Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penilaian Pelayanan Kefarmasian Program Rujuk Balik Jaminan Kesehatan Nasional di Kotamadya Denpasar Bersadarkan Sudut Pandang Pasien Wirasuta, I Made Agus Gelgel; Wistari, Ni Made Ayu; Kosasih, Diah Ayu Nirmala; Cahyadi, Maria Fiani; Sari, Ni Putu Latsartika; Sudarni, Ni Made Rai; Sarasmita, Made Ary; Larasanty, Luh Putu Febryana
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: The aim of this study was to evaluate the implementation of pharmaceutical care in pharmacies from patient’s point of view. The questioner assessment based on expectations, perceptions and level of satisfaction of patients. The questions were grouped into universal pharmaceutical care aspect, infrastructure and medicine management, drug auditing practice and dispensary waiting time, dispensing practice, drug information and drug counseling, and drug monitoring. The patients have a very high expectation of the pharmaceutical care in aspects of universal pharmaceutical care, infrastructure and medicine management, drug auditing practice and dispensary waiting time, and dispensing practice. The patients expressed a high expectation of drug information and counseling care, and a medium expectation in the drug monitoring. The patients have very high perception only at universal pharmaceutical care along with the infrastructure and medicine management aspects, while the drug auditing practice and dispensary waiting time along with dispensing practice aspects have medium perception. The drug information and counseling care along with drug monitoring aspects have poor perception. The comprehensive assessment showed that patient satisfaction levels were low on pharmaceutical care on community practice. The high expectation of patients to pharmaceutical care was a challenge to pharmacist to improve their role in better patient care. Keywords: pharmaceutical care, pharmacy, patient expectation, perception, satisfaction ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menilai implementasi pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek dari sudut pandang pasien. Penilaian didasarkan pada aspek harapan, persepsi dan tingkat kepuasan pasien terhadap praktek kefarmasian menggunakan kuisioner tertutup dengan penilaian berdasarkan skala Likert. Kuisioner disusun berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di apotek tahun 2014. Pernyataan dalam kuisioner dikelompokkan ke dalam 6 aspek yaitu aspek layanan umum, sarana prasarana dan pengelolaan perbekalan Kefarmasian, pengkajian resep dan waktu tunggu, dispensing, layanan Pusat informasi obat (PIO) dan konseling, serta monitoring. Secara umum pasien memiliki harapan yang sangat tinggi pada aspek layanan umum, sarana prasarana dan perbekalan kefarmasian, pengkajian resep dan waktu tunggu, serta pada aspek dispensing, harapan pelayanan yang tinggi pada aspek layanan pusat informasi obat (PIO) dan konseling, serta harapan yang sedang pada aspek monitoring. Namun demikian, pasien memiliki persepsi yang tinggi hanya pada aspek layanan umum serta sarana prasarana dan perbekalan kefarmasian, sedangkan pada pelayanan pengkajian resep dan waktu tunggu serta dispensing memiliki tingkat persepsi sedang, serta persepsi yang sangat rendah pada pelayanan PIO dan konseling serta monitoring. Secara menyeluruh pasien memberikan tingkat kepuasan yang rendah pada pelayanan kefarmasian. Tingginya harapan pasien pada pelayanan kefarmasian yang sesuai dengan standar menunjukkan tuntutan dan peluang bagi apoteker khususnya dalam peningkatan praktek asuhan kefarmasian di apotek. Kata kunci: JKN, pasien rujuk balik, asuhan kefarmasian, apotek, persepsi, kepuasan .  
