cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014" : 108 Documents clear
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BILINGUAL BERBASIS PERTANYAAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Adnyana, Putu Budi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengahasilkan LKS Berbasis Pertanyaan (LKS Bilbaper) yang digunakan untuk memahami konsep biologi dan keterampilan proses sains di SMP. Secara khusus tujuan penelitian adalah: a) melakukan analisis kebutuhan untuk mengembangkan LKS Bilbaper., b) melakukan analisis standar isi dan dokumen kurikulum IPA/sains SMP, c) menyusun buram (draf) LKS Bilbaper, d) menganalisis dan merevisi LKS Bilbaper berdasarkan data hasil reviewer, dan e) mendeskripsikan hasil analisis keefektifan LKS Bilbaper untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa SMP. Metode penelitian pengembangan menggunakan ADDIE Model yang terdiri dari tahap Analisis (Analysis), tahap Perancangan (Design), tahap Pengembangan dan Produksi (Development and Production), tahap Implementasi (Implementation), dan tahap Evaluasi (Evaluation). Hasil penelitian menunjukan bahwa LKS Bilbaper yang dikembangkan memenuhi syarat atau layak digunakan dalam pembelajaran sains biologi di SMP, efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep biologi dan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP, aktivitas belajar siswa menggunakan LKS Bilbaper termasuk baik dan respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan LKS Bilbaper adalah positif.Kata-kata kunci: keterampilan proses sains, LKS bilbaper, pemahaman konsep,Abstract: This study aimed to develop a questions-based worksheet that used to enhance the understanding on biological concepts and science process skill in junior high school. The specific aims of this study were; a) to conduct need analysis for developing the question-based worksheet, b) to analyze standard contents and science curriculum documents of junior high school, c) to construct the worksheet draft, d) to analyze and revise the draft of the worksheet based on the data resulted by the reviewers, and, e) to describe the results of analysis on worksheet effectiveness in improving the understanding of concepts and science process skill of junior high school students. Research development method used ADDIE model that consist the stages of analysis, design, development and production, implementation, and evaluation. Study result shows the developed question-based worksheet meets the terms or suited to be used in science teaching-learning process in junior high school, can be used to enhance understanding of biological concepts effectively and to enhance the science process skill of junior high school students. The student learning activity using the worksheet is good and the student responses on learning process using the worksheet is positive.Keywords: question-based worksheet, science process skills, understanding of biological concepts
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS SOFTWARE GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SINGARAJA Vidayanti, Ni Putu Urip; Mahayukti, I G A; Ariawan, I Putu Wisna
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS berbasis software GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Singaraja. Pengembangan LKS berbasis software GeoGebra ini menggunakan model pengembangan four-D. Namun, mengingat keterbatasan waktu dan biaya yang dimiliki penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap ketiga yaitu tahap develop. Data dikumpulkan dengan angket, lembar observasi dan tes. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Validitas dilihat dari isi dan konstruk, menggunakan angket, kepraktisan dilihat dari respon siswa dan guru dan keefektifan dilihat dari prestasi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa LKS dan media GeoGebra yang dikembangkan valid, praktis dan efektif.Kata-kata kunci: LKS, GeoGebra, prestasi belajar, kualitas perangkat pembelajaran
STUDI TENTANG PERANAN PELATIHAN DAN PEMBUATAN DEMPLOT DALAM MENENTUKAN KEBERHASILAN BUDIDAYA ABALON (HALIOTHIS SQUAMATA) DI DESA PENYABANGAN, KECAMATAN GEROKGAK, BULELENG, BALI Swasta, Ida Bagus Jelantik
