cover
Contact Name
I Gede Arjana
Contact Email
igede.arjana@undiksha.ac.id
Phone
+6287701436225
Journal Mail Official
jurnalpendidikanfisikaundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha
ISSN : 25992554     EISSN : 25992562     DOI : 10.23887
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of physic education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at physic Education
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016):" : 33 Documents clear
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ., Putu Tirta Utami; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7563

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan LKS berbasis pembelajaran kooperatif Group Investigation untuk meningkatkan hasil belajar. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Sebanyak 36 siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Singaraja, dijadikan sampel uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu pedoman wawancara, pedoman observasi, lembar validasi, angket, dan tes hasil belajar. Penelitian ini menggunakan tiga jenis teknik analisis data yaitu deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan LKS produk pengembangan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil analisis menggunakan uji-t memberikan hasil t hitung (29,148) lebih besar dari nilai t tabel (2,031). Ini menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima. Nilai rata- rata posttest 77,03 dengan standar deviasi 4,25 sedangkan untuk nilai rata-rata pretest 34,24 dengan standar deviasi 8,25. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai pretest dan posttest siswa.Kata Kunci : LKS, pembelajaran kooperatif Group Investigation, hasil belajar This research aimed at producing a cooperative Investigation Group Learning based work sheet to improve the students’learning result. The method used in this research was the research and development method. Thirty six students of class X MIPA 2 of SMA Negeri 4 Singaraja were participated as samples in main field testing. The instruments were the guidelines for the interview, guidelines for the observation, validation, questionnaire, and physics achievement test. This study used three kinds of data analysis, they were descriptive qualitative, descriptive quantitative, and inferensial statistics. The result of study shows that the work sheet (LKS) of development product can improve the students’ achievements. The analysis result using t-test gives a result of the calculated t (29.148) which is bigger than the table t (2.031). This shows that H0 is rejected and H1 is accepted. The average value of post-test is 77.0347 with standard deviation 4.25, while the average value of pre-test is 34.2361 with standard deviation 8,25. It can be said that there are differences in the average value of the students’ result study before and after learning.keyword : LKS, cooperative learning Group Investigation, learning achievement
PENGARUH PENERAPAN MODUL FISIKA BERMUATAN PETA KONSEP PADA PEMBELAJARAN IPA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP ., Kadek Ayu Meilani Wulandari; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menerapkan bahan ajar modul fisika bermuatan peta konsep dengan siswa yang belajar dengan bahan ajar konvensional setelah mengontrol pengetahuan awal siswa. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian posttest only non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Singaraja yang terdiri dari 12 kelas. Instrumen yang digunakan adalah tes pengetahuan awal (r = 0,858) dan tes hasil belajar (r = 0,638). Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan ANAKOVA. Semua pengujian dan hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa pada kelompok belajar dengan menerapkan bahan ajar modul fisika bermuatan peta konsep dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan bahan ajar konvensional (F = 5,012; p
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN ICT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X SMK TI ., Putu Fera Andriyani; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan ICT (MPBMBI) dengan Model Pembelajaran Konvensional (MPK). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest-postest non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMK TI Bali Global Singaraja (N=58 siswa). Sampel diambil menggunakan metode purposive random sampling, sehingga sampel untuk kelas eksperimen adalah kelas X MM dan kelas kontrol adalah kelas X TKJ. Data yang dikumpulkan adalah data pemahaman konsep fisika yang digali dengan tes pilihan ganda diperluas. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t independent sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar menggunakan MPBLI dan siswa yang belajar menggunakan MPK (p = 0,001 < 0,05). MPBLI lebih baik daripada MPK dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa dengan MPBLI = 70,58 (tinggi) dan MPK = 47,88 (sedang).Kata Kunci : Model pembelajaran berbasis masalah, ICT, pemahaman konsep fisika This study aimed at analyzing the differences of physics concepts understanding between the students who learn by using ICT Aided Problem Based Learning Model (MPBMBI) and the students who learn by using Conventional Learning Model (MPK). This research was a quasi-experimental research with pretest-postest non-equivalent control group design. The population of this study were students of class X SMK TI Global Singaraja Bali (N = 58 students). Samples were taken by using method of purposive random sampling. The samples for the experimental class were the class X MM and for the control class were class X TKJ. The collected data were data of physics concepts understanding explored by using extended multiple-choice test. Data analysis used descriptive statistics and t-test independent sample. The results show that there are differences of physics concepts understanding between the students who learn by using MPBMBI and the students who learn by using MPK (p = 0.001
