cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
Search results for , issue "2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012" : 120 Documents clear
PENGARUH TEMPE KEDELAI TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT TIKUS DALAM KONDISI STRES OKSIDATIF Siti Maryam
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tempe kedelai yang mengandung antioksidan berupa isoflavon, SOD dan vitamin E terhadap kadar SGOT dan SGPT dan kerusakan hati tikus dalam kondisi stress oksidatif secara imunohistokimia. Penelitian ini dilakukan pada 24 ekor tikus putih strain Wistar . Tikus dibagi dalam tiga kelompok : kelompok kontrol (tanpa tempe dan tanpa disinar) kelompok perlakuan 1 (tanpa tempe dan dan disinar) dan perlakuan 2 (tempe 2 gram / kg BB/ hari dan disinar). Penyinaran (stress oksidatif) dilakukan selama 60 hari dengan lama penyinaran tiap hari sebanyak 5 jam. Data dianalisis menggunakan anova satu jalur dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tempe kedelai dapat menurunkan kadar SGOT sebesar 17 % dan kadar SGPT sebesar 16,64 %. Penurunan kerusakan hati tikus secara immunohistokimia sebesar 90,7 %.
PENGARUH TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA Roxb) DALAM RANSUM TERHADAP PENAMPILAN DAN KANDUNGAN LEMAK ABDOMEN AYAM BROILER T. Eduard Azwar Sinar; Tuty Maria Wardiny
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perngaruh pemberian temulawak dalam ransum ayam broiler terhadap penampilan dan kandungan lemak abdomennya. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari penelitian ini. Dua ratus ekor DOC dibagi menjadi empat perlakuan dengan lima ulangan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 10 ekor DOC. Empat perlakuan ransum adalah 0% tepung temulawak (R0), 1% tepung temulawak (R1), 2% tepung temulawak (R2), dan 3% tepung temulawak (R3). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan kandungan lemak abdomen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan kandungan lemak abdomen nyata dipengaruhi (P<0.05) oleh ransum perlakuan. Perlakuan 1% tepung temulawak dalam ransum memberikan hasil yang terbaik terhadap penampilan ayam broiler dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan pertambahan bobot badan yang tinggi dan konversi ransum yang rendah meskipun belum dapat menurunkan kandungan lemak abdomennya. Ternyata pada level 2% dan 3% tepung temulawak dalam ransum baru dapat menurunkan kandungan lemak abdomen ayam broiler.
AKTIVITAS MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI JARAK JAUH YANG MEREGISTRASI MATA KULIAH KIMIA DALAM TUTORIAL ONLINE Tutisiana Silawati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilaksanakan pengamatan Tutorial Online (Tuton) yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas mahasiswa dalam Tuton sebagai bantuan belajar bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) yang merupakan Institusi Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ), pengamatan dilaksanakan untuk mengetahui aktivitas mahasiswa yang meregistrasi mata kuliah Kimia Dasar I/ KIMD4110. Mahasiswa yang diteliti adalah seluruh mahasiswa FMIPA-UT yang meregistrasi mata kuliah tersebut pada masa registrasi pertama pada tahun pelajaran 2012. Jumlah mahasiswa yang meregistrasi mata kuliah Kimia Dasar I adalah 202 orang. Selama Tuton berlangsung selama 8 minggu yaitu dari tanggal 12 Maret sampai 5 Mei, jumlah mahasiswa yang mengikuti Tuton adalah 155 orang. Dari pengamatan selama Tuton berlangsung maka diperoleh data bahwa mahasiswa yang menyelesaikan tugas sebanyak 61 orang dan mahasiswa yang aktif mengikuti diskusi sebanyak 20 orang. Dari data tersebut terlihat bahwa mahasiswa yang aktif berdiskusi pada minggu1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 adalah sebagai berikut: 19 orang, 20 orang, 9 orang, 7 orang, 7 orang, 2 orang, 7 orang dan 4 orang. Sedangkan mahasiswa yang menyelesaikan tugas yaitu: tugas 1, sebanyak 61 mahasiswa, tugas 2 sebanyak 55 mahasiswa dan tugas 3 sebanyak 48 mahasiswa. Diharapkan temuan ini dapat bermanfaat bagi Institusi PTJJ dan institusi Non PTJJ dalam mengembangkan program Tuton sebagai bantuan belajar bagi mahasiswanya.
