cover
Contact Name
Ahmad Subhan Yazid
Contact Email
aplikasiajournal@gmail.com
Phone
+6289512005330
Journal Mail Official
aplikasia@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto 55281 Yogyakarta Telp. 0274-550778, Fax. 0274-550776
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama is an online, open-access, peer-reviewed scientific journal that publishes original articles in the field of community service activities based on Islamic values. Aplikasia covers all disciplines including: - Dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; - Socio-economy and business, cultural and society, and educations based on Islamic values.
Articles 162 Documents
AGENSI, PARTISIPASI, DAN REKONSTITUSI KOMUNITAS PERPUSTAKAAN ALAM INTEGRASI-INTERKONEKSI DI MERGOSONO BUAYAN KEBUMEN JAWA TENGAH Abd. Aziz Faiz
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.4470

Abstract

Abstract - Libraries are generally reading rooms and places for literacy activities, but the Integration-Interconnection Nature Library has a different concept from libraries in general. The purpose of this study is to explain how this nature library can become spaces of agency for community reconstitution in rural areas. This study uses qualitative methods to interpret and present field data. The results show that: first, agency practices are carried out culturally through youth cultural networks. Second, intervention in the community is carried out through three programs: 1) literacy programs, 2) action programs; inspiration classes, play classes, craft classes. 3) Household and community economic empowerment programs. Third, community reconstruction efforts are carried out by reorganizing the community and mobilizing the potential of nature and agriculture-based villages; improving literacy, knowledge, skills, and community empowerment; and presenting a new awareness and definition of an integrated village community. The Integrated-Interconnected Nature Library needs to enhance its existence through new media, sponsorship aspects, institutional structure, institutional status, expanding youth involvement, and increasing service product capacity.   Keywords: Natural library; Agency; Reconstitution; Community   Abstrak - Perpustakaan umumnya adalah ruang membaca dan tempat aktivitas literasi, namun Perpustakaan Alam Integrasi-Interkoneksi memiliki konsep yang berbeda dari perpustakaan pada umumnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana perpustakaan alam ini mampu menjadi ruang-ruang agensi bagi rekonstitusi komunitas di pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menginterpretasi dan menyajikan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Praktik agensi dilakukan secara kultural melalui jaringan kultural kepemudaan. Kedua, Intervensi pada komunitas melalui tiga program; 1) program literasi, 2) program aksi; kelas inspirasi, kelas bermain, kelas karya. 3) Program pemberdayaan rumah tangga dan ekonomi masyarakat. Ketiga, upaya rekonstitusi komunitas diakukan dengan  mereorganisasi masyarakat dan menggerakkan potensi desa berbasis alam dan pertanian; meningkatkan literasi-pengetahuan, skill, dan masyarakat berdaya; menghadirkan kesadaran dan definisi baru tentang masyarakat desa yang utuh. Perpustakaan Alam Integrasi-Interkoneksi perlu meningkatkan eksistensi melalui media baru, aspek sponsorship, struktur kelembagaan, status kelembagaan, memperluas keterlibatan pemuda dan peningkatan kapasitas produk layanan.   Kata Kunci; Perpustakaan Alam, Agensi, Rekonsitusi, Komunitas
SOCIALIZATION OF MORINGA LEAF PUDDING MAKING AS EFFORT TO PREVENT STUNTING IN BENDO HAMLET Rahmadhanti; Novita Adhe Wardany; Hasna Nur Iriyanti; Alfi Sukri; Wahyu Aminudin
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.4483

