cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 82 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2017)" : 82 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN PERSEPSI PENCEGAHAN TERHADAP DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA PEJENG KANGIN KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR Dewa Putu Surya d .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.18502

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui pengetahuan masyarakat tentang penyakit demam berdarah dengue di Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring. (2) Mengetahui persepsi pencegahan terhadap penyakit demam berdarah dengue yang dilakukan masyarakat di Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring (3) Mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan persepsi pencegahan terhadap penyakit demam berdarah dengue. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan rancangan korelasi bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang terdapat di delapan banjar yang ada di Desa Pejeng Kangin, Kec. Tampaksiring, Kab. Gianyar. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh sebanyak 120 sampel. Data penelitian didapat melalui tes pengetahuan dan kuesioner persepsi masyarakat. Teknik analisis data dilakukan dengan uji deskriptif, dan uji statistik dengan uji korelasi Product Moment Pearson pada taraf signifikansi 5% (α=0,05). Hasil penelitian menyatakan (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan persepsi pencegahan terhadap penyakit demam berdarah dengue. Nilai korelasi sebesar 0,390 menunjukkan hubungan antar variabel yang bersifat searah sehingga diperoleh nilai r=0,390 dan nilai p=0,0001. (2) Rerata skor pengetahuan masyarakat adalah 20,38 dan termasuk dalam kategori sedang. (3) Rerata skor persepsi pencegahan terhadap penyakit DBD adalah 93,33 dan termasuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan persepsi pencegahan terhadap demam berdarah dengue. Kata Kunci : Pengetahuan, Persepsi, Demam Berdarah Dengue This research aimed to (1) Knowing people's knowledge about dengue hemorrhagic fever in Pejeng Kangin Village, Tampaksiring District. (2) Knowing the perception of prevention of dengue hemorrhagic fever carried out by the community in Pejeng Kangin Village, Tampaksiring District (3) Knowing the relationship between community knowledge and the perception of prevention of dengue fever. The correlational research was the type of research that used in this research, with draft correlation bivariate. The population in this research was the entire patriarch of 8 sub villages in Pejeng Kangin village, Tampaksiring District, Gianyar Regency. The sampling techniques that used in this research was purposing sampling, which categorized based on criteria of inclusion and exclusion, therefore 120 samples were obtain. The research data obtained through knowledge test and questionnaire of community perception. The data analysis techniques are carried out by descriptive test and statistic test with Product Moment Person correlation test in 5% (α = 0,05) significant level. The results of the study stated (1) There is a significant relationship between community knowledge and the perception of prevention of dengue hemorrhagic fever. The correlation value of 0.390 shows the relationship between variables that are unidirectional so that the value of r = 0.390 and the value p = 0.0001 are obtained. (2) The average scored of community knowledge was 20,38 and categorized in the medium category. (3) The average scored in preventive perception of Dengue Fever disease was 93,33 and categorized in good category. Based on that analysis can conclude there was a significant correlation between community knowledge with preventive perception of Dengue Fever. keyword : Community Knowledge, Perception, Dengue Hemorrhagic Fever
PEMETAAN DAN PENYUSUNAN ENSIKLOPEDIA TUMBUHAN OBAT DI HUTAN WISATA MONKEY FOREST UBUD GIANYAR I Made Ada Wiguna .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.18531

Abstract