Penilaian Pelayanan Kefarmasian Program Rujuk Balik Jaminan Kesehatan Nasional di Kotamadya Denpasar Bersadarkan Sudut Pandang Pasien Wirasuta, I Made Agus Gelgel; Wistari, Ni Made Ayu; Kosasih, Diah Ayu Nirmala; Cahyadi, Maria Fiani; Sari, Ni Putu Latsartika; Sudarni, Ni Made Rai; Sarasmita, Made Ary; Larasanty, Luh Putu Febryana
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.043 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i1.290

Abstract

ABSTRACT: The aim of this study was to evaluate the implementation of pharmaceutical care in pharmacies from patientâ??s point of view. The questioner assessment based on expectations, perceptions and level of satisfaction of patients. The questions were grouped into universal pharmaceutical care aspect, infrastructure and medicine management, drug auditing practice and dispensary waiting time, dispensing practice, drug information and drug counseling, and drug monitoring. The patients have a very high expectation of the pharmaceutical care in aspects of universal pharmaceutical care, infrastructure and medicine management, drug auditing practice and dispensary waiting time, and dispensing practice. The patients expressed a high expectation of drug information and counseling care, and a medium expectation in the drug monitoring. The patients have very high perception only at universal pharmaceutical care along with the infrastructure and medicine management aspects, while the drug auditing practice and dispensary waiting time along with dispensing practice aspects have medium perception. The drug information and counseling care along with drug monitoring aspects have poor perception. The comprehensive assessment showed that patient satisfaction levels were low on pharmaceutical care on community practice. The high expectation of patients to pharmaceutical care was a challenge to pharmacist to improve their role in better patient care. Keywords: pharmaceutical care, pharmacy, patient expectation, perception, satisfaction ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menilai implementasi pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek dari sudut pandang pasien. Penilaian didasarkan pada aspek harapan, persepsi dan tingkat kepuasan pasien terhadap praktek kefarmasian menggunakan kuisioner tertutup dengan penilaian berdasarkan skala Likert. Kuisioner disusun berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di apotek tahun 2014. Pernyataan dalam kuisioner dikelompokkan ke dalam 6 aspek yaitu aspek layanan umum, sarana prasarana dan pengelolaan perbekalan Kefarmasian, pengkajian resep dan waktu tunggu, dispensing, layanan Pusat informasi obat (PIO) dan konseling, serta monitoring. Secara umum pasien memiliki harapan yang sangat tinggi pada aspek layanan umum, sarana prasarana dan perbekalan kefarmasian, pengkajian resep dan waktu tunggu, serta pada aspek dispensing, harapan pelayanan yang tinggi pada aspek layanan pusat informasi obat (PIO) dan konseling, serta harapan yang sedang pada aspek monitoring. Namun demikian, pasien memiliki persepsi yang tinggi hanya pada aspek layanan umum serta sarana prasarana dan perbekalan kefarmasian, sedangkan pada pelayanan pengkajian resep dan waktu tunggu serta dispensing memiliki tingkat persepsi sedang, serta persepsi yang sangat rendah pada pelayanan PIO dan konseling serta monitoring. Secara menyeluruh pasien memberikan tingkat kepuasan yang rendah pada pelayanan kefarmasian. Tingginya harapan pasien pada pelayanan kefarmasian yang sesuai dengan standar menunjukkan tuntutan dan peluang bagi apoteker khususnya dalam peningkatan praktek asuhan kefarmasian di apotek. Kata kunci: JKN, pasien rujuk balik, asuhan kefarmasian, apotek, persepsi, kepuasan .  
ANALISIS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN PENGEMBANGAN DIVERSIFIKASI PRODUKNYA PADA KWT BALICOCOS DESA TENGKUDAK KABUPATEN TABANAN Karta, I Wayan; Ary Sarasmita, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   KWT BaliCocos merupakan kelompok wanita tani di Desa Tengkudak yang memiliki potensi lahan kelapa yang luas. Namun, tingkat perekonomiannya masih belum mengalami peningkatan dari hasil kelapanya. Hal ini karena kelapa yang dihasilkan belum diolah menjadi produk bernilai ekonomis, sehingga perlu dilakukan penelitian dan pembinaan produksi VCO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil produksi VCO kelompok wanita tani dan melakukan pembinaan dalam mengembangkan diversifikasi produknya, sehingga memiliki daya saing dalam pemasaran. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu (1) produksi dan analisis VCO, (2) pengembangan diversifikasi produk dan strategi pemasaran. Teknik pembuatan VCO dilakukan dengan cara basah. Hasil penelitian menunjukkan VCO yang dihasilkan memiliki bau khas kelapa segar, tidak tengik, rasa normal khas minyak kelapa, tidak berwarna, mengandung asam kaproat 0,287%; asam kaprilat 6,115%; asam kaprat 5,832%; asam laurat 48,73%; asam miristat 18,505%; asam palmitat 8,754%; asam stearat 2,606%; asam oleat 10,476%; asam linoleat 0,060%, asam linolenat 0,062%, serta tidak mengandung cemaran mikroba. Hasil ini menunjukkan kesesuaian dengan SNI 7381:2008 sehingga sangat berpotensi dikembangkan produksi dan pemasarannya. Pengembangan produk yang telah dilakukan yaitu produksi VCO original dan aromaterapi. Pemasaran dilakukan melalui toko, apotik, spa, pameran, reseller, dan jejaring media sosial. Produk VCO sangat bermanfaat untuk pangan, kesehatan/pengobatan, dan kosmetik sehingga memiliki potensi pasar yang sangat tinggi.
