cover
Contact Name
Iwan Ridwan
Contact Email
iwan.ridwan@polban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fluida@polban.ac.id
Editorial Address
Jl. Gegerkalong Hilir, Ds. Ciwaruga Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat Kotak Pos Bandung 1234 Kode Pos 40559 Gedung Jurusan Teknik Kimia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
FLUIDA
ISSN : 14128543     EISSN : 27237680     DOI : https://doi.org/10.35313/fluida
FLUIDA (FLD, ISSN: 1412-8543, e-ISSN: 2723-7680) is a science and technology journal that contains articles taken from laboratory research results, simulation results of problems, conceptual analysis (the study of problem-solving in writing) about the production process, troubleshooting, and maintenance as well as results of studies/evaluations of the performance of a system process, especially in the fields of Chemical Engineering, Sustainable and Renewable Energy, Bioprocess Technology, and Food Technology.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2021): FLUIDA" : 6 Documents clear
Studi Literatur Implementasi Metode Microwave Assisted Extraction (MAE) untuk Ekstraksi Fenol dengan Pelarut Etanol Nadya Amelinda Zahar; Neila Zakiah Hanun; Fitria Yulistiani; Heriyanto
Fluida Vol 14 No 2 (2021): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v14i2.2542

Abstract

Ekstraksi kandungan fenol menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dengan pelarut etanol telah banyak dilakukan dengan berbagai perbedaan nilai parameter. Tujuan yang akan dicapai dalam studi literatur ini yaitu untuk mendapatkan rasio liquid to solid (L/S), waktu ekstraksi, dan temperatur ekstraksi optimum pada setiap bahan yang merupakan parameter yang biasa divariasikan. Studi literatur ini menggunakan metode analisis secara deskriptif dengan cara mengumpulkan data dari literatur yang diperoleh serta mengolah data dengan cara melihat nilai Mean Squared Error (MSE) yang didapatkan. Hasil studi literatur menunjukan bahwa nilai optimum pada setiap bahan berbeda. Rasio L/S yang optimum sebesar 17,5/1 (v/w) pada akar manis. Waktu ekstraksi yang optimum sebesar 1,5 menit pada daun sirih merah, 22 menit pada rambut jagung, 6 menit pada akar manis, dan 30 menit pada daun kelor. Temperatur ekstraksi yang optimum sebesar 40°C pada daun sirih merah dan 180°C pada daun kelor.
Sintesis dan Karakterisasi Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) Menggunakan Metoda Solid State Reaction Sebagai Katoda Pada baterai Lithium-Ion Oki Putra; Rusdan Fadila; Eko Andrijanto; Dian Ratna Suminar
Fluida Vol 14 No 2 (2021): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v14i2.2632

