cover
Contact Name
JMCE
Contact Email
jmce@ppj.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmce@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Kampus UNP Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang 25171
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Moral and Civic Education
ISSN : 2580412X     EISSN : 25498851     DOI : 10.24036
Core Subject : Education, Social,
Journal of Moral and Civic Education (JMCE) is a scientific journal published by the Universitas Negeri Padang Social Political Science Department. JMCE publishes articles about moral and civic education, interdisciplinary studies of politics, law sociology, history, and culture that influence moral in civic education worldwide. Before publication, articles are peer-reviewed by independent experts and approved by our board of editors. JMCE is published twice a year in April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2019)" : 5 Documents clear
Transformasi Spirit Konferensi Asia Afrika pada Keterlibatan Warga Negara Muda sebagai Pembinaan Identitas Kebangsaan Rahmelia, Silvia; Ar, Endang Danial
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.365 KB) | DOI: 10.24036/8851412322019184

Abstract

The spirit of solidarity as an Asian-African Conference (KAA) historical value should be exemplified and internalized in the form of youth character development. Solid and effective involvement through understanding the nation’s historical struggle as the basic value of youth initiation becomes a form of positive engagement and solidarity. Positive solidarity should be able to minimize the meaning deviation of solidarity that is often the case among younger generation. This study aims to describe the analysis of role transformation in youth involvement in the realizations of rights, obligations, and responsibilities, as well as participating in local, national, regional, or international levels by not leaving their national identity. The research used qualitative approach with a case study method. Data was collected by interviews, observations, and documentation studies. The result shows that the nation's spirit of past struggle and commitment were manifested in a new format of youth involvement in the Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika (SMKAA) community. The spirit of Asian African Conference’s solidarity is considered still relevant nowdays and transforming into a renewed spirit of togetherness, struggle, relinquishing subjectivity and united spirit. SMKAA, through its program, has transformed the KAA’s abstract history into concrete dissemination of values, i.e equality, cooperation, and coexistence. Youth involvement nowdays needs to be based on the spirit to examine the nation’s historical struggle, to strengthen and develop literacy, which will be an important asset. The spirit of solidarity mindset needs to be regenerated today to achieve future expectations. Keywords: Asian African Conference, young citizen involvement, solidarity spirit ABSTRAK Spirit solidaritas sebagai nilai historis Konferensi Asia Afrika (KAA) sepatutnya diteladani dan diinternalisasikan dalam implementasi pengembangan karakter warga negara muda. Keterlibatan yang solid dan efektif melalui pemaknaan sejarah perjuangan bangsa sebagai nilai dasar inisiasi warga negara muda menjadi bentuk keterlibatan dan solidaritas yang positif. Solidaritas yang positif selayaknya mampu meminimalisir penyimpangan makna solidaritas yang banyak terjadi pada generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah menggam-barkan analisis transformasi peran keterlibatan warga negara muda dalam perwujudan hak, kewajiban, tanggung jawab, serta terlibat aktif pada level lokal, nasional, regional, maupun internasional dengan tidak meninggalkan identitas kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan dengan teknik pengum-pulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa spirit perjuangan bangsa pada jaman dahulu serta komitmen kebangsaan terwujud dalam format baru keterlibatan warga negara muda pada sebuah komunitas, yaitu Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika (SMKAA). Spirit solidaritas KAA dinilai masih relevan hingga saat ini dan bertransformasi menjadi semangat terbarukan berupa kebersa-maan, semangat perjuangan, melepaskan subjektivitas, dan semangat bersatu. SMKAA melalui program kegiatannya telah mentransformasikan sejarah KAA yang bersifat abstrak menjadi konkret dengan penyebarluasan nilai-nilai KAA, yaitu kesetaraan, kerjasama, dan hidup berdampingan. Keterlibatan warga negara muda hari ini perlu dilandasi pula oleh spirit untuk mengkaji sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Memperkuat dan menumbuhkan literasi dalam spirit solidaritas akan menjadi modal yang penting. Pola pikir spirit solidaritas (the past as the memories) perlu ditumbuhkan kembali saat ini untuk meraih harapan-harapan ke depan (the future as expecatation). Kata Kunci: Konferensi Asia Afrika, keterlibatan warga negara muda, spirit solidaritas
Huma Betang: Identitas Moral Kultural Suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah Apandie, Chris; Ar, Endang Danial
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.11 KB) | DOI: 10.24036/8851412322019185