Abstract

Abstract - Stunting is a major health problem in Indonesia that threatens the quality of future generations. This condition is primarily caused by chronic malnutrition, especially insufficient intake of protein and essential micronutrients. One potential effort to address this issue is the use of moringa leaves, which are highly nutritious and locally available. This study aims to describe the implementation of socialization on moringa leaf pudding as an innovative supplementary food to prevent stunting in Bendo Hamlet. The research employed a Community-Based Research (CBR) approach that involved KKN students, posyandu cadres, PKK mothers, and mothers of toddlers in a participatory process from planning to evaluation. The findings showed improvements in community knowledge about the nutritional benefits of moringa leaves, enhanced skills in preparing pudding, and positive acceptance of the product among children. Acceptance was influenced by the pudding’s soft texture, balanced sweetness, and attractive natural green color. The success of the program was also supported by easy access to raw materials, a simple preparation method, and strong cadre commitment. Thus, moringa leaf pudding can serve as a practical and sustainable local food alternative to help fulfill children’s nutritional needs while strengthening family food security.   Keyword: Moringa Leaves, Moringa Leaf Pudding, Local Food, Stunting Prevention.   Abstrak - Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian di Indonesia karena berdampak pada kualitas generasi mendatang. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi kronis, terutama protein dan mikronutrien penting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan lokal bergizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sosialisasi pembuatan puding daun kelor sebagai inovasi pangan tambahan dalam pencegahan stunting di Dusun Bendo. Penelitian menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) yang melibatkan mahasiswa KKN, kader posyandu, ibu PKK, dan ibu balita secara partisipatif mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat gizi daun kelor, keterampilan dalam mengolah puding, serta penerimaan positif dari anak-anak terhadap produk tersebut. Faktor penerimaan dipengaruhi oleh tekstur lembut, rasa manis yang seimbang, serta warna hijau alami yang menarik. Keberhasilan kegiatan ini juga didukung oleh kemudahan memperoleh bahan baku, proses pembuatan yang sederhana, serta komitmen kader posyandu dalam melanjutkan praktik. Dengan demikian, puding daun kelor berpotensi menjadi alternatif pangan lokal yang tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendukung upaya berkelanjutan dalam pencegahan stunting. Kata kunci: Daun Kelor, Puding Daun Kelor, Pangan Lokal, Pencegahan Stunting.
IMPLEMENTASI ALAT MONITORING KONTROL SUHU DAN KELEMBAPAN IDEAL DI UPTD METROLOGI LEGAL KOTA TEGAL Saufik Luthfianto; M. Fajar Nurwildani; Siswiyanti; Tofik hidayat; Sandi Satria
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/31yta232

Abstract

Abstract - The service output provided by the UPTD Legal Metrology Office of Tegal City is the assurance of accurate measurement results, which highly depends on the stability of temperature and humidity within the laboratory environment. Uncontrolled fluctuations in these parameters can significantly reduce measurement accuracy and affect public satisfaction and trust as service users. This issue arises because no automatic control system currently regulates the laboratory environment, as temperature and lighting are still adjusted manually by operators, often resulting in unstable and suboptimal conditions. To address this challenge, a community service program was conducted in the field of industrial quality engineering through the implementation of Internet of Things (IoT) technology for automated environmental control. The activity involved direct measurement and variation of several independent variables air conditioner temperature, operating duration, lighting intensity, and human presence to determine the optimal combination that minimizes environmental fluctuation. The developed IoT system automatically regulates AC temperature, fan speed, and lighting intensity based on the standard error fit obtained from the Response Surface Methodology (RSM) model, which defines a K-factors automation as the key control parameter. The system operates adaptively in minute-by-minute loops to maintain optimal temperature and humidity levels while reducing energy consumption by efficiently operating one or two AC units as needed. Through this approach, environmental monitoring and control can be performed wirelessly via smartphones anytime and anywhere, allowing laboratory staff to work more efficiently while maintaining a stable, energy-efficient, and sustainable laboratory environment.   Keyword: Internet of Things (IoT), Legal Metrology, Temperature and Humidity Stability, Response Surface Methodology (RSM), Laboratory Automation.   Abstrak - Output layanan yang dihasilkan oleh UPTD Metrologi Legal Kota Tegal berupa jaminan kebenaran hasil pengukuran sangat bergantung pada kestabilan suhu dan kelembapan ruang laboratorium. Kondisi lingkungan yang tidak ideal atau berfluktuasi secara tidak terkendali dapat menurunkan akurasi pengukuran dan berdampak pada kepuasan serta kepercayaan masyarakat sebagai pengguna layanan. Permasalahan ini muncul karena belum adanya sistem kontrol otomatis terhadap kondisi ruangan, di mana pengaturan suhu dan pencahayaan masih dilakukan secara manual oleh operator. Akibatnya, kondisi ruangan sering kali tidak stabil dan belum mencapai performa optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan upaya pengabdian masyarakat di bidang rekayasa kualitas industri dengan menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) sebagai solusi pengendalian lingkungan berbasis automasi. Kegiatan ini melibatkan proses pengukuran langsung terhadap beberapa variabel bebas, seperti suhu AC, durasi waktu, intensitas cahaya, dan jumlah manusia dalam ruangan. Variabel-variabel tersebut divariasikan untuk memperoleh kondisi optimal yang menghasilkan fluktuasi suhu dan kelembapan paling rendah. Sistem IoT yang dikembangkan dirancang agar dapat mengatur suhu AC, kecepatan kipas, dan intensitas pencahayaan secara otomatis berdasarkan nilai standard error fit dari model Response Surface Methodology (RSM) yang menghasilkan K-factors automation sebagai parameter kendali. Sistem bekerja secara adaptif dengan pengulangan perintah setiap menit untuk mempertahankan kondisi ruangan pada posisi ideal sekaligus menghemat energi listrik dengan menyesuaikan penggunaan satu atau dua unit AC secara efisien. Melalui pendekatan ini, proses pengendalian suhu dan kelembapan dapat dilakukan secara nirkabel melalui smartphone, sehingga meningkatkan kemudahan kerja operator dan memastikan kestabilan lingkungan laboratorium yang lebih presisi, efisien, dan berkelanjutan.   Kata kunci: Internet of Things (IoT), Metrologi Legal, Stabilitas Suhu dan Kelembapan, Response Surface Methodology (RSM), Automasi Laboratorium.
Penerapan Psikoedukasi Mengenai Bahasa Cinta dalam Meningkatkan Kesadaran Emosional Pemuda Karang Taruna Kalurahan Jogotirto Sleman Yogyakarta Izad Tiara; Annisa Ispawardani; Isnawan Muzaqi; Sofia Maulidia
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 26 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/efxsp554

