cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PENGGUNAAN RUBRIK ASESMEN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR PRAKTIKUM KIMIA DALAM PERKULIAHAN KIMIA DASAR Ida Bagus Nyoman Sudria
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mempercepat penguasaan dan meningkatkan kualitas keterampilan dasar praktikum kimia melalui penggunaan pubrik penilaian keterampilan dasar praktikum kimia yang dikembangkan oleh Sudria (2007), serta meningkatkan visibilitas penggunaan rubrik tersebut. Tindakan penelitian didasarkan pada refleksi pentingnya implementasi rubrik dalam pembinaan keterampilan dasar praktikum kimia dan cara mengatasi keterbatasan waktu dan tenaga dari pihak dosen sebagai asesor dalam penerapan rubrik selama latihan. Tindakan penelitian berupa penggunaan rubrik asesmen keterampilan dasar praktikum kimia dan optimalisasi sistem penerapannya agar visibel digunakan dalam perkuliahan praktikum Kimia Dasar. Tindakan penggunaan rubrik penilaian secara terbuka oleh mahasiswa (self assessment) dan tim dosen/pembimbing, serta pemberian balikan oleh dosen yang didasarkan pada hasil asesmen dari kedua pihak di atas mampu mempercepat peguasaan keterampilan dasar praktikum kimia oleh mahasiswa dengan baik. Penerapan rubrik selama latihan cukup visibel melalui sosialisasi indikator dan gadarsi indikator kriteria kualitas keterampilan dan penugasan (self assessment) kepada mahasiswa, dan pemberian balikan oleh tim dosen. Observasi keterampilan dengan menggunakan rubrik oleh tim dosen selama praktikum terbatas pada sejumlah sampel mahasiswa. Penilaian keseluruhan butir keterampilan secara perorangan terhadap setiap subjek mahasiswa oleh tim asesor (dosen dan asisten) dilakukan dalam ujian keterampilan.
PROGRAM PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS PENDIDIK KIMIA (P4K) DI MADRASAH ALIYAH Iceng Hidayat
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Program Pengembangan Profesionalitas Pendidik Kimia (P4K) diimplementasikan di MA se Kota Palembang dengan melibatkan kemitraan antara empat orang dosen dan sebelas orang guru kimia madrasah aliyah. Workshop diberikan untuk memberikan pengayaan konten dan pedagogi kepada guru. RPP yang dikembangkan kemudian diimplementasikan pada peer teaching dan open lesson dengan berdasarkan atas rancang, rembuk, riset, refleksi, dan revisi. Temuan penelitian dan pengembangan ini menunjukkan bahwa P4K efektif diterapkan di madrasah dari segi aplikasi pembelajaran dan meningkatkan rasa percaya diri guru, tetapi kurang efektif dari segi pengayaan teori tentang konten, pedagogi, maupun pedagogical content knowledge (PCK). P4K memudahkan guru dalam mengatasi kesulitan pembelajaran; dan mempelajari berbagai sumber informasi. Disarankan bahwa P4K perlu diadakan secara berkelanjutan melalui MGMP dan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan terutama terkait dengan dampak dari P4K terhadap peningkatan prestasi siswa.
PRAKTIKUM PEMISAHAN DAN PEMURNIAN KOMPONEN-KOMPONEN CAMPURAN BERBASIS BUDAYA BALI I Nyoman Suardana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh penerapan praktikum pemisahan dan pemurnian komponen-komponen campuran berbasis budaya Bali terhadap peningkatan penguasaan konsep mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen kuasi, nonequivalent control group design. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kimia Dasar I pada salah satu institusi pendidikan di Bali tahun akademik 2011/2012, yang terdiri atas dua kelas paralel; satu kelas sebagai kelompok kontrol (43 orang) dan satu kelas sebagai kelompok eksperimen (30 orang). Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Tes diberikan kepada mahasiswa sebelum dan sesudah praktikum, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Data dianalisis menggunakan statistik inferensial, meliputi: (1) uji-t (independent sample t-test) untuk data yang berdistribusi normal pada kelompok kontrol dan eksperimen serta variansi kedua kelompok homogen; (2) uji-U Mann-Whitney untuk data yang berdistribusi tidak normal dan/atau variansi kedua kelompok tidak homogen. Analisis data dilakukan pada taraf signifikansi a = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktikum pemisahan dan pemurnian komponen-komponen campuran berbasis budaya Bali lebih efektif dari pada praktikum ekspositori dalam meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa. Kategori peningkatan penguasaan konsep mahasiswa pada kelompok eksperiman tergolong sedang (rerata %N-gain sebesar 30,3) dan pada kelompok kontrol tergolong rendah (rerata %N-gain sebesar 14,9).
