cover
Contact Name
Ahmad Subhan Yazid
Contact Email
aplikasiajournal@gmail.com
Phone
+6289512005330
Journal Mail Official
aplikasia@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto 55281 Yogyakarta Telp. 0274-550778, Fax. 0274-550776
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama is an online, open-access, peer-reviewed scientific journal that publishes original articles in the field of community service activities based on Islamic values. Aplikasia covers all disciplines including: - Dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; - Socio-economy and business, cultural and society, and educations based on Islamic values.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 2 (2016)" : 8 Documents clear
Perilaku Masyarakat Desa Terpencil Menonton Tayangan Televisi Abdul Rozak
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v16i2.1179

Abstract

Pada tahun 2011, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak (Kemenneg PPPA) menginisiasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) sebagai suatu sistem pembangunan berbasis hak anak di level kabupaten atau kota melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak. Penelitian dengan mengambil setting keterlibatan masyarakat dalam implementasi mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Slemanini dimaksudkan sebagai upaya merekam proses peran serta masyarakat dalam upaya-upaya pemenuhan hak anak yang secara kelembagaan diintegrasikan dalam sebuah sistem pembangunan dengan tajuk KLA. Artikel ini melihat bentuk partisipasi masyarakat dalam rangka melihat sejauh mana keberlanjutan kebijakan KLA dengan bertumpu pada aktor masyarakat
Masjid Umar Bin Khattab (UBK) Magelang: Masjid Mantan Preman, Gerakan Sosial Keagamaan dan Ajarannya Dandung Budi Yuwono
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v16i2.1180

Abstract

Era reformasi yang memberikan keterbukaan politik telah diikuti oleh munculnya berbagai gerakan keagamaan, seperti Yayasan Umar Bin Khattab di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Penelitian dengan fokus Yayasan Masid Umar Bin Khattab ini bertujuan mengungkap bagaimana latar belakang sejarah terbentuknya Yayasan Umar Bin Khattab, relasi sosialnya, dan bagaimana pandangan dan sikapnya terhadap nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan sosiologis, sedang metode pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Yayasan Masjid Umar Bin Khattab Grabag Magelang dirintis oleh tiga orang preman penguasa Terminal Grabag, yang bergerak dalam kegiatan pengelolaan pendidikan mulai tingkat PAUD, TKIT, SDIT, dan SMPIT, serta memiliki Pondok Pesantren At-Taqwa, Taman Pendidikan Alquran, Lembaga Bimbingan Belajar Miftahul ‘Ilmi, dan unit usaha ekonomi BMT Saudara, Lembaga Amil Zakat (LAZ), juga Unit Pelayanan Kesehatan. Yayasan Masjid Umar Bin Khattab Grabag Magelang memiliki hubungan dengan berbagai kelompok keagamaan dan Ormas Islam. Sekalipun demikian, meski secara keorganisasian bersikap terbuka tetapi relasi antara Yayasan Masjid Umar Bin Khattab dengan kalangan Nahdliyin di Grabag terkesan tidak harmonis karena adanya ketidaksamaan dalam aspek pengamalan syariat agama (furu’iyah). Jamaah Masjid Umar Bin Khattab termasuk kelompok keagamaan Islam puritan, yang berciri khas menegakkan kembali ajaran Alquran dan Hadits, serta melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Antara pembina, ustadz dengan jamaah di akar rumput terdapat perbedaan pandangan dan sikap dalam memaknai  nilai-nilai kebangsaan.
Pelaksanaan KKN Berparadigma Integrasi-Interkoneksi dalam Menopang Transformasi Masyarakat (Sebuah Rintisan Pendekatan Participatory Action Research) Ahmad Salehudin
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v16i2.1167