EFEKTIVITAS MODEL KONFLIK KOGNITIF DALAM REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA SMP PADA MATERI TEKANAN ., Ni Kadek Egar Widyarani; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Drs. Slamet Haryadi Suryo Wijoyo
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa, 2) mendeskripsikan perbedaan proporsi remediasi miskonsepsi siswa antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, dan 3) mendeskripsikan retensi miskonsepsi siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pre-testpost-test nonequivalen control group desain. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 62 orang siswa.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji perbedaan proporsi (uji z) dua pihak dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa profil miskonsepsi siswa pada materi tekanan bervariasi dengan rentangan konsepsi berkisar antara tiga sampai tujuh yang menunjukkan bahwa sebelum proses pembelajaran, siswa telah memiliki berbagai konsepsi. Remediasi miskonsepsi untuk kelompok eksperimen sebesar 54% (70% saat pret-test dan 16% saat post-test) sedangkan untuk kelompok kontrol sebesar 26% (73% saat pret-test dan 47% saat post-test), dengan nilai zhitung > zα/2 yaitu 2,80> 1,96. Miskonsepsi siswa masih resisten meskipun telah diterapkan model pembelajaran konflik kognitif.Kata Kunci : miskonsepsi, model konflik kognitif, model pembelajaran konvensional, retensi miskonsepsi. This study aimed at describing 1) the students’profile misconceptions, 2) the differences of students’ misconceptions remediation proportion between the experimental group and the control group, and 3) the students’ misconception retentions. This research was a quasi-experimental research with pre-test post-test nonequivalent control group design. Samples were taken by using simple random sampling which consisted of 62 students. Data were analyzed by using descriptive analysis techniques and two parts proportion difference test (z test) with 5% in significance level. The result shows that the profile of the student misconceptions in the pressure subject matter varies with concept range are about three to seven kinds of conception which indicates that before learning process, the students have different conceptions. Remediation of misconceptions for the experimental group is 54% (70% on pre-test and 16% on post-test), while for the control group is 26% (73% on pre-test and 47% on post-test), with the value of zhitung > zα /2, namely 2.80 > 1.96. The percentage of students’ misconception during a retention test increases after 3 weeks when the treatment was not given. Students’ misconceptions are still resistant although cognitive conflict learning model have been applied.keyword : misconception, cognitive conflict model, conventional learning model, retention of misconception
Strategi Pembelajaran Guru IPA: Relevansinya Ditinjau dari Perspektif Motivasi Belajar, Kemampuan Regulasi Diri, dan Prestasi ., Putu Kirania Andhika Putri; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) strategi pembelajaran guru, motivasi belajar, kemampuan regulasi diri, dan prestasi belajar, dan (2) relevansi strategi pembelajaran guru yang ditinjau dari perspektif motivasi belajar, kemampuan regulasi diri, dan prestasi belajar. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah dua orang guru dan enam orang siswa dari kelas VII-12 dan VII-1 SMP Negeri 2 Singaraja. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi pembelajaran kedua guru IPA untuk komponen perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 dan sudah mengadopsi pendekatan saintifik, serta untuk komponen penilaian pembelajaran kedua guru sudah cukup sesuai dengan Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014, (2) motivasi belajar, kemampuan regulasi diri, dan prestasi belajar siswa untuk setiap kelas cenderung tinggi, dan (3) terdapat relevansi antara strategi pembelajaran guru dengan motivasi belajar, kemampuan regulasi diri, dan prestasi belajar siswa. Kata Kunci : kemampuan regulasi diri, motivasi belajar, prestasi belajar, strategi pembelajaran guru This study aimed at describing (1) the teacher learning strategy, learning motivation, self-regulation abilities, and academic achievement, and (2) the relevance of teachers’ learning strategies viewed from the perspective of motivation to learn, the ability of self-regulation, and learning achievement. This type of research was qualitative descriptive. The subjects were two teachers and six students of class VII-12 and VII-1 of SMP Negeri 2 Singaraja. The research data were collected by using observation, interviews and questionnaires and analyzed qualitative descriptively. The results show that (1) the learning strategy of both science teachers for the planning component and the implementation of learning are in conformity with the Permendikbud No. 103 of 2014 and have adopted the scientific approach, and for the learning assessment components, both teachers have been in accordance with the Permendikbud No. 104 of 2014, ( 2) the learning motivation, the ability of self-regulation, and student achievement for each class tend to be at high category, and (3) there is a relevance between teachers’ learning strategies with the learning motivation, the ability of self-regulation, and the student achievement.keyword : self-regulation abilities, learning motivation, academic achievement, teacher learning strategy,
