cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 82 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2017)" : 82 Documents clear
PEMBERIAN VARIASI EKSTRAK KASAR DAUN PAITAN (Tithonia diversifolia) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex vishnui Putu Desy Natalistiani .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si., .; Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar daun paitan (Tithonia diversifolia) mengakibatkan perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui, (2) Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak kasar daun paitan terhadap mortalitas larva nyamuk Culex vishnui. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan randomized posttest only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 larva instar III Culex vishnui untuk setiap perlakuan. Variasi konsentrasi dalam penelitian ini adalah 0%, 15%, 30%, 45%, dan 60% dengan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukan bahwa pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar daun paitan mengakibatkan perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui. Konsentrasi ekstrak kasar daun paitan yang paling efektif adalah konsentrasi 15% karena pada konsentrasi tersebut sudah menunjukan adanya mortalitas pada larva Culex vishnui sebesar 20%. Konsentrasi ekstrak 60% menghasilkan rerata mortalitas yang paling tinggi yaitu sebesar 94%. Berdasarkan hasil analisis probit, diketahui bahwa nilai Lethal Concentration 50 (LC50) pada penelitian ini adalah 34,02%. Simpulannya adalah pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar daun paitan mengakibatkan perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui.Kata Kunci : Ekstrak Kasar, Daun Paitan, Mortalitas, Culex vishnui The purpose of this study was to find out: (1) the addition of various concentrations of mexican sunflower (tithonia diversifolia) leaves crude extract inflict the difference of mortality of culex vishnui larvae, (2) Lethal Concentration 50 (LC50) of Mexican sunflower leaves extract on mortality of Culex vishnui larvae. This type of research is an true experimental study with randomized posttest only control group design. The sample used in this research is 50 3rd instar larvae of Culex vishnui for each treatment. The various concentration in this study were 0%, 15%, 30%, 45%, and 60% with 5 replications. The data obtained were analyzed using Kruskal-Wallis statistic test at 5% significance level. The results of the analysis showed that the addition of various concentrations of mexican sunflower (tithonia diversifolia) leaves crude extract inflict the difference of mortality of culex vishnui larvae. The most effective concentration of mexican sunflower leaves extract is 15% because at that concentration has shown mortality of Culex vishnui larvae by 20%. The extract concentration of 60% resulted the highest mortality rate by 94%. Based on the results of probit analysis, it is known that the value of Lethal Concentration 50 (LC50) in this study is 34.02%. The conclusion is the addition of various concentrations of mexican sunflower (tithonia diversifolia) leaves crude extract inflict the difference of mortality of culex vishnui larvae.keyword : Crude Extract, Mexican Sunflower Leaves, Mortality, Culex vishnui
PEMBERIAN KOMBINASI BIOURINE SAPI DAN KOMPOS CAIR KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata) MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM PETIK (Amaranthus sp.) Ni Luh Seri Eka Desi Susanti .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemberian biourin sapi mengakibatkan perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.) (2) pemberian kompos cair kulit pisang kapok (Musa acuminata) mengakibatkan perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.) (3) pemberian kombinasi biourin sapi dan kompos cair kulit pisang kapok (Musa acuminata) mengakibatkan perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan (true experimental). Dengan rancangan factorial 3 x 3 sampel yang digunakan adalah tanaman bayam petik (Amaranthus sp.) dengan ciri morfologi yang sama yaitu dengan tinggi 6 cm dan jumlah daun 3 s.d 4 helai. Data dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan uji lanjut Mann Whitney taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan yang signifikan pada peningkatan pertumbuhan tanaman bayam petik akibat pemberian biourin sapi (p
HUBUNGAN MASA PENANGKARAN DENGAN POWER STROKE TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) SAAT PELEPASAN DI SITUS KONSERVASI PENYU PANTAI PENIMBANGAN SINGARAJA Ni Luh Gita Cahyani .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc. .