cover
Contact Name
JURNAL SOSIAL HUMANIORA
Contact Email
jsh.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsh.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosial Humaniora
ISSN : 20874928     EISSN : 25500236     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Sosial Humaniora (JSH) mendorong pengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang sosial humaniora melalui penerbitan karya ilmiah berbasis hasil penelitian (orisinal).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL" : 8 Documents clear
THE IMPLEMENTATION OF SCHOOL OPERATIONAL ASSISTANCE AT THE BORDER Antonia Sasap Abao; Zakiah Hasan Gaffar
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v13i1.4251

Abstract

The government has made various efforts to increase school participation rates such as through the provision of School Operational Assistance (BOS) which has been operating since 2005. However, in 2019 it was noted that many of the population of Suruh Tembawang Village were illiterate and did not graduate from Elementary School. Therefore, this study was conducted to describe the implementation of the BOS in two schools in Suruh Tembawang Village. This research used the descriptive method with a qualitative approach. The results showed that part of the BOS funds in the schools of Suruh Tembawang have been used in accordance with the provisions stipulated in Permendikbud Number 1 of 2018. However, expenditure of the BOS funds on infrastructure and maintenance had not been properly observed. In terms of teaching staff and administrations, many teachers, including the school principals were often unavailable on site. The community members interviewed expressed their disappointment in the implementation of the BOS funds, particularly on how the school administration used the funds for the operation of the schools. This was the result of a lack of community engagement, a lack of supervision, and a lack of transparency. In order to maximize the use of BOS funds in both schools, the schools must involve the school committee and its members, village officials, parents of students in planning, budgeting, and managing the BOS funds.
PERAN PEMERINTAH DAERAH PAMEKASAN DALAM UPAYA MEMBERDAYAKAN PKL SELAKU PENYANGGA EKONOMI MIKRO Wahyu Maulana; Very Andrianingsih
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v13i1.4384

Abstract

Banyaknya pengangguran menjadikan wirausahawan sebagai alternatif jalan terbaik untuk bertahan hidup di era teknologi saat ini. Keberadaan wirausahawan perlu untuk terus ditingkatkan karena memberikan dampak positif terhadap pergerakan perekonomian daerah. Penerapan salah satu fungsi pemerintah yakni pemberdayaan terhadap PKL (Pedagang Kaki Lima) harus ditingkatkan agar semangat berwirausaha semakin membara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana langkah pemerintah daerah Pamekasan dalam memberdayakan PKL sebagai penyangga ekonomi mikro. Objek penelitian terfokus pada 14 titik lokasi paguyuban PKL yang merupakan binaan Dinas Koperasi dan UMKM. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi langsung serta wawancara mendalam ke obyek penelitian. Metode penelitian secara deskriptif kualitatif yaitu menganalisa kondisi real di lapangan dengan melibatkan obyek yakni PKL serta dinas terkait untuk memperoleh data yang kemudian diolah dengan metode interaktif untuk memperoleh hasil penelitian. Hasil penelitian diperoleh pemberdayaan yang telah dilakukan pemerintah daerah Pamekasan diantaranya relokasi, potensi wisata kuliner, edukasi dan motivasi melalui FGD serta pelayanan lainnya seperti kebersihan, keamanan dan retribusi yang bekerjasama dengan APLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia) cabang Pamekasan sebagai mitra. Implikasi dari penelitian ini yakni dapat memaksimalkan program pemberdayaan yang belum terlaksana diantaranya menciptakan wisata kuliner dan relokasi lainnya serta koperasi PKL yang menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan
EKSISTENSI PANDEMI COVID-19 DALAM STUDI MASALAH SOCIAL DI INDONESIA Syamsuni HR; Elli Elli; Rismawati; Sumarni
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v13i1.4543

Abstract

The level of public understanding of existence of Covid-19 in Indonesia is a challenge in implementing the Covid-19 pandemic confectionery program and creating social phenomena that often occur in the midst of Covid-19 pandemic. This study aims to provide an overview of the existence of Covid-19 in the perspective of social phenomenology by using the phenomenological analysis research method, the nature of the study conducted is descriptive analysis of data sourced from the community and health workers. This study uses a qualitative method with a literature and empirical approach. The existence of the Covid-19 pandemic has resulted in phenomena in society including the handling of corpses exposed to Covid-19, public distrust of Covid-19, the incompatibility of the rules for handling the Covid-19 pandemic with applicable legal rules and many people refusing to be vaccinated.
PENGUATAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN PERBATASAN NEGARA Gotfridus Goris Seran
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v13i1.4833

