cover
Contact Name
Riki Ruli A. Siregar
Contact Email
riki.ruli@sttpln.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riki.ruli@sttpln.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Energi & Kelistrikan
ISSN : 19790783     EISSN : -     DOI : -
ENERGI & KELISTRIKAN Journal, especially to the Electrical Engineering Lecturer and generally to all Practitioners to be able to contribute in the form of scientific writing which will be useful for the application of science and technology, especially in the field of Electrical and Electrical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Analisis Fractography dan Kegagalan Fuel Injection Valve Diesel Power Plant PT.XYZ Area Bali ANDI IRIYANTO
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1336

Abstract

To meet the electricity needs in tiga nusa, so far it has been served with an isolated grid system with Diesel Generators. To improve the reliability of Diesel Engines from Fuel Injection Valve interference is to test Fuel-Injection Valve whether or not meets the relevant specifications at certain condition to prevent repeated failures. On December 10, 2019 (Running Hours 15,505), there was a disturbance with an indication of a decrease in the temperature of the unit 1 cylinder, After inspection, it was found that there was no atomizing and the Fuel Injection Valve was cracked. The preparation of this report is carried out to find the root of the problem so that it can determine the right Failure Defense Task (FDT) to prevent the disturbance from reoccurring.
Analisis Simulasi Perbandingan Pencahayaan Malam Hari Terowongan Senen-Atrium Menggunakan LED CAVES 350 Juara Mangapul Tambunan; Albert Gifson Hutajulu; Hedrianto Husada
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i1.1367

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini, penulis menggunakan software Dialux evo 4.13 yang didapat dari IES Lighting untuk Lampu LED CAVES 350 dengan daya 80Watt, 110Watt, dan 150Watt. Untuk terowongan Senen sepanjang 585 meter dengan lebar 9 meter dan tinggi terowongan 5 meter. Zona terowongan Senen-Atrium memiliki terowongan satu arah yang terbagi dengan 2 lajur yang berada di bagian sisi terowongan percabangan dari jalan Letjen. Suprapto tembus langsung menuju jalan Senen Raya dan jalan Kwitang. Dari hasil simulasi pencahayaan terowongan Senen-Atrium malam hari daya luminer 80 Watt, 110 Watt, dan 150 Watt adalah 12112 lumen, 14557 lumen, dan 20426 lumen. LED CAVES daya 80 Watt yaitu 13 hingga 69 Lux. Untuk 110 Watt yaitu 14 hingga 81 Lux, dan daya 150 Watt adalah 21 hingga 115 Lux. Pada simulasi hasil sebaran bidang jalan untuk LED CAVES 350 yang 80 W, 110 W, dan 150 W, yaitu 0,181 ; 0, 177 dan 0,183, dan rasio kemerataan pencahayaan untuk terowongan adalah 4 : 1. Perhitungan jumlah lampu yang dipasang mengacu pada jarak lebih dari 34 meter, sehingga mendapatkan jumlah lampu 18 buah. Batasannya sesuai SNI 7391:2008 mengacu pada aturan kualitas pencahayaan normal E rata-rata, batasan kuat pencahayaan pada terowongan, dan rasio kemerataan pencahayaan. Dari ketiga lampu yang dipilih yang paling ideal, yaitu CAVES 350 80W
Fabrikasi Kawat Resistansi Nol Berbahan MgB2/Stainless Steel dengan Variasi Reduksi Ukuran melalui Pengerolan Dingin terhadap Karakteristik Mekanik dan Struktur Mikro Satrio Herbirowo; Andika Widya Pramono
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1491