Abstract

Nowadays local and national cultures are gradually left behind. Cultural artifacts—while having beyond-physical meaning, even moral and cultural identities—are no longer maintained neither have philosophical attraction. Exploration of philosophical values ​​in huma betang can be a step to revitalize culture in order to strengthen Indonesians’ cultural moral identity. Huma Betang is commonly known as "the big house". Dayak people—a traditional ethnic group in Borneo—with diverse religions and beliefs have been inhabiting the houses for a long time in harmony and peace. This research used qualitative approach with ethnographic method. Research was located in Betang Toyoi Tumbang Malahoi, Rungan District, Gunung Mas Regency, Central Borneo province. For the Dayak people, huma betang is more than just a place to live; it is the center of Dayak's life structure. Cultural identities reflected are that huma bentang: 1) as a reflection of tolerance; 2) as the origin of unity and togetherness among Dayak people after the Tumbang Anoi peace agreement; 3) as a replica of communal system adopted by Dayak people; 4) contains cosmological patterns that reflect a balance of values; 5) as a reflection of democratic and egalitarian life; 6) through the pattern of life in it delivers the concept of Dayak’s leadership; 7) represents the collective principle; 8) as the ideal model of a pluralist community system. Keywords: huma betang, cultural morality identity, Dayak ethnic group, Central Kalimantan ABSTRAK Dewasa ini benda cagar budaya seolah tidak lagi memiliki daya tarik filosofis dan tidak terpelihara, padahal benda cagar alam mengandung pemaknaan yang lebih dari sekedar fisik, bahkan merupakan identitas moral kultural. Eksplorasi nilai filosofis pada huma betang dapat menjadi langkah revitalisasi kebudayaan guna memperkuat identitas moral kultural warga negara Indonesia. Huma Betang dikenal secara luas dengan istilah “rumah besar”. Rumah ini ditinggali orang Dayak sejak jaman dulu dengan beragam agama dan kepercayaan di dalamnya, namun penghuninya tetap hidup berdampingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Lokasi penelitian adalah di Betang Toyoi Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah. Bagi masyarakat Suku Dayak huma betang tidak hanya sekedar tempat tinggal, tapi merupakan jantung dari struktur kehidupan orang Dayak. Identitas kultural yang terefleksi yaitu huma bentang: 1) sebagai refleksi kehidupan masyarakat yang toleran; 2) sebagai asal mula tumbuhnya rasa persatuan dan kebersamaan antar suku Dayak setelah kesepakatan damai Tumbang Anoi; 3) sebagai replika sistem komunal yang dianut masyarakat Suku Dayak; 4) mengandung pola kosmologi yang mencerminkan keseimbangan sebuah nilai; 5) sebagai cerminan kehidupan demokratis dan egaliter; 6) melalui pola kehidupan melahirkan konsep kepemimpinan Suku Dayak; 7) merepresentasikan prinsip kolektif; 8) sebagai model ideal sistem masyarakat pluralis. Kata kunci: huma betang, identitas moral kultural, suku Dayak, Kalimantan Tengah
Penerapan Model Belajar Berbasis Riset dalam Mengembangkan Civic Skills Mahasiswa Novitasari, Novitasari; Nufus, Achmad Busrotun
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.667 KB) | DOI: 10.24036/8851412322019191

Abstract

Citizenship learning aims to create graduates who have civic competencies so that they become good citizens. However, Citizenship learning tends to be implemented using a model centered on lecturers so that lecturers are the only source of learning. Meanwhile, civic com-petencies, particularly civic skills, cannot be obtained simply by transferring knowledge. This study aims to analyze how the use of research-based learning models can improve student civic skills in the Citizenship course. This study used classroom action research with a quali-tative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies. The result of the study shows that the research-based learning model can train students to think critically and have participatory skills. Based on the results, we recommend: (a) for educators, to map students’ learning needs and abilities at the beginning of a new semester or a new school year so that they can use effective learning models; (b) for other re-searchers, to use research-based learning models on different respondents or in other subjects so they can examine the effectivities of using research-based learning models more broadly. Keywords: Research-Based Learning Models, civic skills, citizenship ABSTRAK Pembelajaran mata kuliah Kewarganegaraan memiliki tujuan menciptakan lulusan yang memiliki civic competencies sehingga dapat menjadi warga negara yang baik. Akan tetapi, pembelajaran kewarganegaraan cenderung dilaksanakan dengan model pembelajaran yang berpusat pada dosen sehingga dosen sebagai satu-satunya sumber belajar, sedangkan kompetensi kewarganegaraan khususnya civic skills tidak dapat diperoleh hanya dengan mentransfer pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan model belajar berbasis riset dalam meningkatkan civic skills mahasiswa pada mata kuliah Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa penerapan model belajar berbasis riset dapat melatih mahasiswa untuk terbiasa berpikir kritis dan memiliki keterampilan partisipasi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis merekomendasikan antara lain: (a) bagi pendidik, memetakan kebutuhan dan kemampuan belajar peserta didik di awal semester atau tahun ajaran baru sehingga dapat menggunakan model pembelajaran yang efektif; (b) bagi peneliti selanjutnya, mencoba menggunakan model belajar berbasis riset pada responden yang berbeda atau mata kuliah yang lain sehingga dapat mengetahui efektivitas penggunaan model belajar berbasis riset secara lebih luas. Kata kunci: Model Belajar Berbasis Riset, civic skills, kompetensi kewargaan, kewarganegaraan
Implementasi Nilai Kebajikan Warga Negara (Civic Virtues) di Institut Teknologi Bandung Fauzi, Ridwan; Roza, Prima
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.024 KB) | DOI: 10.24036/8851412322019194

