cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 78 Documents clear
EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP ZONA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 ., I Made Dicky Satya Narayana; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan efektifitas konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap diameter zona hambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, (2) Konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experimental research). Perbedaan konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10%, 20%, 30% dan 40% dan 0% (kontrol). Efek perlakuan ini adalah dengan adanya zona hambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Rancangan dasar yang dipergunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bakteri Staphylococcus aureus dari stok kultur Laboratorium Mikrobiologi yang dibiakan kembali pada media NB (Nutrient Broth), sedangkan sampelnya adalah bakteri Staphylococcus aureus dengan diberi perlakuan ekstrak kulit buah naga merah pada konsentrasi yang berbeda. Selain itu, dilakukan juga Uji MIC (Minimum Inhibitor Concentration), dan Uji Koefisien Fenol sebagai data penunjang. Hasil penelitian ini adalah: (1) Ada perbedaan zona hambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 akibat pemberian ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan konsentrasi yang berbeda. berdasarkan dari hasil uji hipotesis bahwa angka signifikansi, 0.000 < 0.05 dan Fhitung (48,786) > Ftabel (2,87). 2) Konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang paling efektif dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus pada penelitian ini adalah konsentrasi 40%.Kata Kunci : Efektivitas, Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus), Konsentrasi, Zona Hambatan The purposes of this research are to find out: (1) The difference of concentration effectivity from dragon fruit’s (Hylocereus polyrhizus) peel extract on the diameter growth zone of Staphylococcus aureus ATCC 25923, (2) The concentration of dragon fruit’s (Hylocereus polyrhizus) peel extract was most effective in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus ATCC 25923. This research are used true experimental research. Different concentrations dragon fruit’s (Hylocereus polyrhizus) peel extract are used in this research by 10%, 20%, 30%, 40% and 0% (control). The effect of the treatment was the inhibition of Staphylococcus aureus growth in the form of the average diameter of the inhibition zone. The basic design of this research is used Completely Randomized Design (RAL). The population of this research was all Staphylococcus aureus bacteria from the stock culture in Microbiology Laboratory which growth on NB (Nutrient Broth) medium, while the sample was Staphylococcus aureus bacteria that given dragon fruit’s (Hylocereus polyrhizus) peel exctract in different concentration. MIC test (Minimum Inhibitor Concentration) and Phenol Coefficient test were also used as supporting data. The results of the research are: (1) There were growth difference of Staphylococcus aureus ATCC 25923 bacteria due to the dragon fruit’s (Hylocereus polyrhizus) peel extract with different concentration based on hypothesis test with significance number, 0.000 Ftable (2.87), (2) The concentration of dragon fruit’s (Hylocereus polyrhizus) peel extract which is most effective in inhibiting Staphylococcus aureus bacteria is 40% concentration.keyword : Effectiveness, dragon fruit’s (Hylocereus polyrhizus) peel, Concentration, Inhibition Zone
Analisis Diversitas Spesies Tumbuhan Simbol Tubuh (Tri Angga) Masyarakat Bali Majapahit pada Tri Mandala di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ., Ni Wayan Ning Sujati; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di ruang Tri Mandala (2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di ruang Tri Mandala (3) pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di seluruh area Desa Lokapaksa. Parameter yang diukur pada aspek abiotic yaitu tekstur tanah, pH tanah, bahan organik tanah, kelengasan tanah, suhu, kelembaban, intensitas cahaya sedangkan komponen biotic meliputi dan ruang terbuka hijau. Culture dalam penelitian ini meliputi parameter; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. Teknik pengambilan sampel dilakukan metode kuadrat dan sistematik sampling. Ukuran dan jumlah kuadrat disesuaikan dengan luas area pada ruang Tri Mandala sedangkan culture dilakukan dengan pemberian kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Spesies tumbuhan simbol tubuh yang ditemukan pada Tri Mandala adalah 16 (35,5%) spesies tumbuhan dari total keseluruhan tumbuhan yaitu 65 spesies. Spesies tumbuhan simbol tubuh di Uttama Mandala sebanyak 15 spesies tumbuhan, Madya Mandala sebanyak 51 spesies tumbuhan, dan di Nista Mandala terdapat 12 spesies tumbuhan, (2) Seluruh spesies tumbuhan simbol tubuh di desa termasuk kategori indeks keanekaragaman yang tinggi, (3) Pola distribusi dari ke-16 spesies tumbuhan simbol tubuh memiliki tipe pola distribusi mengelompok, acak, dan teratur.Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh, Bali Majapahit, Tri Mandala, Desa Lokapaksa The purpose of this research is to know (1) plant species of body symbol in Tri Mandala room (2) index of plant species diversity of body symbol in Tri Mandala space (3) distribution pattern of plant species of body symbol in Tri Mandala room at community. The type of research conducted is explorative research. The population in this study is all species of plant symbols of the body that exist throughout the Village Lokapaksa. Parameters measured in the abiotic aspects of soil texture, soil pH, soil organic matter, soil moisture, temperature, humidity, light intensity while biotic components include and green open space. Culture in this study includes parameters; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation and (5) relational orientation. The sampling technique is done by quadratic and systematic sampling method. The size and quantity of squares are adjusted to the area of Tri Mandala space while culture is done by giving questionnaires and interviews. Data were analyzed in ecological and descriptive statistics. The results showed (1) Plant species of body symbols found in Tri Mandala were 16 (35.5%) plant species of the total plant total of 65 species. Species of plant body symbol in Uttama Mandala as many as 15 species of plants, Madya Mandala as many as 51 species of plants, and in Nista Mandala there are 12 species of plants, (2) All species of plant body symbols in the village including high diversity index categories, (3) of the 16 species of plant body symbols have the type of distribution patterns are clumped, random, and regular.keyword : Symbol Body Plant, Bali Majapahit, Tri Mandala, Lokapaksa Village
VARIASI CAMPURAN EKSTRAK BONGGOL PISANG (Musa paradisiaca) DAN AIR KELAPA (Cocos nucifera) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) ., I PT RISCA JANURIADI; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi campuran ekstrak bonggol pisang (Musa paradisiaca) dan air kelapa (Cocos nucifera) mengakibatkan perbedaan pertumbuhan di lihat dari berat basah, berat kering, dan lebar daun tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan rancangan randomized pre and post test control group design. Sampel penelitian yaitu tanaman sawi berjumlah 80 tanaman. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukan pemberian variasi campuran ekstrak bonggol pisang dan air kelapa mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman sawi secara signifikan dari berat basah, berat kering, maupun lebar daun. Perbandingan 1:1 paling efektif meningkatkan pertumbuhan, karena perbandingan tersebut terjadi peningkatan berat basah secara bermakna sebesar 249,66%, berat kering secara bermakna sebesar 166,67%, serta lebar daun secara bermakna sebesar 55,94%. Simpulannya yaitu adanya peningkatan pertumbuhan tanaman sawi berdasarkan berat basah, berat kering, dan lebar daunnya setelah diberikan variasi campuran ekstrak bonggol pisang dan air kelapa.Kata Kunci : berat basah, berat kering, ekstrak, bonggol pisang, pertumbuhan This study aims to determine variations in the mixture extract banana weevil (Musa paradisiaca) and coconut (Cocos nucifera) resulted in growth differentials in view of the wet weight, dry weight, and width of leaf mustard (Brassica juncea L.). This study is a randomized true experimental design with pre and posttest control group design. The research sample is mustard plants totaling 80 plants. Data were analyzed with the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test. The results showed a variation Award extract mixture of banana and coconut water weevil cause differences mustard plant growth significantly from the wet weight, dry weight, and width of leaves. A ratio of 1:1 of the most effective boost growth, because the ratio of wet weight increased significantly by 249.66%, dry weight significantly by 166.67%, as well as leaf width significantly by 55.94%. The conclusion that the mustard plant growth enhancement by wet weight, dry weight, and width of leaves after a given variation extract mixture of banana and coconut water weevil.keyword : wet weight, dry weight, extract, banana weevil, growth
