cover
Contact Name
JURNAL SOSIAL HUMANIORA
Contact Email
jsh.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsh.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosial Humaniora
ISSN : 20874928     EISSN : 25500236     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Sosial Humaniora (JSH) mendorong pengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang sosial humaniora melalui penerbitan karya ilmiah berbasis hasil penelitian (orisinal).
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP MEDIASI DALAM PERKARA PERCERAIAN BERDASARKAN PERMA NOMOR 01 TAHUN 2008 Ani Yumarni
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.743 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v5i2.536

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (a) memberikan analisis mengenai kesadaran hukummasyarakat (para prinsipal) terhadap mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian di PengadilanAgama Bogor; (b) mengetahui bagaimana implementasi Hakam dalam mediasi pada penyelesaianperkara perceraian berdasarkan PERMA Nomor 01 Tahun 2008. Berdasarkan hasil penelitian,kesadaran hukum masyarakat terhadap lembaga mediasi dinilai cukup baik. Kesadaran tersebuttergantung kepada kepentingan mereka terhadap pengadilan agama. Lembaga mediasi bukanmerupakan satu-satunya penentu terhadap tercapainya kesepakatan damai dalam berperkara. Upayahakim dalam mengimplementasikan hakam guna membantu menekan angka perceraian sudahmaksimal. Hakam hanya diterapkan pada kasus perceraian dimana syiqaq benar-benar munculsebagai alasan perceraian. Adapun mediasi lebih ditekankan pada penyelesaian permasalahan yangbersifat materi (meskipun juga dalam bidang perceraiannya) sehingga penerapan hakam dilakukanhanya terhadap perselisihan yang memuncak dan membahayakan. Hal ini sejalan dengan anjuranpada Pasal 76 ayat (2) UU Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama. Untuk perkara perceraiandimana kedua pihak sama-sama menginginkan perceraian, hakim akan lebih baik untuk melanjutkanproses persidangan tanpa harus melalui proses mediasi untuk mewujudkan penyelesaian sengketayang lebih cepat, murah, dan biaya ringan (konsideran PERMA).
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN SUKABUMI irma purnamasari
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.31 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v2i1.88

Abstract

The Development which is closing the needs of community is a demand on this autonomy era. However, many obstacles are found in every step of the executions, and one of them is planning. Ideally, the development planning should be participative and have orientation on the basic needs of the community. Sometimes these 2 things are abandoned due to following: (1) Lack of understanding on development planning from community and government officials; (2) The Community sometimes became pessimistic on the development planning as they ideas are difficult to be accommodated when it comes to higher process; (3) The Limitations of government officials and development agents (kader) which duty is to communicate the development planning to the community; (4) The Period of development planning is very short and very imbalance with the materials that need to be discussed and decided.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SECARA SOSIAL R. Siti Pupu Fauziah; Radif Khotamir Rusli
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.169 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v4i2.476

Abstract

Pada awal manusia dilahirkan, manusia belum memiliki sifat sosial. Artinya, manusia belum memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan sosial anak diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul dengan orang-orang di lingkungannya. Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain telah dirasakan sejak usia enam bulan. Saat itu mereka telah mampu mengenal manusia lain terutama ibu dan anggota keluarganya. Anak mulai mampu membedakan arti senyum dan perilaku sosial lain, seperti marah (tidak senang mendengar suara keras) dan kasih sayang. Perkembangan sosial pada masa remaja berkembang kemampuan untuk memahami orang lain sebagai individu yang unik, baik menyangkut sifat-sifat pribadi, minat, nilai-nilai, atau perasaan sehingga mendorong remaja untuk bersosialisasi lebih akrab dengan lingkungan sebaya atau lingkungan masyarakat melalui persahabatan atau percintaan. Pada masa ini berkembangan sikap cenderung menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran, dan keinginan orang lain. Ada lingkungan sosial remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap dan perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan, misalnya taat beribadah, berbudi pekerti luhur, dan lain-lain. Remaja diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti kemampuan untuk bereaksi secara tepat terhadap realitas sosial, situasi, dan relasi, baik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
APRESIASI PENDENGAR TERHADAP ACARA FUNKYNDO REQUEST DI RADIO NINETYNINERS BANDUNG maria fitriah
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 2 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.058 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v2i2.98

Abstract

The main goal of this research is in order to know more about the appreciation of the listener to the program of Funkyndo Request in radio Ninetyniners. The research method that used is a quantitative description. The data gathering were done by using an observation, polling, interview, bibliography review. Sample determining was gained by sampling purposive because the taken sample based on criteria of twice song request and send message while the observer search and had already played role actively for about two years (2004 until 2006). Therefore the taken amounts of respondent are 84 person. The result depicts, that the cognitive as pact of respondent have already known about Funkyndo Request in radio Ninetyniners in a generally. The emotional aspect show, that generally respondent are satisfied of Funkyndo Request program. In this case, respondent level satisfaction is not maximal yet. That is mean, there is respondent necessary is not fulfill yet according to their request. Evaluative aspect show, that generally respondent have given a good mark toward the Funkyndo Request. In this case respondent evaluate that there is weakness in the program. In program duration respondent consider needed to add broadcast time more than two hours. Its means allowed more chance the listener for participating. Beside that respondent evaluate is not suitable in placed program time. It is caused by the time decided is 09.00-11.00 WIB coincident convenience. Therefore, regarding listener’s appreciation suggested to make a change and to add time program.
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI PADA BIDANG KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN Ernawati Ernawati; Abubakar Iskandar; Ginung Pratidina
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 9 No. 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.197 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v9i1.1374