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abalon (Haliothis squamata) merupakan salah satu komoditas perikanan yang perlu dikembangkan lebih lanjut mengingat permintaan pasar semakin meningkat dan harganya cukup tinggi. Untuk mengembangkan komoditas perikanan ini, perlu adanya tenaga-tenaga terampil yang dapat menjamin keberhasilan proses budidayanya. Terkait dengan itu, maka cukup menarik untuk dikaji apakah pemberian pelatihan dan pembuatan demplot dibidang budidaya abalone (Haliothis squamata) benar-benar dapat menghasilkan tenaga-tenaga terampil sehingga dapat menentukan keberhasilan budidaya abalone (Haliothis squamata) itu? Untuk menjawab pertanyaan itu, dilakukanlah penelitian eksperimental lapangan dengan pola quasi eksperimen. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian pelatihan dan pembuatan demplot budidaya abalone benar­benar efektif menghasilkan tenaga-tenaga terampil dalam bidang budidaya abalone (Haliothis squamata). Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah terbentuknya tenaga-tenaga terampil dibidang budidaya abalone (Haliothis squamata) sehingga dapat menjamin keberhasilan budidaya abalone (Haliothis squamata) itu sendiri. Dalam penelitian ini yang dijadikan subjek adalah para teknisi budidaya perikanan dari CV. Dewata Laut yang ada di Desa Penyabangan, dengan jumlah sampel sebanyak 13 orang teknisi.Prosedur penelitian yang dilakukan adalah ; 1) memberikan pelatihan budidaya abalone kepada 13 orang teknisi sebanyak 6 kali pertemuan dengan durasi 120 menit untuk setiap pertemuan ; 2) menyediakan demplot budidaya abalone dan memberikan kesempatan kepada para teknisi yang sudah dilatih untuk melakukan praktik membudidayakan abalone selama 3 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan melakukan test, sedangkan bentuk data yang dikumpulkan berupa ; a) data peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam bidang budidaya abalone ; b) data pertumbuhan dan hasil panen abalone selama 3 bulan pemeliharaan.Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ; 1) adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para teknisi dalam hal teknik budidaya abalon, rata-rata sebanyak 72,5 % ; 2) tingkat keberhasilan budidaya abalone oleh para teknisi cukup tinggi dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 2,5 gram dan sintasan mencapai 30 % selama 3 bulan pemeliharaan.Kata-kata kunci: Pelatihan, Demplot, Budidaya, AbalonAbstract: Abalon (Haliothis squamata) is one fisheries commodity which very important to develop because market demand and prize for this commodity is very high. To develop this fisheries commodity, is needed high skill man power which can assure succesfullness of their culture. Related to it, thus very interesting to study about efectivity of workshop and demplot building to produced high skill man power, and then can determine succesfullness of their culture. To know this efectivity, have been done field experimental research with quasi experimental pattern. The purpose of this research is to know efectivity of workshop and demplot building in produce a high skill man power. While, the significancies of this research is resulted a high skill man power which can assure succesfullness of abalone culture process. In this research, which take role as subject is fisheries culture technicians of CV. Dewata Laut at Penyabangan Village, with sample number is 13 person.The procedure of this research is that ; 1) giving workshop about abalone culture technique to 13 fisheries culture technicians ; 2) preparing the abalone culture demplot as direct practice facilities for 13 technicians along three months. The data collecting have been done by observation, interview and testing method, while the data kinds which collected are ; a) improvement of technicians skill in abalone culture technique ; b) growth rate and harvest number of abalone along three months culture process. The data analyzed by quantitative and qualitative descriptive approach. The results of this research are ; 1) there are improvement of technicians knowledge and skill in abalone culture technique with valueaverage 72,5 % ; 2) succesfullness level of abalone culture by technicians is moderate high with average growth rate since 2.5 gram and survival rate around 30 % along three months culture.Keywords: Workshop, Demplot, Culture, Abalone