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENGHASIL ANTIBIOTIKA DARI TANAH TAMAN NASIONAL BALI BARAT ., IRQAMI RACHMA DWI D; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah koloni bakteri penghasil antibiotika dan (2) genus bakteri penghasil antibiotika dari tanah di zona rimba dan zona budaya religi sejarah Taman Nasional Bali Barat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif dengan menjelaskan hasil jumlah koloni dan genus penghasil antibiotika dengan perbedaan kedalaman 5cm, 10cm, dan 15cm. Uji yang dilakukan dengan uji makroskopik, uji mikroskopik, uji biokimia, dan uji aktivitas dengan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian (1) jumlah koloni bakteri penghasil antibiotika di zona rimba sebesar 4,2 x 109/ ml serta zona budaya religi sejarah sebesar 3,5 x 109/ ml, dan (2) genus bakteri penghasil antibiotika adalah Bacillus dan Streptomyces dari zona rimba dan zona budaya religi sejarah Taman Nasional Bali Barat. Kata Kunci : Antibiotika, Bacillus, Ekosistem, Streptomyces This study to determine (1) the number of colonies of antibiotic-producing bacteria and (2) the genera of antibiotic-producing bacteria from the soil in the jungle zone and the cultural history zone of West Bali National Park. The type of research used is descriptive research by describing the results of the number of colonies and genera producing antibiotics with different depths of 5cm, 10cm, and 15cm. Test performed by macroscopic test, microscopic test, biochemical test, and activity test with Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Research result (1) the number of colonies of antibiotic-producing bacteria in the jungle zone of 4,2 x 109/ ml and the cultural history zone of 3,5 x 109/ ml, and (2) the genera of antibiotic-producing bacteria is Bacillus and Streptomyces from the jungle zone and cultural history zone of West Bali National Park.keyword : Antibiotic, Bacillus, Ecosystem, Streptomyces
KAJIAN PEMANFAATAN TUMBUHAN LANGKA DI HUTAN ALAS KEDATON BERBASIS SOSIAL BUDAYA DESA KUKUH MARGA TABANAN ., I Gede Andy Wira Sanjaya; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Spesies tumbuhan langka yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, (2) Cara pemanfaatan spesies tumbuhan langka berbasis sosial budaya, (3) Produk pemanfaatan dari spesies tumbuhan langka dan (4) Konservasi hutan adat yang berorientasi sosial budaya masyarakat setempat. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Hutan DTW Alas Kedaton Tabanan. Populasi dalam penelitian ini yaitu spesies tumbuhan yang terdapat di hutan DTW Alas Kedaton dan masyarakat setempat. Sampel dalam penelitian ini adalah spesies tumbuhan yang terdapat di hutan DTW Alas Kedaton yang tercakup oleh kuadrat dengan luas 20x20 m, sejumlah 55 kuadrat. Sampel untuk sosial budaya masyarakat setempat meliputi, komponen masyarakat sejumlah 30 orang. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuadrat. Pengambilan data sosial budaya masyarakat mengenai pemanfaatan tumbuhan langka dan konservasi hutan adat menggunakan metode wawancara dan kuisioner. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Ada sebanyak 56 spesies tumbuhan secara umum, dengan jumlah spesies tumbuhan langka bermanfaat sebanyak 40 spesies (71,5%). Pemanfaatan tumbuhan langka digunakan untuk bahan pangan (16,6%), papan (27,2%), obat (7,6%), industri (12,2%), rumah tangga (10,6%), upacara agama (21,2%) dan budaya (4,6%). Bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tersebut meliputi batang (40,9,%), daun (21,2%), buah (21,2%), biji (3,1%), bunga (3,1%), ranting (4,5%), kulit batang (4,5%) dan akar (1,5%). (2) Cara pemanfaatan tumbuhan langka oleh masyarakat setempat memiliki berbagai macam cara yang berbasis sosial budaya dengan teknik tradisional. (3) Produk pemanfaatan tumbuhan langka, diantaranya, olahan buah, bahan bangunan, kerajinan, pewarna makanan alami, bahan upakara/banten dan obat tradisional. (4) Konservasi hutan adat dilakukan dengan cara menerapkan konservasi partisipatif, kearifan lokal (sosial budaya), aspek agama dan kerpercayaan.Kata Kunci : Pemanfaatan Tumbuhan Langka, Sosial Budaya, Konservasi, Hutan Alas Kedaton The purpose of this research is to know (1) Rare plant species that can be utilized by the society, (2) How to use rare plant species based social-culture, (3) Product utilization of rare plant species and (4) Indigenous forest conservation oriented to social-culture of the local society. This type of research is exploratory research. The location of this research is conducted in DTW Alas Kedaton forest Tabanan. The population in this research is a species of plant in the forest DTW Alas Kedaton and local society. The sample in this research is a plant species in the forest DTW Alas Kedaton covered quadratic with an