cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014" : 108 Documents clear
PDL SYSTEM SEBAGAI MODEL DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Artawan, I Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas pengembangan model pembelajaran PDL(Personal Desk Lab). Secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Creative Thinking Skill dan Pemahaman Konsep Fisika siswa dalam implementasi curriculum 2013. Spesifikasi produk yang diharapkan dalam penelitian ini berupa Model Pembelajaran. Model Pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran dengan Personal Desk Laboratory (PDL). Pada penelitian ini dikaji model yang akan dikembangkan baik secara operasional prosedur penyusunan model maupun bagaimana tahapan-tahapan yang dilakukan saat penerapan model saat proses belajar mengajar berlangsung (uji coba produk). Prosedur pengembangan dilakukan dengan beberapa tahapan utamanya dalam penyusunan model yaitu: Penentuan Topik/Pokok Bahasan, Penyusunan Langkah Kerja dan Desain Alat. Instrumen yang diperlukan dalam pengumpulan data meliputi instrumen tingkat validitas perangkat atau model, instrumen pengamatan subyek penelitian terhadap model yang diberikan dan instrumen terhadap hasil belajar pembelajar. Model yang dikembangkan masih terbatas pada beberapa topik yaitu: Kinematika Gerak, Getaran, Optik, dan Fluida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan berkategori efektif sebagai model yang dikembangkan dalam proses pembelajaran. Hal ini terbukti dari hasil eksperiment yang dilakukan pada setiap pertemuan, diperoleh hasil yang sesuai dengan teori dan tujuan yang diharapkan. Data ini juga didukung dengan tingkat partisipasi siswa dalam setiap proses pembelajaran yang secara umum berkategori aktif. Hasil belajar juga menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman konsep/topik yang dibelajarkan pada saat uji coba produk.Kata-kata kunci: model pembelajaran, PDL (Personal Desk Laboratory), hasil belajar, kurikulum 2013Abstract: This research and development aimed at knowing effectiveness of PDL (Personal Desk Lab) learning model. Generally, the present study aimed at improving Creative Thinking Skill and Comprehending physics concept of students in curriculum 2013 implementation. The specification of products that would be expected was in the form of Learning Model. The Learning model meant was PDL (Personal Desk Lab) learning model. This study examined the future developing model in the form of model developing procedure and steps of implementing the procedure in teaching learning process (try out of the product). The development procedure was conducted by some steps of developing model, those were; determining topic, developing worksteps and tools design. The instruments needed in collecting the data consisted of; validity instrument, instrument of observing research subject on model given and instrument toward achievement of teaching and learning. The model developed was still limited to some topics such as; mechanics (kinematics), vibration, optics, dan fluid. The result of this research showed that the model developed categorized into effective model of teaching and learning. This was proved in the result of experiment conducted in each meeting. It was obtained appropriate result and theory and purposes espected. This data also supported by students participation in each process of teaching and learning which was generally categorized as active participation. The achievement result also showed that there was significant improvement toward comprehending concept/topic given in try out of the product.Keywords: learning model, PDL (Personal Desk Laboratory), achievement result, curriculum 2013
