cover
Contact Name
Riki Ruli A. Siregar
Contact Email
riki.ruli@sttpln.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riki.ruli@sttpln.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Energi & Kelistrikan
ISSN : 19790783     EISSN : -     DOI : -
ENERGI & KELISTRIKAN Journal, especially to the Electrical Engineering Lecturer and generally to all Practitioners to be able to contribute in the form of scientific writing which will be useful for the application of science and technology, especially in the field of Electrical and Electrical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Evaluasi Penerapan ‘Inspekta’, Aplikasi Berbasis Website Untuk Pelaporan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Di PLN UPDL Semarang Tri Sakti Adiwibowo
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 1 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i1.1256

Abstract

As an institution that is committed to implementing an Occupational Safety and Health Management System (SMK3) in accordance with Government Regulation Number 50 of 2012, the PLN Education and Training Implementation Unit (UPDL) Semarang continuously makes continuous improvements both to work processes, infrastructure, competence of personnel, work methods, and other resources that can support the achievement of Occupational Safety and Health (K3) performance and Company performance. One of the tools that can help smooth OSH monitoring and reporting activities at PLN is an information technology-based application called Inspekta. The purpose of this study is to determine and evaluate the use of information technology in relation to unsafe conditions, unsafe behavior (unsafe action), near misses, accidents and occupational diseases. The research method used in this research is observation, interviews and data analysis (documents). From the results of the research that has been done, it is found that the Inspecta application provides benefits in building awareness and monitoring as well as OHS reporting. The Inspekta application still needs to be optimized and developed again to make it more efficient and effective. Keywords: Inspekta application, information technology, K3 ABSTRAK Sebagai institusi yang memiliki komitmen untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012, PLN Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) Semarang secara terus menerus melakukan perbaikan (continuous improvement) baik terhadap proses kerja, infrastruktur, kompetensi personil, metode kerja, dan sumber-sumber daya lain yang dapat mendukung pencapaian kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) maupun kinerja Perusahaan. Salah satu alat (tool) yang dapat membantu kelancaran kegiatan pemantauan dan pelaporan K3 di PLN adalah aplikasi berbasis teknologi informasi yang disebut Inspekta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi penggunaan teknologi informasi berkaitan dengan kondisi tidak aman (unsafe condition), perilaku tidak aman (unsafe action), kondisi hampir celaka (nearmiss), kecelakaan (accident) dan penyakit akibat kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan analisa data (dokumen). Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan diperoleh hasil bahwa aplikasi inspekta memberi manfaat dalam membangun kepedulian dan pemantaun serta pelaporan K3. Aplikasi Inspekta masih perlu dioptimalkan dan dikembangkan lagi agar lebih berdaya guna dan berhasil guna. Kata kunci: aplikasi inspekta, teknolgi informasi, K3
Sistem Monitoring Beban Trafo Distribusi Secara Visual Dan Sms Gateway di PT PLN (Persero) Musthofa Musthofa; Ujang Nur Rahman
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 1 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i1.1286

Abstract

Economic growth of the community encourages the increasing electricity demand. To meet the electricity demand, of course, it is necessary to increase the capacity of the distribution transformer with the addition of an insert transformer and a new transformer. So that the increasing number of installed transformers is not proportional to the number of officers measuring the transformer load. The problem is the number of transformers is 3,938 units at PLN UP3 Padang with only 70 teams of load measuring officers, so load measurement only reaches 68% in 2019. This is because load measurements are carried out manually by mandating substations one by one, thus requiring large human resources and costs. Under these conditions, an easy and fast load measurement monitoring system is needed. This study uses the Root Cause Problem Solving (RCPS) methodology and System and Equipment Design by creating a Visual Transformer Load Monitoring System and SMS Gateway. With this system and equipment, the load of the substation can be easily seen visually with a light indicator installed on the panel box of the substation pole, so that the condition of the transformer can be quickly identified. The telemetering function with SMS sends load data to officers so that the risk of transformer damage can be reduced because this tool is an early warning against unbalanced loads, one phase outages with the Condition Base Maintenance (CBM) principle so that PLN can maintain transformer lifetime and maintain service quality. Keywords: Load Monitor, Visual and SMS Gateway, Distribution Transformer
Keandalan Sistem Penyaluran Listrik Berdasarkan Saidi Dan Saifi Sebelum Dan Sesudah Pemasangan Kubikel Arrester di PT PLN UP3 Serpong Christine Widyastuti; Oktaria Handayani; Tony Koerniawan
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1031