area of 20x20 m, a number of 55 quadratic. Samples for the social-culture of the society comprise a 30-person society component. The method in this research is the quadratic method. The collection of socio-cultural data on the utilization of rare plants and indigenous forest conservation using interviews and questionnaire methods. Data is analyzed descriptively. The results of this research show (1) There are a number of 56 species plants in general, with the number of rare plant species benefical 40 species (71.5%). The utilization of rare plant used for foodstuffs (16.6%), boards (27.2%), traditional medicine (7.6%), industry (12.2%), households (10.6%), religious ceremonies (21.2%) and culture (4.6%). Parts of plants that are utilized for these needs include stem (40.9,%), leaf (21.2%), fruit (21.2%), seed (3.1%), flower (3.1%), twig (4.5%), bark (4.5%) and roots (1.5%). (2) How to use rare plants by the local community has a variety of ways that are based on social-culture with traditional techniques. (3) The Product utilization of rare plant, among others, processed fruit, building materials, crafts, natural food coloring, material upakara/banten and traditional medicine. (4) The conservation of indigenous forests is carried out by implementing participatory conservation, local wisdom (socio-cultural), religious aspects and religious beliefs.keyword : The Utilization of Rare Plants, Socio-Cultural, Conservation, Alas Kedaton Forest
CARA ANGKAT DAN ANGKUT YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., NI KADEK EWIK ERAYATI; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan pematung; dan (b) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan keluhan muskuloskeletal pematung. Melalui penelitian ekperimental lapangan dengan rancangan randomized pre and posttest group design dinilai: (a) kelelahan pematung dengan kuesioner 30 item of rating scale of general fatique yang sudah valid dan reliabel; dan (b) keluhan muskuloskeletal dengan kuesioner Nordic Body Map yang sudah valid dan reliabel. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel yang dipilih secara multistage random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 47,10 % dan keluhan muskuloskeletal sebesar 38,74 % antara sebelum dan sesudah kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung.Kata Kunci : cara angkat dan angkut, kelelahan, dan keluhan muskuloskeletal This research aims to: (a) know non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue of sculptor; and (b) know non-physiological lifting and transporting methods can increase musculoskeletal complaints of sculptor. Through a field experimental research with randomized pre and posttest group design assessed: (a) fatigue of sculptor with questionnaire 30 items of rating of scale of general fatigue which have been valid and reliable; and (b) musculoskeletal complaints with a valid and reliable Nordic Body Map questionnaire. Data collection was done before and after working on 22 samples hosen by multistage random sampling. The data obtained were analyzed by paired t test at 5 % significance level. The results showed: an increase in fatigue of 47.10 % and musculoskeletal complaints of 38.74 % between before and after working. Thus it can be concluded that non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue and musculoskeletal complaints of sculptor.keyword : lifting and transporting methods, fatigue, and musculoskeletal complaints
PEMBERIAN VARIASI EKSTRAK KASAR DAUN PAITAN (Tithonia diversifolia) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex vishnui ., Putu Desy Natalistiani; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si.,; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar daun paitan (Tithonia diversifolia) mengakibatkan perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui, (2) Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak kasar daun paitan terhadap mortalitas larva nyamuk Culex vishnui. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan randomized posttest only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 larva instar III Culex vishnui untuk setiap perlakuan. Variasi konsentrasi dalam penelitian ini adalah 0%, 15%, 30%, 45%, dan 60% dengan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukan bahwa pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar daun paitan mengakibatkan perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui. Konsentrasi ekstrak kasar daun paitan yang paling efektif adalah konsentrasi 15% karena pada konsentrasi tersebut sudah menunjukan adanya mortalitas pada larva Culex vishnui sebesar 20%. Konsentrasi ekstrak 60% menghasilkan rerata mortalitas yang paling tinggi