PENGEMBANGAN KIT IPA BERORIENTASI LINGKUNGAN PENUNJANG PRAKTIKUM PADA PEMBELAJARAN IPA SESUAI KURIKULUM 2013 DI SMPN 2 SINGARAJA Subamia, I Dewa Putu; Wahyuni, I. G. A. N. Sri; Widiasih, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan KIT IPA berorientasi lingkungan sebagai penunjang praktikum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA SMP sesuai kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat praktikum IPA yang mengacu pada model pengembangan perangkat pembelajaran oleh Borg dan Gall yang terdiri atas 3 tahap yaitu tahap studi pendahuluan, tahap studi pengembangan, dan tahap uji produk. Data dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif melalui instrumen angket. Data hasil uji validasi dianalisis dengan teknik analisis rata-rata, selanjutnya produk direvisi sesuai hasil analisis data serta saran dari validator. Subjek pada penelitian ini adalah ahli, siswa, dan guru. Siswa yang dijadikan sampel uji coba adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015. Hasil penilaian ahli dan guru terhadap model KIT yang dikembangkan menunjukkan rata-rata menyatakan baik. Hasil uji coba pemanfaatan produk menunjukkan skor rata-rata 87,8% siswa menyatakan baik. Hasil ujicoba terbatas menunjukkan respon guru terhadap pemanfaatan perangkat KIT IPA menyatakan sangat layak. Aktivitas siswa kategori aktif dan sangat aktif dalam pembelajaran di kelas ujicoba terbatas sejumlah 83,4% dari seluruh siswa. Respon positif ditunjukkan pada kelas ujicoba terbatas sebesar 86,3% dari seluruh siswa. Respon siswa pada pembelajaran memanfaatkan KIT IPA berorientasi lingkungan rata-rata menyatakan lebih baik dan lebih menyenangkan. Dari hasil pengamatan pembelajaran, ternyata pada pembelajaran memanfaatkan KIT IPA berorientasi lingkungan siswa lebih aktif dibandingkan pada pada pembelajaran tanpa KIT IPA. Respon siswa terhadap pemanfaatan KIT IPA berorientasi lingkungan dalam pembelajaran IPA diperoleh hasil jumlah siswa yang mempunyai respon positif mencapai 87,8%. Hal tersebut menunjukkan perangkat KIT IPA mampu mendukung proses pembelajaran IPA menjadi lebih menarik. Guru memberi kesan positif terhadap perangkat KIT IPA berorientasi lingkungan baik dari mudahnya mempersiapkan, maupun kemudahan mengaplikasikannya. Dari hasil tersebut maka disimpulkan model KIT IPA berorientasi lingkungan yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria relevan dan mudah digunakan.Kata-kata kunci: pengembangan, perangkat praktikum, berorientasi lingkunganAbstract: This research aims to generate KIT IPA as a support lab-oriented environment to improve the quality of science teaching appropriate curriculum SMP 2013 This research is the development of practical science that refers to a development model learning device by Borg and Gall which consists of three phases: a preliminary study , stages of development studies, and product testing phase. Data collected in the form of qualitative and quantitative data through a questionnaire instrument. Data validation test results were analyzed with analysis techniques on average, then the product was revised according to the results of data analysis and advice from the validator. Subjects in this study were experts, students, and teachers. Students sampled trials are VIIa grade students of SMP Negeri 2 Singaraja school year 2014/2015. Expert and teacher assessment results against KIT models developed shows the average declared good. The test result shows the use of the product an average score of 87.8% of students stated either. Limited test results show the response of teachers to the use of the IPA states KIT is very feasible. Activity category students active and very active in the classroom is limited test some 83.4% of all students. Positive response is shown in a limited trial class for 86.3% of all students. Student responses on science-oriented learning environment utilizing KIT an average expressed better and more enjoyable. From the observation of learning, it turns on the learning environment utilizing KIT science oriented students are more active than in the science of learning without KIT. Students' response to the use of IPA KIT oriented science learning environment in the obtained results have a number of students who achieve a 87.8% positive response. It shows the KIT IPA IPA can support the learning process becomes more attractive. The teacher gives a positive impression to the IPA KIT well oriented environment of easy toprepare, and easy to apply. From these results we concluded KIT models developed meets the relevant criteria and usefull.Key words: development, practical devices, oriented environment
