cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
PRoMEDIA
ISSN : -     EISSN : 24609633     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL TENTANG PERMASALAHAN DAN ISU TERKINI DALAM PERKEMBANGAN KEHUMASAN SERTA MEDIA KOMUNIKASI. DITERBITKAN OLEH PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA" : 9 Documents clear
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Komunikasi Aparatur Desa Terhadap Kepuasan Masyarakat Desa Pamegarsari, Kecamatan Parung, Bogor. Hulasoh, Ela
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7296

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan komunikasi Aparatur Desa terhadap kepuasan Masyarakat Desa Pamegarsari, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiasif, di mana penelitian ini berupaya untuk menemukan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Objek penelitian adalah Aparatur Desa Pamegarsari, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, dengan responden adalah masyarakat Desa Pemagarsari, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan diperoleh sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden. Dengan Teknik samplingnya adalah accicental sampling yaitu berdasarkan responden yang berhasil ditemui sesuai karakteristik yang ditentukan, bertempat di Desa Pamegarsari, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis koefesien korelasi, analisis koefesien determinasi dan uji hipotesis yang terdiri dari uji f dan uji t. Hasil penelitian ini adalah hasil uji hipotesis simultan atau uji f diperoleh nilai fhitung>ftabelatau atau (25,232 > 1,984). Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai Sig. < 0,05 atau (0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial kualitas pelayanan dan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Adapun Nilai koefisien korelasi sebesar 0,931 artinya variabel kualitas pelayanan (X1) dan kualitas komunikasi (X2) mempunyai tingkat hubungan yang sangat kuat terhadap Kepuasan Masyarakat. Nilai koefisien determinasi atau kontribusi pengaruh sebesar 0,867 dengan kesimpulan bahwa kualitas pelayanan dan kualitas komunikasi secara Bersama-sama (simultan) memiliki kontribusi terhadap kepuasan masyarakat sebesar 0.867 atau 86,7% dan sisanya sebesar 0,133 atau 13,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Komunikasi, Kepuasan.
Pola Perdagangan Politik dalam Media: Evaluasi Ekonomi Politik terhadap MNC Media Group dalam Komodifikasi Keberpihakan Politik Khoirunnisa, Khoirunnisa; Rusadi, Udi
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7227

Abstract

AbstractCompetition in the mass media industry is becoming increasingly intense in an effort to compete for market share. Media owners in Indonesia are competing to attract market attention and secure their business position, sometimes even using the media as a commodity tool that can be sold to generate profits. Some even suspect that the media is being used as a propaganda tool for certain political interests. MNC Media Group is one of the media companies owned by Hary Tanoesoedibjo, a businessman and politician from the Perindo Party. So, Hary Tanoesoedibjo can apply the commodification principles of Media Political Economy Theory to optimize the exchange value and profit of MNC Media Group in the context of the mass media industry in Indonesia. The author conducts an analysis to reveal the hidden power relations in the production, consumption, and distribution processes that occur in MNC Media Group. The commodification process in MNC Media Group is divided into three types, namely the commodification of content, audiences, and workers. This commodification is used by the owner, Hary Tanoesoedibjo, as a tool to strengthen his economic and political power. This approach is applied through the integration of business units and synergy between all business units owned by him, while creating a positive image for himself by trying to justify existing power relations.Keywords: Mass Media, Commodification, Power Relationship Abstraksi Persaingan dalam industri media massa menjadi semakin ketat dalam upaya untuk memperebutkan pangsa pasar. Para pemilik media di Indonesia berlomba-lomba untuk menarik perhatian pasar dan mengamankan posisi bisnis mereka, bahkan terkadang menggunakan media sebagai alat komoditas yang dapat dijual untuk menghasilkan keuntungan. Beberapa bahkan mencurigai bahwa media dimanfaatkan sebagai alat propaganda untuk kepentingan politik tertentu. MNC Media Group adalah salah satu perusahaan media yang dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo, seorang pengusaha dan politisi dari Partai Perindo. Bagaimana caranya Hary Tanoesoedibjo menjadikan MNC Media Group sebagai komoditas? Jadi, Hary Tanoesoedibjo dapat menerapkan prinsip-prinsip komodifikasi dari Teori Ekonomi Politik Media untuk mengoptimalkan nilai tukar dan keuntungan dari MNC Media Group dalam konteks industri media massa di Indonesia. Penulis melakukan analisis untuk mengungkap hubungan kekuasaan yang tersembunyi dalam proses produksi, konsumsi, dan distribusi yang terjadi di MNC Media Group. Proses komodifikasi di MNC Media Group terbagi menjadi tiga jenis, yakni komodifikasi isi, khalayak, dan pekerja. Komodifikasi ini digunakan oleh pemiliknya, Hary Tanoesoedibjo, sebagai alat untuk mengukuhkan kekuatan ekonomi dan politiknya. Pendekatan ini diterapkan melalui integrasi unit bisnis dan sinergi antara seluruh unit usaha yang dimilikinya, sekaligus menciptakan citra positif bagi dirinya sendiri dengan upaya membenarkan relasi kuasa yang ada.Kata Kunci: Media Massa, Komodifikasi, Relasi Kuasa
Fenomena Buzzer dan Hoax Pada Sosial Media dalam Menentukan Pilihan Politik Bagi Gen-Z pada Pilpres 2024 dalam Perspekstif Agenda Setting Kusumawardani, Vidya; Cahyanto, Budhi
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7182