yaitu sebesar 94%. Berdasarkan hasil analisis probit, diketahui bahwa nilai Lethal Concentration 50 (LC50) pada penelitian ini adalah 34,02%. Simpulannya adalah pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar daun paitan mengakibatkan perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui.Kata Kunci : Ekstrak Kasar, Daun Paitan, Mortalitas, Culex vishnui The purpose of this study was to find out: (1) the addition of various concentrations of mexican sunflower (tithonia diversifolia) leaves crude extract inflict the difference of mortality of culex vishnui larvae, (2) Lethal Concentration 50 (LC50) of Mexican sunflower leaves extract on mortality of Culex vishnui larvae. This type of research is an true experimental study with randomized posttest only control group design. The sample used in this research is 50 3rd instar larvae of Culex vishnui for each treatment. The various concentration in this study were 0%, 15%, 30%, 45%, and 60% with 5 replications. The data obtained were analyzed using Kruskal-Wallis statistic test at 5% significance level. The results of the analysis showed that the addition of various concentrations of mexican sunflower (tithonia diversifolia) leaves crude extract inflict the difference of mortality of culex vishnui larvae. The most effective concentration of mexican sunflower leaves extract is 15% because at that concentration has shown mortality of Culex vishnui larvae by 20%. The extract concentration of 60% resulted the highest mortality rate by 94%. Based on the results of probit analysis, it is known that the value of Lethal Concentration 50 (LC50) in this study is 34.02%. The conclusion is the addition of various concentrations of mexican sunflower (tithonia diversifolia) leaves crude extract inflict the difference of mortality of culex vishnui larvae.keyword : Crude Extract, Mexican Sunflower Leaves, Mortality, Culex vishnui
Variasi Pemberian Konsentrasi Ekstrak Kasar Bunga Tahi Kotok (Tagetes erecta Linn.) Terhadap Mortalitas Kutu Putih Betina (Paracoccus marginatus) ., Azizah Nurmala; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si.,; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahi kotok (Tagetes erecta Linn.) merupakan tanaman perdu yang memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat dijadikan sebagai pestisida alami. Kutu putih (Paracoccus marginatus) merupakan hama yang menyerang beberapa jenis komoditas tanaman. Kutu putih termasuk hama polifag, hama polifag merupakan hama yang mempunyai banyak jenis tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada perbedaan mortalitas kutu putih akibat variasi pemberian konsentrasi ekstrak kasar bunga tahi kotok. (2) nilai Lethal Concentration (LC50) ekstrak kasar bunga tahi kotok yang efektif terhadap mortalitas kutu putih. Jenis penelitian menggunakan eksperimen sungguhan dengan rancangan penelitian The randomized post-test only control group design, menggunakan lima perlakuan, yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% ekstrak kasar bunga tahi kotok, dengan sebanyak lima replikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Ada perbedaan mortalitas kutu putih akibat variasi pemberian konsentrasi ekstrak kasar bunga tahi kotok dengan nilai signifikansi 0,0001. (2) Nilai LC50 pada ekstrak kasar bunga tahi kotok terhadap mortalitas nimfa instar III kutu putih adalah konsentrasi 7,286%.Kata Kunci : bunga tahi kotok (Tagetes erecta), kutu putih (Paracoccus marginatus), dan mortalitas. Marigold (Tagetes erecta Linn.) is a herbaceous plant which has many benefits, one of which can be used as a natural. Mealybug (Paracoccus marginatus) is a pest that attacks several kinds of crops. Mealybugs including polifag pests, pest polifag is a pest that has many types of host plants. This research aims to determine: (1) there are difference in mortality rates due to variation of mealybugs concentration of crude extract of marigold flower. (2) the value of Lethal Concentration (LC50) of crude extract of marigold flower are effective against mealybugs mortality. This type of research using real experiment with the design of the study The randomized post-test only control group design, using five treatments, ie 0%, 5%, 10%, 15% and 20% of crude extract of marigold flower, with five replication. The results of this study were (1) There was a difference of mealybugs mortality due to variation of concentration of crude extract of marigold flower with significant value 0.0001. (2) The value of LC50 on crude extract marigolds on mortality of third instar nymph mortality mealybug is a concentration of 7.286%.keyword : marigold flower (Tagetes erecta), mealybug (Paracoccus marginatus), and mortality.