Abstract

Abstract - One of the challenges faced by adolescents is how they express emotions, which are more complex compared to those of children. These emotional expressions also influence how adolescents build interpersonal relationships with family, peers, romantic partners, and themselves. The psychoeducational activity on love languages aims to provide knowledge and experience through material presentations, interactive discussions, and reflective sessions related to the topic. This study employs a qualitative descriptive method, with participants consisting of adolescents from the Karang Taruna youth community in Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. The research instruments used include pre-test and post-test questionnaires, direct observation, and reflections gathered from a Focus Group Discussion (FGD). The results of this study indicate that the psychoeducation on love languages was positively received and effective in enhancing the understanding and awareness of adolescents regarding the importance of love languages in building healthy interpersonal relationships. Participants’ reflections also revealed a commitment to fostering more empathetic, respectful, and understanding relationships.   Keyword: Love Languages, Psychoeducation, Community Service, Adolescence.   Abstrak - Salah satu permasalahan yang dialami oleh remaja adalah cara mereka mengekspresikan emosi yang lebih kompleks dibandingkan anak-anak. Emosi tersebut juga ikut memengaruhi bagaimana remaja membentuk relasi interpersonal dengan keluarga, teman sebaya, pasangan, dan diri sendiri. Kegiatan psikoedukasi mengenai bahasa cinta bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan refleksi yang berkaitan dengan topik kegiatan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan partisipan kegiatan berasal dari remaja karang taruna Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen pengukuran yang digunakan berbasis pre-test dan post-test, observasi secara langsung, dan refleksi dari Forum Group Discussion (FGD). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa psikoedukasi Mengen   ai bahasa cinta dinilai positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja karang taruna terhadap pentingnya bahasa cinta dalam menjalin relasi interpersonal yang sehat.. Hasil dari refleksi peserta juga menunjukkan adanya suatu komitmen untuk membangun hubungan yang lebih empatik, saling menghargai, dan penuh pengertian.   Kata kunci: Bahasa Cinta, Psikoedukasi, Pengabdian Masyarakat, Remaja.    
Dokumenter "Aku dan Al-Jenderami": Representasi Kehidupan Warga Emas di Yayasan Al-Jenderami, Malaysia Aaz Anzali; Fauzan Alfian; Sofia Nurul Husna; Salma An-Nisa; Siti Aminah; Halimatus Saadiyah
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 26 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/bpw02w34