Abstract

AbstractThis article aims to provide an overview of Gen-Z's political choices on the upcoming 2024 presidential election, an overview of the presence of buzzers in political activities, and how buzzers influence the political choices of voters, especially Gen-Z. This article also tries to provide an agenda setting perspective in relation to new media. The approach used in this article is the study of literature, which are related to the buzzer phenomenon in Indonesia.The results of the study show that the term buzzer has shifted. Currently, buzzers exist because of social media and the emergence of political buzzers must be accompanied by public awareness to be vigilant and criticize messages on social media. Communities must be able to filter themselves from information disseminated by buzzers, by increasing scientific literacy. Not all information disseminated by the buzzer can be forwarded without checking the truth of the information. Gen-Z as people who are literate in information technology need to continue to be given awareness on how to use social media properly and correctly, by following the nation's cultural norms. In the 2024 presidential election contestation, Gen-Z can play a role in avoiding polarization in society.Keywords: Buzzer, Social media, Hate Speech, Hoax, Gen –z, Presidential Election 2024, Agenda Setting                                                    AbstraksiArtikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran pilihan politik Gen-Z pada kontestasi Pilpres 2024 yang akan datang, melihat kehadiran buzzer dalam kegiatan politik, dan bagaimana buzzer ikut mempengaruhi pilihan politik pemilih, khususnya Gen-Z. Artikel ini juga coba memberikan perspektif agenda setting dalam kaitannya dengan media baru. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur yang mengkaji fenomena buzzer di Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa istilah buzzer mengalami pergeseran. Saat ini buzzer hadir karena media sosial dan munculnya buzzer politik harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk waspada dan mengkritisi pesan-pesan di media sosial. Masyarakat harus mampu memfilter dirinya sendiri dari informasi-informasi yang disebarkan oleh buzzer, dengan cara meningkatkan literasi keilmuan. Tidak semua informasi yang disebarkan oleh buzzer, dapat dikirimkan ulang (forward) tanpa mengecek kebenaran informasi tersebut. Gen-Z sebagai kalangan yang melek teknologi informasi perlu terus diberikan kesadaran bagaimana bermedia sosial dengan baik dan benar, dengan mengikuti norma-norma budaya bangsa. Dalam kontestasi Pilpres 2024, Gen-Z dapat memainkan peranan untuk menghindari polarisasi di masyarakat.Kata Kunci: Buzzer, Media Sosial, Ujaran kebencian, Berita bohong, Pilpres 2024, Agenda Setting
Strategi Komunikasi Pemasaran Desa Wisata Ngidam Muncar Hastuti, Nurnawati Hindra; Herawati, Dewi Maria; Itasari, Andri Astuti
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7286

