cover
Contact Name
Ahmad Subhan Yazid
Contact Email
aplikasiajournal@gmail.com
Phone
+6289512005330
Journal Mail Official
aplikasia@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto 55281 Yogyakarta Telp. 0274-550778, Fax. 0274-550776
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama is an online, open-access, peer-reviewed scientific journal that publishes original articles in the field of community service activities based on Islamic values. Aplikasia covers all disciplines including: - Dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; - Socio-economy and business, cultural and society, and educations based on Islamic values.
Articles 152 Documents
MONITORING KUALITAS AIR SECARA KOLABORATIF DI SUNGAI BOYONG, YOGYAKARTA Awaliyah, Dien Fitri; Uyun, Shofwatul; Sulistiyowati, Eka
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3573

Abstract

Biotilik is an uncomplicated method to monitor the stream quality and can be handled communally with the help of information technology. However, involving community in a monitoring, especially those based on applications, is a challenge that requires a comprehensive approach. Therefore, this research was conducted to measure how deep the community can be involved and the significancy of the community services. A collaborative approach has been done, starts with activity planning, mobile app developing, introducing the app to the community, until doing some collaborative regular monitoring activities through biomonitoring workshops. The communities involved in this study include KPLS, Waterforum Kalijogo, and the Entomology Study Group. The results show that mobile applications are successfully created and adopted by the community, although there are some community members who have difficulty accessing them, especially senior citizens. Biomonitoring workshops were conducted several times along with measurements of community knowledge and skills before and after the workshop. The result shows that the change in knowledge was not statistically significant because the public was already familiar with biomonitoring.  Changes in skills occurred in this study because the community conducted biomonitoring workshops for some time and was assisted by mobile applications. ======================================= Metode biotilik adalah metode pemantauan kualitas air yang sederhana dan dapat dilakukan secara komunal dengan bantuan teknologi informasi. Walaupun begitu, pelibatan masyarakat dalam pemantauan air secara komunal apalagi yang berbasis pemanfaatan aplikasi merupakan tantangan yang membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengukur seberapa besar masyarakat dapat terlibat dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan pemantauan kualitas sungai dan bagaimana dampak yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut. Pendekatan kolaboratif yang dimulai dengan perencanaan kegiatan, perancangan aplikasi mobile untuk membantu pemantauan kualias air, pengenalan aplikasi, sampai kepada kegiatan pemantauan secara berkala. Komunitas yang terlibat berasal dari Komunitas Pecinta Lingkungan dan Sungai (KPLS), Waterforum Kalijogo, dan Kelompok Studi Entomologi. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi mobile yang dibangun dapat diadopsi oleh masyarakat, meskipun ada beberapa yang kesulitan mengaksesnya terutama warga senior. Selanjutnya, workshop biomonitoring dilakukan beberapa kali bersamaan dengan pengukuran terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebelum dan sesudah workshop. Hasilnya, perubahan pengetahuan tidak signifikan secara statistik karena masyarakat sudah cukup mengenal biomonitoring.  Perubahan keterampilan terjadi di dalam penelitian ini karena masyarakat melakukan workshop biomonitoring dalam beberapa waktu dan dibantu dengan aplikasi mobile.
PELATIHAN DAUR ULANG KAIN BEKAS MENJADI KESET: UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI BERKELANJUTAN DI MASYARAKAT DUSUN JENGGLONG DESA TEGALWERU Anisah Ananta Ardani; Miftakhul Rohkmah; Shofil Fikri; Intan Putri Yuliana
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3578

