cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
Search results for , issue "2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016" : 98 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA: PENGETAHUAN AWAL, APRESIASI MATEMATIKA, DAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS Irawan, I Putu Eka; Suharta, I Gusti Putu; Suparta, I Nengah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan memecahkan masalah matematika dengan menggunakan pemahaman sebelumnya atau kajian-kajian yang relevan secara logis dan teliti untuk menghadapi situasi yang tidak rutin. Para guru cenderung hanya menyoroti tentang metode pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Akan tetapi ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa terutama faktor internal seperti kemampuan pengetahuan awal, apresiasi matematika, dan kecerdasan logis matematis. Pengetahuan awal mempermudah dan membantu siswa untuk menguasai materi pokok. Apabila pengetahuan awal dapat dimanfaatkan dengan baik dalam memahami materi baru, maka akan berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Apresiasi matematika dapat menimbulkan gairah dan perhatian serius dalam belajar matematika. Gairah dan perhatian serius dalam belajar matematika dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Kecerdasan logis matematis membuat siswa dapat mengaitkan informasi-informasi yang terdapat dalam masalah dengan metode-metode yang tepat untuk menyelesaikan masalah matematika dan dalam melakukan perhitungan matematis. Sehingga kecerdasan logis matematis sangat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika. Pengetahuan awal, apresiasi matematika, dan kecerdasan logis matematis dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa. Kata-kata Kunci: pengetahuan awal, kecerdasan logis matematis AbstractAbility to solve mathematical problems using a previous understanding or relevant studies logically and carefully to deal with situations that are not routine. Teachers tend to only sheds light on learning methods are used to improve students' mathematical problem solving abilities. But there are other factors that affect students' mathematical problem solving ability, especially internal factors such as the ability of prior knowledge, appreciation of mathematics and mathematical logical intelligence. Prior knowledge can help students to master the subject matter. If the initial knowledge can be put to good use in understanding the new material, it will affect the ability of mathematical problem solving. Appreciation of mathematics can passion and serious attention in learning mathematics. Passion and serious attention in learning mathematics can improve the ability of mathematical problem solving. Logical mathematical intelligence enables students to associate the information contained in trouble with the appropriate methods for solving mathematical problems and to perform mathematical calculations. So the logical mathematical intelligence greatly affect the ability of solving mathematical problems. Prior knowledge, appreciation of mathematics and mathematical logical intelligence may affect the ability of mathematical problem solving in students.  Keyword: prior knowledge, mathematical logical intelligence
ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DITINJAU DARI ASPEK ABIOTIC DAN BIOTIC ENVIRONTMENT DI KAWASAN WISATA TOYA BUNGKAH, BANGLI Wijana, Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotic and Biotic (AB) Environment di kawasan wisata Toya Bungkah.Penelitian ini dilakukan pada kawasan hutan wisata dan Galian C. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh komponen lingkungan hidup yang meliputi komponen abiotic dan komponen biotic. Komponen abiotic pada kawasan wisata alam hutan meliputi tekstur tanah dan kemiringan lahan, sedangkan komponen biotic meliputi crown cover, densitas, dan stratifikasi. Untuk kualitas air danau Batur Kualitas air dari faktor abiotic (A) yaitu fisik dan kimia meliputi pH, suhu. DO, BOD, COD, Konduktivitas, Turbiditas, Salinitas, total pospat sebagai P, NO3 sebagai N, Cr, dan komponenbiotic (B) meliputi NVC ikan dan Total Coliform.Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sistematiik sampling.Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotc dan Biotic Environment di kawasan wisata Toya Bungkahpada kawasan hutan alam secara umum tergolong ke dalam kualitas yang sangat buruk, dan untuk kawasan wisata Danau Batur tergolong ke dalam kualitas baik. Dari 12 parameter air Danau Batur yang diteliti, ada 4 parameter telah mengalami pencemaran yakni pH, DO, NVC ikan, dan Total Coliform, sedangkan 8 parameter lagi yakni suhu, BOD, COD, konduktivitas, salinitas, fosfat, nitrat, dan klorin belum tercemar. Kata-kata Kunci: Abiotic dan Biotic Environment,Kualitas Lingkungan Hidup, Toya Bungkah
PMRI DAN INKUIRI SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMECAHAN MASALAH Primasari, Ni Putu Dian