Abstract

Perbatasan negara di Indonesia, baik batas wilayah negara (state border), termasuk perlintasan batas negara (cross-border), maupun kawasan perbatasan (inside border area), dikelola oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI). BNPP RI merupakan lembaga non-struktural (LNS) yang ditetapkan berdasarkan amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara, Pasal 14 ayat (1). Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan model dan strategi penguatan kelembagaan pengelolaan perbatasan negara di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Soft System Methodology (SSM) dari Peter Checkland (1990). SSM merupakan metode holistik untuk melihat aspek-aspek riil dan konseptual dari lembaga yang mengelola perbatasan negara di Indonesia. Desain model penguatan kelembagaan pengelolaan perbatasan negara di Indonesia didasarkan pada empat aspek kunci, yaitu kewenangan, organisasi, tata kerja, dan regulasi. Formulasi strategi untuk memperkuat kelembagaan pengelolaan perbatasan negara di Indonesia mencakup: (1) menetapkan kewenangan (tugas, fungsi dan peran), (2) mendesain organisasi (struktur), (3) merumuskan tata kerja (prosedur kerja, koordinasi), dan (4) menyelaraskan regulasi.
Volatilitas Harga Kedelai Dan Integrasi Pasar Kedelai Sebelum dan Sesudah Pandemi Covid 19 Syaima; Anna Fariyanti; Amzul Rifin
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v13i1.5454

Abstract

Soybean is one of the main food commodity in Indonesia beside rice and corn, so it is necessary to maintain price stabilization. This study aims analyze the volatility of soybean prices and the integration of Indonesian and international soybean markets before and after the COVID-19 pandemic.The ARCH/GARCH model is used in the analysis of soybean price volatility and the VAR/VECM model is used to analyze the market integration between the Indonesian soybean market and the international market. The result of research show that local retail soybean price have a higher price volatility than international soybean price and imported soybean price. Soybean price volatility after the COVID-19 pandemic also showed a higher level of price volatility compared to conditions before the COVID-19 pandemic. Meanwhile, the result of market integration show that there is market integration between the Indonesian soybean market and the American market, and the impact of the COVID-19 pandemic on the formation of local soybean prices at the producer level.
HORTICULTURAL PRODUCT DISTRIBUTION RISK MITIGATION BASED ON ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (ERM) METHOD Himmatul Miftah; Arti Yoesdiarti; Santia Afandi; Vigia Marfu’ah Zuher; Tiara Amanda Lestari; Ikhsan Qodri Pramartaa
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v13i1.4723