Abstract

Magnesium Diboride (MgB2) is a high potential material for medical and electrical applications with zero resistance and high efficiency. The raw materials of Mg powder with a purity of 98% and B amorphous with a purity of 95%, were mixed with a ratio of 1:2, ground for 2 hours using an agate mortar, and subsequently compacted and inserted into stainelss steel (SS) tube by powder-in-tube (PIT). The SS tube was previously annealed at 900°C for 1 hour. The sintering process was carried out using a muffle furnace at a temperature of 800°C for 1 hour, followed by cold wire rolling with gradual reduction. The samples were characterized for their mechanical properties using Vickers microhardness tester and ultimate tensile test machine. Surface morphologies of samples were observed using optical microscope and SEM-EDAX Superconducting properties were measured with the cryogenic resistance measurement. The highest hardness value of 377,2 HV was achieved at a 60% size reduction along with the tensile strength of 1381 KN/mm. The results of the morphological observation showed homogeneous deformation without any cracks, with the the grain shape tended to be crystalline. The superconductivity test showed the phenomenon of zero resistance at a critical temperature of 39.55K at a 40% reduction in MgB2 wire
Kajian Pemanfaatan Potensi Energi Baru Terbarukan Setempat Untuk Meningkatkan Bauran Energi Baru Terbarukan di Pulau Pusong, Nangroe Aceh Darussalam Mujammil Asdhiyoga Rahmanta; Prasetyo Adi Wibowo
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1496

Abstract

Sistem pembangkit listrik tenaga hibrida (PLT Hibrid) digunaka untuk mengurangi penggunaan energi fosil dan memanfaatan potensi energi baru terbarukan (EBT), terutama di lokasi terpencil. SPLTH memanfaatkan EBT sebagai sumber energi utama yang dikombinasikan dengan generator mesin diesel sebagai sumber energi cadangan. EBT berasal dari energi matahari dan energi angin di lokasi setempat. Pulau Pusong terletak di Kabupaten Langsa, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) merupakan daerah terisolir yang menggunakan unit genset. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi sumber energi terbarukan (angin dan matahari) dan mengembangkan desain serta analisis kelayakan ekonomi SPH di wilayah tersebut. Perancangan & analisis kelayakan PLT Hibrid dilakukan dengan menggunakan simulasi Hybrid Optimization Model of Electric Renewables (HOMER Energy). Sistem ini merupakan kombinasi dari Wind/PV//Diesel, baterai, DC/DC converter, dan DC/AC inverter. Hasil simulasi menunjukkan konfigurasi optimal adalah PV 520 kW, Inverter PV 500 kW, 2.7012 unit baterai, 100 kW diesel generator dan 125 kW inverter bi-directional. Konfigurasi tersebut memiliki nilai biaya energi sebesar 0,125 $/kWh dan Total Biaya Bersih Sekarang sebesar 0,973 Juta $. Konfigurasi ini dapat menekan penggunaan Bahan Bakar Minyak sebesar 94%. Simulasi sensitivitas menunjukkan bahwa nilai COE paling dipengaruhi oleh biaya PV, dan radiasi matahari.
Arester Tegangan rendah pada daya 6,6 KVA / 380V di Akademi Teknik Telekomunikasi Sandhy Putra Jakarta Muhamad Royhan
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1506