Abstract

Abstract - This study explores the representation of senior citizens' lives at the Al-Jenderami Foundation through a qualitative descriptive approach, focusing on spirituality, self-actualization, and social participation. Data collection methods include participatory observation using the Tawamas technique (laughter with senior citizens), semi-structured interviews with the Memory Card technique, and audiovisual documentation compiled into the documentary film Aku dan Al-Jenderami. The study involved six senior residents of PPSHIA Al-Jenderami as key informants, selected purposively based on their willingness to participate and length of residence. Thematic analysis following Braun and Clarke's (2006) framework was applied to interview transcripts, field notes, and audiovisual materials, with member checking and researcher reflexivity used to minimize subjectivity. Findings reveal that the documentary challenges conventional social constructions of aging by portraying elderly individuals as spiritually resilient, socially active, and self-empowered. This representation confronts negative stereotypes and highlights the importance of spiritual and social engagement in aging populations. The documentary also functions as a tool for social advocacy, emphasizing compassion and communal support in upholding the rights and dignity of the elderly. The study encourages similar media and policy approaches in aging societies, particularly in Indonesia and Malaysia.   Keyword: Al-Jenderami, documentary film, social engagement, social advocacy media, visual representation.   Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kehidupan warga emas di Yayasan Al-Jenderami direpresentasikan, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menitikberatkan pada dimensi spiritualitas, aktualisasi diri, dan partisipasi sosial. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif dengan pendekatan Tawamas (Tawa bersama warga emas), wawancara semi-terstruktur dengan pendekatan Memory Card, serta dokumentasi audiovisual yang kemudian disajikan dalam bentuk film dokumenter "Aku dan Al-Jenderami". Penelitian melibatkan enam warga senior PPSHIA Al-Jenderami sebagai informan kunci yang dipilih secara purposif berdasarkan kesediaan berpartisipasi dan lama tinggal. Analisis tematik mengacu pada kerangka Braun dan Clarke (2006) diterapkan terhadap transkrip wawancara, catatan lapangan, dan materi audiovisual, disertai member checking dan refleksivitas peneliti untuk meminimalkan subjektivitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dokumenter ini memperbarui pandangan konstruksi sosial yang menggambarkan lansia sebagai individu aktif, kuat secara spiritual, dan berdaya dalam komunitas. Representasi ini tidak hanya melawan stereotip negatif terhadap lansia, tetapi juga menunjukkan urgensi keterlibatan sosial dan spiritual dalam kehidupan lansia. Lewat peran media sebagai alat advokasi sosial, dokumenter ini mengadvokasi dan memperjuangkan hak-hak lansia dengan landasan kasih sayang dan community togetherness. Penelitian ini menyarankan agar pendekatan serupa diterapkan dalam kebijakan sosial dan produksi media, khususnya di negara dengan populasi lansia yang tumbuh pesat, seperti Indonesia dan Malaysia.   Kata kunci: Al-Jenderami, film dokumenter, keterlibatan sosial, media advokasi sosial, representasi visual.
Modul Sahabat Membaca: Penguatan Literasi Berbasis Pengetahuan Islam pada Gen Alfa di Kuningan Jawa Barat Dwi Santosa; Rosianna Fitri Fadillah; Iin Suryaningsih
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 26 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/n4gav005