Tumbuhan obat adalah suatu jenis tumbuhan atau tanaman yang sebagian atau seluruh bagian tanaman berkhasiat menghilangkan atau menyembuhkan suatu penyakit dan keluhan rasa sakit pada bagian atau bagian tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta sebaran spesies tumbuhan tumbuhan obat yang ada di Hutan Wisata Monkey Forest Ubud dan mengetahui pola ensiklopedia tumbuhan obat yang ada di Hutan Wisata Monkey Forest Ubud. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksploratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat. Populasi untuk pemetaan tumbuhan pada penelitian ini adalah seluruh batas wilayah Monkey Forest dan semua populasi tumbuhan obat yang di Hutan Wisata Monkey Forest Ubud. Data penelitian di analisis secara dekriptif. Hasil dari penelitian ini adaalah (1) Jumlah spesies tumbuhan secara keseluruhan 58 spesies yang termasuk kedalam 28 familia. spesies tumbuhan obat yang ada di Hutan Wisata Monkey Forest Ubud sebanyak 25 spesies yang termasuk kedalam 13 samilia. (2) Secara keseluruhan ditemukan 15 spesies tumbuhan obat yang memeiliki pola sebaran mengelompok dan acak pada wilayah Hutan Wisata Monkey Forest Ubud (2) Pola ensiklopedia yang dikembangkan dalam penelitian adalah buku berisikan nama lokal tumbuhan, nama ilmiah lengkap dengan klasifikasinya, gambar tumbuhan lengkap dengan gambar ilustrasinya, deskripsi dari masing-masing spesies, dan pemanfaatanya sebagai obat tradisional. Kata Kunci : Hutan Wisata Monkey Forest Ubud, Sebaran Spesies, Ensiklopedia Medicinal plants are a type of plant or plant that partially or all parts of plants efficacious eliminate or cure a disease and complaints of pain in the part or part of the human body. This research aims to determine the map of medicinal plants species in Ubud forest Monkey Forest and know the pattern of the Encyclopedia of Medicinal Plants in the Monkey Forest tourism forest Ubud. This type of research includes exploratory research. The method used in this research is the quadratic method. The population for plant mapping in this research is all the boundaries of the Monkey Forest area and all the population of medicinal plants in the Monkey Forest tourism Forest of Ubud. Research Data in Analysis is decryptive. The results of this study have been (1) the total number of plant species in the total of 58 species belonging to 28 families. Species of medicinal plants in Ubud forest Monkey Forest as many as 25 species that belong to 13 Samilia. (2) In total, 15 species of medicinal plants that have a pattern of group distribution and random in the area of Ubud forest Tourism (2) The encyclopedia pattern developed in the study is a book containing the local name of plants, the name Scientifically complete with its classifications, drawings of plants complete with illustrations, descriptions of each species, and the utilization of them as traditional medicine. keyword : Recreation Forest Monkey Forest Ubud, Species Distribution, Encyclopedia
VARIASI LAMA DEKOMPOSISI LIMBAH KULIT BUAH KAKAO DENGAN PENAMBAHAN EFFECTIVE MICROORGANISM 4 SEBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GUMITIR (Tagetes erecta L.) Ni Putu Asrini .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .; Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.18532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) variasi lama dekomposisi limbah kulit buah kakao dengan penambahan effective microorganism 4 sebagai pupuk organik mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.),(2) variasi lama dekomposisi limbah kulit buah kakao dengan penambahan effective microorganism 4 sebagai pupuk organik yang paling baik mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 sampel bibit tanaman gumitir. Jumlah perlakuan terdiri dari 4 perlakuan (0 minggu, 2 minggu, 4 minggu, dan 6 minggu) yang masing - masing perlakuan diulang sebanyak 10 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Anova One Way, dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) variasi lama dekomposisi limbah kulit buah kakao dengan penambahan effective microorganism 4 sebagai pupuk organik dapat mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) dengan presentase kenaikan berat kering dari lama dekomposisi limbah kulit buah kakao 0 minggu ke 6 minggu 54,43 %, (2) variasi lama dekomposisi limbah kulit buah kakao dengan penambahan effective microorganism 4 yang paling baik dapat mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) yaitu dengan lama dekomposisi 6 minggu dengan rerata berat kering 4,28 gr.Kata Kunci : kulit buah kakao, tanaman gumitir The purpose of this research was to know (1) the variation in decomposition duration of cocoa fruit peel waste with the effective microorganism 4 addition as organic fertilizer resulted in differences growth of marigold plants (Tagetes erecta L.), (2) the variation in decomposition duration of cocoa fruit peel waste with the effective microorganism 4 addition as the best organic fertilizer resulted in differences growth of marigold plants (Tagetes erecta L.). Type of this research was real experimental with Completely Randomized Design (CRD). The samples used in this research were 40 samples of marigold seedlings. The number of treatments consisted of 4 treatments namely 0 weeks, 2 weeks, 4 weeks, and 6 weeks, each of which was repeated 10 times. The data obtained were analyzed by using the One Way Anova test, and obtained by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% significance level. The results of this research showed facts (1) the variation in decomposition duration of cocoa fruit peel with the effective microorganism 4 addition as organic fertilizer can make different growth of marigold plants (Tagetes erecta L.) with a percentage increase in dry weight from the decomposition of cocoa fruit peel waste 0 weeks to 6 weeks 54.43 %, (2) the variation in decomposition duration of cocoa fruit peel waste with the effective microorganism 4 addition as the best organic fertilizer can lead to the best difference in growth of marigold plants (Tagetes erecta L.) in this research, namely 6 weeks decomposition with a mean dry weight is 4.28 gr.keyword : cocoa fruit peel, marigold plant
PEMETAAN PENCARAN SPESIES TUMBUHAN BERGUNA DAN FISIOGNOMINYA DI ALAM ASLI DI DESA BALI AGA TENGANAN PEGRINGSINGAN, MANGGIS, KARANGASEM Ni Putu Febri Ardiantari .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.18535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Peta pencaran spesies tumbuhan berguna di alam asli di Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem. 2) Fisiognomi spesies tumbuhan berguna di alam asli di Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini meliputi dua aspek, yaitu aspek ekosistem dan aspek sosiosistem. Aspek ekosistem berupa seluruh spesies tumbuhan yang ada di wilayah kajian Hutan Bukit Kangin Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem. Aspek sosiosistem meliputi seluruh aparat desa, tokoh masyarakat, dan masyaraat umum yang ada di Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan. Sampel dari aspek ekosistem (vegetasi) yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tumbuhan berguna yang ada di Hutan Bukit Kangin Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan yang terbagi kuadrat 1x1 m2, 10x10 m2, dan 20x20 m2 sebanyak 65 kuadrat yang terbagi menjadi tiga zona. Sampel dari sosiosistem (kemasyarakatan) dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan yang meliputi Perangkat Desa, Klian Desa, Balian, Tukang Banten, Tukang Kayu, Pengerajin, dan Masyarakat Umum. Metode pegumpulan data di lapangan menggunakan metode kuadrat dengan teknik samplingnya, yaitu systematic sampling. Untuk mengetahui peta pencaran spesies tumbuhan berguna dilakukan dengan pendataan spesies tumbuhan dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) untuk menentukan letak tumbuhan. Sedangkan untuk fisiognomi spesies tumbuhan berguna menggunakan perhitungan nilai penting dan penggambaran spesies tumbuhan berguna berdasarkan kategori fisiognomi Danserau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Peta pencaran spesies tumbuhan berguna memiliki pola pencaran acak, mengelompok, dan teratur. 2) Fisiognomi spesies tumbuhan berguna terdiri tiga strata dan terdiri dari habitus berupa pohon, perdu, dan herba. Kata Kunci : Peta pencaran, fisiognomi, tumbuhan berguna This research aims to determine 1) Maps of useful plant species in natural origin in Bali Aga Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem Village. 2) Physiognomy of useful plant species in the native realm at Bali Aga Tenganan Pegringsingan Village, Manggis, Karangasem. This type of research is exploration research. The population in this research includes two aspects, namely the ecosystem aspect and the sociosystem aspect. Ecosystem aspects is all plant species in the area of Bukit Kangin Forest, Bali Aga Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem. The sociosystem aspect includes all village officials, community leaders, and the general public in the Bali Aga Tenganan Pegringsingan Village. Samples from ecosystem aspects (vegetation) used in this study include useful plants in Bukit Kangin Forest, Bali Aga Tenganan Pegringsingan Village which are divided into squares of 1x1 m2, 10x10 m2, and 20x20 m2 of 65 squares divided into three zones. The samples from the sociosystem (community) in this study were the villagers of Bali Aga Tenganan Pegringsingan which included Village Devices, Village Clans, Balian, Banten Builders, Carpenters, Craftsmen, and General Communities. Methods of data collection is uses a quadrate method with its sampling technique, namely systematic sampling. To find out the useful map of plant species distribution is done by collecting plant species by using the Global Positioning System (GPS) to determine the location of plants. While for the physiognomy of plant species it is useful to use the calculation of important values and the description of useful plant species based on Danserau's physiognomy category. The results of this study indicate that 1) Map of plant species distribution has a random, clustered, and regular pattern of scattering. 2) Physiognomy of useful plant species consists of three strata and consists of habitus in the form of trees, shrubs, and herbs.keyword : Distribution map, physiognomy, useful plants