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya, prestasi matematika siswa di Indonesia kurang menggembirakan. Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah sebagai tujuan utama pembelajaran matematika, teridentifikasi sangat lemah. Oleh karena itulah diperlukan alternatif pembelajaran yang tepat. Dalam tulisan ini akan dipaparkan dua tipe pembelajaran yaitu pembelajaran dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan Pembelajaran Inkuiri. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan pembelajaran yang bertitik tolak pada hal nyata dan pernah dialami serta dibayangkan oleh siswa sedangkan pembelajaran Inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang meletakkan dan mengembangkan cara berfikir ilmiah dimana siswa mengasimilasi suatu konsep atau prinsip, misalnya mengamati, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, dan membuat kesimpulan dan sebagainya.Melalui PMRI siswa belajar membuat hubungan antara pengetahuan yang telah dimilikinya dengan pengetahuan yang akan dipelajarinya, oleh karena itu penting bahwa konteks yang digunakan adalah konteks yang telah dipahami atau dapat dibayangkan oleh siswa sehingga mampu menghasilkan modelnya sendiri dan menggunakan model yang dibuatnya tersebut untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Melalui pembelajaran Inkuiri yang mengembangkan cara berpikir ilmiah tentunya akan melatih siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah matematika. Berdasarkan pemaparan ini maka upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa melalui penerapan pembelajaran yang tepat yaitu PMRI dan pembelajaran Inkuiri. Kata Kunci : PMRI, Inkuiri, Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Matematika. AbstractThe achievement of students in Indonesia for math subject generally was not satisfy enough. Their ability to think critically and think for problem solving as the main purpose of learning math was so low. Thus, the alternative teaching method was required. In this study, there will be two types of teaching method presented namely Teaching method with Mathematical Realistic Education of Indonesia (pembelajaran dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia/ PMRI) and Inquiry based learning (Pembelajaran Inkuiri). PMRI is the method which is connecting learning material with students’ experiences meanwhile Inquiry based learning is a teaching activity which is done by putting and developing critical thinking in students. In Inquiry method, students were synthetizing concept like observing, classifying, explaining, measuring and make a conclusion.                Through PMRI, students learned how to create connection between their prior knowledge with the upcoming knowledge, thus, the context used was very important to be able to be pictured or understood by students so they can make their own model to solve the given problem. Through Inquiry based learning, students were developing critical thinking in solving problem in Math subject.                Based on the explanation above, the solutions that was taken by teacher to solve the problem about students’ critical thinking and their solving problem ability were PMRI and Inquiry based learning. Keyword: PMRI, Inquiry, Critical thinking, Problem Solving in Math
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN METODE DPPH Martiningsih, Ni Wayan; Widana, Gede Agus Beni; Kristiyanti, Putu Lilik Pratami
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata). Sampel daun matoa yang digunakan berasal dari daerah Banyuasri, Singaraja. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Hasil maserasi tersebut kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental etanol sebanyak 10,44 gram. Ekstrak kental etanol dianalisis kandungan metabolit sekundernya dengan cara skrining fitokimia. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Analisis kekuatan antioksidan dilakukan dengan menghitung nilai IC50 yang didasarkan pada persen peredaman radikal bebas oleh sampel uji. Kekuatan antioksidan ditentukan berdasarkan perbandingan antara IC50 dari sampel ekstrak etanol daun matoa dengan vitamin C. Hasil skrining fitokimia terhadap ekstrak kental etanol daun matoa mengindikasikan adanya senyawa flavonoid dan tanin. Berdasarkan perhitungan nilai IC50 diperoleh hasil bahwa nilai IC50 dari ekstrak etanol daun matoa sebesar 45,78 ppm dan vitamin C sebesar 7,53 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun matoa lebih lemah dibandingkan dengan vitamin C. Kata-kata Kunci: daun matoa, skrining fitokimia, antioksidan, DPPH AbstractThis research aimed at evaluating the  secondary metabolites as well as antioxidant properties of the ethanol extract of matoa leaves (Pometia pinnata). The research samples were collected at Banyuasri, Singaraja. The extract of matoa leaves was prepared by maceration in ethanol and followed by evaporation