MIPA DAN PENDIDIKAN MIPA LPTK MENUJU PERSAINGAN ASEAN ECONOMIC COMMUNITY2015 Jatmiko, Budi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: ASEAN Economic Community (AEC), atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan diberlakukan akhir tahun 2015, sedangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia diantara SDM bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) masih berada diurutan ke-5. Atas dasar ini, maka persaingan tenaga kerja kita di kancah MEA menjadi mengkhawatirkan, dan karena itu harus ditingkatkan kualitasnya. Untuk meningkatkan kualitas SDM kita, khususnya SDM Pendidikan MIPA dan MIPA LPTK diperlukan desain peningkatan SDM yang sesuai dengan kebutuhan SDM Pendidikan MIPA dan MIPA abad ke-21. Salah satu alternatif strategai yang dapat ditempuh, adalah dengan cara: (1) Mengimplementasikan: Standar Nasional Pendidikan Tinggi, kurikulum pendidikan MIPA dan MIPA berorientasi KKNI, pembelajaran berbasis HOT, dan kebijakan pendidikan soft skill 0 sks sebagai syarat lulus; (2) Mendorong dan memfasilitasi: studi lanjut linier, dan sertifikasi profesi Dosen; (3) Menguatkan: riset bidang pendidikan MIPA dan MIPA berbasis keunggulan Prodi, dengan hasil riset bidang MIPA mendukung bidang Pendidikan MIPA, sarana & prasarana pendukung seperti gedung dan ruang kuliah, teaching & research laboratory, laboratorium: ICT, komputer, bahasa asing, dan Perpustakaan; Pendidikan Profesi Guru MIPA; dan (4) Menyelenggarakan sertifikasi profesi internasional berkaitan dengan bidang MIPA. Dengan demikian, lulusan Pendidikan MIPA dan MIPA LPTK diharapkan menjadi berkualitas, dan mampu bersaing di kancah MEA.Kata-kata kunci: Pendidikan MIPA, MIPA, LPTK, Persaingan, MEAAbstract: ASEAN Economic Community (AEC) is going to be implemented in 2015. On the other hand, the quality of Human Resources (HR) Indonesia among Southeast Asian Nations (ASEAN) is still in rank 5. Based on this basis, our labor competition in the arena of AEC becomes alarming, and therefore there is an urgent need to improve it. To improve the quality of our human resources, particularly human resources in the Mathematics and Natural Sciences, as wellas the Mathematics and Natural Sciences Education/LPTK (Teacher Education Institutions), it is also required to design the improvement of human resources in accordance with the needs of the human resources of the Mathematics and Natural Sciences as well as the Mathematics and Natural Sciences Education into the 21st century. Some alternatives that can be undertaken are as follows: (1) Implementing the National Standards for Higher Education, i.e., the Mathematics and Natural Sciences as well as the Mathematics and Natural Sciences Education curriculums that are oriented to the KKNI, HOT-based learning, soft skills education policy zero credit for graduation requirements; (2) Encouraging and facilitating: further studies in accordance to their field of study, the Lecturer professional certification; (3) Strengthening: the Mathematics and Natural Sciences Education, as well as the Mathematics and Natural Sciences researches based on the Study Program excellence, where the research results of the Mathematics and Natural Sciences will be able to support the field of the Mathematics and Natural Sciences Education, facilities and infrastructure, such as buildings, lecture halls, teaching and research laboratories, laboratories including: ICT, computers, foreign language, and Library; Teacher Professional Education of the Mathematics and Natural Sciences; and(4) Conducting International Professional Certifications related to the field of the Mathematics and Natural Sciences. Therefore, graduates of the Mathematics and Natural Sciences, as well as the Mathematics and Natural Sciences Education/ LPTK are expected to be qualified, and able to compete in the AEC.Keywords: Mathematics and Natural Sciences Education, Mathematics and Natural Sciences, LPTK, Competition, AEC
MIPA DAN PENDIDIKAN MIPA LPTK MENUJU PERSAINGAN ASEAN ECONOMIC COMMUNITY2015 Budi Jatmiko
