SMP. Tujuan dalam penelitian ini, yaitu merancang pembelajaran e-learning berbasis Edmodo mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan e-learning berbasis Edmodo pada mata pelajaran IPA untuk siswa SMP; dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan e-learning berbasis Edmodo terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA untuk siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII.13 dan VIII.14 SMP Negeri 2 Singaraja. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 93% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 92,7% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 90,44% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 22,87. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 1,992. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan e-learning berbasis Edmodo. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (89,03) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (58,26).Kata Kunci : pengembangan, e-learning, edmodo, IPA This research was conducted in an effort to develop Edmodo-based e-learning instructional media for junior high school students. Operationally these goals is elaborated in three stages of work phase, i.e. to design Edmodo-based e-learning instructional media, to describe the quality of the development of e-learning Edmodo based on teaching IPA to junior high school students; and to describe the effectiveness of Edmodo-based e-learning instructional media usage based on student learning outcomes in teaching IPA for junior high school students. This type of research is the Research and Development, using ADDIE development model. This research involved VIII.13 and VIII.14 grade students of SMP Negeri 2 Singaraja. Testing validity data of media experts, content experts, expert design, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed with descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of the expert evaluation of the content was 90% at the excellent qualification. The result of the expert evaluation of media was 92% at the excellent qualification. The result of the expert evaluation of design was 92% at the excellent qualification. An individual test result was 93% at the excellent qualification. The test result of small groups was 92.7% at a good qualification. The result of field tests was 90.44% at good qualification. Manual counting of learning outcomes obtained t count value was 21.95. Value of t table with 5% significance is 1.992. So the price of t is greater than the price of t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences IPA student learning outcomes between before and after the use of Edmodo-based e-learning instructional media. The mean value after using the media (90.25) was higher than before using the media (58.26).keyword : development, e-learning, edmodo, IPA