Abstract

This study aims to explore the impact of training on recycling used fabrics into doormats as a sustainable economic development strategy in the community of Jengglong Hamlet, Tegalweru Village. Through a participatory approach, this research involved villagers in training on recycling skills and doormat making using used fabrics. Observation and interview methods and documentation analysis used to determine the training process to increase participants' knowledge and skills as well as the economic development of the local community. The results showed that the training successfully improved participants' knowledge and skills in recycling used fabrics into doormats. In addition, this recycling practice has a positive impact on the community's economy by increasing their income through the sale of recycled doormats. The active involvement of residents in the recycling process also has the potential to reduce the negative environmental impact due to textile waste. This research shows that training in recycling used fabrics into doormats can be an effective model in developing sustainable economies at the local community level. The implications of this research can make a positive contribution to sustainable economic development policies at local and regional levels. ======================================== Penelitian ini bertujuan untuk menggali dampak pelatihan daur ulang kain bekas menjadi keset sebagai strategi pengembangan ekonomi berkelanjutan di masyarakat Dusun Jengglong, Desa Tegalweru. Melalui pendekatan partisipatif, penelitian ini melibatkan penduduk desa dalam pelatihan keterampilan daur ulang dan pembuatan keset menggunakan kain bekas. Metode observasi dan wawancara serta analisis dokumentasi digunakan untuk menentukan proses pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta pengembangan ekonomi masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mendaur ulang kain bekas menjadi keset. Selain itu, praktik daur ulang ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dengan meningkatkan pendapatan mereka melalui penjualan keset daur ulang. Keterlibatan aktif warga dalam proses daur ulang juga berpotensi mengurangi dampak negatif lingkungan akibat limbah tekstil. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan daur ulang kain bekas menjadi keset dapat menjadi model yang efektif dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan di tingkat masyarakat setempat. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap kebijakan pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal dan regional.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) PADA KELOMPOK PEMUDA DESA BANGGLE KABUPATEN LAMONGAN DALAM MENYIKAPI PERMASALAHAN LINGKUNGAN Moh. Yusuf Dawud; Badiatud Durroh; Joko Hadi Susilo; Fina Sulistiya Ningsih; Eko Wahyu Abriyandoko; deviana diah probowati
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3589

Abstract

The agricultural cultivation system in Banggle Village, Lamongan Regency, has several problems that are worrying the youth of the Danyang Youth Association of Banggle Village. Farmers in this village still rely heavily on the use of chemical fertilizers as protection and nutrition for their plants. The training program for making liquid organik fertilizer in Banggle village provides a long-term solution for farmers and a more productive soil life. Another problem that occurs is the management of household waste that has accumulated and been wasted in the village, which has the potential to be used as liquid organik fertilizer. The program implementation method is carried out by examining several existing problems, then holding joint discussions to find solutions to the problems faced, and then implementing them through training and outreach. The results of community service generally went well and were in accordance with the planned PKM objectives, namely managing household waste well and effectively and training partners to make liquid organik fertilizer from household waste. ===================================== Sistem budidaya pertanian di desa Banggle Kabupaten Lamongan terdapat beberapa permasalahan yang menjadi keresahan pemuda Paguyuban Danyang desa Banggle, petani di desa tersebut masih sangat mengandalkan penggunaan pupuk kimia sebagai proteksi dan nutrisi tanaman mereka. Program pelatihan pembuatan pupuk organik cair di desa Banggle memungkinkan menjadi solusi jangka Panjang bagi petani dan umur tanah yang lebih produktif.  Permasalahan lain yang terjadi adalah pengelolaan sampah rumah tangga yang menumpuk dan terbuang di desa tersebut cukup memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair. Metode pelaksanaan program dilakukan dengan mengkaji beberapa permasalahan yang ada, selanjutnya melakukan diskusi secara Bersama untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi kemudian diimplementasikan dengan pelatihan dan sosialisasikan. Hasil dari pengabdian masyarakat secara umum berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan PKM yang direncanakan yaitu mengelola sampah rumah tangga dengan baik dan efektif dan melatih mitra membuat pupuk organik cair berbahan dasar sampah rumah tangga.
DEVELOPING HALAL TOURISM IN AN ISLAND OF A THOUSAND MOSQUE: PROSPECTS AND CHALLENGES Arifin, Achmad Zainal; Abdul Wahid
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 22 No. 2 (2022):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v22i2.3613

Abstract

One important aspect seems to be ignored in developing halal tourism concept is existence of non-Muslims surrounding the halal tourist destinations across the Island of Lombok. Moreover, there is no single definition of the concept of halal tourism. This paper argues that it is important to include fellow Hindus communities in Lombok to avoid negative consequences of developing halal tourism. This research employs a qualitative model, using in-depth interviews, participant observations and documentation methods. Focuses on Hindus communities in two regencies of Lombok Island, West Lombok and the city of Mataram, where many holy sites of Hindu are located and have a long history of relationship with Islam. Results indicate that there is not enough socialization of the concept of halal tourism for Hindus fellows. Some of them have similar idea with their fellows in Bali in rejecting the concept of halal tourism because they believe that halal tourism will affected their traditions and practices. Meanwhile, other Hindus seem to have a neutral position, meaning that they do not really understand about the concept of halal tourism but willing to support it, as long as they still have freedom in expressing their religious traditions and practices. These relatively negative opinions from Hindus communities have to be considered seriously by all related parties in developing halal tourism in Lombok as challenges to re-evaluate the concept of halal tourism to prioritize the Islamic values of moderation rather than economic and ideological oriented, including the use of more acceptable term of “Muslim-friendly tourist destination”.
KZ-PROFESI: DEVELOPMENT OF PROFESSION ZAKAT CALCULATING APPLICATION FEATURES AND SERVICES Hidayah, Eni Zulfa; Rozikin, Zainur; Agustiningsih, Maulida Dwi; Adnan, Fahrobby
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3616