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: ASEAN Economic Community (AEC), atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan diberlakukan akhir tahun 2015, sedangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia diantara SDM bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) masih berada diurutan ke-5. Atas dasar ini, maka persaingan tenaga kerja kita di kancah MEA menjadi mengkhawatirkan, dan karena itu harus ditingkatkan kualitasnya. Untuk meningkatkan kualitas SDM kita, khususnya SDM Pendidikan MIPA dan MIPA LPTK diperlukan desain peningkatan SDM yang sesuai dengan kebutuhan SDM Pendidikan MIPA dan MIPA abad ke-21. Salah satu alternatif strategai yang dapat ditempuh, adalah dengan cara: (1) Mengimplementasikan: Standar Nasional Pendidikan Tinggi, kurikulum pendidikan MIPA dan MIPA berorientasi KKNI, pembelajaran berbasis HOT, dan kebijakan pendidikan soft skill 0 sks sebagai syarat lulus; (2) Mendorong dan memfasilitasi: studi lanjut linier, dan sertifikasi profesi Dosen; (3) Menguatkan: riset bidang pendidikan MIPA dan MIPA berbasis keunggulan Prodi, dengan hasil riset bidang MIPA mendukung bidang Pendidikan MIPA, sarana & prasarana pendukung seperti gedung dan ruang kuliah, teaching & research laboratory, laboratorium: ICT, komputer, bahasa asing, dan Perpustakaan; Pendidikan Profesi Guru MIPA; dan (4) Menyelenggarakan sertifikasi profesi internasional berkaitan dengan bidang MIPA. Dengan demikian, lulusan Pendidikan MIPA dan MIPA LPTK diharapkan menjadi berkualitas, dan mampu bersaing di kancah MEA.Kata-kata kunci: Pendidikan MIPA, MIPA, LPTK, Persaingan, MEAAbstract: ASEAN Economic Community (AEC) is going to be implemented in 2015. On the other hand, the quality of Human Resources (HR) Indonesia among Southeast Asian Nations (ASEAN) is still in rank 5. Based on this basis, our labor competition in the arena of AEC becomes alarming, and therefore there is an urgent need to improve it. To improve the quality of our human resources, particularly human resources in the Mathematics and Natural Sciences, as wellas the Mathematics and Natural Sciences Education/LPTK (Teacher Education Institutions), it is also required to design the improvement of human resources in accordance with the needs of the human resources of the Mathematics and Natural Sciences as well as the Mathematics and Natural Sciences Education into the 21st century. Some alternatives that can be undertaken are as follows: (1) Implementing the National Standards for Higher Education, i.e., the Mathematics and Natural Sciences as well as the Mathematics and Natural Sciences Education curriculums that are oriented to the KKNI, HOT-based learning, soft skills education policy zero credit for graduation requirements; (2) Encouraging and facilitating: further studies in accordance to their field of study, the Lecturer professional certification; (3) Strengthening: the Mathematics and Natural Sciences Education, as well as the Mathematics and Natural Sciences researches based on the Study Program excellence, where the research results of the Mathematics and Natural Sciences will be able to support the field of the Mathematics and Natural Sciences Education, facilities and infrastructure, such as buildings, lecture halls, teaching and research laboratories, laboratories including: ICT, computers, foreign language, and Library; Teacher Professional Education of the Mathematics and Natural Sciences; and(4) Conducting International Professional Certifications related to the field of the Mathematics and Natural Sciences. Therefore, graduates of the Mathematics and Natural Sciences, as well as the Mathematics and Natural Sciences Education/ LPTK are expected to be qualified, and able to compete in the AEC.Keywords: Mathematics and Natural Sciences Education, Mathematics and Natural Sciences, LPTK, Competition, AEC
DUKUNGAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MEMBANGUN SUMBER DAYA MANUSIA BERKARAKTER I Nengah Suparta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembangunan bangsa yang kompetitif, selain membutuhkan warga bangsa yang cerdas intelektual, juga menuntut sumber daya manusia yang berkarakter. Untuk hal terakhir ini diperlukan pendidikan nilai atau budhi pekerti. Pendidikan nilai dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, merupakan tugas kewajiban keluarga, masyarakat, dan sekolah secara terintegrasi. Sebagai institusi formal yang direncanakan dan diorganisir secara matang, sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang sangat besar bagi pewujudan sumber daya manusia yang berkarakter. Setiap pendidik seyogyanya mengarahkan setiap aktifitas pembelajaran untuk dapat berkontribusi optimal bagi pembangunan karakter bangsa. Pada tulisan ini dipaparkan hasil pencermatan mengenai pendidikan matematika sebagai pendidikan nilai dalam rangka pembangunan sumber daya manusia berkarakter. Tulisan ini menguraikan beberapa nilai yang secara signifikan dapat ditransformasikan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran matematika.Kata-kata kunci: pendidikan matematika, pendidikan nilai, sumber daya manusia berkarakter