Abstract

KKN merupakan bagian integral sistem pendidikan tinggi. Oleh karena itu, sering perubahan IAIN menjadi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dimana paradigm keilmuannya juga berubah menjadi integrasi-interkoneksi, KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta seyogyanya juga menganut paradigm tersebut. Berdasarkan hal tersebut, ada dua hal yang ingin dijawab dari tulisan ini, yaitu bagaimana paradigma integrasi-interkoneksi dirumuskan dan dilaksanakan dalam bentuk program kerja, dan apa factor penghambat dan pendoroangnya. Untuk menjawab persoalan tersebut, penulis melakukan penelitian di dua lokasi KKN di dusun Sanggrahan dan Rajek Wetan dengan  peserta  30 orang. Agar tidak semata-mata teoritis, penelitian ini metode semi participatory action research. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa untuk merumuskan KKN Integratif-interkonektif perlu kesadaran bahwa antarilmu (agama dan sekular) harus saling terkait untuk menyelesaikan problem masyarakat. Hambatan yang sering terjadi adalah ketidak pahaman mahasiswa atas peran yang harus dilakukan sebagai peserta KKN.
Rekontruksi Mantra Pemberdayaan: Memikirkan Ulang Model KKN UIN Sunan Kalijaga Pajar Hatma Indra Jaya
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v16i2.1181

Abstract

Penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat merupakan tiga kegiatan yang diamanahkan negara kepada perguruan tinggi. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu wujud dari tugas pengabdian masyarakat. Di masa lalu KKN dinanti-nanti masyarakat, namun saat ini mulai terasa tanda-tanda bahwa yang membutuhkan KKN bukan lagi masyarakat, namun mahasiswa. Untuk itu diperlukan pemikiran ulang (dekonstuksi) guna membangun model KKN yang lebih tepat. Untuk merumuskan model KKN ini dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan KKN melalui kajian dokumen laporan KKN, Focus Group Discussion, serta wawancara kepada mahasiswa pasca KKN. Studi ini menemukan ada beberapa prinsip yang harus dirubah dari KKN UIN Sunan Kalijaga, mulai dari penentuan tujuan, lokasi, sampai metode KKN.
Komunikasi Kenusantaraan (Studi Komunikasi Nusantara Perspektif Integrasi Interkoneksi) Mokhamad Mahfud
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v16i2.1171

Abstract

The term "think globally and act locally" has begun to surface since the eighties, but until now, a quarter century later, there was also a surefire formula go see about it. Human experience feel things that otherwise like sara (suku, agama dan ras)  events that befall the nation, instead of peace, mutual trust, peaceful coexistence, at-ta'ayus as-silmi, tolerance, tasamuh among fellow human beings and between groups, but rather violence, violence , prejudice (prejudice), az- su'u zan  religion, ethnicity, class, race, interests, both at the local, regional, national and even international (global). As if all want to reverse the adage "think locally and act only", without having coupled "think globally". In the associate, connect and communicate with other groups and do not feel the need to consider the governance rules, laws, agreements and international relations.Each ethnic group, religion, class, culture wants to maintain, even cult, sect or school of thought wanted to strengthen and reinforce certain local religious identity, cultural identity, ethnic identity, political identity as felt in the shadow of the threat of domination and cultural hegemony, certain foreign cultures or civilizations.Pressure of social psychology in the real and the imagined then cause unfair treatment (injustice), discriminatory (political behavior discrimination of race, ethnicity, religion and origin) and subordinate (humble and do not consider important the presence of another person or group), here as if there is no problem indeed, in maintaining the identity and group identity, but the ripples that appear in events locally, regionally, nationally and internationally to prove there is indeed a problem in the social order of the world.This paper offers a model of communication between fellow men's race (human), which integrates and connectedness with nature and God (spirituality), in the context of Communication Studies allows develop integration-interconnection study Communications, for example, the model trialektika between Islamic, and Indonesian-ness can Modernity in trialektika developed to initiate some sort of communication, namely (Islamic [Komunikasi Islam(i)/ hadarah an-nas/Religion/‘irfani], Indonesianness (Komunikasi Indonesia/ Nusantara/ hadarah al-falsafah /Philosophy/ burhani), and Modernity [Modern/Western Communications]/ hadarah al-‘ilm/Science/bayani), researcher asumtion that Modern Communications refers to Western Communications.Komunikasi Nusantara is a science communication in digging up the basic values of the indegenous values or the values of local wisdom Indonesia (Nusantara Philosophy), then associate with theories derived from Komunikasi Islam(i)/Komunikasi Profetik and Modern/ Western Communications.
Budaya Organisasi Pondok Pesantren Berbasis NU dan Persis Benda 67 di Tasikmalaya Jawa Barat Aris Risdiana
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v16i2.1169