PENAMPILAN PUYUH STARTER YANG DIBERI EKSTRAK DAUN MENGKUDU SEBAGAI ANTIBAKTERI SALMONELLA THYPHIMURIUM Tuty Maria Wardiny; Yuli Retnani; T. Eduard Azwar Sinar
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu sebagai antibakteri Salmonella thyphimurium terhadap penampilan puyuh starter. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh dari penelitian ini. Dua ratus empat puluh ekor puyuh umur sehari dibagi menjadi empat perlakuan dan tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dari dua puluh ekor puyuh umur sehari. Empat perlakuan air minum yang diberikan adalah: kontrol, air minum+ vita chicks (R0), air minum+ 5% ekstrak daun mengkudu (R1), air minum+ 10% ekstrak daun mengkudu (R2), dan air minum+15% ekstrak daun mengkudu (R3). Parameter yang diukur adalah daya hambat terhadap Salmonella typhimurium, konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, mortalitas dan persentase bobot karkas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum dan mortalitas nyata (P<0,05) dipengaruhi oleh perlakuan, tetapi tidak berbeda nyata terhadap pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa 15% estrak daun mengkudu dalam air minum memberikan perlakuan terbaik karena dapat menurunkan mortalitas, dan memiliki daya hambat tertinggi yaitu 6 mm terhadap Salmonella typhimurium. Ini termasuk kedalam kategori sedang karena berada diantara 5-10mm.
DRY LAB SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN MUTU PRAKTIKUM Welli Yuliatmoko
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPraktikum adalah subsistem yang merupakan kegiatan terstruktur dan terjadwal yang memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menguasai keterampilan tertentu yang berkaitan dengan suatu pengetahuan. Karena kompetensi yang hendak dicapai oleh suatu kegiatan praktikum tergolong dalam ranah psikomotor maka kegiatan praktikum khususnya di laboratorium mutlak harus dilakukan. Namun kenyataannya, beberapa kegiatan praktikum di laboratorium sering kali tidak seluruhnya dapat dipraktekan oleh para peserta didik. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti biaya, waktu, Sumber Daya Manusia, dan sarana dan prasarana. Sementara itu, kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi memungkinkan dikembangkan beberapa program yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk meningkatkan mutu kegiatan praktikum di laboratorium. Salah satunya adalah program Dry Lab. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pemanfaatan Dry Lab sebagai alternatif peningkatan mutu kegiatan praktikum. Dry Lab merupakan praktikum yang dilakukan secara virtual dengan simulasi melalui komputer. Dengan demikian, Dry Lab dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Pengembangan Dry Lab hendaknya bersinergi dengan kegiatan praktikum Wet Lab sehingga dapat meningkatkan mutu dari kegiatan praktikum itu sendiri. Selain itu, pengembangan Dry Lab sebaiknya ditujukan untuk kegiatan praktikum yang tidak dapat dilaksanakan secara Wet Lab karena alasan tertentu, seperti biaya, waktu, sumber daya manusia, alat, dan sarana dan prasarana. Begitu pula dengan desain materinya harus mencerminkan kegiatan pelaksanaan praktikum sesungguhnya meskipun dirancang secara virtual dengan simulasi melalui komputer.