Abstract

ABSTRAK Perkembangan baterai tak luput dari kebutuhan energi yang kian meningkat. Meskipun sumber energi tidak terpaku pada baterai, namun baterai banyak diminati karena dapat menampung cukup banyak energi, relatif aman, dan bersifat portable. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesa dan mengetahui karakteristik salah satu jenis katoda baterai lithium-ion yaitu Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) dengan variasi mol reagent berdasarkan perbandingan stoikiometri dan suhu proses kalsinasi 600°C, 700°C, dan 800°C selama 3x3 jam menggunakan metode solid state reaction dengan Li2SO4.H2O, FeSO4.7H2O, dan KH2PO4 sebagai reagent. Produk hasil kalsinasi 800°C dengan variasi 0.1 mol dijadikan sampel untuk dianalisa dan dikarakterisasi karena memiliki penurunan berat endapan BaSO4 tertinggi. Hasil karakterisasi menggunakan FTIR menunjukan gugus fungsi P-O yang cukup kuat, sementara hasil karakterisasi menggunakan SEM/EDX menunjukan partikel yang terbentuk memiliki ukuran sekitar 160nm hingga 14µm dan terdapat atom S yang merupakan impurities dalam produk. Pola difraksi hasil uji XRD menunjukan terbentuknya sejumlah fasa seperti LiFePO4, LiFeP2O7, dan Li3PO4. ABSTRACT The development of batteries is inseparable from the increasing energy needs. Although energy sources are not available for batteries, batteries are in great demand because they can store a lot of energy, are relatively safe, and are portable. This study aims to synthesize and determine the characteristics of one type of lithium-ion battery cathode, namely Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) with various mole reagents based on stoichiometric ratios and calcination process temperatures of 600oC, 700oC, and 800oC for 3x3 hours using the solidstate reaction method with Li2SO4.H2O, FeSO4.7H2O, and KH2PO4 as reagents. The 800oC calcined product with 0.1 mol variation was sampled for analysis and characterization because it had the highest weight loss of BaSO4 deposits. The results of characterization using FTIR showed that the functional group P-O are quite strong, while the results of characterization using SEM/EDX showed that the particles formed had a size of about 160nm to 14µm and contained S atoms which were impurities in the product. The diffraction pattern of XRD test results shows the formation of phase numbers such as LiFePO4, LiFeP2O7, dan Li3PO4.
Pengaruh Pengeringan terhadap Kadar Air dan Kualitas Bolu dari Tepung Sorgum (Sorghum bicolor L) Gita Indah Budiarti; Irfan Sya'bani; Muhammad Arshal Alfarid
Fluida Vol 14 No 2 (2021): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v14i2.2638

Abstract

Sorgum merupakan serealia bernutrisi tinggi yang potensial untuk subtitusi terigu. Pemanfaatan sorgum saat ini hanya untuk pakan ternak. Penepungan pada sorgum selain untuk menambah masa simpan juga untuk mengurangi kadar tanin. Salah satu penentu kualitas tepung adalah kadar air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan kadar air pada tepung sorgum yang dimanfaatkan sebagai campuran pada pembuatan bolu. Hasil penelitian modifikasi tepung sorgum yang didapat dari 2 kg tepung sorgum sosoh menjadi 1,4 kg tepung sorgum termodifikasi adalah 70%. Nilai kadar air pada suhu tepung sorgum termodifikasi tersebut yang mendekati kadar air tepung terigu SNI yaitu pada waktu pengeringan 5 jam dengan suhu 80º C dan 90º C yaitu sebesar 13,8095 % dan 14,6154 %. Perbandingan komposisi penggunnaan tepung sorgum dan tepung terigu terhadap kareakteristik bolu yang optimum atau sesuai terhadap karakteristik bolu SNI adalah 50% tepung sorgum dan 50% tepung terigu.
Pengaruh Waktu Proses pada Desalinasi Air Laut dengan Metode Elektrokoagulasi secara Batch Rifki Ardiansyah; Triyoga Meiditama Putra; Dian Ratna Suminar; Agustinus Ngatin
Fluida Vol 14 No 2 (2021): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v14i2.2828