ANALISIS KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS X MIPA SEBUAH SMA NEGERI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Ni Luh Eka Rusmadewi; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecerdasan emosional, tingkat kesadaran diri, pengelolaan emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan siswa kelas X MIPA SMA Negeri 2 Semarapura. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian survei. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan pedoman wawancara. Subjek pada penelitian ini berjumlah 186 siswa dan jumlah siswa yang diwawancarai adalah 10 orang per dimensi diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data kecerdasan emosional dikumpulkan dengan kuesioner dan wawancara. Data penelitian dianalisis secara deskriptif analitik. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional, tingkat kesadaran diri, tingkat mengelola emosi, tingkat memotivasi diri, tingkat mengenali emosi orang lain, dan tingkat membina hubungan siswa kelas X MIPA SMA Negeri 2 Semarapura berkategori tinggi.Kata Kunci : deskripsi, kecerdasan emosional, siswa. This study aimed at: (1) describing the level of emotional intelligence, (2) describing the level of self-awareness, (3) managing the emotions, motivating oneself, recognizing other students’ emotions, and building the inter class X MIPA students relationships of SMAN 2 Semarapura. The type of this research was descriptive analytic with survey research design. The instrument used of this research was a questionnaire and an interview guide. Subjects in this study consisted of 186 students, and the number of students interviewed was 10 people per-dimensional taken by using purposive sampling technique. Data of motional intelligence were collected by using questionnaires and interviews. Data were analyzed analytic-descriptively. The results obtained show that: (1) the level of emotional intelligence, the level of self-awareness , the level of managing the emotions, motivating their selves , the level of recognizing other students’ emotions, and the degree of inter class X MIPA students relationship of SMAN 2 Semarapura are in high category.keyword : description, emotional intelligence, students.
Strategi Pembelajaran Guru IPA: Relevansinya Ditinjau dari Perspektif Efikasi Diri dan Prestasi Belajar Siswa ., Ni Putu Yuvik Sulistya Dewi; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7619

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan relevansi strategi pembelajaran guru IPA ditinjau dari perspektif efikasi diri dan prestasi belajar siswa. Strategi pembelajaran yang diamati meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yang dilakukan oleh guru IPA di SMP Negeri 6 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Data yang dipaparkan berupa deskripsi nyata temuan peneliti terhadap strategi pembelajaran guru, efikasi diri, dan prestasi belajar siswa. Jumlah guru IPA yang diteliti sebanyak 2 orang yang mengajar pada kelas VIII. Jumlah siswa yang diteliti sebanyak 12 orang yang terdiri dari 6 orang siswa kelas VIII A2 dan 6 orang siswa kelas VIII B8. Data diambil melalui proses observasi, wawancara, kuesioner, serta kajian dokumen-dokumen yang terkait dengan permasalahan penelitian. Analisis dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan alur kerja reduksi, paparan, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah adanya relevansi antara strategi pembelajaran guru dengan efikasi dan prestasi belajar siswa. Proses pembelajaran yang teramati sudah mampu memunculkan dimensi efikasi diri dan meningkatkan prestasi belajar siswa.Kata Kunci : strategi pembelajaran guru IPA, efikasi diri, prestasi belajar. This study aimed at describing the relevance of science teacher teaching strategy viewed from the perspective of self-efficacy and student achievement. Teaching strategy observed included planning, implementation, and assessment by science teachers at SMPN 6 Singaraja. This study was a descriptive qualitative. The main instrument of this study was the researcher itsself. Data were presented in the form of a real description of the research findings on teacher's teaching strategy, self-efficacy, and student achievement. The subjects of this study were two science teachers who taught in class VII, and 12 students which consisted of 6 students of class VIII A2 and 6 students of class VIII B8. Data were obtained through the process of observation, interviews, questionnaires, and assessment documents related to research problems. The analysis was conducted during and after data collection with reduction workflow, data display, and verification data. The result of this study is that there is a relevancy between teachers' teaching strategies with efficacy and student achievement. The learning process observed has been able to bring the dimensions of self-efficacy and improve student achievement.keyword : science teacher teaching strategies, self-efficacy, student’s achievement.
