cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PEMANFAATAN SUBAK DALAM PEMBELAJARAN IPA (UPAYA MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN IPA YANG MENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013) Gusti Ayu Dewi Setiawati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Proses pembelajaran IPA dengan sumber yang konkrit mampu menyajikan kondisi belajar lebih alami sehingga lebih menjamin keberhasilan daripada secara abstrak. Subak merupakan sistem pengelolaan air irigasi dan pola tanam padi atau pertanian yang mampu menyajikan laboratorium alam yang dapat digunakan sebagai tempat eksplorasi obyek, gejala alam dan pengembangan kreativitas peserta didik. Subak merupakan kekayaan budaya yang mencerminkan berbagai nilai kehidupan yang dapat dikaji dari segala bidang ilmu, seperti; IPA, IPS, matematika, lingkungan, hukum, dan bahasa. Penanaman pendidikan karakter juga dapat diperoleh dalam pembelajaran melalui warisan budaya dunia ini. Hal ini sejalan dengan tuntutan kurikulum 2013 yang menitikberatkan penyajian materi secara terpadu guna meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.
PERSPEKTIF “OCD” DI KALANGAN PRAKTISI KESEHATAN DAN OLAHRAGA I Ketut Semarayasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dewasa ini, masyarakat diperkenalkan dengan suatu teknik diet baru oleh seorang mentalist Indonesia-Deddy Corbuzier. Teknik diet ini disebut Obsessive Corbuzier‟s Diet (OCD). Teknik diet ini banyak menyita perhatian masyarakat dan bahkan mulai menjadi tren diet masa kini. Diet ini memiliki prinsip diet yang berbeda dengan prinsip diet yang lainnya. Ia memperkenalkan cara-cara baru untuk melakukan diet seperti, puasa, tidak sarapan, jendela makan, dan olahraga ketika perut kosong. Cara-cara baru ini sudah barang tentu menyebabkan munculnya kontroversi di masyarakat, mengingat cara-cara tersebut sangat ekstrim dan berbeda dengan cara-cara lama yang sudah dikenal dan diyakini oleh masyarakat, misal sebelumnya mereka yakin bahwa sarapan pagi penting untuk kesehatan, tiba-tiba dengan diet OCD sarapan menjadi sama sekali tidak penting. Artikel ini memaparkan tentang perspektif OCD di kalangan praktisi kesehatan dan olahraga-bagaimana tanggapan mereka tentang cara diet baru ini dikaji secara ilmu kesehatan dan ilmu olahraga. Subyek penelitian yang digunakan adalah para dosen dan dokter yang bertugas di Fakultas Olahraga dan Kesehatan sebanyak 15 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan interview guide. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif.
DAMPAK ADAPTASI LINGKUNGAN TERHADAP PERUBAHAN FISIOLOGIS I Ketut Sudiana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lingkungan tempat tinggal seperti temperatur, iklim, ketinggian tempat tinggal, akan berdampak terhadap perubahan fisiologis seseorang, lingkungan tempat tingggal akan berdampak pada terjadinya adaptasi fisiologis seseorang. Salah satu adaptasi lingkungan yang bisa dijadikan perbandingan dengan adanya perbedaan tekanan parsial oksigen (PO2), baik yang terdapat di dataran rendah, dataran tinggi, daerah pantai dan pegunungan. Secara geografis Pulau Bali dikelilingi oleh pantai dan di tengah-tengah pulau ditandai dengan membentangnya pegunungan yang memanjang dari barat ke timur. Adanya pegunungan tersebut, menyebabkan wilayah Pulau Bali dapat dibagi menjadi dua bagian yang tidak sama yaitu : a) Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, b) Bali Selatan dengan dataran rendah yang lebih luas dan landai. Adapun faktor-faktor yang menentukan, konsumsi oksigen (O2) maksimal (VO2 max) adalah : (1) Jantung, paru-paru dan pembuluh darah harus berfungsi dengan baik, (2) Proses penyampaian oksigen (O2) ke jaringan oleh sel darah merah harus normal, (3) Jaringan otot harus memiliki kapasitas yang normal untuk mempergunakan oksigen (O2) atau memiliki metabolisme yang normal, fungsi mitokondria harus normal VO2 max meningkat disebabkan karena peningkatan aktivitas otot rangka pada saat beraktivitas dan berdampak pada meningkatnya sebagian konsumsi oksigen (O2), maka otot besar harus dipergunakan apabila konsumsi oksigen (O2) maksimal ingin dicapai. Hal ini juga akan berpengaruh pada peningkatan kemapuan sistem sirkulasi darah dari bagian tidak aktif kebagian yang aktif dan kemampuan jaringan untuk menyerap darah. Dan ini juga berakibat terjadinya perbedaan kandungan oksigen (O2) antara darah di vena dan di arteri, sebagian besar darah yang mengandung oksigen (O2) akan mengalir ke otot yang sedang bekerja Proses respirasi dapat dibagi menjadi 3 bagian yakni : pernapasan luar (external respiration), pernapasan dalam (internal respiration) dan pernapasan seluler (seluler respiration). Pernapasaan luar artinya oksigen (O2) dari udara luar masuk ke alveoli kemudian masuk ke darah. Pernapasan dalam artinya oksigen (O2) dari darah masuk ke jaringan-jaringan dan pernapasan seluler adalah oksidasi biologis dimana oksigen (O2) digunakan oleh sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi, air dan karbon dioksida (CO2).
