cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PENGARUH AERASI TERHADAP HASIL FERMENTASI SUKROSA MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis Mi’rojul Asyarati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerasi pada fementasi sukrosa menggunakan Zymomonas mobilis A3. Hasil fermentasi yang diamati dalam penelitian ini adalah etanol sebagai produk utama dan sorbitol sebagai hasil samping fermentasi. Kadar etanol dianalisa menggunakan GC sedangkan kadar sorbitol dianalisa menggunakan HPLC. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa aerasi menurunkan kadar etanol sebesar 50 %, sedangkan kadar sorbitol tidak dapat diketahui, hal ini kemungkinan disebabkan karena kecilnya konsentrasi sorbitol sehingga tidak dapat terdeteksi oleh HPLC atau disebabkan pula adanya produk samping lain yang lebih besar konsentrasinya seperti gliserol maupun levan
ANALISIS KUALITAS AIR LIMBAH PERTANIAN DAN LIMBAH DOMESTIK PADA EKOSISTEM TUMPANG TINDIH DI SEKITAR DANAU BUYAN, KABUPATEN BULELENG, BALI Nyoman Wijana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas air limbah pertanian dan air limbah domestik pada ekosistem tumpang tindih serta fitoremediasi fosfat oleh tanaman eceng gondok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistematik sampling. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air limbah pertanian air limbah domestik pada ekosistem tumpang tindih belum menunjukkan adanya pencemaran berarti bila dibandingkan dengan standar kualitas air kelas IV, tetapi bila dibandingkan dengan standar kualitas air kelas I, II, dan III telah mengindikasikan tercemar. Beberapa parameter yang menunjukkan adanya indikasi air limbah pertanian tercemar adalah DO (2,07 mg/l), pH (5,36), COD (23,76 mg/l), BOD (32,1 mg/l), dan phospat (0,5 mg/l) dan yang menunjukkan adanya indikasi air limbah domestik tercemar adalah DO (2,30 mg/l), pH (5,5), COD (18 mg/l), BOD (20,13 mg/l), phospat (0,9 mg/l), dan nitrat (13,6 mg/l). Air limbah pertanian pada ekosistem tumpang tindih sudah ada indikasi terjadinya pencemaran oleh pestisida golongan organo phospat (0,000013 mg/l), karbamat (0,000007 mg/l) dan deltametrin (0,00058 mg/l).
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH MIKROBIOLOGI Baiq Fatmawati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Upaya perbaikan metode pembelajaran pada mata kuliah mikrobiologi (mikrobiologi pangan dan industri) perlu dirubah strateginya, salah satunya dengan pembelajaran berbasis proyek, perubahan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa dalam mengubah atau memodifikasi sumber pangan menjadi aneka produk fermentasi. Penelitian difokuskan pada kreativitas mahasiswa dalam merancang produk fermentasi. Penelitian dilakukan di salah satu perguruan tinggi di Lombok yang melibatkan mahasiswa pendidikan biologi semester V (n=28). Sebelum melakukan kegiatan merancang proyek, terlebih dahulu mahasiswa diberi lembar kegiatan merancang proyek mahasiswa (LKMPM) sebagai dasar untuk menyusun rancangan produk fermentasi yang akan dibuat. Hasil analisis menunjukkan bahwa ditemukan sejumlah aspek kreativitas yang muncul dalam rancangan proyek yang dibuat oleh mahasiswa.
INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER BANGSA KE DALAM SILABUS DAN RPP MATA PELAJARAN BIOLOGI I Wayan Sukra Warpala
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Ada banyak opini terkait dengan demoralisasi dan degradasi nilai-nilai yang tercermin dari perilaku peserta didik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Sekolah dianggap belum mampu membangun karakter peserta didik untuk berkomitmen secara nasional, yang didukung oleh kemampuan berpikir secara global dan bertindak secara lokal. Berdasarkan fenomena ini, perlu adanya program integrasi nilai-nilai karakter bangsa ke dalam perangkat pembelajaran Biologi. Program integrasi ini dipolakan berdasarkan jenis dan karakteristik nilai-nilai karakter yang ada, yang selanjutnya di kelompokkan menjadi dua: karakter jati diri dan karakter keilmuan. Karakter jati diri merujuk pada sikap dan perilaku berkomitmen secara nasional yang didukung oleh nilai-nilai/norma-norma lokal (dalam koridor daerah tertentu dan/atau wilyah Indonesia). Karakater keilmuan merujuk pada nilai-nilai yang terkandung dalam suatu bidang ilmu yang berlaku global untuk dapat mewujudkan sikap dan perilaku bertanggungjawab (komitmen) sebagai warga negara Indonesia. Pola integrasinya bisa dilakukan melalui embeded program dan separated program.