PEMBELAJARAN BERORIENTASI PENEMUAN: UPAYA PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA PADA KELAS XI IPA SMA NEGERI TAHUN AJARAN 2015/2016 ., Ni Luh Mita Antari; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8158

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan pembelajaran berorientasi penemuan, (2) mendeskripsikan sikap ilmiah siswa, (3) mendeskripsikan prestasi belajar siswa, dan (4) mengetahui kaitannya antara pembelajaran berorientasi penemuan, sikap ilmiah, dan prestasi belajar fisika. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik proposive sampling yang berjumlah 15 orang siswa kelas XI IPA 7 SMA Negeri 1 Kediri. Data diperoleh dalam bentuk kajian dokumen tertulis, catatan lapangan, kuisioner, serta transkrip hasil observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pembelajaran berorientasi penemuan kelas XI IPA 7 cenderung baik dengan munculnya dimensi pembelajaran berorientasi penemuan, yaitu mengembangkan bahan-bahan belajar, mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke yang kompleks, dan melakukan penilaian proses, sikap, dan hasil belajar; 2) sikap ilmiah cenderung baik yang ditandai dengan munculnya aspek sikap rasa ingin tahu dan sikap kemauan mengubah pandangan; 3) prestasi belajar fisika siswa cenderung rendah ditandai dengan hanya 6 siswa yang lulus ulangan harian, dan 4) pembelajaran berorientasi penemuan di kelas yang terbentuk melalui dimensi sikap ilmiah, namun belum mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA 7.Kata Kunci : Pembelajaran berorientasi penemuan, sikap ilmiah, prestasi belajar This study aimed at (1) describing the discovery oriented learning, (2) describing the students’ scientific attitudes, (3) describing the students’ learning achievement, and (4) knowing the relationship between discovery oriented learning, students’ scientific attitudes, and physics learning achievement. The method used in this study was descriptive qualitative method. Research samples were taken by using proposive sampling tehnique which included 15 students in class XI IPA 7 of SMA Negeri 1 Kediri. Data were obtained in the form of written document, field notes, questionnaire, transcription of the observation, and interview. The result of the study shows that: 1) the discovery oriented learning of class XI IPA 7 tends to be good with the existence of discovery oriented learning dimension such as developing learning materials, arranging the topics from the simple one to the complex one, and doing the assessment of process, attitude, and learning result; 2) scientific attitude tends to be good which are marked by the emergence of curiosity feeling and the desire to change the perspective, 3) students’ physics achievements tend to be low which are marked by only 6 students who passe the daily test, and 4) discovery oriented learning in the class which is formed through scientific attitude dimension, but it can not increase the students’ learning achievement of class XI IPA 7.keyword : discovery learning, scientific attitude, learning achievement
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA ., Ni Putu Widyasanti; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) strategi pembelajaran guru, 2) kecerdasan emosional siswa, 3) relevansi strategi pembelajaran guru dalam pengembangan kecerdasan emosional siswa kelas X MIPA 1 di SMA Negeri 2 Semarapura. Metode penelitian ini adalah kualitatif (deskriptif analitik). Data penelitian berupa fakta terkait strategi pembelajaran guru dan kecerdasan emosional siswa. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Sumber data adalah 1 orang guru dan 9 orang siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil melalui proses observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Analisis dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, tahap analisis data yaitu reduksi data, paparan data, dan verifikasi data. Penelitian bertempat di SMA Negeri 2 Semarapura. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. 1) Guru menerapkan strategi pembelajaran kontekstual. 