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI.A.2 SMA LAB UNDIKSHA Ni Made Pujani
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI.A.2 SMA Lab Undiksha tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 39 orang. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar observasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 (M= 75,5) ke siklus 2 (M = 80,5) dengan kategori baik, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri adalah positif.
PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG Nyoman Wijana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal yang ada di Desa Tigawasa Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di Desa Tigawasa. Sampel penelitian ini terdiri atas aparat desa pekraman, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. Teknik pengambilan sampelnya adalah dengan purposif random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara yakni (1) memegang konsep dresta Bali Aga yang ada di desa tersebut. Dresta Bali Aga tersebut adalah bahwa hutan yang ada di desa tersebut sebagai pura, di mana pura itu berupa pura yang mretiwi, pura tanpa bangunan fisik, hutan itu sebagai pura; (2) melalui pelaksanaan upaca agama seperti (a) Sabha Ngubeng, (b) Sabha Mamiut, (c) Sabha Sabuh Baas, (d) Sabha Nyeta, (e) Sabha Malguna. (3) mitos : alas tenget, alas duwe, dan (3) Pelaksanaan awig-awig/regulasi.
VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PADI (Oryza sativa, L) VARIETAS IR 64 BERDASARKAN VARIASI TEMPAT DAN LAMA PENYIMPANAN Ika Nurani Dewi; Sumarjan M
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan vigor benih padi (Oryza sativa, L) berdasarkan variasi tempat dan lama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode observasi antara metode penyimpanan benih padi secara tradisional dengan penyimpanan modern. Variabel manipulasi penelitian ini adalah tempat dan lama penyimpanan. Tempat penyimpanan yaitu benih disimpan dalam kantong bagor dan kantong plastik polietilen, sedangkan lama penyimpanan yaitu 0 bulan, 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan dan 6 bulan. Variabel respon penelitian ini adalah viabilitas dan vigor benih. Viabilitas benih diukur dari persentase berkecambah, kecepatan berkecambah, laju respirasi kecambah dan kadar gula reduksi kecambah. Vigor benih diukur dari jumlah kecambah vigor dan panjang kecambah. Pada penyimpanan benih di dalam kantong bagor proses pengeringan dilakukan dalam 3 tahap, yaitu pada awal penyimpanan hingga lama simpan 3 bulan. Berbeda dengan benih yang disimpan dalam plastik polietilen, pengeringan hanya dilakukan satu kali setelah pasca panen. Untuk mengetahui ada tidaknya efek interaksi antara faktor tempat dan lama penyimpanan terhadap viabilitas dan vigor benih digunakan analisis varian dua arah, dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih yang disimpan di dalam kantong bagor viabilitas dan vigornya telah menurun pada lama penyimpanan 3 bulan. Pada benih yang disimpan dalam kantong plastic polietilen viabilitas dan vigornya mampu dipertahankan sampai lama penyimpanan 6 bulan. Hasil terbaik ditunjukkan oleh benih yang disimpan dalam kantong plastik polietilen dengan lama penyimpanan 3 bulan dilihat dari persentase berkecambahnya sebesar 97,34%.
ANALISIS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN PENGEMBANGAN DIVERSIFIKASI PRODUKNYA PADA KWT BALICOCOS DESA TENGKUDAK KABUPATEN TABANAN I Wayan Karta; Ni Made Ary Sarasmita
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   KWT BaliCocos merupakan kelompok wanita tani di Desa Tengkudak yang memiliki potensi lahan kelapa yang luas. Namun, tingkat perekonomiannya masih belum mengalami peningkatan dari hasil kelapanya. Hal ini karena kelapa yang dihasilkan belum diolah menjadi produk bernilai ekonomis, sehingga perlu dilakukan penelitian dan pembinaan produksi VCO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil produksi VCO kelompok wanita tani dan melakukan pembinaan dalam mengembangkan diversifikasi produknya, sehingga memiliki daya saing dalam pemasaran. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu (1) produksi dan analisis VCO, (2) pengembangan diversifikasi produk dan strategi pemasaran. Teknik pembuatan VCO dilakukan dengan cara basah. Hasil penelitian menunjukkan VCO yang dihasilkan memiliki bau khas kelapa segar, tidak tengik, rasa normal khas minyak kelapa, tidak berwarna, mengandung asam kaproat 0,287%; asam kaprilat 6,115%; asam kaprat 5,832%; asam laurat 48,73%; asam miristat 18,505%; asam palmitat 8,754%; asam stearat 2,606%; asam oleat 10,476%; asam linoleat 0,060%, asam linolenat 0,062%, serta tidak mengandung cemaran mikroba. Hasil ini menunjukkan kesesuaian dengan SNI 7381:2008 sehingga sangat berpotensi dikembangkan produksi dan pemasarannya. Pengembangan produk yang telah dilakukan yaitu produksi VCO original dan aromaterapi. Pemasaran dilakukan melalui toko, apotik, spa, pameran, reseller, dan jejaring media sosial. Produk VCO sangat bermanfaat untuk pangan, kesehatan/pengobatan, dan kosmetik sehingga memiliki potensi pasar yang sangat tinggi.