Abstract

Keandalan sistem penyaluran tenaga listrik merupakan faktor yang sangat diperhatikan oleh PT PLN (Persero) UP3 Serpong. Parameter keandalan penyaluran tenaga listrik terdiri dari SAIFI (System Average Interuption Frequency Index) yang merupakan rata-rata frekuensi (kali) padam yang dirasakan oleh pelanggan per tahun dan SAIDI (System Average Interuption Duration Index) yang merupakan durasi (lama) padam yang dirasakan oleh pelanggan per tahun. Jaringan listrik di PT PLN UP3 Serpong banyak menggunakan saluran kabel, dimana pada saluran kabel sering terdapat titik jointing. Gangguan pada saluran kabel bisa diakibatkan karena adanya arus inrush ketika terjadi peralihan beban di jaringan dan merusak jointing kabel. Oleh karena itu sekarang metode pemasangan kubikel arrester di saluran kabel dilakukan PT PLN UP3 Serpong untuk mengurangi intensitas gangguan tersebut, sehingga nilai keandalan sistem seperti parameter SAIDI dan SAIFI menjadi lebih baik. Nilai SAIDI dan SAIFI sebelum pemasangan arrester adalah SAIDI 9,39 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI 6,98 kali/pelanggan/tahun. Nilai tersebut belum sesuai dengan SPLN 68-2:1986.
Distribusi Batubara dalam Memenuhi Kebutuhan Bahan Bakar PLTU Wilayah Kalimantan Barat Sartika Sartika; Eka Wahyudi
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1121

Abstract

Kalimantan Barat merupakan wilayah yang sebagian besar pasokan listrik bersumber dari pembangkit listrik dengan bahan bakar minyak. PT PLN melakukan percepatan pembangunan pembangkit listrik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia di mana program tersebut telah menghasilkan beberapa PLTU Eksisting di wilayah Kalimantan barat diantaranya adalah PLTU Sintang, Sanggau, dan Khatulistiwa. Mengingat bahwa di Provinsi Kalimantan Barat belum terdapat perusahaan yang memproduksi batubara, sehingga batubara untuk bahan bakar PLTU harus dipasok dari provinsi lain. Perbedaan jarak antar setiap pemasok batubara dan spesifikasi batubara yang dihasilkan oleh perusahaan memberikan kontribusi biaya pengadaan batubara yang berbeda pula. Hal tersebut mencerminkan bahwa terdapat keterbatasan sumber daya dan batasan sistem yang dapat dimodelkan dari permasalahan ini. Dalam menentukan pemecahan masalah yang bertujuan untuk memaksimumkan atau meminimumkan sesuatu dengan batasan-batasan tertentu digunakan teknik optimasi yang dikenal dengan metode Linear Programming. Untuk itu pada penelitian ini dilakukan kajian terhadap distribusi batubara untuk kebutuhan PLTU dengan biaya pengadaan yang paling minimum serta menjamin ketersediaan pasokan listrik di Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan output dari Linear Programming, untuk memperoleh biaya pengadaan batubara minimum pada PLTU Sintang, Sanggau dan Khatulistiwa, batubara dapat dipasok dari PT. Adaro Indonesia.
Rancang Bangun Electric Power Converter (Catu Daya) Untuk Alat Anodizing Portable Sugeng Purwanto
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1141

Abstract

Electric Power Converter is an electrical device that provides a voltage source for other electrical devices by changing the voltage level to the desired voltage, AC to DC. The Electric Power Converter is to drain and regulate the voltage to be stable, which is important in the anodizing process. Its functions to flow DC during the anodizing process which requires variations in voltage and current, the greater the voltage and current, the thicker the oxide layer that occurs on the aluminum surface and the hardness will increase. This research has 4 stages. The design stage, which is a design process that includes specifications of shape, material, and tolerance as well as component standards. The component identification stage is the process of collecting data needed in designing, including the value, function, and type of component. The assembly stage is the process of compiling and unifying components according to the design and identification results. The testing aims to determine the quality of the tools that have been made, including testing the voltage and current. The Electric Power Converter in this study produces a voltage in the range between 0 - 250 VDC and has a stable voltage and current output. Keywords: Electric Power Converter, Power Supply, Design, Anodizing. ABSTRAK Electric Power Converter (Catu Daya) merupakan alat listrik yang menyediakan sumber tegangan untuk perangkat listrik dengan cara mengubah tingkat tegangan listrik yang tersedia menjadi tegangan yang diinginkan, tegangan AC menjadi DC. Electric Power Converter berfungsi untuk mengalirkan dan mengatur tegangan yang masuk ke perangkat elektronik menjadi stabil. Electric Power Converter memegang peranan penting dalam proses anodizing yaitu berfungsi untuk mengalirkan arus DC selama proses anodizing yang membutuhkan variasi tegangan dan arus searah, semakin besar tegangan dan arus maka semakin tebal lapisan oksida yang terjadi di permukaan aluminium dan kekerasannya (hardness) juga akan meningkat. Penelitian ini dilakukan dalam empat (4) tahap yaitu tahap perancangan, merupakan proses perancangan alat yang mencakup spesifikasi lengkap dari bentuk, material dan toleransi serta standar komponen. Tahap identifikasi komponen adalah proses pengumpulan data yang dibutuhkan dalam merancang electric power converter, mencakup nilai, fungsi dan jenis komponen. Tahap perakitan merupakan proses penyusunan dan penyatuan komponen sesuai desain dan hasil identifikasi. Tahap pengujian yang bertujuan untuk mengetahui kualitas dari alat yang telah dibuat, mencakup pengujian tegangan dan arus baik input maupun output. Electric Power Converter pada penelitian ini menghasilkan tegangan dengan kisaran antara 0 – 250 VDC dan mempunyai keluaran tegangan dan arus yang stabil. Kata kunci: Electric Power Converter, Catu Daya, Rancang Bangun, Anodizing.
Analisa Disturbance Fault Recorder ( DFR ) Sebagai Alat Perekam Anomali Pada Gardu Induk Rangkas Baru Des Mira
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1212