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penangkaran di Situs Konservasi Penyu Pantai Penimbangan Singaraja dan untuk mengetahui hubungan masa penangkaran dengan power stroke tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 6 ekor tukik untuk setiap waktu pengamatan dari seluruh populasi tukik yang menetas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengamatan yang dilakukan melalui pengamatan dan penghitungan secara langsung terhadap power stroke tukik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menghitung rata-rata power stroke per 30 detik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rerata power stroke tukik pada minggu I dan minggu II selama masa penangkaran. Beda frekuensi power stroke untuk sarang nomor 14 di minggu I dan minggu II mencapai 26,59%. Rerata power stroke menurun dari 178 kali di minggu pertama menjadi 131 kali di minggu kedua. Beda frekuensi power stroke untuk sarang nomor 15 di minggu pertama dan minggu kedua mencapai 26,31%. Rerata power stroke menurun dari 177 kali di minggu pertama menjadi 131 kali di minggu kedua. Penurunan power stroke selama masa penangkaran dikarenakan kandungan yolk pada tukik berkurang di setiap minggunya. Sementara pada pengamatan tingkah laku (pergerakan flipper depan), selama bergerak tukik cenderung menggunakan flipper depan karena flipper depan memang difungsikan untuk membantu pergerakan tukik. Sementara flipper belakang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan atau sebagai kendali.Kata Kunci : masa penangkaran, power stroke, penyu lekang, Pantai Penimbangan. The aims of this research are to determine the condition of turtle conservation site at Penimbangan beach Singaraja and to know the correlation of captive period with power stroke turtles (Lepidochelys olivacea). Sample in this research is taken as many as 6 turtles for every time observation from all population of hatchling turtle. The method used in this study is observation and direct counting of power stroke. Data collection techniques performed by calculating the average power stroke per 30 seconds. The data of the research were analyzed using descriptive analysis. The results showed that there was an average difference between power stroke in one week and two weeks during captive period. The power stroke frequency difference for nest number 14 in one week and two weeks reaches 26.59%. The average power stroke decreased from 178 times in the first week to 131 times in the second week. Different frequency of power stroke for nest number 15 in first week and second week reached 26.31%. The average power stroke decreased from 177 times in the first week to 131 times in the second week. Decreased power stroke during the captivity due to the yolk content in the hatchling is reduced in every week. While in the observation of behavior (movement of the front flipper), during the move the hatchling tend to use the front flipper because the front flipper is enabled to help the movement of hatchling. While the rear flipper serves as a balance regulator or as a control.keyword : captive period, power stroke, olive ridley turtle, Penimbangan beach.
KARAKTERISTIK BIOFISIKOKIMIA HABITAT PENELURAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI SITUS KONSERVASI PENYU PANTAI PENIMBANGAN, KOTA SINGARAJA Mairista Oshi Damadi Putu .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc. .; I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan karakteristik biofisikokimia habitat peneluran penyu lekang di Pantai Penimbangan Kota Singaraja, dan (2) mengetahui hubungan antara masing-masing parameter yang mempengaruhi penyu lekang betina untuk melakukan peneluran di pantai ini. Subjek dalam penelitian ini yaitu habitat peneluran penyu lekang di sepanjang daerah supratidal dan intertidal Pantai Penimbangan. Objek penelitian adalah unsur parameter pengukuran sebagai penentu karakteristik biofisikokimia habitat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode observasi dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi habitat pendaratan yang disukai penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Penimbangan untuk mendarat memiliki kemiringan 12,35°, panjang pantai 383 m dengan rata-rata lebar supratidal 17,20 m, intertidal 27,45 m dan lebar total 44,65 m dengan suhu perairan berkisar 28,070C, suhu substrat pasir 28,420C serta rerata pH pasir 7,73. Jenis substrat Pantai Penimbangan tergolong kategori pasir kasar sebesar 97,77 % (pasir 97,83%, debu 1,08% dan lempung 1,09%). Terdapat jenis vegetasi mendominasi Pantai Penimbangan adalah Terminalia catappa yang memiliki INP tertinggi sehingga disukai penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Hubungan parameter jenis pasir dengan peneluran dan keberhasilan penetasan lebih erat dibandingkan dengan parameter klimatologi maupun parameter pantai sehingga jenis substrat pasir mempengaruhi induk penyu lekang melakukan peneluran. Telur yang berhasil menetas sebanyak 1449 butir, walaupun terdapat aktivitas antropogenik di sekitar pantai yang tinggi, namun penyu lekang tetap melakukan peneluran. Daerah yang paling potensial bagi lokasi peneluran di Pantai Penimbangan adalah Stasiun II.Kata Kunci : Karakteristik Biofisikokimia Habitat Peneluran, Pantai Penimbangan, Penyu Lekang The aims of this research were (1) to determine the biophysichemistry characteristics of turtle laying habitats in Penimbangan beach Singaraja City and (2) to know the correlation between each of the parameters affecting female turtles for laying on the beach. The subjects in this research are turtle laying habitat turtle along supratidal and intertidal area Penimbangan beach. The object of research is the measurement parameter element as the determinant of habitat biophysichemistry