Abstract

AbstractThe revival of tourism after the COVID-19 pandemic is one of the main agendas for accelerating the Indonesian economy. This program began with the opening of tourism doors in Bali and the creation of the slogan work from Bali by the Minister of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia, Sandiaga Uno in May 2021. This tourism revival will also begin to be carried out in various tourist attractions in Indonesia in 2022. Starting from the place tourism areas that are already well-known to tourist areas that are still young or newly formed, such as tourist villages. One of them is a tourist village in Susukan District, Semarang Regency, Central Java, namely Ngidam Muncar Tourism Village. The existence of this tourist village was initiated in 2019. Then the existence of the Ngidam Muncar Tourism Village was inaugurated in early 2020. However, this tourism program could not be carried out optimally because the COVID-19 virus broke out in 2020. The pandemic affected tourism activities and program marketing strategies. tourism in this village has been hampered. Therefore, this research wants to see how the marketing communication strategy carried out by the local village government can then provide new input so that it can increase the village's income. The stages of this research method are starting from conducting an initial survey of the research object to see and determine the focus of the research, namely the marketing communication strategy of the Ngidam Muncar Tourism Village. Then, to dissect and answer this research problem, marketing communication strategy theory, SWOT analysis theory and marketing mix theory were used. This research method uses descriptive qualitative. The process of collecting data uses literature review methods, observation, and interviews with several sources who are directly related to the problem.Keywords: Marketing Communication, SWOT, Tourism Village  Abstraksi Kebangkitan pariwisata pasca pandemi COVID-19 merupakan salah satu agenda utama percepatan ekonomi Indonesia. Program ini diawali dengan mulai dibukanya pintu pariwisata di Bali dan dibentuknya slogan work from Bali oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno pada Mei 2021. Kebangkitan pariwisata ini juga mulai dilakukan di berbagai tempat wisata di Indonesia pada tahun 2022. Mulai dari tempat wisaata yang sudah terkenal hingga kawasan wisata yang masih muda atau baru terbentuk seperti desa wisata. Salah satunya seperti desa wisata yang ada di Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yaitu Desa Wisata Ngidam Muncar. Keberadaan desa wisata tersebut mulai diinisiasikan pada tahun 2019.  Kemudian keberadaan Desa Wisata Ngidam Muncar diresmikan pada awal tahun 2020. Namun program pariwisata ini tidak dapat dilakukan secara maksimal dikarenakan virus COVID-19 mewabah pada tahun 2020. Pandemi tersebut mengakibatkan kegiatan wisata dan strategi pemasaran program pariwisata desa ini jadi terhambat. Oleh karena itu, penelitian ini ingin melihat bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat yang kemudian dapat memberikan masukan baru sehingga dapat meningkatkan pendapatan desa tersebut. Tahapan metode penelitian ini adalah mulai dari melakukan survei awal ke objek penelitian untuk melihat dan menentukan fokus penelitian, yaitu strategi komunikasi pemasaran Desa Wisata Ngidam Muncar. Kemudian untuk membedah dan menjawab permasalahan penelitian ini, digunakan teori strategi komunikasi pemasaran, teori analsis SWOT dan teori marketing mix. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Proses mengumpulkan data menggunakan metode literature review, observasi, dan wawancara beberapa narasumber yang berkaitan langsung dengan permasalahan.Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, SWOT, Desa wisata
Kebijakan Pemerintah Terkait Larangan Impor Baju Bekas (Analisis Framing pada Tempo.co dan Media Indonesia) Zain, Herlina Muzanah; Agustin, Dinar Ayu Chandra
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7202