MEMPERKOKOH MIPA DAN TEKNOLOGI MELALUI PENDIDIKAN MIPA Anna Permanasari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berisi kajian pendidikan MIPA dalam memperkokoh MIPA dan Teknologi
ASESMEN ONLINE UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA Gede Suweken
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Telah menjadi persepsi umum diantara pendidik bahwa pembelajaran bisa didorong secara signifikan melalui asesmen. Sebagai akibatnya, adalah wajar jika banyak institusi pendidikan mengalokasikan semester terakhir dari siklus pendidikannya hanya dengan latihan soal-soal, bahkan banyak siswa belajar hanya untuk mengejar skor. Walaupun perilaku seperti ini bukanlah sesuatu yang diharapkan, motivasi dahsyat yang ada dibaliknya rasanya teramat sayang jika tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun demikian, ketersediaan waktu belajar di sekolah biasanya merupakan kendala utama dalam mengimplementasian latihan soal setiap ada jam pelajaran. Makalah ini akan membahas bagaimana asesmen online bisa dikombinasikan dengan pembelajaran konvensional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara efektif dan efisien. Karena karakteristik bidang studi matematika yang memerlukan simbol-simbol tertentu yang biasanya tidak terakomodasi pada software pada umumnya, maka makalah ini juga akan membahas free-open-source-software (FOSS) yang secara khusus diperuntukkan untuk asesmen matematika.Kata-kata kunci: asesmen, kualitas pembelajaran, online, matematika, FOSS
DESAIN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SAINS SISWA SMP I Made Mariawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendesain model pembelajaran sains (fisika) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan pendekatan research and development. Proses pengembangan model dilaksanakan melalui studi pendahuluan dan ujicoba terbatas pada siswa kelas VII SMP 3 Singaraja. Hasil ujicoba diperoleh simpulan, Pertama, desain model pembelajaran sains SMP dirancang dalam model pembelajaran pemecahan masalah do talk record (DTR). Model pembelajaran pemecahan masalah DTR dapat diterapkan pada mata pelajaran sains (Fisika) di SMP kelas VII dengan karakteristik materi dikemas dalam masalah kontekstual. Metode pembelajaran dengan menempatkan siswa sebagai pemecah masalah serta guru sebagai fasilitator belajar. Implementasi model meliputi: (1) Pendahuluan, yaitu penjelasan singkat tentang tujuan dan proses pembelajaran, pengembangan suasana partisipatif, orientasi masalah kontekstual, dan pengorganisasian siswa; (2) Inti, yaitu kegiatan do, talk, record. Kegiatan do meliputi identifikasi dan pendefinisian konsep yg terkait dengan masalah, hubungan antar konsep, rencana solusi, dan solusi. Kegiatan talk meliputi diskusi kolaboratif dari hasil kegiatan do. Kegiatan Record meliputi memeriksa dan mendokumentasikan langkah-langkah dan hasil pemecahan masalah dalam bentuk catatan; serta (3) Penutup, yaitu kegiatan analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah dalam bentuk refleksi serta rekonstruksi pemikiran dan aktivitas proses pembelajaran. Kedua, implementasi model pembelajaran yang didesain dengan pemecahan masalah do talk record dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas proses dan kualitas kemampuan pemecahan masalah sains siswa SMP kelas VII. Dampak penggunaan model tersebut antara lain: (a) Meningkatnya aktifitas siswa dalam pembelajaran, (b) peningkatan kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, dan (c) menumbuhkan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran.Kata-kata kunci: Desain Model Pembelajaran do talk rcord, Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah,Abstract: The study was aimed to design of learning science (physics) model to improve the ability of