VIABILITAS DAN STABILITAS BAKTERI PROBIOTIK L. acidophillus FNCC 0051 PADA SUSU KEDELAI FERMENTASI SELAMA DI SALURAN CERNA IN VITRO DAN PENYIMPANAN Yogeswara, Ida Bagus Agung; Kusumawati, I Gusti AYu Wita; Nursini, Ni Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri asam laktat merupakan mikroorganisme yang berperan penting dalam fermentasi pangan dan memberikan efek kesehatan terhadap yang mengkonsumsi. Untuk menjadi organisme probiotik, bakteri asam laktat harus bertahan selama di saluran cerna dan memiliki stabilitas dan viabilitas yang baik selama penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari viabilitas dan stabilitas L. acidophillus FNCC 0051 pada susu kedelai fermentasi selama di saluran cerna in vitro dan penyimpanan. Strain L. acidophillus FNCC 0051 memiliki viabilitas dan stabilitas yang baik selama 10 hari penyimpanan pada suhu 50 C dan 250 C. Strain L. acidophillus FNCC 0051 mengalami penurunan 1,9 log cycle pada simulated gastric juice selama 10 hari penyimpanan dan di fase simulated intestinal juice. Nilai total asam dan pH susu kedelai fermentasi menunjukkan peningkatan yang signifikan selama 10 hari penyimpanan yaitu 2.5% dan 3,4 berturut turut. Penelitian ini menunjukkan bahwa strain L. acidophillus FNCC 0051 memiliki viabilitas dan stabilitas yang baik selama di saluran cerna dan penyimpanan.Kata-kata kunci: probiotik, susu kedelai fermentasi, penyimpanan, simulasi saluran cerna in vitroAbstract: Lactic acid bacteria as probiotic organism play an important role in food fermentation and gives beneficial effect to the host. In order to be a probiotic organism, lactic acid bacteria must survive through the digestive tract and has a good stability and viability during storage and under simulated gastrointestinal conditions. The aim of this research is to investigate viability and stability of L. acidophillus FNCC 0051 in fermented soymilk during storage. L. acidophillus FNCC 0051 in fermented soymilk has a good viability and stability during 10 days of storage at 50 C and 250 C. L. acidophillus FNCC 0051 decreased 1,9 log cycle in simulated gastric juice during 10 days of storage as well as in simulated intestinal juice. The acidity and pH of fermented soymilk exhibited a significant increase during 10 days of storage i.e. 2.5% and 3.4 respectively. This research has shown that L. acidophillus FNCC 0051 has a good viability and stability in fermented soymilk during storage and under simulated gastrointestinal conditions.Keyword: probiotic, fermented soymilk, storage, simulated gastrointestinal juice
ASESMEN ONLINE UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA Suweken, Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Telah menjadi persepsi umum diantara pendidik bahwa pembelajaran bisa didorong secara signifikan melalui asesmen. Sebagai akibatnya, adalah wajar jika banyak institusi pendidikan mengalokasikan semester terakhir dari siklus pendidikannya hanya dengan latihan soal-soal, bahkan banyak siswa belajar hanya untuk mengejar skor. Walaupun perilaku seperti ini bukanlah sesuatu yang diharapkan, motivasi dahsyat yang ada dibaliknya rasanya teramat sayang jika tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun demikian, ketersediaan waktu belajar di sekolah biasanya merupakan kendala utama dalam mengimplementasian latihan soal setiap ada jam pelajaran. Makalah ini akan membahas bagaimana asesmen online bisa dikombinasikan dengan pembelajaran konvensional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara efektif dan efisien. Karena karakteristik bidang studi matematika yang memerlukan simbol-simbol tertentu yang biasanya tidak terakomodasi pada software pada umumnya, maka makalah ini juga akan membahas free-open-source-software (FOSS) yang secara khusus diperuntukkan untuk asesmen matematika.Kata-kata kunci: asesmen, kualitas pembelajaran, online, matematika, FOSS
EFEKTIVITAS B2LS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ardana, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan model pembelajaran berorientasi teori Bruner, budaya lokal, dan Scaffolding (model B2LS) dalam pembelajaran matematika. Penelitian dilakukan pada Sekolah Dasar (SD) di Singaraja. Data penelitian berupa aktivitas belajar, prestasi belajar, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model masing-masing dikumpulkan melalui oservasi, tes, dan kuesioner. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif.Temuan penelitian menunjukkan bahwa: aktivitas belajar siswa sangat tinggi, prestasi belajar siswa baik, dan tanggapan siswa positif terhadap pembelajaran dengan model B2LS. Dengan kata lain model B2LS sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika.Kata-kata Kunci: bruner, budaya lokal, scaffolding, dan prestasi belajarAbstract: This study aimed to find out the effectiveness of learning models concentrate burner theory, local culture, and scaffolding (B2LS models) in the learning of mathematics. The Study was conducted at the elementary school in Singaraja, the data of the study were in the form of learning activities, academic achievement and student responses to the application of the model, respectively were collected through observation, tests and questionnaires. The data that have been collected were analyzed descriptively.Findings of the study showed that: students' learning activities were very high; student achievement was good, and positive student responses towards learning with B2Ls model. In other words B2LS model was very effective to be applied in the learning of mathematics.Keyword: bruner, local culture, and learning outcome
MODEL PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERCIRI PROBLEM SOLVING MELALUI TOT PADA GURU PRESERVIS DAN PENGARUH IMPLEMENTASINYA TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH SISWA SMA KELAS X Limatahu, Iqbal
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian model pengembangan perangkat pembelajaran fisika berciri problem solving melalui TOT pada guru preservis dan pengaruh implementasinya terhadap kemampuan menyelesaikan masalah siswa SMA Kelas X. Kelibihan model pembelajaran berbasis masalah (MPBM) yaitu lebih memberdayakan potensi mahasiswa (guru preservis) untuk terlibat secara aktif memberdayakan dan memahami konsep (materi) sebelum merek terjun langsung ke sekolah menjadi guru sebenarnya. Untuk menguatkan pemahaman konsep siswa di sekolah, maka siswa harus mempersiapkan diri atau belajar lebih baik agar dapat menyelesaikan masalah Fisika baik berupa konsep maupun pemecahan masalah lain yang berhungan dengan Fisika. Materi (matapelajaran) Fisika pokok bahasan: a) Optika Geometrik; b) Suhu dan Temperatur; c) Listrik Statik; d) Induksi Elektro-magnetik merupakan landasan yang harus dipahami siswa dalam belajar pada matapelajaran Fisika di kelas XII pokok bahasan: a) Cahaya sebagai Gelombang; b) Listrik dan Magnet; c) Pengantar Teori Kuantum; d) Teori Atom; e) Teori Relativitas; dan e) Fisika Inti. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengungkapkan ketrampilan berpikir kritis siswa SMA. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun akademik 2012-2013 siswa kelas X SMA Negeri 4 Kota Ternate baik pada kelas Akselerasi dan seluruh kelas Kelas X1 sampai pada kelas X8). Berdasarkan hasil survai yang dilakukan pada Pebruari 2013 di SMA Negeri 4 Kota Ternate, nilai rerata pretes kemampuan pemecahan masalah fisika siswa kelas X semester genap diperoleh hasil: a) Konsep Optik adalah 0.07; b) Suhu dan Temperatur adalah 0.01; c) Listrik Statik adalah 0.00; d) Induksi Ektromagnetik adalah 0.02. Nilai rerata untuk keseluruhan konsep diperoleh 0.02. Berdasarkan rubrik problem solving (Docktor, 2009) yang dimodifikasi diketahui bahwa nilai rerata siswa diperoleh hasil sebagai berikut: a) tidak menjawab pertanyaan (NA) sebanyak 79.98%; b) solusi tidak termasuk keterangan dan tidak diperlukan untuk pemecahan masalah (skala 0) sebanyak 10.22%; c) seluruh diskripsi tidak berguna dan/atau mengandung kesalahan (skala 1) sebanyak 8.03%; d) sebagian besar deskripsi tidak diperlukan, hilang, dan/atau mengandung kesalahan (skala 2) sebanyak 0.42%; e) sebagian deskripsi tidak diperlukan, hilang, dan/atau mengandung kesalahan (skala 3) sebanyak 0.12%; f) deskripsi diperlukan tetapi mengalami kesalahan atau kesalahan kecil (skala 4) sebanyak 1.21%; g) deskripsi diperlukan, tepat, dan lengkap (skala 5) sebanyak 0.02%.Kata-kata kunci: problem solving, tot, guru preservis, kemampuan menyelesaikan masalah.Abstract: This research is conducted on model of development in physics learning device with problem solving characteristic through tot on preservice teacher and the effect of its implementation on 10th grade students ability in resolving problems. The advantage of problem-based learning is more in the empowerment side of potential students (preservice teacher) so that they can actively empower and comprehend a concept (material) before