Abstract

ABSTRAK Salah satu upaya untuk menjaga persediaan air yaitu dengan cara menurunkan parameter air laut agar memenuhi parameter air tawar menggunakan metode elektrokoagulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu proses elektrokoagulasi terhadap penurunan TDS, kekeruhan, kadar Cl, dan kadar Fe. Selain itu, untuk mengetahui perbandingan antara elektroda Al dan Fe. Air laut diambil dari Pantai Pelabuhan Ratu. Elektroda yang digunakan adalah Al dan Fe dengan ukuran 15x10 cm2. Tegangan yang digunakan yaitu 5 volt atau rapat arus sebesar 0,137 A/dm2 dengan waktu proses 15, 30, 45, dan 60 menit serta volume bahan bakunya 4 Liter. Penelitian dengan waktu proses 30 menit dan proses pengendapan selama satu hari mampu menurunkan kekeruhan hingga 2,28 NTU (55,07%); TDS hingga 1.010 mg/L (3,71%); kadar Cl hingga 271,98 mg/L (3,52%); dan kadar Fe 0,05 mg/L (40,65%). Proses elektrokoagulasi menggunakan elektroda aluminium lebih baik dibandingkan elektroda besi pada waktu proses 30 menit. ABSTRACT One of the efforts to maintain water supply is by lowering seawater parameters to meet freshwater parameters using the electrocoagulation method. This study aims to study the effect of electrocoagulation process time on the decrease in TDS, turbidity, Cl content, and Fe content. In addition, to determine the comparison between Al and Fe electrodes. Seawater is taken from Pelabuhan Ratu Beach. The electrodes used are Al and Fe with a size of 15x10 cm2. The voltage used is 5 volts or a current density of 0,137 A/dm2 with processing times of 15, 30, 45, and 60 minutes and the volume of the raw material is 4 liters. Research with a processing time of 30 minutes and sedimentation for one day was able to reduce turbidity up to 2,28 NTU (55,07%); TDS up to 1.010 mg/L (3,71%); Cl content up to 271,98 mg/L (3,52%); and Fe content of 0,05 mg/L (40,65%). The electrocoagulation process using aluminum electrodes was better than iron electrodes at a processing time of 30 minutes.
Pengaruh Perbandingan Katalis ZSM-5 dengan Katalis Alumina terhadap Pembentukan Biofuel dengan Bahan Baku Minyak Jelantah Paqih Purnama Alam; I Wayah Adithama Nugraha; Mukhtar Ghozali; Dian Ratna Suminar
Fluida Vol 14 No 2 (2021): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v14i2.2868

Abstract

The average consumption rate of cooking oil in Indonesia on 2019 was 61 million litre. Because of that makes the waste cooking oil produces very high to. To prevent the consument littering the waste cooking oil, we can recycle it to be biofuel with many fraction such as biodiesel, biogasoline, and biokerosene. There are many ways to process the waste cooking oil to be, biofuel one of them is catalytic cracking. This study is induct by observe the biofuel that form from the catalytic cracking process with cooking oil as the base material using a hybrid catalyst ZSM-5/Alumina. The purpose of this study is to observe the influence of ZSM-5 and Alumina ratio as heterogenic catalyst and also the used of the catalyst frequently. The highest conversion of liquid product was produce with value 41,67% at alumina variation of 17,5%. The used of catalyst frequently will affect the decrease amount of liquid product that produce. The analysis of chemical properties using GC-MS obtained the amount of kerosene 29,917 %; gasoline 3,996 %; and diesel 10,1 %. The other product was carboxylics acids,alcohol, and unidentified compound. Keyword : Cooking oil, biofuel, ZSM-5, Alumina, catalytic cracking
Pemurnian Kitosan Hasil Fermentasi Limbah Cangkang Kepiting Menggunakan Pelarut Asam Asetat Holis Muhlis; Alfariz Dwi Pradana; Unung Leoanggraini
Fluida Vol 14 No 2 (2021): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v14i2.3097

Abstract

Kitosan dapat diperoleh melelaui proses fermentasi yang dilakukan secara sekuensial menggunakan bakteri Lactobacillus acidophilus dan Bacillus subtilis. Salah satu upaya peningkatan kualitas produk kitosan dapat dilakukan dengan proses pemurnian melalui metode ekstraksi padat cair dengan pelarut asam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi rasio kitosan hasil fermentasi dengan pelarut asam asetat 1% terhadap tingkat kemurnian kitosan yang dihasilkan. Proses pemurnian kitosan dilakukan dengan variasi rasio kitosan hasil fermentasi terhadap pelarut asam asetat 1% pada perbandingan 1:60, 1:80, 1:100 dan 1:120 (b/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum proses pemurnian kitosan diperoleh pada rasio 1:60 dengan nilai kadar air, kadar abu, kadar protein, kelarutan dalam asam asetat 1% dan derajat deasetilasi berturut-turut sebesar 24,3%, 58,6%, 9,2%, 93,3% dan 75,5%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6