junior high school students' problem solving. The study was development that uses research and development approach. The process of the development of model conducted through the preliminary study and the trial was limited to students of class VII SMP 3 Singaraja. The conclusions of the test results was obtained, The first, the design of the learning model was designed in the junior high school science teaching problem-solving models do talk record (DTR). The DTR problem solving learning model can be applied to the science subjects (Physics) in class VII SMP to the characteristics of the subject matter packed in contextual problems. The method of learning by placing the students as problem solvers as well as teachers voted facilitators of learning. The implementation of the model covering: (1) Introduction, which is a brief explanation about the purpose and process of learning, the development of participatory ambience, the orientation of the contextual issues, and the organization of students; (2) The core, which is activities of do, talk, record. The do activities include the identification and definition of concepts related to the problem, the relationships between concepts, plan solutions, and solutions. The talk activities covering of collaborative discussion as the results of do activities. The Record activities was covering checking and documenting the steps and the notes of problem solving results; and (3) concluding, which is analysis and evaluation activities of the problem solving process in the form of reflection and reconstruction of thinking and learning activities. The secondly, the implementation of the learning model is designed by problems solving do talk records can be used to improve the quality of the process and the quality of science problem solving ability students of class VII SMP. The impact of the models use, among others, (a) the student Increased of learning activity, (b) the increase in problem solving skills, mastery of concepts, and (c) foster the positive attitude toward students learning process.Keywords: Learning design models of do talk records, The problem solving upgrades
PENGARUH IMPLEMENTASI BUKU AJAR BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPA II TERHADAP KEMAMPUAN GENERIK SAINS MAHASISWA JURUSAN PGSD I Gede Margunayasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan pengaruh implementasi buku ajar berbasis proyek pada mata kuliah Konsep Dasar IPA II terhadap peningkatan kemampuan generik sains pada mahasiswa Jurusan PGSD. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 Jurusan PGSD yang berjumlah 40 orang. Rancangan penelitian menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Variabel bebasnya adalah buku ajar berbasis proyek pada mata kuliah Konsep Dasar IPA II, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan generik sains mahasiswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis infrensial. Analisis inferensial menggunakan uji t sampel berpasangan. Berdasarkan hasil analisis dapat dinyatakan bahwa terdapat peningkatan kemampuan generik sains yang signifikan setelah implementasi buku ajar berbasis proyek (t = 42,247; p<0,05). Rata-rata kemampuan generik sains mahasiswa meningkat dari 53,00 menjadi 72,25.Kata-kata Kunci : buku ajar, proyek, kemampuan generik sainsAbstract: The aimed of this study was to describe the effect of the implementation of the textbook based project in the Lesson of Science Based Concept II toward the improvement of generic science ability on the students of PGSD department. This research was a quasy experiment. The sample was 40 students at third semester of PGSD department. The research design was One-Group Pretest-Posttest Design. The dependent variable was the implementation of the textbook based project, while the independent variable generic science ability. In analysing data, there were two techniques used, namely: descriptive analysis and inferential analysis. Inferential analysis used paired sample t-test. Based on the result of the research can be showed that generic science ability could improve by using the textbook based project (t = 42.247; p<0.05). The average of generic science ability was improve from 53.00 to 72.25.Keywords: textbook, project, the generic science ability

Page 6 of 11 | Total Record : 108