EFEK PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES TERHADAP LUARAN TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI ULKUS KAKI DIABETIK DI RSUP SANGLAH DENPASAR Samba, N. M. R. A. M; Sukarmini, N. N. F.; Lestari, N. K. S.; Sarasmita, M. A.; Larasanty, Luh Putu Febriana
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v5i2.434

Abstract

Ulkus Kaki Diabetik (UKD) merupakan salah satu komplikasi dari Diabetes Melitus (DM), dimana penderita DM memiliki risiko 15% terjadinya UKD selama hidupnya. Risiko UKD akibat DM dapat dikurangi dengan melakukan penatalaksanaan terapi DM yang tepat, salah satunya dengan menggunakan obat antidiabetes baik dengan Obat Hipoglikemi Oral (OHO), Insulin ataupun kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat antidiabetes yang digunakan oleh pasien DM tipe 2 dengan UKD serta mengetahui bagaimana luaran terapi dari penggunaan obat. antidiabetes tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif observasional. Data yang digunakan adalah data rekam medis pasien DM tipe 2 dengan UKD antara bulan Januari hingga Desember 2018 yang diperoleh dari Instalasi Rekam Medis RSUP Sanglah Denpasar. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan statistik (Paired T-Test). Hasil penelitian diperoleh 43 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Seluruh pasien menerima terapi kombinasi insulin, yang terdiri dari kombinasi insulin Glargine + Aspart (n=32) dan Glargine + Glulisine (n=11). Penggunaan kombinasi Glargine + Aspart dan Glargine + Glulisine keduanya mampu memberikan penurunan yang signifikan pada kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah 2 jam post prandial dengan penurunan rata-rata dan nilai signifikansi berturut-turut yaitu 85,00±77,718 mg/dL (p=0,000); 85,656±70,276 mg/dL (p=0,000); 92,545±66,656 mg/dL (p=0,001) dan 86,818±59,189 mg/dL (p=0,001).
ANALISIS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN PENGEMBANGAN DIVERSIFIKASI PRODUKNYA PADA KWT BALICOCOS DESA TENGKUDAK KABUPATEN TABANAN I Wayan Karta; Ni Made Ary Sarasmita
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   KWT BaliCocos merupakan kelompok wanita tani di Desa Tengkudak yang memiliki potensi lahan kelapa yang luas. Namun, tingkat perekonomiannya masih belum mengalami peningkatan dari hasil kelapanya. Hal ini karena kelapa yang dihasilkan belum diolah menjadi produk bernilai ekonomis, sehingga perlu dilakukan penelitian dan pembinaan produksi VCO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil produksi VCO kelompok wanita tani dan melakukan pembinaan dalam mengembangkan diversifikasi produknya, sehingga memiliki daya saing dalam pemasaran. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu (1) produksi dan analisis VCO, (2) pengembangan diversifikasi produk dan strategi pemasaran. Teknik pembuatan VCO dilakukan dengan cara basah. Hasil penelitian menunjukkan VCO yang dihasilkan memiliki bau khas kelapa segar, tidak tengik, rasa normal khas minyak kelapa, tidak berwarna, mengandung asam kaproat 0,287%; asam kaprilat 6,115%; asam kaprat 5,832%; asam laurat 48,73%; asam miristat 18,505%; asam palmitat 8,754%; asam stearat 2,606%; asam oleat 10,476%; asam linoleat 0,060%, asam linolenat 0,062%, serta tidak mengandung cemaran mikroba. Hasil ini menunjukkan kesesuaian dengan SNI 7381:2008 sehingga sangat berpotensi dikembangkan produksi dan pemasarannya. Pengembangan produk yang telah dilakukan yaitu produksi VCO original dan aromaterapi. Pemasaran dilakukan melalui toko, apotik, spa, pameran, reseller, dan jejaring media sosial. Produk VCO sangat bermanfaat untuk pangan, kesehatan/pengobatan, dan kosmetik sehingga memiliki potensi pasar yang sangat tinggi.