2) Kecerdasan emosional siswa cenderung baik. 3) Strategi pembelajaran yang diterapkan guru dilihat dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian sudah mampu mengembangkan kecerdasan emosional siswa.Kata Kunci : Guru fisika, kecerdasan emosional, dan strategi pembelajaran. This research aimed at describing1) the teacher’s teaching strategy, 2) students’ emotional quotient, 3) the relevance of teacher’s teaching strategy in developing emotional quotient of XI MIPA 1 students at SMA Negeri 2 Semarapura. This research was a qualitative research (descriptive analytic). Data of this research were the facts which related to the teaching strategy of the teacher and students’ emotional quotient. The main instrument was the researcher itself. There were one teacher and nine students as sources of data of this research. The methods of data collection were observation, interview, documentation, and questionnaire. The data analysis was conducted during and after collecting data by reducing, describing, and validating data. The research was conducted at SMA Negeri 2 Semarapura. The result of this research shows that 1) the teacher applied a contextual teaching strategy, 2) students’ emotional quotient tend to be good, 3) the teaching strategy used by the teacher can develop students’ emotional quotient.keyword : Physic teacher, emotional quotient, and teacher’s teaching strategy.
PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN FISIKA DALAM UPAYA PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA ., I Komang Suliasa; ., Drs. I Made Wirta, M.Pd; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8264

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pemahaman guru terhadap pendekatan saintifik, (2) mendeskripsikan pola penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran fisika, (3) menganalisis pola penerapan pendektan saintifik dalam upaya pengembangan sikap ilmiah siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif tipe studi kasus. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) guru memahami aspek-aspek pendekatan saintifik yang secara implisit sudah termuat pada Kurikulum 2006, serta dalam penerapannya guru hanya sebagai fasalitator, motivator, dan sumber belajar; (2) perencanaan yang dibuat guru sudah mencerminkan adanya penerapan pendekatan saintifik yang sesuai dengan Permendikbud 81A Tahun 2013, dan guru sudah merealisasikan dengan baik aspek mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan, serta guru melakukan evaluasi, afektif, kognitif, dan psikomotor pada pelaksanaan pembelajarannya; (3) penerapan pendekatan saintifik yang dapat mengembangkan aspek-aspek sikap ilmiah adalah ingin tahu, respek terhadap data, kritis, penemuan, terbuka, tekun, dan peka terhadap lingkungan sekitar.Kata Kunci : pendekatan saintifik, pembelajaran fisika, sikap ilmiah This research aimed at: (1) describing the teacher’s understanding towards the scientific approach, (2) describing the pattern of scientific approach implementation in physics learning, (3) analysing the pattern of scientific approach implementation in effort to foster the students’ scientific attitude. The method used in this reaserch was qualitative research. The result shows that: (1) the teachers understand the aspects of scientific approaches which have been implicitly contained at the curriculum 2006, and in the implementation, the teachers act as the facilitator, motivator, and learning source;(2) the plans made by the teacher have reflected the implementation of scientific approach which have been in accordance with the Permendikbud 81 Year 2013, and the teacher has realized well the aspect of observing, asking, gathering the information, associating, and communicating, and doing evaluation, affective, cognitive, and psychomotor aspects on the learning process as well. (3) The implementation of scientific approach has fostered the students’ scientific attitude of curiosity, respect for the data, critical, invention, open minded, diligent, and sensitivity towards the around environment.keyword : scientific approach, physics learning, scientific attitude

Page 1 of 4 | Total Record : 33