Abstract

Gardu induk pada UPT Cilegon ULTG RANGKAS merupakan gardu induk tegangan tinggi dan ekstra tinggi (GI/GITET) dengan kapasitas trafo terpasang mencapai 3810 / 895,5 MVA serta 1.568 tower penghantar transmisi dengan panjang jaringan mencapai 858,92 km sirkit merupakan sebuah sub sistem dari sistem transimisi tenaga listrik. Sebuah gardu induk tentu memiliki peralatan-peralatan yang menunjang kinerjanya, salah satunya adalah peralatan proteksi. Pentingnya penelitian ini dilakuakan karena sering terjadinya gangguan ( Noise ) pada saluran transmisi hal ini disebabkan beberapa factor salah satunya factor lingkungan sekitar,bencana alam dan lain-lain. Pada gardu induk, terdapat sebuah peralatan yang memonitor anomali dari arus, tegangan maupun frekuensi pada gradu induk. Peralatan tersebut dinamakan Disturbance Fault Recorder (DFR). Tujuan penelitian ini adalah menganalisa penggunaaan DFR dalam memonitor arus, tergangan dan frekuensi sebelum, saat dan setelah terjadinya anomali pada arus, tegangan dan frekuensi pada gardu induk. Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan langsung pada Gardu induk rangkas , setelah melakukan pengamatan langsung penulis mencari sumber-sumber reverensi yang berkaiatan dengan DFR, setelah mencari referensi yang berkaitan penulis melakukan analisa di Gardu Induk Rangkasbitung . Setelah melakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan DFR pada Gardu Induk Rangkas Bitung dapat bekerja dengan baik hal ini dapat dilihat dari, nilai toleransi batas bawah pada pengaturan DFR adalah 46.4V. dan nilai toleransi batas atas pada pengaturan DFR adalah 69.6V.
Optimalisasi Operasi Ekonomis PLTMG Pada Kawasan Industri Dengan Metode Monte Carlo Kristianto Adi Widiatmoko
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1222

Abstract

Usaha untuk menurunkan emisi gas rumah kaca pada pembangkit listrik termal diperlukan dewasa ini. Hal ini disebabkan karenad gas rumah kaca berbahaya bagi lingkungan. Usaha Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca pada pembangkit termal terus didorong terlebih lagi sebagian besar pembangkit di Indonesia menggunakan bahan bakar fosil. Salah satu upaya adalah dengan melakukan operasi ekonomis sehingga menurunkan konsumsi bahan bakar yang secara langsung mengurangi emisi gas rumah kaca. Penelitian ini menggunakan metode Monte Carlo untuk menyelesaikan permasalahan optimalisasi operasi ekonomis di dalam pembangkit berbasis padamesin gas. Metode Monte Carlo adalah teknik statistik untuk perkiraan perhitungan integral dan optimisasi yang menggunakan kumpulan sampel acak. Sebanyak 35.000 sampel data acak dibangkitkan untuk menyelesaikan permasalahan optimalisasi operasi ekonomis ini. Pada penelitian ini kapasitas dari pembangkit dibatasai dari 50% - 100% dengan cadangan berputar minimal sebesar kapasitas satu mesin pembangkit. Penelitian ini tidak memperhitungkan rugi-rugi transmisi di dalam analisis. Tiga skenario pembebanan yang merepresentasikan kondisi nyata dipakai pada penelitian ini.
Review Pengaruh Range Dan Approach Terhadap Efektivitas Cooling Tower Unit 2 Di Pt. Indonesia Power Kamojang Pradipta Ahluriza; Nazaruddin Sinaga
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1267