MISKONSEPSI SISWA PADA TOPIK HIDROKARBON I Wayan Redhana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian studi kasus untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa pada topik hidrokarbon. Penelitian dilakukan di salah satu SMA yang ada di Kabupaten Buleleng Propinsi Bali dengan melibatkan sebanyak 28 orang siswa yang berasal dari salah satu kelas. Proses pembelajaran direkam dengan audiotape dan hasil rekamannya dibuat transkripsi. Konsepsi siswa kemudian ditelusuri dengan tes diagnostik dan wawancara. Hasil-hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) isomer-isomer mempunyai massa relatif yang berbeda; (2) isomer-isomer mempunyai sifat fisika dan kimia sama; (3) dalam molekul etena, atom C yang satu bermuatan positif dan atom C yang lain bermuatan negatif sehingga kejenuhan atom C tidak sama; dalam molekul HCl, atom H bermuatan positif dan atom Cl bermuatan negatif; pada reaksi adisi, atom H akan bergabung dengan atom C yang bermuatan negatif, sedangkan atom Cl akan bergabung dengan atom C yang bermuatan positif; (4) makin tinggi titik didih dan massa molar suatu zat, makin mudah zat tersebut menguap; (5) pada reaksi substitusi metana dengan gas klor, atom H yang bermuatan positif diganti oleh atom Cl yang bermuatan positif; (6) atom H dalam metana dapat diganti oleh atom H yang derajatnya lebih tinggi; (7) bensin mudah meledak dan terbakar karena titik didihnya tinggi; (8) kerangka karbon bercabang lebih mudah diuraikan oleh mikroorganisme daripada kerangka karbon lurus; dan (9) pesawat jet menggunakan bahan bakar minyak tanah
ANALISIS KUALITAS DAN TOKSISITAS AIR LIMBAH TEKSTIL YANG DIOLAH DALAM REAKTOR SISTEM ANAEROB-AEROB MENGGUNAKAN BIOFILM KONSORSIUM BAKTERI YANG TERAMOBIL PADA BATU VULKANIK I Dewa Ketut Sastrawidana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kualitas dan toksisitas hasil pengolahan limbah tekstil menggunakan konsorsium bakteri yang diisolasi dari limbah tekstil. Sistem pengolahan yang digunakan adalah kombinasi anaerob-aerob, dimana pada reaktor anaerob menggunakan konsorsium bakteri yang terdiri dari Aeromonas sp.ML6, Aeromonas sp.ML14, Pseudomonas sp.ML8 dan Flavobacterium sp. ML20 sedangkan pada reaktor aerob terdiri dari Plesiomonassp.SB1, Plesiomonassp.SB2, Vibrio sp.SB1,Vibrio sp.SB2 dan Vibrio sp.SB3. Proses pengolahan dengan lama waktu tinggal limbah 3 hari pada masing-masing reaktor menghasilkan kualitas limbah di bawah baku mutu yang dipersyaratkan dalam KepMen LH No. 51/MENLH/10/1995. Teknologi ini menghasilkan efisiensi perombakan warna, TDS, TSS, COD dan BOD masing-masing sebesar 95,72%, 80,87%, 87,50%, 98,38% dan 93,90%. Tingkat toksisitas limbah tekstil setelah mengalami pengolahan lebih rendah dibandingkan dengan sebelum pengolahan
OPTIMALISASI EKSISTENSI LABORATORIUM PENDIDIKAN SEBAGAI WAHANA STRATEGIS REVITALISASI PENDIDIKAN KARAKTER BERLANDASKAN KEARIFAN LOKAL I Dewa Putu Subamia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Banyaknya kasus demoralisasi belakangan ini menunjukkan belum tercapainya tujuan pendidikan sebagai  upaya menjadikan manusia yang berakhlak  mulia (berkarakter). Kegagalan tersebut diduga bahwa dalam tataran praksis, pengajaran yang berlangsung selama ini belum sampai kepada pendidikan yang berkarakter. Kesenjangan pengetahuan moral (cognition) dan perilaku (action) diduga karena pembelajaran selama ini lebih berorientasi pada intelektualitas tanpa diimbangi pembentukan mentalitas. Hal ini memperkuat alasan pentingnya dilakukan revitalisasi pendidikan karakter. Pendidikan karakter hanya memiliki makna ketika dilandasi atas nilai-nilai universal yang mengakar dalam budaya dimana nilai-nilai itu dibangun (berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal). Salah satu kearifan lokal yang sesuai dengan nilai-nilai universal adalah nilai-nilai kearifan yang bersumber pada konsep ajaran Hindu yakni Tri Kaya Parisudha. Berdasarkan konsep Tri Kaya Parisudha ada tiga jenis aktivitas yang harus dikendalikan dan diselaraskan satu sama lainnya, yaitu gerak pikiran, perkataan, dan gerak perbuatan. Keselarasan antara gerak pikiran, perkataan dan perbuatan merupakan indikator kualitas karakter manusia. Menurut perspektif  Hindu, watak atau karakter seseorang sangat ditentukan oleh Budhi, Manas, Ahamkara (Tri Antah Karana). Tri Antah Karana inilah merupakan alat batin yang menentukan watak atau karakter seseorang yang secara operasional diaktualisasi melalui instrument yang disebut indera (indriya). Indera merupakan alat yang menghubungkan manusia dengan objek alam. Sentuhan indera dengan objek alam menimbulkan guncangan-guncangan pribadi yang akhirnya mempengaruhi karakter manusia. Dengan demikian, pembentukan karakter dapat dilakukan dengan mengendalikan dan melatih indera sehingga terbentuk kebiasaan baik pada anak. Aktivitas di laboratorium pendidikan (praktikum) tidak semata-mata melatih keterampilan fisik, namun lebih pada upaya melatih dan mengembangkan nilai–nilai sikap ilmiah seperti kritis, objektif, kreatif, skeptis, terbuka, disiplin, tekun, mengakui kelebihan orang lain dan kekurangan diri sendiri. Nilai-nlai sikap ilmiah tersebut merupakan bagian dari nilai-nilai karakter yang sangat penting ditanamkan pada anak. Dengan kata lain, laboratorium merupakan wahana strategis untuk menanamkan  kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation). Simpulannya, revitalisasi pendidikan karakter dapat dilakukan lebih optimal melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal-universal dalam proses pembelajaran di laboratorium (praktikum).
