cover
Contact Name
Ahmad Subhan Yazid
Contact Email
aplikasiajournal@gmail.com
Phone
+6289512005330
Journal Mail Official
aplikasia@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto 55281 Yogyakarta Telp. 0274-550778, Fax. 0274-550776
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama is an online, open-access, peer-reviewed scientific journal that publishes original articles in the field of community service activities based on Islamic values. Aplikasia covers all disciplines including: - Dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; - Socio-economy and business, cultural and society, and educations based on Islamic values.
Articles 153 Documents
AGENSI, PARTISIPASI, DAN REKONSTITUSI KOMUNITAS PERPUSTAKAAN ALAM INTEGRASI-INTERKONEKSI DI MERGOSONO BUAYAN KEBUMEN JAWA TENGAH Abd. Aziz Faiz
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.4470

Abstract

Abstract - Libraries are generally reading rooms and places for literacy activities, but the Integration-Interconnection Nature Library has a different concept from libraries in general. The purpose of this study is to explain how this nature library can become spaces of agency for community reconstitution in rural areas. This study uses qualitative methods to interpret and present field data. The results show that: first, agency practices are carried out culturally through youth cultural networks. Second, intervention in the community is carried out through three programs: 1) literacy programs, 2) action programs; inspiration classes, play classes, craft classes. 3) Household and community economic empowerment programs. Third, community reconstruction efforts are carried out by reorganizing the community and mobilizing the potential of nature and agriculture-based villages; improving literacy, knowledge, skills, and community empowerment; and presenting a new awareness and definition of an integrated village community. The Integrated-Interconnected Nature Library needs to enhance its existence through new media, sponsorship aspects, institutional structure, institutional status, expanding youth involvement, and increasing service product capacity.   Keywords: Natural library; Agency; Reconstitution; Community   Abstrak - Perpustakaan umumnya adalah ruang membaca dan tempat aktivitas literasi, namun Perpustakaan Alam Integrasi-Interkoneksi memiliki konsep yang berbeda dari perpustakaan pada umumnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana perpustakaan alam ini mampu menjadi ruang-ruang agensi bagi rekonstitusi komunitas di pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menginterpretasi dan menyajikan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Praktik agensi dilakukan secara kultural melalui jaringan kultural kepemudaan. Kedua, Intervensi pada komunitas melalui tiga program; 1) program literasi, 2) program aksi; kelas inspirasi, kelas bermain, kelas karya. 3) Program pemberdayaan rumah tangga dan ekonomi masyarakat. Ketiga, upaya rekonstitusi komunitas diakukan dengan  mereorganisasi masyarakat dan menggerakkan potensi desa berbasis alam dan pertanian; meningkatkan literasi-pengetahuan, skill, dan masyarakat berdaya; menghadirkan kesadaran dan definisi baru tentang masyarakat desa yang utuh. Perpustakaan Alam Integrasi-Interkoneksi perlu meningkatkan eksistensi melalui media baru, aspek sponsorship, struktur kelembagaan, status kelembagaan, memperluas keterlibatan pemuda dan peningkatan kapasitas produk layanan.   Kata Kunci; Perpustakaan Alam, Agensi, Rekonsitusi, Komunitas
SOCIALIZATION OF MORINGA LEAF PUDDING MAKING AS EFFORT TO PREVENT STUNTING IN BENDO HAMLET Rahmadhanti; Wardany, Novita Adhe; Iriyanti, Hasna Nur; Sukri, Alfi; Aminudin, Wahyu
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.4483

Abstract

Abstract - Stunting is a major health problem in Indonesia that threatens the quality of future generations. This condition is primarily caused by chronic malnutrition, especially insufficient intake of protein and essential micronutrients. One potential effort to address this issue is the use of moringa leaves, which are highly nutritious and locally available. This study aims to describe the implementation of socialization on moringa leaf pudding as an innovative supplementary food to prevent stunting in Bendo Hamlet. The research employed a Community-Based Research (CBR) approach that involved KKN students, posyandu cadres, PKK mothers, and mothers of toddlers in a participatory process from planning to evaluation. The findings showed improvements in community knowledge about the nutritional benefits of moringa leaves, enhanced skills in preparing pudding, and positive acceptance of the product among children. Acceptance was influenced by the pudding’s soft texture, balanced sweetness, and attractive natural green color. The success of the program was also supported by easy access to raw materials, a simple preparation method, and strong cadre commitment. Thus, moringa leaf pudding can serve as a practical and sustainable local food alternative to help fulfill children’s nutritional needs while strengthening family food security.   Keyword: Moringa Leaves, Moringa Leaf Pudding, Local Food, Stunting Prevention.   Abstrak - Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian di Indonesia karena berdampak pada kualitas generasi mendatang. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi kronis, terutama protein dan mikronutrien penting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan lokal bergizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sosialisasi pembuatan puding daun kelor sebagai inovasi pangan tambahan dalam pencegahan stunting di Dusun Bendo. Penelitian menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) yang melibatkan mahasiswa KKN, kader posyandu, ibu PKK, dan ibu balita secara partisipatif mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat gizi daun kelor, keterampilan dalam mengolah puding, serta penerimaan positif dari anak-anak terhadap produk tersebut. Faktor penerimaan dipengaruhi oleh tekstur lembut, rasa manis yang seimbang, serta warna hijau alami yang menarik. Keberhasilan kegiatan ini juga didukung oleh kemudahan memperoleh bahan baku, proses pembuatan yang sederhana, serta komitmen kader posyandu dalam melanjutkan praktik. Dengan demikian, puding daun kelor berpotensi menjadi alternatif pangan lokal yang tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendukung upaya berkelanjutan dalam pencegahan stunting. Kata kunci: Daun Kelor, Puding Daun Kelor, Pangan Lokal, Pencegahan Stunting.
IMPLEMENTASI ALAT MONITORING KONTROL SUHU DAN KELEMBAPAN IDEAL DI UPTD METROLOGI LEGAL KOTA TEGAL Luthfianto, Saufik; M. Fajar Nurwildani; Siswiyanti; Tofik hidayat; Satria, Sandi
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/31yta232