Abstract

Cooling tower diperlukan di industri pembangkit listrik tenaga panas bumi untuk sirkulasi air pendingin dikontakkan dengan gas tak jenuh sehingga sebagian dari zat cair itu akan menguap, dan suhu zat cair turun. PT. Indonesia Power Kamojang menggunakan mesin Cooling Tower untuk melakukan pendinginan. Untuk mengetahui performansi kemampuan cooling tower yang dimiliki maka diperlukan pengukuran efektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendinginan dan pengukuran efektivitas dilakukan dengan nilai approach dan range. Range merupakan perbedaan atau jarak antar temperatur air yang masuk dan keluar menara pendingin. Approach adalah perbedaan suhu air dingin yang keluar dari menara pendingin dan suhu wetbulb ambient. Metode yang digunakan untuk mengukur performansi Cooling Tower menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness, untuk mendapatkan nilai availability, performance efficiency, dan rate of quality. Maka pada saat musim kemarau memiliki efekvtivitas yang lebih baik dibandingkan dengan musim hujan. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan, serta temperatur air kondensat yang masuk ke dalam Cooling Tower. Semakin tinggi temperatur air kondensat yang masuk, maka efektivitas proses pendinginan di dalam Cooling Tower semakin rendah karena proses pendinginan tidak maksimal. Hal ini menyebabkan temperature yang dihasilkan oleh cooling tower tidak mencapai temperature yang diinginkan.
Analisis Konsumsi Energi Listrik Pada Motor Induksi Di Instalasi Pengolahan Air Produksi II Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Kota Semarang miftakhul huda
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1292

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai konsumsi energi listrik pada motor induksi di instalasi pengolahan air produksi II PERUMDA (Perusahaan Umum Daerah Air Minum) kota semarang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa konsumsi energi listrik pada motor induksi dan seberapa besar produksi air yang dihasilkan selama jam pengoperasian. Langkah-langkah penelitian ini adalah melakukan pengumpulan data historis pengoperasian Motor Induksi. Selanjutnya pengukuran pada unit Motor Induksi setiap 1 jam sekali, mencatat hasil pengukuran kedalam tabel pengukuran. Kemudian, dilakukan perhitungan jumlah daya rata-rata setiap harinya lalu ditotal konsumsi energi, total biaya, dan produksi air. Dari hasil penlitian bahwa total kosumsi energi listrik pada motor induksi P-603 dan P-605 yang berdaya 250 KW yang pengoperasian selama 8 jam secara bergantian adalah sebesar 1.635,52 KWh dan 1.633,36 KWh. Biaya listrik Rp. 1.823.605 dan Rp. 1.821.196 Dan produksi air yang dihasilkan adalah sebesar 2.649.542 m3 dan 2.646.043 m3. Kata kunci: Energi Lstrik, Motor induksi, Konsumsi Energi Listrik
Penerapan Metode Genetic Alghorithm untuk Meminimalkan Biaya Perawatan Sistem Pembangkit Energi Hibrid Solar Panel dan Turbin Angin Herminarto Nugroho; Carolus Aditya; Septiyan Nungsizu
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1329

Abstract

Sebagai renewable energy, Teknologi hybrida solar panel dan wind tubine menjadi salah satu sistem yang dapat dipergunakan di masa mendatang, pada sistem ini ketika siang maupun malam alat dapat bekerja sehingga menghasilkan sumber energi secara berkesinambungan. Untuk dapat menyediakan cukup energi listrik untuk pemakaian seharian, perlu menentukan jumlah panel surya dan turbin angin yang cukup. Masing-masing panel surya dan turbin angin menghasilkan energi listrik yang berbeda, serta biaya perawatan yang berbeda pula. Oleh sebab itu, maintenance system dari alat ini harus diperhatikan agar tidak memakan banyak biaya, namun tetap dapat menyediakan energi listrik yang cukup. Pada metode yang disimulasikan pada matlab, Genetic Alghorithm(GA) dan Fmincon dipilih karena pada 2 metode ini fungsi global minimum bisa didapatkan dengan berbagai iterasi maupun generasinya. Kedua metode ini dapat menentukan jumlah panel surya dan turbin angin yang tepat agar kebutuhan listrik dapat terpenuhi serta dengan biaya perawatan yang minimal.