they go directly to the school as actual teachers. In order to strengthen the students understanding at school, students must get prepared or study hard to accomplish Physics problems either concept or other problems related to Physics. Physics Learning material (subject): a) geometric optics; b) heat and temperature; c) static electricity; d) electromagnetic induction are basic concepts that have to be understood by XII grade students in these subjects: a) light as wave; b) electricity and magnetism; c) introduction to quantum theory; d) atomic theory; e) theory of relativity; and f) nuclear physics. This is a descriptive research to reveal the analytical thinking of students in Senior High School. This research was conducted on X grade acceleration students and all students in X1 up to X8 SMA Negeri 4 Kota Ternate in even semester year 2012-2013. The research results which conducted on February 2013 in SMA Negeri 4 Kota Ternate for X grade students on even semester are as follows: a)Optical Concept is 0.07; b) heat and temperature is 0.01; c) static electricity is 0.00; d) electromagnetic induction is 0.02. the average for overall concept is 0.02. Based on problem solving rubric (Docktor, 2009) which is modificated, it is known that students average values are obtained as follows: a) not answering questions (NA) is 79.98%; b) solution excludes information and not required to solve problem (scale 0) is 10.22%; c) all description is not needed and/or containing mistakes (scale 1) is 8.03%; d) almost all description is not needed, disappear, and/or containing mistakes (scale 2) is 0.42%; e) partial description is not needed, disappear, and/or containing mistakes (scale 3) is 0.12%; f) description is needed but containing small mistakes (scale 4) is 1.21%; g) description is needed, precise, and complete (scale 5) is 0.02%.Keywords: problem solving, tot, preservice teacher, ability in solving problems
PENURUNAN KONSENTRASI Cu2+ OLEH KULIT KACANG KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) DARI LIMBAH PEMBUATAN TEMPE Sukarta, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian bertujuan yang bertujuan untuk 1) mengetahui efisiensi adsorpsi ion Cu2+oleh kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) dari limbah tempe. 2) mengetahui karakteristik adsorpsi ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) dari limbah tempe, dan 3) mengetahui daya adsorpsi maksimum ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) dari limbah tempe. Subjek dalam penelitian ini adalah kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) yang diperoleh dari industri pembuatan tempe di daerah Kampung Tinggi Singaraja. Kulit kacang kedelai diperoleh pada saat pencucian kacang kedelai dalam proses pembuatan tempe. Sedangkan objek penelitian ini adalah (1) efisiensi adsorpsi ion Cu2+ oleh serbuk kulit kacang kedelai, (2) karakteristik adsorpsi ion Cu2+ oleh serbuk kulit kacang kedelai, dan (3) daya adsorpsi maksimum ion Cu2+ oleh serbuk kulit kacang kedelai. Konsentrasi ion Cu2+ sebelum dan sesudah penjerapan, di ukur konsentrasinya dengan Spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi teradsorpsi terbesar adalah pada konsentrasi awal 8,9524 ppm yaitu teradsorpsi sebanyak 8,2381 ppm (92.02%). Adapun persentase teradsorpsi terkecil ada pada konsentrasi 58,0952 ppm (76,76%). Karakteristik adsorpsi ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai memenuhi pola isoterm adsorpsi Langmuir, namun tidak memenuhi pola isoterm adsorpsi Freundlich. Daya adsorpsi maksimum ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai dalam penelitian ini adalah sebesar 2,9 mg/g adsorben.Kata-kata kunci: kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill), ion Cu2+, adsorpsi.Abstract: This study aims to 1) find out the efficiency of Cu2+ ion adsorption by the skin of soya bean (Glycine max (L.) Merrill) from waste of tempeh. 