Abstract

Sampah merupakan sisa-sisa pembuangan dari setiap sumber produksi maupun non produksi berupa organik dan anorganik.Volume sampah dari hari ke hari semakin meningkat disebabkan oleh bertambahnya jumlah penduduk, membaiknya roda perekonomian, dan berubahnya perilaku masyarakat dalam berkonsumsi. Oleh karena itu perlu diberikan kompensasi agar pegawai dapat meningkatkatkan kinerjanya. Penelitian dilakukan di Bidang Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor yang dilaksanakan sejak bulan Januari-April 2014.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui realisasi pemberian kompensasi, mengetahui peningkatan kinerja pegawai, dan menguji pengaruh pemberian kompensasi terhadap peningkatan kinerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Populasi sebanyak 184 orang dan sampel sebesar 65 orang. Teknik pengumpulan data adalah observasi, angket dan dokumentasi, sedangkan data terdiri data primer dan data sekunder. Analisa data dalam penelitian ini adalah Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa koefisien korelasi -,216 yang artinya hubungan antara TPP dengan tanggungjawab sesuai kemampuan tidak signifikan.Koefisien korelasi -,007 yang artinya hubungan antara TPP dengan pekerjaan yang sesuai ketrampilan tidak signifikan.Selanjutnya untuk menguji perbedaan kiner pegawai digunakan uji t. Hasil penelitian menunjjukan bahwa rata-rata kinerja yang ditunjukan pada ketrampilan menyelesaikan pekerjaan adalah 129,000. Oleh karena nilai thitung>ttabel maka Ho diterima, atau rata-rata ketrampilan yang dimiliki pegawai adalah sama.Rata-rata kinerja yang ditunjukan pada kemampuan menyelesaikan pekerjaan adalah 115,111. Oleh karena nilai thitung>ttabel maka Ho diterima, atau rata-rata kemampuan yang dimiliki pegawai sama.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI BERBASIS KEMITRAAN GENDER DAN KOMODITI UNGGULAN LOKAL DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN DI PEDESAAN dede kardaya
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 1 No. 1 (2010)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.994 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v1i1.75

Abstract

Agricultural sector in a wide perspective (food crop, animal husbandry, mixed farming) is very potential in helping Indonesian people cope with the effects of global and national economic crisis. The optimization of agricultural potential can lead people in rural areas to food sovereignty and at least reduce hunger. The concept of gender and family empowerment is seen as an entry point to poverty eradication a family is the smallest institution in a society and partnership cooperation between male and female in a family is a foundation for the achievement of family prosperity. Public prosperity is achieved when family prosperity is. Therefore, this study was done in order to assess the characteristics of farmer families seen from various aspects. Results showed that most proportion of husband-wife groups were middle-aged and had highest educational level of elementary school. More than half of husband respondents (61.3% in Tasikmalaya Regency and 60.0% in Ciamis Regency) worked as farmers. More than half of wife respondents (61.3% in Tasikmalaya Regency and 60.0% in Ciamis Regency) were housewives. The highest percentage of respondents (64.0%) had 1-4 family members with total income of less than Rp500,000 per month and an average income of Rp766,421. The highest proportion of respondents spent Rp 183,289 (in Tasikmalaya Regency) and Rp157,857 (in Ciamis Regency) per month for household appliance repair. The highest percentage of respondents (29.3%) stated that individual as source of loan. The most common problem faced by respondents in Tasikmalaya and Ciamis Regencies was financial problem and the least common was food availability. Respondents in Tasikmalaya Regency faced family problems more often than those in Ciamis Regency. The strategy most commonly applied by families in both regencies to save expenses was buying cheaper food. There was a positive relationship between wife age (r = 0.204; p = 0.012), husband age (r = 0.240; p = 0.003), and wife education (r = 0.212; p = 0.009) and family problems. A positive relation was also found between husband education and coping strategy applied (r = 0.163; p =0.046). Number of family member had a positive correlation with amount of debt (r = 0.243; p = 0.003) indicating the more members a family had, the more debt the respondent had.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI KECAMATAN KABANDUNGAN, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT Alialamsyah Kusumadinata
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 4 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.144 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v4i1.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dan stakeholder terkait dalam penyelenggaraan program pemberdayaan ekonomi lokal melalui pembentukan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Kartini untuk mendukung keberadaan dan perkembangan usaha kecil menengah di tingkat masyarakat lokal serta hubungannya terhadap dampak sosial ekonomi yang akan diperoleh masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan program pemberdayaan ekonomi lokal dan stakeholder berhubungan dengan dampak sosial dan ekonomi masyarakat sehingga jika partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan program tinggi, maka dampak sosial dan ekonomi juga akan tinggi. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dan sosial masyarakat selain keterlibatan masyarakan dalam penyelenggaraan program. Artinya, keterlibatan masyarakat dalam program ini bukan menjadi satu-satunya penentu taraf hidup, tingkat pendapatan, tingkat tabungan, serta bagaimana kekuatan modal sosial masyarakat.
TELAAH MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEBIJAKAN “KAMPUNG KONSERVASI” DI SEKITAR WILAYAH TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK ginung pratidina
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 3 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.077 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v3i1.388