ASOSIASI SPESIES TUMBUHAN OBAT INTRA SPESIES DAN INTER SPESIES PADA HUTAN WISATA MONKEY FOREST UBUD GIANYAR Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.18596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe asosiasi spesies tumbuhan inter spesies dengan intra spesies yang ada di wilayah kajian, yang ditinjau dari matriks asosiasi, konstelasi asosiasi, indeks frekuensi keberadaan bersama dan indeks asosiasinya. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksplorasi. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat, dengan teknik pengambilan sampelnya adalah random sampling. Populasinya adalah semua spesies tumbuhan yang ada di areal Hutan Wisata Monkey Forest Ubud, Gianyar. Sedangkan sampelnya adalah spesies tumbuhan obat dan non obat yang terkaver oleh kuadrat. Untuk menentukan tiap pasangan spesies tumbuhan tersebut berasosiasi atau tidak, dilakukan analisis dengan menggunakan uji statistik chi-kuadrat, sedangkan untuk menentukan tipe asosiasinya digunakan perbandingan antara frekuensi observasi (a) dengan frekuensi yang diharapkan E(a). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Dari 510 pasangan spesies tumbuhan yang melibatkan 15 spesies tumbuhan obat pada wilayah kajian dan 27 spesies tumbuhan obat, ditemukan 9 pasangan (1,6%) berasosiasi positif, 201 pasangan (40,1%) berasosiasi negatif dan 300 pasangan (58,3%) tidak berasosiasi. (2) Bentuk matriks dan konstelasi asosiasi untuk 510 pasangan antara spesies tumbuhan intra dan inter spesies pada wilayah kajian, menunjukkan bahwa 9 pasangan (1,6%) berasosiasi positif, 201 pasangan (40,1%) berasosiasi negatif dan 300 pasangan (58,3%) tidak berasosiasi. (3) Nilai indeks frekuensi keberadaan bersama antara spesies tumbuhan inter dan intra spesies pada wilayah kajian relatif rendah yaitu berkisar 0,00-80,00%. (4) Nilai indeks asosiasi spesies dari masing-masing pasangan spesies tumbuhan inter dan intra spesies relatif tinggi yaitu berkisar antara 0,00-91,66%.Kata Kunci : ASSOCIATION OF SPECIES OF INTRA SPECIAL MEDICINES AND INTER SPECIES IN TOURISM FORESTS, MONKEY FOREST, UBUD GIANYAR This research aims to determine the type of inter species association with intra-species in the study area, which is viewed from the association matrix, association constellation, frequency index of joint existence and association index. This type of research is a type of exploration research. The method used is the quadratic method, with the sampling technique being random sampling. The population is all species of plants in the Monkey Forest Tourism Forest area of Ubud, Gianyar. While the sample is a species of medicinal plants and non-drugs which are bound by squares. To determine whether or not each pair of plant species is associated, an analysis is carried out using the chi-square statistic test, whereas to determine the type of association it is used a comparison between the observation frequency (a) and the expected frequency E(a). The results of this study indicate that: (1) Of the 510 pairs of plant species involving 15 species of medicinal plants in the study area and 27 species of medicinal plants, it was found 9 pairs (1.6%) positively associated, 201 pairs (40.1%) associated negative and 300 pairs (58.3%) did not associate. (2) Forms of association matrices and constellations for 510 pairs between intra and inter species plant species in the study area, indicating that 9 pairs (1.6%) were positively associated, 201 pairs (40.1%) were negatively associated and 300 pairs (58 , 3%) do not associate. (3) The frequency index value of the joint existence between inter and intra species plant species in the study area is relatively low, which ranges from 0.00 to 80.00%. (4) The index value of species associations of each pair of inter and intra species plant species is relatively high, ranging from 0.00 to 91.66%. keyword : Monkey Forest, Association, Medicinal Plants, Non-Medicinal Plants.