2) know the characteristics of Cu 2+ ion adsorption by the skin of soya bean (Glycine max (L.) Merrill) from waste of tempeh, and 3) know the power of the maximum adsorption of Cu2+ ions by the skin of soya bean (Glycine max (L.) Merrill) from waste of tempeh. Subjects in this study is the skin of soybean (Glycine max (L.) Merrill) obtained from the manufacturing industry in the area of Kampung tinggi Singaraja. Soya bean skin obtained during washing soybeans in the process of making tempeh. While the object of this study were (1) the efficiency of Cu2+ ion adsorption by the skin of soybean powder, (2) adsorption characteristics of Cu2+ ions by the skin of soybean powder, and (3) the maximum adsorption of Cu2+ ions by the skin of soybean powder. Cu2+ ion concentration before and after adsorption, the measured concentration with the Atomic Adsorption Spectrophotometer. The results showed that the greatest efficiency is adsorbed on the initial concentration of 8.9524 ppm is adsorbed as much as 8.2381 ppm (92.02%). The smallest percentage adsorbed on the concentration of 58.0952 ppm (76.76%). Characteristics of Cu2+ ion adsorption by the skin of soybeans to meet the pattern of the Langmuir adsorption isotherm, but did not meet the pattern of Freundlich adsorption isotherms. The maximum adsorption power of Cu2+ ions by the skin of soybeans in this study were of 2.9 mg/g adsorbent.Keywords: skin soybean (Glycine max (L.) Merrill), Cu 2+ ions, adsorption
KIMIA HIJAU DALAM PRAKTIKUM LAJU REAKSI Redhana, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis bahan-bahan yang aman bagi manusia dan ramah bagi lingkungan pada praktikum laju reaksi. Studi ini dilakukan dengan mengkaji literatur dan mengeksplorasi gagasan yang terkait dengan praktikum kimia ramah lingkungan. Ada empat jenis praktikum yang dilakukan pada topik laju reaksi, yaitu: pengaruh luas permukaan, konsentrasi, suhu, dan katalis masing-masing terhadap laju reaksi. Pada praktikum pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi, bahan-bahan yang dapat digunakan adalah tablet efervesen (dalam bentuk utuh dan butiran dengan massa yang sama) dan air. Pada pengaruh konsentrasi dan suhu masing-masing terhadap laju reaksi, bahan-bahan yang dapat digunakan tablet vitamin C, iodium tincture, hidrogen peroksida, dan pati. Sementara itu, pada praktikum pengaruh katalis terhadap laju reaksi, bahan-bahan yang dapat digunakan adalah hidrogen peroksida dan kentang. Bahan-bahan ramah lingkungan ini menggantikan bahan-bahan kimia pada praktikum tradisional, seperti larutan HCl, Na2S2O3, dan FeCl3 yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan.Kata-kata kunci: bahan kimia berbahaya, bahan ramah lingkungan, praktikum kimia hijauAbstract: This study aimed at describing and analyzing materials being safe for human and friendly for environment at chemical rate practicum. The study was conducted by reviewing references and exploring ideas related to the environmentally friendly chemistry practicum. There were four topics of chemical rate practicum, namely: the effect of surface area, concentration, temperature, and catalyst toward the chemical rate, respectively. At the effect of surface area of reactans toward the chemical rate, materials being used were effervescent tablet (in form of chunks and granules at the same mass) and aquadest. At the effect of concentration of reactans and temperature toward the chemical rate, respectively, materials being used were vitamin C tablets, tincture of iodine, hydrogen peroxide, and starch. Meanwhile, at the practicum of the effect of catalyst toward the chemical rate, materials being used were hydrogen peroxide and potato. These materials replaced chemicals used in the traditional practicum, such as solution of HCl, Na2S2O3, and FeCl3 being dangerous to the human and environment.Keywords: hazardous chemicals, environmentally friendly materials, green chemistry practicum
ANALISIS PENGEMBANGAN MINAT WISATA BAHARI DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN BULELENG Yudasmara, I Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumberdaya pesisir dan laut memiliki potensi yang sangat produktif baik sebagai sumber kehidupan, sumber pangan, tambang mineral, maupun untuk kawasan rekreasi. Berbagai bentuk pemanfaatan sangat cepat berkembang dan telah menjadi sektor andalan dalam pembangunan nasional, seperti misalnya pariwisata. Kondisi ini memberikan peluang bagi kawasan pesisir kabupaten Buleleng untuk dikembangkan menjadi obyek mina wisata bahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan meganalisis kondisi dan potensi sumberdaya alam pesisir-laut, aktivitas ekonomi wisata bahari, kondisi sosial budaya masyarakat lokal, dan tingkat