Abstract

Penelitian ini terfokus pada implementasi nilai-nilai budaya organisasi dalam kegiatan dakwah di pesantren Sukamanah dan Persis Benda 67 . Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis sosiologis. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pondok pesantren Sukamanah dan pondok pesantren Persis Benda 67 telah memiliki nilai-nilai budaya organisasi dalam bentuk peraturan-peraturan, norma-norma, nilai-nilai dominan, filosofi, aturan-aturan serta iklim organisasi. Nilai-nilai budaya organisasi pada Pondok Pesantren Sukamanah tertuang dalam visi dakwahnya, yakni membentuk pribadi muslim yang berakhlaq al-karimah dan ilmiah berlandasan aqidah ahlussunnah wal jama’ah, bersikap disiplin, berdzikir, berjamaah, bermusyawarah, berdakwah dan menekankan pendidikan pada penguatan aqidah. Sedangkan nilai-nilai budaya organisasi di Pondok Pesantren Benda 67 tampak lewat visinya yang berbunyi hayatul naqluha ibada dan wa’tasimu bihablillah, yakni bersikap disiplin, memegang erat komitmen organisasi, memperkuat ulumul Qur’an dan hadis, menentang bid’ah dan berjihad di jalan Allah. Dalam menyikapi perbedaan visi kegiatan dakwahnya, kedua pondok pesantren tersebut mengambil sikap yang berbeda. Pondok pesantren sukamanah memprioritaskan perdamaian dan toleransi, sedangkan pondok pesantren Persis Benda 67 memprioritaskan prinsip keharusan kembali kepada al Quran dan hadis.
Pemberdayaan dan Pendampingan Komunitas Penyandang Disabilitas Dalam Mengakses Pendidikan Tinggi Andayani Andayani; Muhrisun Afandi
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v16i2.1178

Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari laporan hasil kegiatan pengabdian  masyarakat terkait advokasi terhadap komunitas difabel di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam mengakses pendidikan tinggi. Meskipun fokus dari kegiatan pengabdian ini adalah penyandang disabilitas  yang masih dalam rentang usia pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, namun kegiatan ini didesain untuk menjangkau (outreach) komunitas penyandang disabilitas  dalam skala luas, termasuk di dalamnya pemangku kebijakan dan pihak-pihat lain terkait pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas. Komunitas penyandang disabilitas  di Indonesia sendiri, dengan segala upaya yang dilakukan sejauh ini, telah terbukti banyak memberikan kontribusi yang signifikan, baik dalam meningkatkan posisi tawar mereka sebagai sebuah kelompok marginal dalam melakukan transformasi sosial maupun dalam mengakses hak-hak mereka di  masyarakat, termasuk hak atas pendidikan yang layak di semua jenjang.  Ironisnya,  pihak-pihak yang paling dekat dengan kehidupan penyandang disabilitas sendiri, seperti keluarga, teman dan support system lainnya masih kurang memberikan dukungan kepada mereka untuk mengakses pendidikan, terlebih pendidikan di perguruan tinggi. Oleh karenanya, kegiatan pengabdian ini melibatkan semua support system di sekitar komunitas penyandang disabilitas. Tim pengabdian juga melakukan upaya advokasi kepada para pemangku kepentingan untuk memenuhi hak pendidikan komunitas ini sesuai dengan amanat regulasi nasional maupun instrumen hukum internasional.
Quo Vadis Partisipasi Masyarakat Dalam Kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA) Sleman Muhammad Izzul Haq
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v16i2.1172

Abstract

Pada tahun 2011, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak (Kemenneg PPPA) menginisiasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) sebagai suatu sistem pembangunan berbasis hak anak di level kabupaten atau kota melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak. Penelitian dengan mengambil setting keterlibatan masyarakat dalam implementasi mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Slemanini dimaksudkan sebagai upaya merekam proses peran serta masyarakat dalam upaya-upaya pemenuhan hak anak yang secara kelembagaan diintegrasikan dalam sebuah sistem pembangunan dengan tajuk KLA. Artikel ini melihat bentuk partisipasi masyarakat dalam rangka melihat sejauh mana keberlanjutan kebijakan KLA dengan bertumpu pada aktor masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 8