Abstract

Abstract - This study is motivated by the low reading interest and literacy skills among students aged 7–12 at MDTA Al-Muqoowim, Kuningan. Initial observations revealed that only 40% of students were able to explain the content of simple reading materials due to conventional teaching approaches that are not yet adaptive to the characteristics of Generation Alpha. To address this issue, the community service program "Sahabat Membaca," initiated by the Kawula Bakti community, intervened through the utilization of contextual learning modules based on Islamic knowledge. The program's implementation method was divided into five stages, with a core focus on multimodal interactive training that combines inspirational storytelling sessions of Islamic figures, guided reading in small groups, and educational games such as character guessing and word chains. Evaluation using pre-tests and post-tests indicated significant improvements across all success indicators: participants' active engagement reached 92%, reading comprehension jumped to 82%, and the text retelling capability reached 80%. These findings demonstrate that the integration of functional literacy and Islamic values effectively fosters students' intrinsic reading motivation. This program contributes a novel, gen-alpha-friendly learning model within the madrasah environment. It is recommended that this module be integrated regularly and followed up with periodic teacher training.   Keyword: Gen Alpha, Literacy Capability, Reading Interest, Islamic Knowledge.   Abstrak - Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa usia 7–12 tahun di MDTA Al-Muqoowim, Kuningan. Hasil observasi awal menunjukkan hanya 40% peserta didik yang mampu menjelaskan isi bacaan sederhana akibat pendekatan pembelajaran yang konvensional dan belum adaptif terhadap karakteristik generasi alfa. Untuk mengatasi masalah tersebut, program pengabdian "Sahabat Membaca" oleh komunitas Kawula Bakti mengintervensi melalui penggunaan modul ajar kontekstual berbasis pengetahuan Islam. Metode pelaksanaan program ini terbagi menjadi lima tahapan, dengan fokus inti pada pelatihan interaktif multimodal yang mengombinasikan sesi cerita inspiratif tokoh Islam, membaca terpimpin dalam kelompok kecil, dan permainan edukatif (seperti tebak tokoh dan kata berantai). Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator keberhasilan: partisipasi aktif peserta mencapai 92% , pemahaman isi bacaan melonjak menjadi 82% , dan kemampuan menceritakan kembali (retelling) teks mencapai 80%. Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi literasi fungsional dan nilai keislaman efektif menumbuhkan motivasi membaca intrinsik siswa. Program ini berkontribusi memberikan model pembelajaran baru yang ramah generasi alfa (gen-alpha friendly) di madrasah. Direkomendasikan agar modul ini diintegrasikan secara rutin serta ditindaklanjuti dengan pelatihan guru secara berkala.   Kata kunci: Gen Alfa, Kemampuan Literasi, Minat Membaca, Pengetahuan Islam.
Edukasi Gizi Seimbang melalui Leaflet untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Daiva Alifia; Andi Muh Asrul Irawan
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 26 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/6evhf347

Abstract

Abstract - The problem faced by the community in Mattiro Ujung Village, Kapoposang Island, is the low level of knowledge and attitude among housewives regarding the importance of balanced nutrition. This community service activity aimed to improve the knowledge and attitudes of housewives through nutrition education using balanced nutrition leaflets. The activity was conducted on July 18–19, 2025, with 15 housewives participating. The implementation methods included socialization, pre-test, delivery of materials through interactive lectures using leaflets, group discussions, and post-test. The results showed a significant increase in participants' knowledge after the education was delivered, as seen from the comparison of pre-test and post-test scores. The average knowledge score increased from 4.73 to 7.40 with a significance value of p = 0.001. These findings indicate that the leaflet was effective as an educational tool, especially in island areas with limited access to digital information. This educational activity not only improved participants' understanding but also encouraged a positive shift in attitudes toward adopting balanced nutrition practices within households. The use of printed educational media proved to be a simple, accessible, and impactful approach in promoting better family nutrition awareness in remote coastal communities.   Keyword: Balanced Nutrition, Housewives, Leaflet Media   Abstrak - Permasalahan mitra di Desa Mattiro Ujung, Pulau Kapoposang, yaitu masih rendahnya pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga terhadap pentingnya gizi seimbang, menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga melalui edukasi gizi menggunakan media leaflet gizi seimbang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18–19 Juli 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 15 ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pengisian pre test, penyampaian materi melalui ceramah interaktif menggunakan leaflet, diskusi, dan pengisian post test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan setelah edukasi diberikan, yang terlihat dari perbandingan skor pre-test dan post test. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 4,73 menjadi 7,40 dengan nilai signifikansi p = 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa media leaflet efektif digunakan dalam kegiatan edukasi gizi di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses informasi digital. Edukasi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga mendorong perubahan sikap ke arah perilaku konsumsi gizi seimbang yang lebih baik dalam rumah tangga.   Kata kunci: Gizi Seimbang, Ibu Rumah Tangga, Media Leaflet.
Komunikasi Empatik untuk Literasi Inklusif: Peningkatan Emotional Intelligence dan Teamwork Relawan Gerakan Suka Baca di Depok Safira Hasna; Ruvira Arindita; Kussusanti; Wildan Faisol; Fayyaza Febriyanti; Angie Amalia
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 26 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/zfm76742