PENGARUH MEDIA DAN PERBANDINGAN KONSENTRASI HORMON TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS Adenium sp.YANG DIBIAKKAN SECARA KULTUR JARINGAN I Made Pasek Anton Santiasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui medium dan perbandingan konsen-trasi hormon tanaman yang lebih baik untuk menumbuhkan Adenium sp secara kultur jaringan. Penelitian dilakukan dengan mengkultur tunas ketiak Adenium sp pada dua jenis media yang berbeda yaitu medium Murashige-Skoog (MS) dan medium White, dengan perbandingan konsentrasi hormon tanaman auksin : sitokinin (NAA : Kinetin) 1 μM : 10 μM,  25 μM : 5 μM,  50 μM : 1 μM. Jenis data yang diamati yaitu; (1) Persentase pertumbuhan tunas, (2) Waktu inisiasi tunas, Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh antara dua medium dan konsentrasi hormon tanaman yang digunakan terhadap pertumbuhan tunas Adenium sp. yang dibiakkan secara kultur jaringan. Medium yang lebih baik adalah medium MS dengan perbandingan konsentrasi antara hormon tanaman auksin dan sitokinin (NAA : Kinetin) yaitu 25μM : 5μM.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN PENALARAN FORMAL TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA NEGERI 4 SINGARAJA Ni Ketut Rapi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian  ini adalah: pertama, menguji  perbedaan  pengaruh antara model pembelajaran inkuiri  dan model pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep fisika siswa; kedua menguji  perbedaan  pengaruh antara model pembelajaran inkuiri  dan model pembelajaran konvensional terhadap sikap ilmiah siswa, dan ketiga, mengetahui pengaruh  interaksi model pembelajaran dan penalaran formal siswa terhadap penguasaan konsep fisika dan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan  nonequivalent control group design. Data penalaran formal dikumpulkan dengan menggunakan tes penalaran formal, data penguasaan konsep fisika dikumpulkan dengan menggunakan tes penguasaan konsep fisika, sedangkan sikap ilmiah dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data dianalisis menggunakan Analisis manova 2 X 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, penguasaan konsep fisika siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri lebih baik daripada siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional. Hal ini terbukti dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik analisis varian dimana (F = 10,790; p < 0,05) ; kedua, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran konvensional dalam mengembangkan sikap ilmiah. Hal ini terbukti dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik analisis varian dimana (F = 0,002; p > 0,05); dan ketiga, tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan penalaran formal dalam meningkatkan penguasaan konsep fisika ( F = 0,139; p  > 0,05), maupun dalam mengembangkan sikap ilmiah ( F = 0,472; p > 0,05).
PENGARUH PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF I Kadek Darsika Aryanta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis: (1) perbedaan pemahaman konsep (PK) dan kemampuan berpikir kreatif (KBK) antara siswa yang mengikuti model pembelajaran experiential dan konvensional, (2) perbedaan PK dan KBK antara siswa yang memililiki gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD), (3) pengaruh interaksi model pembelajaran dengan gaya kognitif. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2 posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2010/2011. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel PK dan KBK secara bersama-sama (F=4,524; p<0,05). Artinya, PK dan KBK secara bersama-sama menunjukkan perbedaan signifikan antar model pembelajaran. Kedua, terdapat perbedaan yang signifikan variabel gaya kognitif terhadap variabel PK dan KBK secara bersama-sama (F=0,949; p<0,05). Ketiga, tidak terdapat interaksi antara model dan gaya kognitif secara bersama sama terhadap PK dan KBK (F=0,949;p>0,05).