Abstract

AbstractThis research aims to analyze the framing of government policy reporting regarding the Prohibition of Importing Used Clothes on Kompas.co and Media Indonesia. This research is based on the  Government Policy regarding the ban on the import of used clothes which has become a public topic of conversation again after President Jokowi made his statement regarding the ban on the import of used clothes because it was considered detrimental to the local fashion industry or MSMEs. Reports related to this policy enlivened the news in online media, especially in the online media Tempo.co and Media Indonesia. The aim of this research is to see how the two online media above frame the news about government policy regarding the ban on importing used clothes on Kompas.co and Media Indonesia using the framing analysis model. Robert N. Entman divides the framing device into four elements: Define Problems, Diagnose Causes , Make Moral Judgment, Treatment Recommendation. Overall, news articles on Tempo.co and Media Indonesia focus on the government's efforts to resolve the problem of importing used clothes which are framed in the form of government actions and policies. The news on Tempo.co and Media Indonesia also provides information about policies related to the ban on importing used clothes, from actions to legal regulations, as well as the negative consequences of allowing import activities to continue.Keywords: Policy, Import, Used Clothes, Framing.                        Abstraksi Penelitian ini ingin menganalisis mengenai framing pemberitaan kebijakan pemerintah terkait Larangan Impor Baju Bekas di Kompas.co dan Media Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada adanya Kebijakan Pemerintah terkait larangan impor baju bekas yang kembali menjadi perbincangan publik setelah Presiden Jokowi memberikan pernyataannya terkait larangan impor baju bekas karena dianggap merugikan industri fashion lokal atau UMKM. Pemberitaan terkait kebijakan tersebut meramaikan pada pemberitaan di media online khususnya pada media online Tempo.co dan Media Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk  dapat  melihat  bagaimana  kedua  media  online  diatas  membingkai pemberitaan  tentang  Kebijakan pemerintah terkait larangan impor baju bekas di Kompas.co dan Media Indonesia dengan menggunakan model  analisis  framing Robert N. Entman membagi perangkat framing ke dalam empat elemen Define Problems, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, Treatment Recommendation. Secara keseluruhan, artikel berita di Tempo.co dan Media Indonesia berfokus pada upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah impor baju bekas yang dibingkai dalam bentuk tindakan dan kebijakan pemerintah. Berita di Tempo.co dan Media Indonesia tersebut juga memberikan informasi tentang kebijakan yang terkait dengan larangan impor baju bekas, mulai dari tindakan, peraturan perundang-undangan, serta konsekuensi negatif dari membiarkan kegiatan impor berlanjut.Kata Kunci: Kebijakan, Impor, Baju Bekas, Framing
Perencanaan dan Evaluasi Program Komunikasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kebutuhan Khusus di London School Beyond Academy Jakarta Trijayanto, Danang; Irwandy, Deddy; Muku, Oktavianus Mbaku
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7311

Abstract

AbstractPeople with Autism need post-secondary or tertiary-equivalent post-secondary education services that are more accommodating, complete, with the facilities and infrastructure needed, such as in inclusive schools. In inclusive education institutions, autistic children can learn independently and develop their ability to communicate and develop social interaction skills. The role of educational institutions is very necessary in terms of handling, facilities and infrastructure in an effort to develop the growth and development and independence of autistic children. This manuscript uses a qualitative approach with the theoretical reference used, namely the CIPP (context, input, process, product) program evaluation theory by Stufflebeam. Overall, the skills and training program continues to develop and be continued because it has met its goals in meeting the needs of children with autism.Keywords: School, Education, Autism, LSBA, Institution             Abstraksi Penyandang Autisme membutuhkan layanan pendidikan lanjutan paska sekolah menengah atau setara perguruan tinggi yang lebih mengakomodasi, melengkapi, sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti di sekolah inklusi. Di lembaga pendidikan inklusi, anak autis dapat belajar mandiri serta mengembangkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan mengembangkan kemampuan interaksi social. Sangat diperlukan peran lembaga pendidikan dengan cara menangani, sarana dan prasarana dalam upaya mengembangkan tumbuh kembang serta kemandirian anak autis. Naskah ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan acuan teori yang digunakan yaitu teori evaluasi program CIPP (context, input, process, product) oleh Stufflebeam. Secara keseluruhan, program keterampilan dan pelatihan terus berkembang dan dilanjutkan karena telah memenuhi tujuan-tujuan dalam memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus yang mengikuti program keterampilan.Kata Kunci: Sekolah, Edukasi, Autisme, LSBA, Institusi
Peran PR Analyst dalam Pengelolaan Media Internal Kompas Gramedia Rafiq, Almira Felia; Claretta, Dyva
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7215