TEMPE MENINGKATKAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN TOTAL DAN MENURUNKAN KERUSAKAN JARINGAN KULIT PADA TIKUS YANG TERADIASI SINAR ULTRAVIOLET Siti Maryam
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tempe merupakan pangan fungsional dan dapat digunakan sebagai zat anti radikal bebas akibat radiasi sinar ultraviolet ditandai dengan  peningkatan kapasitas antioksidan total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tempe dalam meningkatkan kapasitas antioksidan total dan juga menurunankan kerusakan jaringan kulit akibat radiasi sinar ultraviolet. Penelitian ini menggunakan rancangan the randomized post test only control group design dengan variabel bebas berupa tempe  0, 1, 2 dan 3 gr/kg BB/hari dan variabel terikat berupa kapasitas antioksidan total dan kerusakan jaringan kulit pada tikus. Analisis data menggunakan anova satu arah yang dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil penelitian menyatakan adanya peningkatan kapasitas antioksidan total pada kelompok kontrol dibandingkan P1, P2 dan P3 berturut-turut sebesar 5,02 %, 11,16 % dan 14,09 % dan terjadi penurunan kerusakan jaringan kulit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tempe  dapat meningkatkan kapasitas antioksidan total darah dan menurunkan kerusakan jaringan kulit akibat radiasi sinar ultraviolet.
ANALISIS INDEK KUALITAS AIR PADA MATA AIR TLEBUSAN BALUAN, PANCORAN CAMPLUNG, DAN PANCORAN PADUKUHAN DI BANJAR CAU, TABANAN Made Vivi Oviantari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis indeks kualitas air lalu menentukan kriteria kualitas air Mata air Tlebusan Baluan, Pancoran Camplung, dan Pancoran Padukuhan di Banjar Cau, Tabanan berdasarkan NSF (National Sanitation Foundation). Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli tahun 2011 dengan cara menganalisis parameter utama air lalu dianalisis status kualitas airnya, yang ditentukan dengan Indeks Kualitas Air (WQI). Indeks ini secara umum ditentukan dengan Metode Delphi, yang didasarkan atas bobot (Wi) dan sub  Indeks (Ii) dari sembilan parameter  utama dalam kualitas air yaitu DO, BOD, E. coli, pH, suhu, PO4, nitrat, kekeruhan, dan padatan terlarut. Hasilnya untuk Indeks Kualitas Air pada Pancoran Padukuhan (59,6) lebih baik dari pada Indeks Kualitas Air pada Pancoran Camplung (57,53) dan lebih baik dari pada Tlebusan Baluan (56,95). Kriteria Kualitas Air pada mata air Tlebusan Baluan, Pancoran Camplung dan Pancoran Padukuhan Banjar Cau, Tabanan semuanya berada pada kriteria sedang.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MATHLET Gede Suweken
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Menurut Depdiknas, matematika seharusnya dibelajarkan (1) sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan, (2) sebagai kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan, (3) sebagai kegiatan pemecahan masalah, dan (4) sebagai alat berkomunikasi. (Depdiknas, 2004). Namun harapan ini masih jauh dari kenyataan, masih banyak guru yang mengajarkan matematika hanya sebagai kumpulan rumus, prosedur, atau algoritma, yang sifatnya hapalan, dengan sumber belajar yang hanya berupa buku teks. Proses pemaknaan konsep, keterkaitan antar konsep, berbagai cara merepresentasikan konsep, dan berbagai karakteristik matematika yang lain, adalah hal-hal penting yang belum tersentuh dalam pembelajaran. Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sehingga lebih sesuai dengan harapan Depdiknas adalah dengan memanfaatkan alat peraga virtual (virtual manipulatives atau mathlet) dalam pembelajaran. Mengapa dan bagaimana alat peraga virtual akan bisa meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, inilah yang akan dibahas dalam makalah ini.
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA I Nengah Suparta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-