characteristic. This research was perfomed by qualitative approach through observation and documentation method which analyzed by descriptive analysis. Result of this research shows that the preferred landing habitat conditions of turtles (Lepidochelys olivacea) have sloping beaches of slope is 12,35°, 383 m coastal length with the wide average of 17,20 m, an intertidal of 27,45 m and a total width of 44,65 m with sea temperature of 28,070C, substrate temperature of 28,420C and sand pH of 7,73. Substrate types of Penimbangan beach is belong to categorized as coarse sand of 97,77% (97,83% of sand, 1,08% of dust and 1,09% of clay). There is a type of vegetation dominating Penimbangan beach is Terminalia catappa which has the highest INP so favored by olive ridley turtles (Lepidochelys olivacea). The correlation of sand type parameters with laying and hatching eggs are closer than climatological and coastal parameters, so the type of sand substrate affected the female turtle to laying. The hatchling as much 1449 eggs, although there is high anthropogenic activity around the beach, but olive ridley turtles continue to laying. The most potential area for laying locations at Penimbangan beach is Station II.keyword : Biophysichemistry Characteristic, Laying Habitat, Penimbangan Beach, Olive Ridley Turtles.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP JUMLAH KOLONI BAKTERI PLAK GIGI Ni Putu Ayu Meita Kurniawati .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni bakteri pada plak gigi setelah pemberian ekstrak daun sirsak. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan adalah random posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah polikultur bakteri plak gigi, sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 yaitu polikultur yang telah dibiakkan pada Nutrient Agar. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Perbedaan konsentrasi ekstrak daun sirsak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10%, 20%, 30%, dan 0% (kontrol). Hasil penelitian ini menunjukkan dengan uji statistik menggunakan ANAVA satu arah diperoleh angka signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) sehingga dengan kata lain bahwa ada perbedaan jumlah koloni bakteri plak gigi setelah diberikan ekstrak kasar daun sirsak (Anonna muricata L.) Kata Kunci : Ekstrak Daun Sirsak (Anonna muricata L.). The purpose of this research were to know differences of bacterial colonies growth in dental plaque after giving treatment with crude extract of soursop leaf with different concentrations. This type of research was true experimental, with random posttest-only control group design. Population in this research was polyculture of dental plaque bacteria, and number of samples were used in this research were 24 which is grown in Nutrient Agar media. Data were analyzed using one way ANOVA statistic test. The results of this research showed that statistically using one-way ANOVA obtained a significance number less than 0.05 (p
Analisis Diversitas Spesies Tumbuhan Simbol Tubuh (Tri Angga) Masyarakat Bali Majapahit pada Tri Mandala di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng Ni Wayan Ning Sujati .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14548

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di ruang Tri Mandala (2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di ruang Tri Mandala (3) pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di seluruh area Desa Lokapaksa. Parameter yang diukur pada aspek abiotic yaitu tekstur tanah, pH tanah, bahan organik tanah, kelengasan tanah, suhu, kelembaban, intensitas cahaya sedangkan komponen biotic meliputi dan ruang terbuka hijau. Culture dalam penelitian ini meliputi parameter; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. Teknik pengambilan sampel dilakukan metode kuadrat dan sistematik sampling. Ukuran dan jumlah kuadrat disesuaikan dengan luas area pada ruang Tri Mandala sedangkan culture dilakukan dengan pemberian kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Spesies tumbuhan simbol tubuh yang ditemukan pada Tri Mandala adalah 16 (35,5%) spesies tumbuhan dari total keseluruhan tumbuhan yaitu 65 spesies. Spesies tumbuhan simbol tubuh di Uttama Mandala sebanyak 15 spesies tumbuhan, Madya Mandala sebanyak 51 spesies tumbuhan, dan di Nista Mandala terdapat 12 spesies tumbuhan, (2) Seluruh spesies tumbuhan simbol tubuh di desa termasuk kategori indeks keanekaragaman yang tinggi, (3) Pola distribusi dari ke-16 spesies tumbuhan simbol tubuh memiliki tipe pola distribusi mengelompok, acak, dan teratur.Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh, Bali Majapahit, Tri Mandala, Desa Lokapaksa The purpose of this research is to know (1) plant species of body symbol in Tri Mandala room (2) index of plant species diversity of body symbol in Tri Mandala space (3) distribution pattern of plant species of body symbol in Tri Mandala room at community. The type of research conducted is explorative research. The population in this study is all species of plant symbols of the body that exist throughout the Village Lokapaksa. Parameters measured in the abiotic aspects of soil texture, soil pH, soil organic matter, soil moisture, temperature, humidity, light intensity while biotic components include and green open space. Culture in this study includes parameters; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation and (5) relational orientation. The sampling technique is done by quadratic and systematic sampling method. The size and quantity of squares are adjusted to the area of Tri Mandala space while culture is done by giving questionnaires and interviews. Data were analyzed in ecological and descriptive statistics. The results showed (1) Plant species of body symbols found in Tri Mandala were 16 (35.5%) plant species of the total plant total of 65 species. Species of plant body symbol in Uttama Mandala as many as 15 species of plants, Madya Mandala as many as 51 species of plants, and in Nista Mandala there are 12 species of plants, (2) All species of plant body symbols in the village including high diversity index categories, (3) of the 16 species of plant body symbols have the type of distribution patterns are clumped, random, and regular.keyword : Symbol Body Plant, Bali Majapahit, Tri Mandala, Lokapaksa Village
KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL DAUN CEREMAI (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) DAPAT MEMPERCEPAT PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN Ib Dimas Mahendra Wijaya .; Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pemberian ekstrak daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) mengakibatkan perbedaan kecepatan penyembuhan luka bakar pada mencit (Mus musculus) (2) mengetahui konsentrasi yang paling efektif menyembuhkan luka bakar pada mencit (Mus musculus) jantan. Penelitian ini berupa true experiment dengan rancangan randomized post test only control group design. Sampel dalam penelitian ini berupa 6 ekor mencit. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak etanol daun ceremai berturut-turut 1%, 3%, 5%, dan 7%. Data dianalisis dengan uji statistik, Kruskal Wallis dengan taraf signifikansi 5% dan uji lanjut Mann – Whitney. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun ceremai mengakibatkan perbedaan kecepatan penyembuhan luka bakar setelah diberikan variasi konsentrasi 1%, 3%, 5%, dan 7%. Konsentrasi yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar adalah 1% karena merupakan konsentrasi paling kecil yang memiliki nilai berbeda nyata dengan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun ceremai dapat mempercepat proses penyembuhan luka bakar.Kata Kunci : Daun Ceremai, Luka Bakar, Penyembuhan Luka The aim of this research is (1) to know the giving of etahnol otaheitei gooseberry leaf extract (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) differences in healing rates time of burn on male mice (2) to know the most effective concentration in curing burn on male mice. This research is a true experiment with randomized post test only control group design. The sample of this research are 6 mice. The samples were divided into 5 groups: 1 control group and 4 treatment group with concentration of ceremai leaves were 1%, 3%, 5%, and 7%, respectively. The data were analyzed by statistic test, Kruskal Wallis with significance level of 5% and followed by Mann - Whitney test. The results showed that ethanol leaf extract of otaheitei gooseberry differences in healing rates of burns after given variations in concentrations of 1%, 3%, 5%, and 7%. The most effective concentration in burn wound healing is 1% because it is the smallest concentration that has significantly different values with the control group. Thus it can be concluded that giving ceremai leaf extraction can accelerate the healing process of burns.keyword : Otaheitei gooseberry leaves, Burn injury, Healing process
KARAKTERISTIK DAN KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN IN-SITU PADA LAHAN KERING DI DUSUN MUNTI GUNUNG, DESA TIANYAR BARAT, KECAMATAN KUBU, KABUPATEN KARANGASEM ILA ATTHYKHUL ISLAM .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi spesies tumbuhan pada lahan kering di Dusun Munti Gunung; (2) karakteristik spesies tumbuhan in-situ yang menyusun lahan kering di Dusun Munti Gunung; dan (3) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan pada lahan kering di Dusun Munti Gunung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan di kawasan Dusun Munti Gunung. Sampel dalam penelitian ini adalah tumbuhan yang tercoveroleh kuadrat pada masing-masing stasiun penelitian. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode kuadrat, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) komposisi spesies tumbuhan di kawasan Dusun Munti Gunung terdiri atas 44 spesies tumbuhan dari yang tersebar di tiga zona, yaitu: 27 spesies tumbuhan yang ada pada Zona I (62-79 mdpl), 23 spesies tumbuhan yang ada pada Zona II (144-193 mdpl), dan 28 spesies tumbuhan yang ada pada Zona III (259-599mdpl); (2) dari 44 spesies yang ditemukan di Dusun Munti Gunung, terdapat 14 spesies tumbuhan in-situ yang terdiri dari 12 famili yang ditemukan pada seluruh zona di Kawasan Dusun Munti Gunung. Spesies yang menjadi karakteristik pada keseluruhan zona adalah spesies Anacardium occidentale (38.42%), Borassus flabellifer (29.86%), Azadirachta indica (18.71%), Tectona grandis (17.86%), dan Leucaena leucocephala(17.12%). Kelima jenis tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan yang menjadi karakteristik dari tumbuhan lahan kering. Dari kelima spesies tumbuhan tersebut, dua diantaranya merupakan spesies in-situ, spesies tersebut diantaranya Borassus flabellifer dan Azadirachta indica. Sedangkan tiga spesies lainnya yakni Anacardium occidentale, Tectona grandis, dan Leucaena leucocephala adalah spesies ex-situ; dan (3) nilai rata-rata indeks keanekaragaman spesies pada penelitian yang dilakukan di kawasan Dusun Munti Gunung secara keseluruhan sebesar 2.17 dengan kategori sedang. Kata Kunci : Kata-kata kunci: karakteristik spesies, keanekaragaman spesies, lahan kering, tumbuhan in-situ This research purposes were to know: (1) composition of plant species on arid land in Dusun Munti Gunung; (2) characteristic of plant species in-situ that compose arid land in Munti Gunung Hamlet; and (3) diversity index of plant specieses on arid land in Dusun Munti Gunung. This type of research was explorative. The population in this research was all of the tree specieses in Dusun Munti Gunung area. The samples in this research were plants covered by squares at each station. The method was used in data collection is quadratic method, interview, and literature study. The results of the research shows that: (1) the composition of tree species in Munti Gunung Hamlet consisted of 44 tree specieses from three zones, that is: 27 species of tree in Zone I (62-79 mdpl), 23 specieses of tree present in Zone II (144-193 mdpl), and 28 specieses of tree present in Zone III (259-599 mdpl). (2) from 44 specieses found in Dusun Munti Gunung, there are 14 specieses of in-situ plant consisting of 12 families found in all zones in Munti Gunung Hamlet area. The species characteristic of the entire zone areAnacardium occidentale species (38.42%), Borassus flabellifer (29.86%), Azadirachta indica (18.71%), Tectona grandis (17.86%), and Leucaena leucocephala (17.12%). Those five types of tree, there are plants that are characteristic of arid land. Among the five species of the plant, two of them are in-situ species, including Borassus flabellifer and Azadirachta indica. The other three species, Anacardium occidentale, Tectona grandis, and Leucaena leucocephala are ex-situ specieses; and (3) the average value of index diversity of species generally is 2.17 that is categorized as medium.keyword : Keywords: species characteristic, species diversity, arid land, plant species in-situ
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LKS INKUIRI BERBASIS PERTANYAAN (LKS INSITA) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA NILUH PUTU PUTRI P D .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14562

Abstract

Pengetahuan dan keterampilan proses sains sangat penting di kelas IPA. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui penggunaan LKS INSITA terhadap pemahamn konsep dan (2) mengetahui penggunaan LKS Insita terhadap keterampilan proses sains. Jenis peneilitian yang digunakan adalah Pra-Eksperimental dengan rancangan penelitian yaitu One Shot Case Study. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha. Sampel diambil dengan teknik sampling sederhana. Data pemahaman konsep dengan bentuk tes objektif dan keterampilan proses sains dengan bentuk tes kinerja. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik (One sampel t-test). Hasil penelitian menyebutkan bahwa (1) penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap pemahaman konsep diperoleh nilai p=0,001 berarti penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap pemahaman konsep efektif, dan (2) penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap keterampilan proses sains diperoleh nilai p=0,001 berarti penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap keterampilan proses sains efektifKata Kunci : keterampilan proses sains, pemahaman konsep. Knowledge and science process skills are important in the science classroom. The purpose of this research were (1) to know the effectiveness of using question-based inquiry worksheet to the conceptual comprehension and (2) to know the effectiveness of using question-based inquiry worksheet to science process skill, The type of this research was Pre-Experimental with One Shot Case Study research design. The population that used was all of VII class students Junior High School Undiksha Laboratory. Samples were taken with a simple sampling technique. Data of the conceptual comprehension with an objective test form and science process skills with a performance test form. Data were analyzed by using descriptive analysis and statistical test (One sample t-test). The results of this research showed that (1) using question-based inquiry worksheet to the conceptual comprehension obtained value p = 0.001 that means using using question-based inquiry worksheet to the conceptual comprehension was effective, and (2) using question-based inquiry worksheet to the science-process skills obtained value p = 0.001 using question-based inquiry worksheet to the science-process skills was effective.keyword : conceptual, science process skills, student worksheet.
