cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018" : 23 Documents clear
Validitas Bahan Ajar Berbasis Masalah Otentik dengan Pendekatan Induktif-Deduktif I Putu Pasek Suryawan; Made Juniantari
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pada mata kuliah Matematika Keuangan dan Program Linier di Program Studi Pendidikan Matematika Undiksha cenderung hanya dihadapkan pada penyajian masalah yang kurang memberikan ruang pada mahasiswa untuk mengaitkan pengalaman nyatanya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Selain itu, penyajian materi pada bahan ajar yang yang tersedia lebih banyak disajikan dengan pendekatan deduktif, yang menyebabkan kesulitan mahasiswa dalam mempelajari materi, serta materi yang semestinya dapat dibayangkan oleh mahaiswa menjadi terlihat abstrak. Oleh karena itu, dikembangkanlah bahan ajar berbasis masalah otentik dengan pendekatan induktif-deduktif sebagai upaya meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Keuangan dan Program Linier. Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini mengikuti prosedur pengembangan produk dari Plomp. Pada tahun pertama penelitian ini dilakukan sampai pada tahap tes, evaluasi, dan revisi yaitu sampai melakukan validasi bahan ajar. Validitas isi dilihat dari kesesuaian bahan ajar dengan teori pengembangan yang dijadikan pedoman dan sesuai dengan tuntutan karakteristik model pembelajarannya. Validitas konstruk dilihat dari adanya keterkaitan yang konsisten dari setiap komponen bahan ajar yang dikembangkan dengan karakteristik model pembelajaran yang diperoleh melalui penilaian dua orang ahli. Hasil validasi ahli menyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan tergolong kategori sangat valid dengan sedikit perbaikan.Kata kunci: bahan ajar, masalah otentik, pendekatan induktif-deduktif.
Perendaman Tahu dengan Ekstrak Daun Sereh (Cymbopogon citratus) terhadap Kadar Serum Glutamate Pyruvate Transaminase Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Jantan N L P Widiyanti; N P Ristiati; S Mulyadiharja; D A P I U Dewi
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kadar Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) Rattusnorvegicus galur Wistar jantan setelah diberikan tahu yang direndam menggunakan akuades, formalin dan ekstrak daun sereh dengan variasi konsentrasi 20%, 40%, dan 60% (2) mengetahui konsentrasi ekstrak daun sereh (Cymbopogon citratus) sebagai pengawet alami tahu yang menghasilkan kadar Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) terendah pada Rattus norvegicusgalur Wistarjantan. Jenis penelitian ini adalah trueexperimental dengan desain the randomized posttest only control group design. Pada penelitian ini terdapat kelompok kontrol positif(formalin), kelompok kontrol negatif (akuades), kelompok perlakuan ekstrak daun sereh 20%, 40% dan 60%. Pemberian pakan berupa pellet tahu dilakukan selama sebulan dengan dosis sebanyak 10% dari berat tubuh Rattusnorvegicus dan pemberian air adlibitum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan kadar SGPT Rattusnorvegicus galur Wistar jantan setelah diberikan tahu yang direndam menggunakan akuades, formalin dan ekstrak daun sereh dengan variasi konsentrasi 20%, 40%, dan 60% (2) konsentrasi ekstrak daun sereh (Cymbopogon citratus) sebagai pengawet alami tahu yang menghasilkan kadar Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) terendah pada Rattusnorvegicus galur Wistar jantan yaitu pada konsentrasi 40% dengan rerata kadar SGPT 12,928 μ/l.Kata kunci: ekstrak, daun sereh, tahu, serum glutamate pyruvate transaminase.
Miskonsepsi Jenis Masalah Dalam Pembelajaran Menggunakan Pendekatan PMRI Putu Suri Nadiana; Ratih Ayu Apsari
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMakalah ini adalah studi kasus yang bertujuan untuk menilai jenis kesalahan yang terjadi dalam penelitian berlabel Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang digunakan di skripsi yang disusun oleh mahasiswa di lingkungan Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja-Bali. Kata “realistik” pada pendekatan PMRI ini sering disalahartikan sebagai “real world” atau dunia nyata. Sehingga dalam penerapannya baik dalam penyusunan materi ajar dan perangkat pembelajaran, haruslah selalu menggunakan masalah sehari-hari. Padahal, arti kata “realistik” itu sendiri tidak hanya memiliki keterkaitan dengan dunia nyata tetapi lebih ditekankan pada suatu situasi yang dapat dibayangkan siswa. Selain itu, masalah-masalah dalam pendekatan PMRI haruslah memenuhi karakteristik dan prinsip dari pendekatan PMRI. Data dikumpulkan dengan studi literature dengan memilih subjek yang sesuai dan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari analisis yang dilakukan diketahui bahwa jenis kesalahan konsep PMRI yang dipahami oleh peneliti umumnya seragam. Sebagai penutup, makalah ini juga memberikan rekomendasi pembelajaran dengan menggunakan PMRI yang sesuai dengan prinsip dan karakteristiknya Kata kunci: Miskonsepsi, Pendidikan Matematika Realistik Indonesia, Masalah Abstract This paper is a case study which aimed to evaluate the misconception occurred in the research using Realistic Mathematics Education (RME) approach that conducted by the students of Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja-Bali. The word “realistic” usually be understood as a real word— a reality. Meanwhile, the emphasize is not the existence of it in reality, but how can students imagine it and connect it to their prior knowledge. Moreover, the problems should be following the characteristics and principals of RME approach. Keywords : misconception, Indonesia Realistics Mathematics Education, problem

Page 3 of 3 | Total Record : 23