Abstract

Abstract - The service output provided by the UPTD Legal Metrology Office of Tegal City is the assurance of accurate measurement results, which highly depends on the stability of temperature and humidity within the laboratory environment. Uncontrolled fluctuations in these parameters can significantly reduce measurement accuracy and affect public satisfaction and trust as service users. This issue arises because no automatic control system currently regulates the laboratory environment, as temperature and lighting are still adjusted manually by operators, often resulting in unstable and suboptimal conditions. To address this challenge, a community service program was conducted in the field of industrial quality engineering through the implementation of Internet of Things (IoT) technology for automated environmental control. The activity involved direct measurement and variation of several independent variables air conditioner temperature, operating duration, lighting intensity, and human presence to determine the optimal combination that minimizes environmental fluctuation. The developed IoT system automatically regulates AC temperature, fan speed, and lighting intensity based on the standard error fit obtained from the Response Surface Methodology (RSM) model, which defines a K-factors automation as the key control parameter. The system operates adaptively in minute-by-minute loops to maintain optimal temperature and humidity levels while reducing energy consumption by efficiently operating one or two AC units as needed. Through this approach, environmental monitoring and control can be performed wirelessly via smartphones anytime and anywhere, allowing laboratory staff to work more efficiently while maintaining a stable, energy-efficient, and sustainable laboratory environment.   Keyword: Internet of Things (IoT), Legal Metrology, Temperature and Humidity Stability, Response Surface Methodology (RSM), Laboratory Automation.   Abstrak - Output layanan yang dihasilkan oleh UPTD Metrologi Legal Kota Tegal berupa jaminan kebenaran hasil pengukuran sangat bergantung pada kestabilan suhu dan kelembapan ruang laboratorium. Kondisi lingkungan yang tidak ideal atau berfluktuasi secara tidak terkendali dapat menurunkan akurasi pengukuran dan berdampak pada kepuasan serta kepercayaan masyarakat sebagai pengguna layanan. Permasalahan ini muncul karena belum adanya sistem kontrol otomatis terhadap kondisi ruangan, di mana pengaturan suhu dan pencahayaan masih dilakukan secara manual oleh operator. Akibatnya, kondisi ruangan sering kali tidak stabil dan belum mencapai performa optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan upaya pengabdian masyarakat di bidang rekayasa kualitas industri dengan menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) sebagai solusi pengendalian lingkungan berbasis automasi. Kegiatan ini melibatkan proses pengukuran langsung terhadap beberapa variabel bebas, seperti suhu AC, durasi waktu, intensitas cahaya, dan jumlah manusia dalam ruangan. Variabel-variabel tersebut divariasikan untuk memperoleh kondisi optimal yang menghasilkan fluktuasi suhu dan kelembapan paling rendah. Sistem IoT yang dikembangkan dirancang agar dapat mengatur suhu AC, kecepatan kipas, dan intensitas pencahayaan secara otomatis berdasarkan nilai standard error fit dari model Response Surface Methodology (RSM) yang menghasilkan K-factors automation sebagai parameter kendali. Sistem bekerja secara adaptif dengan pengulangan perintah setiap menit untuk mempertahankan kondisi ruangan pada posisi ideal sekaligus menghemat energi listrik dengan menyesuaikan penggunaan satu atau dua unit AC secara efisien. Melalui pendekatan ini, proses pengendalian suhu dan kelembapan dapat dilakukan secara nirkabel melalui smartphone, sehingga meningkatkan kemudahan kerja operator dan memastikan kestabilan lingkungan laboratorium yang lebih presisi, efisien, dan berkelanjutan.   Kata kunci: Internet of Things (IoT), Metrologi Legal, Stabilitas Suhu dan Kelembapan, Response Surface Methodology (RSM), Automasi Laboratorium.