EKSTRAKSI BIJIH NIKEL DAN BESI DARI SAMPEL LATERIT MENGGUNAKAN PEMANGGANGAN BATUBARA DAN PELINDIAN ASAM KLORIDA Iwan Hastiawan; Andi Agrah Arundana Dj; Diana Rakhmawaty E
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenggunaan nikel dan besi telah digunakan sejak 3500 SM, tapi pertama kali diisolasi dan diklasifikasikan sebagai suatu unsur kimia pada tahun 1751 oleh Axel Fredrik Cronstedt. Logam besi dan nikel di alam terdapat dalam berbagai bentuk mineral, tetapi yang utama diantaranya hanyalah dua yaitu sulfide dan oksida. Di Indonesia, bijih nikel laterit ini menyebar pada beberapa lokasi di Kalimantan, Sulawesi, Kep. Maluku dan Papua. Sampel tanah laterit yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Sorowako, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekstraksi bijih besi dan nikel laterit dengan menggunakan metode piro-hidrometalurgi. Tanah laterit digerus sampai berukuran -200 mesh lalu dipanggang dengan batubara kemudian dikarakterisasi dengan XRF dan AAS, setelah itu diekstraksi dengan asam klorida dengan variasi 1 N, 2 N, 3 N, dan 4 N pada suhu 90oC kemudian dikarakterisasi dengan AAS kembali, dan residu dari sampel pelarutan, dilarutkan kembali menggunakan penambahan asam perklorat dan asam florida. Pelarutan sampel yang dipanggang pada suhu 900oC selama 60 menit dan menggunakan konsentrasi asam klorida 4 N memberikan hasil ekstraksi terbaik nikel 94,62 % dan besi 92,60 %.
PEMANFAATAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL SIKLUS BELAJAR PADA TOPIK ASAM-BASA I Made Kirna
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini betujuan mengkaji perbedaan hasil belajar kimia pada topik asam-basa pada pembelajaran menggunakan model siklus belajar antara yang berbantuan multimedia dan non-multimedia. Multimedia yang digunakan dalam pembelajaran adalah multimedia interaktif yang mengandung kajian kimia, baik aspek makroskopis, submikroskopis dan simbol. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IA 1 dan XI IA 3 SMA Negeri 1 Gianyar tahun akademik 2011/2012. Data utama penelitian adalah hasil belajar siswa dan data pendukung adalah aktivitas siswa dalam pembelajaran dan respon siswa. Data hasil belajar dianalisis menggunakan statistik ANAKOVA, sementara data aktivitas dan respon siswa dianalisis secara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar berbantuan multimedia dan tanpa berbantuan multimedia. Integrasi multimedia interaktif dalam model siklus belajar lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada topik asam-basa daripada menggunakan praktikum laboaratorium (nonmultimedia). Keunggulan pemanfaatan multimedia dalam model siklus belajar didukung oleh aktivitas siswa dalam pembelajaran dan respon siswa terhadap pembelajaran kimia yang memanfaatkan teknologi ini.
CRI SEBAGAI PENDETEKSI KARAKTERISTIK KONSEPSI SAINS SISWA I Made Mariawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKarakteristik konsepsi sains siswa meliputi memahami konsep, miskonsepsi, dan tidak tahu konsep. Instrumen pendekteksi karakteristik konsepsi sains siswa adalah Certainty of Response Index (CRI). CRI merupakan ukuran tingkat keyakinan/kepastian responden menjawab setiap item tes. Tingkat keyakinan siswa terhadap jawaban setiap item tes digunakan criteria 0 = jawaban sama sekali ditebak, 1 = jawaban hampir ditebak, 2 = tidak yakin, 3 = yakin, 4 = hampir yakin, 5 = sangat yakin. Perbedaa karakteristik konsepsi sains siswa dicari menggunakan kriteria: jawaban benar dan CRI tinggi (>=2.5) berarti memahami konsep, jawaban salah tetapi CRI tinggi berarti miskonsepsi, jawaban benar atau salah dengan CRI rendah (<2.5) berarti tidak tahu konsep. Ujicoba terbatas dilakukan pada 22 siswa kelas IX SMP 3 singaraja dengan pokok bahasan gaya dan gerak, usaha, dan energi. Hasil ujicoba terbatas menunjukkan bahwa (a) 12.50% siswa memahami konsep gaya dan gerak, 26,00% siswa memahami konsep energi, dan 40% siswa memahami konsep usaha, (b) 81.82% siswa miskonsepsi konsep gaya dan gerak, 50.00% siswa miskonsepsi konsep energi, dan 45.45% siswa miskonsepsi konsep usaha. (c) 10,23% siswa tidak tahu konsep gaya dan gerak, 24,65% siswa tidak tahu konsep energi, dan 15,91% siswa tidak tahu konsep usaha,