Abstract

Indonesia has a huge potential for zakat, given that the majority of its population is Muslim. This potential comes from various types of zakat, such as zakat fitrah, zakat maal, professional zakat, and infaq and sadaqah. This research aims to develop professional zakat application features and services that can help people understand and calculate the amount of professional zakat. The research uses the 4D approach: Define, Design, Develop, and Disseminate. The user needs definition phase is carried out through a literature review. Before the application development, design is conducted using Use Case diagrams and Flow screen diagrams. The application is developed using Kodular and implemented on Android smartphones. Testing is performed using black box testing for functional and System Usability Scale (SUS) testing for non-functional requirements. The functional testing results show that the application's primary function successfully calculates professional zakat. The results of the non-functional testing using SUS indicate that the application is categorized as good. =============================================== Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam. Potensi ini berasal dari berbagai jenis zakat, seperti zakat fitrah, zakat maal, zakat profesi, serta infaq dan sedekah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan fitur dan layanan aplikasi zakat profesi yang dapat membantu masyarakat dalam memahami dan menghitung besaran zakat profesi. Penelitian menggunakan pendekatan 4D: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Tahap pendefinisian kebutuhan pengguna dilakukan dengan studi literatur. Sebelum pembuatan aplikasi, dilakukan desain menggunakan diagram Usecase dan Flowscreen. Pengembangan aplikasi menggunakan Kodular dan diimplementasikan pada smartphone Android. Pengujian dilakukan dengan menggunakan pengujian black box untuk kebutuhan fungsional dan pengujian System Usability Scale (SUS) untuk kebutuhan non fungsional. Hasil pengujian fungsional menunjukkan bahwa fungsi utama aplikasi telah berhasil menghitung zakat profesi. Hasil pengujian non fungsional menggunakan SUS menunjukkan bahwa aplikasi termasuk dalam kategori baik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS QUIZIZZ DAN GOOGLE SLIDES Bahar , Afdi Fauzul; Dewi , Bella Tasya Kumala; Mansur, Ejah Said; Siregar, Maria Ulfah
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3611

Abstract

The COVID-19 pandemic has revolutionized the learning process, including online learning which requires educators to be more adaptive and innovative in teaching. Educators, especially teachers, must master the latest technology and learning methods, especially with the challenges in the post-pandemic era, where students tend to prefer the Learning by Doing approach. This community service activity is a Quizizz and Google Slides training for Teachers at SMA Abu Bakar IT Yogyakarta. The target of this activity is 22 educators who are community service partners. Activities are carried out offline or face-to-face consisting of presentation of materials and practices and evaluation of activities by providing training activity questionnaires. The research method used is Asset-Based Community Development (ABCD). This method can optimize organization, connect and utilize assistance from external institutions. The results of the questionnaire responses given to participants for this training activity showed positive results, this was felt because the teacher gained skills and knowledge in using the Quizizz and Google Slides platforms. ========================================== Pandemi Covid-19 telah membuat revolusi proses pembelajaran, diantaranya adalah proses pembelajaran daring yang mengharuskan para pendidik untuk lebih adaptif dan inovatif dalam pengajarannya. Tenaga pendidik khususnya guru perlu menguasai teknologi dan metode pembelajaran terkini, terutama dengan adanya tantangan di era pasca pandemi, siswa cenderung menyukai pendekatan Learning by Doing. Kegiatan pengabdian ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan Quizizz dan Google Slides bagi para guru di SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Sasaran dari kegiatan ini adalah 22 Tenaga Pendidik yang merupakan mitra pengabdian. Kegiatan dilakukan secara luring yang terdiri dari pemaparan materi dan praktek serta evaluasi kegiatan dengan memberikan angket kegiatan pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD). Metode tersebut mampu untuk mengoptimalkan pengorganisasian, menghubungkan serta memanfaatkan bantuan dari lembaga eksternal. Hasil respon angket yang diberikan kepada peserta pelatihan ini menunjukan hasil yang positif, para guru mendapatkan keterampilan dan pengetahuan dalam penggunaan Platform Quizizz dan Google Slides.
KREASI SABUN DAN LILIN DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH SEBAGAI PELUANG BISNIS BAGI WARGA DESA NGASEM Lulu’ Choir Risalina; Ratna Nabila Permataningrum; Rio Martin; Laily Khasinatil Asror; Febriyanti, Alifia Putri
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3618