Abstract

Citizenship education (PPKn) has a very fundamental role in multidimensional character education particularly in developing civic competences, which are psychosocially reflected in civic knowledge, civic disposition, civic skills, civic commitment, and civic confidence, all of which radiate and crystallize into civic virtues. One of the roles of PPKn course is to promote more civilized citizens. Bandung Institute of Technology (ITB) as one of science and technology-based education institutions plays a role in building student characters through PPKn course. This study aims to: first, explain PPKn course learning outcomes at ITB; and second, analyze the implementation of PPKn course in internalising the virtues based on Pancasila. This study used descriptive quantitative approach. Data were collected by survey in ITB’s PPKn classes. The result shows that PPKn learning at ITB has influenced significantly the cultivation of Pancasila-based civic virtues to the students. It also delivered the understanding and skills needed to participate in implementing the civic virtues. Keywords: Pancasila and civic education, civic competences, civic virtue, Institut Teknologi Bandung ABSTRAK Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran yang mendasar dalam pendidikan karakter multidimensi terutama untuk mengembangkan kompetensi kewarganegaraan. Kompetensi ini secara psikososial tercermin dalam pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), sikap kewarganegaraan (civic disposition), keterampilan kewarganegaraan (civic skill), komitmen kewarganegaraan (civic commitment), dan keteguhan kewarganegaraan (civic confidence), yang semua itu memancar dan mengkristal menjadi kebajikan/keadaban kewar-ganegaraan (civic virtues). Salah satu peran mata kuliah PPKn adalah untuk meningkatkan warga negara yang lebih berkeadaban. Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu institusi pendidikan berbasis sains dan teknologi juga berperan dalam membangun karakter mahasiswa melalui mata kuliah PPKn. Tujuan dari penelitian ini adalah: pertama, untuk mengetahui hasil belajar mata kuliah PPKn di ITB; dan kedua, untuk menganalisis pelaksanaan mata kuliah PPKn dalam penanaman nilai-nilai kebajikan berdasarkan Pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengambilan data yaitu survei di kelas PPKn di ITB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran mata kuliah PPKn di ITB telah memberikan pengaruh yang signifikan untuk penanaman nilai-nilai kebajikan kepada siswa berdasarkan Pancasila. Pembelajaran ini juga memberikan pemahaman dan keterampilan yang dibutuhkan warga negara untuk siap berpartisipasi dalam mewujudkan kebajikan warga negara. Kata kunci: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, kecakapan kewarganegaraan, kebajikan warga negara, Institut Teknologi Bandung
Pembinaan Moral Anak-Anak melalui Sekolah Minggu di Gereja Santo Andreas Tidar Malang Wadu, Ludovikus Bomans; Ladamay, Iskandar; Vemi, Elisabet Elsiana
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.828 KB) | DOI: 10.24036/8851412322019204

Abstract

This research illustrated the church’s involvement in children’s moral education through Sunday school in Tidar, Malang, in order to support the implementation of good citizenship since early age. This study used a qualitative approach with case study research. Data were collected by interview, observation, and documentation methods. Data were analysed by reduction, display, and verification in the form of coding, categories; and were verified by triangulation. The result shows that the church is involved in the children’s moral development through activities of faith development, mental development, and encouragement to care for others. By being engaged in the Sunday school, the children are becoming more sensitive to what others went through, to their surrounding, such as throwing trashes in the bins and becoming a better person than before. Church’s involvement in improving children's morals through Sunday school is a form of church participation in supporting the improvement of good citizens. Keywords: church involvement, moral development, Sunday school ABSTRAK Penelitian ini menggambarkan keterlibatan gereja dalam pembinaan moral anak-anak melalui sekolah minggu di Tidar, Malang, dengan tujuan untuk mendukung terwujudnya warga negara yang baik sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi, tampilan (display), dan verifikasi dalam bentuk koding, kategori, dan tema. Sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan keterlibatan gereja dalam pembinaan moral anak-anak melalui sekolah minggu dilakukan dengan kegiatan pembinaan iman, pembinaan mental, dan penguatan untuk peduli terhadap sesama. Dengan adanya keterlibatan gereja melalui sekolah minggu dalam pembinaan moral anak-anak, mereka menjadi peka terhadap apa yang dialami oleh orang lain, menjadi peka terhadap lingkungan di sekitarnya, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Keterlibatan gereja dalam pembinaan moral anak-anak melalui sekolah minggu merupakan wujud partisipasi gereja dalam mendukung terbentuknya warga negara yang baik. Kata kunci: keterlibatan gereja, pembinaan moral, sekolah Minggu

Page 1 of 1 | Total Record : 5