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pengurus atau pelaku usaha Koperasi dan UMKM di Kota Bogor dalam bidang akuntansi, khususnya pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan keuangan, serta perencanaan dan pengelolaan permodalan. Penelitian ini dilakukan di Kota Bogor dengan objek penelitian adalah koperasi dan UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penarikan sampel menggunakan purposive sampling dan simple random sampling. Dengan jumlah sampel sebanyak 163 koperasi dan 379 UMKM. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian secara simultan dan parsial terdapat pengaruh akuntansi koperasi dan perencanaan permodalan terhadap keberhasilan pemberdayaan koperasi dan UMKM di Kota Bogor. Sedangkan untuk pelaku usaha UMKM masih banyak yang belum mengerti cara membuat laporan keuangan serta belum dapat merencanakan permodalan dengan baik dan diperlukan upaya pemberdayaan berkesinambungan dari intansi pemerintah melalui pelatihan, pendampingan dan permodalan.
ANALISIS ATRAKSI INTERPERSONAL DAN SOSIAL LESBIAN Ratih Putri Febriana; Muhamad Dhani; Rizky Ramadhany
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 9 No. 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.213 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v9i2.1167

Abstract

Lesbian di Kota Sukabumi belum dapat ditangani secara tuntas, menurut dinas sosial sedikitnya ada 200 LGBT yang tercatat termasuk lesbian didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor dalam atraksi interpersonal terjadi pada seorang lesbian di Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara Indepth Interview, observasi partisipati dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tujuh dari sembilan faktor atraksi interpersonal berpengaruh kuat terhadap lesbian di Kota Sukabumi, yaitu : kesamaan karakterisik personal, tekanan emosional, daya tarik fisik, ganjaran, familiarity, kedekatan, dan kemampuan . Program dinas sosial dengan “penjangkauan person to person” dinilai belum mampu menjadi solusi efektif dalam menangani lesbian. Berdasarkan data yang didapatkan dari kelima informan,  peneliti membuat rekayasa model penanganan lesbian, sebagai upaya untuk membantu pemerintah menangani lesbian.
MODEL KEKUATAN KARAKTERISTIK DAN PERSEPSI TENTANG INFOTAINMENT DENGAN ADOPSI INOVASI PEMIRSA DALAM PEMBANGUNAN INFORMASI Sukarelawati Sukarelawati; Euis Salbiah
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.925 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v7i1.485

Abstract

Masih ditemukan infotainment televisi yang hanya mengejar selera masyarakat dengan mengabaikan nilai-nilai moral yang seharusnya dijunjung tinggi. Hal tersebut menuai pro-kontra dari berbagai kalangan pemirsa yang juga memperdebatkan objektivitas sebagai nilai kebenaran atau nilai moral yang perlu dipertanggungjawabkan oleh berbagai kalangan terkait dan industri media agar menjadi informasi yang memiliki nilai kreativitas tinggi dan mencerahkan sehingga setiap kalangan dapat menuai manfaat atau kegunaan dari pesan media. Penelitian ini didesain sebagai penelitian deskriptif korelasional dengan uji kebebasan antarkategori Chi Square dan analisis korelasi Rank Spearman. Tujuan penelitian secara korelasi adalah untuk akselerasi pembangunan pada persepsi pemirsa tentang infotainmenttelevisi dari kekuatan karakteristik secara demografis dan psikografis sehingga dimungkinkan dapat menimbulkan dampak pada adopsi inovasi sebagai kritisi pemirsa dalam pembangunan informasi hiburan. Responden secara acak dengan rumus Slovin berjumlah 92 orang dari 1.100 populasi, dari rata-rata mahasiswa UNIDA dan D3 IPB yang aktif pada tiap semester. Adanya korelasi antara karakteristik demografis dengan persepsi responden tentang tayangan infotainment televisi swasta. Ketika pemirsa menonton infotainment cukup fokus, persepsinya tentang infotainment bisa ditemukan sangat baik dan adopsi inovasi pada pembangunan informasinya pun sangat baik, maka daya intelektual mahasiswa komunikasi dalam lingkup penyiaran televisi atau pada bidang jurnalistik cukup kritis.