PENGARUH MODUL FISIKA KONTEKSTUAL INTERAKTIF BERBASIS WEB TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS I SMA Rai Sujanem
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan, yaitu: 1) mendeskripsikan dan menganalisis profil pengetahuan awal dan miskonsepsi siswa sebelum dan setelah perlakuan, 2) menjelaskan perbedaan pengaruh antara modul fisika kontekstual interaktif berbasis web (MKIW) dan modul kontekstual konvensional (MKK) terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran fisika, dan 3) menjelaskan perbedaan pengaruh antara MKIW dan MKK terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian kuasi eksperimen untuk menguji keunggulan komparatif produk. Rancangan penelitian ini menggunakan model unequivalence pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa-siswa kelas I SMA di kota Singaraja pada semester I tahun 2008/2009. Pengambilan sampel eksperimen dilakukan dengan teknik random kelompok bertahap. Instrumen yang digunakan dalam eksperimen adalah tes pemahaman konsep dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, Multivariat analysis of covariance (MANCOVA). Tehnik analisis menggunakan program SPSS 16.0 FW dengan pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan hasil-hasil penelitian seperti berikut. 1) Profil pengetahuan awal siswa terhadap konsep-konsep kinematika dan dinamika sebagian besar masih diwarnai miskonsepsi (52% untuk model MKIW dan 61% untuk model MKK). Setelah eksperimen, profil miskonsepsi siswa mengalami penurunan menjadi 28% untuk kelompok model MKIW dan 46% untuk kelompok MKK. 2) Terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep antara kelompok MKIW dan MKK. Nilai rata-rata pemahaman konsep kelompok MKIW lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok MKK. 3) Terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelompok MKIW dan MKK. Nilai rata-rata hasil belajar kelompok MKIW lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok MKK.
PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL KIMIA BAGI PEBELAJAR PEMULA I Made Kirna
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pemahaman konseptual kimia merupakan salah satu permasalahan dalam pembelajaran kimia, lebih-lebih bagi pebelajar kimia pemula. Artikel ini merupakan gagasan untuk mengembangkan pemahaman konseptual kimia yang berlandaskan pada karakteristik kajian kimia yang terdiri dari tiga aspek, yaitu makroskopis, submikroskopis, dan simbol. Refleksi historis perkembangan ilmu kimia, karakteristik kajian kimia, dan elaborasi temuan-temuan penelitian pembelajaran kimia dijadikan basis kajian untuk memperoleh suatu gagasan desain pembelajaran kimia bagi pebelajar pemula yang dapat memfasilitasi belajar bermakna dan mendorong pemahaman yang dapat diaplikasikan. Hasil kajian medorong pada suatu desain pembelajaran spesifik kimia menggunakan pendekatan inkuiri yang mensikronisasi kajian makroskopis, submikroskopis, dan simbol. Pembelajaran pengembangan pemahaman konseptual kimia semestinya menggunakan fenomena nyata yang bervariasi yang dijadikan konteks untuk memahami esensi kajian kimia yang sifatnya submikroskopis.
PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN DAN PEMBUDAYAAN I Gusti Lanang Wiratma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Carut marut kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang melibatkan para pemimpin bangsa, disebabkan karena tidak seimbangnya kecerdasan yang dimiliki. Kecerdasan intelektual yang dimiliki cukup tinggi namun kecerdasan emosi, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual, belum seimbang untuk menjadi manusia cerdas berkarakter. Gejala rontoknya karakter bangsa dan karakter kemanusiaan sangat banyak terjadi di republik ini. Perkelahian antar kelompok masyarakat, tawuran pelajar, tawuran antar mahasiswa dalam satu universitas banyak menghiasi berita di televisi. Menteri pendidikan nasional menekankan pentingnya pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya. Karakter yang ingin dibangun bukan hanya berbasis pada kemuliaan diri semata, melainkan pada kemuliaan sebagai bangsa. Kebijakan yang ditempuh dengan memasukkan pendidikan karakter ke dalam kurikulum sekolah.  Karakter merupakan nilai-nilai yang terpatri dalam diri manusia melalui pendidikan, pengalaman, percobaan, pengorbanan, dan pengaruh lingkungan yang dipadukan dengan nilai-nilai dari dalam diri manusia, menjadi semacam nilai intrinsik yang mewujud dalam sistem daya juang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku manusia. Pembangunan dan pengembangan karakter dapat ditempuh melalui pembelajaran dan pembudayaan. Strategi yang ditempuh melalui proses pembiasaan melakukan hal-hal yang beretika, empati, berbagi, peduli dan kasih kepada sesama dan lingkungan. Pembudayaan pembangunan karakter mesti didukung oleh lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan keteladanan para pemimpin