Abstract

Petir adalah gejala alam yang biasa muncul pada musim hujan dan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Petir merupakan sumber gangguan eksternal di jaringan tegangan rendah (TR). Gangguan eksternal dapat merusak peralatan elektronika maupun elektrik. Untuk mengamankan beban dari gangguan petir perlu pasang arester tegangan rendah. Jika terjadi sambaran petir, arester menghubungkan penghantar fasa ke tanah (grounding) sehingga beban menjadi aman. Arester melalui penghantar terhubung ke elektrode yang grounding. Metode penelitian yang dilakukan adalah survei tempat pemasangan arester kemudian menentukan lokasi pentanahan untuk memasang electrode. Elektrode yang dipasang adalah jenis electrode batang yang jumlahnya dua batang dengan hasil ukur 0,68 Ohm. Arester yang dipasang mempunyai 4 terminal terdiri atas fasa (R,S, T) dan netral (N). Penghantar penghubung electrode ke arrester mengunukan penghantar jenis NYFgBy 50 mm2. Sistem pentanahan yang digunakan adalah pentanahan netral pengaman (PNP), yaitu sistem pentanahan netral (N) dengan grounding (G) ditanahkan menjadi satu. Hasil ukur tegangan di arrester tidak mengalami penurunan tegangan, yaitu tegangan fasa-fasa = 380 V dan fasa-netral = 220 V. Dalam perencanan sesuai dengan Standar SNI IEC 62305:2009 dan Peraturan Umum Instalasi Listrik . Kata kunci: Arester, Pentanahan, petir. Energi listrik merupakan faktor penting untuk menunjang kehidupan dan kegiatan masyarakat[1]. Listrik digunakan untuk membantu aktivitas kegiatan manusia. Dengan listrik kegiatan manusia lebih efektif. Perkembangan teknologi yang pesat ini harus diikuti dengan perbaikan mutu energi listrik yang dihasilkan, yaitu harus memiliki kualitas dan keandalan yang tinggi. Gangguan petir merupakan gangguan listrik. Sambaran petir baik secara langsung maupun tidak langsung dapat menimbulkan kerusakan pada peralatan-peralatan elektronik di dalam bangunan[2]. Dengan pemasangan arester di tegangan rendah tujuannya untuk mengamankan beban yang terpasang. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ibnu hajar dan Hajar dan Eko Rahman di Jurnal Ilmiah STT PLN Vol. 9 No, 2 yang berjudul “Kajian Pemasangan Lightning Arrester pada sisi HV Transformator Daya Unit Satu Gardu Induk Teluk Betung” bahwa Sambaran petir berbahaya bagi komponen- komponen yang terdapat pada pusat listrik. Oleh karena itu, diperlukan proteksi dari sambaran petir tersebut, agar komponen pada pusat listrik tidak mengalami kerusakan pada saat terkena surja petir. Dalam jurnal ini menjelaskan pemasangan arester di sisi tegangan tegangan tinggi di gardu Teluk Betung dengan tegangan nominal 144 kV. Tegangan 144 KV adalah tegangan tinggi. Perbedaan antara penelitian dilakukan Ibnu Hajar dan Eko Rahman dengan penelitian ini membahas pemasangan arester di tegangan rendah dipasang setelah KwH meter untuk mengaman beban bertegangan 380/220V.
Optimalisasi Thermoelectric Cooling Sebagai Alat Penghilang Embun Kaca Depan Kendaraan lukman nulhakim
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1522

Abstract

Teknologi thermoelectric cooling merupakan mesin konversi energi non konvensional, dimana thermoelectric cooling ini memiliki elemen peltier yang menghasilkan sisi dingin dan sisi panas ketika arus DC dialirkan ke sel semikonduktor tipe P dan tipe N yang berpasangan. Tujuan dari penelitian ini memanfaatkan teknologi thermoelectric cooling untuk menghilangkan embun kaca depan kendaraan roda empat yang tidak menggunakan air conditioning pada saat hujan. Penelitian alat penghilang embun kaca depan kendaraan ini menggunakan 3 model thermoelectric cooling yang berbeda, heatsink, kipas angin dan keramik sebagai bahan insulasi, serta ruangan persegi panjang dengan ukuran 120 mm x 150 mm x 400 mm sebagai tempat merakitnya. Pengujian dilakukan selama 10 menit pada masing-masing pendinginan termoelektrik yang berbeda, kecepatan aliran udara untuk sisi dingin sebesar 0,5 m/s dan sisi panas 2,5 m/s. Temperatur terendah yang dihasilkan pada pendinginan termoelektrik dengan model TEC1-12709 adalah 10,9 oC sedangkan kebutuhan daya terendah menghasilkan temperatur 18,9 oC untuk TEC1-12703.
The Effect of the Shape of a Laboratory Scale Wind Power Generator in Generating Energy Muhammad Yoga Amiansyah; Harry Ramza; Rosalina Rosalina
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1535