IDENTIFIKASI DAN MEKANISME PENGENDALIAN SERANGGA (Insecta) HAMA TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis) DI DESA KINTAMANI, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI ., Kadek Tirta Yasa; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) famili serangga yang ditemukan pada tanaman jeruk siam, dan (2) mekanisme pengendalian serangga tanaman jeruk siam. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksploratif. Populasi pada penelitian ini serangga bersifat hama. Sampel penelitian ini serangga yang ditangkap menggunakan light trap dan jala serangga sebagai hama. Pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara dengan 10 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) famili serangga yang ditemukan yaitu: Rhagionidae, Bibionidae, Tipulidae, Chloropidae, Cecidomyiidae, Tephritidae, Muscidae, Asilidae, Gryllidae, Tettigoniidae, Noctuidae, Geometridae, Gelechiidae, Pieridae, Braconidae, Pyrrhocoridae, Coccinelidae, Libellulidae. (2) Mekanisme pengendalian serangga sebagai hama pada tanaman jeruk, berdasarkan hasil wawancara yaitu, 10 orang melakukan mekanisme pengendalian serangga hama dengan melakukan penyemprotan insektisida kimia. Kata Kunci : Identifikasi serangga, pengendalian hama, jeruk siam This research aims to know the: (1) the family of insects found on Citrus plant of siam, and (2) the mechanism of insect control citrus plant of siam. To achieve the goal of the research is done using a qualitative approach to the kind of exploratory research. The population of this research on insects are pests. The sample of this research captured insects use light trap nets and insect as a pest. Data collection is done in observation and interviews with 10 people. The data obtained were analyzed are descriptive. The results of this research are (1) the family of insects that are found are: Rhagionidae, Bibionidae, Tipulidae, Chloropidae, Cecidomyiidae, Tephritidae, Asilidae, Muscidae, Gryllidae, Tettigoniidae, Geometridae, Noctuidae, Gelechiidae, Pieris, Braconidae, Pyrrhocoridae, Coccinelidae, Libellulidae. (2) a mechanism for controlling insect pests on crops as citrus, based on the results of the interview, 10 people do the mechanisms controlling insect pests with chemical spraying insecticide conduct.keyword : Identification of insects, pest control, siam citrus.
PEMANFAATAN DAUN MINDI (Melia azedarach L.) PADA BERAT DAN LAMA WAKTU DEKOMPOSISI BERBEDA SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GUMITIR (Tagetes erecta L.) ., I Gede Ria Mahendra; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pemberian daun mindi dengan berat yang berbeda sebagai media tanam meningkatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). (2) Pemberian daun mindi dengan lama waktu dekomposisi yang berbeda sebagai media tanam meningkatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). (3) Kombinasi antara pemberian berat daun mindi dengan lama waktu dekomposisi yang berbeda sebagai media tanam meningkatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experimental research). Sampel yang digunakan adalah tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) dengan ciri morfologi yang sama yaitu dengan tinggi 5 cm. Penelitian ini menggunakan 3 pengulangan dengan 20 perlakuan. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Anava dua arah (Anava Two Way) dengan rancangan desain faktorial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) akibat pemberian berat daun mindi. Perlakuan pada berat 75 gr menghasilkan berat rata-rata tertinggi. (2) Tidak ada perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) akibat pemberian lama waktu dekomposisi daun mindi. (3) Tidak ada perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) akibat pemberian kombinasi lama waktu dekomposisi dan berat daun mindi. Kata Kunci : Pertumbuhan optimal, Limbah daun mindi, Konsentrasi, Masa dekomposisi This research aimed to find out: (1) The provision of mindi leaves with different weights as planting media increases the difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.). (2) The provision of mindi leaves with a long time different decomposition as a medium of planting increases the difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.). (3) The combination of heavy delivery of mindi leaves with a long time different decomposition as a medium of planting increases the difference in the growth of Gumitir plant (Tagetes erecta L.). This research is a real experimental research. The sample is the Gumitir (Tagetes erecta L.) plant with the same morphological characteristic of 5 cm. This study used 3 repetitions with 20 treatments. The Data was analyzed using a two-way Anava two Way statistical test with factorial design. The results of this study show that: (1) There were differences in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.) due to the heavy administration of mindi leaves. The treatment at weight 75 gr produces the highest average weight. (2) There was difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.) due to the prolonged administration of mindi leaf decomposition. (3) There was difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.) due to the combination of long-time decomposition and heavy leaf mindi.keyword : optimal growth, waste of mindi leaves, concentration, period of decomposition