Abstract

AbstractPublic Relations handles few important roles to manage communication medium for its public, one of them by using digital PR which is website. PR Analyst Kompas Gramedia through a portal MyKG.id trying to presenting various informations and news related to the company itself for internal publics. This study is aims to analyze about how PR Analyst Kompas Gramedia implementate the PR roles in managing informations through MyKG.id, based on four Public Relations roles by Dozier and Broom which are Communcation Facilitator, Communication Tehnician, Expert Prescriber, and Problem Solving Facilitator. This type of study is qualitative descriptive. The result of this study are PR Analyst managing the whole news by doing real coverages and compiling lots of press release from cross-sectors, take advantages of continuous interactive medium such as WhatsApp Group Blast, Email Blast, KGTV, sound building, Instagram account @mykg.id, TikTok account @KompasGramedia, becoming a journalist inresidence, synergized with other division and Kompas Gramedia's publics, manages socialization and education program for the employees of Kompas Gramedia, also presenting solutions and inovations to improve MyKG.id. Keywords:  Public Relations, Public Relations Roles, Internal Website of Corporation, Digital PR  Abstraksi Public Relations memainkan peran penting dalam pengelolaan saluran informasi kepada publik, salah satunya dengan pemanfaatan digital PR yaitu website. PR Analyst Kompas Gramedia melalui portal MyKG.id menghadirkan ragam berita terkait perusahaan untuk publik internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana peran yang dijalankan PR Analyst Kompas Gramedia dalam mengelola informasi Website MyKG.id, ditinjau dari empat peran public relations oleh Dozier dan Broom yakni Communication Facilitator, Communication Technician, Expert Prescriber, dan Problem Solving Facilitator. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PR Analyst mengelola berita dengan liputan langsung dan menghimpun berita dari lintas sektor, memanfaatkan media interaktif lanjutan seperti WhatsApp Group Blast, Email Blast, KGTV, Sound Building, Instagram @mykg.id, dan TikTok @KompasGramedia, berperan menjadi journalist inresidence, bersinergi antardivisi dan dengan karyawan Kompas Gramedia, mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi untuk karyawan Kompas Gramedia, serta menghadirkan solusi dan inovasi untuk perkembangan website MyKG.id.Kata Kunci: Public Relations, Peran Public Relations, Website Internal Perusahaan, Digital PR
Motif Penggunaan Aplikasi Anonim Prisga (Survei pada Pengguna Prisga Berusia Dewasa Muda di Kota Jakarta) Karamoy, Angelica Dewi; Adim, Adrio Kusmareza
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7319