“SECARA” TUBING DI BALI (SEHAT, CERIA DAN RAMAH LINGKUNGAN DENGAN TUBING) I Wayan Muliarta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menjadi sehat merupakan dambaan setiap manusia. Diketahui umum kesehatan merupakan keadaan termahal di dunia ini. Sehat saja tidaklah cukup sebab keadaan sehat tidak akan bertahan lama kala, kesehatan badan, emosi diri tidak terjaga. Agar tetap sehat banyak orang melakukan berbagai upaya untuk mempertahankannya seperti memulai dari hal yang sederhana yaitu menjaga kebersihan, mengatur pola makan dan minum, cukup istirahat, tidak merokok, sampai dengan hal yang lebih kompleks yaitu dengan berolahraga secara rutin, melakukan perwatan diri seperti masase dan spa, memeriksakan kesehatan secara berkala, mangikuti meditasi dan yoga. Olahraga tubing memiliki berbagai bentuk produk dan keunikan yang belum banyak dikenal memberikan kesehatan, keceriaan  dan menginspirasi banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan. Olahraga tubing merupakan olahraga air yang unik dimana pelaksanaannya meggunakan tube dari ban dalam bekas mobil fuso sebagai sarana dan perairan sebagai prasarana. Olahraga tubing dapat dilaksanakan diberbagai karakter sungai, danau dan pantai yang menarik untuk dijadikan tempat tubing yang bisa dijadikan sebagai ajang peduli terhadap lingkungan. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana bisa sehat, ceria,ramah lingkungan dengan tubing. Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah memberikan wawasan dan pemahaman tentang sehat, ceria,ramah lingkungan dengan tubing. Ternyata tubing sebagai olahraga mampu memberikan kesehatan, kecerian dan peduli terhadap lingkungan alam sekitar.  
ANALISIS POTENSI PERAIRAN PULAU MENJANGAN UNTUK DESTINASI WISATA EDUKATIF DAN KONSERVASI TERUMBU KARANG Gede Ari Yudasmara; Putu Budi Adnyana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis potensi dan kondisi perairan Pulau Menjangan, 2) menganalisis kesesuaian pemanfaatan ekowisata bahari, dan 3) menganalisis daya dukung ekologi untuk ekowisata bahari. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling dengan manta tow, line intercept transect dengan bantuan alat water quality checker, floater current meter, tide gaugh. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat dibuat beberapa kesimpulan seperti berikut: 1) Perairan Pulau Menjangan memiliki kondisi yang baik untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata bahari karena memiliki ekosistem trumbu karangan yang sangat indah dengan adanya beragam ikan karang dan biota lainnya; 2) Kondisi biofisik perairan Pulau Menjangan memenuhi syarat untuk dapat kegiatan diving dan snorkeling; 3) Untuk keberlajutan ekowisata bahari di Pulau Menjangan dapat dikembangkan suatu Model Ekowisata Bahari Berbasis Pendidikan Terpadu (EBBPT). Edukasi tentang pentingnya konservasi perlu diberikan kepada seluruh yang terlibat dalam pariwisata dan dikembangkan atraksi wisata edukatif seperti mengidentifikasi trumbu karang dan atraksi wisata konservasi dengan melakukan trasplantasi karang; 4) Daya dukung kawasan Pulau Menjangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diving adalah 28 orang per hari dan untuk snorkling 24 orang per hari, dan 5) Untuk mendukung aktivitas wisata edukatif pada ekowisata bahari perlu dikembangkan buklet panduan identifikasi trumbu karang dan buklet untuk wisata konservasi untuk melakukan transplantasi terumbu karang
SUPLEMENTASI JAMU TERNAK PADA AYAM KAMPUNG DI PETERNAKAN UNGGAS SEKTOR 4 Tuty Maria Wardiny; T. Eduard Azwar Sinar
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tumbuhan obat (herbal) Indonesia bagi ternak unggas khususnya ayam kampung, agar dapat diaplikasikan oleh peternak dalam meningkatkan performan ternak dan mempertahankan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Seratus delapan puluh ekor anak ayam kampung umur satu hari dibagi menjadi 3 (tiga) perlakuan dan 4 (empat) ulangan, dan masing-masing ulangan terdiri dari 15 ekor anak ayam. Ransum perlakuan adalah ransum kontrol (R0), jamu ternak di dalam air minum (R1) dan jamu ternak di dalam ransum (R2). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, mortalitas dan Income Over Feed Chick and Cost (IOFCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum ayam kampung nyata (P<0,05) dipengaruhi oleh ransum perlakuan. Pemberian jamu ternak dalam air minum dan ransum ayam kampung memberikan hasil yang lebih baik terhadap performan, mortalitas dan Income Over Feed Chick and Cost (IOFCC) dibandingkan dengan ransum kontrol.