Occurrence of Hypoglycemia, Hypokalemia and Hyperkalemia in Diabetic Hypertensive Patients Using Insulin and Diuretics Sarasmita M A; Setyawan E. I.; Hendra Jaya A.
Journal of Health Sciences and Medicine Vol 1 No 2 (2017): JHSM (September 2017)
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.67 KB) | DOI: 10.24843/JHSM.2017.v01.i02.p04

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease with characteristics of hyperglycemia that occurs due to insulin secretion abnormalities, insulin work or both. DM can cause macrovascular complications such as hypertension. Administration of therapy may lead to hypoglycemic and hypokalemia that may increase the risk of impaired brain and heart. Objective: The purpose of this study to analyze the incidence of hypoglycemia and hypokalemia side effects in patients with diabetic hypertension using antidiabetes and antihypertensives. Method: The study was conducted retrospectively with retrospective patient medical records from January to December 2016. Blood and potassium blood glucose levels were measured as long as the patient was treated. Random and potassium blood glucose levels prior to therapy were compared with after therapy using paired t-test. Result : From the results of the study found 27 patients suffering from diabetic hypertension and get therapy. The value of changes in the patient's random blood glucose level averaged 280.89 mg/dl to 189.15 mg/dl, which met the target of antidiabetic drug therapy, and no patients had hypoglycemia. From 27 patients, as many as 7 people did not get antihypertensive therapy. Three patients had hyperkalemia (serum potassium level > 5 mEq/L). The value of changes in blood potassium levels of patients averaged 4.74 mEq/L to 4.46 mEq/L, where no patients had hypokalemia. Conclusion : the occurrence of hypoglycemia and hyperkalemia were suspected due to side effect of insulin and antihypertensive drugs.
EFEK PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES TERHADAP LUARAN TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI ULKUS KAKI DIABETIK DI RSUP SANGLAH DENPASAR N. M. R. A. M Samba; N. N. F. Sukarmini; N. K. S. Lestari; M. A. Sarasmita; Luh Putu Febriana Larasanty
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v5i2.434

Abstract

Ulkus Kaki Diabetik (UKD) merupakan salah satu komplikasi dari Diabetes Melitus (DM), dimana penderita DM memiliki risiko 15% terjadinya UKD selama hidupnya. Risiko UKD akibat DM dapat dikurangi dengan melakukan penatalaksanaan terapi DM yang tepat, salah satunya dengan menggunakan obat antidiabetes baik dengan Obat Hipoglikemi Oral (OHO), Insulin ataupun kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat antidiabetes yang digunakan oleh pasien DM tipe 2 dengan UKD serta mengetahui bagaimana luaran terapi dari penggunaan obat. antidiabetes tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif observasional. Data yang digunakan adalah data rekam medis pasien DM tipe 2 dengan UKD antara bulan Januari hingga Desember 2018 yang diperoleh dari Instalasi Rekam Medis RSUP Sanglah Denpasar. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan statistik (Paired T-Test). Hasil penelitian diperoleh 43 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Seluruh pasien menerima terapi kombinasi insulin, yang terdiri dari kombinasi insulin Glargine + Aspart (n=32) dan Glargine + Glulisine (n=11). Penggunaan kombinasi Glargine + Aspart dan Glargine + Glulisine keduanya mampu memberikan penurunan yang signifikan pada kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah 2 jam post prandial dengan penurunan rata-rata dan nilai signifikansi berturut-turut yaitu 85,00±77,718 mg/dL (p=0,000); 85,656±70,276 mg/dL (p=0,000); 92,545±66,656 mg/dL (p=0,001) dan 86,818±59,189 mg/dL (p=0,001).