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ECHINODERMATA SERTA FAKTOR-FAKTOR EKOLOGI YANG MEMPENGARUHINYA DI PANTAI GEGER, SAWANGAN, BADUNG Ni Kadek Mita Purnama Yanti .; Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis Echinodermata, keanekaragaman dan kemelimpahan Echinodermata serta faktor-faktor ekologi yang mempengaruhi kehidupan Echinodermata di pantai Geger, Sawangan, Badung. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Echinodermata yang hidup di Pantai Geger. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Echinodermata yang tercakup pada 15 kuadrat yang diletakkan di Pantai Geger. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif dengan rancangan penelitian survei lapangan (field study) dan penelitian laboratorium. Metode pengumpulan data keanekaragaman dan kemelimpahan Echinodermata yaitu menggunakan metode observasi dengan memasang line transect. Sedangkan metode pengumpulan data terhadap faktor-faktor ekologi yang mempengaruhi kehidupan Echinodermata yaitu menggunakan metode pengukuran dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Komposisi jenis Echinodermata yang hidup di pantai Geger yaitu sebanyak 19 spesies dengan jumlah total sebanyak 238 individu. (2) Indeks keanekaragaman spesies Echinodermata yang hidup di pantai Geger sebesar 2,56 dengan kategori sedang; Indeks kekayaan spesies sebesar 3,29 dengan kategori rendah; Indeks kemerataan spesies sebesar 0,87 dengan kategori tinggi dan Indeks dominansi spesies sebesar 0,10 dengan kategori tinggi. (3) Kemelimpahan relatif spesies Echinodermata tertinggi diperoleh sebesar 19,33 dari spesies Echinometra mathaei, sedangkan kemelimpahan terendah diperoleh sebesar 0,84 dari spesies Actinopyga echinites. Kepadatan spesies tertinggi yaitu Echinometra mathaei sebesar 3,06 Ind/m2, sedangkan kepadatan spesies terendah yaitu Actinopyga echinites sebesar 0,13 Ind/m2. (4) Faktor-faktor ekologi yang mempengaruhi kehidupan Echinodermata di Pantai Geger yaitu sumber makanan, suhu, pH, salinitas dan kadar oksigen terlarut.Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Kepadatan, Echinodermata, Pantai Geger This study aims are to determine the composition of species Echinodermata, diversity and abundance of Echinodermata and ecological factors that affecting at the Geger Beach, Sawangan, Badung. Population in this research that is all Echinodermata species that live at Geger Beach. The sample in this research is all Echinodermata covered in 15 squares placed at Geger Beach, Sawangan, Badung. This type of study is a descriptive explorative research using field survey and laboratory research. Method of collecting data on diversity and abundance of Echinodermata is using observation method by installing line transect. While the method of collecting data on ecological factors affecting the life of Echinodermata is using measurement method and literature study. The results of this study show (1) Echinodermata type composition identified throughout the squares at Geger Beach as many as 19 species with the total amount as many as 238 individuals. (2) The index of diversity of Echinodermata species that live at Geger Beach of 2.56 it is the medium category; The index species richness of 3.29 is in the low category; The index species evenness of 0.87 is in the high category and the index dominance of species of 0.10 is in the high category. (3) The relative abundance of the highest Echinodermata species is obtained by 19.33 from species Echinometra mathaei, while the lowest abundance is obtained by 0.84 from species Actinopyga echinites. The highest species density is Echinometra mathaei of 3.06 Ind/m2, whereas the lowest density of the species is Actinopyga echinites of 0.13 Ind/m2. (4) Ecological factors affecting the life of Echinodermata at the Geger Beach, Sawangan, Badung are food sources, temperature, pH, salinity and dissolved oxygen. keyword : diversity, abundance, density, Echinodermata, Geger Beach