STUDI TENTANG PEMANFAATAN TUMBUHAN BERGUNA BAGI MASYARAKAT DESA ADAT TENGANAN PEGERINGSINGAN BERORIENTASI SOSIO BUDAYA BALI AGA Ni Made Ayu Pratiwi .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.18597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, manfaat, bagian/organ yang digunakan serta cara pemanfaatan tumbuhan berguna bagi masyarakat setempat yang berorientasi sosio budaya Bali Aga Desa Adat Tenganan Pegeringsingan. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi penelitian eksplorasi (vegetasi) dan sosiosistem (kemasyarakat). Lokasi penelitian bertempat di Desa Adar Tenganan Pegringsingan. Pada aspek ekosistem populasinya berupa seluruh tumbuhan yang terdapat di Bukit Kangin Desa Adat Tenganan Pegeringsingan. Sosiosistem meliputi seluruh aparat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat umum yang ada di Desa Tenganan Pegeringsingan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh tumbuhan yang terkover dalam kuadrat 20x20m2 sebanyak 65 kuadrat. Sampel dari aspek sosiosiste (kemasyarak) dalam penelitian ini adalah aparat desa, tokoh masyarakat, balian, tukang banten, pengerajin dan masyarakat umum yang ada di Desa Tenganan Adat Pegeringsingan. Hasil penelitian ini adalah 1) Terdapat 46 spesies tumbuhan berguna dari 26 familia tumbuhan berguna di Bukit Kangin yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Adat Tenganan Pegeringsingan bersosio budaya Bali Aga; 2) Masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan dalam memanfaatkan tumbuhan berguna digunakan sebagai upacara (35,5%), obat (21,6%), pagan (19,2%), papan (18,9%), sandang (2,4%) dan industri (2,4%); dan 3) Dalam pemanfaatan tumbuhan berguna, masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan mempunyai beberapa metode/cara pemanfaatan yang khusus.Kata Kunci : pemanfaatan, tumbuhan berguna, bali aga This study aimed to find out the types, benefits, parts / organs used and how to use the beneficial plants for the local people who are oriented towards the Bali Agasocio-cultural in Tenganan Pegeringsingan Traditional Village. The research types that conducted in this study include exploration research (vegetation) and sociosystems (community).The research location is located at the Tenganan Pegringsingan Traditional Village. The ecosystem aspect is in the form of all the beneficial plants that found in Bukit Kangin, Tenganan Pegeringsingan Traditional Village. Meanwhile, the sociosistem includes all the village officials, community leaders and the general public in Tenganan Pegeringsingan Village.The sample used in this study was all plants covered in a square of 20x20m2 of 65 squared.Samples from the sociosist aspect (community) in this study were village officials, community leaders, priest, carpenters, craftsmen and the local villager in Tenganan Pegeringsingan Traditional Village.The results of this study are 1) There are 46 species of useful or beneficial plants from 26 useful plant families in Bukit Kangin that are used by the villager in Tenganan Pegeringsingan with a social culture of Bali Aga; 2) The amount of the villager at Tenganan Pegringsingan in utilizing the useful plants are calculated such as used as a ceremony (35.5%), medicine (21.6%), food (19.2%), board (18.9%), clothing (2.4 %) and industry (2.4%);3) In utilizing the useful or the beneficial plants, the villager community of Tenganan Pegringsingan has several specific special utilization methods or technique.keyword : utilization, useful plants, Bali Aga
STUDI TENTANG PEMANFAATAN TUMBUHAN BERGUNA BAGI MASYARAKAT DESA ADAT TENGANAN PEGERINGSINGAN BERORIENTASI SOSIO BUDAYA BALI AGA Ni Made Ayu Pratiwi .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.18598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, manfaat, bagian/organ yang digunakan serta cara pemanfaatan tumbuhan berguna bagi masyarakat setempat yang berorientasi sosio budaya Bali Aga Desa Adat Tenganan Pegeringsingan. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi penelitian eksplorasi (vegetasi) dan sosiosistem (kemasyarakat). Lokasi penelitian bertempat di Desa Adar Tenganan Pegringsingan. Pada aspek ekosistem populasinya berupa seluruh tumbuhan yang terdapat di Bukit Kangin Desa Adat Tenganan Pegeringsingan. Sosiosistem meliputi seluruh aparat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat umum yang ada di Desa Tenganan Pegeringsingan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh tumbuhan yang terkover dalam kuadrat 20x20m2 sebanyak 65 kuadrat. Sampel dari aspek sosiosiste (kemasyarak) dalam penelitian ini adalah aparat desa, tokoh masyarakat, balian, tukang banten, pengerajin dan masyarakat umum yang ada di Desa Tenganan Adat Pegeringsingan. Hasil penelitian ini adalah 1) Terdapat 46 spesies tumbuhan berguna dari 26 familia tumbuhan berguna di Bukit Kangin yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Adat Tenganan Pegeringsingan bersosio budaya Bali Aga; 2) Masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan dalam memanfaatkan tumbuhan berguna digunakan sebagai upacara (35,5%), obat (21,6%), pagan (19,2%), papan (18,9%), sandang (2,4%) dan industri (2,4%); dan 3) Dalam pemanfaatan tumbuhan berguna, masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan mempunyai beberapa metode/cara pemanfaatan yang khusus.Kata Kunci : pemanfaatan, tumbuhan berguna, bali aga This study aimed to find out the types, benefits, parts / organs used and how to use the beneficial plants for the local people who are oriented towards the Bali Agasocio-cultural in Tenganan Pegeringsingan Traditional Village. The research types that conducted in this study include exploration research (vegetation) and sociosystems (community).The research location is located at the Tenganan Pegringsingan Traditional Village. The ecosystem aspect is in the form of all the beneficial plants that found in Bukit Kangin, Tenganan Pegeringsingan Traditional Village. Meanwhile, the sociosistem includes all the village officials, community leaders and the general public in Tenganan Pegeringsingan Village.The sample used in this study was all plants covered in a square of 20x20m2 of 65 squared.Samples from the sociosist aspect (community) in this study were village officials, community leaders, priest, carpenters, craftsmen and the local villager in Tenganan Pegeringsingan Traditional Village.The results of this study are 1) There are 46 species of useful or beneficial plants from 26 useful plant families in Bukit Kangin that are used by the villager in Tenganan Pegeringsingan with a social culture of Bali Aga; 2) The amount of the villager at Tenganan Pegringsingan in utilizing the useful plants are calculated such as used as a ceremony (35.5%), medicine (21.6%), food (19.2%), board (18.9%), clothing (2.4 %) and industry (2.4%);3) In utilizing the useful or the beneficial plants, the villager community of Tenganan Pegringsingan has several specific special utilization methods or technique.keyword : utilization, useful plants, Bali Aga
PEMBERIAN VARIASI KONSENTRASI CAMPURAN GEDEBONG PISANG, SABUT, DAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GEMITIR (Tagetes erecta L.) DENGAN MICROBACTER ALFAAFA-11 SEBAGAI BIOAKTIVATOR I Gede Surya Natha .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .; Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.18599

Abstract

Petani menggunakan pupuk untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, baik pupuk anorganik maupun pupuk organik. Penggunaan pupuk anorganik yang terus meningkat kususnya pupuk urea dan penggunaan secara terus menerus dapat berdampak pada menurunkan bahan organik dalam tanah, struktur tanah, dan pencemaran lingkungan. Pupuk anorganik hanya dapat diproduksi dari pabrik. Berbeda dengan pupuk organik yang dapat dibuat dari limbah seperti sisa-sisa tanaman, limbah hewan, dan limbah dapur. Seperti campuran gedebong pisang, sabut kelapa, dan air kelapa dapat dikombinasikan sebagai bahan dasar pupuk organik cair serta Microbacter Alfafa-11 sebagai bioaktivator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian variasi konsentrasi campuran gedebong pisang, sabut, dan air kelapa sebagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman gemitir (Tagetes erecta L.) dengan Microbacter Alfafa-11 sebagai bioaktivator. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 kelompok perlakuan dengan 8 kali ulangan setiap perlakuan. Dalam hal ini empat (4) kelompok perlakuan variasi konsentrasi campuran tersebut antara lain: 0%, 15%, 20%, dan 25% dalam 100 ml. Perlakuan pada tanaman diberikan setiap minggu selama enam (6) minggu. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata berat kering tanaman gemitir (Tagetes erecta L.) secara berurutan sebagai berikut: 3,05 gr, 6,08 gr, 5,16 gr, dan 6,93 gr. Dilihat dari rerata berat kering, perlakuan variasi konsentrasi campuran gedebong pisang, sabut kelapa, dan air kelapa dengan Microbacter Alfaafa-11 sebagai bioaktivator menyebabkan perbedaan pertumbuhan terhadap tanaman gemiitir (Tagetes erecta L.) dan pertumbuhan yang tertinggi terdapat pada perlakuan campuran dengan konsentrasi 25%.Kata Kunci : Gedebong Pisang, Sabut Kelapa, Air Kelapa, Microbacter Alfafa-11, Tagetes erecta L. Farmers use fertilizers to increase plant growth, both inorganic fertilizers and organic fertilizers. The use of inorganic fertilizers which continues to increase specifically urea fertilizer and continuous use can have an impact on reducing organic matter in soil, soil structure, and environmental pollution. Inorganic fertilizers can only be produced from the factory. Unlike organic fertilizers that can be made from waste such as plant debris, animal waste, and kitchen waste. Such as a mixture of banana stem, coconut coir, and coconut water can be combined as a base for liquid organic fertilizer and Microbacter Alfafa-11 as a bioactivator. This study aims to determine the effect of variations in the concentration of mixed banana stem, coconut coir, and coconut water as liquid organic fertilizer on the growth of gemitir (Tagetes erecta L.) with Microbacter Alfafa-11 as bioactivator. This research method uses a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatment groups with 8 replications of each treatment. In this case, four (4) treatment groups varying the concentration of the mixture, among others: 0%, 15%, 20%, and 25% in 100 ml. Treatment of plants is given every week for six (6) weeks. The results of this study showed the average dry weight of gemitir plants (Tagetes erecta L.) sequentially as follows: 3.05 gr, 6.08 gr, 5.16 gr, and 6.93 gr. Judging from the average dry weight, the treatment of variations in the concentration of mixed banana stem, coconut coir, and coconut water with Microbacter Alfaafa-11 as bioactivator caused differences in the growth of gemiitir (Tagetes erecta L.) and the highest growth was found in the mixture treatment with a concentration of 25% .keyword : Banana Stem, Coconut Coir, Coconut Water, Microbacter Alfafa-11, Tagetes erecta L.
ANALISIS KUALITAS AIR DI PERUMAHAN SEKITAR DAERAH PARIWISATA AIR TERJUN BLEMANTUNG DI DESA PUJUNGAN, TABANAN, BALI YULY SAFNA MEGAWATI .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.18678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). Kualitas air di perumahan sekitar daerah pariwisata Air Terjun Blemantung Desa Pujungan, Tabanan, bali. Di tinjau dari parameter fisika dan kimia. (2). Kualitas air ditinjau dari jumlah total Coliform. Penelitian ini merupakan penelitian ekploriatif dengan populasi penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh air di Perumahan sekitar Pariwisata Air Terjun Blemantung Desa Pujungan, Tabanan, Bali. Dan Sampel dari penelitian ini adalah air dari rumah nomer 5, rumah nomer 7, balai adat dan balai desa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan sistematik sampling. Dalam penelitian ini kegiatan yang dilakukan, yaitu, (1). Pengukuran kualitas air di Lapangan, (2). Pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan, (1). Kualitas air diperumahan sekitar daerah pariwisata Air Terjun sesuai data dengan rerata pH 7,16. DO 8,37 mg/L. BOD1,45 mg/L.Timbal 0,0036 mg/L (2). Rerata Total coliform 4,77/100 ml. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini yakni,(1). Kualitas air di Perumahan sekitar Pariwisata Air Terjun Blemantang Tidak Tercemar. (2). Dengan Total coliform 4,77/100 ml menunjukan air dalam kategori baik dan tidak Tercemar. Kata Kunci : Kata kunci : kualitas air. perumahan, air terjun This study aims to find out: (1). Water quality in housing around the tourism area of Blemantung Waterfall in Pujungan Village, Tabanan, Bali. In terms of physical and chemical parameters. (2). Water quality in terms of the total amount of Coliform. This research is an explorative study with the research population in this study is all water in the housing around Tourism