Abstract

There are 2,214 families in Ngasem Village who each produce 1 liter of cooking oil waste every month. From there, there is a need for the treatment of used cooking oil waste in the region so that the waste does not pollute the environment. The processing proposed in this research is the utilization into soap and candles. The implementation of activities uses the CBR (Community-based Research) method. In its stages, there are several series: Determining the target of the workshop, namely the women of PKK and Dasa Wisma of Ngasem Village; observing the condition of the village organization and the type of training that is often promoted; and following up the workshop with materials related to the utilization of used cooking oil waste into creations with business opportunities. Our workshop resulted in a good enthusiasm from the ladies. They were able to grasp the material well and were active in the discussion. Demonstrations were well followed, and participants were able to practice smoothly. This shows an indicator of success in delivering information, especially in terms of calculating prices as the next business opportunity. The price of soap and candle products from used cooking oil can be categorized as affordable with raw materials from daily cooking waste. =========================================== Terdapat 2.214 keluarga di Desa Ngasem yang masing-masing menghasilkan limbah minyak goreng 1 liter tiap bulan. Dari situ, ada kebutuhan akan pengolahan limbah minyak jelantah di wilayah tersebut agar limbah tidak mencemari lingkungan. Pengolahan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah pemanfaatan menjadi sabun dan lilin. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode CBR (Community-based Research). Dalam tahapannya, terdapat beberapa rangkaian: penentuan sasaran workshop, yaitu Ibu-ibu PKK dan Dasa Wisma Desa Ngasem; observasi kondisi organisasi desa dan jenis pelatihan yang sering digalakkan; dan penindaklanjutan workshop dengan materi yang berkaitan dengan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi kreasi yang berpeluang bisnis. Workshop kami menghasilkan sebuah antusias yang baik dari Ibu-ibu. Mereka dapat menangkap dengan baik materi yang disampaikan dan aktif dalam diskusi. Demonstrasi diikuti dnegan baik, serta peserta mampu mempraktikkannya dengan lancar. Hal tersebut menunjukkan indikator keberhasilan dalam penyampaian informasi, terutama dalam hal perhitungan harga sebagai peluang bisnis selanjutnya. Harga produk sabun dan lilin dari minyak jelantah dapat dikategorikan terjangkau dengan bahan baku limbah hasil olahan masak sehari-hari.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PRODUK NUTRACEUTICAL NUGGET SINGKONG DI DUSUN BABAAN SELATAN, DESA NGASEM Aulan nadiya; Dina Nur Afida; Tsabitah Daffa' Aulia Akmal; Yustisia Sifaiyya; Alifia Putri Febriyanti
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3638

Abstract

Stunting is one of the serious problems related to child growth, one of the causes of which is the lack of nutritional intake in the form of food provided. The purpose of the activities carried out is preventive action through empowerment focused on three categories that are the main targets, namely mothers of toddlers, pregnant women, and breastfeeding mothers with a demonstration of making nutraceutical products as an effort to reduce the risk of stunting. The method used is CBR (community-based research) which focuses on problems that have occurred and the development of new solutions. The implementation of stunting education was carried out in the form of material presentations by three resource persons, application of cassava-based nutraceutical products, and questions and answers for participants who attended. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of stunting and its prevention efforts. This can be seen from the enthusiasm when answering the speaker's questions. The implementation of activities also increases the ability to process surrounding food ingredients into stunting prevention products. The aspects of understanding and processing nutraceutical products are empowerment efforts that have been successfully carried out and are the objectives of the procurement of activities. ================================================ Stunting merupakan salah satu permasalahan serius terkait pertumbuhan anak yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi dalam bentuk makanan yang diberikan. Tujuan dari kegiatan yang dilakukan adalah tindakan preventif melalui pemberdayaan yang difokuskan kepada tiga kategori yang menjadi sasaran utama, yakni ibu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan demonstrasi pembuatan produk nutraceutical sebagai upaya penurunan resiko stunting. Metode yang digunakan adalah CBR (community-based research) yang berfokus pada permasalahan yang pernah terjadi dan pengembangan solusi terbaru. Pelaksanaan edukasi stunting dilakukan dalam bentuk presentasi materi oleh tiga orang narasumber, penerapan produk nutraceutical berbahan dasar singkong, dan tanya jawab bagi peserta yang hadir. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap stunting dan upaya pencegahannya. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme saat menjawab pertanyaan pemateri. Pelaksanaan kegiatan juga meningkatkan kemampuan pengolahan bahan pangan sekkitar menjadi produk preventif stunting. Aspek pemahaman dan pengolahan produk nutraceutical merupakan upaya pemberdayaan yang berhasil dilakukan serta menjadi tujuan dari pengadaan kegiatan 
SOCIALIZATION OF COCONUT SHELL LIQUID SMOKE AS A DEODORANT OF FOUR-LEGGED LIVESTOCK MANURE IN LOBANG, KARANGANYAR Nindi Dewi Istiqomah; Ibnu Raju Humam; Esti Mustafida; Nurroh Maya; Dwi Wahyu Priyodigdo
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3858