using rotary evaporator to give 10,44 gram of crude extract. Crude extract was analyzed the secondary metabolites by phytochemical screening.The antioxidant properties was calculated by measuring the reduction precentage of free radical DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). The antioxidant strength was determined based on comparison between IC50 from ethanol extract of matoa leaves with vitamin C. Phytochemical screening of the extract strongly indicated the presence of flavonoid and tanin. The IC50 value of ethanol extract is 45,78 ppm and vitamin C is 7,53 ppm. These values suggested that the ethanol extract of matoa leaves exhibited weak antioxidant properties compound to that of vitamin C. Keywords : matoa leaves, phytochemical screening, antioxidant, DPPH
PENGGUNAAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DALAM PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN DI SEKOLAH DASAR Apsari, Ratih Ayu; Suharta, I Gusti Putu; Sariyasa, Sariyasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran penjumlahan dan pengurangan merupakan salah satu bahasan matematika awal yang dipelajari siswa di sekolah dasar. Keterampilan siswa dalam menjumlah dan mengurang kuantitas merupakan dasar yang penting agar siswa mampu bermatematika di jenjang mapun materi yang lebih kompleks. Sayangnya, seringkali pembelajaran penjumlahan dan pengurangan ini mengalami masalah dimana siswa sering tidak memahami prosedur yang digunakan, sehingga sebatas menghapal dan berujung pada kesalahan penggunaan prosedur. Masalah kedua yang teramati adalah siswa mengesampingkan esensi penting dari proses tersebut yang melibatkan suatu kepekaan bilangan (number sense). Melihat fenomena tersebut, dalam penelitian ini didesain sebuah lintasan pembelajaran untuk materi penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan pakem-pakem Pendidikan Matematika Realistik Indonesia, dengan harapan siswa dapat belajar materi ini dengan lebih bermakna. Metode penelitian yang digunakan adalah design research dengan tiga tahapan yang meliputi: preliminary design, teaching experiment dan retrospective analysis. Penelitian dilakukan di kelas V SD Lab Unidiksha tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran yang dilakukan siswa belajar penjumlahan dan pengurangan dengan lebih bermakna sehingga mampu mengembangkan kepekaan bilangan sesuai dengan tingkatan pendidikannya. Kata-kata kunci: penjumlahan, pengurangan, design research, PMRI AbstractAddition and subtraction is one of the basic topic in elementary school mathematics. It is known as the initial step to support the students doing more advance mathematics in advance level. Unfortunately, the traditional teaching method of addition and subtraction which is focus on the procedural fluency which demand the students to use the addition and subtraction algorithm, diminish the core of those two process. Many students encounter error while using the algorithm and even if they are able to use it, many of them cannot make sense of the process. Reflect on the aforementioned problem, the current study is aimed to design a learning trajectory in addition and subtraction. We employed design research as the method of the research, with three stage including: preliminary design, teaching experiment and retrospective analysis. The study was conducted in Grade V SD Lab Undiksha academic year 2015/2016. The result showed that the designed lessons are able to support the students learning meaningfully to develop their number sense ability. Key words: addition, subtraction, design research, PMRI
EFEKTIVITAS MODUL KONSEP ASAM BASA BERORIENTASI KETERAMPILAN GENERIK SAINS Sudyana, I Nyoman; Frantius, Deklin
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kimia dasar mahasiswa Jurusan PMIPA FKIP Universitas Palangka Raya masih rendah.Mempelajari kimia dasar memerlukan keterampilan konsistensi logika, inferensi logika, hubungan sebab akibat, kerangka logika, pemahaman skala, pemodelan, maupun bahasa simbolik.Keterampilan tersebut tercakup dalam komponen Keterampilan Generik Sains (KGS) yang dikemas dalam bentuk modul dalam konsep asam-basa.Uji efektivitas modul yang dihasilkan dilakukan di Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Palangka Raya. Model penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan desain one group pretest-postest only. Efektivitas modul ditinjau dari jumlah lulus,n-gain score,dan uji-t hasil belajar mahasiswa. Jumlah mahasiswa yang lulus meningkat: dari 3,5% menjadi 95,3%; n-gain score: 0,58; dan uji-t: 0,00. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa modul efektif digunakan sebagai bahan ajar alternatif. Kata-kata Kunci: efektivitas modul, hasil belajar, keterampilan generik sains AbstractThe students of MIPA Department, Faculty of Teacher Training and Education, Palangka Raya University still have low competences on basic chemistry. Learning basic chemistry needs skills of logical consistency, logical inference, causality, logical framework, scale comprehension, modeling, and symbolical language. Those skills are included on the components of generic science skills (KGS – Ketrampilan Generik Sains) which are packed on an acid-base concept module. The test of module effectiveness was conducted at the Chemistry Education Study Program, Palangka Raya University. The research design was pre-experimental withone group pretest-postest only. The module effectiveness was measured on the total passing grades of n-gain score, and t-test of students’ outcome learning. The results show that the total number of students passed the test increased: from 3.5% to 95.3%; while n-gain score: 0.58; and t-test: 0.00. From the analysis, it can be concluded that the module effectively can be used as an alternative teaching material. Keywords: Module effectiveness, learning outcomes, generic science skills
PELATIHAN ERGO-ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KEWIRAUSAHAAN PEDAGANG KULINER DI PELIATAN UBUD GIANYAR BALI Sutajaya, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah memberdayakan masyarakat melalui usaha kuliner lokal untuk mengembangkan sikap kewirausahaan dan pendapatan pedagang kaki lima. Metode yang digunakan adalah melalui quasi eksperimen yang dipadukan dengan pendekatan Sistemik, Holistik, Interdisipliner, dan Partisipatore (SHIP). Rancangan penelitian menggunakan post test only group design (treatment by subject design). Kegiatan yang dilakukan diawali dengan identifikasi masalah, kemudian dibuat prioritas masalah dan selanjutnya dibuat rencana tindak (action plan). Rencana tindak ini digunakan sebagai intervensi penelitian. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan mencari persentase perubahan dan dilanjutkan dengan uji beda t paired. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor sikap kewirausahaan secara bemakna sebesar 41,59% dan pendapatan pedagang meningkat 37,73% (p<0,05). Ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui pendekatan partisipatori dinilai cukup berhasil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui usaha kuliner local dapat meningkatkan sikap kewirausahaan dan pendapatan pedagang. Kata-kata Kunci: Pemberdayaan, Kuliner Lokal, Kewirausahaan, dan Pendapatan AbstractThe research objective is to empower local communities through culinary efforts to develop entrepreneurial attitudes and income vendors. The method used is through a quasi-experimental approach combined with Systemic, Holistic, Interdisciplinary, and Participatory (SHIP). Research design used a post-test only group design (treatment by subject design). Activities undertaken beginning with problem identification, priority issues and then made hereafter devised an action plan (action plan). This action plan is used as a research intervention. Data were analyzed descriptively by finding the percentage change and continued with paired t-test. The results showed that a significantly increase in entrepreneurial attitude score of 41.59 % and 37.73 % increase merchant revenues (p < 0.05). This proves that the community empowerment through participatory approach was considered quite successful. It can be concluded that the empowerment of communities through local culinary businesses can increase revenue entrepreneurial attitude and traders. Keywords: Empowerment, Local Culinary, Enterpreneurship, and Revenue
AKRAB DENGAN MATEMATIKA, TANPA BELAJAR MATEMATIKA Suharta, I Gusti Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ungkapan “tiada hari tanpa matematika” nampaknya tepat digunakan untuk menunjukkan bahwa matematika digunakan dalam semua aspek kehidupan manusia. Dalam hidup kemasyarakatan sering kita jumpai ada orang tidak mempunyai pengetahuan matematika formal akan tetapi sangat akrab dengan matematika atau dapat menggunakan ide-ide matematika dengan baik. Misalnya Tukang Ukir, Tukang Bangunan, Penyususn Kalender Bali, Pedagang, dll. Praktek-praktek matematika seperti ini dinamakan Etnomatematika. Pada awalnya istilah Etnomatematika digunakan untuk praktek-praktek matematika orang buta huruf atau orang “primitif”, kemudian konsep etno berkembang lebih luas yaitu mencakup semua kelompok budaya seperti jargon, kode, simbol, mitos, cara, penalaran, dan pengambilan keputusan. Etnomatematika Tukang Ukir Bali menggunakan kesamaan, pergeseran, dan perputaran ; Etnomatematika Tukang Bangunan Bali menggunakan ukuran tubuh seperti lengkat, nyari, rai; sedangkan Etnomatematika Penyusun Kalender Bali menggunakan pengulangan dan pertemuan. Kata-kata Kunci: Etnomatematika, Tukang Ukir, Tukang Bangunan, Penyusun Kalender AbstractThe phrase "no day without math" seems appropriate to be used to show that mathematics is used in all aspects of human life. In social life often we encounter someone does not have a formal mathematical knowledge but