Abstract

Abstract The development of the uses of social media has presented various new forms of social media concepts that are present today; one of them is the existence of anonymous social media applications. Anonymous applications allow users to have an account without having to use their personal identity. One of the oldest anonymous applications that has survived to this day in Indonesia is an anonymous application called Prisga. This research aims to find out what motivation drives individuals to use anonymous-based applications, especially young adult users who live in the city of Jakarta. This research uses quantitative descriptive methods and Papacharissi & Rubin's theory of Internet and Social Media Use. The data collection technique used in this research is purposive sampling, by distributing digital questionnaires to Prisga users. Based on the research results, the motives that encourage the use of the Prisga anonymous application are in accordance with Papacharissi & Rubin's theory of internet and social media use. Results that provide data show that the most dominant motives are passing time, convenience, and entertainment.Keywords: Motives of Use, Anonymous Apps, Prisga                    AbstraksiPerkembangan dari kegunaan media sosial telah menghadirkan berbagai bentuk baru dari konsep media sosial yang hadir saat ini; salah satunya adalah adanya aplikasi media sosial anonim.  Aplikasi anonim membuat pengguna dapat memiliki akun tanpa harus menggunakan identitas pribadinya. Salah satu aplikasi anonim tertua yang berhasil bertahan hingga saat ini di Indonesia adalah aplikasi anonim bernama Prisga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi apa yang menjadi pendorong individu untuk menggunakan aplikasi berbasis anonim, khususnya pada pengguna berusia dewasa muda yang tinggal di Kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dan menggunakan teori Penggunaan Internet dan Media Sosial dari Papacharissi & Rubin. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, dengan cara penyebaran kuesioner digital kepada pengguna Prisga. Berdasarkan hasil penelitian, motif yang mendorong penggunaan aplikasi anonim Prisga sesuai dengan teori penggunaan internet dan media sosial dari Papacharissi & Rubin. Dengan hasil yang memberikan data bahwa motif yang paling dominan yaitu motif passing time, convenience, serta entertainment.Kata Kunci: Motif Penggunaan, Aplikasi Anonim, Prisga
Analisis Wacana kritis Meme ‘Perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung’ pada Akun Auto Base Twitter @bdgfess Lestari, Martha Tri; Sabrina, Wilda Aula; Astuti, Sri Wahyuning
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7070

Abstract

ABSTRACT Memes as a form of virtual world communication have become increasingly widespread with a variety of purposes for making them, ranging from mere entertainment to criticizing social phenomena. This study aims to examine the humorous discourse contained in the meme 'Student Behavior on the Bandung Campus' at the macro and micro levels according to the theory of critical discourse analysis according to Teun A. van Dijk. The results of the study show that through text dimensions, the macro structure of the meme "Student behavior on the Bandung Campus has four sub-themes, namely Sultan, Jelata, Edgy and Hijjrah. Next, the microstructure of the Bandung Campus Student Behavior meme can be identified from the syntactic, semantic, and stylistic elements that show causality, implicit meaning, figurative language comparisons and satire. Through the dimension of social cognition, meme creators want to show meme readers that the reality of student life in the city of Bandung is diverse. This diversity is determined by the Classification of Universities and Student Lifestyles. Keywords: Bandung, Meme, Student BehaviorABSTRAKSIMeme sebagai bentuk komunikasi dunia maya penggunaannya sudah semakin luas dengan berbagai macam tujuan pembuatannya mulai dari sekedar hiburan maupun mekritisi fenomena sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wacana humor yang terdapat pada meme ‘Perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung’ pada level makro dan level mikro sesuai dengan teori analisis wacana kritis menurut Teun A. van Dijk. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa melalui dimensi teks, struktur makro pada meme “perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung, empat subtema, yaitu Sultan, Jelata, Edgy dan Hijjrah. Berikutnya, struktur mikro pada meme Perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung dapat diketahui dari elemen sintaksis, semantik, dan stilistik yang memperlihatkan bentuk kalimat kausalitas, makna implisit, gaya bahasa perbandingan dan sindiran. Melalui dimensi kognisi sosial, pembuat meme ingin menunjukkan bagi pembaca meme bahwa realitas kehidupan mahasiswa di Kota Bandung memang beragam. Keberagaman ini ditentukan oleh Klasifikasi Universitas dan Gaya Hidup mahasiswa.Kata kunci: Bandung, Meme, Perilaku Mahasiswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 9