TOTAL BIAYA TERAPI INSULIN PADA KASUS DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI KOTAMADYA DENPASAR Luh Putu Febryana Larasaty; I Gusti Ngurah Agung Dewantara Putra; Made Ary Sarasmita
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 7, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.361

Abstract

Insulin merupakan salah satu terapi obat untuk pasien diabetes mellitus (DM) tipe 2. Terdapat 4 jenis insulin berdasarkan onset kerjanya. Tiap jenis insulin memiliki besaran biaya dan effektivitasnya masing - masing. Telah banyak penelitian dilakukan untuk menilai effektivitas penggunaan insulin, di lain pihak penelitian yang membandingkan biaya total tiap jenis insulin masih sangat sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui total biaya yang dibutuhkan untuk terapi insulin pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di rumah sakit kotamadya Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2016 di rumah sakit pemerintah di Kotamadya Denpasar. Subyek penelitian adalah pasien DM tipe 2 rawat jalan. Data regimen terapi insulin dan biayanya diperoleh dari rekam medis pasien, data resep, lembar administrasi, laporan terapi pasien pada instalasi farmasi dan juga riwayat sosial pasien. Total biaya dihitung berdasarkan biaya medis langsung (jasa dokter, tes laboratorium, biaya obat dan biaya penyiapan obat serta alat kesehatan), biaya non medis langsung (biaya administrasi dan transportasi) serta biaya non medis tidak langsung (hilangnya gaji/upah karena tidak masuk kerja). Terdapat 8 nama dagang insulin yang diresepkan untuk pasien DM tipe 2, dengan masing – masing persentase penggunaannya adalah sebagai berikut : Apidra Solostar (12,50%), Humalog Mix (4,35%), Humalog Quickpen (3,80%), Humulin N (2,17%), Lantus Solostar (28,26%), Levemir (11,96%), Novomix (1,09%) and Novorapid (35,87%). Total biaya terendah regimen terapi insulin adalah penggunaan Lantus Solostar (Rp 528.480,-) dan total biaya tertinggi adalah Humalog Mix (Rp. 685.066,-). Rata – rata total biaya terapi insulin adalah sebesar Rp. 565.474,-
Aliskiren: Direct Renin Inhibitor Baru Pada Terapi Hipertensi N. P. U. S. DEWI; I. G. A. A. E. AMANDARI; M. W.KRISNAYANTI; M. A. SARASMITA
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 16 No 1 (2018): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Hypertension is a condition when blood pressure increases chronically. Referring to the results of Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Bali has a proportion of hypertension of 19.9%. Several epidemiological studies suggest that the risk of damage to various vital organs directly correlates with an increase in blood pressure. Therefore, it takes regularity in controlling and also taking antihypertensive drugs. The most common antihypertensive drugs currently used are angiotensin converting enzyme inhibitors (ACEI) and angiotensin receptor blockers (ARBs). However, previous findings suggest that ACEI and ARB have not been fully effective in lowering blood pressure. To overcome these weaknesses, found a new direct renin inhibitor that is aliskiren. Aliskiren can block the renin-angiotensin-aldosterone system (RAAS) at the highest level, so the ability of aliskiren in lowering blood pressure can not be doubted. Aliskiren able to inhibit the conversion of angiotensinogen to angiotensin I, so it can lower blood pressure in a sustainable manner.