META-ANALISIS TERHADAP MATERIAL BERBASIS SILIKA TERBARUKAN DARI SEKAM PADI PEMETAAN BIOMASSA TROPIS KAYA SILIKON I Wayan Karyasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari studi ini adalah (1) memeta-analisis penelitian-penelitian tentang material berbasis silika terbarukan yang berasal dari limbah pertanian padi yaitu sekam padi sebagai upaya untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang pembangunan berkelanjutan dalam memproduksi material maju dengan harga murah dan ramah lingkungan; dan (2) pemetaan biomassa tropis kaya silikon melalui analisa terhadap abu hitam dari beberapa bagian tumbuhan tropis sebagai upaya mengeksplorasi potensi biomassa tropis sebagai kandidat penghasil bubuk silika terbarukan dan material maju turunannya. Untuk mencapai tujuan pertama, metode meta-analisis Wilson dan Kelly diadopsi untuk menelaah jurnal-jurnal penelitian di dunia dalam dekade terakhir tentang silika dari sekam padi dan material-material turunannya. Untuk pemetaan biomassa tropis kaya silikon, analisis dengan spektroskopi X-ray fluoresensi telah dilakukan terhadap lima belas abu hitam tumbuhan tropis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa material anorganik berbasis silika terbarukan merupakan tema yang menarik para peneliti untuk mendukung gerakan kimia hijau untuk industri hijau. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan bahwa selain sekam padi, ada beberapa tumbuhan tropis menjadi kandidat yang baik sebagai biomassa tropis yang kandungan silikonnya tinggi.
IMPLEMENTASI MODEL SIKLUS BELAJAR BERBANTUAN LEMBAR KERJA MAHASISWA DAN BUKU AJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PERKULIAHAN MATAKULIAH SBM MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI UNDIKSHA TAHUN 2011 Ida Bagus Putu Arnyana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui implementasi siklus belajar berbantuan LKM dan buku ajar dalam meningkatkan kualitas perangkat perkuliahan pada matakuliah Strategi Belajar Mengajar (SBM), (2) mengkaji model siklus belajar berbantuan LKM dan buku ajar dalam meningkatkan kualitas perkuliahan pada matakuliah SBM, (3) mengkaji model siklus belajar berbantuan LKM dan buku ajar dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa, dan (4) mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap penerapan model siklus belajar berbantuan LKM dan buku ajar pada matakuliah SBM. Metode kajian yang digunakan adalah Pengembangan dan Inovasi Pembelajaran di LPTK. Rancangan dan Inovasi Pembelajaran di LPTK dimulai dari: perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, serta refleksi yang bersifat siklus. Dengan demikian, kegiatan pengembangan dan inovasi pembelajaran ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan pada matakuliah SBM pada Jurusan Pendidikan Biologi tahun 2011. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester III kelas B Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha yang mengambil matakuliah SBM tahun 2011 sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan implementasi model siklus belajar berbantuan lembar kerja mahasiswa dan buku ajar dapat (1) meningkatkan kualitas persiapan (perangkat) perkuliahan pada matakuliah SBM, (2) meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha pada matakuliah SBM, (3) meningkatkan hasil belajar dan proses pembelajaran mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha pada matakuliah SBM, dan (4) tanggapan mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi terhadap penerapan model pembelajaran siklus belajar berbantuan lembar kerja mahasiswa dan buku ajar pada matakuliah SBM berada pada katagori sangat baik.

Page 10 of 12 | Total Record : 120