Abstract

Abstract - The low capacity for empathic communication and teamwork among volunteers of the Gerakan Suka Baca (GSB) Community in Depok has hindered the effectiveness of literacy mentoring for marginalized children. This community service activity aimed to enhance the emotional intelligence and teamwork skills of 20 GSB volunteers at Sekolah Master Depok. The program was implemented through interactive training grounded in Participatory Action Research (PAR) and experiential learning, employing methods including lectures, discussions, simulations, and field mentoring involving 20 volunteers. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments. The results demonstrated significant improvements across all volunteer competency indicators: self-awareness increased from 38.1% to 87.6%, empathy from 57.1% to 91.4%, and team collaboration from 66.7% to 93.3%. Qualitatively, behavioral changes were observed among volunteers, reflecting more empathic, collaborative, and reflective communication practices in accompanying marginalized children. This program contributed to strengthening the internal capacity of other literacy communities. Program sustainability is ensured through the establishment of an internal volunteer trainer team (trainer of trainers) and the integration of an empathic communication module into the GSB new volunteer orientation curriculum.   Keyword: Communication, Empathic, Emotion, Collaboration, Volunteers.   Abstrak - Rendahnya kemampuan komunikasi empatik dan kerja sama tim relawan Komunitas Gerakan Suka Baca (GSB) di Depok menghambat efektivitas pendampingan literasi bagi anak-anak marjinal. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan meningkatkan kecerdasan emosional dan kerja sama tim 20 relawan GSB di Sekolah Master Depok. Program dilaksanakan melalui pelatihan interaktif berbasis Participatory Action Research (PAR) dan experiential learning dengan metode ceramah, diskusi, simulasi, dan pendampingan di lapangan terhadap 20 relawan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator kemampuan relawan: self-awareness meningkat dari 38,1% menjadi 87,6%, empathy dari 57,1% menjadi 91,4% serta team collaboration dari 66,7% menjadi 93,3%. Secara kualitatif, terjadi perubahan perilaku relawan menuju komunikasi yang lebih empatik, kolaboratif, dan reflektif dalam mendampingi anak-anak marjinal. Program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas internal komunitas literasi lainnya. Keberlanjutan program dijamin melalui pembentukan tim pelatih internal relawan (trainer of trainers) dan integrasi modul komunikasi empatik ke dalam kurikulum orientasi relawan baru GSB.   Kata kunci: Komunikasi, Empati, Emosi, Kolaborasi, Relawan.
Kendalikan Gaya Hidup: Literasi Keuangan Untuk Pengguna Pay Later Casmini; Muhammad Bayu Irfan Pratama
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 26 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rzyzfh29

Abstract

Abstract - Recent activities in Batuan Village, Bali, highlight the importance of financial literacy in managing consumer behavior, particularly regarding "Pay Later" services. An outreach initiative engaged 25 participants, including village leaders, to improve understanding of personal finance and the risks associated with excessive debt. The findings indicated a significant lack of awareness among users about the financial implications of "Pay Later" options, which could jeopardize their financial stability. To combat this issue, financial literacy education was identified as a crucial strategy. This education provides clear information on debt management and utilizes educational technology to enhance understanding. The goal is to reframe financial literacy as a vital tool for guiding consumer behavior in an era dominated by "Pay Later" services. By empowering individuals to make informed decisions, the initiative aims to contribute to sustainable economic growth. Furthermore, the discussion includes the risks and benefits of "Buy Now, Pay Later" services, emphasizing that financial literacy is essential for responsible usage. Users must be aware of potential pitfalls related to uncontrolled spending and accumulating debt, reinforcing the need for comprehensive financial education to mitigate these challenges effectively.   Keyword: Financial Literacy, Consumer Behavior, Pay Later Services, Debt Management, Financial Education.   Abstrak - Kegiatan ini menyampaikan pentingnya literasi keuangan sebagai strategi untuk mengendalikan perilaku konsumtif di kalangan pengguna layanan "Pay Later". Dalam konteks perkembangan teknologi keuangan, penggunaan layanan "Pay Later" semakin populer, tetapi seringkali diiringi oleh risiko perilaku konsumtif yang tidak terkendali. Penyuluhan literasi keuangan ini sebagai bagian dari desiminasi hasil penelitian dalam upaya memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep keuangan pribadi, pembentukan kebiasaan pengelolaan keuangan yang baik, dan pemahaman mendalam tentang perilaku konsumtif serta konsekuensi berhutang yang tidak terkendali dalam penggunaan pay later. Metode kegiatan dilakukan dengan penyuluhan kepada 25 orang yang terdiri kepala desa dan perangkat desa dan tokoh masyarakat di Desa Batuan Bali. Ke 25 peserta diharapkan akan meneruskan mensosialisasikan kepada masyarakat di wilayahnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna kurang memahami implikasi keuangan dari layanan, sehingga berpotensi merugikan stabilitas keuangan pribadi. Penyuluhan literasi keuangan menawarkan solusi dengan menyediakan informasi yang mudah dipahami, strategi pengelolaan utang, dan peran teknologi edukatif. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh menjadi pandangan baru terkait penyuluhan literasi keuangan sebagai instrumen efektif dalam mengendalikan perilaku konsumtif di era layanan "Pay Later". Pengetahuan tersebut dapat membantu pengguna mengambil keputusan konsumtif yang lebih bijaksana, menjaga stabilitas keuangan pribadi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.   Kata kunci: Aplikasi, Agama, Jurnal Aplikasia, Petunjuk Penulisan, Template Artikel.
Perumusan Tatanan Pesantren Rintisan Melalui Siklus 5-D Asset-Based Community Development (ABCD) Ade Fitriani Harahap; Muhammad Wahyudi Azzukhruf
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 26 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/8wg5sy19