Abstract

This study aims to address the issue of unpleasant odors from cattle manure in Dusun Lobang, Karanganyar, Central Java, by applying liquid smoke derived from coconut shells. The primary problem identified is the ammonia odor that disrupts community comfort. The methods employed include observation, socialization, and practical training in liquid smoke production, followed by direct application to livestock shelters. The results indicate that liquid smoke effectively reduces unpleasant odors gradually, with 80% of residents demonstrating understanding and enthusiasm towards the technique. The benefits of this research include improved environmental quality and enhanced knowledge among farmers about waste management. The study's limitations include the gradual reduction of odor and the simplicity of the smoke production technology. Recommendations for future research include long-term studies and the development of more efficient production tools, as well as policy support for implementing similar technologies in other regions. ============================================= Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah bau tidak sedap yang dihasilkan dari kotoran ternak sapi di Dusun Lobang, Karanganyar, Jawa Tengah, melalui pengaplikasian asap cair dari tempurung kelapa. Masalah utama yang diidentifikasi adalah bau amonia yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, dan praktik pembuatan asap cair, serta penyemprotan langsung ke kandang ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair efektif mengurangi bau tidak sedap secara bertahap, dengan tingkat pemahaman dan antusiasme warga mencapai 80%. Manfaat dari penelitian ini mencakup peningkatan kualitas lingkungan dan pengetahuan peternak tentang pengelolaan limbah. Keterbatasan penelitian meliputi variabilitas bau yang memerlukan waktu untuk menghilang dan teknologi alat pengolah yang masih sederhana. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah kajian jangka panjang dan pengembangan alat yang lebih efisien, serta dukungan kebijakan untuk penerapan teknologi serupa di daerah lain.
IMPLEMENTASI MODERNISASI DAN DIGITALISASI DI PESANTREN NURUL ISLAM PUMEE WITYA SCHOOL, THAILAND Reina Syafia Salma Wonnink; Aep Kusnawan
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3871

Abstract

This study examines the implementation of modernization and digitalization at Pesantren Nurul Islam Pumee Witya in Pattani, Thailand which is a traditional pesantren institution to see the response to modern learning and the use of technology. Using the Sisdamas method, this study found an initial resistance to new teaching methods, such as games and songs in learning English, although on the student side they have an interest in this modern learning patterns. Digitization efforts, including the updating of the pesantren's Google Maps profile, aim to increase accessibility and visibility without compromising traditional values. The findings suggest that, despite the challenges of initial resistance, the implementation of modernization and digitalization within pesantren certainly offers opportunities to improve the quality of education and outreach of Pesantren Nurul Islam Pumee Witya in Pattani, Thailand. ============================================= Penelitian ini mengkaji tentang penerapan modernisasi dan digitalisasi pada Pesantren Nurul Islam Pumee Witya di Pattani, Thailand yang merupakan lembaga pesantren tradisional guna melihat respon terhadap pembelajaran modern dan pemanfaatan teknologi. Menggunakan metode Sisdamas, penelitian ini menemukan adanya resistensi awal dari pihak pesantren terhadap metode pengajaran baru, seperti permainan dan lagu dalam pembelajaran Bahasa Inggris, meskipun pada sisi siswa mereka memiliki ketertarikan terhadap pola pembelajaran modern. Upaya digitalisasi, termasuk pembaruan profil Google Maps pesantren, bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan visibilitas tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional. Temuan ini menunjukkan bahwa, meskipun ada tantangan yakni penolakan di awal, penerapan modernisasi dan digitalisasi di lingkup pesantren tentu menawarkan peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan jangkauan dari Pesantren Nurul Islam Pumee Witya di Pattani, Thailand.