Abstract

Horticultural products of tomatoes and papayas are very susceptible to the risk of physical damage, weight loss and unsold so that they have the potential to cause losses. Potential losses can be reduced by identifying the risks that occur and mitigating the risks. This study aims to analyze the distribution risk and its mitigation in tomato and papaya horticultural products. Respondents were selected purposively and snowball sampling. Respondents identified were 40 respondents consisting of 17 retail respondents, 7 wholesale traders in the wholesale market, 7 middlemen respondents, and 9 farmers respondents. The results showed that the highest risk was at the farmer level and the smallest at the middleman level. Risk mapping consists of (1) weight loss at the level of farmers, middlemen, retailers and wholesalers in the wholesale market, respectively, having very low risk (Negligible) to moderate risk (Undesirable); (2) physical damage at the level of farmers, retailers, wholesalers in the wholesale market, farmers and middlemen respectively have very low to low risk categories; (3) unsold at the level of middlemen, farmers, retailers and wholesalers in the wholesale market, respectively, including the category of very low risk to moderate risk. Mitigation measures were carried out on weight loss in the form of making sorting warehouses, using tarpaulins for roofs, wrapping vegetables with newspapers. Mitigation actions for the risk of physical damage are carried out by applying fertilizers and pesticides as needed, making damage dependent agreements, supervising the sorting and picking process, wrapping vegetables with newspapers, closing stall with tarpaulins, and sending vegetables in the afternoon/evening. Mitigation actions for unsold risk are predicting demand trends, making purchase plans according to previous sales, and providing stock availability information. Keywords: ERM, distribution risk, weight loss, physical damage, mitigation
STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN MBKM DALAM RANGKA PENINGKATAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PERGURUAN TINGGI Arti Yoesdiarti; La ode Amril; Dede Kardaya; Ristika Handarini; Resti Yeksyastuti
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v13i1.5048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dialami oleh Universitas Djuanda dalam melaksanakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pembelajaran serta menentukan strategi terbaik untuk pengembangan program MBKM pembelajaran ke depannya. Responden berjumlah 16 orang yang berasal dari perwakilan pimpinan, dekan, kaprodi, dan dosen. Hasil menunjukkan bahwa dalam analisis lingkungan, program MBKM yang dilaksanakan Universitas Djuanda berada pada matriks I (pertumbuhan), adapun melalui matriks SWOT diperoleh strategi untuk pengembangan program MBKM yaitu  Memperkuat perolehan hibah terkait MBKM dan keikutsertaan dosen dan mahasiswa pada program MBKM nasional, Membuat kebijakan dan sosialiasinya yang dapat mengukuhkan program MBKM,  Memperkuat kurikulum melalui lokakarya kurikulum serta teknis implementasi,  Meningkatkan pemahaman dan motivasi dosen dan mahasiswa mengenai MBKM,  Memperkuat koordinasi dan kerjasama antara Dikjar, fakultas/prodi dengan unit kerja lain di Universitas Djuanda,  Meningkatkan kerjasama dengan semua pihak yang pernah bekerjasama sebelumnya di program terdahulu,  Melakukan inisiasi kerjasama baru yang melibatkan banyak pihak.
MUSIK BACKGROUND SEBAGAI SRATEGI PEMASARAN DAN KLASIFIKASI KELAS SOSIAL PENGUNJUNG AMIGO BOYOLALI Erna Nurhayati; Bondet Wrahatnala Bondet; Aris Setiawan
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v13i1.5112

Abstract

Dalam pengelompokan musik, sering dihubungkan pada beberapa kepentingan di dalam masyarakat. Seperti halnya muzak yang menjadi musik latar untuk diputar di tempat tertentu yang kemudian pemutarannya menjadi program melalui tingkat suara, musik, dan temanya. Hal ini juga diterapkan pada Departement Store Boyolali sebagai strategi marketing untuk menarik pengunjung. Penelitian bertujuan untuk mengungkap adanya fenomena pengelompokan musik. Musik diidentikan sebagai kelas sosial, sesuai pendapat Pierre Bourdieu yang digunakan dalam landasan pemikiran penelitian ini. Hal ini untuk mengelompokkan kelas ekonomis dalam pemutaran musik di Departement Store tersebut. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk memahami suatu fenomena yang terjadi di Departement Store Boyolali, dengan menggunakan prosedur observasi, tinjauan dokumen, perekaman, wawancara dan analisis secara mendalam dengan menggunakan thick description. Dengan membedah persoalan ini, menggunakan pendekatan dan perspektif fenomenologi yang dilihat dari berbagi aspek inderawi dan konseptual dengan melihat berbagai fenomena yang ada. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa musik yang diputar dikelompokkan menjadi dua, yaitu musik kelas bawah dan kelas atas. Masyarakat kalangan atas sering mendengarkan jenis musik yang berganre jazz, pop atau sering disebut selera budaya barat. Sedangkan masyarakat kalangan menengah ke bawah cenderung  menyukai musik dangdut. Departement Store Boyolali mempunyai konsep penjualan untuk kalangan menengah ke atas, sehingga eksistensi musik dangdut tidak termasuk dalam play list musik. Akan tetapi setelah melihat fakta dan banyaknya fenomena yang ada saat ini dari berbagai musisi dangdut mulai digandrungi semua kalangan, dapat membuktikan bahwa dangdut bukan lagi sebagai musiknya kaum marginal, melainkan menjadi musik semua kalangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8