Abstract

Abstract - Emerging pesantren often face institutional challenges in aligning their visionary goals with a well-structured operational system. This study addresses the academic question of how a newly established pesantren can build its institutional foundation from within, without relying on a top-down approach. It analyzes the Majelis Perumusan Tatanan Pesantren program at Pondok Pesantren Bil Qolam, a literacy-based pesantren for university students that aspires to a transformative vision but lacks a formal system. Using a qualitative approach grounded in Asset-Based Community Development (ABCD), this research explores the application of the 5-D cycle (Define, Discovery, Dream, Design, Destiny) as a participatory facilitation method. The findings reveal that this approach successfully transformed the pesantren's internal assets—such as the founder's vision, the students' intellectual capacity, and existing social networks—into tangible institutional instruments, including a curriculum, Standard Operating Procedures (SOP), and a structured daily schedule. The main finding highlights the emergence of an institutional framework that is managerial in structure and aligned with the community's unique character, though ownership of this framework currently remains concentrated among the founder and core administrators rather than fully distributed across the broader santri community. The study concludes that the ABCD method, through the 5-D cycle, serves as an effective framework for developing an authentic institutional foundation in emerging pesantren, while highlighting the need for further efforts to extend collective ownership beyond key actors to ensure long-term sustainability.   Keyword: Appreciative Inquiry, Participatory Facilitation, Literacy Education, Emerging Pesantren, 5-D Cycle.   Abstrak - Pesantren rintisan seringkali menghadapi permasalahan kelembagaan dalam menyelaraskan visi besarnya dengan sistem operasional yang tertata. Penelitian ini menjawab permasalahan akademik mengenai bagaimana sebuah pesantren baru dapat membangun fondasi kelembagaannya dari dalam, tanpa menggunakan pendekatan yang bersifat top-down. Artikel ini menganalisis program "Majelis Perumusan Tatanan Pesantren" di Pondok Pesantren Bil Qolam, sebuah lembaga rintisan berbasis literasi untuk kalangan mahasiswa, yang memiliki visi besar namun belum memiliki sistem yang terstruktur. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berkerangka Asset-Based Community Development (ABCD), penelitian ini mendeskripsikan penerapan siklus 5-D (Define, Discovery, Dream, Design, Destiny) sebagai metode fasilitasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil mentransformasikan aset-aset internal pesantren seperti visi pendiri, potensi intelektual santri, dan jejaring sosial menjadi instrumen kelembagaan yang konkret, meliputi kurikulum, Standar Operasional Prosedur (SOP), dan jadwal kegiatan harian. Temuan utamanya adalah terbentuknya sebuah tatanan kelembagaan yang terstruktur secara manajerial dan selaras dengan karakter unik komunitas, meskipun kepemilikan atas tatanan tersebut saat ini masih terkonsentrasi pada pendiri dan pengurus inti, belum sepenuhnya terdistribusi kepada seluruh elemen santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ABCD melalui siklus 5-D merupakan kerangka kerja yang efektif untuk membangun fondasi kelembagaan pesantren rintisan yang otentik, sekaligus menegaskan perlunya upaya lanjutan untuk memperluas kepemilikan kolektif melampaui aktor-aktor kunci demi keberlanjutan jangka panjang.   Kata kunci: Appreciative Inquiry, Fasilitasi Partisipatif, Pendidikan Literasi, Pesantren Rintisan, Siklus 5-D.