kesesuaian kawasan pesisir Buleleng dalam menunjang aktivitas mina wisata bahari dan menghasilkan model pengelolaan mina wisata bahari di kawasan pesisir Buleleng yang terpadu dan berkelanjutan, dimana model tersebut secara terintegrasi melibatkan seluruh komponen ekologi/lingkungan, ekonomi dan sosial masyarakat untuk meningkatkan daya saing masyarakat Buleleng.Penelitian ini didesain sebagai penelitian pengembangan yang meliputi 3 fase yaitu: (1) Preliminary research, (2) Prototyping dan Assesment, serta (3) Desimination dan ImplementationHasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumberdaya pesisir Kabupaten Buleleng cukup tinggi dengan kondisi sumberdaya yang tergolong sedang.Tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan dalam menunjang kegiatan mina wisata bahari di kawasan Pesisir Buleleng dapat dikatakan sesuai berdasarkan hasil perhitungan menurut indeks kesesuaian kawasan untuk mina wisata bahari dengan daya dukung untuk kegiatan tersebut adalah tergolong cukup tinggi.Kata-kata kunci: sistem dinamik, pemodelan, mina wisata bahariAbstract: Coastal and marine resources have the potential for a very productive both as a source of life, food resources, mineral mining, as well as for recreational areas. Various forms of utilization growing very rapidly and has become a mainstay in the national development sectors, such as tourism. These conditions provide opportunities for the coastal region of Buleleng district to be developed into a maritime tourism. This study aims to assess and meganalisis conditions and natural resources of coastal - marine, marine tourism economic activity, social and cultural conditions of local communities, and the suitability of coastal areas in Buleleng support the activities of marine tourism and marine tourism yield management model in integrated and sustainable Buleleng coastal zone, which integrates the model involving all components of ecological/environmental, economic and social communities to improve the competitiveness of Buleleng communities.This study was designed as a research development that includes 3 phases: (1) Preliminary research, (2) Prototyping and Assessment, and (3) Desimination and Implementation.The results showed that the potential of Buleleng coastal resources is quite high belonging to the resources conditions is moderate. Suitability level and carrying capacity of the region to support the marine tourism activities in the coastal region of Buleleng can be said to fit based on calculations by the suitability index for the region with the marine tourism carrying capacity for the activity is quite high.Keywords : dynamics system, modeling, marine tourism
SUMBER-SUMBER MASUKAN DISSOLVED ORGANIC MATTER (DOM) DI TELUK MEKSIKO Suryaputra, I G N A
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber-sumber masukan dissolved organic matter (DOM) di daerah West Pass, Teluk Meksiko. Sampel air diambil dari beberapa kedalaman pada lima lokasi berbeda, tegak lurus dari garis pantai. Konsentrasi dissolved organic carbon (DOC) dan total dissolved nitrogen (TDN) diukur dengan menggunakan DOC Analyzer yang dilengkapi dengan detektor nitrogen. Hasil analisis menunjukkan adanya dominasi masukan DOM dari Sungai Apalachicola. Namun, autochthonous DOM juga ditunjukkan dari hasil tersebut. Sedangkan data klorofil-a menunjukkan bahwa ada proses selain fotosintesis yang juga menghasilkan DOC di lokasi tersebut.Kata-kata kunci: dissolved organic matter, dissolved organic carbon, total dissolved nitrogen, masukan.Abstract: The objective of this research was to study the sources of dissolved organic matter (DOM) at West Pass, Gulf of Mexico. Water samples were collected from several depths on 5 different locations perpendicular to coastline. Dissolved organic carbon (DOC) concentration and total dissolved nitrogen (TDN) concentration were measured using DOC Analyzer equipped with nitrogen detector. Result shows that DOM on West Pass is dominated by freshwater input from Apalachicola River. However, autochthonous DOM is also reflected from the result. Meanwhile, chlorophyll-a data shows that there are other processes than photosynthesis produce DOC on that location.Keywords: dissolved organic matter, dissolved organic carbon, total dissolved nitrogen, input

Page 5 of 11 | Total Record : 108