Blemantung Waterfall, Pujungan Village, Tabanan, Bali. And the samples from this study are water from house number 5, house number 7, traditional hall and village hall. Sampling technique using systematic sampling. In this study the activities carried out, namely, (1). Water quality measurement in the field, (2). Taking water samples to be tested in the laboratory. Data were analyzed descriptively. The results of this study show, (1). Water quality at home around the Waterfall tourism area fits the data with a mean pH of 7.16. DO 8.37 mg / L. BOD 1.45 mg / L. Lead 0.0036 mg / L (2). The mean total coliform is 4.77 / 100 ml. The conclusions obtained from this study are, (1). Water quality in housing around tourism Blemantang Waterfall is not polluted. (2). With a total coliform of 4.77 / 100 ml showing water in the good category and not polluted keyword : Keywords: water quality, housing, waterfall
VARIASI KOMPOSISI MEDIA TANAM ARANG SEKAM, TANAH KOMPOS DAN PASIR TERHADAP BERAT KERING TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir var. bangkok) NI MADE DWI RIANI SARASWATI .; Dr. Ir. Ketut Srie Marhaeni Julyasih, M. .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.21574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan berat kering tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok) dengan pemberian variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir., (2) Komposisi media tanam yang paling efektif terhadap berat kering tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok). Penelitian ini menggunkan eksperimen sungguhan (true experimental). Variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol (tanah) M0, 1:1:1 (M1), 1:1:2 (M2), 1:2:1 (M3), 1:2:2 (M4), 2:1:1 (M5), 2:2:1 (M6), 2:1:2 (M7) dengan 3 ulangan. Rancangan dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman kangkung darat yang sudah tumbuh pada saat disemai yang berasal dari satu indukan biji kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok). Sampel yang digunakan adalah tanaman kangkung darat yang telah berumur 7 hari sebanyak 24 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah: (1) Terdapat perbedaan berat kering tanaman kangkung darat setelah diberikan variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir dengan komposisi yang berbeda., 2) Pemberian variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir pada perlakuan M6 yang paling efektif untuk meningkatkan berat kering tanaman kangkung darat. Kata Kunci : arang sekam, tanah kompos, pasir, kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok), berat kering. This study aims to find out: (1) differences in dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok by giving variations in the composition of husk charcoal, compost and sand planting media, (2) the most effective planting media composition for dry weight Ipomoea reptans Poir var. bangkok plant. This research used true experimental. The variations in the composition of the husk charcoal, compost and sand planting media used in this study were control (soil) M0, 1:1:1 (M1), 1:1:2 (M2), 1:2:1 (M3), 1:2:2 (M4), 2:1:1 (M5), 2:2:1 (M6), 2:1:2 (M7) with 3 replication. The basic design used in this study was Complete Random Design (CRD). The sampling technique used in this study was simple random sampling. The population in this study were Ipomoea reptans Poir var. bangkok plants that had been grown at the time of sowing which came from one parent of Ipomoea reptans Poir var. bangkok seeds. The samples used were Ipomoea reptans Poir var. bangkok plants which were 7 days old as many as 24 samples. Data were analyzed using one-way ANOVA and the smallest significant difference (LSD) further test with a significance level of 5%. The results of this study were: (1) there were differences in dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok after a variety of compositions of husk charcoal, compost and sand with different compositions are given., 2) giving variations in the composition of the husk charcoal, compost soil and sand planting media in the M6 treatment with the ratio of composition 2: 2: 1 is the most effective for increase the dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok.keyword : husk charcoal, compost soil, sand, Ipomoea reptans Poir var. bangkok, dry weight.