Abstract

In this study, the influence of the shape of the propellers of a laboratory-scale wind power plant on the energy produced will be measured. It is known that the number of propellers and wind speed greatly affect the energy produced. With this, researchers will conduct research on the influence of the shape of the propeller on the energy produced. with the aim of knowing the effect of the shape of the propeller on the energy produced. The methods used are literature studies and experiments where literature studies are carried out to find references to the problems raised, experimental research is to design tools and try out to find causal data. The results of this study indicate that flat-shaped propellers get or produce higher energy compared to thin and curved propellers. By experimenting on the fan in "LOW" mode with the RPM value of 461.7, the voltage value is 5.32 Volts, Ampere 0.552 and power (Watt) 2.937. in "MEDIUM" mode the RPM value is 461.7, the voltage value is 5.44 Volts, the Ampere value is 0.556 and the power value (Watt) is 3.025, in the "HIGH" mode the RPM value is 366.4 With the highest voltage is 5.49 Volts, Ampere 0.558 and power (watts) 3,063. The conclusion obtained shows that the shape of the propeller affects the energy produced.
Manfaat Pengadaan Panel Surya dengan Menggunakan Metode On Grid Setyo Yuwono; Diharto Diharto; Nugroho Wahyu Pratama
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1537

Abstract

Kebijakan pemerintah terkait penggunaan energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2023 mendasari UNNES dalam menyusun kebijakan terkait isu lingkungan selama 4 tahun terakhir. Sebagai perguruan tinggi yang memiliki visi konservasi, UNNES berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi ramah lingkungan bervisi pembangunan berkelanjutan. Salah satu bentuk penyediaan energi terbarukan adalah menggunakan sistem solar panel sebagai sumber energi listrik ramah lingkungan. Penggunaan solar panel sebagai sumber energi belum banyak diaplikasikan karena nilai investasi yang besar. Namun potensi kebermanfaatan penggunaan solar panel sangat tinggi karena ketersediaan sinar matahari tidak terbatas dan tidak menghasilkan emisi berbahaya. Optimalisasi penggunaan solar panel dalam pemanenan potensi energi matahari perlu dipetakan dengan metode yang komprehensif sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan. Salah satu metode pengembangan solar panel adalah model on grid yang efisien dan lebih ekonomis. Saat ini UNNES telah memiliki 6 sistem solar panel yang beroperasi pada 6 gedung dengan total kapasitas pembangkitan sebesar 226,7 Kwp, namun belum ada kejelasan yang kongkrit terkait dengan aspek-aspek kebermanfaatan selain dari sisi pengurangan daya listrik PLN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat konkrit penggunaan solar panel. Penelitian mengenai manfaat pengadaan solar panel akan dilakukan dengan pendekatan observasi dan studi pustaka. Tahapan untuk menganalisis data yaitu pengumpulan data, reduksi kategorisasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Pemanfaatan Sistem Photovoltaic untuk Catu Daya Repeater Radio PLN Suhardhika Sih Sudewanto; Erwin Kalatiku
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1543

Abstract

The utilization of radio communication is one of several means to carry out electricity network coordination. The establishment of radio repeater is mandatory to cover vast areas of electricity system nodes. The radiation of a radio system is generally restricted by the contour of the terrain. The optimal location for radio repeater is usually situated in an isolated area, away from society. This will cause a problem in acquiring power supply from the local grid. This problem can be solved by harnessing solar power to energize the photovoltaic system. The implementation of the photovoltaic system will be done by performing load calculations of radio repeater equipment, determining the components needed, and executing site installation. With calculation result of 6,3 Days of Autonomy, the photovoltaic system is believed to be robust enough to increase the effectiveness of radio repeater operation.
Simulasi Pencegahan Blackout Akibat Gangguan Hubung Singkat Di Luar Zona Proteksi Diferensial Pada Jaringan Distribusi Closed Loop Penyulang Kompetensi dan Potensial Eko Nio Rizki
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1555

Abstract

One way to improve the reliability of the power distribution system is to design a good protection system, which is selective, sensitive, reliable, fast, and easy. Through the simulation in this study, the protection system that has been installed will be compared, namely a closed-loop system with differential relay protection with a protection system with additional logic at the relay output, focusing on busbar disturbances belonging to customers substations. The result is that the protection system that has been installed has a drawback, namely when there is a disturbance in the busbar of the customer's substation, the two feeder circuit breakers in the loop system will trip with the required clearance time of 765 milliseconds, while after adding logic to the relay output, when it occurs there is only one feeder circuit breaker that trips while another tripped circuit breaker is at the substation with the required clearance time of 524 milliseconds, so there is only one customer who experiences a blackout.