very familiar with mathematics or it can use mathematical ideas very well . For example Balinesse carver, Balinesse builder, Balinesse calendar authors, traders, etc. Practically, this is called Etnomatematics. Etnomatematics term was originally used to practice mathematical illiterate or "primitives", then the concept of developing a broader ethno ie covering all cultural groups such as jargon, codes, symbols, myths, ways, reasoning, and decision making. Ethnomatematics of Balinesse carvers use similarity, shift and rotation; Ethnomathematics of Balinesse builders use their own body size like lengkat , nyari, and rai. Meanwhile Balinesse Calendar Authors use patterns such as repetition and meetings. Key words : Ethnomatematics, Balinesse carver, Balinesse Builder, Balinesse Calendar Author
IBM LABMAT BAGI SEKOLAH DASAR Dewi, Mutia Lina; Hakim, Arif Rahman; Shanti CSM, Fauziah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak siswa mempunyai anggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang paling sulit. Hal ini dikarenakan matematika adalah ilmu yang abstrak. Oleh karena itu diperlukan metode mengajar matematika yang menyenangkan, sehingga siswa menyukai matematika dan mudah memahami konsep matematika.Penggunaan alat peraga edukatif merupakan salah satu metode yang membuat siswa senang, bisa belajar sambil bermain.Sayangnya, tidak semua sekolah mampu menyediakan sarana belajar yang memadai. Guru mengajarkan matematika yang abstrak tanpa bantuan benda kongkret, sehingga sulit bagi siswa memahami konsep matematika. SD Negeri 1 dan 2 yang lokasinya di Desa BuntaranTulungagung adalah sekolah pemerintah (gratis) yang rata-rata kemampuan siswanya rendah, sarana pembelajarannya sangat minim dan kurang diminati. Orang tua lebih memilih sekolah swasta (Madrasah Ibtidaiyah) yang sarananya lengkap, SPP nya mahal, serta sumbangan gedungnya besar. Oleh karena itu diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dan menambah wawasan guru. Hasil kegiatan kedua sekolah sangat senang mendapat wawasan dan bantuan alat peraga matematika dan berharap kegiatan pengabdian masyarakat ini berkelanjutan. Kata-kata Kunci: kesulitan, alat peraga, pelatihan,  Abstract Many students have difficulty in Mathematics. The problems are mathematics is an abstract science. Therefore we need a method of teaching mathematics is fun, so students enjoy math and easily understand the concept of Math. .Educational props is one method that makes students happy, can learn while playing. But, not all schools are able to provide adequate learning facilities. Teachers teach abstract mathematics without the help of concrete objects, making it difficult for students to understand mathematical concepts. SD Negeri 1 and 2, which are located in the village of BuntaranTulungagung are government schools (free) average low ability students and minim facilities. Parents prefer private schools (Islamic elementary schools) whose facilities are complete and expensive. The results of the activities are the schools are very pleased with math teaching aids and training in the use it. Theyhope, there are community service activities next time. Keywords: difficulty, teaching aid, training
KARAKTERISASI MORFOLOGIS Trichoderma sp. ISOLAT JB DAN DAYA ANTAGONISME TERHADAP PATOGEN PENYEBAB PENYAKIT REBAH KECAMBAH (Sclerotium rolfsii Sacc.) PADA TANAMAN TOMAT Suanda, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi morfologis Trichoderma sp. isolat JB dan daya antagonisme terhadap patogen penyebab penyakit rebah kecambah (Sclerotiumrolfsii Sacc.). Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Variabel observasi yang karakteristik makroskopik, termasuk warna koloni dan bentuk, dan karakteristik mikroskopis, termasuk bentuk konidiofor, fialid dan konidia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichodermasp. isolat JB secara in-vitro mampu menghambat Sclerotiumrolfsii penyebabpenyakit rebah kecambah pada tanaman tomat sebesar 95,45%. Kata-kata Kunci: Karakterisasi,Trichoderma asperellum isolat JB, daya hambat, Sclerotiumrolfsii. Abstract                This study aims to determine the morphological characterization of Trichoderma sp., JB isolates and antagonism power against damping-off disease-causing pathogens (Sclerotium rolfsii Sacc.). The study was conducted at the Laboratory of Pests and Plant Diseases, Faculty of Agriculture, Udayana University. The observations’ variable with macroscopic characteristics, including color and form colonies, and microscopic characteristics, including the shape of conidiophores, conidia and fialid. The results showed that Trichoderma sp., JB isolates, in the in-vitro way, are able to inhibit Sclerotium rolfsii damping-off disease-causing on tomato plants amounted to 95.45%.               Keywords : characterization, isolates Trichoderma asperellum JB, inhibition, Sclerotium rolfsii

Page 4 of 10 | Total Record : 98