SGLT-2 Inhibitor: Pilihan Terapi Baru Untuk Penderita DM Tipe 2 I GUSTI A. A. E. AMANDARI; MADE ARY SARASMITA; NI PUTU U. S. DEWI; MADE WINDA KRISNAYANTI
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 16 No 1 (2018): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus (DMT2) is a medical condition characterized by an increase in blood glucose levels exceeding normal limits. World Health Organization (WHO) states that the number of DMT2 patients in Indonesia has increased from 8.4 million patients in 2000 to 21.3 million patients in 2030, which is 90% of them are patients with DMT2. Pathophysiology of DMT2 is a complex process and involves many factors. The ominous octet concept proposed by Ralph DeFronzo plays an important role to explain the pathophysiology of DMT2. The kidneys are organs that have a significant role to control blood glucose to stay within normal limits, thus being considered to be targets of new drug therapies. Sodium glucose co-transporters (SGLTs) such as SGLT-2 facilitate the reabsorption of glucose into plasma. Pharmacokinetics of the SGLT-2 inhibitors generally show good bioavailability when administered orally. DMT2 is a risk factor for chronic kidney disease (CKD) and cardiovascular disease (CVD). The presence of an inhibitory mechanism in SGLT-2 will benefit the reno-cardiovascular system through decrease in blood glucose, weight, and blood pressure. SGLT-2 inhibitors have some favorable adjunctive effects for metabolic syndrome, such as weight loss, decreased blood pressure (especially systolic), as well as decreased serum uric acid
Co-Authors A.A.R Karsana A.H Jaya Anisa Nova Puspitaningrum Cahyadi, Maria Fiani Cahyadi, Maria Fiani Cheung, Rocky Cia Intania Warnaya Dewantara Putra, I Gusti Ngurah Agung Dyah Aryani Perwitasari Dyah Kanya Wati Eka Indra Setyawan Eka Indra Setyawan Fajaryani, Putu Ayu Putri Gina Noor Djalilah Haafizah Dania Haafizah Dania Hendra Jaya A. I Dewa Agung Ayu Divacandraningrat I GUSTI A. A. E. AMANDARI I Gusti Ayu Artini Ekajaya Amandari I Gusti Ngurah Agung Dewantara Putra I Made Agus Gelgel Wirasuta i made suardhika I Nyoman Arya Nugraha Wicaksana I Wayan Karta I Wayan Karta I. G. A. A. E. AMANDARI Ida Ayu Jasminarti Dwi Kusumawardani Ida Ayu Sintya Deviyanthi Ida Bagus Ngurah Rai Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Kadek Nadia Marta Dewi Kosasih, Diah Ayu Nirmala Kosasih, Diah Ayu Nirmala Lalu Muhammad Irham Larasaty, Luh Putu Febryana Lestari, N. K. S. Luh Putu Ayu Meryta Luh Putu Febriana Larasanty Luh Putu Febryana Larasanty Luh Putu Febryana Larasaty M. W.KRISNAYANTI Made Winda Krisnayanti MADE WINDA KRISNAYANTI Maliza, Rita Maria Fiani Cahyadi Melodia Rezadhini N. K. S. Lestari N. M. R. A. M Samba N. N. F. Sukarmini N. P. U. S. DEWI N.N.S.M. Arwanawati Ni Luh Putu Eka Arisanti Ni Made Ayu Wistari Ni Made Rai Sudarni Ni Nyoman Abigail Triastuti Ni Nyoman Della Yanti Ni Putu Ayu Widiasari Ni Putu Linda Laksmiani NI PUTU U. S. DEWI Ni Putu Uma Sari Dewi Ni Wayan Candrawati Ni Wayan Wirayanti Ni Wayan, Antika Sri Devi P.B.P.P. Budiartha P.C.I. Warnaya Pande Made Nova Armita Sari, Pande Made Nova Puspitaningrum, Anisa Nova Putu Indah Budi Apsari Rezadhini, Melodia Rocky Cheung Samba, N. M. R. A. M Sari, Ni Putu Latsartika Sari, Ni Putu Latsartika Sudarni, Ni Made Rai Sudarni, Ni Made Rai Sukarmini, N. N. F. Wayan Risma Iswari Wirawan Adikusuma Wistari, Ni Made Ayu Wistari, Ni Made Ayu